KH. Abd. Hamid Wahid Dianugerahi “Positive News Maker” Anugerah Times Indonesia 2021

nuruljadid.net – Kepala Pondok Pesantren sekaligus Rektor Universitas Nurul Jadid KH. Abd. Hamid Wahid raih Anugerah TIMES Indonesia (ATI) 2021 sebagai Positive News Maker Probolinggo. Tahun 2021 merupakan tahun ketiga digelar dengan tema Endurance di tengah puncak Pandemi Covid-19. Penganugerahan yang sempat tertunda tersebut digelar pada rabu (15/06/2022) pagi di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Anugerah TIMES Indonesia ini tidak hanya dilaksanakan pada skala nasional saja, ATI 2021 juga memberikan penghargaan untuk tokoh-tokoh di daerah yang dianggap berperan besar dalam endurance to fight saat puncak pandemi Covid-19.

(Pemred Times Probolinggo M. Iqbal saat memberikan sambutan pada Penganugerahan Times Indonesia Award 2021 )

“Masa pandemi Covid-19 telah membuat masyarakat kita terpuruk. Tapi ada orang-orang yang selalu menginspirasi dan terus membangun masyarakat untuk bangkit dan menjadi lebih kuat. Untuk itulah TIMES Indonesia berinisiatif untuk memberikan penghargaan ini. Harapannya, ini dapat menginspirasi kita semua dan masyarakat pada umumnya untuk selalu kuat dan bersikap positif dalam segala sistuasi,” kata M. Iqbal selaku pemred Times Probolinggo saat memberikan sambutan.

(Kiai Hefniy Razaq mewakili pengasuh saat memberikan sambutan pada Penganugerahan Times Indonesia Award 2021 )

Kiai Hefniy Rozaq mewakili pengasuh, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf serta berterima kasih kepada tim TIMES Indonesia yang telah memberikan kepercayaan kepada Nurul Jadid sebagai tuan rumah penganugerahan ATI 2021. Beliau juga mengucapkan selamat kepada para tokoh yang telah mendapatkan Anugerah TIMES Indonesia (ATI) 2021.

(Kepala Pesantren saat duduk bersama dengan pimpinan Times Indonesia dan tokoh yang akan dianugerahi pada acara Penganugerahan Times Indonesia Award 2021 )

Dalam moment ini, KH. Abdul Hamid Wahid dinyatakan layak dianugerahi penghargaan pada kategori Positive News Maker 2021 atas kontribusinya dalam menciptakan dan mendorong upaya ketahanan dan partisipasi masyarakat untuk bangkit dan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah secara agresif di berbagai platform media khususnya di pondok pesantren dan masyarakat Kabupaten Probolinggo.

(Para tokoh yang diberikan penghargaan atas kerja-kerja baiknya pada Penganugerahan Times Indonesia Award 2021 )

Tidak hanya KH. Abdul Hamid Wahid saja yang medapatkan penghargaan ATI 2021, akan tetapi ada lima tokoh lainnya yang juga mendapatkan penghargaan dari Times Indonesia. Adapun nama-nama penerima ATI 2021 tersebut yakni

  1. Habib Ali Zainal Abidin (Man of The Year 2021)
  2. Mirrah Samiyah (Women of The Year 2021)
  3. Peni Priyono (Positive News Maker 2021)
  4. Gus Hafidzul Hakim Nur (Men of The Year 2021)
  5. Aminah Hadi Zainal Abidin (Women of The Year 2021)

(Suasana forum tamu undangan pada Penganugerahan Times Indonesia Award 2021 )

Turut hadir tamu undangan dalam kegiatan ini, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Sekda. Kota Probolinngo, PLT Kab. Probolinggo, Ketua DPRD Kota Probolinngo, Ketua DPRD Kab. Probolinngo, Kajari Kab. Probolinggo, Kajari Kota Probolinngo, Kemenag Kab. Probolinggo, Dandim. Probolinggo, CEO TIMES Indonesia, Kapalas 2B Probolinngo, Karutan 2B Probolinngo dan pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

 

(Humas Infokom)

Kiai Muh. Imdad Rabbani: Urgensitas Integrasi Kurikulum Pesantren untuk Optimalisasi Kualitas Pendidikan

nuruljadid.net – Kiai Muhammad Imdad Rabbani, Kepala Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo menyampaikan urgensitas integrasi kurikulum Pendidikan pesantren guna optimalisasi kualitas Pendidikan. Hal ini disampaikan pada acara Wisuda TPQ dan MI Nurul Mun’im Minggu (29/05) malam pekan lalu.

Menurut Kiai Imdad bahwa kurikulum pendidikan pesantren perlu diintegrasikan baik secara vertikal maupun horizontal dengan multi disiplin ilmunya.

Tujuan dibentuknya integrasi kurikulum pendidikan pesantren yaitu untuk menyelaraskan pendidikan antara satu level jenjang pendidikan dengan jenjang pendidikan berikutnya.

“Jadi integrasi bukan hanya secara horizontal antara satu level jenjang pendidikan misalnya MTs dan SMP itu harus sama pelajarannya meskipun tidak persis, tapi juga integrasi vertikal antara level jenjang pendidikan,” jelas beliau.

Diskursus mengenai koneksi antara satu level jenjang pendidikan dengan jenjang pendidikan lainnya itu sudah sejak lama digagas, namun diskusi dan penggarapan kurikulumnya baru dimulai tahun ini.

Saat proses penggarapan kurikulum tersebut, Kiai Imdad membentuk beberapa tim diantaranya Tim Pusat Kajian Al-Qur’an, Bahasa, Kitab Turats, Sains Teknologi, Humaniora, dan Kemandirian Santri.

“Ide ini berangkat dari hasil analisis dan bincang-bincang dengan beberapa kawan, selama ini sering kali pelajaran yang didapatkan siswa itu tidak nyambung antara level jenjang lembaga pendidikan, jadi misalnya sekarang di MINM siswa itu belajar Imriti, harapannya di MTs itu tidak ngulang lagi Imriti tapi belajar Mutammimah atau mungkin Al-Fiyah, jadi supaya berkelanjutan,” beliau memaparkan.

Lebih lanjut, kerangka kurikulum dalam penyusunan kurikulum pesantren secara umum itu menggunakan kerangka Fardhu ‘Ain dan Fardhu Kifayah, artinya akan ada mata pelajaran tertentu yang disebut sebagai mata pelajaran Fardhu ‘Ain harus dikuasai oleh semua santri, dan itu menjadi syarat untuk naik kelas dan lulus.

“Kenapa begitu? supaya kita tidak kecolongan, karena kondisi sekarang itu tidak sama seperti dulu, kalau dulu orang mondok itu orang yang belajar agama, umumnya sampingan. Tapi kalau sekarang itu tidak, sekarang orang lebih ekstra belajar umum, sedangkan pelajaran agama sekadarnya, kalau tidak ditekankan kita bisa kecolongan, mondok bertahun-tahun ketika di tes Al Quran belum bisa, nah itukan berarti kita kecolongan,” ungkap beliau seraya tersenyum.

