Panji Pelopor Gandeng Setda Probolinggo Sukseskan ‘Service Excellence Training’

nuruljadid.net – Panji Pelopor Putri Nurul Jadid gandeng bagian Protokol dan Kamunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo mengadakan kegiatan Service Excellence Training di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Jumat (11/03/2022) kemarin. Tim protokol dan komunikasi pimpinan setda kabupaten Probolinggo dihadirkan sebagai trainer ahli untuk dua materi pelatihan tersebut, yaitu keprotokolan dan tata boga/table manner.

Ketua Panji Pelopor Putri Meuthiah Syarifa Auliyaillah mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan guna meningkatkan kompetensi dan keterampilan pengurus Panji Pelopor dalam bidang keprotokolan. Untuk itu, Panji Pelopor Putri mengundang perwakilan tim protokoler siswi dari setiap lembaga/madrasah SLTP dan SLTA Nurul Jadid untuk mengikuti Service Excellence Training tersebut.

(Pemberian piagam penghargaan kepada narasumber keprotokolan setda kabupaten Probolinggo bapak Suhermanto, S.Sos oleh Kasubbag. Protokoler pesantren ustaz Ady Azhari, M.Pd.)

“Selain memberikan materi tentang keprotokoleran dan table manner, kegiatan ini sekaligus memberikan praktik untuk melatih keterampilan teman-teman pengurus Panji Pelopor ketika sudah bertugas langsung nantinya” ujarnya saat diwawancarai oleh tim nuruljadid.net.

Pada pembukaan seremonial Service Excellence Training turut hadir Sekretaris Pesantren Ustaz H. Faizin Syamwil, Kasubbag. Protokoler Ustaz Ady Azhari, Staff Humpro Ustazah Putri Nuril Mufidah dan para pembina Panji Pelopor.

(Sambutan Sekretaris Pesantren ustaz H. Faizin Syamwil, M.Pd. sekaligus membukan acara Training for Services of Excellence)

Melalui sambutan sekaligus pembuka kegiatan tersebut, Ustaz H. Faizin Syamwil menyampaikan pentingnya pagelaran Service Excellence Training dengan mengundang tim ahli sebagai trainer yaitu Tim Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda. Kabupaten Probolinggo.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada penyaji yang sudah hadir di tempat ini dan sharing kepada seluruh peserta yang merupakan pengurus Panji Pelopor terpilih setelah melalui beberapa tahapan seleksi yang ketat. Mereka ini fokus dibeberapa bidang, diantaranya seperti bidang kehumasan, keprotokolan, dan tata boga,” jelas ustaz Faizin.

Beliau juga kembali mengingatkan kepada seluruh pengurus Panji Pelopor Putri bagaimana dan motto apa yang seharusnya dipegang oleh seorang organisator.

“Tak lupa saya kembali mengingatkan kalimat yang pernah saya sampaikan juga ketika pelantikan pengurus panji pelopor waktu itu, yaitu janganlah jadi organisator yang sifatnya organisatoris papan nama, hanya ingin masuk di struktur tapi tidak bekerja,” pungkas beliau.

(Bapak Suhermanto, S.Sos terlihat sedang memberikan pematerian tentang keprotokolan pada acara Training for Services of Excellence)

Menyoal acara, Service Excellence Training dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama yaitu pematerian keprotokolan oleh Kasubbag. Protokol Setda. Kabupaten Probolinggo bapak Suhermanto, S.Sos. Dalam sesi tersebut, bapak Suhermanto menyampaikan beberapa sub materi yaitu Pengantar Keprotokolan, Tata Tempat, Tata Penghormatan, Tata Upacara, dan Teknis MC.

(Tim Protokol dan Komunikasi Pimpinan terlihat sedang mendemonstrasikan Table Manner pada acara Training for Services of Excellence)

Sesi kedua dilanjutkan setelah shalat Jumat dengan materi Tata Boga/Table Manner. Sesi kedua ini diisi oleh empat personil dari Tim Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda. Kabupaten Probolinggo. Awalnya mereka memberikan stimulus materi tentang table manner lalu dilanjutkan dengan praktik bersama beberapa peserta secara bergantian.

(Pemberian piagam penghargaan kepada tim ahli keprotokolan setda kabupaten Probolinggo oleh pembina Panji Pelopor Putri pada Training for Services of Excellence)

Kedua sesi tersebut diakhiri dengan pemberian piagam penghargaan dan sesi foto bersama. Nampak mimik wajah peserta sangat puas setelah menerima pematerian dari pagi hingga sore hari.

(Para pemateri dan fasilitator didampingi Kasubbag Protokoler pesantren saat sesi foto bersama peserta Training for Services of Excellence)

“Kami merasa sangat terhibur dan senang mengikuti pelatihan tadi, karena pemateri menyajikan materinya dengan suasana yang seru dan lebih asyiknya lagi, pemateri memanggil beberapa dari kami untuk langsung melaksanakan praktik dari materi yang telah disampaikan,” ungkap Filza salah satu peserta saat diwawancarai oleh tim nuruljadid.net usai acara.

 

 

(Humas Infokom)

Asah Keterampilan, Panji Pelopor Selenggarakan Pelatihan Rutin

nuruladid.net – Panji Pelopor Putri Nurul Jadid menyelenggarakan pelatihan rutin tentang keprotokolan. Kali ini terdapat dua kegiatan inti, yakni tata krama dan administrasi. Pelatihan itu dilaksanakan pada hari Selasa (08/03/22) bertempat di Aula Mini Nurul Jadid.

Pelatihan ini merupakan agenda bulanan Panji Pelopor Nurul Jadid yang digelar sekali tiap bulannya dengan tema yang berbeda. Tujuan pelatihan ini ialah sebagai bekal pengurus panji pelopor untuk meningkatkan kualitas soft skill dan hard skill mereka. Sehingga mereka memiliki bekal yang cukup untuk menjalankan tugas yang diberikan ke depannya.

“Kegiatan ini dilakukan untuk mengasah kecakapan anggota Panji Pelopor dan melatih pelayanan yang professional,” tutur salah satu pembina Panji Pelopor putri kepada tim infokom.

Acara ini dimentori oleh Ibu Zakiyah, B. Z. M.Pd selaku narasumber materi tata karma, Misbahul Munir, S.Kom sebagai narasumber materi administrasi dan semua pengurus panji pelopor putri.

(Ibu Zakiyah tengah menyampaikan materi tentang Tata Krama pada pelatihan rutin Panji Pelopor Putri Nurul Jadid)

Pelatihan dimulai pukul 13.00 WIB dengan pematerian pertama tentang tata krama. Di dalam pemateriannya, Ibu Zakiyah menyampaikan bahwa modal utama yang harus dimiliki oleh seorang protokoler adalah tata karma yang baik. Karena itu merupakan hal yang paling urgent dalam dunia keprotokolan.

Ibu Zakiyah juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang belum dipahami seputar materi yang diberikan pada sesi pertama tersebut sebelum akhirnya pematerian berakhir.

(Ustaz Misbahul Munir tengah menyampaikan materi tentang Administrasi Perkantoran pada pelatihan rutin Panji Pelopor Putri Nurul Jadid)

Selang 15 menit break kemudian dilanjutkan pematerian kedua yang diisi oleh bapak Misbahul Munir terkait administrasi khususnya yang berlaku secara umum di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Bapak Misbah dalam pemateriannya juga menjelaskan pedoman pelaksanaan kegiatan ketatausahaan sebagai penunjang terlaksananya layanan organisasi yang ada di pesantren.

