Di Usia Remaja ke-17, SMK Nurul Jadid Gelar Tasyakuran Sekaligus Lepas Kenang Kelas Akhir

nuruljadid.net – Tahun 2022 SMK Nurul Jadid berusia tepat 17 tahun. Di usia remajanya, SMK Nurul Jadid menggelar miladnya dengan tasyakuran sekaligus lepas kenang kelas akhir. Kegiatan ini merupakan rutinitas tahunan. Hanya saja dua tahun terakhir tidak terlaksana disebabkan pandemi covid -19. Milad ke-17 SMK Nurul Jadid dihelat pada Minggu,(27/03) pagi di halaman sekolah.

(Tamu undangan Milad ke-17 SMK Nurul Jadid Paiton Probolinggo  dan Lepas Kenang Kelas Akhir)

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, M.Pd., Kepala Madrasah Diniyah Ahmad Saili Aswi, S.H.I., Kabid. Kurikulum dan Penjamin Mutu H. Foni Yusanda, S.P. Kepala kampus PJB Academy Sunarto, S.H, Kepala SMK Nurul Jadid Moh. Arief Hariyanto, M.Pd beserta tamu undangan dan dewan guru serta karyawan.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara dan dilanjutkan pembacaan ayat suci al-qur’an oleh siswa kelas XI TPTL Moh. Ihsan Rahmatullah.

(Kepala Sekolah Moh. Arief Hariyanto saat menyampaikan sambutan pada Milad ke-17 SMK Nurul Jadid Paiton Probolinggo  dan Lepas Kenang Kelas Akhir)

Dalam sambutannya kepala sekolah menyampaikan banyak terima kasih kepada para tamu undangan simpatisan yang telah hadir pada acara tersebut serta kepada panitia Enjava kerja kerasnya sehingga terlaksananya kegiatan milad ini.

Beliau juga menyampaikan “Lembaga SMK Nurul Jadid dari tahun 2005 hingga sekarang telah meluluskan ribuan peserta didik yang inshaallah sudah sukses semua” ujarnya. Kepala sekolah juga menyampaikan harapannya “semoga ilmu yang telah didapatkan bisa bermanfaat dan yang utama berbakti kepada kedua orang tua” lanjutnya.

Kegiatan Milad ini juga sebagai media penyambung tali silaturohim antar guru dan karyawan SMK Nurul Jadid juga dengan sekolah mitra dan pimpinan lembaga di lingkungan pesantren. “Dengan upaya ini kita bisa menjalin silaturrahmi antara satu dengan yang lainnya, mengingat masa lalu yang sudah kita lewati sampai ke depan menuju SMK Jaya” imbuhnya.

(Sekretaris Pesantren ketika menyampaikan sambutannya pada Milad ke-17 SMK Nurul Jadid Paiton Probolinggo  dan Lepas Kenang Kelas Akhir)

Turut memberikan sambutan, Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, M.Pd. Beliau menyampaikan ucapan selamat kepada lembaga SMK Nurul Jadid yang telah sampai pada hari milad yang ke-17. “Selamat kepada SMK Nurul Jadid yang hari ini berulang tahun ke-17” ucapnya.

Tidak hanya itu beliau juga memberikan apresiasi kepada SMKNJ karena di umur yang masih muda ini bisa meraih prestasi sehingga bisa diakui oleh pemerintah sehingga bisa mengimbangi sekolah negeri di luar. Prestasi ini didapat karena pimpinan serta simpatisan SMK Nurul Jadid sangat luar biasa sehingga mereka layak diberikan apresiasi.

Acara kemudian dilanjutkan pemotongan nasi tumpeng secara simbolis yang diwakili oleh kepala sekolah Moh. Arief Hariyanto, M.Pd, didampingi Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, M.Pd dan Kabid. Kurikulum dan Penjamin Mutu H. Foni Yusanda, S.P.

Pemotongan nasi tumpeng dipersilahkan kepada bapak H. Foni Yusanda yang juga merupakan eks kepala SMK Nurul Jadid H. Foni Yusanda, S.P. dan diberikan kepada kepala SMKNJ Moh. Arief Hariyanto, M.Pd yang disaksikan oleh Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, M.Pd.

(Kabid. Kurikulum dan Penjamin Muta Biro Pedidikan H. Foni Yusanda, SP tengah memberikan tausyiah pada Milad ke-17 SMK Nurul Jadid Paiton Probolinggo  dan Lepas Kenang Kelas Akhir)

Tasyakuran diisi dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kepala Madrasah Diniyah Nurul Jadid ustaz Ahmad Saili Aswi, S.H.I. yang disusul dengan tausyiah dalam rangka refleksi perjalanan SMKNJ dari awal berdiri oleh kepala sekolah pertama yang saat ini menjabat Kabid. Kurikulum dan Penjamin Mutu Biro Pendidikan Nurul Jadid bapak H. Foni Yusanda, SP.

Foni Yusanda mengawali dengan ucapan selamat milad ke-17 kepada SMK Nurul Jadid dan do’a supaya SMKNJ tambah jaya serta selalu berdampak positif mencetak kader santri yang berprestasi serta berakhlakul karimah.

(Tim Hadrah SMKNJ Ummul Hayat memimpin pembacaan sholawat nabi pada Milad ke-17 SMK Nurul Jadid Paiton Probolinggo  dan Lepas Kenang Kelas Akhir)

Acara ditutup dengan pembacaan maulid nabi yang dipimpin oleh kelompok hadrah banjari Ummul Hayat SMK Nurul Jadid. Mereka tampil memukau dan syahdu dengan suara merdu mendayu-dayu yang berhasil menghipnotis penonton seketika.

Usai pembacaan sholawat, acara seremonial dilanjutkan dengan doa dipimpin oleh guru agama SMKNJ bapak Fathorrozi, M.Pd.

Setelah tamu VIP beserta pimpinan SMKNJ dipersilahkan ke ruang ramah tamah, acara dilanjutkan dengan agenda kedua yakni prosesi wisuda peserta didik kelas akhir dengan pembacaan SK. Kelulusan kelas akhir oleh Waka. Kurikulum bapak Moh. Zuhri, S.Kom dan pemberian tanda kelulusan kepada siswa kelas akhir yang dinyatakan lulus.

(Penyematan Kelas Akhir pada acara Wisuda Lepas Kenang Kelas Akhir SMK Nurul Jadid Paiton Probolinggo)

Wisudawan terbaik putra dengan nilai tertinggi diraih oleh siswa program keahlian TPTL atas nama Ricardo Fawwaz Farello putra dari bapak Badrus Rohim M. asal Pasuruan. Sedangan wisudawati dengan nilai tertinggi putri diperoleh oleh Haninah Nafi’iyah putri dari bapak Musleh asal Jember.

Acara lepas kenang diakhiri penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan guru yang disampaikan oleh Rahmad Hidatullah, S.Kom dan perwakilan siswa disampaikan oleh Abdullah Yaqin program kehalian TKJ.

Seluruh rangkaian acara berakhir setelah penampilan seni kelas akhir dan pembacaan surah al-ashr.