Beliau berharap dan berdoa agar kita semua diberi taufiq oleh Allah SWT untuk menjaga warisan keilmuan ini dan semoga bisa terus semakin berkembang dan maju.

“Karena di zaman sekarang ini, ilmu agama itu kalau tidak ditekankan atau tidak diperhatikan betul, maka akan banyak orang-orang yang abai dibuatnya,” tutup beliau.

 

(Humas Infokom)

Wisuda Perdana I’dadiyah Luluskan Ratusan Santri dengan Standard Kompetensi FA

nuruljadid.net – Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid dibawah pimpinan KH. Fahmi Abdul Haq Zaini menggelar acara Wisuda Perdana. Wisuda ini digelar setelah santri idadiyah tuntas mengikuti Ujian FA Triwulan ketiga. Kegiatan ini bertempat di Aula 1 pondok pesantren dan dihadiri oleh Kepala Biro Kepesantrenan, Kepala Biro Pendidikan mewakili pengasuh K. Moh. Imdad Robbani, Kabid Tarbiyah Wa Ta’lim Misbahul Munir Ratib, Sekretaris Biktren Rahmat Toyyib, Kabid Pedan semua murid Idadiyah.

Terdapat 229 santri idadiyah yang lulus, 150 tingkat SLTP dan 79 tingkat SLTA yang lulus dan berhasil diwisuda perdana tahun ini. “tidak semuanya lulus, dari 300-an santri idadiyah, hanya 150 santri tingkat SLTP dan 79 santri tingkat SLTA yang diwisuda, terdapat 69 santri tingkat SLTP dab 14 santri tingkat SLTA yang belum tuntas,” ungkap Kabid Tarbiyah wa Ta’lim ust. Misbahul Munir Ratib.

(Santri Wisudawan Asrama Idadiyah Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid di Aula 1 Pesantren)

“Tapi yang tidak tuntas ini juga patut bersyukur karena Allah menyayangi anda untuk tetap bersama dengan muallimin, makanya terus bersemangat saja, insyaallah menjadi orang baik,”imbuhnya.

Kepala Biro Pendidikan K. Moh. Imdad Rabbani dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Idadiyah ini merupakan program persiapan untuk santri dan sebagai fondasi penting dalam belajar (tholabul ilmi) mencari ilmu di pesantren.

“I’dadiyah itu artinya bersiap atau dikader untuk menghadapi sesuatu yaitu siap belajar dan mondok karena ini merupakan sunnah para kiai kita ketika di pesantren,” tutur kiai Imdad.

(Kepala Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Fahmi AHZ tengah mengalungkan gordo kepada wisudawan di Aula 1 Pesantren)

Dalam kesempatan ini Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ berkenan mengalungkan Gordon kepada para wisudawan. Di samping itu, dalam sambutannya, Kiai Fahmi menyampaikan rasa syukurnya dan mengapresiasi kerja keras para wisudawan terbaik dengan beasiswa.

“sebagai apresiasi terhadap pencapaian santri idadiyah, kami Biro Kepesantrenan memberikan beasiswa kepada wisudawan terbaik dan teladan masing-masing 1 juta rupiah, 250 ribu dalam bentuk cash dan 750 ribu lagi beasiswa pendidikan,” ungkap kiai Fahmi dalam rangka memotivasi santri lainnya agar terus semangat belajar di pondok.

(Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ  didampingi Kepala Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Imdad Rabbani setelah memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik)

Kiai Fahmi berharap agar upaya ini terus dijaga, dilestarikan dan terus ditingkatkan. “Tradisi baik ini perlu kita apreasiasi, kita jaga dan lestarikan serta ditingkatkan agar ke depan lebih baik lagi,” tambahnya dalam sambutan singkat ketika penobatan wisudawan terbaik.

 

(Humas Infokom)

 

Lantik 14 PAC Cabang Kota Kraksaan, Ketua Pergunu Jatim Himbau Peningkatan Kualitas Pendidikan

nuruljadid.net – Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Kraksaan yang dipimpin oleh Slamet Riyadi, S.Pd.,M.M telah berhasil melaksanakan pelantikan pengurus di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Ahad (05/06/2022).

Dalam kesempatan itu, ketua Pimpinan Wilayah Pergunu Jatim H. Sururi, S.Ag., M.Pd mengucapkan terimakasih kepada pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid yang berkenan menjadi tuan rumah untuk pelantikan pengurus Pergunu di wilayah cabang Kota Kraksaan.

Ketua Pergunu Jatim juga menghimbau agar guru NU tetap solid. “Yang baru saja dilantik, mudah-mudahan diberi kekuatan lahir batin, kesabaran untuk memajukan, untuk menggerakkan persatuan guru NU di cabang Kraksaan” tutur H. Sururi.

Tugas pertama Pergunu yang pertama adalah konsolidasi, bagaimana pengurus yang dilantik bergerak dan melakukan konsoldasi satu dengan yang lain melalui badan otonom Pergunu.

Ketua Pimpinan Wilayah Pergunu Jatim juga mengimbau sekaligus mengingatkan pengurus yang baru dilantik agar terus istiqomah berjuang dan berkhidmat dengan penuh keikhlasan dalam menjalankan tugasnya. Serta komitmen memajukan kualitas pendidikan di kalangan NU.

(Ketua Pimpinan Wilayah Pergunu Jawa Timur H. Sururi, S.Ag., M.Pd saat menyampaikan sambutan pada pelantikan pengurus PAC Cabang Kota Kraksaan)

Hal itu disampaikan H. Sururi dalam sambutannya. “Kami dari PW Pergunu Jawa Timur menghimbau kepada guru-guru NU, karena NU adalah didirikan KH. Hasyim Asyari, minimal agar karakter guru-guru Pergunu ini, ilmu sanad nya nyambung menauladani para kiai di Pesantren,” tambah beliau.

Ia juga berharap, seluruh anggota Pergunu paling tidak belajar kitab Adabul ‘Alim Wa Muta’allim, sebagai implementasi almukhofadatu ‘ala qodimissholih sebagai pedoman bagi guru dengan mengkaji kitabnya KH. Hasyim Asya’ari. Agar pergunu dapat melahirkan guru yang berkarakter dan diberkahi oleh Allah SWT.

“Zaman dulu, sekarang dan yang akan datang berbeda, berkembangan terus menerus, maka dalam rangka wal akhdu bil jadidil aslah ini, kita tidak boleh tertinggal. Ada pelatihan, workshop, seminar, kita bisa kerjasama dengan kemenag, diknas, PGRI, pesantren, RMI dan berbagai pihak lainnya, agar anggota Pergunu tetap menjaga profesionalitasnya.” Lanjutnya.

Pergunu adalah badan otonom NU (profesi) yang menghimpun dan menaungi para guru, dosen, dan ustadz, Pergunu harus profesional dalam bekerja. Program Pergunu harus fokus dan harus sejalan dengan program NU sebagai induknya.