(Pembina Panji Pelopor Putri saat memberikan piagam penghargaan kepada narasumber Administrasi ustaz Misbahul Munir pada pelatihan rutin Panji Pelopor Putri Nurul Jadid)

Meski langit tampak mendung, pengurus Panji Pelopor tetap bersemangat menyimak semua pematerian yang diberikan dengan saksama. Di akhir acara, terdapat pemberian cinderamata oleh panitia yang diakhiri sesi foto bersama.

 

 

(Humas Infokom)

Peringatan Isra’ dan Mi’raj Wilayah Azzainiyah Berlangsung Khidmat dan Meriah

nuruljadid.net Dalam rangka memperingati Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, wilayah Azzainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) menggelar serangkaian kegiatan yang menarik dan edukatif pada Selasa hingga Rabu (22-23/02/2022) bulan lalu. Mulai dari tausiyah, nonton bareng hingga quiz berhadiah mampu membuat peringatan yang digelar perdana tersebut semakin meriah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh ketua panitia, Ustazah Windi Astutik. Menurut beliau, kegiatan yang baru pertama kali diadakan secara mandiri di PPNJ Putri tersebut terbilang sukses besar. Hal tersebut dapat dilihat dari partisipasi santri yang antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

“Alhamdulillah, meski perdana, kami isa menjalankan tugas kami dengan baik. Anak-anak juga senang,” tuturnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Meski begitu, sosok yang juga menjadi pengurus daerah Dewi Masyithah mengaku tidak mudah mengoordinir kegiatan yang masih perdana di tahun 2022. Namun, beliau berharap semoga kegiatan ini bisa berjalan setiap tahun dan bisa lebih baik kedepanya. Pasalnya, kegiatan semacam ini sangat penting untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

“Karena, semoga dengan adanya kegiatan ini dapat lebih menghayati perjalanan hidup Nabi, lebi-lebih agar menambah kecintaan terhadap beliau,” pungkasnya.

Pada hari pertama, acara diawali dengan seremonial yang dirangkai dengan pembacaan sholawat Nabi. Setelah itu, acara dilanjut dengan tausiyah yang diisi oleh Ustaz Saili Aswi. Namun sebelum itu, acara juga diisi dengan penganugrahan daerah terbaik I dan II.

Masing-masing diraih oleh daerah Robiatul Adawiyah (Gang B) dan daerah Sayyidah Maryam (Gang J). Kemudian penganugrahan Harisat (penjagaan jamaah) terbaik I dan II masing-masing oleh daerah Khadijah Al-Kubro (Gang F) dan Daerah Dewi Masyitah (Gang I).

Berlanjut hari kedua diisi dengan nonton bareng (nobar) Sirah Nabawiyah. Tetapi, sebelum film di putar tampak beberapa santri menampilkan Sholawat Kreatif membuat suasana lebih seru dan semarak. Keseruan pun berlanjut dengan quiz berhadiah seputar Isra’ dan Mi’raj. Panitia pun sampai kewalahan meladeni peserta yang berebut ingin menjawab pertanyaan.

Seneng banget, akhirnya saya bisa maju menjawab pertanyaan dan dapat hadiah,” ungkap Mira, salah satu santri yang beruntung meluapkan kebahagiaannya. (w24)

 

 

(Humas Infokom)

Tingkatkan Kreativitas dan Kekompakan Santri Lewat Club Competition

nuruljadid.net – Asrama unggulan SMA Nurul Jadid program IPS putri menggelar closing ceremony kegiatan Club Competition pada Kamis (03/03) lalu. Kegiatan yang berlangsung di Daerah Sayyidah Aisyah (Gang D) Wilayah Azzainiyah ini rutin digelar setiap tahun untuk meningkatkan kreativitas individu dan kemampuan berkelompok.

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk perlombaan antar kelompok yang ditentukan. Namun demikian, event ini tidak semata-mata hanya murni tentang persaingan saja. Hal tersebut disampaikan oleh ketua panitia, Diyah Shafa Abinata. Menurutnya, kegiatan seperti ini juga untuk mengasah skill.

“Tujuan dari acara ini ialah bukan semata-mata sebagai persaingan, melainkan sebagai ajang pertunjukan kreativitas dan kami menggunakan waktu untuk saling mengikat kekompakan dengan rakyat social selection (IPS Unggulan, Red),” ungkap saudari Diyah Shafa Abinita, selaku ketua panitia dalam acara tersebut.

(Para jawara Club Competition saat melakukan sesi foto bersama pada acara Closing Ceremony)

Dalam kegiatan ini diketahui bahwa panitia mewajibkan setiap anggota IPS Unggulan untuk membentuk sebuah kelompok. Untuk selanjutnya masing-masing kelompok diadu dalam berbagai macam lomba. Sehingga akan terpilih satu kelompok sebagai juara umum, dan satu kelompok sebagai juara favorit.

Tahun ini, jenis lombanya meliputi cerdas-cermat, master of ceremony (MC), speech, listening KGRE, news reading, spelling bee, masuk karung, tebak benda, dan information board. Dari berbagai macam kategori tersebut, juara umum dan favorit diraih oleh kelompok HERODOTUS.

Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota IPS Unggulan, dan beberapa pembina dari asrama IPS unggulan, serta kepala daerah Sayyidah Aisyah. (sdq)

 

 

(Humas Infokom)

Fantastis! Muhibbus Sholawat Sabet Terbaik I Fesban se-Jawa Timur

nuruljadid.net – Festival Shalawat Al-Banjari (Fesban) menjadi ajang kreativitas yang selalu ditunggu-tunggu oleh para grup pecinta shalawat Al-Banjari. Demikian pula dengan grup banjari Pondok Pesantren Nurul Jadid, Muhibbus Sholawat yang berhasil menjadi terbaik satu pada perhelatan Fesban se Jawa Timur kamis (03/03/2022) malam lalu.

Setelah sukses menggelar Fesban se-Nasional dalam rangka meperingati haul masyayikh dan harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Kamis, 17 Februari 2022 yang lalu. Kini mereka juga tak ketinggalan untuk berpartisipasi pada Fesban se-Jawa Timur yang diselenggarakan Pondok Pesantren Darul Lughah Wal Karomah, Kraksaan, Probolinggo.

Fesban ini diselenggarakan dalam ajang Festival KH. Ahmad Baidlowi untuk menyambut haul pendiri dan haflah imtihan ke-74 Pondok Pesantren Darul Lughah Wal Karomah yang dilaksanakan pada Kamis (03/03) malam lalu. Dalam waktu semalam, mulai ba’da shalat isya’ sampai dini hari mereka beradu skill memainkan banjari dan melagukan shalawat dengan kemampuan terbaik masing-masing.

(Grup Muhibbus Sholawat bersama tim melakukan foto bersama kepala BKOSS sekaligus pembina KH. Muhammad Makki Maimun Wafi)

Grup shalawat al-banjari Muhibbus Shalawat alhamdulillah mampu menyisihkan belasan grup lainnya dan berhasil membawa pulang trofi sebagai terbaik I pada festival shalawat al-banjari se-Jawa Timur tersebut.

