Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Nurul Jadid Laksanakan ‘Imtihanul Wathani (IW)’

nuruljadid.net – Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Pondok Pesantren Nurul Jadid tengah melaksanakan Imtihanul Wathani yang disingkat IW atau ujian nasional berbasis komputer hari ini Sabtu (26/02/2022) di laboratorium komputer Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ).

Imtihanul Wathani yang disingkat IW ini merupakan ujian akhir nasional bagi kelas 3 tingkat ulya dan wustha Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dibawah komando Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal (ASPENDIF) Kemenag RI.

Pondok pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo merupakan salah satu pondok pesantren di kabupaten Probolinggo Jawa Timur yang ditunjukk oleh kemenag RI untuk mengelola PDF tingkat ulya dan wustha.

(Peserta didik PDF Nurul Jadid putri saat mengikuti Imtihanul Wathaniyah di laboratorium komputer MANJ)

Pada tahun 2022, ujian nasional kelas 3 tingkat ulya dan wustha pendidikan diniyah formal pondok pesantren Nurul Jadid merupakan kali kedua dilaksanakan. Pelaksanaan ujian akhir nasional ini merupakan tahapan akhir KBM kelas akhir untuk memproleh ijazah kelulusan pada tingkatan ulya dan wustha, ijazah yang didapatkan tingkat ulya setara dengan madrasah aliyah sedangkan wustha setara dengan madrasah tsanawiyah.

(Peserta didik PDF Nurul Jadid putri saat mengikuti Imtihanul Wathaniyah di laboratorium komputer MANJ)

Imtihanul Watoni (IW) Pendidikan Diniyah Formal Nurul Jadid tahun ini dilaksanakan pada tanggal 26 sampai dengan 28 Februari 2022 dengan menggunakan sistem Computer-Based Test (CBT) dan diikuti sebanyak 50 siswa-siswi dengan rincian 25 tingkat ulya dan 25 untuk tingkat ustha.

“Dengan dilaksanakannya ujian akhir nasional yang merupakan tahapan akhir kelulusan kelas 3 ini,  diharapkan semua peserta lulus dengan nilai maksimal serta ilmu yang diperoleh di PDF menjadi ilmu nafi’ sehingga dapat diterapkan di tengah masyarakat.” tutur kepala PDF Nurul Jadid Gus Yazid Bustomi.

(Kepala PDF Nurul Jadid Gus yazid Bustomi bersama pengurus melakukan sesi foto bersama panitia Imtihanul Wathaniyah)

(Humas Infokom)

Penutupan Bulan Lomba Harlah ke-73 Berlangsung Semarak dan Meriah

nuruljadid.net – Panitia Bulan Lomba resmi menutup rangkaian kegiatan bulan lomba yang digelar dalam rangka memeriahkan peringatan haul masyayikh dan harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Penutupan diadakah secara seremonial di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid Jumat (25/02/2022) malam.

Tidak hanya dimeriahkan dengan kehadiran seluruh santri putra, penutupan bulan lomba juga dihadiri oleh kepala Bidang Koordinasi Olagraga dan Seni Santri (BKOSS) Nurul Jadid KH. Muhammad Makki Maimun Wafi, serta seluruh kepala-kepala wilayah putra.

(Penampilan hadrah ala santri dari wilayah Zaid Bin Tsabit (K) putra pada acara penutupan bulan lomba haul dan harlah ke-73)

Kegiatan seremonial penutupan diawali dengan penampilan juara 1 hadrah ala santri dari wilayah Zaid Bin Tsabit (K). Terlihat lihai para personil hadrah memainkan alat-alat musik seadanya khas santri yang dibuat dari hasil kreatifitas. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan juara 1 qori’ bulan lomba tingkat SLTP atas nama Wahyu Putra yang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan suara emasnya.

Sementara itu, ketua panitia haul masyayikh dan harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid Ust. Khofifuddin, S.Pd. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi untuk seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, keberhasilan acara ini adalah berkat jerih payah panitia bulan lomba yang telah proaktif meluangkan tenaga, waktu, dan pikiran demi suksesnya pagelaran bulan lomba ini dari pembukaan hingga sampai akhirnya penutupan.

“Kami ucapkan selamat bagi yang berhasil menjadi juara dan bagi yang belum jangan berputus asa. Kita tunggu di rangkaian acara yang akan datang. Sekali lagi, saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh panitia yang telah membantu atas suksesnya acara ini,” tandasnya.

(Ketua panitia Haul dan Harlah ke–73 ustaz Khofifuddin saat memberikan sambutan pada penutupan bulan lomba)

Ust. Khofifuddin berharap seluruh santri beserta pengurus bisa ikut memeriahkan perayaan acara inti Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid pada hari Minggu, 27 Februari 2022 pagi sampai dengan malam.