Sururi juga menyampaikan bahwa Pergunu kini telah bekerja sama dengan Institut Agama Islam Al-Khoziny Buduran Sidoarjo membuka beasiswa. Adapun beasiswa tersebut mulai program Sarjana (S1), Pascasarjana (S2), dan Doktoral (S3).

Ia menegaskan bahwa program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia, khususnya Nahdliyin di seluruh pelosok negeri.

Guru-guru NU dihimbau untuk berpegang teguh pada aqidah, amaliyah, fikroh dan harokah Ahlussunnah Wal Jama’ah, dan jangan sampai ada guru NU terlibat dalam organisasi terlarang dan mengkritisi kiai NU hingga berseberangan dengan pemikiran NU.

Sementara itu, Slamet Riyadi Ketua PC Pergunu Kota Kraksaan, mengatakan bahwa pihaknya akan melaksanakan amanah yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya.

 

 

(Humas Infokom)

 

Musholla Raudhatul Qur’an Gelar Pelantikan, Kukuhkan Santri Pengabdi Al-Qur’an

nuruljadid.net – Bertepatan dengan malam jumat yang penuh berkah, sekelompok orang pilihan, resmi dilantik menjadi pengurus Muallim dan Ubudiyah Musholla Raudhatul Qur’an (Musel) Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk periode 2022-2023. Pelantikan dilaksanakan pada Kamis (02/06/2022) malam di Musholla Raudatul Qur’an. Serangkaian acara tersebut dimeriahkan dengan iringan sholawat banjari oleh grup Firqah hadrah Az-Zainiyah (Firhaz) Nurul Jadid.

Pada pelantikan tahun ini, sebanyak 19 orang secara resmi dikukuhkan sebagai pengurus, sedangkan untuk kepengurusan ubudiyah terdapat 23 orang. Prosesi pelantikan dan pembacaan ikrar dituntun langsung oleh pengurus Biro Kepesantrenan bidang Tarbiyah Wa Ta’lim ustaz Kholil.

(Ketua panitia ustaz Ainul Yakin sedang menyampaikan sambutannya pada Pelantikan Muallim dan Ubudiyah Musholla Raudhatul Qur’an)

Ketua panitia Ustaz Ainul Yakin dalam sambutannya menyampaikan tujuan diadakannya pelantikan tersebut. “Kegiatan ini merupakan agenda rutinan setiap setahun sekali yang berfungsi sebagai bentuk kaderisasi kepengurusan di Musholla ini,” papar ust. Ainul.

Selain itu, ust. Ainul juga berharap kepada pengurus terlantik agar bisa melaksanakan tugas atau amanah dengan penuh tanggung jawab. “semoga pengurus terpilih bisa amanah kedepannya,” imbuhnya.

(Direktur LMNJ KH. Hefniy Razaq bersama pemangku KH. Makki Mainum Wafi saat menghadiri Pelantikan Muallim dan Ubudiyah Musholla Raudhatul Qur’an)

Pada acara ini turut hadir Direktur Lembaga Motivasi Nurul Jadid (LMNJ) KH. Hefniy Razaq sebagai pentausiah, pemangku Musholla Raudhatul Qur’an KH. Makki Maimun Wafi, perwakilan pengurus kepala bidang Tarbiyah Wa al Ta’lim Biro Kepesantrenan, dan tamu undangan.

Dalam tausiahnya, KH. Hefniy Razaq banyak memberikan motivasi kepada para pengurus terlantik agar semangatnya dalam berkhidmat terus meningkat dan bisa menjalankan amanah yang diberikan dengan baik yang diawali dengan makna sebuah seremonial pelantikan.

(Direktur LMNJ KH. Hefniy Razaq saat menyampaikan tausyiahnya pada Pelantikan Muallim dan Ubudiyah Musholla Raudhatul Qur’an)

“Pelantikan ini bagi saya merupakan suatu penghargaan luar biasa dari pondok pesantren, karena adik-adik dipercaya untuk mengabdi kepada pesantren dalam hal ini di Musholla Raudhatul Qur’an,” tutur Kiai Hefniy.

“Jadi kesempatan ini luar biasa, karena santri yang baik adalah tidak hanya mengambil ilmu dari Nurul Jadid, tapi jiwa dan raganya sudah memberi manfaat kepada pesantren Nurul Jadid,” tambah beliau.

Diakhir tausiahnya beliau berharap agar pengurus terlantik ini bisa menjadi suri tauladan, dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab.

(Pengurus Musholla saat sedang dilantik pada Pelantikan Muallim dan Ubudiyah di Musholla Raudhatul Qur’an)

Acarapun diakhiri dengan pembacaan doa yang juga dipimpin oleh KH. Hefniy Razaq.

 

(Humas Infokom)

Silaturrahim Pengurus Putri, Bahas Penguatan Peran Pembina dalam Pendampingan Santri

nuruljadid.net – Sekretariat Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid dibawah koordinasi wakil sekretaris Ny. Hj. Muthmainnah Waqid menggelar acara Halal Bi Halal sekaligus silaturrahim pengurus dengan pembina untuk penguatan peran pembina pasca perpindahan daerah di wilayah pusat yaitu Al-Hasyimiyah (Daltim) dan Az-Zainiyah (Dalbar) pada Selasa (31/05/2022) siang lalu di Aula Mahrom Al-Hasyimiah.

Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini pertama adalah untuk menjalin silaturrahim dengan para ustazah senior di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid yang intens membantu kinerja pengurus dalam mengawal keterlaksanaannya program pengasuhan santri putri.

(Suasana Halal Bi Halal sekaligus Silaturrahim dalam rangka Penguatan Peran Pembina dalam Peningkatan Layanan Santri di Aula Mahrom Daltim)

Selain silaturrahim juga untuk mensosialisasikan perubahan dalam pembagian tugas di masing-masing daerah putri pasca perpindahan asrama sesuai bidang keilmuan dan peminatan sebagai bentuk follow up dari FGD kurikulum antara Biro Pendidikan dan Biro Kepesantrenan.

Tidak kalah penting, dalam forum tersebut juga membahas tugas-tugas (job description) para pembina secara spesifik sekaligus penyerahan SK tugas kepada pembina yang ditunjuk untuk melakukan pendampingan dan pengawalan intensif.

Kurang lebih terdapat 78 orang pembina yang di-SK terdiri dari pembina 1 dan 2, kepada mereka diberikan mandat untuk melakukan pendampingan dan pengawalan pola pengasuhan santri di masing-masing wilayah.

Pembina daerah yang berperan selayaknya seorang ibu merupakan tempat pengurus wilayah yang notabene mahasiswi menyampaikan kondisi santri di daerah binaannya, juga sebagai tempat mencari solusi ketika ada permasalahan yang belum bisa dipecahkan pada tingkatan pengurus daerah dan wilayah.