Manajemen talent Muhibbus Shalawat Achmad Faqihatus Sholeh merasa bersyukur dan berharap terus bisa mencetak prestasi di jenjang yang lebih tinggi.

“Alhamdulillah kami merasa bersyukur, dengan persiapan yang sangat sedikit, teman-teman mampu memberikan yang terbaik, khususnya membuat pembina hadrah Gus Maimun tak pulang dengan wajah kecewa,” ungkap Faqih.

“Tentunya saya juga berharap prestasi ini tidak sampai disini saja, namun bisa meningkat ke jenjang yang lebih tinggi lagi, yaitu sampai tingkat nasional,” imbuhnya.

Salah satu personil Muhibbus Shalawat Ridwan Adi Wijaya menceritakan perjuangan mereka selama melakukan latihan untuk persiapan mengikuti Fesban tersebut.

“Jujur, untuk persiapan tak ada persiapan khusus, hanya mematangkan lagu yang memang sudah sering dibawakan ketika undangan, karena memang teman-teman masih disibukkan dengan mempersiapkan konten ramadhan” ungkap Ridwan saat diwawancarai oleh tim nuruljadid.net.

(Grup Muhibbus Sholawat melakukan sesi foto bersama kepala BKOSS sekaligus pembina KH. Muhammad Makki Maimun Wafi)

Grup Muhibbus Sholawat hadir ke lokasi dinahkodai oleh Kepala Bidang Koordinasi Olahraga dan Seni Santri (BKOSS) yang sekaligus sebagai pembina KH. Muhammad Makki Maimun Wafi.

“Dukung dan sambung doa terus untuk Muhibbus Shalawat, tunggu prestasi kami selanjutnya!” pungkas Ridwan dengan semangat menutup sesi wawancara.

 

(Humas Infokom)

Bekali Santri Menjelang Libur Ramadhan, Pengurus Putri Adakan Praktik Ibadah

nuruljadid.net – Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid wilayah putri menjelang liburan Ramadhan mengadakan acara praktik ibadah di aula I pesantren, mengangkat tema “Tajhizul Mayyit” dengan menghadirkan pemangku wilayah Ma’had Aly Nurul Jadid yang juga dikenal wilayah Al-Amiri (J) Ny. Hj. Lathifah Wafi sebagai penyaji di acara tersebut hari kamis (03/03/2022) malam.

Tajhizul Mayyit atau mengurus jenazah adalah materi penting yang perlu dikuasai santri tentang bagaimana tata cara mengurus jenazah. Hal ini merupakan kebutuhan di masyarakat yang santri perlu pelajari dan kuasai.

(Penyaji Ny. Hj. Lathifah Wafi saat menjelaskan tata cara mengurus jezanah dengan alat praktik di aula 1 pesantren)

Ny. Hj. Lathifah Wafi dalam penyampaiannya menggunakan beberapa alat peraga untuk mempermudah santri memahami penjelasan beliau. Beberapa alat yang beliau gunakan seperti peralatan untuk memandikan jenazah, kain kafan, boneka sebagai mayyitnya, bunga, tempat memandikan jenazah, dan peralatan pendukung lainnya.

Tidak hanya mengupas tuntas tentang mengurus jenazah, beliau juga menjelaskan hal-hal terkait dengan mengurus orang yang sudah sakaratul maut.

(ketua panitia ustazah Yumna Diana Margaleta saat memberikan sambutan pada acara praktik ibadah)

“Tujuan diadakannya acara ini ialah untuk membekali santri saat terjun ke masyarakat agar bisa mengurus jenazah dengan baik” ungkap ustazah Yumna Diana Margaleta selaku ketua panitia dari acara tersebut.

Liburan ramadhan santri yang kurang dari satu bulan ini dimanfaatkan dengan baik oleh pengurus putri dengan kegiatan positif bagi santri agar kelak mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman yang mumpuni tentang praktik ibadah khususnya tajhizul mayyit.

(Tamu undangan dan peserta praktik ibadah saat mengikuti kegiatan tata cara mengurus jenazah)

Acara ini dihadiri oleh seluruh mu’allimat Pondok Pesantren Nurul Jadid, beberapa ahlul bait dan juga beberapa pengurus pusat putri Pondok Pesantren Nurul Jadid.

(Wakil kepala Biro Kepesantrenan Ny. Mamnuhatur Rohmah saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Tajhizul Mayyit)

“Dalam kegiatan ini harus dengan praktek. Mengapa praktik? Agar santri bisa lebih paham. Karena kalau hanya materi saja tidak cukup,” ungkap Ny. Mamnuhatur Rohmah selaku wakil kepala Biro kepesantrenan Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kegiatan kali ini dikhususkan kepada para muallimat sebagai kaderisasi pengurus untuk bisa ditularkan kepada anak didiknya di masing-masing wilayah.

(Penyerahan piagam penghargaan kepada penyaji Ny. Hj. Lathifah Wafi oleh wakil Kepala Biro Kepesantrenan Ny. Mamnuhatur Rohmah)

Acara kemudian diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan kepada penyaji Ny. Hj. Lathifah Wafi dan ditutup dengan pembacaan doa demi keberkahan dan kebermanfaat ilmu yang disampaikan kepada seluruh peserta.

 

(Humas Infokom)

Nurul Jadid Galakkan ‘Herd Immunity’ dengan Vaksin Booster

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid terus menggalakkan program vaksinasi untuk santri dan pengurus pesantren, kali ini dosis 2 dan 3 (booster) untuk akselerasi herd immunity. Kegiatan ini lanjutan dari vaksinasi serentak Indonesia bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah (Polda) Jawa Timur. Ini merupakan rangkaian program vaksinasi serentak bersama polda tersebut yang dilaksanakan pada Senin, 28 Februari 2022 bertempat di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pasalnya, kebijakan ini merupakan bentuk ikhtiar pesantren untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 dan variannya serta turut mendukung program pemerintah dalam memaksimalkan target tercapainya kekebalan masyarakat atau herd immunity.

Wakil pelaksana harian klinik Az-zainiyah Ahmad Kholid Fauzi mengatakan bahwa pemberian vaksin secara aktif kepada santri serta Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Nurul Jadid akan memaksimalkan target tercapainya kekebalan komunal atau herd immunity paling tidak di lingkup pesantren sendiri yang sudah hampir 100 % untuk dosis 1.

“Akselerasi vaksinasi tersebut merupakan cara yang paling efektif dan efisien untuk membentuk kekebalan komunal yang ingin kita capai,” kata Kholid.

(Foto santri sedang mengisi pendaftaran sebelum melakukan suntik vaksin booster)

Dia menambahi, bahwa kegiatan vaksinasi ini menargetkan sebanyak 1.500 dosis vaksin disuntikkan terhitung sejak tanggal 24 sampai dengan 28 Februari 2022. Tipe Vaksin yang disuntikkan adalah Astra Zaneca dan Pfizer. Sementara itu, untuk dosis vaksin yang tersedia tidak hanya vaksin booster atau vaksin dosis ketiga saja, namun mereka juga memfasilitasi vaksin 2 untuk santri yang belum menerima vaksin dengan dosis tersebut.

“Kegiatan vaksinasi ini hanya menyasar kepada santri yang berusia diatas 18 tahun, juga kepada seluruh pengurus pesantren, guru dan tenaga kependidikan (GTK) Nurul Jadid yang telah memenuhi syarat untuk ikut vaksinasi booster ini minimal 6 bulan setelah vaksin terakhir,” jelas Kholid.