“Kami tunggu partisipasi penuh sahabat-sahabat santri dan seluruh pengurus pada acara inti Haul Masyayikh dan Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid di hari Minggu. Tentunya siapa lagi yang akan memeriahkan acara ini jika bukan kita semua. Ini hajat besar pesantren, pesantren kita bersama,” imbuhnya.

(Penyerahan trofi juara umum pencak silat oleh kepala BKOSS KH. Muhammad Makki Maimun Wafi kepada kepala wilayah Zaid Bin Tsabit (K) ustaz Rahmad Hidayatullah)

Tiba di penghujung acara penutupan bulan lomba, pemberian trofi penghargaan para pemenang secara bergilir untuk seluruh kategori dan jenis lomba pasca penampilan video kaleidoscope dan official song bulan lomba tahun 2022.

Terakhir penyerahan trofi juara umum pencak silat yang diraih oleh Wilayah Zaid bin Tsabit (K) dan juara umum bulan lomba diraih wilayah MAK. Prosesi penghargaan para juara umum diberikan langsung oleh Kepala Bidang Koordinasi Olahraga dan Seni Santri KH. Muhammad Makki Maimun Wafi kepada kepala wilayah peraih juara umum tersebut. Tak henti sorak gembira santri atas kemenangan wilayahnya mengiringi prosesi penyerahan trofi.

 

(Humas Infokom)

H-3 Haul dan Harlah ke-73, PPIQ Nurul Jadid Gelar Semaan Alqur’an

nuruljadid.net – Masih hangat memberitakan rangkaian pra acara haul masyayikh dan harlah ke-73 yang kian dekat. Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) Nurul Jadid menggelar Semaan Al-qur’an menjelang H-3 harlah. Kegiatan seaman al-qur’an dibuka oleh kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi Abdul Haq Zaini pada Kamis malam (24/02/22) ba’da isya’. Acara pembukaan itu berlangsung di masjid jami’ Nurul Jadid dan diikuti oleh seluruh santri putra wilayah pusat.

Semaan merupakan salah satu rangkaian acara rutin tahunan untuk menyambut haul dan harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid. Sebenarnya semaan Al-qur’an ini tidak hanya sekedar dalam rangka memperingati haul dan harlah saja, melainkan juga mendoakan almarhumin, guru-guru, alumni, walisantri, dan simpatisan baik yang masih hidup ataupun yang sudah wafat dengan kemuliaan Al-Qur’an agar diberikan kesehatan dan keselamatan dari beragam musibah.

(Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ sedang memberikan tausyiah sekaligus membuka acara semaan al-qur’an di masjid jami’)

Sebelum dibuka, KH. Fahmi memberikan tausyiah terkait adab santri ketika di dalam masjid dan bagaimana harus bersikap ketika ada orang yang sedang mengaji. Selain itu, beliau juga menjelaskan secara singkat maksud dan tujuan diadakannnya seaman al-qur’an ini.

Semaan ini diikuti santri aktif PPIQ Nurul jadid baik program tahfidz ataupun tahsin di beberapa tempat yang berbeda. Tempat utama berada di masjid jami’ Nurul Jadid, sedangkan beberapa yang lain bertempat di mushalla timur, mushalla selatan, wilayah Az-Zainiyah, Al-Hasyimiyah, dan lainnya.

(Suasana santri putra di masjid jami’ ketika menunggu kerawuhan Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ pada acara pembukaan semaan al-qur’an)

Selain itu, beberapa alumni tahfidz juga datang untuk mengikuti sekaligus memeriahkan semaan al-qur’an tersebut. Semaan ini dilakukan secara bil ghaib, dan bin nadzor. Untuk santri tahfidz menggunakan cara bil ghaib, sedangkan untuk yang tahsin memakai cara bin nadzor.

Sebelum memulai beliau memberikan ucapan terimakasih yang begitu besar kepada alumni tahfidz yang sudah menyempatkan waktunya untuk menghadiri semaan al-qur’an ini. Akhirnya, beliau membuka semaan al-qur’an ini dengan pembacaan tawassul kepada para almarhumin.

Acara ini dilakukan selama dua hari yang dimulai dari hari kamis (24/02/2022) sampai hari jumat malam sabtu (25/02/2022). Di penghujung acara, semaan ditutup dengan pembacaan doa bersama ribuan santri di masjid Jami’.

 

 

(Humas Infokom)

Sambut Haul dan Harlah ke-73: KH. Fahmi AHZ Minta Santri dan Alumni Khataman Qur’an 730 Kali

nuruljadid.net – Selain dimeriahkan dengan kegiatan lomba keilmuan dan jasmaniyah serta hiburan bazar, expo pendidikan dan panggung kreasi, kegiatan pra acara Haul dan Harlah juga diimbangi dengan kegiatan bersifat batiniyah. Salah satunya adalah khotmil qur’an sebanyak 730 kali. Angka 73 diambil dari usia Nurul Jadid yang kini telah berusia 73 tahun.