 

(Humas Infokom)

Selamat! Ma’had Aly Nurul Jadid Sukses Wisuda Puluhan Kader Ahli Fiqh ke-VIII

nuruljadid.net – Ma’had Aly Nurul Jadid kembali mewisuda mahasantrinya yang telah menuntaskan jenjang pedidikan khusus konsentrasi ilmu fiqh ke VIII. Kegiatan wisuda kali ini dilaksanakan secara hybrid dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Wisuda ini digelar selama dua hari, mulai hari Sabtu sampai dengan Minggu, 27-28 Maret 2022 bertempat di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Sebanyak 82 mahasantri putra dan putri Ma’had Aly Nurul Jadid yang diwisuda. Mereka dari berbagai program, untuk takhassus Mahad Aly 11 mahasantri putra dan 14 mahasantri putri, program Idadiyah 11 mahasantri putra dan 12 mahasantri putri. Sedangkan, untuk program Tamhidiyah sebanyak 20 mahasantri putra dan 15 mahasantri putri.

(Peserta wisudawan Ma’had Aly Nurul Jadid pada acara wisuda ke-8 Ma’had Aly Nurul Jadid di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Peserta Wisuda Ma’had Aly ke-VIII ini merupakan mahasantri yang telah lulus ujian tahap satu maupun tahap dua dan dinyatakan layak untuk mengikuti wisuda tahun ini. Mereka merupakan santri tingkat Marhalah Tamhidiyah, Marhalah I’dadiyah, dan Marhalah Ma’had Aly. Turut hadir  sebagai peserta pada wisuda tahun ini ialah Orang Tua atau Wali dari santri dan mahasantri yang sedang menjalani prosesi wisuda.

Menyoal acara, prosesi Wisuda Ma’had Aly ke-VIII ini memiliki dua rangkaian kegiatan berbeda, pertama sesi demonstrasi yang digelar pada Sabtu, 26 Maret 2022. Pada sesi ini, setiap peserta wisuda wajib melakukan demonstrasi terkait materi yang telah dituntaskan disetiap program marhalahnya. Turut hadir sebagai penguji, tim penguji nubdatul bayan dari Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Bata Bata, Pamekasan, Madura.

(Orasi Ilmiah dari Dr. KH. Abdul A’ka Basir pada acara Wisuda ke-8 Ma’had Aly Nurul Jadid di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Sesi kedua merupakan pengukuhan Wisudawan dan Wisudawati Ma’had Aly yang dilaksanakan pada Minggu, 27 Maret 2022. Terdapat beberapa rentetan kegiatan menarik di sesi kedua ini, selain pengukuhan, juga terdapat penobatan peserta wisuda terbaik, tugas akhir terbaik, dan wisudawan atau wisudawati terbaik di setiap marhalah, hingga sambutan oleh pengasuh dan Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid yang menyentuh dan mengandung pesan-pesan bermakna. Wisuda ini juga dimeriahkan dengan kegiatan orasi ilmiah yang diisi oleh Prof. Dr. KH. Abdul A’la Basir.

Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini menyampaikan bahwa substansi wisuda Ma’had Aly yang telah diadakan sebanyak delapan kali ini tidak hanya bernilai sebagai pengukuhan, akan tetapi juga merupakan ungkapan syukur kepada Allah SWT. atas keberhasilan Ma’had Aly dalam mendidik mahasantri dan santri-santrinya hingga berhasil belajar menuntaskan materi kurikulum yang telah ditetapkan.

(Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini saat memberikan tausyiah pada acara Wisuda ke-8 Ma’had Aly Nurul Jadid di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid)

“Dalam kesempatan ini, saya juga ingin mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan Wisudawati yang telah menuntaskan studinya, bahwa ini merupakan suatu anugerah besar yang Allah berikan dan harus kita syukuri, sebab insyaallah kalau kita mensyukuri nikmat Allah, insyaallah nikmat itu tidak akan dicabut oleh Allah, melainkan ditambah,” dawuh beliau.

Beliau menambahi, harapannya seluruh mahasantri yang sudah diwisuda, selain tetap bersyukur atas anugerah yang Allah berikan, juga jangan sampai berhenti untuk belajar dan belajar.

“Karena dalam Islam itu, belajar tidak berhenti sampai kawin saja, jadi Utlubul Ilma Minal Mahdi Ilal Lahdi itu sampai liang kubur, bukan sampai kawin. Meskipun nanti belajarnya tidak di lembaga formal, tapi belajar itu bisa dimana saja. Ada ungkapan, akan ada tempat belajar kalau kita belajar,” imbuh beliau saat menyampaikan sambutan di depan seluruh peserta wisuda.

Pada sambutan kedua, Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid K. Muhammad Fayyadl menyampaikan be

(Sambutan Mudir Kiai Muhammad Fayyadl pada acara Wisuda ke-8 Ma’had Aly Nurul Jadid di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid)

berapa program dan kebijakan terbaru Ma’had Aly Nurul Jadid dalam menopang kurikulum pembelajaran santri dan mahasantri Ma’had Aly Nurul Jadid. Tak lupa, beliau juga menyampaikan pesan yang sering disampaikan oleh Alm. KH. Moh. Romzi Al-Amiri Mannan kepada santri dan mahasantri.

(Pengukuhan wisudawati oleh Ny. Hj. Latifah Wafi pada acara Wisuda ke-8 Ma’had Aly Nurul Jadid di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid)

“Beliau sering berpesan kepada santri maupun mahasantri bahwa betapa pentingnya berkhidmah, pentingnya memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, dan beliau juga sangat mengingninkan agar para mahasantri dan juga santri menjadi orang-orang yang punya mental seperti para ulama’ dan para masyayikh, semoga harapan ini bisa tercapai, Aamiin,” pungkas beliau.

(Pemberian penghargaan kepada wisudawan terbaik oleh Gus Tomi pada acara Wisuda ke-8 Ma’had Aly Nurul Jadid di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid)

 

(Humas Infokom)

Ny. Hj. Latifah Wafi: Faqih Hakiki adalah Faqih Ilmunya, Luhur Akhlaq dan Amaliahnya

nuruljadid.net – 26 Maret 2022, Mahad Aly Nurul Jadid menggelar demonstrasi kitab kuning untuk mahasantrinya sebelum diwisuda esok harinya. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Wisuda ke-8 yang sebelumnya dilaksanakan uji kelayakan berdasarkan jenis masing-masing program. Acara ini bertempat di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Dalam sambutannya pemangku wilayah Al-Lathifiyah Ny. Hj. Latifah Wafi menyampaikan bahwa terselenggarakannya acara ini merupakan anugerah sangat besar dari Allah SWT.

“ini merupakan anugerah yang sangat besar dari Allah atas keberlangsungannya program Mahad Aly sampai hari ini yang akhirnya terselenggara Wisuda ke-VIII sepeninggal almarhum almaghfurlah KH. Moh. Romzi Al-Amiri Mannan,” dawuh beliau.

Beliau juga mendoakan semoga jerih payah dan pengabdian semua pihak yang ikut mensukseskan terlaksanakannya rangkaian kegiatan Wisuda ke-VIII Mahad Aly Nurul Jadid dicatat sebagai amal jariyah dan pengabdian yang diterima oleh Allah SWT. Hal ini pun diamini oleh seluruh hadirin seketika.

Ny. Hj. Latifah Wafi mengungkapkan rasa terimakasih kepada semua pengurus. “saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada pengurus, khususnya wali mahasantri serta mahasantri yang taat dengan aturan khusus yang diberlakukan seperti tidak libur sampai dengan 25 ramadhan,” beliau menuturkan di depan tamu undangan dan mahasantri.

Banyak aturan meski berat namun itu semata-mata untuk kebaikan para santri dalam mutholaah di Mahad Aly, insyaallah dengan kepatuhan tersebut dapat menjadi wasilah mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan barokah.

