Ketua Umum PBNU, Gus Yahya Silaturrahim Sekaligus Nostalgia di Nurul Jadid

nuruljadid.net – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf atau lebih akrab disapa Gus Yahya itu bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo pada hari ini Kamis (19/05/22) sore ini. Kunjungan tersebut merupakan agenda PBNU dalam rangka silaturahim dan safari kepada sejumlah kiai NU di Jawa Timur untuk membangun soliditas antar tokoh jam’iyah NU.

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) didampingi Sekretaris Jendral (Sekjen) PBNU Drs. H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Ketua PBNU H. Amin Said Husni dan beberapa pengurus lainnya.

(Ketua PBNU Gus Yahya didampingi Sekjen PBNU Gus Ipul dan ketua PBNU H. Amin Said Husni bersama pengasuh Kiai Zuhri dan kepala pesantren kiai Hamid di Kediaman pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Kedatangan Gus Yahya disambut hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini, Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid, Wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman Wahid, Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi Ahz, Kepala Biro Umum KH. Faiz Ahz, Direktur LMNJ KH. Hefniy Rozaq dan beberapa pengurus Pesantren Nurul Jadid lainnya.

Pada pertemuan itu, KH. Yahya Cholil Staquf bernostalgia menceritakan sekelumit kenangan tentang pengalamannya tinggal selama dua minggu di Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam acara Halaqoh NU pada tahun 1980-an akhir. Dimana saat itu pengasuh Nurul Jadid adalah KH. Abdul Wahid Zaini.

(Ketua PBNU Gus Yahya didampingi Sekjen PBNU Gus Ipul bersama pengasuh kiai Zuhri, kepala pesantren kiai Hamid dan wakil kepala pesantren kiai Najib berdoa bersama di kediaman pengasuh)

Selain itu, beliau juga menceritakan bahwa pada kepemimpinan Gusdur, Gusdur memiliki visi untuk menyatukan NU dan mengusung NU ke pentas dunia Internasional. Di masa kepemimpinan Gus Yahya, beliau berikhtiar untuk melanjutkan visi sekaligus cita-cita Gusdur tersebut dan beliau juga meminta do’a dari kiai Zuhri dan para dzurriyah Nurul Jadid.

Lebih lanjut, beliau memaparkan agenda PBNU kedepannya, salah satunya yaitu mengadakan acara Halaqoh dan Muktamar Peradaban Islam Dunia. Sekaligus meminta izin dan kesediaannya kepada KH. Moh. Zuhri Zaini untuk menjadi tuan rumah acara Halaqah NU tersebut. Mendengar permohonan tersebut, kiai Zuhri menerima dengan tangan terbuka kehormatan tersebut untuk menjamu kader NU pejuang ummat dan bangsa di bumi Nurul Jadid.

(Ketua PBNU Gus Yahya dan Sekjen PBNU Gus Ipul bersama rombongan saat berpamitan dari Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Dalam agenda safari PBNU tersebut, rombongan juga berkunjung ke sejumlah pesantren-pesantren tua di Jawa Timur, di bagian timur yaitu PP. Salafiyah Syafiiyah Sukorejo dan PP. Walisongo yang terletak di Situbondo. PP. Nurul Jadid dan PP. Zainul Hasan Genggong yang berlokasi di Probolinggo, dan beberapa pesantren lainnya.

 

(Humas Infokom)

Kemenko Perekonomian RI Helat FGD Percepatan Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan Pondok Pesantren di Nurul Jadid

nuruljadid.net – Kementerian Koordinator Bidang Perekponomian Republik Indonesia terus berupaya menggencarkan edukasi dan sosialisasi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat tidak terkecuali Pondok Pesantren. Upaya ini dilakukan untuk mencapai target inklusi keuangan di Indonesia sebesar 90% pada tahun 2024 dan diharapkan juga diiringi dengan masyarakat termasuk Pondok Pesantren yang memiliki literasi keuangan yang baik.

Di Indonesia, tingkat inklusi keuangan telah mencapai 83,6% pada tahun 2021, yang berarti lebih tinggi dari tahun 2020 sebesar 81,4%. Namun, di sisi lain, indeks literasi keuangan di Indonesia masih rendah. Untuk itu, Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) memfasilitasi Focus Group Discussion dalam rangka edukasi dan sosialisasi peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi Pesantren Nurul Jadid dan mitra usaha pesantren Nurul Jadid di Probolinggo, Jawa Timur, kamis (19/05/2022).

(Kegiatan FGD Percepatan Inklusi Keuangan bagi Pondok Pesantren Jawa Timur oleh Kemenko Perekonomian RI di Aula 1 PPNJ)

Edukasi dan sosialisasi bagi kalangan santri dan pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) pesantren ini dilakukan sesuai dengan amanat Perpres Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Edukasi dan sosialisasi di lingkungan pesantren ini menjadi penting karena Indonesia memiliki Lembaga Pesantren yang sangat besar yaitu lebih dari 30 ribu pesantren dan lebih dari 4 juta santri. Sebagian pesantren pun memiliki potensi di bidang pertanian, peternakan, perikanan, serta Usaha Mikro Kecil.

“Dari sisi pesantren, inklusi keuangan ini sangat strategis dalam pemberdayaan pesantren untuk meningkatkan kesejahteraan Kyai, Pengurus, Santri, dan Masyarakat sekitar Pesantren,” ungkap Deputi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir yang disampaikan secara virtual pada kesempatan tersebut.

(Kepala Pesantren KH. Abd. hamid Wahid mendampingi Kabid Keuangan Syariah Bapak Aditya dan perwakilan KIKS Kemenko Perekonomian RI Ibu Fatmah Alatas serta Anggota DPRD Kab. Probolinggo bapak Wahid Nurrahman)

Sementara itu, Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid pada kesempatan tersebut menyampaikan agar sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dengan pesantren serta masyarakat dapat berkolaborasi meningkatkan literasi dan inklusi keuangan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

“kami berharap forum-forum seperti ini dapat mendorong akselarasi inklusi keuangan dan memberikan nilai tambah ekonomi untuk usaha atau bisnis yang dijalankan pesantren serta mitra usaha pesantren,” ungkap kiai Hamid.

Sebagai informasi, kegiatan edukasi dan sosialisasi tersebut juga merupakan hasil kolaborasi dengan mitra keuangan inklusif yang hadir sebagai narasumber pada kegiatan FGD antara lain dari Bulog, Jamkrindo, Bank BSI, Bank BJB, CJM Farm, dan Pertakina. Dalam kegiatan tersebut, diperoleh poin penting yaitu berupa rencana dari para mitra untuk pengembangan kemandirian ekonomi pesantren dan peningkatan literasi serta inklusi keuangan di tengah masyarakat.