(Dua orang pengurus pesantren (tengah) menerima obat dan kartu vaksin dari petugas vaksinator)

Sementara itu, staf administrasi klinik Az-Zainiyah Ahmad Kasiful Anwar juga memaparkan persentase capaian santri Nurul Jadid yang sudah divaksin pada akhir bulan Februari 2022.

“Sampai saat ini, persentase Santri Nurul Jadid yang sudah melaksanakan vaksin dosis pertama sebanyak 98%, kemudian untuk vaksin dosis kedua itu sebanyak 87% belum termasuk santri yang tidak terdata karena melaksakan suntik vaksin di rumahnya,” papar Anwar.

Di sisi lain, Anwar kembali mengingatkan kepada seluruh santri untuk terus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, termasuk kepada santri yang sudah menerima vaksin.

“Kami harap seluruh santri tetap waspada dengan terus memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku, dan senantiasa disiplin mengikuti program vaksinasi, karena sudah menjadi syarat ketika terbang, berlabuh atau perjalanan darat lintas provinsi dan pulau saat pulang liburan ke daerah masing-masing” pungkas Anwar.

 

(Humas Infokom)

Meski Diguyur Hujan dan Padam, Santri Tetap Semangat Ikuti Pengajian Umum Haul dan Harlah ke-73 Hingga Usai

nuruljadid.net – Acara peringatan haul masyayikh dan harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali terlaksana dengan meriah pada Minggu (27/02) malam lalu. Meskipun sempat diguyur hujan deras ribuan santri tetap bertahan mengikuti pengajian hingga usai. Selain santri, pengajian umum malam itu dihadiri perwakilan P4NJ se tanah air, dewan pengasuh, pengurus pesantren, dosen, guru dan karyawan walaupun tidak semua namun acara tetap berjalan khidmat.

Uswatun Hasanah selaku koordinator acara panitia putri menuturkan dalam pelaksanaan acara tersebut panitia bekerjasama dengan bagian keamanan, perlengkapan dan panji pelopor untuk membantu mengkondisikan santri yang kehujanan di lokasi acara. Hal ini tentu agar acara dapat berjalan dengan lancar.

(Terlihat panitia nampak sedang mengkondisikan santri di tengah guyuran hujan deras pada acara pengajian umum haul dan harlah ke-73)

“Kami bekerjasama dengan bagian perlengkapan dan persidangan yang bertugas menyediakan LCD di masing-masing titik, dan bagian keamanan karena ini paling urgent untuk mengatur dan menertibkan santri apalagi di tengah guyuran hijan, kami juga meminta perwakilan 27 orang dari panji pelopor untuk terjun membantu,” ujarnya.

Salah satu hal yang paling berkesan ketika acara berlangsung yakni ketika turun hujan deras dan padam sejenak. Sehingga acara tertunda sementara sampai hujan cukup reda dan listrik hidup kembali. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat santri untuk tetap hadir dan mengikuti pengajian sampai tuntas.

(Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini saat baru tiba menyambut tamu didampingi KHR. Ach. Azaim Ibrahimy pengasuh Pondok Pesantren Salafiayh Syafi’iyah Sukorejo Situbondo sekaligus penceramah pada acara pengajian umum haul dan harlah ke-73)

“Semangat santri untuk tetap ikut acara meski hujan deras jujur menjadi pemicu semangat kami untuk tetap optimis bekerja keras bagaimana acara tetap berjalan sebaik mungkin, ditambah melihat pengasuh beserta ahlul bait serta KHR. Ach. Azaim Ibrahimy yang bersedia rawuh ke tempat acara, semangat kami kian terpacu,” ujar gadis yang akrab disapa ustazah Uswah itu.

Ustaz Khofifuddin ketua panitia putra juga menyampaikan kepanikan dan kekhawatirannya jika hujan tidak berhenti, karena kondisi atap terop yang menjadi genangan air.

“Alhamdulillah, sejak kerawuhan pengasuh beserta ahlul bait lainnya tidak lama kemudian hujan mulai mereda, kami pun lega dan bersyukur, sehingga para tamu undangan mulai banyak yang berdatangan yang awalnya hanya dipenuhi oleh santri,” aku ustaz Khofifuddin dengan haru.

(tamu undangan dan santri terlihat khusyuk saat pembacaan sholawat nabi di sisa gemericik hujan pada acara pengajian umum haul dan harlah ke-73)

Kondisi santri dan tamu undangan berangsur khidmat ketika acara dimulai dan masuk pada pembacaan sholawat nabi yang dibawakan oleh Firhaz Nurul Jadid. Lebih dari itu, sambutan pengasuh yang menyejukkan hati dan dawuh beliau bahwa hujan adalah pembawa rahmat yang insyaallah acara pengajian itu dimaqbul oleh Allah menambah suasana hati seluruh panitia tenang dan bahkan sangat bersyukur sambil mengamini.

Ketua SC haul dan harlah Haris Firdaus menguatkan panitia agar tidak terbawa panik karena hujan adalah gejala alam yang tidak bisa diprediksikan, panitia hanya perlu fokus mengkondisikan acara dan para santri agar tetap tertib sambil berdo’a semoga hujan tersebut membawa rahmat dan hikmah untuk kita semua.

Beliau juga berharap semoga peringatan haul masyayikh dan harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid ke depan dapat berjalan seperti tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19. “Kita semua berdo’a semoga haul dan harlah selanjutnya bisa segera kembali normal sehingga alumni, wali santri dan simpatisan Nurul Jadid bisa turut menghadiri bersama tabarukkan dan mendoakan langsung di pesantren tercinta kita ini,” harapnya diakhir wawancara.

(Meskipun hujan pada awalnya santri sempat panik namun tetap mengikuti acara pengajian umum hingga usai dengan tertib dan khidmat)

Terkait hal ini, para santri menganggap derasnya hujan tak menghalangi semangat dan antusiasme mereka mengikuti acara ini hingga akhir. Terlihat dari banyaknya santri yang bertahan meski basah kuyup saat berada di lokasi acara. “Biar hujan, yang penting saya bisa hadir di barisan paling depan,” ungkap salah satu santri putri wilayah Zait bin Tsabit putri.

“Saya dari Sumba NTT, saya hanya ingin tabarrukan, meskipun hujan, saya tetap ingin dan harus mengikuti pengajian dalam rangka haul dan harlah ini yang diadakan hanya setahun sekali dan semoga kami dapat barokah para masyayikh dan almarhumin serta kelak berkumpul bersama beliau-beliau, Amin,” ungkap salah satu santri putra menutup wawancara nuruljadid.net

 

(Humas Infokom)

Malam Puncak Pengajian Umum Haul Masyayikh dan Harlah ke-73, Terasa Syahdu Bersama Guyuran Hujan Berkah

nuruljadid.net – Malam puncak pengajian umum haul masyayikh dan harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid tetap dilaksanakan di halaman pesantren Minggu (27/02) malam meski diguyur hujan deras. Sekitar pukul 20.00 WIB hujan tiba-tiba turun deras di saat acara baru dimulai, suasana seketika berubah kacau karena para santri berlarian mencari tempat berteduh.