Khotmil Qur’an itu diperkuat dengan adanya surat edaran kepala Biro Kepesantrenan yang bersifat Instruktif. Isi dari surat tersebut ditujukan kepada seluruh santri aktif baik putra ataupun putri yang dikoordinir oleh tiap kepala wilayah/banom dan juga kepada alumni yang dikoordinir oleh ketua P4NJ seluruh Indonesia.

Dalam surat edaran tersebut berisikan instruksi untuk melakukan doa dan dzikir bersama dengan membaca Khotmil Qur’an sebanyak 730 kali dan membaca surah Al-Ikhlas (Samadiyah) sebanyak 730.000 kali.

(Santri putra terlihat sedang melakukan khataman al-qur’an secara berkelompok di Musholla Timur)

Tujuan digelarnya khatmil quran selain untuk memeriahkan haul dan harlah yakni untuk mendoakan para masyayikh, alumni, simpatisan, dan santri aktif nurul jadid terlebih bangsa Indonesia agar senantiasa dalam perlindungan Allah SWT dari segala macam wabah, penyakit dan bencana.

Pembacaan Khatmil Quran itu sudah dibagi bersama dengan lampiran surat edaran. Jumlah bacaan khotmil qur’an menyesuaikan dengan jumlah santri yang berada di tiap wilayah. Jadi jumlah antar wilayah satu dengan wilayah lainnya tidak mesti sama. Ada wilayah yang mendapat bagian sebanyak 6 kali khatam, ada yang 11 kali, ada yang 20 kali, bahkan ada yang mendapat jatah 80 kali khatam.

(Santri putra terlihat sedang melakukan khataman al-qur’an secara berkelompok di depan asarama)

Sebelumnya, kepala wilayah melakukan sosialisasi kepada seluruh santri di wilayah tersebut terkait Instruksi kepala Biro Kepesantrenan. Dalam penerapannya, pembacaan khatmil Qur’an tidak ditentukan waktu khusus untuk melaksanakannya. Khatmil qur’an mulai diinstruksikan sejak tanggal 18 Februari 2022, namun khotmil qur’an harus sudah tuntas maksimal sebelum hari H peringatan Haul dan Harlah.

Pelaksanaan di lapangan, waktunya sangat bervariasi. Beberapa mengerjakannya setelah turun hadiran masjid, beberapa yang lain melaksanakannya setelah pengajian kitab kiai, beberapa dilakukan ba’da sholat dzhuhur.

Tidak hanya itu, beberapa santri secara berkelompok melakukan khataman al-qur’an Sebagian di depan asrama, Sebagian yang lain di masjid dan di musholla dibawah pendampingan pengurus wali asuh.

 

(Humas Infokom)

 

Sambut Haul dan Harlah ke-73, Kepala Biro Kepesantrenan Instruksikan Santri dan Alumni Baca Samadiyah Sebanyak 730.000 Kali

nuruljadid.net – Menyambut haul masyayikh dan harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid yang semakin dekat, Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ instruksikan seluruh santri dan alumni melalui surat edaran nomor NJ-F/A.III/017/02.2022 tanggal 16 Februari 2022 serentak khotmil al-qur’an sebanyak 730 kali dan membaca surat al-ikhlas atau samadiyah sebanyak 730.000 kali.

Kegiatan ini digelar dalam bentuk do’a dan dzikir bersama dimaksudkan selain untuk memeperingati haul masyayikh dan halrah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid juga untuk mendoakan bangsa Indonesia, keselamatan bersama dari musibah wabah penyakit dan bencana.

(Santri putra terlihat sedang khusyuk bersama-sama membaca surat al-ikhlas menyambut haul masyayikh dan harlah ke-73)

Istilah Samadiyah berasal dari sifat Tuhan, yakni Ash-Shomad, tempat bergantung. Disebut samadiyah karena dalam doa tersebut selalu ditonjolkan pembacaan surat al-ikhlas, dimana surah itu menyebut “Allahush Shomad” ayat kedua, biasanya kegiatan ini sepadan dengan istilah tahlilan.

Samadiyah ini isinya relatif sama antara satu tempat dengan tempat lain, hanya saja pembacaan surah Al-Ikhlas diperbanyak, biasanya 33 atau 100 kali, saat ini dibaca 730.000 kali secara berjamaah sesuai dengan angka hari lahir Nurul Jadid ke-73.

(Santri putra terlihat sedang khusyuk bersama-sama membaca surat al-ikhlas menyambut haul masyayikh dan harlah ke-73)

Dalam kegiatan ini seluruh santri sangat antusias dan khusyuk membaca surah al-ikhlas setiap hari hingga pelaksanaan harlah di depan asrama masing-masing. Selain itu, dalam pembacaannya dipimpin oleh ustaz yang memberikan arahan serta pendampingan kepada santri supaya tidak kurang dan lebih, sesuai dengan pembagian yang telah ditentukan oleh Biro Kepesantrenan baik untuk wilayah putra maupun putri.