(Suasana Halal Bi Halal sekaligus Silaturrahim dalam rangka Penguatan Peran Pembina untuk Peningkatan Layanan Santri di Aula Mahrom Daltim)

Pembina 1 adalah ustazah-ustazah senior pengabdi yang merupakan alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid, setiap hari bertugas di lingkungan pesantren. Sekali waktu di sela jadwal mengajar para ustazah pembina menyempatkan menjenguk adik-adik santri dan pengurus daerah, bahkan membuat kesepakatan untuk rutin bertemu membahas kondisi santri di daerah yang menjadi tanggungjawabnya.

Jumlah ustazah pembina senior ini disesuaikan dengan jumlah daerah di masing-masing wilayah putri. Istilah pembina, di wilayah satelit ada yang memberi nama mursyidah atau ibu asuh pengurus wilayah.

(Foto bersama usai Halal Bi Halal dan Silaturrahim dalam rangka Penguatan Peran Pembina untuk Peningkatan Layanan Santri di Aula Mahrom Daltim)

Sedangkan Pembina 2 adalah para pengurus wilayah yang berperan membantu menjadi mediator kepada pembina 1 ketika pengurus daerah menghadapi kesulitan menangani permasalahan adik-adik santri putri.

Pembina 1 ini ada dibawah kendali Biro Kepesantrenan putri dengan jalur koordinasi langsung kepada Wakabid. Tata Kelola Wilayah.

 

 

(Humas Infokom)

Biro Kepesantrenan Nurul Jadid Sukses Laksanakan Ujian FA Santri I’dadiyah

nuruljadid.net – Memasuki catur wulan ke-3 bagian Tarbiyah wa Ta’lim Biro Kepesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan ujian akhir Furudul Ainiyah (FA) untuk santri I’dadiyah tingkat SLTP dan SLTA wilayah pusat. Pelaksanaan ujian ini dilaksanakan dalam satu hari Rabu (18/05/2022) malam di Masjid Jami’.

Pelaksanaan ujian FA ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan program I’dadiyah Biro Kepesantrenan untuk santri tahun awal yang belum lulus kompetensi Furudul Ainiyah (FA) saat placement test (tes penempatan) santri baru tahun lalu.

(Suasana bersahabat ujian Furudul Ainiyah santri I’dadiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid di Masjid Jami’ )

Kegiatan ujian ini diikuti oleh seluruh santri asrama program I’dadiyah tingkat SLTP dan SLTA wilayah pusat didampingi langsung oleh wali asuh dan para asatiz selama pelaksanaan ujian berlangsung.

Materi yang diujikan meliputi Baca Tulis Al-qur’an (BTQ), Fiqih, Aqidah dan Akhlaq. Format ujian dibentuk menjadi beberapa kelompok terdiri dari sepuluh hingga limas santri dengan penguji satu ustaz. Santri terlihat serius mengikuti ujian dan beberapa yang lain terlihat muraja’ah materi yang telah mereka pelajari.

(Suasana bersahabat ujian Furudul Ainiyah santri I’dadiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid di Masjid Jami’ )

Tujuan diselenggarakannya ujian furudul ainiyah ini untuk mengevaluasi pencapaian hasil pembelajaran dan mengukur kompetensi santri dengan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, juga untuk menumbuhkan semangat belajar dan kesadaran bersama di kalangan santri tentang pentingnya penguasaan Furudul Ainiyah bagi ummat Islam, khususnya santri.

(Suasana bersahabat ujian Furudul Ainiyah santri I’dadiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid di Masjid Jami’ )

Berkisar antara 300 santri I’dadiyah yang mengikuti ujian FA tersebut. Santri yang dinyatakan lulus akan diberikan sertifikat ketuntasan FA dan diperkenankan memilih lembaga khusus untuk memperdalam keilmuan atau keterampilan spesifik seperti Tahsinul Qiro’ah, Tahfidzul Qur’an, Kitab Klasik, dan Bahasa Asing.

(Suasana bersahabat ujian Furudul Ainiyah santri I’dadiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid di Masjid Jami’ )

Usai melaksanakan ujian furudul ainiyah caturwulan ke-3, pengurus atau para asatiz mengakhiri kegiatan dengan pambacaan doa bersama setelah belajar dan surah Al-ashr demi keberkahan dan kebermanfaatn ilmu di dunia sebagai bekal akhirat kelak.

 

(Humas Infokom)

 

Wisuda TPQ dan MI Nurul Mun’im Cetak Lulusan Unggul dan Berakhlak

nuruljadid.net – Taman Pendidikan al-Qur’an dan Madrasah Ibtidaiyah Nurul Mun’im (MINM) menggelar Wisuda Kelas Akhir pada Minggu (29/05) malam. Acara yang berlangsung di Aula SMA Nurul Jadid ini digelar secara meriah dan dihadiri oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK) MI Nurul Mun’im bersama para orang tua wisadawan-wisudawati.

(Kepala MI Nurul Mun’im K. Miftahul Arifin saat memberikan sambutan pada acara Wisuda TPQ dan MINM tahun 2022 di Aula SMA Nurul Jadid)

Kepala MI Nurul Mun’im K. Miftahul Arifin dalam sambutannya menyampaikan bahwa pagelaran Wisuda TPQ dan MI Nurul Mun’im tahun 2021-2022 ini merupakan kali pertama diadakan setelah dua tahun absen disebabkan tingginya kasus covid-19 di Indonesia.

“Alhamdulillah setelah sekian lama kita tidak diperkenankan mengadakan acara seperti ini, dan sekarang ini merupakan kali pertama kami mengadakan acara wisuda lagi. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus yang telah turut mensukseskan dan memeriahkan acara ini,” tutur beliau.

Sementara itu, Kepala Biro Pendidikan K. Imdad Rabbani menyampaikan harapannya kepada MI Nurul Mu

(Kepala Biro Pendidikan Nurul Jadidi K. Moh. Imdad Robbani saat memberikan sambutan pada acara Wisuda TPQ dan MINM tahun 2022 di Aula SMA Nurul Jadid)

n’im agar terlibat dalam pelaksanaan program integrasi Kurikulum Pendidikan Pesantren yang saat ini masih dalam proses perumusan.

“Integrasi Kurikulum Pendidikan Pesantren ini memiliki tujuan untuk mengintegrasikan pendidikan di pesantren bukan hanya secara vertikal tetapi juga secara horizontal,” jelas beliau.

Menyoal acara, beberapa penampilan disuguhkan oleh siswa kelas 1-5 MI menambah kemeriahan perhelatan wisuda kelas malam itu. Ada penampilan pencak silat, pramuka semaphore, pembacaan aqidatul awam, dan beberapa penampilan seni lainnya.

(Potrait wisudawan dan wisudawati TPQ pada acara Wisuda TPQ dan MINM tahun 2022 di Aula SMA Nurul Jadid)

Guru MI Nurul Mun’im sekaligus ketua panitia wisuda Syukron Wahyudi mengaku bahwasannya prosesi wisuda telah ditata dengan baik. Sehingga, banyak orang tua yang menikmati kemeriahan acara wisuda itu.