Pada awalnya panitia cukup panik karena semua tempat tergenang air dan kursi VVIP basah terkena air hujan dari atap terop yang bocor. Sempat diinstruksikan untuk pindah ke Aula atau Masjid Jami, sampai akhirnya setengah jam berjalan pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini rawuh dan menduduki kursi VVIP yang tidak terlalu kering meski panitia telah mengelapnya. Akhirnya, acara pun tetap berlangsung.

Acara dibuka dengan pembacaan al-fatihah dipandu oleh ustaz Dimas Eko Cahyono selaku pembawa acara. Hujan pun mulai reda, para tamu undangan perwakilan P4NJ dan alumni mulai memenuhi tempat acara. Santri yang semula menempati kursi kosong tempat tamu undangan dialihkan ke Aula 2 pesantren dan menyaksikan secara virtual dengan videotron. Sedangkan putri disentralkan di masjid jami’ dengan layar LCD proyektor.

Usai pembacaan ayat suci al-qur’an oleh ustaz Syaikho yang juga alumni, acara dilanjutkan pembacaan sholawat nabi yang menambah kekhidmatan, kesyahduan dan keterharuan acara pengajian yang dipimpin oleh Firqoh Hadrah Az-Zainiyah (FIRHAZ) dan diikuti oleh ribuan santri dan ratusan tamu undangan yang hadir.

(Potret Tim Firqoh Hadroh Az-Zainiyah (FIRHAZ) memimpin pembacaan sholawat nabi dengan khidmat)

Dalam sambutannya, pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini menyampaikan rasa syukur bisa berkumpul bersama dalam acara haul dan harlah ke-73 serta ucapan terima kasih kepada seluruh undangan khususnya KHR. Ach. Azaim Ibrahimy pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Safi’iyah Sukorejo, Dr. KH. Muhammad Haris Damanhuri salah seorang Pengasuh Pondok Pesantren  Zainul Hasan Genggong, KH. Masrur salah seorang Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qodim, Kyai Imam Kusairi pengurus Jatman cabang Kraksaan beserta seluruh dewan pengasuh, dewan pengurus, para ibu nyai dan seluruh santri yang telah meluangkan waktunya untuk hadir pada acara tersebut.

“Alhamdulillah bersyukur kehadirat Allah SWT, malam ini kita dipertemukan kembali dalam salah satu rangkaian acara peringatan haul masyayikh dan harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid, dan ini adalah puncak peringatan haul. Alhamdulillah bersamaan dengan turunnya rahmat Allah, sebab ini juga bisa menghemat listrik karena kipas angin tidak perlu dihidupkan,” dawuh beliau yang mengundang senyum para hadirin.

(Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini tengah menyampaikan sambutan di depan ribuan santri dan tamu undangan)

Beliau melanjutkan “menurut sebagian para masyayikh apabila suatu acara disertai hujan yang merupakan rahmat Allah, insyaallah itu menandakan acara tersebut dimaqbul oleh Allah SWT,” dawuhnya yang diamini seluruh hadirin.

Beliau mengajak seluruh hadirin untuk berdoa semoga pertemuan malam itu disertai ridho dan ma‘unah dari Allah SWT sehingga membawa keberkahan dan Pondok Pesantren Nurul Jadid senantiasa dalam perlindungan Allah agar terus berkembang dan eksis dengan berpegang teguh pada nilai-nilai yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

KHR. Ach. Azaim Ibrahimy hadir tidak hanya sebagai tamu undangan melainkan beliau juga diberi mandat oleh pengasuh untuk memberikan mauidloh hasanah sebagai badal dari kedua muballigh Habib Umar Muthohar dan KH. Agoes Ali Mashuri yang berhalangan hadir dikarenakan kondisi kesehatan yang kurang baik.

(Pengasuh PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo KHR. Ach. Azaim Ibrahimy sedang memberikan mauidloh hasanah setelah sambutan oleh pengasuh)

Merespon hal tersebut, kiai Azaim melontarkan candaan bahwa mandatnya kali ini lebih kepada membayar hutang. Pasalnya, beliau berhalangan hadir ketika diundang mengisi ceramah Maulid tahun lalu.

majher otang (membayar hutang). Semoga dianggap lunas oleh pengasuh,” canda beliau disambut gelak tawa seluruh hadirin.

Mengawali ceramahnya beliau menyampaikan “tongghel guruh (satu guru), kita bersaudara meski dari rahim yang tak sama namun kita adalah satu rahim Nurul Jadid, hafidzokumullah jami’an,” tutur beliau disambut tepuk tangan meriah oleh seluruh hadirin.

Dalam ceramahnya kali ini, beliau banyak menyinggung pengalamannya dikala menimba ilmu di Nurul Jadid. Tak hanya itu, beliau juga menekankan kepada seluruh santri bahwasannya ketika kita pulang atau boyong dari pesantren jangan sampai lupa terhadap guru kita karena ustaz populer di medsos.

“Jangan pernah melupakan guru kita karena ustaz populer di medsos. Jangan-jangan kita yang belum kenal dengan siapa masyayikh kita yang sebenarnya, padahal merekalah orang yang mengajarkan kebaikan dunia dan akhirat kepada kita. Ingatlah maya itu semu yang menjadikan tidak jelas keagamaannya padahal masyayikh kita dikenal dan masyhur di langit sekalipun tidak terlalu populer di dunia maya,” sambungnya.

(Dr. KH. Muhammad Haris Damanhuri sedang menutup acara dengan pembacaan do’a)

Acara pengajian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Dr. KH. Muhammad Haris Damanhuri yang sebelumnya diawali dengan pantun.

 

Link YouTube : https://www.youtube.com/watch?v=xhgdSMwtU2Y

 

(Humas Infokom)

 

Haul Masyayikh Berlangsung Khidmat, Pembacaan Tahlil dan Tawassul Menambah Keterharuan

nuruljadid.net – Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo mulai dilaksanakan pada hari Minggu (27/02/22) pagi. Acara tersebut bertempat di halaman depan Kantor Pesantren. Kegiatan inti dimulai dengan acara haul masyayikh dengan pembacaan tawassul, tahlil dan manaqib yang pahalanya dihadiahkan kepada para almarhumin.

Tahun ini, pagelaran haul dan harlah sudah mulai kembali megah seperti tahun sebelum pandemi. Pasalnya, panitia sudah mulai mendatangkan tamu dari luar dalam hal ini perwakilan P4NJ namun tetap dengan proses screening vaksin dan protokol kesehatan.

(KH. Hefny Mahfudz memimpin pembacaan tawassul pada acara haul masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Acara haul dihadiri oleh dewan pengasuh KH. Fadlurrahman Zaini, pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini, Habib Muhammad Ba’ali, KH. Zainul Mun’ien, KH. Muhammad Makki Maimun Wafi dan KHR. Ach. Azaim Ibrahimy Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Sukerejo Situbondo serta keluarga pengasuh lainnya dan tamu undangan perwakilan pengurus P4NJ se nusantara, santri putra dan putri.

(KH. Moh. Mahfudz Faqih memimpin pembacaan Yasin pada acara haul masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Acara dimulai tepat pukul 09.00 WIB yang diawali dengan pembacaan tawassul yang dipimpin oleh KH. Hefni Mahfudz pemangku wilayah Zaid Bin Tsabit. Dilanjutkan pembacaan surah Yasin yang dipimpin oleh KH. Moh. Mahfudz Faqih Zawawi Mun’im kepala Banwas Nurul Jadid. Sedangkan   pembacaan tahlil dipandu langsung oleh Habib Muhammad bin Hasan Ba’aly.