Pembacaan samadiyah masing-masing wilayah putra mendapat bagian sebanyak 12.810 kali dari 20 wilayah. Sedangkan putri sangat bervariasi, wilayah Az-Zainiyah dan Al-Hasyimiyah 60.000 kali, Fatimatuz Zahro 20.000 kali, Mawaddah 25.000 kali, An-Nafi’iyah 20.000 kali, Al-Lathifiyah 20.000 kali, Zaid Bin Tsabit 25.000 kali dan Nasyiatul Hamidiyah sebanyak 10.000 kali.

Tidak hanya santri saja yang mengikuti kegiatan do’a dan dzikir ini dengan membaca surat al-ikhlas akan tetapi juga alumni di seluruh Indonesia yang dikoordinir oleh Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ). Masing-masing wilayah berdasarkan daerah mendapatkan bagian membaca samadiyah sebanyak 15.210 kali.

 

(Humas Infokom)

Presiden RI Putuskan Pemberian Vaksin Ketiga, Kepala Pesantren dan Direktur Klinik Az-Zainiyah Tuntas Vaksinasi Booster

nuruljadid.net – Presiden RI Joko Widodo telah memutuskan pemberian vaksinasi covid-19 ketiga (booster) bagi masyarakat secara gratis. Hal ini guna meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat (herd immunity) mengingat virus covid-19 terus bermutasi. Saat momentum program vaksinasi serentak Indonesia Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Nurul Jadid dimanfaatkan oleh kepala pesantren dan direktur klinik Az-Zainiyah lakukan vaksinasi ketiga (24/02/2022).

Syarat mendapatkan vaksin booster ini berusian di atas 18 tahun, sudah divaksin dosis lengkap dengan jangka waktu 6 bulan usai dosis kedua diberikan dan diprioritaskan pada kabupaten dan kota yang sudah memenuhi 70 persen suntikan dosis pertama dan 60 persen dosis kedua.

Pemberian vaksin booster ini selain untuk semakin meningkatkan kekebalan (imun) tubuh juga mengingat virus corona ini mudah sekali bermutasi dari itu pemberiannya sangat diprioritaskan bagi kelompok rentan dan lansia serta tenaga Kesehatan (nakes).

(Kepala pesantren KH. Abd. Hamid Wahid tengah mengurus administrasi kartu telah vaksin pasca vaksinasi booster)

Jelang pemberian dosis ketiga atau booster itu kepada masyarakat, Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid dan Direktur Klinik Az-Zainiyah Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah mengikuti vaksinasi ketiga (booster) lebih awal dari para santri pada program vaksinasi serentak Indonesia oleh kepolisian republik Indonesia di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid didampingi Wakapolda.

Dikatakan Direktur Klinik Az-Zainiyah capain target vaksinasi santri Nurul Jadid berstatus pelajar dan mahasiswa sudah hampir mencapai 100 persen dosis pertama dengan mobilitas tertinggi terutama ketika nanti mereka pulang kampung saat liburan.

Sehingga kegiatan vaksinasi kali ini merupakan kesempatan baik untuk para santri mengikuti vaksinasi dosis kedua atau booster meskipun dengan kuota terbatas hanya 500 dosis jenis AstraZeneca dan Pfizer masing-masing 250 dosis.

(Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid bersama pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini didampingi Direktur Klinik Az-Zainiyah saat press release bersama Wakapolda Brigjen Pol. Drs. Slamet Hadi Supraptoyo)

Kepala pesantren KH. Abdul Hamid Hamid ungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan Wakapolda Jatim Brigjen Pol. Drs. Slamet Hadi Supraptoyo kepada Nurul Jadid untuk menjadi tempat penyelenggaraan vaksinasi.

“Saya ucapkan terimakasih karena Nurul Jadid dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan vaksin. Kegiatan ini membawa manfaat bagi santri, pendidik dan tenaga kependidikan khususnya untuk mendapatkan pelayanan vaksin ketiga atau melengkapi vaksin-vaksin sebelumnya,” terang KH. Abd. Hamid Wahid

Beliau juga mengungkapkan agar semua elemen terus mendorong masyarakat luas untuk menyukseskan program vaksinasi sebagai salah satu ikhtiar untuk memperkuat ketahanan masyarakat (community resilience) dan kekebalan tubuh (herd immunity) menghadapi pandemi ini.

(Direktur Klinik Az-Zainiyah Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah didampingi Humas Klinik Astutik Andayani menghadiri acara Vaksinasi Serentak Indonesia bersama Wakapolda Jatim)

Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah Direktur Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid selaku pihak yang terlibat dalam vaksinasi santri dan masyarakat sekitar pesantren menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan adalah bagian dari tugas kami sebagai bentuk pengabdian kepada pesantren khususnya dan masyarakat pada umumnya.