(Pihak Kemenko Perekonomian RI beserta mitra dan Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid serta tamu undangan saat sesi foto bersama usai acara)

Pada kesempatan tersebut, dihadiri oleh kepala pesantren KH. Abd. Hamid Wahid, Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, Kepala Inkubasi Bisnis Pesantren H. Thahiruddin dan pimpinan lembaga serta biro juga mitra usaha pesantren di wilayah Probolinggo sebagian Jember dan Banyuwangi. Turut hadir secara langsung dari kemenko perekonomian RI Kabid. Keuangan Syariah bapak Aditya, Perwakilan KIKS Fatmah Alatas dan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo bapak Wahid Nurrahman serta Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Ibu Mitroatin.

 

(Humas Infokom)

Kembali Fitri, Ratusan Pengabdi Hadiri Halal Bi Halal Akbar Bersama Ahlul Bait Nurul Jadid

nuruljadid.net – Momentum syawal saat yang tepat kembali fitri, ratusan pengabdi Pondok Pesantren Nurul Jadid terdiri dari pengurus pesantren, dosen, guru dan karyawan menghadiri acara Halal Bi Halal Akbar bersama keluarga besar ahlul bait di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Selasa (17/05/2022) pagi.

Acara ini dihadiri oleh seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid, pengurus pesantren, civitas akademika Universitas Nurul Jadid, guru, dosen, hingga karyawan di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid termasuk kepala wilayah putra dan putri.

Estimasi undangan yang hadir sekitar 1000 lebih dari seluruh elemen lembaga, wilayah dan perguruan tinggi, namun peserta yang hadir hanya mencapai 80% sekitar 867 orang putra-putri. Ini merupakan kegiatan Halal Bihalal pertama selama tiga tahun terakhir dikarenakan pandemi Covid-19.

(Ratusan pengabdi Pondok Pesantren Nurul Jadid mengikuti dengan khidmat acara Halal Bi Halal Akbar di Aula 1 Pesantren)

Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid pada kesempatan kali ini menyampaikan sambutan pertama. Dalam sambutannya beliau menyampaikan kepada seluruh hadirin “Taqobballallahu minna waminkum taqobbal ya karim, minal ‘aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan batin” dawuhnya.

Sejumlah pesan juga disampaikan oleh KH. Abdul Hamid Wahid selaku pimpinan pesantren mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid “Terima kasih kepada seluruh pengurus, guru, dosen dan karyawan yang telah berkhidmat mengemban amanah wali santri dengan baik yang menitipkan putra-putrinya ke Pondok Pesantren Nurul Jadid” imbuhnya.

Pada agenda tausyiah, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini berpesan dalam sambutannya bahwa beliau berharap tidak hanya sampai disini saja untuk memperbaiki silaturrahmi kita semua namun juga dalam keseharian di lingkungan pesantren dan masyarakat. Beliau juga menyampaikan penguatan ruhul jihad dan menata kembali niat sebagai pengabdi pesantren dalam ikhtiar bersama pembinaan akhalqul karimah, aqidah dan penguasaan furudul ‘ainiyah yang menjadi fondasi dasar penting santri di pesantren dan bekal ketika terjun ke masyarakat kelak.

Kegiatan halal bihalal yang dilaksanakan secara tatap muka tersebut berlangsung dengan khusyuk dan penuh khidmat walaupun suasana sedikit gerah disebabkan ruangan yang padat dan beberapa AC yang tidak berfungsi, namun hal itu tidak mengurangi semangat undangan untuk mengikuti acara sampai selesai.

Halal bi halal akbar ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh dosen Fakultas Humaniora Universitas Nurul Jadid Dr. H. M. Hasyim Syamhudi, M.Si. Usai doa undangan mulai berhamburan meninggalkan ruangan setelah pimpinan dan keluarga Nurul Jadid terlebih dahulu beranjak dari tempat duduknya.

 

(Humas Infokom)

Anggota DPR RI M. Sarmuji Berkunjung Ke Pesantren Nurul Jadid, Ini Yang Dibahas!

nuruljadid.net – Sebagai langkah awal mempersiapkan kunjungan Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartanto yang dijadwalkan datang pada 19 Mei 2022, Anggota DPR RI Muhammad Sarmuji, SE, M.Si beserta rombongan berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Senin (16/05/2022) sore.

Pada kesempatan ini Anggota DPR RI Muhammad Sarmuji, SE, M.Si berbicara terkait persiapan pelaksanaan kegiatan kunjungan Menko Perekonomian Bapak Airlangga Hartanto yang keduanya dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar). Selain itu, kedatangan M. Sarmuji juga sekaligus silaturrahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid.

(Potret kedatangan kunjungan Anggota DPR RI Muhammad Sarmuji di Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Sarmuji selain sebagai anggota DPR RI juga menjabat ketua DPD Partai Golkar provinsi Jawa Timur yang kala itu didampingi oleh ketua Badang Kehormatan DPRD Kabupaten Probolinggo Wahid Nurrahman. Dalam perbincangannya, M. Sarmuji mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesediaan keluarga besar Nurul Jadid untuk berkenan menerima kunjungan Menko Perekonomian Airlangga Hartanto serta menyambut kedatangannya beserta rombongan dengan ramah dan hangat.

Kunjungan ini ditemui langsung oleh Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid. Kepala pesantren juga menyampaikan pesan permohonan maaf kepada M. Sarmuji karena pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid tidak bisa menemui langsung dikarenakan beliau sedang menghadiri acara lain yang tidak bisa ditinggalkan.

(Kepala Pesantren sedang berbincang bersama Anggota DPR RI Muhammad Sarmuji terkait persiapan kunjungan Menko Perekonomian di Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Berkaitan dengan kunjungan Menko Perekonomian, Pondok Pesantren Nurul Jadid merasa bersyukur bisa didatangi oleh tokoh nasional. Harapan kepala pesantren pada pertemuan itu, bahwa ikatan silaturrahmi ini tidak berakhir begitu saja akan tetapi bisa terus terjalin hubungan persaudaraan yang baik ke depannya.

(Rombongan Anggota DPR RI Muhammad Sarmuji bersiarah ke makbaroh didampingi oleh kepala Biro Umum KH. Faiz Ahz)

Anggota DPR RI M. Sarmuji beserta rombongan melaksanakan sholat maghrib berjamaah bersama santri di Musholla Riyadus Sholihin yang lebih dikenal Musholla Timur Pondok Pesantren Nurul Jadid. Usai sholat berjamaah, M. Sarmuji beserta rombongan menyempatkan untuk berziarah ke makbaroh Muassis dan para Masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid didampingi oleh kepala Biro Umum KH. Faiz Ahz sekaligus memimpin pembacaan tahlil.