Mahad aly merupakan pusat kajian dan pembelajaran ilmu fiqh untuk menempa kader fiqh yang professional. Mahasantri diharapkan akan menjadi pewaris ilmiah amaliah salafus sholih yang dewasa ini menjadi hal yang menakutkan dan jarang sekali.

Tambah Ny. Hj. Latifah Wafi, “Misi tersbeut tidak mudah oleh karenanya, butuh kerjasama semua elemen, saya harap kepada semua musyrif-musyrifah  bukan hanya ada penguatan kepada keilmuan tapi ada penguatan kepada bagusnya akhlaqul karimah dan bagusnya pengamalan teori yang diberikan . karena yang dimaksud faqih adalah faqih ilmunya, luhur akhlaqnya, dan luhur amaliahnya, semoga mahasantri Mahad Aly yang diwisuda saat ini akan betul-betul menjadi faqih yang hakiki,” tutur beliau yang diamini oleh seluruh hadirin.

Pesannya terus lanjutkan menimba ilmu, jangan pernah merasa cukup dengan pengetahuan yang telah diperoleh. Sesungguhnya ilmu Allah sangat luas, oleh karenanya jangan merasa sudah pintar dan puas dengan apa yang telah diketahui. Masih sangat banyak yang perlu dipelajari dan diketahui untuk menjadi pribadi yang alim dan sholeh.

Pasca belajar dan lulus dari Mahad Aly, mahasantri harus mengabdikan diri kepada masyarakat yang sudah menunggu kontribusi dan partisipasi santri dalam mengisi kekosongan ilmu agama dan ketauladanan akhlaq yang luhur.

Beliau juga memohon doa restu kepada seluruh elemen untuk keberlangsungan Ma’had Aly Nurul Jadid, semoga terus istiqomah dan eksis ila yaumil qiyamah.

 

(Humas Infokom)

Sebelum Wisuda, Ma’had Aly Nurul Jadid Uji Mahasantri Lewat Demonstrasi Kitab Kuning

nuruljadid.net – Sebelum digelarnya wisuda ke-8 Mahad Aly Nurul Jadid menyelenggarakan demonstrasi Kitab Kuning sebagai evaluasi untuk peningkatan pembelajaran yang ada. Kegiatan demonstrasi ini bertempat di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid  Sabtu (26/03) malam lalu.

Pada acara tersebut perwakilan tim nubdatul bayan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan Madura ustaz Nur Kholis. Beliau menyampaikan permohonan maaf karena datang terlambat dari waktu yang telah ditetapkan.

“Meski kedatangan kami tidak sesuai jadwal yang seharusnya tiba siang hari untuk menguji para calon wisudawan dan wisudawati namun dikarenakan kendala teknis, maka kami mohon maaf harus terlambat sehingga tidak sempat menguji langsung dan akhirnya diwakilkan oleh para musyrif internal Mahad Aly Nurul Jadid sendiri, tapi insyaallah meski tidak sempurna namun saya yakin sudah mendekati sempurna,” terang ustaz Nur Kholis.

(Ustaz Nur Kholis salah satu tim nubdatul bayan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan memberikan sambutan pada acara demonstrasi kitab kuning Ma’had Aly Nurul Jadid)

Dalam sambutannya ustaz Nur Kholis juga menyampaikan pentingnya belajar dan menguasai kitab kuning dewasa ini. “Akhir-akhir ini banyak para ulama yang wafat, tanda ilmu sudah mulai ditarik oleh Allah, sehingga kita tidak boleh larut dalam kesedihan melainkan semakin semangat memacu diri untuk belajar menggali ilmu lebih banyak demi kelestarian warisan ilmu ulama terdahulu,” pungkas beliau.

Hadir pada kegiatan tersebut KH. Muhammad Makki Maimun Wafi, Mudir Mahad Aly Nurul Jadid Kiai Muhammad Al-Fayyadl, pemangku wilayah Al-Latifiah Ny. Hj. Latifah Wafi dan seluruh musyrif dan musyrifah Mahad Aly Nurul Jadid.

Wisudawan atau wisudawati dinyatakan lulus setelah selesai tes kelayakan di setiap marhalahnya masing-masing.

(Tim penguji demonstrasi kitab kuning calon wisudawan dan wisudawati Ma’had Aly Nurul Jadid tengah memandu jalannya demonstrasi)

Program Tamhidiyah adalah pendidikan tahap dasar yang menitikberatkan kelancaran membaca kitab kuning dalam kurun waktu 8 bulan. Fokus pembelajarannya dengan metode cepat baca kitab dan 4 bulan berikutnya praktik membaca kitab Fathul Qorib.

Untuk program Idadiyah yang merupakan pendidikan tahap pengembangan dalam memahami kitab kuning dan fan ilmu lainnya,. Program ini ditempuh selama jangka waktu 8 bulan. 6 bulan memahami kitab Fathul Mu’in dan 2 bulan memahami kitab ilmu Faroid beserta praktiknya.

Sedangkan program takhossus Mahad Aly adalah program marhalah ula yang setara dengan S1. Dalam ruang lingkup ini, mahasantri diharuskan menyelesaikan beberapa fan ilmu mulai dari ilmu Mantiq, Balaghah, Kaidah Fiqh dan Ushul Fiqh yang ditempuh selama 3 tahun.

(Peserta calon wisudawati sedang diuji pada sesi demonstrasi kitab kuning oleh tim penguji dari Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata Pamekasan Madura)

Sebagai wujud praktik atas pelajaran yang telah diajarkan, maka dilaksanakanlah bakti mahasantri yang dilanjutkan pengabdian praktik kerja masyarakat dan diakhiri penulisan tugas akhir baik dengan format Bahtsul Ilmi, Syarhul Mutun, Ta’liqul Kutub, Ta’liful Adhimah, dan Terjemah Pegon.

Demonstrasi kitab kuning sebagai wujud evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Untuk teknisnya, kelompok program Tamhidiyah diberi waktu 7 menit, program I’dadiyah 12 menit, dan Mahad Aly Marhalah Ula 10 menit.

Masing-masing perwakilan kelompok diminta membaca kitab kuning dan menjelaskan kaidah nahwu -shorrof berikut dengan dalilnya serta wajib menjawab pertanyaan secara ilmiah dari tim penguji di depan pimpinan Ma’had Aly Nurul Jadid serta seluruh wali mahasantri.

Di samping demonstrasi, kegiatan tersebut juga merupakan peresmian pelepasan guru tugas Mahad Aly Nurul Jadid.

 

(Humas Infokom)

Wilayah Zaid bin Tsabit Putri Resmi Menutup Kegiatan Harian, KH. Moh. Hefni Mahfudz: Santri Adalah Penyambung Lidah Masyayikh

nuruljadid.net – Menjelang libur Ramadhan 1443 H, semua kegiatan harian di wilayah Zaid bin Tsabit Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid resmi ditutup, Ahad (27/3/2022) malam lalu. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh pemangku KH. Moh. Hefni Mahfudz.

Kegiatan yang sudah menjadi rutinitas wilayah Zaid bin Tsabit Putri setiap menjelang libur santri ini dilaksanakan di area halaman wilayah sebelah barat mushalla, tepat di depan panggung utama.