“Semoga ikhtiar manusiawi ini menjadi bagian dari menysukuri nikmat sehat, agar menjadi salah satu perisai, peningkatan imun terhadap bahaya Covid-19 yang masih mengintai dengan berbagai variannya,” tambah Direktur Klinik Az-Zainiyah.

Kunci sukses vaksinasi tidak lain melalui sinergitas dan solidaritas semua lini yang ada di pesantren atau masyarakat karena semuanya memiliki peran yang signifikan.

“Program vaksinasi serentak ini melengkapi penyelenggaraan vaksin yang pertama kali kami adakah di bulan Februari tahun lalu (2021) dengan pencapaian sasaran di atas 10 ribu lebih. Saya ucapkan terimakasih atas Kerjasama semua pihak.” Ny. Hj. Khodiajtul Qodriyah menutup wawancara bersama nuruljadid.net via WhatsApp.

 

(Humas Infokom)

Gus Fayyadl: Jihad Adalah Perintah Agama

nuruljadid.net – Wilayah Az-zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid sukses menggelar acara ruhul jihad di Aula II pesantren yang dipelopori langsung oleh Gus Muhammad Al-Fayyadll yang lebih akrab disapa Gus Fayyadl beberapa waktu silam (12/02/2022).

Firdausiyah selaku ketua panitia kegiatan ruhul jihad mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ghirroh santri dalam menimba ilmu dan mengemban amanah di pondok pesantren serta memberikan tambahan pemahaman tentang esensi dari interpretasi makna ruhul jihad itu sendiri.

“harapannya, semua santri bisa menela’ah dan mengimplementasikan ruhul jihad dengan baik di Pondok Pesantren Nurul Jadid tercinta ini,” terang Firdausiyah.

Dalam penyampaiannya Gus Fayyadl menjelaskan jika jihad yang dimaknai hanya pada perang saja itu salah, “maka yang dimaksud jihad disini adalah berperang melawan hawa nafsu diri kita sendiri. Misalnya, kita sering lalai atau malas untuk menjalankan amanah, maka untuk mengatasi hal tersebut kita harus melawan rasa malas dengan cara mengetahui esensi pesantren, guru maupun bidang apapun yang akan dijihadi.” tutur beliaunya

Dijelaskan lebih lanjut, kata ruhul jihad terdiri dari dua kata yaitu ruh yang berarti sesuatu yang halus, sedangkan ruhul jihad itu sendiri adalah aliran ghirroh (semangat).

Jihad itu perintah agama, suatu ketika Nabi Muhammad SAW pernah ditanya amal apa yang paling utama? Di antara amal yang beliau sebutkan: “jihad fi sabilillah”.

Dalam berjuang atau berkhidmat kita butuh teman dan ciri-ciri teman yang baik adalah ia akan selalu mendukung terhadap hal baik yang dilakukan oleh temannya.

Beliau juga memberikan ijazah sebuah doa yang ada dalam Al-quran yaitu surat Taha ayat 25-35, yang mana faedahnya akan mendapatkan teman yang baik untuk melakukan kebaikan.

Setelah pemaparan yang jelas dan lugas dari Gus Fayyadl, kemudian acara dialihkan kepada segmen tanya-jawab. Semua peserta banyak yang antusias untuk bertanya sehingga acara ruhul jihad berjalan dengan lancar dan sukses.

 

 

(Humas Infokom)

Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Nurul Jadid Sukses Gelar Simulasi “Imtihanul Wathaniyah”

nuruljadid.net – Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Pondok Pesantren Nurul Jadid sukses mengadakan simulasi Ujian Nasional di Laboratorium Komputer Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ) lantai dua selasa (22/02) lalu.

Peserta ujian simulasi merupakan kelas akhir wushto dan ulya yang notabenenya kalangan mahasiswa/i Universitas Nurul Jadid. Adanya simulasi ini menurut ustaz Saili Aswi selaku kepala Madrasah Diniyah (MADIN) menjelaskan ada 3 hal tujuan utama yaitu pertama untuk memberikan pemahaman kepada peserta PDF kelas akhir tentang teknis Ujian Nasional, kedua untuk melakukan uji coba perangkat komputer akan kestabilannya, terakhir untuk memberikan arahan agar lebih serius dan bersungguh-sungguh menghadapi Ujian Nasional

“saya harap peserta didik lulus 100% dengan hasil yang memuaskan dan dapat mengaktualisasikannya,” jelas ustaz Saili.

(Kepala MADIN Nurul Jadid ustaz Saili Aswi tengah memberikan penjelasan terkait Ujian Nasional atau Imtihanul Wathoniyah yang akan datang)

Selama proses simulasi, peserta dibimbing dan diawasi langsung oleh Gus Yazid Kepala Pendidikan Diniyah Formal, ustadz Saili Kepala MADIN dan 3 orang proktor. Simulasi ini dilakukan pra Ujian Nasional yang akan berlangsung hari ini tanggal 26 sampai dengan 28 Februari 2022. Semua peserta didik kelas akhir wustho dan ulya wajib mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional atau yang lebih dikenal dengan istilah Imtihanul Wathoniyah (IW).