(Sesi foto bersama rombongan kunjungan Anggota DPR RI Muhammad Sarmuji bersama pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Usai ke makbaroh, rombongan tamu didampingi kepala Biro Umum KH. Faiz Ahz melakukan ramah tamah dan bincang santai di ruang tamu pesantren. Pada penghujung acara, diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid dan foto bersama.

 

 

(Hums Infokom)

Sekretaris Pesantren Bertemu Wagub Emil Dardak Bahas Usaha Pesantren

nuruljadid.net – Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil bertemu Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat makan siang di salah satu rumah makan kota Probolinggo membahas tentang unit usaha dan bisnis pesantren khususnya yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid Minggu ini (15/05/2022).

Emil wagup yang masih terbilang muda ini (37 tahun) merupakan figur pemimpin dengan prestasi yang membanggakan selain lulusan S1 dan S2-nya di universitas terkemuka di Australia dan S3-nya di Jepang, Emil juga pernah menjabat sebagai World Bank Officer di usia yang sangat muda (2001- 2003) dan puncak karier Emil dicapai saat didaulat menjadi Chief Business Development and Communication-Executive Vice President di PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).

Saat ini Emil menjabat sebagai wakil gubernur Jawa Timur yang sebelumnya beliau sempat terpilih sebagai bupati kabupaten Trenggalek pada pemilihan kepala daerah serentak tahun 2015.

(Moment Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil saat menemani Wakil Gubernur Emil Dardak makan siang di warung Jawara Kota Probolinggo)

Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil menjelaskan bahwa sebelum ke Probolinggo, Emil berangkat dari kunjungan di Sukorejo dan mampir ke Probolinggo makan siang di warung Jawara milik wali santri Nurul Jadid. Emil berbincang santai bersama Faizin dan beberapa tamu yang lain.

Saat makan siang, Faizin membahas beberapa usaha pesantren Nurul Jadid seperti Nurja Water, Retail, Digital Printing dan beberapa lainnya. Kebetulan saat makan siang, Emil meminum air mineral dalam kemasan botol Nurja Water dan beliau mengapresiasi usaha pesantren yang perlu didukung dan dikembangkan.

(Potret Wakil Gubernur Emil Dardak menikmati air mineral dalam kemasan botol Nurja Water salah satu usaha pesantren Nurul Jadid)

Emil berencana melakukan kunjungan dan silaturrahmi kepada para masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid bersama istrinya Arumi Bachsin tanggal 05 Juni 2022 untuk membahas secara khusus tentang usaha pesantren yang harapannya dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah provinsi Jawa Timur untuk pengembangan ke depannya.

Wagub Emil Dardak juga menitipkan salam ta’dzim untuk pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini dan Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid karena saat itu belum bisa silaturrahmi dikarenakan jadwal kunjungan di tempat lain.

Pertemuan berlangsung kurang lebih 1,5 jam dalam suasana santai sambil berbincang tentang geliat usaha dan bisnis pesantren serta prospeknya ke depan untuk membangun kemandirian ekonomi pesantren di tengah persaingan global saat ini.

 

(Humas Infokom)

Pasca Liburan Santri, PTM Sekolah dan Madrasah Kembali Aktif

nuruljadid.net – Libur lebaran santri usai, Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid menegaskan pembelajaran tatap muka (PTM) sejak hari kemarin Sabtu (14/5/2022) telah aktif dan berjalan normal pasca hari kembalinya santri putra Jum’at 13 Mei 2022.

Kepala Biro Pendidikan Kiai Moh. Imdad Robbani berdasarkan Surat Edaran menjelaskan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) usai libur lebaran tetap dijalankan sesuai kalender pendidikan.

“Sekolah dan madrasaha sejak Sabtu kemarin tanggal 14 Mei 2022 masuk sesuai kalender pendidikan. Tidak ada perpanjangan waktu libur baik untuk tenaga pendidik maupun para peserta didik,” pungkasnya.

(Kegiatan Pembiasaan Karakter Baik (PKB) di MTs Nurul Jadid sebelum Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dimulai)

Saat ini setiap sekolah dan madrasah di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid telah kembali beroperasi normal dimana kegiatan belajar mengajar aktif, sehingga diharapkan kepada seluruh pihak baik tenaga pendidik dan peserta didik khususnya yang berstatus santri yang masih di rumah masing-masing agar segera kembali ke pesantren untuk mengikuti kegiatan pesantren dan sekolah.

“Tentu tidak ada alasan. Ketentuan sudah keluar sebelum libur di surat edaran pesantren. Jadi ketika ada yang tidak masuk atau izin nanti akan ada konsekuensi dari pesantren yang harus diterima,” imbuhnya.

(Kegiatan Pembiasaan Karakter Baik (PKB) di SMK Nurul Jadid sebelum Penilaian Tengah Semester (PTS) lanjutan dimulai)

Terlihat di beberapa sekolah dan madrasah, peserta didik tengah melaksanakan kegiatan Penguatan Karakter Baik (PKB) dan Pembelajaran Tatap Muka, ada juga yang sedang melanjutkan Penilaian Tengah Semester (PTS) seperti di SMK Nurul Jadid sebagai strategi agar peserta didik segera kembali ke pesantren.

 

(Humas Infokom)

PCNU Kraksaan Silaturrahim Temui Ahlul Bait Nurul Jadid

nuruljadid.net – Bulan syawal masih menyisakan suasana Idul fitri, dimana umat Muslim memanfaatkannya untuk silaturrahim dan saling memaafkan. Keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid pagi ini kedatangan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan yang bermaksud untuk silaturahim kepada para ahlul bait Nurul Jadid, minggu (15/05/2022).

Kedatangan rombongan PCNU Kraksaan tersebut disambut hangat oleh Wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman Wahid, Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ, Kepala Biro Pendidikan KH. Moh. Imdad Robbani, Kepala Biro Umum KH. Faiz AHZ, Direktur Lembaga Motivasi Nurul Jadid (LMNJ) KH. Hefni Rozaq dan beberapa perwakilan pengurus pesantren

(Rombongan PCNU Kraksaan saat sedang ramah tamah dengan ahlul bait Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Rombongan PCNU Kraksaan dipimpin langsung oleh ketua PCNU Kraksaan HM. Syihabuddin, sekretaris H. Fauzan, katib Syuriah Moh. Hilmi Holip, rais PCNU Abd. Wasik Hannan serta jajaran pengurus PCNU Kraksaan lainnya. Acara tersebut dilaksanakan pagi ini sekitar pukul 08.00 WIB, bertempat di ruang tamu Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Ketua PCNU HM. Syihabuddin menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang sangat baik kepada keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid sekaligus memperkenalkan seluruh anggota pengurus cabang nahdlatul ulama (PCNU) Kraksaan. Forum silaturrahim ini juga diselingi canda gurau yang membuat suasan semakin cair dan akrab sesekali membahas tentang kondisi NU saat ini.