(Habib Muhammad Bin Hasan Ba’aly memimpin pembacaan tahlil pada acara haul masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Dalam sambutannya, pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa menggelar acara haul dan harlah ini untuk umum karena kondisi yang belum memungkinkan.

Selain itu, beliau juga memohon doa dari seluruh hadirin baik yang datang secara langsung maupun secara virtual untuk para almarhumin Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

(KH. Moh. Zuhri Zaini saat memberikan sambutan pada acara haul masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid)

“Kami juga mohon doa, mudah-mudahan para masyayikh yang kita hauli di alam barzah sana akan diberi kegembiraan oleh Allah utamanya dengan berkumpulnya kita disini. Dan kita mudah-mudahan terus bisa nyambung dengan beliau-beliau serta bisa meneladani pengabdian, kiprah perjuangan, peran-peran, serta akhlak beliau khususnya kami sebagai khodim-khodim di pondok ini, mudah-mudahan oleh Allah selalu diberi kemampuan, diberi taufik hidayah untuk bisa mengemban amanah ini melanjutkan perjuangan para salafunas sholeh.” Dawuh KH. Moh. Zuhri Zaini dalam sambutannya.

(KH. Zainul Mun’iem menyampaikan Manaqib pada acara haul masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Acara dilanjutkan pembacaan manaqib oleh KH. Zainul Mun’iem. Beliau menceritakan kisah perjalanan dan perjuangan hidup KH. Zaini Mun’im, mulai dari tanah kelahiran, hingga mendirikan pesantren Nurul Jadid. Menariknya, beliau juga menceritakan kisah hidup kyai yang tidak banyak orang tahu, yakni kyai dulu adalah sosok pendekar hebat. Ditambah lagi sejarah singkat kepribadian dari putra-putra beliau yang juga luar biasa karomah dan akhlaqnya.

(KH. Fahmi Abdul Haq Zaini memimpin pembacaan qosidah tawassul pada acara haul masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Usai manaqib, acara berikutnya adalah pembacaan qasidah tawassul karya KH. Zaini Mun’im yang dipimpin oleh KH. Fahmi Abdul Haq Zaini. Pembacaan tawassul diikuti oleh seluruh hadirin dan para santri menciptakan suasana kuhidmat dan syahdu.

(KH. Ach. Azaim Ibrahimy saat memimpin pembacaan do’a pada acara haul masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Agenda terakhir pada acara haul masyayikh pagi itu adalah pembacaan doa yang dipimpin oleh KHR. Ach. Azaim Ibrahimy pengasuh Pondok Pesantren Syalafiah Syafiiah Sukorejo Situbondo sekaligus penutup acara haul siang itu.

 

Link YouTube haul masyayikh : https://www.youtube.com/watch?v=Q24lbLNskaM

 

(Humas Infokom)

Haul dan Harlah ke-73, Santri Putri Gelar Semaan Alquran Serentak di Seluruh Wilayah

nuruljadid.net Mendekati puncak acara Haul Masyayikh dan Hari Lahir ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) dimeriahkan oleh berbagai rangkaian acara. Tak ketinggalan, demi menambah berkah acara tersebut, panitia menggelar Semaan Alquran pada Jumat (25/02). Untuk wilayah putri sendiri, semaan digelar di seluruh wilayah serentak.

Kegiatan tahunan ini diawali dengan pembukaan sehari sebelumnya, tepatnya pada Kamis (24/02) malam. Dalam sambutannya, ustazah Sri Wahyuni selaku ketua panitia menyampaikan bahwa acara tersebut selalu menjadi rutinitas sebelum puncak acara haul dan harlah.

(Santri putri Pondok Pesantren Nurul Jadid sedang melaksanakan Semaan Al-Qur’an di wilayahnya dalam rangka memperingati haul masyayikh dan harlah ke-73)

Selain itu, kegiatan tersebut merupakan puncak dari kegiatan pembacaan khatmil Qur’an dan pembacaan samadiyah yang telah dilaksanakan mulai 07 sampai dengan 24 Februari lalu. Kali ini, kedua pembacaan itu telah mencapai 730 ribu kali pembacaan somadiyah dan 730 kali khatam al-Qur’an. “Dan semaan ini merupakan penutup dari rangkaian pembacaan tersebut,” ungkap beliau.

Masih menurut beliau, kegiatan semaan Alquran ini dimaksudkan sebagai ucapan terimakasih dan hadiah yang dihaturkan kepada masyayikh dan tenaga pengajar yang telah berjasa pada santri dan pondok pesantren. “Semoga kita diakui menjadi santri kyai Zaini dan mendapatkan berkah dari beliau,” harap ustazah Yuni yang diaminkan seluruh hadirin.

(Santri putri Pondok Pesantren Nurul Jadid sedang melaksanakan Semaan Al-Qur’an di wilayahnya dalam rangka memperingati haul masyayikh dan harlah ke-73)

Kegiatan tersebut dibuka oleh ustazah Sulistyawati dan dilanjutkan dengan pembacaan Alquran bil ghaib 30 juz yang berpusat di mushalla wilayah Azzainiyah. Tak hanya itu, kesokan harinya, para hafizhah dari Pusat Pendidikan Ilmu Alqur’an (PPIQ) putri berpencar untuk membaca di wilayah Al-Hasyimiyah, Fatimah Az-Zahra, Nasyi’atul Hamidiyah dan Al-Lathifiyah.

Wilayah Al-Mawaddah dan Zaid bin Tsabit (K), semaan Alquran digelar oleh lembaga tahfidz internal masing-masing. “dengan semaan Alquran ini Semoga santri bisa mendapat kebahagiaan, keselamatan, dan keberhasilan,” harap ustazah Sulis.

(Santri putri Pondok Pesantren Nurul Jadid sedang membaca doa khotmil Al-Qur’an di wilayahnya dalam rangka memperingati haul masyayikh dan harlah ke-73)

Semaan ditutup malam harinya dengan shalawat nabi dan doa khatmil Qur’an yang dipimpin langsung oleh ustazah Sri Wahyuni. (w24)

 

(Humas Infokom)

Halaqah Alumni Perkuat Konsep dan Strategi Melalui Rapat Komisi dan Sidang Pleno

nuruljadid.net – Pagelaran Halaqah Alumni dalam rangka memeriahkan Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan rapat komisi dan pleno bersama seluruh peserta alumni yang tergabung dalam Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) dari berbagai daerah di Indonesia pada sabtu (26/02) malam.

Pasalnya, rapat komisi ini dibagi dalam tiga kelompok, komisi I membahas materi seputar keagamaan dan kepesantrenan bertempat di Aula KH. Zaini Mun’im, komisi II bidang pendidikan berlokasi di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid, dan materi III di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid tentang sosial ekonomi.

(Suasana rapat komisi I kepesantrenan dan keagamaan dipimpin oleh KH. Syamrowi Dhomair di Aula KH. Zaini Mun’im)

Rapat komisi dimulai sejak pukul 20.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Sedangkan sidang pleno sendiri diadakan setelah rapat komisi selesai di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid yang diikuti oleh seluruh peserta halaqoh alumni dari masing-masing rapat komisi.