“Penampilan anak-anak sudah cukup memuaskan, ini berkat kerja keras mereka semua karena dengan giat melakukan latihan persiapan beberapa hari sebelum menghadapi prosesi wisuda,” jelas Syukron Wahyudi

Sebelum memasuki acara inti prosesi wisuda, terdapat beberapa rangkaian acara yang menambah iklim euforia diantaranya penobatan wisudawan terbaik, demonstrasi peserta didik kelas akhir tahfidz juz 30, juz 1, dan nadzom imriti.

(Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid K. Muhammad Al-Fayyadl saat memberikan mauidhoh hasanah pada acara Wisuda TPQ dan MINM tahun 2022 di Aula SMA Nurul Jadid)

Acara juga diisi dengan mauidhotul hasanah oleh K. Muhammad Al-Fayyadl, beliau menyampaikan pesan-pesan edukatif, beliau juga mengutip dawuh Sayyidina Ali khususnya hal berkaitan dengan parenting kepada seluruh orang tua wisudawan dan wisudawati yang hadir.

Seluruh hadirin menyimak dan memperhatikan mauidhoh hasanah dengan seksama dan antusisas.

Usai mauidhoh hasanah, acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda siswa kelas akhir MI Nurul Mun’im. Wisuda berakhir pukul 22.00 WIB, para wisudawan dan wisudawati beserta seluruh hadirin dan undangan segera meninggalkan tempat karena memang waktu cukup larut.

 

 

(Humas Infokom)

Nurul Jadid Tuan Rumah Halal Bi Halal Alumni Bahrul Ulum dan Pelantikan IKABU Probolinggo

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid ditunjuk sebagai tuan rumah untuk menggelar Pelantikan Ikatan Alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum (IKABU) Tambakberas Jombang yang berdomisili di wilayah Probolinggo. Acara ini dikemas dalam bentuk Halal bi Halal dan Pelantikan karena masih ada nuansa Idul Fitri bulan syawal.  Pelantikan pengurus IKABU Probolinggu masa bakti 2022-2027 itu berlangsung di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid Minggu (29/05/22) pagi.

(Suasana peserta Halal Bi Halal dan Pelantikan Pengurus IKABU Probolinggo di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Pada acara pelantikan ini, turut hadir salah satu durriyah Bahrul Ulum KH. Abdul Jabbar Hubbi, pengurus IKABU Pusat dan Sekretaris Yayasan, disamping itu juga ada perwakilan keluarga Pondok Pesantren Nurul Jadid yakni KH. Najiburrahman Wahid, KH. Hefniy Razak, dan KH. Ahmad Zaki Nur Chatim Zaini.

Sebelum acara dimulai, Firqah Hadrah Az-Zainiyah (Firhaz) Nurul Jadid mengisi pra acara dengan membawakan lantunan sholawat burdah sembari menunggu kedatangan tamu undangan. Acara dimulai tepat pada pukul 09.30 WIB.(Suasana peserta Halal Bi Halal dan Pelantikan Pengurus IKABU Probolinggo di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid)

KH. Najiburrahman Wahid mewakili Kepala Pesantren yang tidak hadir dikarenakan sedang menunaikan ibadah Umrah dan mewakili Pengasuh menyampaikan titipan salam takdzim selaku tuan rumah kepada pengurus IKABU baik pusat maupun lokal Probolinggo.

“Kami menyampaikan salam Takdzim dari KH. Moh. Zuhri Zaini selaku Pengasuh Pesantren Nurul Jadid. Beliau sangat bersyukur Nurul Jadid bisa ditempati acara pelantikan. Tetapi beliau mohon maaf yang sebesar-besarnya tidak bisa turut hadir karena kegiatan ini bertepatan dengan acara yang sudah lama dijanjikan di Bali,” tutur beliau.

(Sambutan perwakilan alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum ambakberas Jombang Ny. Hj. Lathifah Wafi pada acara Halal Bi Halal dan Pelantikan Pengurus IKABU Probolinggo)

Sementara itu, perwakilan Alumni Bahrul Ulum ibu Ny. Hj. Lathifah Wafi dalam sambutannya meminta sambungan doa agar IKABU Cabang Probolinggo ini bisa mengoptimalkan pengabdiannya. “Mohon doanya, semoga dengan adanya acara ini bisa memberikan motivasi kepada kita semua untuk bisa mengoptimalkan khidmah kita kepada Masyayikh, agama dan masyarakat,” pinta beliau.

Acarapun dilanjutkan dengan prosesi Pelantikan IKABU Cabang Probolinggo. Beberapa nama dipanggil untuk menaiki panggung yang kemudian dilantik oleh Pengurus Pusat IKABU Tambakberas Jombang dengan membacakan Ikrar yang diikuti oleh pengurus terlantik.

Usai prosesi pelantikan, ketua IKABU Cabang Probolinggo Ning Zulfa Badri memberikan sambutannya. Beliau menceritakan bahwa beliau tidak menyangka akan dipilih menjadi ketua IKABU ini. “Terus terang, saya tidak pernah bermimpi akan menjadi ketua, karena saya termasuk santri yang agak-agak bandel,” papar beliau.

(Gus Taufiq memberikan sambutan saat sebelum melantik Pengurus IKABU Probolinggo masa bakti 2022-2027 di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Ketua IKABU Pusat sekaligus dzurriyah Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Drs. KH. Taufiq Abdul Djalil, M.M. (Gus Taufiq) menceritakan banyak hal dalam sambutannya termasuk memberikan motivasi melalui kisah perjuangan masyayikh. Beliau juga berharap semoga pengurus terlantik bisa mengemban amanah dengan baik dan semoga berkhidmah di IKABU ini mendapatkan barokah dari para muassis dan masyayikh Bahrul Ulum.

Gus Taufiq berpesan agar raker IKABU Cabang Probolinggo segera dilaksanakan.

(Suasana peserta Halal Bi Halal dan Pelantikan Pengurus IKABU Probolinggo saat sesi foto bersama di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Doa  menjadi acara terakhir dalam susunan acara yang dipimpin oleh KH. Hefniy Rozak, dilanjutkan sesi foto bersama dan ramah tamah.

 

 

(Humas Infokom)

Sigap Hadapi Transformasi Digital, Kopontren Nurul Jadid Mandiri Tandatangani MoU dengan PT. Trans Indonesia Superkoridor

nuruljadid.net – Koperasi Pondok Pesantren Nurul Jadid Mandiri menjalin kerjasama dengan PT. Trans Indonesia Superkoridor melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Sabtu (28/05) pagi. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat pesantren.

Jalinan kerjasama ini bertujuan untuk pengembangan bisnis pesantren di bidang tekonologi, khususnya Internet Service Provider (ISP) yang harapannya dapat memberikan manfaat dan dampak positif kepada individu warga pesantren lebih-lebih masyarakat sekitar.