“Kita memang rutin melaksanakan  penutupan kegiatan harian santri setiap menjelang liburan seperti malam ini, kalau pondok tidak libur waktu Ramadhan, maka acaranya kegiatan penutupan kegiatan harian sekaligus pembukaan kegiatan Ramadhan,”  kata ustazah Nur Badriyah, kepala wilayah Zaid bin Tsabit Putri.

Lebih lanjut ustazah Badriyah mengatakan, kalau yang ditutup hanya kegiatan KBM saja, untuk kegiatan seperti ibadah shalat jama’ah tetap berjalan seperti biasanya,” sambungnya.

(Sesi foto bersama para asatiz bersama kepala Madrasah Diniyah Nurul Jadid Ustaz Saili Aswi)

Sebagai acara inti dari kegiatan ini adalah nasihat dari pemangku wilayah Zaid bin Tsabit, KH. Moh. Hefni Mahfudz.

Dalam tausiyahnya beliau banyak memberikan arahan terkait pengamalan ilmu yang telah diperoleh ketika belajar dan mengaji di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Semoga kita diberi hidayah untuk mengaplikasikan ilmu yang kita peroleh,” harap beliau.

Kiai Hefni juga menegaskan kalau acara kegiatan nasihat yang diberikan oleh kiai kepada santri sebelum liburan sudah menjadi tradisi yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Alhamdulillah, malam ini kita bisa melestarikan apa yang sudah menjadi tradisi dari masayikh kita di pondok ini, setiap menjelang liburan ada tausiyah untuk santri,” sambung beliau.

Secara khusus beliau juga menekankan pesan khusus ketika libur di rumah.

“Santri itu adalah penyambung lidah masayikh ketika di rumah, kita pulang untuk berlatih mensyiarkan Islam dan bersosialisasi dengan masyarakat,” imbuh beliau.

(Pemberian penghargaan kepada santri berprestasi dan santri tauladan wilayah Zaid Bin Tsabit (K) Putri)

Di penghujung tausiyah, beliau juga menyampaikan terima kasih kepada asatidz yang telah terlibat dalam pembinaan santri.

“Saya berterima kasih kepada asatidz yang telah dengan sabar dan penuh ketekunan ikut membina santri di sini, semoga bisa dipertemukan dengan guru utama, yaitu Rosulullah SAW,”

“Untuk para santri semoga semua mendapat ilmu yang bermafaat dan barokah,” doa beliau, yang disambut dengan gemuruh amin semua hadirin.

(Penampilan puisi oleh santri wilayah Zaid Bin Tsabit (K) Putri saat penutupan kegiatan harian wilayah menjelang liburan)

Dalam acara yang disiarkan langsung dalam youtube ini juga dikhidmatkan dengan pemberian hadiah kepada santri berprestasi dan santri tauladan serta penampilan puisi santri.

 

(Humas Infokom)

Sebagai Refleki Kelas Akhir, OSKAR Dikemas Menarik

nuruljadid.net Kegiatan Orientasi Santri Kelas Akhir (OSKAR) yang diadakan oleh devisi bakat dan minat wilayah Az-Zainiyah resmi ditutup pada hari Senin (21/03) kemarin. Acara yang dikhususkan untuk seluruh santri kelas akhir SLTA dan SLTP wilayah Az-Zainiyah ini bertempat di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Penutupan Orientasi Santri Kelas Akhir (OSKAR) wilayah Az-Zainiyah ini selain diikuti oleh seluruh santri kelas akhir juga dihadiri oleh kepala wilayah beserta seluruh kepala daerah. Ratusan santri dibekali dengan materi kepesantrenan, keagamaan dan keilmuan sebagai bekal mereka sebelum boyong dan kembali ke daerah masing-masing.

Selain itu, diadakannya OSKAR ini bertujuan sebagai wadah refleksi dan kenang-kenangan sebelum boyong. Acara dikemas menarik dengan penobatan lembaga terbaik selama mengikuti acara OSKAR dan pemutaran kaladeiskop kegiatan. Diakhir, panitia menambahkan pemutaran dokumentasi harapan wali santri untuk putrinya menambah kesan haru acara tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Jazilah Wakiyah selaku peserta OSKAR mengatakan bahwa acara ini berhasil memotivasi dirinya untuk lebih semangat menuntut ilmu ke jenjang selanjutnya.

“Acaranya sangat menarik dan menyentuh karena berhasil membangun semangat saya. Juga saya merasa istimewa karena berbeda dari tahun sebelumnya, semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin” ungkapnya.

Ketua panitia OSKAR menyampaikan dengan diadakannya acara ini santri Nurul Jadid dimanapun berada harus tetap setia menjaga nama baik almamaternya, istiqomah menjaga ibadah dan amalan yang pernah dilakukan selama mondok, karena itulah sejatinya ilmu yang bermanfaat.

Tambah ketua panitia, ustazah Siti Fatimatuz Zahro berpesan bahwa santri harus mempertahankan status kesantriannya dimanapun ia berada. “Santri tetaplah santri, sejauh mana kamu pergi,” tutur ustazah yang menjabat sebagai kepala wilayah Az-Zainiyah. (Marsyidah Alawiyah)

 

 

(Humas Infokom)

 

 

 

Santri Kelas Akhir Boyong, Libur Ramadhan Segera Tiba, Berikut Prosedur dan Mekanismenya!

nuruljadid.net – Kemarin (28/03) Santi Kelas Akhir baik putra maupun putri boyong berjamaah dan wajib dijemput oleh wali atau orang tua masing-masing. Khusus tahun ini Pondok Pesantren Nurul Jadid menjadwalkan libur Ramadhan lebih awal dimulai tanggal 30 Maret 2022 sebelum bulan Ramadhan. Pasalnya sebagai pengganti libur Maulid tahun 2021 yang ditiadakan.

Ketua panitia pulang bersama ustaz Alief Hidayatullah mengatakan bahwa pemulangan santri pada libur Ramadhan tahun ini tetap dilaksanakan melalui program Pulang Bersama Santri yang dimulai sejak tanggal 30 Maret 2022 untuk putri dan 31 Maret 2022 untuk putra.

“Sama dengan beberapa tahun kemarin, pulangan tahun ini juga menggunakan sistem pulang bersama, santri yang akan pulang sudah terdata melalui validasi data Pedatren oleh Forum Komunikasi Santri dan bantuan P4NJ daerah” pungkas Alief.

Namun, sebelum santri mendapatkan kertas berwarna hijau atau surat izin pulang libur Ramadhan, seluruh santri wajib menyelesaikan beberapa persyaratan, diantaranya menyelesaikan setoran Furudhul ‘Ainiyah (FA), BPS Triwulan II, Kos Makan Santri bulan Maret 2022, DOP (khusus wilayah satelit), biaya transportasi pulang bersama, dan juga wajib menyelesaikan pembinaan oleh Keamanan dan Ketertiban (KAMTIB).

Ustaz Alief Hidayatullah juga memberikan informasi ketentuan pakaian yang harus dikenakan oleh santri ketika pulang bersama.

“Saat pulang bersama, seluruh santri wajib memakai ketentuan pakaian yang telah ditetapkan melalui surat edaran,” paparnya.

Sementara itu, untuk santri kelas akhir yang akan boyong (berhenti) tidak melanjutkan studinya di pondok, mereka bisa pulang lebih awal dengan tetap wajib menyelesaikan persyaratan yang tidak jauh beda dengan santri lainnya. Sesuai jadwal, tingkat SLTA pada tanggal 28 Maret 2022, dan tanggal 29 Maret 2022 untuk SLTP.