“jujur saja sebenarnya masih belum siap untuk ikut Ujian Nasional, tapi saya akan tetap berusaha melakukan yang terbaik,” ungkap Sri Waliyul Hasanah peserta didik PDF wustho.

(Peserta didik PDF Nurul Jadid wustho terlihat sangat khusyuk mengoperasikan komputer saat mengikuti simulasi Imtihanul Wathoniyah)

Banyak keunggulan di dalam lembaga PDF sendiri selain juga fokus terhadap pengkajian kitab kuning, PDF juga memberikan ijazah yang setara dengan tingkat tsanawiyah maupun  awaliyah serta semua kitab yang akan dipelajari diberikan secara gratis.

“Jadi ini sudah program dari kementerian agama, dan kebetulan Nurul Jadid adalah salah satu pondok pesantren yang menerima langsung program ini”. Ujar salah satu TU bernama Wafi.

Pelaksanaan simulasi yang dimulai pukul 10.00 sampai dengan 10.30 WIB berlangsung dengan sukses dan lancar. Simulasi ditutup dengan pengumuman dari kepala MADIN bahwasanya akan ada pelaksanaan wisuda usai UN.

 

 

(Humas Infokom)

Malam Puncak Awarding Night eNJe Festival 2022 Dihelat Spektakuler

nuruljadid.net – Memeriahkan peringatan haul masyayikh dan harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid gelar eNJe Festival 2022 yang acara puncaknya malam anugerah dilaksanakan untuk pertama kalinya pada hari Selasa (22/02/2022) malam pasca usainya final Festival Turats sore harinya menjelang maghrib yang bertempat di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid.

eNJe Festival merupakan perhelatan lomba terakbar perdana diikuti lebih dari 1000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia diselenggarakan tahun 2022 ini setelah tahun lalu gagal digelar. Pada pelaksanaannya hanya diikuti undangan terbatas dari pengurus pesantren dan seluruh kru serta talents mengikuti protokol kesehatan dengan swab antigen, telah melakukan vaksin dosis 2, menjaga kebersihan diri dan tetap menjaga jarak

Kegiatan festival ini selain untuk memeriahkan peringatah haul masyayikh dan harlah pesantren, juga sebagai ajang silaturahmi dan pentas pencarian bakat serta keterampilan santri di beberapa bidang keilmuan, tahun ini Bahasa, al-qur’an dan kitab salaf.

(Duo host Muhammad Shonhaji dan Ilham tampak sedang memandu jalannya acara Malam Anugerah eNJe Festival)

Malam anugerah ini dipandu oleh duo host Muhammad Shonhaji dan Ilham yang berstatus santri pelajar aktif. Kesempatan langka ini sebagai ajang pengkaderan dan latihan mental serta public speaking, karena ini merupakan hal baru bagi mereka berdua yang selama ini hanya fokus pada pidato.

Sebagaimana tema harlah kali ini yakni sehat, mandiri, dan prestasi. Sehingga festival nurul jadid ini diselenggarakan sebagai wadah kreatifitas pengembangan bakat dan keterampilan peserta didik agar memiliki mentalitas yang kuat dan berprestasi.

eNJe Festival masuk dalam rangkaian bulan lomba yang diketuai oleh ustaz Ainul Yaqin. Festival ini merupakan sejarah baru yang dapat menggabungkan tiga festival sekaligus yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri yaitu Festival Qur’ani, Bahasa dan Turats. Masing-masing diadakan oleh PPIQ, LPBA dan Mahad Aly Nurul Jadid.

(Muhibbus Sholawat sebagai guest star pada acara Malam Anugerah ini berhasil menghibur sekaligus menjadikan acara semakin meriah)

Malam anugerah ini dihelat secara virtual live streaming di kanal YouTube Pondok Pesantren Nurul Jadid dan dimeriahkan oleh penampilan Muhibbus Sholawat dengan lima judul lagu terfavorit pemirsa yaitu tawassalna, alal habib, ansamul fajri, huwal hubbub dan mafi qolbi.

Pembukaan malam anugerah ini dirancang dengan sangat apik meskipun hanya satu hari persiapan, mulai dari pembuatan video opening, recording dan pengambilan footage, namun hasilnya cukup memuaskan dan spektakuler.

Setidaknya ada tiga festival dengan tujuh kategori lomba yaitu festival qur’ani dengan dua kategori MTS dan MSQ, festival Bahasa dengan dua kategori pidato Bahasa arab dan inggris, yang terakhir festival turats dengan tiga kategori MQK Fathul Qorib dan Fathul Mu’in serta olimpiade nahwu shorrof.