(Rombongan PCNU Kraksaan saat sedang bincang santau dengan ahlul bait Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Turut menyampaikan sambutan dari perwakilan Pondok Pesantren Nurul Jadid wakil kepala pesantren KH. Najiburrahman Wahid. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam menjamu rombongan PCNU Kraksaan.

“Kami mewakili ahlul bait keluarga besar Nurul Jadid mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan. Kami juga ingin menyampaikan permohonan maaf dari pengasuh yang tidak bisa hadir dikarenakan ada hal penting yang tidak bisa beliau tinggalkan” dawuhnya ketika sambutan.

“NU adalah pesantren besar, sedangkan pesantren adalah NU kecil sehingga perlu bersama perkuat kebersamaan dalam ukhwah Islamiah dan ukhwah wathaniyah” imbuh beliau dalam rangka mempererat ikatan kekeluargaan guna sinergitas kinerja anggota PCNU kraksaan di tengah masyarakat.

(Rombongan PCNU Kraksaan saat sedang berfoto bersama dengan ahlul bait Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Silaturahim ini ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi Ahz dan dilanjutkan pemberian cinderamata dari pihak PCNU kepada perwakilan Pondok Pesantren Nurul Jadid begitupun sebaliknya. Sebelum berpamitan pulang, dilakukan foto bersama oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan dengan pihak keluarga Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

(Humas Infokom)

Pengasuh dan Kepala Pesantren Nurul Jadid Sambut Hangat Kedatangan Majelis Jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Kraksaan

nuruljadid.net – Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H telah kita lewati namun suasana lebaran masih kental terasa. Pada moment ini, Pondok Pesantren Nurul Jadid kedatangan Majelis Jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Kraksaan yang berniat untuk silaturrahmi kepada para masyayikh Nurul Jadid kamis kemarin (12/05/2022).

Acara tersebut dihadiri pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh Zuhri Zaini dan Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid serta beberapa perwakilan pengurus pesantren. Dari pihak pengurus Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) sejumlah 10 orang. Acara tersebut dilaksanakan pada kamis sore pukul 15.30 WIB, bertempat di ruang tamu Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Sejumlah tokoh agama Kristen yang tergabung dalam Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) diketuai oleh Pdt. Lantikaningrum Purbasari, S.Si. Tujuan mereka datang ke Nurul Jadid ansih untuk silaturahmi dengan keluarga Besar Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kehadiran tokoh agama Kristen ini selain untuk silaturahmi sekaligus menyampaikan ucapan selamat idul fitri.

(Rombongan Majelis Jemaar Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Kraksaan tengah bincang santai pada saat ramah tamah di ruang tamu Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh Zuhri Zaini dan Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid menyambut baik dan hangat kehadiran tokoh agama Kristen tersebut di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Silaturahmi ini merupakan momentum yang baik dalam membangun komunikasi dan koordinasi satu sama lain juga untuk menyambung tali persaudaraan lintas agama atau kepercayaan.

Ajang silaturahmi ini bersifat universal, tanpa sekat kelompok atau agama tertentu. Karena itu, GKJW Kraksaan berharap, silaturahmi antar tokoh agama bisa diperkokoh dan menjadi agenda rutin untuk menumbuhkan persaudaraan dan saling memahami. Dengan demikian, silaturahmi ini bisa menjadi kekuatan solidaritas sosial di masyarakat.

(Foto Bersama antara pihak Majelis Jemaar Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Kraksaan dengan Pengasuh dan Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Pada penghujung momentum silaturrahmi kali ini, acara diakhiri dengan mengabadikan momen foto bersama antara majelis jemaat GKJW dengan pihak Pondok Pesantren Nurul Jadid. Sebelum maghrib para rombongan majelis jemaat GKJW pun berpamitan dan meninggalkan bumi Nurul Jadid.

 

(Humas Infokom)

Ribuan Santri Nurul Jadid Kembali Nyantri ke Pesantren Pasca Liburan

nuruljadid.net – Setelah liburan panjang Ramadhan ribuan santri kembali nyantri ke Pondok Pesantren (Ponpes). Para santri kembali dari masing-masing daerah yang sebagian besar dikoordinir oleh pengurus P4NJ (Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid) daerah selama dua hari 12 sampai dengan 13 Mei 2022.

Sebanyak kurang lebih 6.000 santriwan dan santriwati yang sebelumnya pada tanggal 30 Maret 2022 untuk putri dan 31 Maret 2022 untuk putra melakukan pulang bersama selama kurang lebih 40 hari untuk berkumpul bersama keluarga melaksanakan ibadah puasa di rumah masing-masing.

Rombongan santri bertolak dari kabupaten dan kota di seluruh Indonesia mayoritas santri berasal dari pulau Jawa menuju Pondok Pesantren Nurul Jadid Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo setelah liburan mereka usai, diantar dengan beragam moda transportasi baik bus, travel, pesawat dan kapal laut yang diasistensi oleh P4NJ masing-masing daerah.

Kabag. Humas dan Protokoler Dr. Syamsuri Hasan, M. HI mengatakan bahwa kembalinya santri ke pondok pesantren dilaksanakan selama dua hari yang terpisah antara putra dan putri dimana putri lebih awal tanggal 12 Mei 2022 sedangkan putra tanggal 13 Mei 2022.

“Pondok Pesantren Nurul Jadid mengalokasikan dua hari untuk waktu kembalinya santri sebagaimana kepulangan santri dimana putri lebih awal tanggal 12 Mei 2022 dan putra setelahnya 13 Mei 2022 karena pulangnya pun putri lebih awal yaitu tanggal 30 Maret dan putra 31 Maret 2022,”ujarnya.

Sementara, Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil menyambut kembalinya santri dengan mengingatkan para santri agar belajar dan beribadah dengan baik di pondok pesantren, mendoakan kedua orang tuanya di rumah agar dilancarkan rezekinya dan senantiasa diberikan kesehatan, tentunya yang tidak kalah penting adalah mengamalkan ilmunya ketika kembali ke keluarga dan masyarakat.