“Bagi santri kelas akhir yang akan melanjutkan studinya di lembaga Pondok Pesantren Nurul Jadid, maka mereka tidak diwajibkan untuk boyong. Akan tetapi, mereka wajib pulang mengikuti jadwal pulang bersama santri dan kembali sesuai tanggal yang telah ditentukan,” jelas ketua panitia pulang bersama

Ustaz Alief menambahkan “bagi santri kelas akhir yang sudah boyong, namun ternyata berniat melanjutkan studinya di Nurul Jadid, maka mereka wajib mendaftar kembali sebagaimana santri baru, meskipun terdapat beberapa perbedaan khususnya pemotongan biaya daftar ulang,” imbuhnya.

 

Informasi prosedur dan mekanisme lebih lengkap dapat diakses melalui link surat edaran berikut :

Link : https://www.nuruljadid.net/download/surat-edaran

 

(Humas Infokom)

MTS Nurul Jadid Bawa Pulang 3 Trofi Kejuaraan Nasional MTQ dan Bahasa Arab

nuruljadid.net – Kembali dengan prestasi, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Jadid berhasil membawa pulang tiga trofi kejuaraan tingkat nasional di bidang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Khitobah Arobiyah pada ajang MBI Big Fair yang disingkat MBF dengan tema “Exploring Glorious Culture of Nusantara” di Mojokerto Jawa Timur (23/03).

MBI Big Fair (MBF) merupakan kegiatan tahunan terbesar sejak tahun 2009, MBI Big Fair yang kemudian disebut MBF merupakan wujud gagasan kreatif santri MBI. Diadakan berbagai macam perlombaan untuk siswa siswi SMP/MTS/Sederajat hingga SMA/MA/Sederajat maupun umum.

Perlombaan ini dikemas dalam Bahasa Inggris dan Arab, ada pula di ranah dunia tulis dan akademik serta seni. Semua cabang lomba ini bermaksud untuk menggelorakan semangat generasi muda hingga mampu menorehkan prestasinya di kancah dunia.

Perwakilan MTs Nurul Jadid yang rutin mendelegasikan anak didiknya pada event tersebut berhasil membawa pulang tiga piala kemenangan di bidang khitobah arobiyah dan MTQ. Mereka adalah Muhammad Syarif Hasan Ubaidillah peraih Juara 1 Khitobah Arobiyah, dari siswi Nabilah Fitrotun Nufus berhasil menyabet Juara 2 MTQ dan Hilmy Fawwaz Arifin sebagai Harapan 1 Khitobah Arobiyah.

Hal ini tidak lepas dari pembinaan intensif para mentor dan guru pendamping di asrama dan sekolah yang terintegrasi. Karena berkat perjuangan keras dan kesungguhan niat, akhirnya mereka berhasil mengharumkan almamater MTs Nurul Jadid tempat mereka belajar dan mengembangkan diri.

Siswa imut Muhammad Syarif Hasan Ubaidillah yang akrab dipanggil Ubaid ini mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian yang telah dia peroleh. “saya bersyukur dan bangga bisa memenangkan kompetisi ini, karena pesaingnya cukup ketat, Alhamdulillah pokoknya,” ungkap Ubaid dengan bangga.

Lain cerita dengan Nabila sang jawara bidang MTQ. Nabila mengaku kesulitan menjaga suara dan istiqomah latihan untuk meningkatkan kemampuan dia dalam seni tarik suara khususnya Al-Qur’an. “Alhamdulillah saya bersyukur bisa menang, tapi jujur saya sendiri sulit jaga suara dan istiqomah latihan terus karena bagi waktu di tengah padatnya kegiatan pesantren benar-benar tidak mudah apalagi makanan sehat di pesantren jarang, seringnya makan gorengan pake cabai lagi he he,” aku Nabila sambil tertawa kecil kepada nuruljadid.net

Waka. Kesiswaan MTs Nurul Jadid ustaz Francho Leo, S.Pd. mengungkapkan rasa bangganya kepada para siswa-siswi berprestasi “Alhamdulillah saya bangga sama siswa-siswi berprestasi yang telah berhasil mengharumkan almamater MTs Nurul Jadid di tingkat Nasional semoga bisa dipertahankan dan lebih baik lagi. Amin,” pungkas ustaz Leo.

Ustaz Leo berharap ini bukan puncak kepuasan diri dalam berprestasi namun langkah menuju mimpi yang lebih besar lagi. Bagi peserta didik MTs Nurul Jadid yang lain jangan berkecil hati, hal ini bisa dijadikan ibroh sekaligus inspirasi dan motivasi untuk mendorong diri agar bisa berpretasi, berkarya dan mengoptimalkan bakatnya di berbagai bidang sesuai passion masing-masing.

 

 

(Humas Infokom)

PDF Nurul Jadid Gelar Tasyakuran dan Wisuda Kelas Akhir Tingkat Wustha dan Ulya

nuruljadid.net – Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar tasyakuran dan wisuda kelas akhir tingkat wustho dan ulya sebagai ungkapan syukur atas nikmat kelulusan dan ketuntasan belajar. Kegiatan wisuda yang digelar kemarin Kamis (24/03) malam itu juga sebagai momentum pengukuhan sekaligus bentuk apresiasi pencapaian belajar peserta didik kelas akhir PDF Nurul Jadid yang dilaksanakan di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Tujuan dilaksanakannya wisuda ini juga dalam rangka syiar bahwa Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Nurul Jadid tetap eksis dan istiqomah mengawal para santri menekuni dan memperdalam belajar serta memahami kitab salaf. “Duniamu seluas kitabmu” begitu dawuh Kepala PDF Nurul Jadid Gus Yazid.

(Peserta wisuda Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Nurul Jadid sesaat melakukan demonstrasi di depan seluruh hadirin di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman Wahid dalam tausiyahnya menyampaikan “PDF adalah bentuk kemenangan pesantren salaf, karena PDF ini merupakan pendidikan diniyah muatan salaf yang diakui oleh pemerintah di bawah naungan Kemenag” tutur beliau di hadapan seluruh wisudawati

(Beberapa wisudawati terbaik Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Nurul Jadid sedang menerima penghargaan)

Lanjut beliau, menekuti kitab salaf harus disertai dengan ketekunan dalam belajar dan terus berusaha untuk mengamalkan ilmu yang telah dipelajari selama menuntut ilmu, sehingga menjadi manusia yang tidak hanya pintar secara keilmuan namun juga bermanfaat.

Wisuda perdana Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Nurul Jadid ini diikuti 50 peserta wisudawati. Mereka adalah kelas tiga pada jenjang wustha dan ulya yang telah berhasil menyelesaikan ujian Imtihan Wathani (IW) atau ujian nasional pada akhir bulan Februari kemarin.

(Peserta wisuda tingkat wustho dan ulya Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Nurul Jadid saat melakukan foto bersama usai kegiatan tasyakuran dan acara wisuda)

Eksistensi Pendidikan Diniyah Formal (PDF) ini adalah sebuah upaya untuk melestarikan tradisi kitab salaf yang merupakan warisan dan ciri khas pesantren secara turun temurun. Dengan pelaksanaan pendidikan diniyah secara legal formal ini menjadi peluang yang potensial bagi santri yang ingin memperdalam kitab kuning dan mendapatkan pengakuan ijazah formal untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau berkarir.