(Kasubbag Multimedia sekaligus ketua eNJe Picture Ach. Faqihatus Sholeh menyampaikan farewell statement sebelum acara Malam Anugerah berakhir)

Suksesnya acara ini tidak luput dari dukungan semua pihak yaitu panitia haul dan harlah, bulan lomba, LPBA, PPIQ, BEMs Ma’had Aly Nurul Jadid dan tentunya tim multimedia eNJe Picture serta home band Muhibbus Sholawat.

Ketua panitia ustaz Ainul Yaqin berharap ke depan kegiatan eNJe Festival dapat lebih baik, lebih megah dan meriah, “saya bersyukur eNJe Festival perdana ini sukses dilaksanakan meskipun banyak hambatan dan rintang. Namun, saya tetap berharap kegiatan semacam ini tetap dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya dengan lebih baik, menarik, megah dan juga meriah,” pungkas ustaz Ainul Yaqin.

 

Link youtube acara malam anugerah : https://www.youtube.com/watch?v=_dqvI5acL_c

 

(Humas Infokom)

Festival Bahasa, Puncak Acara Rilis Jawara Bahasa Nasional

nuruljadid.net – Festival Bahasa telah tiba pada puncaknya yaitu pengumuman jawara pada selasa (22/02/2022) malam setelah sebulan pendaftaran sejak 13 Januari sampai dengan 14 Februari 2022. Event ini bagian dari rangkaian kegiatan eNJe Festival tingkat nasional. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada malam anugerah eNJe Festival bersama dengan festival turats dan qur’ani di Aula 1 pesantren.

Festival Bahasa ini diselenggarakan untuk melatih mentalitas santri dan pelajar nusantara dalam menunjukkan keterampilan bahasa asing (Arab dan Inggris). Karena penguasaan bahasa asing di era revolusi industry 4.0 ini mutlak dibutuhkan agar bisa bersaing dengan selain ilmu pengetahuan juga berbekal bahasa asing.

(ustaz Muhammad Hasan Mutawakkil sedang membacakan nominasi dan pemenang lomba festival bahasa kategori pidato bahasa arab)

Terdapat dua kategori jenis lomba yaitu khitobah al-aroby dan English speech yang diikuti ratusan peserta tingkat SLTA di Indonesia. Masing-masing peserta diminta untuk membuat video pidato mereka dalam bahasa asing (arab atau inggris) sesuai kategori lomba yang diikuti.

Dari sekian pendaftar akan dipilih tiga pemenang juara 1, 2 dan 3 serta satu juara favorit berdasarkan video pidato dengan views terbanyak. Peserta akan dinilai dari beberapa aspek yaitu isi, penampilan, pengucapan, kelancaran dan tata Bahasa serta pemilihan kata.

(Ustaz Zulfikar Prayogi sedang membacakan nominasi dan pemenang lomba festival bahasa kategori pidato bahasa inggris)

Pada acara puncak diawali dengan opening oleh host dari kalangan santri Nurul Jadid. Setiap kategori lomba diawali dengan pembacaan 5 nominasi terbaik dilanjutkan pengumuman jawara lomba serta juara favorit.

Untuk nominasi dan pengumuman pemenang kategori lomba khitobah al-aroby dibawakan oleh ustaz Muhammad Hasan Mutawakkil, sedangkan lomba english speech dibawakan oleh ustaz Zulfikar Prayogi.

(Pengumuman nominasi pemenang festival bahasa kategori khitobah al-aroby dan English speech)

5 nominasi festival Bahasa kategori khitobah al-aroby adalah 1) Semroni (LPI Maktuba Al-Majidiyah); 2) Saiful Bahri (MA Annuqayah); 3) Moh. Abduh Ali (LPI Maktuba Al-Majidiyah); 4) Nabihatin Nailah (PP. Annuqayah Latee II); 5) Hafidhatul Munawwaroh (PP. Matlabus Salik Al-Matlab).

5 nominasi festival Bahasa kategori English speech adalah 1) Nadine Lutfiana P. (MAN 1 Probolinggo); 2) Milfa Agustina Fauziah (PP. Ibnu Kholdun Al-Hasyimi); 3) Umi Fathanah (PP. Matlabus Salik Al-Matlab); 4) Nurul Wahidah (MA Bilingual Batu); 5) Ilham Ramadhan Al Ghifari (PP. Matlabus Salik Al-Matlab).