(Diskusi bersama antara pihak Kopontren Nurul Jadid dengan PT. Trans Indonesia Superkoridor di ruang rapat pesantren)

Nota kesepahaman itu ditandatangani oleh Kepala Inkubasi Bisnis (INBIS) Nurul Jadid sekaligus menjabat sebagai Kepala Kopontren Nurul Jadid Mandiri H. Thohirudun, M.Pd. dan Kepala Operasional PT. TIS Bapak Ali.

Turut hadir pada acara tersebut, Bendahara Pesantren K. Ahmad Zaki, Kabag. Humpro. Dr. Syamsuri Hasan, M.HI., Kabag. Data dan IT Alfian Wahidianto, Kabid. Usaha Ahmad Agus Fannani dan ditemani oleh beberapa pengurus pesantren lainnya.

(Kepala INBIS sekaligus kepala Kopontren Nurul Jadid Mandiri H. Thahiruddin, M.Pd saat menyampaikan sambutan di hadapan pihak PT. Trans Indonesia Superkoridor)

Melalui sambutannya, H. Thohiruddin menyampaikan bahwa MoU yang dilakukan bukan hanya kerja sama antara Kopontren dan PT.TIS, namun dalam konteks ini Kopontren sebagai satker yang memiliki legalitas dalam bidang usaha mewakili pesantren untuk melakukan kerja sama dengan PT.TIS.

“Kami sudah cukup lama berjalan di bidang bisnis, namun baru kali ini kami bergerak dalam bidang penyaluran internet, mudah-mudahan kedepan ini dapat mengembangkan usaha pesantren untuk kepentingan internal dan operasional pesantren,” jelas Bapak Thohir.

Lebih lanjut bapak Thohir menambahkan, karena melihat banyaknya kompetitor yang mulai masuk ke daerah sekitar pesantren sehingga terdapat berbagai macam pilihan penyedia layanan internet di tengah masyarakat, sehingga pihak pesantren meminta PT. TIS untuk lebih mengoptimalkan layanan dan kualitas yang mereka berikan kepada konsumen.

(Kepala operasional PT. Trans Indonesia Superkoridor Bapak Ali ketika memberikan sambutan pada pertemuan untuk Nota Kesepahaman (Mou) dengan pihak Nurul Jadid)

Merespon tanggapan itu, Kepala Operasional PT. TIS Bapak Ali mengaku bahwa pihaknya sudah menyiapkan beberapa strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Ini merupakan kerjasama pertama kami dengan pesantren. Setelah melakukan survey yang cukup lama, kami menemukan potensi dan sumber daya yang baik untuk diberdayakan, selain itu kami melihat perkembangan bisnis pesantren cukup kuat, sehingga ini menjadi kesempatan kami kedepannya untuk mengadakan kerjasama praktik dengan mahasiswa di pesantren ini,” pungkas Bapak Ali.

(Proses penyerahan berkas Nota Kesepahaman (MoU) antara PT. Trans Indonesia Superkoridor dengan Kopontren Nurul Jadid Mandiri)

Usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU), acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan diskusi santai.

“Kerjasama ini diharapkan dapat menghasilkan penyelesaian yang menguntungkan dan memuaskan semua pihak (win-win solution),” tutup Pak Thohir.

 

(Humas Infokom)

SMA Nurul Jadid Lakukan Kerjasama Internasional dengan Universitas Tongji Shanghai China

nuruljadid.net – SMA Nurul Jadid berhasil menjalin kerjasama internasional dengan salah satu perguruan tinggi di China, yaitu Universitas Tongji Shanghai. Kerjasama ini dilakukan secara virtual menggunakan aplikasi Voov di ruang galeri SMA Nurul Jadid dipimpin langsung oleh bapak Didik Priyagung Wicaksono, S.Sos., M.Pd. selaku kepala sekolah pada Selasa pagi (24/05/2022) tepatnya pukul 10.00 waktu Beijing, China.

Kepala sekolah bapak Didik P. Wicaksono, S.Sos., M.Pd pada acara tersebut didampingi oleh ketua jurusan Bahasa dan Budaya bapak Muhammad Khodir, M.Ed. dan beberapa guru pengambu bahasa Mandarin bapak Syamsul Hadi, M.N.S. dan bapak Muhammad Holilul Hasan.

Pihak Universitas Tongji diwakili oleh pimpinan mahasiswa asing Professor Chen Yili, pimpinan rekrutmen mahasiswa asing strata 1 Ibu Fang Xiaozhi, pimpinan rekrutmen mahasiswa asing pascasarjana Ibu Wang Ximeng dan saudara Wei De sebagai perwakilan mahasiswa pascasarjana sekaligus alumni SMA Nurul Jadid tahun 2015.

(Penyampaian profil dan sambutan oleh Profesor Chen dari Universitas Tongji Shanghai China melalui aplikasi VOOV secara daring)

Pertemuan daring tersebut diawali dengan penyampaian profil Universitas Tongji Shanghai oleh pimpinan rekrutmen mahasiswa asing ibu Fang dilanjutkan dengan prosedur perekrutan mahasiswa dan beasiswa.

Sedangkan dari pihak SMA Nurul Jadid, profil lembaga disampaikan oleh bapak Muhammad Khodir. Namun sebelumnya diawali dengan sambutan kepala sekolah bapak Didik P. Wicaksono, dalam sambutannya bapak Didik menyampaikan urgensitas penguasaan bahasa Mandarin.

“Bahasa mandarin adalah bahasa yang digunakan di forum resmi PBB, bahasa Mandarin juga digunakan oleh populasi terbanyak di dunia. Seiring dengan perkembangan, kerjasama diplomatik pemerintah Indonesia dan China semakin harmonis, sehingga banyak perusahaan China ke Indonesia untuk investasi. Sehingga Indonesia sangat membutuhkan generasi yang mempunyai talent bahasa Mandarin yang baik.” Papar bapak Didik.

“SMA Nurul Jadid tentulah membaca peluang yang sangat besar itu sehingga berupaya semaksimal mungkin menyiapkan generasi yang memiliki bahasa asing (Inggris, Arab, Mandarin dan Jepang) yang kami wujudkan dalam pembelajaran baik intra maupun ektra” tambahnya

Pada sesi sambutan bapak Didik P. Wicaksono menggunakan bahasa Indonesia dibantu oleh bapak Syamsul Hadi untuk menterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin.

Usai seremonial, kegiatan dilanjutkan dialog interaktif yang dipimpin oleh professor Chen.

(Penayangan profil Universitas Tongji Shanghai China melalui aplikasi VOOV secara daring)

Professor Chen menyimak pemaparan dari pihak SMA Nurul Jadid dan merespon dengan baik itikad kerjasama ini. “Kami menyimak dengan seksama pemaparan kepala sekolah dan penanggung jawab bahasa, kami dengan tangan terbuka menyambut siswa dan guru yang mempunyai talenta dalam bahasa mamdarin untuk melanjutkan studi di Tongji Shanghai,” terangnya.