“Saya berharap para santri dapat kembali belajar dan beribadah dengan baik serta senantiasa menjaga kerukunan, hidup yang penuh kedamaian, toleran dan moderat, hubungan dengan orang tua dan guru dijaga dengan baik doakan mereka, semoga kalian mendapatkan ilmu yang barokah dan menjadi generasi masa depan yang lebih baik di tengah keberagaman dan desrupsi zaman,” pungkasnya.

 

(Humas Infokom)

Nurul Jadid Rukyatul Hilal, PBNU Tetapkan Awal Ramadlan 1443 H Jatuh pada 03 April 2022

nuruljadid.net – Berdasarkan surat edaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) surat nomor : 250/C.I.34/03/2022 di Jakarta tanggal 29 Sya’ban 1443 H atau 01 April 2022 M perihal ikhbar atau pemberitahan hasil rukyatul hilal bil fi’li Awal Ramadhan 1443 H yang jatuh pada tanggal 03 April 2022 hari Minggu.

Tim rukyatul hilal Pondok Pesantren Nurul Jadid sore tadi ikut melaksanakan kegiatan rukyatul hilal untuk tanggal 1 Ramadan 1443 H. di Pantai Duta Paiton, Jum’at (01/04).

Turut terlibat, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten Probolinggo, Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Paiton, PCNU Kraksan dan Pengadilan Agama.

Berdasarkan pemantauan dari seluruh instansi bahwa semua tim rukytul hilal tidak berhasil melihat bulan karena memang cuaca saat itu tidak cerah pada saat ghurub.

(Tim rukyatul hilal lintas instansi dan organisasi sedang berkumpul di Pantai Duta usai rukyatul hilal)

Sementara itu, menjelang maghrib tersebar di berbagai group social media tentang surat edaran penetapan awal bulan ramadlan 1443. Diterangkan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan Lembaga Falakiyah PBNU pada hari Jum’at, 29 Sya’ban 1443 H/ 1 April 2022 telah melakukan rukyatul hilal bi fi’li di beberapa lokasi yang telah ditentukan.

Alhasil, berdasarkan laporan Lembaga Falakiyah PBNU, seluruh lokasi tidak berhasil melihat hilal, dengan demikian umur bulan Sya’ban 1443 H adalah 30 hari (istikmal)

Atas dasar istikmal tersebut dan sesuai dengan pendapat al-madzhab al-arba’ah, maka dengan ini PBNU mengikhbarkan atau memberitahukan bahwa awal bulan ramadlan 1443 H jatuh pada hari Ahad Wage tanggal 03 April 2022 M.

Surat edaran resmi ini ditandatangani pimpinan PBNU diantaranya Rais Aam KH. Miftachul Akhyar, Katib Aam KH. Akhmad Said Ansori, Ketua Umum KH. Yahya Cholil Staquf dan Sekretaris Jenderal Drs. H. Saifullah Yusuf.

 

(Humas Infokom)

Ribuan Santri Nurul Jadid Pulang Bersama dengan 109 Armada ke Seluruh Penjuru Indonesia

nuruljadid.net – Jelang datangnya bulan Ramadhan 1443 Hijriyah, ribuan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid dipulangkan ke rumah masing-masing bersama rombongan hampir ke seluruh penjuru Indonesia. Karena jumlah santri yang cukup banyak dan demi ketertiban dalam perjalan pulang, maka pesantren mengatur kepulangan santri melalui program pulang bersama (31/03).

Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang secara normal libur santri dilaksanakan setelah pertengahan bulan Ramadhan. Pasalnya, kebijakan pulang awal sebelum Ramadhan ini sebagai ganti ditiadakannya libur Maulid Nabi Muhammad SAW.

(Potret santri putri saat berjalan menuju parkiran armada transporatasi untuk pulang bersama ke daerah masing-masing)

Ketua panitia pulang bersama Moh. Alief Hidayatullah mengemukakan bahwa pihaknya telah mengkoordinasikan dengan Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) daerah untuk membantu penyambutan rombongan pulang santri di titik turun (drop spot). Para santri disediakan transportasi angkutan berupa bus dan elf long menuju daerah masing-masing.

“Pulang bersama tahun 2022 ini ada sekitar 5.448 santri yang ikut rombongan pulang bersama jumlah ini tidak termasuk santri kelas akhir dari tujuh lembaga yang sudah lebih awal boyong dijemput walinya, sehingga kami menyediakan 45 armada bus, 13 armada bus mini, dan 71 armada elf long,” papar Alief.

(Potret santri putri saat diberikan pengarahan oleh Kamtib putri di parkiran armada transporatasi sebelum pulang bersama ke daerah masing-masing)

Alief juga menyebutkan, jumlah kabupaten atau kota yang dituju pada kegiatan pulang bersama santri tahun 2022 ini terdapat sebanyak 29 kabupaten/kota dengan 68 titik turun (drop spot). Tidak sedikit dari mereka yang berasal dari luar pulau Jawa seperti Kalimantan, Sumatera, Nusa Tenggara dan Kepulauan Riau.

“Kegiatan Pulang Bersama ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu dari tanggal 30 Maret 2022 untuk pemulangan santri putri, dan tanggal 31 Maret 2022 pemulangan santri putra,” jelas Alief.

(Santri putra sowan ke pengasuh ba’da sholat subuh di Masjid Jami Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Ia juga menegaskan, santri yang hendak pulang ke rumah masing-masing tidak diperbolehkan pulang naik angkutan umum. Kepulangan santri dikoordinir oleh panitia pulang bersama, dibantu Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) daerah, dan wali santri.

Dirinya juga menambahkan bahwa para santri sowan ke pengasuh ba’da sholat subuh berjamaah. Sebelum berangkat, Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi Abdul Haq Zaini memimpin do’a safar bersama-sama di halaman kantor pesantren untuk keselamatan dan kelancaran selama perjalanan.

(Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi Abdul Haq Zaini saat memberikan pengarahan dan memimpin doa safar sebelum melepas santri pulang bersama rombongan)

Dalam program pulang bersama, para santri didampingi oleh pengurus pesantren hingga sampai ke daerah tujuan masing-masing. Jika ada santri yang menggunakan moda transportasi udara (pesawat) ataupun kapal laut, santri bersangkutan diantar ke bandara atau pelabuhan sesuai dengan tempat pemesanan tiket.

(Protret santriwati bersiap-siap menaiki bus untuk pulang bersama ke daerah tujuan masing-masing)

Pihaknya kembali menjelaskan, untuk pemulangan santri tersebut juga didampingi oleh Polsek Paiton untuk mengatur arus lalu lintas keluar masuk bus atau elf ke Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dengan itu, diharapkan proses pemulangan santri ke tempat tujuan masing-masing berlangsung dengan tertib, lancar dan harapannya semua diberi keselamatan.