 

 

(Humas Infokom)

LTK Al-Wafiyah Zaid bin Tsabit Putri Nurul Jadid Gelar Demonstrasi Kitab Kuning

nuruljadid.net – Lembaga Takhassus Kitab (LTK) Al-Wafiyah kemarin malam menggelar acara i’lan (demonstrasi) kitab kuning untuk semua anggotanya di Musholla putri wilayah Zaid bin Tsabit (K) Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Kamis (24/3/2022).

Giat yang menampilkan muhafadzah kitab Nadom Imriti dan Nadom Maqshud ini disaksikan langsung oleh seluruh santri putri wilayah Zaid bin Tsabit serta diuji langsung oleh pemangku wilayah dan segenap asatidz.

(Peserta LTK Al-Wafiyah nampak sedang demonstrasi kitab kuning di hadapan pemangku dan para asatiz serta seluruh santri wilayah Zaid Bin Tsabit (K) putri)

Dalam sambutannya, Direktur Lembaga Takhassus Kitab Al-Wafiyah, ustadz Zainul Arifin Adam menyampaikan tujuan utama dari gelaran ini yaitu untuk meningkatkan semangat belajar kitab kuning.

“Harapannya dengan kegiatan seperti ini akan memberikan dampak positif bagi anggota lembaga sendiri agar lebih meningkatkan semangat belajar kitab kuning, sedangkan bagi santri yang lain, sebagai motivasi untuk ikut senang dan terpicu  mendalami kitab kuning,” tuturnya.

Selain itu, acara ini juga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah dan apresiasi kepada santri yang telah belajar dan mengaji kitab kuning.

“Ini harus kita rayakan, kita harus membuat santri bangga dengan apa yang mereka jalani selama ini, mereka harus diyakinkan bahwa belajar dan mengaji khususnya kitab kuning adalah sesuatu yang wajib diapresiasi,” imbuhnya.

(Peserta LTK Al-Wafiyah nampak sedang demonstrasi kitab kuning di hadapan pemangku dan para asatiz serta seluruh santri wilayah Zaid Bin Tsabit (K) putri)

Lebih lanjut, Direktur lembaga takhassus kitab menjelaskan bahwa kegiatan demonstrasi ini semacam ujian terbuka sekaligus bentuk laporan pertanggung jawaban pengurus kepada pemangku dan pengurus wilayah lainnya. Harapannya dapat dijadikan wahana evaluasi untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan layanan pendidikan dan pemebelajaran kepada para santri.

Sebagai catatan, Lembaga Takhassus Kitab (LTK) Al-Wafiyah adalah salah satu dari tiga lembaga non-formal wilayah Zaid bin Tsabit Putri yang melakukan pembinaan santri secara klasikal, yaitu Lembaga Tahfidzul Quran, Lembaga Takhassus Dini dan Lembaga Takhassus Kitab.

(Peserta LTK Al-Wafiyah nampak sedang demonstrasi kitab kuning di hadapan pemangku dan para asatiz serta seluruh santri wilayah Zaid Bin Tsabit (K) putri)

Lembaga Takhassus Kitab, secara khusus membina santri dalam pengembangan keilmuan di bidang kitab kuning dan bahasa arab. Sehingga mereka memiliki kompetensi lebih di bidang kitab kuning sebagai warisan dan budaya pesantren dalam melestarikan kitab turats.

Untuk menjadi anggota lembaga yang awal mula bernama kelas pasca amtsilati ini, santri harus lulus seleksi dalam penerimaan anggota baru. “Ya untuk bisa bergabung menjadi anggota di Lembaga Takhassus Kitab, santri harus lulus seleksi,” terang ustadz Zain.

 

 

(Humas Infokom)

PWI Goes To Campus Kunjungi UNUJA, Resmi Luncurkan Sekolah Jurnalistik

nuruljadid.net – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo Raya dengan program “PWI goes to campus” mengunjungi Universitas Nurul Jadid (Unuja) Kamis (24/3/22). Kegiatan ini diselenggarakan dalam bentuk seminar sekaligus peluncuran Sekolah Jurnalistik Unuja yang dihelat di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kegiatan ini dihadiri Rektor Unuja KH. Abdul Hamid Wahid, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Yulius Christian, dan Ketua PWI Probolinggo Raya A. Suyuti.

(Pimpinan Unuja bersama tamu undangan PWI Goes To Campus dan Launching Sekolah Jurnalistik berfoto bersama usai kegiatan)

Sebagaimana penjelasan ketua PWI Probolinggo Raya A. Suyuti, Goes To Campus merupakan progam PWI untuk menjalin kerjasama dengan seluruh stakeholder di kota dan kabupaten Probolinggo dalam rangka pengkaderan jurnalis di kalangan mahasiswa. Salah satunya dengan menggandeng perguruan tinggi di lingkungan pesantren.

Kali ini, tema yang diangkat bertajuk “Menuju Kabupaten Probolinggo menjadi Kabupaten Santri.” Sementara itu, maksud dari kata “santri” pada tajuk tersebut adalah singkatan dari Sadar dan Tanggap Informasi.

Program ini, nantinya diharapkam mampu melahirkan output kader jurnalis yang cerdas dan berkarakter. Selain itu, jurnalis santri ke depan harapannya harus lebih tanggap dan responsive terhadap perkembangan informasi dan mampu menyampaikannya melalui tulisan yang objektif, informatif dan edukatif dalam mencerdaskan masyarakat Probolinggo.

(Rektor Unuja KH. Abd. Hamid Wahid saat memberikan sambutan pada kegiatan PWI Goes To Campus dan Launching Sekolah Jurnalistik)

Dalam sambutannya. Rektor Unuja KH. Abdul Hamid Wahid menyatakan pentingnya kemampuan jurnalistik bagi santri dan mahasiswa, “saat ini, perkembangan informasi di media sosial sangat cepat dan tidak bisa dibendung. Dengan adanya sekolah jurnalistik kita akan mendapatkan pengayaan wawasan, pengalaman dan seni. Saya kira beberapa hal ini tidak akan didapatkan di kampus yang bersifat teoritis.” tutur KH. Abdul Hamid Wahid.

Peserta yang hadir pada kegiatan ini dari kalangan mahasiswa Universitas Nurul Jadid baik putra maupun putri secara terbatas. Mereka merupakan perwakilan setiap oganisasi mahasiswa (Ormawa) yang ada di kampus.

(Ketua PWI Probolinggo Raya A. Suyuti saat memberikan sambutan pada kegiatan PWI Goes To Campus dan Launching Sekolah Jurnalistik)

Sementara itu, Ketua PWI Probolinggo Raya A. Suyuti mengatakan “dengan program Sekolah Jurnalistik ini kami ingin sharing dengan para mahasiswa dan mahasiswi yang bisa jadi akan meneruskan profesi kami,” ungkapnya.

(Penandatanganan MoU antara Rektor Unuja KH. Abd. Hamid Wahid dan Ketua PWI Probolinggo Raya A. Suyuti)

Setelah itu acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Unuja dengan PWI Probolinggo Raya dan pemberian cinderamata.

 

(Humas Infokom)

Mabruk! Santri Nurul Jadid Raih 15 Medali Pencak Silat Banyuwangi Championship

nuruljadid.net – Pada event pencak silat Banyuwangi Championship yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Tawangalun, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (22/03). Sebanyak 15 Santri Nurul Jadid turut mengharumkan almamater pesantren dan lembaga sekolah usai berhasil menyabet 15 medali sekaligus di ajang tersebut.