Ketua panitia halaqah alumni tahun 2022 ust. Syaiful Anam menjelaskan tujuan diadakannya rapat komisi dan sidang pleno ini adalah untuk intensifikasi pembahasan materi masing-masing yang diplenokan untuk disepakati. Implikasinya adalah peguatan peran dan fungsi pesantren serta alumni dalam pelayanan di tengah masyarakat.

(Suasana rapat komisi I kepesantrenan dan keagamaan dipimpin oleh Drs. A. Fathurrazi Qodir, M.Pd. di Aula II PP. Nurul Jadid)

“harapannya Pondok Pesantren Nurul Jadid mampu menjadi pesantren mandiri secara ekonomi dan tetap istiqomah dalam tafakkuh fi addin melalui tarbiyah wa ta’lim. Di samping itu, antar pesantren, alumni dan masyarakat dapat bersimbiosis mutualisme dengan sharing program yang bisa bermanfaat untuk kemaslahatan bersama,” ungkap ust. Syaiful Anam

Rapat Komisi I dipimpin KH. Syamrowi Dhomair, komisi II dinahkodai kepala bidang Biro Pendidikan Drs. H. Fathorrazi Qodir, M.Pd dan komisi III dipimpin langsung oleh kepala Biro Pengembangan KH. Faiz Abdul Haq Zaini.

(Suasana rapat komisi I kepesantrenan dan keagamaan dipimpin oleh KH. Faiz Abdul Haq Zaini di Aula I PPNJ)

Ustaz Syaiful Anam menambahkan, setiap komisi membahas programnya di masing-masing forum, lalu memaparkannya hasil rapat komisi di sidang pleno. “Malam itu kita sudah adakan rapat komisi, yang mana hasilya dibahas pada sidang pleno. Masing-masing ketua komisi memaparkan hasil pembahasannya untuk disetujui oleh siding pleno. Semoga hasil forum tersebut dapat terealisasi dan didukung oleh seluruh pihak ke depannya,” imbuh ust. Syaiful Anam menutup wawancara bersama nuruljadid.net

 

(Humas Infokom)

Seminar Halaqoh Alumni Fokus Optimalisasi Peran Alumni dalam Pelayanan Masyarakat

nuruljadid.net – Pesatnya perkembangan informasi dan teknologi di era disruptif ini, menuntut seluruh elemen lapisan masyarakat tidak terkecuali santri dan alumni pesantren untuk terus beradaptasi dengan melakukan penyesuaian dan perubahan. Menjawab tantangan ini, panitia halaqoh alumni menghelat seminar bertajuk “optimalisasi peran alumni dalam pelayanan masyarakat” di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid (26/02/2022).

Seminar dilaksanakan usai pembukaan halaqoh alumni sekitar pukul 16.45 WIB yang sejatinya dimulai pukul 15.30 WIB. Terjadi molornya waktu disebabkan kedatangan peserta halaqoh yang tidak seragam dari berbagai daerah di tanah air serta proses screening protokol kesehatan yang cukup memakan waktu.

(Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini, Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid, Kepala Banwas KH. Moh. Mahfudz Faqih, Kepala Biro Pendidikan K. Moh. Imdad Robbani dan ketua P4NJ Pusat KH. Junaidi Mu’thi tengah menyimak acara seminar)

Seminar ini diikuti seluruh peserta halaqoh alumni perwakilan P4NJ se Nusantara. Nampak pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini, kepala pesantren KH. Abdul Hamid Wahid, kepala Banwas KH. Moh. Mahfudz Faqih, kepala Biro Pendidikan K. Moh. Imdad Robbani dan ketua P4NJ pusat KH. Junaidi Mu’thi tengah menyimak dengan khidmat acara seminar tersebut dengan tamu undangan lainnya.

Moderator seminar bapak Dr. Aliwafa, M.Pd.I setelah menyampaikan pengantar langsung mempersilahkan narasumber untuk naik ke panggung Aula 1 pesantren. Hadir dua narasumber pada seminar tersebut, K. Muhammad Al-Fayyadl dan Prof. Dr. Moh. Dahlan, M.Ag.

(Narasumber pertama Kiai Muhammad Al-Fayyadl sedang menyampaikan materi pada Seminar Halaqoh Alumni)

Kiai Muhammad Al-Fayyadl selain sebagai mudir ma’had aly Nurul Jadid juga kiai muda yang aktif di kegiatan sosial kemasyarakatan lulusan universitas di Perancis. Beliau menyampaikan materi pertama yang berfokus pada aktualisasi nilai-nilai pesantren dalam praktik keagamaan di tengah masyarakat.

Materi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Moh. Dahlan, M.Ag. seorang alumni Nurul Jadid yang memiliki karir akademik sangat baik dan mendapatkan gelar professor di usia cukup muda dari Universitas Islam Negeri Lampung yang sebelumnya institut merupakan salah satu prestasi beliau ikut terlibat dalam proses upgrading dari institut ke universitas.

(Narasumber kedua Prof. Dr. Moh. Dahlan, M.Ag sedang menyampaikan materi pada Seminar Halaqoh Alumni)

Prof. Dr. Moh. Dahlan, M.Ag. menyampaikan materi peluang dan tantangan jaringan alumni pesantren dalam mengembangkan pendidikan di masyarakat. Hal ini disampaikan agar para alumni Nurul Jadid ikut terlibat dan berperan aktif dalam pengembangan pendidikan di masyarakat tempat mereka mengabdi.

(Bapak Juleini pengurus P4NJ luar negeri sedang menyampaikan pertanyaan pada seminar halaqoh alumni)

Usai pematerian terdapat dua penanya, salah satunya bapak Juleini pengurus P4NJ luar negeri berdomisili di Batam. Beliau menyampaikan bagaimana pesantren dan alumni Nurul Jadid dapat memanfaat peluang di berbagai kesempatan untuk memperluas jaringan serta jangkauan hingga luar negeri, khususnya penguatan jaringan di beberapa negara tetangga.

Terbatasnya waktu, membuat kegiatan seminar halaqoh alumni tersebut harus segera diakhiri karena menjelang maghrib. Seusai acara seminar peserta diarahkan ke ruang ramah-tamah untuk makan dan dilanjutkan sholat berjamaah maghrib di Masjid jami’ kemudian acara doa dan dzikir di maqbaroh atau astah para masyayikh dipimpin oleh KH. Fahmi AHZ kepala Biro Kepesantrenan Nurul Jadid.

 

(Humas Infokom)

 

Pembukaan Halaqoh Alumni, Momentum Reuni Kembali Mengabdi

nuruljadid.net – H-1 menjelang peringatan haul masyayikh dan harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid, pembukaan seremonil Halaqoh Alumni digelar Sabtu (26/02/2022) sore di Aula 1 pesantren. Acara ini dihadiri langsung oleh pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini, kepala pesantren KH. Abd. Hamid Wahid dan ketua P4NJ pusat KH. Junaidi Mu’thi beserta pimpinan pesantren juga pengurus P4NJ se nusantara.

Halaqoh alumni perdana di tahun 2022 ini mengusung semangat optimalisasi peran alumni dalam pelayanan masyarakat tampil berbeda dari biasanya. Pasalnya, tahun ini konsep acara dipersiapkan cukup matang oleh panitia penyelenggara. Tidak sekedar berkumpul, namun peserta halaqoh dibagi menjadi tiga komisi kepesantrenan dan keagamaan, pendidikan, dan sosial ekonomi.