 

 

(Humas Infokom)

Liburan Santri, KH. Najiburrahman Wahid: Oleh-Oleh Paling Berharga Seorang Santri adalah Akhlakul Karimah

nuruljadid.net – Menjelang liburan santri lalu, wakil Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Najiburrahman Wahid dalam tausyiahnya dawuh bahwa oleh-oleh paling berharga yang dibawa santri ke masyarakat setelah menuntut ilmu di pesantren adalah akhlakul karimah.

Nasehat tersebut disampaikan kiai Najib saat memberikan pengarahan kepada seluruh santri sebelum esoknya santri pulang liburan Ramadhan. Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid, dan melalui streaming audio ke wilayah-wilayah santri putri dan satelit pada Senin (29/03) ba’da Shalat Maghrib.

Selain itu, beliau juga berpesan kepada seluruh santri untuk tetap menjaga nilai moral seorang santri yang telah ditempa selama di pesantren yaitu dengan terus istiqomah menjalankan kebiasaan-kebiasaan baik ketika berada di rumah dan di tengah masyarakat.

“Ada yang memaknai santri itu adalah orang yang berusaha istiqomah mengamalkan ajaran Islam, melaksanakan sunnah Rasulullah sampai mati. Jadi bedakan antara santri secara administratif dan santri secara nilai moral. Jika santri secara nilai moral, maka sekali menjadi santri selamanya menjadi santri, di pondok kita jadi santri, di rumah pun kita tetap santri,” tutur beliau.

(Pengarahan wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman Wahid kepada seluruh santri sebelum menghadapi Liburan Ramadhan 1443 H di Masjid Jami’)

Lebih lanjut, beliau kembali mengingatkan niat awal santri mondok di Pesantren Nurul Jadid, yaitu mondok untuk mengaji dan membina akhlakul karimah. Untuk itu, beliau berpesan kepada seluruh santri yang akan menghadapi libur Ramadhan untuk terus mengamalkan nilai-nilai trilogi santri Nurul Jadid, yaitu dengan memperhatikan kewajiban-kewajiban fardhu ‘ain, mawas diri dengan meninggalkan dosa-dosa besar, dan berbudi luhur kepada Allah dan makhluk Nya.

“Bahwa senakal-nakalnya santri jangan sampai meninggallkan fardhu ‘ain, jangan sampai mendekati zina, apalagi sampai keikut arus pergaulan bebas. Maka dari itu, salah satunya jauhilah teman-teman yang cenderung mengajak ke kemungkaran, mengajak untuk ikut meminum minuman keras, itu dijauhi takutnya kita terpengaruh, kecuali jika kita kuat dan malah bisa mempengaruhi mereka lebih baik itu tidak masalah,” beliau melanjutkan tausyiahnya.

Kiai Najib juga menyampaikan pesan-pesan Imam Ghazali di Kitab Bidayatul Hidayah yang tidak boleh kita tinggalkan, yaitu ilmu, ibadah, membantu orang tua atau berguna bagi orang lain, dan mencari nafkah sebagai substansi dalam kehidupan manusia.

“Paling tidak santri ketika pulang, jangan sampai lupa empat ini, kalau tidak bisa keempat empatnya, salah satunya tidak masalah. Jangan sampai ditinggal semuanya, jika semuanya ditinggalkan maka kemungkinan besar orang itu sudah masuk ke lingkaran setan,” imbuh beliau.

Terakhir, beliau berpesan kepada seluruh santri untuk meningkatkan ibadah kita selama bulan Ramadhan dan menjaga akhlak kita kepada orang tua di rumah, masyarakat dan sesama. Dawuh beliau, ada hadits yang menyatakan bahwa bulan Ramadhan ini adalah bulannya ummat Rasulullah, bulan Sya’ban adalah bulannya Rasulullah, dan bulan Rajab adalah bulannya Allah. Sehingga beliau berpesan untuk memaksimalkan ibadah di bulan mulia ini.

“Jadi kita gunakan bulan Ramadhan ini untuk ibadah, karena ibadah sunnah di bulan Ramadhan itu pahalanya setara dengan ibadah wajib di bulan-bulan lain, sedangkan ibadah wajib di bulan Ramadhan itu pahala dilipatgandakan sebanyak 70 kali lipat, bahkan tidur pun dapat pahala, jadi manfaatkan bulan Ramadhan ini untuk menguatkan ibadah, karena belum tentu kita bisa sampai lagi ke Ramadhan yang akan datang,” tutup beliau pada acara tausyiah menjelang liburan Ramadhan.

 

(Humas Infokom)

Boyong Santri Kelas Akhir Tiba! Penuh Keharuan Saat Wali Santri Jemput Putra-Putri Tercinta

nuruljadid.net – Akhir bulan Maret merupakan momen yang dinanti-nanti oleh Santri Nurul Jadid. Pasalnya, santri kelas akhir meski tidak semua mengakhiri masa studinya di Pondok Pesantren Nurul Jadid dan boyong (baca: berhenti) mondok. Wali santri datang memenuhi lapangan Ayaman dan Balai Pertemua Putra untuk menjemput putra-putri tercintanya (28/03).

Boyong santri dilaksanakan secara bertahap. Santri kelas akhir tingkat SLTA boyong pada hari Senin (28/03), sedangkan tingkat SLTP Selasa (29/03). Terlihat santri berbondong-bondong membawa tas, koper dan barang bawaannya dari asrama menuju tempat pelayanan boyong santri untuk mengurus surat keterangan berhenti mondok. Pelayanan boyong santri ini bertempat di Balai Pertemuan Putra (Batra) untuk santri putra, dan di lapangan Ayaman untuk santri putri.

(Nampak santri kelas akhir sedang mengurus surat keterangan berhenti di Balai Pertemuan Putra (Batra)

Ketua panitia pulang bersama dan boyong santri kelas akhir ustaz Alief Hidayatullah mengatakan bahwa boyong santri tahun 2022 ini wajib dijemput oleh Wali Santri, karena Wali Santri juga akan mengisi tanda tangan di surat keterangan berhenti mondok.

“Namun, bagi santri yang berasal dari luar jawa atau rumahnya jauh, maka mereka bisa diwakili oleh keluarga atau wali terdekatnya yang ditunjuk dan diketahui oleh orang tua santri,” ujar Ustaz Alief.

(Santri kelas akhir putra terlihat bahagia sambil membawa kardus barang untuk dibawa pulang ke rumah)

Nampak wajah bahagia dan ceria dari kebanyakan santri kelas akhir yang akan segara pulang dan melanjutkan mimpinya baik ke jenjang Pendidikan yang lebih tinggi maupun bekerja. Berbeda dengan suasana di Batra dan lapangan Ayaman, terlihat jelas perasaan rindu dari mimik wajah para wali santri setelah sekian lama bersabar dan berjuang mengikhaskan putra-putrinya mondok jauh dari orang tua.