Ketua panitia event pencak silat Banyuwangi Championship Romy Ardiansyah mengatakan bahwa kejuaraan ini diselenggarakan dalam rangka meramaikan dan membudayakan pencak silat sebagai warisan leluhur dan budaya bangsa.

“Secara keseluruhan, kami sudah menggelar event sebanyak 18 kali di Indonesia, yaitu pulau Jawa dan Bali. Event Pencak Silat ini sangat banyak peminatnya, seperti saat ini di Banyuwangi saja sudah mencapai sebanyak 2100 peserta. Peserta juga banyak yang berasal dari luar kota, diantaranya dari Banyuwangi, Surabaya, Jember, Situbondo, Bandung, hingga Bali,” paparnya.

Dia menambahi, bahwa pihaknya juga bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur, IPSI Banyuwangi, KONI Banyuwangi dan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Banyuwangi.

“Event ini diselenggarakan terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu Pra Usia Dini/SD 9-10 tahun, Usia Dini/SD 11-12 tahun, Pra Remaja, Remaja, dan Dewasa baik dari perguruan silat, sekolah, dan pondok pesantren,” pungkasnya.

Pada event tersebut, setiap lembaga pendidikan formal Nurul Jadid mengutus peserta didik pesilatnya di bawah naungan Pesatuan Bela Diri Nurul Jadid (PBDNJ) untuk berpartisipasi pada event perlombaan itu.

(Potret santri pesilat yang berasal dari lembaga MA Nurul Jadid setelah meraih medali kejuaraan Pencak Silat Banyuwangi Championship)

Total keseluruhan medali yang diperoleh adalah 8 medali emas, 3 medali perak, dan 4 medali perunggu. Sehingga total perolehan seluruh medali sejumlah 15 medali dari berbagai kategori.

Salah satu juarawan SMP Nurul Jadid Brian Ishaq mengatakan bahwa ditengah-tengah padatnya kegiatan pesantren dan persiapan untuk melaksanakan ujian sekolah, dirinya mengaku masih sempat meluangkan waktu untuk berlatih mempersiapkan diri mengikuti kejuaraan tersebut.

“Saya sangat bersyukur sekali, meskipun sulit untuk mengatur waktu buat latihan, tapi berkat dukungan dari pihak sekolah dan pesantren, kami bisa melakukannya dengan baik,” ungkap Ishaq.

Meskipun kegiatan harian santri padat, namun pesantren tetap memberikan ruang bagi santri mengembangkan diri pada Student Day. Pada hari itu santri bisa mengembangkan keterampilan dan bakat diri sesuai passion masing-masing. Seperti olahraga, kesenian, keterampilan, jurnalistik hingga keilmuan.

Berkat perolehan prestasi tersebut, pihak pesantren mengapresiasi seluruh juarawan, dan juga berharap, raihan prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman santri lainnya untuk turut berjuang menorehkan prestasi sesuai dengan disiplin ilmu, minat dan bakat masing-masing.

Daftar nama peraih medali diantaranya:

SMP Nurul Jadid

  • Medali Emas atas nama Dimas Maulana S.
  • Medali Emas atas nama Brian Ishaq
  • Medali Perunggu atas nama Masyaril Haram

 

MTs Nurul Jadid

  • Medali Emas atas nama M. Ubaidillah
  • Medali Perunggu atas nama Maemun Zuber

 

SMA Nurul Jadid

  • Medali Emas atas nama Dzicko Ardianto
  • Medali Emas atas nama M. Iqbal Maulana

 

MA Nurul Jadid

  • Medali Emas atas nama Chaska Putra M.
  • Medali Emas atas nama Kafil Tsauqi H.
  • Medali Perunggu atas nama  Sulton

 

Universitas Nurul Jadid

  • Medali Emas atas nama Wahyu Nur H.
  • Medali Perak atas nama M. Nurrizal S.
  • Medali Perak atas nama A. Ibnu Akil
  • Medali Perak atas nama A. Nasiruddin
  • Medali Perunggu atas nama Abdullah

 

 

(Humas Infokom)

 

Pendaftaran Penerimaan Santri Baru (PSB) Nurul Jadid Online 2022 Resmi Dibuka!

nuruljadid.net – Pendaftaran Penerimaan Santri Baru (PSB) tahun 2022 Pondok Pesantren Nurul Jadid resmi dibuka secara daring (online) hari ini (23/03) setelah sempat beberapa hari dilakukan maintenance sistem.

Meskipun terpaksa diundur beberapa hari dari jadwal awal (21/03) namun akhirnya sistem aplikasi psb.nuruljadid.net rampung dan resmi dibuka.

Tidak sedikit calon wali santri yang menghubungi panitia terkait aplikasi psb online yang belum bisa diakses. Hal ini disinyalir karena updating sistem yang mengalami beberapa perubahan agar data dapat terintegrasi dengan aplikasi data pokok santri dan pesantren (Pedatren NJ).

Kabag. Data dan IT Alfian Wahid menyampaikan ini demi kemudahan integrasi data (data integration) dan keamanan data (data security) identitas santri.

“kami mohon maaf atas keterlambatan launching psb online disebabkan beberapa masalah teknis update sistem yang membutuhkan ketelitian agar data bisa terintegrasi dengan data pokok dan demi keamanan data santri.” Ungkap Alfian.

Seluruh calon wali santri wajib melakukan pendaftaran secara daring (online) dan mengunggah soft file berkas persyaratan seperti Surat Keterangan Lulus, Kartu Kelurga, Akta Kelahiran dan KTP orang tua/wali.

Ketua Panitia PSB Saiful Rizal berharap semoga pelayanan Penerimaan Santri Baru (PSB) 2022 ini lebih baik dan berjalan lancar hingga tuntas.

“Kami berharap dan terus berupaya memberikan layanan yang baik dan semoga proses rangkaian PSB tahun 2022 dilancarkan bersamaan ridho Allah SWT.” Imbuh Rizal.

 

Berikut link informasi penting terkait pendaftaran online

 

Pendaftaran PSB Online 2022

Link = https://psb.nuruljadid.net/

 

Brosur PSB Nurul Jadid 2022

Link = Brosur Penerimaan Santri Baru PPNJ 2022

 

Rincian Biaya Pendaftaran Santri Baru 2022

Link = Biaya Daftar Ulang Santri Baru Tahun 2022

 

Informasi Brosur Lembaga Pendidikan

Link = https://www.nuruljadid.net/download/brosur-lembaga-pendidikan

 

 

(Humas Infokom)

SMK Nurul Jadid Bekali Kompetensi Siswa Melalui Prakerin di Beberapa Perusahaan di Indonesia

nuruljadid.net – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nurul Jadid Paiton Probolinggo menempatkan sejumlah peserta didiknya melaksanakan praktik kerja industri (Prakerin) di beberapa perusahaan dan instansi di sejumlah daerah di Indonesia selama tiga bulan untuk membekali mereka dengan kompetensi keahlian sesuai jurusannya.

Kepala SMK Nurul Jadid Moh. Arief Hariyanto, M.Pd. mengatakan penempatan siswa prakerin di sejumlah daerah di Indonesia ini selain adanya kerja sama dengan beberapa perusahaan, juga atas permintaan anak dan izin orang tua siswa itu sendiri.

“Tidak semua siswa kami tempatkan di perusahaan yang telah bekerjasama, tapi kami juga menerima pengajuan dari anak atas persetujuan orang tua untuk penempatan prakerin di tempat lain,” jelas Arief.