Selain dari itu, Prof Chen dalam sambutannya menyampaikan bahwa SMA Nurul Jadid akan dijadikan sekolah pusat pendidikan Universitas Tongji Shanghai.

Bentuk kerjasama yang akan dilakukan oleh kedua belah pihak meliputi 1) Pemberian beasiswa prestasi; 2) Kolaborasi penelitian guru dan murid; 3) Workshop atau seminar peningkatan mutu pendidikan; 4) Autumn dan summer camp; 5) Cross culture understanding program.

Wahdi sebagai perwakilan mahasiswa asing yang juga alumni SMA Nurul Jadid menyampaikan bahwa Universitas Tongji adalah universitas terbaik nomor 5 di China. Dia berharap SMA Nurul Jadid bisa menjalin kerjasama dengan Tongji dan membawa dampak positif untuk sekolah dan pesantren.

Setelah kurang lebih dua jam kegiatan berlangsung, kegiatan akhirnya diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

 

(Humas Infokom)

LPBA Nurul Jadid Raih Juara Umum di Semarak Tiga Bahasa TMI Al-Amien

nuruljadid.net – Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Nurul Jadid berhasil meraih berbagai penghargaan sebagai juara pada event lomba Semarak Tiga Bahasa tahun 2022 yang diadakan oleh TMI Al-Amien Prenduan, Madura.

Semarak Tiga Bahasa tahun 2022 merupakan salah satu rentetan agenda kegiatan Syukuran Setengah Abad TMI Al-Amien Prenduan. Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan generasi muda muslim Indonesia yang memiliki keterampilan berbahasa yang baik. Adapun peserta yang diperbolehkan untuk mengikuti lomba ini adalah seluruh pelajar baik siswa/i tingkat nasional.

(Potret para jawara lomba pada event Semarak Tiga Bahasa (STB) tahun 2022 oleh TMI Al-Amien Prenduan Madura)

Pada kompetisi Semarak Tiga Bahasa 2022 ini, LPBA Nurul Jadid memborong lima juara sekaligus, diantaranya Juara 1 Speech yang diraih oleh Lailatun Nafisah, Juara 1 News Reading oleh Imamah Naila Amani, lalu Juara 2 Taqdimul Qissoh oleh Auliatun Nisyak, Juara 3 Taqdimul Qissoh diraih oleh Putri Halimatus Sa’diyah, dan juga memperoleh Juara Harapan 1 Debat Bahasa Arab yang dinahkodai oleh Arifurrohman, Wicaksono, dan Jaelani.

Dengan raihan ini, LPBA Nurul Jadid berhak menerima tropi sebagai juara umum. Tropi diserahterimakan pada Rabu, 23 Maret 2022 di TMI Al-Amien Prenduan, Madura.

Pendamping Lomba LPBA Nurul Jadid Ustaz Fauzi Rahman bersyukur atas capaian ini. Ia menceritakan sedikit tantangannya ketika mengikuti kompetisi Semarak Tiga Bahasa tahun 2022 ini.

“Perjalanannya lumayan menantang, banyak kendala dan berbenturan dengan kegiatan LPBA. Kemarin kami juga sempat kesulitan untuk mengikuti sesi closing dikarenakan berbenturan dengan ujian peserta didik kami dan juga sedikit kesulitan saat proses izin ke pesantren, namun semua itu alhamdulillah berhasil kami lewati, dan terimakasih kepada seluruh pihak yang turut membantu kami, baik dari teman-teman pengurus, Tim Multimedia Pesantren, dan pihak-pihak terkait lainnya,” urainya.

(Potret para jawara lomba pada event Semarak Tiga Bahasa (STB) tahun 2022 oleh TMI Al-Amien Prenduan Madura)

Prestasi ini juga tercapai berkat kerja keras dan partisipasi seluruh komponen yang ada di LPBA Nurul Jadid dan Pondok Pesantren Nurul Jadid. “Semoga capaian ini bisa menjadi lecutan semangat untuk bisa lebih baik lagi kedepannya,” ungkapnya.

Ustaz Rahman menambahkan, perolehan Juara Umum ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi LPBA Nurul Jadid.

“Sebuah kehormatan LPBA Nurul Jadid berhasil memperoleh Juara Umum pada perlombaan Semarak Tiga Bahasa yang diselenggarakan oleh TMI Al-Amien. Juara Umum ini melengkapi penghargaan yang diraih oleh LPBA Nurul Jadid sebelum Libur Ramadhan Santri tiba,” tandasnya.

 

(Humas Infokom)

Siswa SMP Nurul Jadid Wakili Jatim Raih Prestasi pada Piala Kejurnas Pencak Silat TMII Jakarta

nuruljadid.net – Siswa Pesilat SMP Nurul Jadid yang tergabung dalam Persatuan Bela Diri Nurul Jadid (PBDNJ) menjadi wakil Jawa Timur dalam gelaran Piala Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Festival IV Pencak Silat yang diadakan oleh Pengurus Pusat Pagar Nusa di Padepokan TMII, Jakarta pada 25-27 Maret 2022.

Siswa pendekar SMP Nurul Jadid yang berhasil mengharumkan nama almamater pesantren di kancah nasional ini adalah Mochammad Sultan Rafi yaitu sebagai Juara 1 tingkat nasional kelas A Pra Remaja.

Sebelumnya para pendekar SMP Nurul Jadid juga meraih prestasi pada event Pencak Silat Banyuwangi Championship yang digelar di Gedung Olah Raga (GOR) Tawangalun, Kabupaten Banyuwangi pada Selasa (22/03) pekan lalu. Mereka berhasil membawa pulang 2 medali emas atas nama Dimas Maulana S. dan Brian Ishaq, dan juga 1 medali perunggu atas nama Masyaril Haram.

Kepala Sekolah SMP Nurul Jadid Bapak Rahardjo mengungkapkan rasa syukur atas diraihnya prestasi oleh peserta didik emas SMP Nurul Jadid yang sudah berjuang di kancah Nasional. Ia mengaku, bahwa medali emas yang diperolehnya merupakan buah hasil ikhtiar yang telah dilakukan Rafi dengan tekun.

“Ditengah gempuran padatnya kegiatan belajar mengajar sekolah, dan menjelang Penilaian Tengah Semester (PTS), namun Rafi berhasil membagi waktunya untuk berlatih mempersiapkan diri nya menghadapi perlombaan tersebut. Sekolah sangat mengapresiasi dan mendukung bagi siswa maupun siswi yang mengikuti kompetisi,” ungkapnya pada tim nuruljadid.net.

Sementara itu, Moch. Sultan Rafi mengungkapkan rasa haru dan Bahagia karena dirinya mampu mengharumkan nama almamaternya dengan membawa pulang medali emas dari kejurnas tersebut.

“Berawal dari kesukaan saya pada olah raga pencak silat ini akhirnya saya sangat menekuni seni pencak silat bersama PBDNJ, awalnya saya juga tidak menyangka bisa memenangkan kompetisi ini, karena saya rasa lawan saya waktu itu cukup berat, namun alhamdulillah saya berhasil melampauinya,” ujarnya.