(Suasana wali santri putri saat mengurus administrasi boyong putra-putrinya di lapangan parkir Ayaman Nurul Jadid)

Wali santri nampak memenuhi lapangan tak sabar ingin bertemu dan menjemput putra-putri tercintanya saat mengantri menunggu giliran untuk mengurus surat keterangan berhenti mondok.

“Semoga, setelah anak saya berhenti atau keluar dari Pondok Pesantren Nurul Jadid ini mendapatkan ilmu yang barokah dan bermanfaat, dan juga tidak melupakan akhlak serta ilmu agama yang telah diajarkan di pesantren,” ungkap salah satu wali santri saat diwawancarai oleh tim nuruljadid.net.

(Petugas keamanan dan ketertiban ikut terlibat melayani administrasi boyong santri kelas akhir putra)

Itulah salah satu bentuk kesyukuran wali santri saat menjemput putra dan putrinya yang telah berhasil menuntaskan studinya di masing-masing jenjang pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

 

(Humas Infokom)

SMA Nurul Jadid Helat Simposium TA dan Penghargaan Siswa Berprestasi Sekaligus Lepas Kelas Akhir

nuruljadid.net – SMA Nurul Jadid menggelar perpisahan kelas XII di Gedung Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk putri dan Aula SMA Nurul Jadid untuk putra pada hari Minggu (27/03) pagi. Kegiatan ini bersamaan dengan acara simposium tugas akhir, apresiasi tugas akhir terbaik, peraih nilai EHB terbaik dan penghargaan untuk siswa teladan serta organisator terbaik.

Acara pamungkas ini terdiri dari simposium dan lepas pisah 387 siswa kelas XII dalam 99 kelompok riset tersebut berlangsung tertib, khidmad dan meriah. Selain terafiliasi dengan istilah persaingan global dalam membentuk sekolah riset dan sekolah berbasis riset juga menyentuh pada ranah religiusitas dan nuansa pisah kenang.

Acara dihadiri Kepala Biro Pendidikan yang diwakili bapak Fathorrazi Qodir, M.Pd. Kepala LP3M Universitas Nurul Jadid bapak Dr. Achmad Fawaid, M.A. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur Bapak Anom Surahno, S.H., M.Si secara virtual melalui Zoom, undangan kepala-kepala sekolah tingkat SLTP sekitar beserta delegasi lima siswa-siswi dari masing-masing sekolah tingkat SLTP secara luring dan daring bagi delegasi dan tamu undangan dari luar Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kepala SMA Nurul Jadid, bapak Didik Priyagung Wicaksono, S.Sos., M.Pd. dalam sambutannya mengatakan pelepasan siswa kelas XII tersebut merupakan agenda penting untuk mengapresiasi para siswa setelah tiga tahun berjuang menuntut ilmu di SMA Nurul Jadid.

Beliau berpesan agar siswa yang lulus dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi serta punya niat suci dalam mengembangkan ilmunya kelak. Tak lupa beliau juga berterima kasih atas dukungan semua pihak atas sukses terselenggaranya acara ini.

Lebih lanjut beliau juga memaparkan bagaimana pengembangan sekolah berbasis riset dan sekolah riset di masa yang akan datang.

Sambutan Kepala Biro Pendidikan yang diwakili bapak Fathorrazi Qodir, M.Pd.I. secara garis besar berisi pesan-pesan mendalam untuk selalu menjaga nilai-nilai kepesantrenan. Tugas untuk terus menjaga nama baik almamater SMA Nurul Jadid dan Pondok Pesantren menjadi hal yang mutlak untuk selalu dijaga. Juga tidak lupa permohonan maaf atas ketidakhadiran kepala Biro Pendidikan dikarenakan ada acara yang tidak bisa ditinggalkan.

Bapak Fathorrazi lebih lanjut menyampaikan terima kasih kepada SMA Nurul Jadid yang telah berpartisipasi aktif dalam memajukan pendidikan melalui pengembangan sekolah riset dan sekolah berbasis riset. Diharapkan kedepannya akan menjadi acuan bagi lembaga-lembaga yang lain serta bisa memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar.

Usai sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan penghargaan Tugas Akhir terbaik permapel, perprogram, terpopuler dan nilai EHB tertinggi serta penghargaan untuk siswa teladan dan organisator terbaik. Acara perhargaan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Waka Kurikulum bapak Didik Rahwiniyanto, S.Si., M.Pd.

Satu persatu siswa-siswa terbaik maju ke atas panggung untuk menerima penghargaan. Dimulai dari penghargaan untuk Tugas Akhir terbaik permapel dan perprogram serta Terpopuler, dilanjutkan dengan penghargaan peraih Nilai EHB Terbaik permapel dan Siswa Teladan serta Organisator Terbaik.

Kegiatan ini berjalan lancar meskipun sempat terkendala dalam pengkondisian siswa karena berada di dua lokasi berbeda. Acara seremonial ini akhirnya ditutup dengan pembacaan do’a oleh bapak Hapandi, S.Pd.I.

Sedangkan acara intinya adalah pemaparan virtual melalui Zoom oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur bapak Anom Surahno, S.H., M.Si. Beliau menyampaikan apresiasinya kepada SMA Nurul Jadid dalam menggagas sekolah riset dan sekolah berbasis riset, sekaligus berharap agar terus konsisten mengembangkan dan menyesuaikan dengan perkembangan dan tantangan zaman.

Pemaparan singkat dari bapak Anom menginspirasi dan mendorong semua elemen SMA Nurul Jadid untuk terus berkontribusi dalam pendidikan melalui berbagai macam riset dalam bidang yang lebih luas lagi.

(Pemberian penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi kelas Akhir pada acara simposium SMA Nurul Jadid)

Simposium diisi presentasi peraih tugas akhir terbaik perprogram dan terpopuler. Presentasi pertama dimulai dari program IPS, diwakili oleh ananda Shinta Nuriyah yang membawakan judul tugas akhir “Pemanfaatan Limbah Pembalut dan Popok Bayi menjadi Pupuk Organik Alternatif”. Presentasi tugas akhir terpopuler oleh Kautsar Luqyana yang melalukan penelitian tentang pendidikan di negara Belanda.