(Peserta didik program keahlian multimedia SMK Nurul Jadid sedang melakukan praktik kerja industri di instansi yang bergerak di bidang multimedia)

Kata dia, pelaksanaan prakerin ini hanya dilaksanakan oleh siswa kelas XI di semua program keahlian baik Teknik Pembangkit Tenaga Listrik (TPTL), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Multimedia (MM), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Agribisnis Pengolahan Hasil Industri Perikanan (APHPi), dan Tata Busana (TB) yang keseluruhannya berjumlah 115 siswa.

Pembagian tempat prakerin ini terdapat di beberapa daerah, diantaranya Yogyakarta, Malang, Surabaya, Jember, Situbondo, Bondowoso, Lumajang dan Probolinggo. Pelaksanaan prakerin ini dilaksanakan selama tiga bulan, yang dimulai pada 02 Januari hingga 22 Maret 2022 hari ini.

(Peserta didik program keahlian teknik pembangkit tenaga listrik SMK Nurul Jadid sedang melakukan praktik kerja industri di PJB Paiton bersama guru pendamping)

Ketua panitia Prakerin SMK Nurul Jadid, Danil Abdillah, S.Pd. menyampaikan bahwa sebelum penempatan di masing-masing industri, pihak sekolah memastikan kelayakan tempat praktik, tambah dia, pihaknya terlebih dulu melakukan penjajakan baru kemudian program dapat dilaksanakan dengan mengantarkan peserta prakerin ke lokasi oleh guru pendamping dari pihak sekolah.

“Tidak hanya itu, pihak sekolah juga melakukan pemantauan baik dari jarak jauh dengan bantuan pengurus P4NJ daerah, maupun supervisi langsung secara berkala,” imbuh Danil.

Beliau juga berharap, seluruh peserta didik bisa memanfaatkan momentum emas ini, karena menurutnya, pelajaran yang di dapat di sekolah dan di tempat prakerin itu cukup berbeda, jadi seluruh peserta didik diharapkan bisa memaksimalkan kesempatan yang ada untuk mengasah kompetensi keahliannya.

“selain itu, kami juga berharap selusuh siswa dapat menyelesaikan laporan jurnal prakerin sebagai bukti bahwa mereka telah selesai dan berhasil melaksanakan prakerin,” tandasnya.

(Peserta didik program keahlian tata busana SMK Nurul Jadid sedang melakukan praktik kerja industri di instansi yang bergerak di bidang fashion design)

Waka Humas SMK Nurul Jadid Fifin Priandono, M.Pd menambahkan bahwa tidak sedikit lulusan SMK Nurul Jadid yang direkrut kerja di tempat mereka sebelumnya praktik kerja industry karena kompetensi keahlian dan pengalaman yang baik selama program.

 

(Humas Infokom)

In House Training Day-2 : Latih Kedisiplinan dan Fisik, Koramil Turun Tangan Gembleng Panji Pelopor

nuruljadid.net – Setelah melewati IHT (In House Training) day-1 selasa lalu, Panji Pelopor Nurul Jadid mengikuti pada hari kedua dibekali latihan kedisiplinan dan fisik langsung oleh personil TNI Koramil Paiton, yang dilaksanakan pada hari jum’at (18/03) siang ba’da sholat Jum’at.

Pelatihan hari kedua, santri panji pelopor mendapatkan materi tentang kedisiplinan serta materi Latihan Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB). Kegiatan ini terbagi dalam dua sesi, pematerian dilaksanakan di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid dan untuk praktik di lapangan SMK Nurul Jadid.

Pelatihan ini sudah menjadi agenda kegiatan rutin setiap tahun. Tujuannya untuk melatih para santri khususnya santri panji pelopor agar senantiasa menanamkan sikap disiplin baik disiplin waktu, pakaian, dan tempat sehingga menjadi bekal penting untuk masa depan mereka.

(Serma Babun Sugianto tengah menyampaikan materi Wawasan Kebangsaan pada acara In House Training Day-2 di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Pada pelatihan ini, panji pelopor dilatih langsung oleh TNI Koramil Paiton Serma Babun Sugianto. Beliau salah satu personil TNI yang rutin melatih santri Nurul Jadid setiap kali pesantren mengadakan kegiatan pelatihan kedisiplinan atau dalam persiapan paskibraka acara HUT RI dan HSN.

Pada sesi pematerian Serma Babun Sugianto menjelaskan materi seputar Wawasan Kebangsaan. Peserta mengikuti dengan antusias, bahkan sebagian dari mereka berinisiatif untuk bertanya selain tentang materi juga bertanya seputar bagaimana tips bisa menjadi TNI. Pemateri merespon setiap pertanyaan dengan baik dan semangat menjadikan suasana forum semakin hidup.

(Penyerahan Piagam Penghargaan kepada Serma Babun Sugianto oleh pembina Panji Pelopor pada acara In House Training Day-2 di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Usai pematerian pertama pemberian piagam penghargaan kepada narasumber oleh pembina Panji Pelopor dan dilanjutkan foto bersama. Seluruh peserta melaksanakan sholat ashar berjamaah di musholla timur setelah materi pertama. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan materi lapangan, kali ini peserta diminta untuk mempraktikkan LKBB langsung di lapangan SMK Nurul Jadid.

Sebanyak 32 santri panji pelopor mengikuti pelatihan saat itu. Mereka mengikuti materi ruang serta materi lapangan dengan semangat dan riang gembira, “Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa masuk di organisasi panji pelopor ini karena saya mendapatkan banyak pembelajaran yang tidak pernah saya pelajari” ungkap Rahman salah satu peserta

(Santri Panji Pelopor Putra berfoto bersama Serma Babun Sugianto didampingi pembina panji peolopor Ahmad Zainul Khofi dan Menwa Unuja Muhammad Miftahul Ulum pada In House Training Day-2)

Peserta dilatih kedisplinan dan LKBB serta semangat kebersamaan selama di lapangan. Tidak hanya itu mereka juga menyanyikan lagu penyemangat Mars Panji Pelopor dan yel-yel yang diikuti gerak lari keliling kompleks pesantren mulai SMK Nurul Jadid lewat dalam pesantren menuju Pos 2 dan lanjut melintasi belakang Gedung SMANJ hingga jalan raya dan kembali ke lapangan melewati Pos 1.

Di lapangan Serma Babun Sugianto tidak sendiri, beliau didampingi Menwa Unuja Muhammad Miftahul Ulum dan pembina Panji Pelopor Ahmad Zainul Khofi. Khofi berharap dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kedisiplinan serta semangat pengabdian santri panji pelopor kepada pesantren tercinta Nurul Jadid.

(Suasana pelatihan kedisplinan dan LKBB santri panji pelopor oleh Serma Babun Sugianto di halaman SMK Nurul Jadid)

Pelatihan baris-berbaris ini tidak hanya melatih pembentukan watak, akan tetapi juga melatih fisik dan membentuk tanggung jawab peserta. Selain itu, baris-berbaris jura turut menanamkan sikap disiplin dan patriotism santri panji pelopor.

Tepat pukul 17.00 WIB pelatihan ini diakhiri dengan ice breaking dan doa bersama. Pelatih menitipkan pesan agar tetap istiqomah menjaga semangat dan kedisiplinan dalam setiap kegiatan. Peserta kemudian melakukan bersih badan dan makan bersama di kantor humpro.

 

 

(Humas Infokom)