(Ketua P4NJ pusat KH. Junaidi Mu’thi menyampaikan laporan pada pembukaan Halaqoh Alumni 2022)

Peserta yang hadir pun membludak dari kuota daftar undangan yang telah ditentukan sebelumnya. Data yang terhimpun sampai H-1 pelaksanaan halaqoh terdapat 250 peserta, namun pada hari pelaksanaan jumlah peserta yang hadir mencapai 400 orang. Hal ini disinyalir karena kerinduan yang teramat sangat para alumni kepada almamaternya Nurul Jadid.

Ketua P4NJ pusat KH. Junaidi Mu’thi dalam laporannya menyampaikan rasa syukur karena akhirnya momentum yang ditunggu-tunggu bisa silaturrahmi ke Nurul Jadid terealisasi.

“Alhamdulillah pada kesempatan kali ini, kita bisa bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, tidak hanya untuk reuni dan nostalgia melainkan untuk kembali mengabdi, meluangkan waktu dan memberikan kontribusi pemikiran terbaik demi kemajuan pesantren dan peran alumni di tengah masyarakat agar tetap satu visi,” dawuh KH. Junaidi Mu’thi di acara pembukaan Halaqoh Alumni.

(Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini, Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid dan Ketua P4NJ pusat KH. Junaidi Mu’thi terlihat duduk dalam satu meja pada acara Halaqoh Alumni)

Junaidi Mu’thi juga melaporkan terkait rekapitulasi data khotmil qur’an dan bacaan somadiyah yang dihimpun dari seluruh koordinator P4NJ di tanah air. Beliau juga mengungkapkan rasa terimakasihnya atas partisipasi alumni yang kompak meskipun dalam jangan waktu singkat.

Berdasarkan data, KH. Junaidi mengumumkan tiga P4NJ dengan pencapaian khotmil qur’an dan somadiyah terbanyak. Dengan senyum tertahan beliau mengucapkan selamat kepada P4NJ Situbondo yang menduduki posisi pertama disusul P4NJ Lumajang dan P4NJ Probolinggo Barat. Kemudian beliau tertawa kecil karena P4NJ Bondowoso yang menjadi basis beliau tidak masuk jajaran tiga terbanyak. Hal ini pun disambut tawa gelak seluruh hadirin pada acara halaqoh tersebut.

(Kepala pesantren KH. Abdul Hamid Wahid sedang memberikan sambutan pada pembukaan Halaqoh Alumni 2022)

Kepala pesantren KH. Abdul Hamid Wahid melihat besarnya potensi pesantren dan alumni di tengah masyarakat tidak hanya dalam pendidikan dan keagamaan melainkan juga kebangkitan ekonomi keummatan.

“Saat ini, pemerintah telah membuat aturan dan undang-undang terkait pesantren, hal itu bukti bahwa pesantren sudah semakin mendapatkan perhatian pemerintah, namun kita perlu tetap mengkritisi dan mengawal bersama bahwa potensi pesantren cukup besar jika kita membangun jejaring yang kuat,” dawuh beliau di depan seluruh peserta dan tamu undangan halaqoh.

Beliau juga melanjutkan bahwa saat ini di kemajuan teknologi dan industri tenaga manusia banyak tergantikan oleh mesin sehingga menuntut kita untuk kreatif dan inovatif dalam mengembangkan kompetensi serta keterampilan menjawab tantangan zaman.

(Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini saat memberikan tausyiah pada acara pembukaan Halaqoh Alumni 2022)

Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini ikut menghadiri langsung dan memberikan tausyiah sekaligus membuka acara halaqoh alumni tersebut. Dalam tasuyiahnya beliau berpesan agar santri, pengurus, dan alumni tidak kehilangan jati diri sebagai santri.

Beliau menambahkan bahwa pesantren perlu kembali ke khittoh perjuangan pendahulu yaitu pendiri dan para pengasuh tanpa tidak meninggalkan kemajuan dan perkembangan zaman. Elemen pesantren (santri dan alumni) harus bisa beradaptasi dengan kondisi dunia saat ini, lebih bijak menggunakan teknologi dan media sosial hanya untuk kemaslahatan bersama.

 

 

(Humas Infokom)

 

Halaqah Alumni: Tamu dan Peserta Mulai Berdatangan dari Berbagai Penjuru Tanah Air

nuruljadid.net – Meski baru akan dimulai esok hari Minggu (27/02/2022) peringatan haul masyayikh dan harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid namun sejak hari ini tamu dari berbagai penjuru tanah air sudah mulai berdatangan. Pasalnya akan digelar halaqoh alumni sore ini sabtu (26/02/2022) di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Ketua panitia halaqah alumni sekaligus sekretaris Biro Pengembangan Nurul Jadid ust. Syaiful Anam mengatakan bahwa halaqah alumni tahun 2022 ini merupakan kali pertama diadakan secara formal, terencana dan terstruktur.

“Peserta yang hadir pada tahun ini adalah alumni yang tergabung dalam Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) dari berbagai daerah di Indonesia. Format kegiatan selain ada seminar juga nanti akan diisi dengan dengan komisi membahas isu-isu strategis” jelas Ust. Syaiful Anam.

Sementara itu, Check In peserta sudah dibuka sejak pukul 11.00 WIB pagi ini sampai dengan pukul 15.30 WIB di Gedung B Universitas Nurul Jadid. Selama mengikuti kegiatan halaqah alumni, seluruh peserta wajib mematuhi peraturan protokol kesehatan ketat yang berlaku di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

(Peserta halaqoh alumni yang hadir wajib mengikuti proses screening protokol kesehatan dan cek kartu vaksin dosis 2)

Peserta wajib mengikuti proses screening kelayakan apakah peserta sudah atau belum memenuhi persyaratan untuk masuk ke lokasi acara seperti telah melakukan vaksin dosis 2, mengenakan masker, dan tes swab antigen. Bagi peserta yang belum memenuhi persyaratan seperti kartu vaksin dosis 2, maka peserta wajib melakukan tes GeNose yang disediakan di ruang sekretariat bersama Universitas Nurul Jadid.

Selanjutnya, bagi peserta yang sudah memenuhi persyaratan akan langsung diarahkan menuju tempat istirahat oleh tim Panji Pelopor di Gedung MA Nurul Jadid untuk putra, dan aula gedung mahrom daltim untuk peserta Putri.

Ust. Syaiful Anam menjelaskan, sejauh ini kesiapan Halaqah Alumni tahun 2022 sudah hampir 100 persen, dan akan dirampungkan pada siang ini.

Disamping itu, ust. Syaiful Anam juga menambahkan, bahwa rombongan tamu yang dari Batam, Jakarta, Bali dan beberapa peserta luar pulau lainnya sudah mulai berdatangan, begitu juga dengan narasumber halaqah alumni Prof. Dr. Moh. Dahlan, M.Ag yang juga alumni dari Bengkulu telah hadir di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Narasumber Prof. Dr. Moh. Dahlan, M.Ag. dari Bengkulu yang akan mengisi acara Seminar pada pembukaan Halaqah Alumni tahun 2022 sore nanti, alhamdulillah sudah tiba dan sedang istirahat di ruang transit yang didampungi oleh tim protokoler pesantren,” pungkasnya.

 

(Humas Infokom)