Tak lupa, Rafi juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membina dan memberinya fasilitas untuk berlatih dan menekuni bidang olah raga pencak silat itu.

“Terima kasih terutama kepada orang tua saya, guru guru saya di pesantren, dan juga kepada pembina PBDNJ yang telah mendampingi saya untuk mengikuti perlombaan ini,” tandas Rafi.

Bapak Rahardjo berharap, gelar juara yang telah diraih oleh Siswa Pesilat SMP Nurul Jadid ini dapat menjadi teladan bagi siswa dan siswi lainnya untuk menggali potensi diri dan menjemput prestasi.

 

(Humas Infokom)

 

 

Gus Muhaimin Silaturrahim ke Nurul Jadid dan Ngaji ke Maqbaroh

nuruljadid.net – Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini dan kepala pesantren KH. Abd. Hamid Wahid beserta beberapa anggota keluarga Nurul Jadid menyambut kedatangan Gus Muhaimin Iskandar yang didampingi anggota DPR – RI Faisol Riza, Malik Haramain, Walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, dan sejumlah rombongan lainnya di kediaman pengasuh Selasa (24/05/2022) siang.

Pada kegiatan ini Gus Muhaimin Iskandar beserta rombongan turut berkunjung ke sejumlah pesantren dan maqbarah di kota dan kabupaten Probolinggo di hari yang sama, sebelum akhirnya berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton.

(Kegiatan ramah tamah Gus Muhaiman beserta rombongan di kediaman pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini)

Usai silaturahim dengan pengasuh serta keluarga besar Ponpes Nurul Jadid, Gus Muhaimin berserta rombongan bergeser menuju maqbaroh muassis dan para almarhumin keluarga besar Nurul Jadid.

Tiba di maqbaroh (astah) dilakukan pembacaan tahlil bersama yang dipimpin oleh kiai Zuhri dilanjutkan menaburkan bunga di makam pendiri dan para almarhumin Nurul Jadid beberapa diantaranya KH. Hasyim Zaini, KH. Abdul Wahid Zaini, KH. Abdul Haq Zaini dan KH. Nur Chatim Zaini.

(Gus Muhaiman beserta rombongan didampingi pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini membaca tahlil dan doa di maqbaroh muassis dan almarhumin keluarga Nurul Jadid)

Kunjungan itu merupakan salah satu upaya memohon doa dalam menghadapi kontestasi politik tahun 2024 mendatang. Beberapa pesantren dan maqbarah yang dikunjungi di Probolinggo antara lain Ponpes Riyadus Sholihin Kota Probolinggo, Ponpes Badridduja Kraksaan, dan Ponpes Nurul Jadid Paiton.

(Gus Muhaimin saat menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para almarhumin Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Pondok Pesantren Nurul Jadid menyambut dengan hangat dan ramah rombongan Gus Muhaimin dengan itikad baik yaitu untuk bersilaturrahim dan ziarah ke maqbarah yang merupakan salah satu tradisi ulama Nahdlatul Ulama dan mendoakan serta berharap yang terbaik untuk NU dan Indonesia.

(Gus Muhaiman saat di maqbaroh bersama pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini dan Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid)

Selepas ziarah ke maqbaroh, Gus Muhaimin beserta rombongan pamit untuk melanjutkan perjalanan. Sore itu nambak iringan mobil rombongan Gus Muhaimin meninggalkan bumi Nurul Jadid.

 

(Humas Infokom)

Gus Yahya: Satu Abad NU, Nurul Jadid Tuan Rumah Muktamar Internasional Fiqh Peradaban

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid mendapat kehormatan dikunjungi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf, Kamis (19/05/2022). Kedatangan Gus Yahya didampingi Sekjen PBNU H. Saifullah Yusuf dan Ketua PBNU Amin Said Husni yang merupakan alumni Nurul Jadid.

Kunjungan rombongan PBNU disambut langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini dan Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid didampingi pimpinan pesantren lainnya di kediaman pengasuh sore itu.

Ketum PBNU menceritakan kenangannya pernah nyantri di Nurul Jadid meski singkat. “Saya mengenang dulu pernah di pesantren ini meski singkat hanya dua minggu,” kata Gus Yahya di hadapan KH. Moh. Zuhri Zaini.

Saat itu, ujar Gus Yahya, tahun 1987 beliaunya sempat dikirim untuk mengikuti pelatihan manajemen pesantren yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menceritakan adanya beberapa pesantren meskipun tradisional namun digunakan untuk jangkar hubungan internasional.

“Pondok Pesantren Nurul Jadid ini bagian dari pilar tradisional Gus Dur untuk urusan internasional. Ada beberapa pesantren yang sering digunakan diantaranya Paiton dan Pati,” ungkap Gus Yahya saat di kediaman pengasuh.

Menurut Gus Yahya, jaringan internasional yang telah dibangun Gus Dur saat ini bisa dinikmati warga Nahdliyin dan NU. Peran dan sumbangsih Gus Dur itupun terus dilanjutkan meskipun tak lagi menjabat sebagai presiden.

“Gus Dur itu membangun jaringan internasional hingga tahun 2008, baru dilanjutkan Paklek Mus (KH. Mustofa Bisri) dan mulai 2011 saya ikut dan keterusan sampai sekarang,” Gus Yahya mengisahkan.

Selain bernostalgia, Gus Yahya juga menyampaikan kepada Kiai Zuhri tentang agenda satu abad atau 100 tahun NU yang rencananya akan menggelar Muktamar Internasional Fiqih Peradaban. Dalam muktamar tersebut, salah satunya akan menggelar berbagai halaqoh yang akan dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton.

“Menuju 100 tahun, rencanya kami mau melakukan serial halaqoh intensif tentang fiqih peradaban mulai Juli mendatang,” terang Gus Yahya.

KH. Moh. Zuhri Zaini menceritakan bahwa Nurul Jadid sering digunakan sebagai lokasi agenda-agenda PBNU. “Banyak agenda PBNU yang ditempatkan di Nurul Jadid. Saya bersyukur bisa dikunjungi Ketua Umum PBNU. Dulu saat Gus Dur masih hidup sering mampir ke Nurul Jadid,” kenang kiai Zuhri.

Sebelum bertandang ke Paiton, Gus Yahya telah menggelar pertemuan dengan seluruh pengurus PCNU Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan dan PCNU Bangil di kantor PCNU Kabupaten Pasuruan.

Pertemuan singkat tersebut ditutup dengan do’a bersama seluruh rombongan PBNU dan keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid yang hadir sore itu dipimpin oleh kiai Zuhri. Harapannya, semoga senantiasa mendapatkan keberkahan dan kemudahan dalam menjalankan program yang telah direncanakan dan keistiqomahan dalam mengemban amanah ummat dan bangsa khsususnya warga Nahdlatul Ulama.

 

(Humas Infokom)