Untuk putera dari Aula SMA Nurul Jadid, presentasi dilakukan oleh dua kelompok dari program IPA dan IPS. Program IPA dibawakan oleh M. Fakhri dengan judul penelitian “Rumah Bandul  Sederhana Pendeteksi Gempa”, disusul presentasi program Bahasa oleh Ahmad Fatih F.R. dengan judul penelitian “Analisis Budaya Massal Wilayah Putra Pondok Pesantren Nurul Jadid”.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pelepasan secara simbolis siswa kelas akhir. Setiap guru yang hadir satu persatu menaiki panggung, disusul para siswa kelas akhir untuk bersalaman  diiringi lagu hymne guru. Suasana haru menyelimuti prosesi ini dan tidak sedikit baik dari siswa maupun guru meneteskan air mata.

 

 

(Humas Infokom)

LIP SMP Nurul Jadid Wisuda Purna Didik Sekaligus Lantik Pengurus ILO Masa Bakti 2022-2023

nuruljadid.net – Language Intensive Program of SMPNJ (LIPS) kembali menggelar wisuda purna didik kelas akhir tahun ajaran 2021-2022 secara hybrid. Prosesi wisuda bertempat di aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid dan live streaming di laman youtube LIP SMP Nurul Jadid. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin (28/03) pagi untuk putri dan Selasa (29/03/2022) pagi untuk putra.

Sebanyak 70 peserta purna siswa yang diwisudah, 26 wisudawan dan 44 wisudawati. Mereka adalah peserta didik program khusus LIPS bahasa Inggris dan Bahasa Arab.

(Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pengurus ILO LIP SMP Nurul Jadid masa bakti 2022-2023)

Sebelum prosesi wisuda dimulai, acara diawali dengan pelantikan pengurus International Language Organisation (ILO) masa bakti 2022-2023. ILO merupakan organisasi siswa asrama LIPS yang menghandel seluruh kegiatan kesiswaan dan pengembangan keterampilan bahasa di asrama.

Pada acara pelantikan seluruh pengurus disematkan secara resmi dan diikrar. Sebanyak 46 anggota pengurus putri dan 33 pengurus putra yang dilantik pada kesempatan itu. Masih dalam rangkaian pelantikan yaitu serah terima jabatan (Sertijab) secara simbolis dari ketua demisioner ke ketua terpilih yang disahkan langsung oleh Kepala SMP Nurul Jadid bapak Drs. Raharjo.

(Ketua panitia wisuda ustaz Badrus Zaman saat memberikan sambutan)

Ketua panitia Ustaz Badrus Zaman menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang berkenan menghadiri acara wisuda hari itu juga mengapresiasi panitia yang telah berupaya keras menyukseskan hingga terealisasinya kegiatan wisuda dan pelantikan ILO dengan baik. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid untuk memfasilitasi orang tua dan alumni yang hendak mengikuti prosesi acara meskipun secara daring disebabkan kondisi yang belum memungkinkan.

(Prosesi penyematan para wisudawan oleh pimpinan SMP Nurul Jadid pada acara wisuda purna didik kelas akhir SMP Nurul Jadid)

Bapak Muhammad Ridwan, S.Pd selaku koordinator LIPS dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas raihan prestasi yang berhasil ditorehkan selama periode 2021-2022. Bahkan peserta didik LIPS berhasil meraih juara umum di tingkat nasional.

“di bulan Maret ini telah menorehkan banyak prestasi di tingkat nasional bahkan yang terakhir berhasil menjadi juara umum tingkat nasional, semoga adik kelasnya peserta didik kelas 7 dan 8 dapat mempertahankan bahkan lebih baik ke depennya,” ungkap bapak Ridwan dengan bangga dan rasa syukur.

(Prosesi penyematan para wisudawan oleh pimpinan SMP Nurul Jadid pada acara wisuda purna didik kelas akhir SMP Nurul Jadid)

Pada acara wisuda, setiap wisudawan dipanggil ke atas pentas untuk dikukuhkan oleh pimpinan SMP Nurul Jadid sebagai bentuk apresiasi ketuntasan belajar selama tiga tahun. Wisudawan juga membacakan ikrar wisudawan bersama-sama yang dipimpin oleh salah satu perwakilan wisudwan di atas pentas.

(Pembacaan ikrar wisudawan pada acara Wisuda Purna Didik Kelas Akhir SMP Nurul Jadid paiton)

Usai prosesi wisuda, dinobatkan para wisudawan dan wisudawati berprestasi dengan beberapa kategori sebagai berikut:

Wilayah putri:

  1. Kategori prestasi non-akademik putri diraih oleh Cheril Aurelia Aghata, Robiatul Adawiyah, Zaidatul Imaniyah, Amelia Indriani, Siti Nur Aeni, Kamelia Anaimah Maksum, Mahrezia Labidi MB, A Viandika, Atiqotul Maula, Fathiya Zahra, dan Elfira Putri Joenata.
  2. Kategori TA terbaik untuk bahasa Arab diraih oleh Robiatul Adawiyah sedangkan bahasa inggris diraih oleh Mahrezia Labidi MB.
  3. Kategori wisudawati terbaik bahasa Arab atas nama Zaidatul Imaniyah dan bahasa Inggris atas nama Ratu Nabila Asri.

    (Pemberian penghargaan kepada wisudawati terbaik pada acara Wisuda Purna Didik Kelas Akhir SMP Nurul Jadid Paiton)

Wilayah putra:

 

  1. Kategori prestasi non-akademik putra diraih oleh Surya Adam Arief Muhammad, Ahmad Nauval Zaki Azizi, Fadil Dwi Prasetyo dan Gusti Ainul Yakin, M. Nazrul Aziz, M. Faizil Ilmi, Muhammad Rafi Dzulkarnain, Balqis Taufiq Mubarak.
  2. Kategori TA terbaik bahasa Arab diraih oleh Muhammad Nazrul Aziz, untuk bahasa Inggris diraih oleh Ahmad Maulana Firdaus Al-Farisi.
  3. Kategori Wisudawan terbaik bahasa Arab diraih oleh Gusti Ainul Yaqin dan untuk bahasa Inggris diraih oleh Fadil Dwi Prasetyo.

(Pemberian penghargaan kepada wisudawan terbaik pada acara Wisuda Purna Didik Kelas Akhir SMP Nurul Jadid Paiton)

Di penghujung acara, kepala SMP Nurul Jadid bapak Drs. Raharjo menyampaikan rasa syukur, ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas anugerah dan berkah yang diberikan Allah SWT atas terselenggaranya wisudawa serta pencapaian prestasi LIPS dan semoga terus istiqomah berprestasi dan rendah hati serta ilmunya bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara. Acara pun ditutui dengan doa yang dipimpin oleh bapak Muhaammad Jupri selaku waka. Humas.

 

 

(Humas Infokom)