Daftar pemenang lomba Khitobah al-Aroby

  • Juara 1 Nabihatin Nailah (PP. Annuqayah Latee II)
  • Juara 2 Moh. Abduh Ali (LPI Maktuba Al-Majidiyah)
  • Juara 3 Semroni (LPI Maktuba Al-Majidiyah)
  • Juara Favorit Hafidhatul Munawwaroh (PP. Matlabus Salik Al-Matlab)

Daftar pemenang lomba English Speech

  • Juara 1 Ilham Ramadhan Al Ghifari (PP. Matlabus Salik Al-Maktab).
  • Juara 2 Nurul Wahidah (MA Bilingual Batu)
  • Juara 3 Umi Fathanah (PP. Matlabus Salik Al-Maktab)
  • Juara Favorit Milfa Agustina Fauziah (PP. Ibnu Kholdun Al-Hasyimi)

 

(Humas Infokom)

Festival Turats, Ajang Kompetisi Pecinta Kitab Salaf Umumkan Jawara Nasional

nuruljadid.net – Festival Turats tingkat Nasional kembali diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasantri (BEMs) Ma’had Aly Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Gelaran ini berlangsung secara online mulai pendaftaran tanggal 18 Januari hingga pengumuman pemenang tanggal 22 Februari 2022 beberapa waktu lalu.

Tahun ini ajang kompetisi pecinta kitab salaf Festival Turats terintegrasi dengan dua festival lainnya Bahasa dan Qur’ani dalam wadah eNJe Festival. Tujuannya untuk menyatukan kepanitiaan dan mengemas dalam platform yang lebih besar.

Ketua panitia bulan lomba ust. Ainul Yaqin menyampaikan, pada pagelaran Festival Turats ketiga terdapat hampir 400 peserta yang mengikuti ajang perlombaan tingkat Nasional ini. “Setelah kami rekap daftar peserta, ternyata hampir seluruh peserta itu berasal dari pondok pesantren,” ungkap ust. Ainul Yaqin.

(Ustaz Ahmad Hirza Anwari, pembaca nominasi dan pemenang Festival Turats kategori MQK Fathul Qorib pada Malam Anugerah eNJe Festival)

Menurut ust. Ainul Yaqin, Festival Turats merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari eNJe Festival untuk menyemarakkan peringatan Haul Masyayikh dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid yang diadakan setiap tahunnya.

“Festival Turats ini sempat urung diadakan pada tahun 2021 karena maraknya Covid-19, namun pada tahun 2022 ini alhamdulillah kami berhasil menyelenggarakannya kembali,” tambah Ust. Ainul Yaqin kepada tim Infokom Nurul Jadid.

Sementara itu, Festival Turats ini melombakan tiga kategori Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) Fathul Qorib, Fathul Mu’in dan Olimpiade Nahwu Shorrof (ONS). Melalui ajang festival turats ini akan menguji substansi kitab yang selama ini telah diajarkan di Pondok Pesantren. Peserta diuji kemampuannya membaca, memahami, menerjemahkan dan mengartikulasikan kitab kuning.

(Ustaz Zainul Mun’im, pembaca nominasi dan pemenang Festival Turats kategori MQK Fathul Mu’in pada Malam Anugerah eNJe Festival)

“Pada perlombaan Festival Turats ini terdapat beberapa pemenang yang diperebutkan oleh peserta, diantaranya juara 1, juara 2, dan juara 3, serta juara favorit. Peserta yang diperbolehkan ikut lomba maksimal berumur 22 tahun,” pungkas ust. Ainul Yaqin

Pada malam anugerah eNJe Festival tingkat nasional tahun 2022 diumumkan lima nominasi terbaik dan pemenang dari setiap kategori lomba oleh panitia secara virtual melalui kanal YouTube Pondok Pesantren Nurul Jadid. Berikut data selengkapnya.

(Pengumuman lima nominasi terbaik Festival Turats pada Malam Anugerah eNJe Festival tingkat Nasional tahun 2022)

5 nominasi festival turats kategori Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) Fathul Qorib adalah 1) Moh. Mansur (PP. An-Nur 2 Malang); 2) Moh. Riki Nur Rivaldi (PP. Al-Bidayah Jember); 3) Ashfa Nafilatir R. (MA Al-Hikmah 2); 4) Ahmad Khozin (Ma’had Aly Al-Iman Purworejo); 5) Siti Nurrohmah (Ma’had Aly Al-Iman Purworejo).

5 nominasi festival turats kategori Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) Fathul Mu’in adalah 1) Ngismatul Nguluwiyah (Ma’had Aly Darussalam Blokagung); 2) Fazlur Rohman (Ma’had Aly Al-Iman Bulus); 3) Irham Muktafi (PP. Fadlul Wahid Ngangkruk); 4) Abd. Hakim M. (LPI Maktubah Al-Majidiyah); 5) M. Syaifur Rohman (PP. Al-Bidayah Jember).

(Ustaz Hibatullah Huwaidi, pembaca nominasi dan pemenang Festival Turats kategori ONS pada Malam Anugerah eNJe Festival)

5 nominasi festival turats kategori Olimpiade Nahwu Shorrof (ONS) adalah 1) Muhammad Kayyis (PP. Al-Mubarok Lanbulan); 2) Usmaul Choir N. (Universitas Negeri Malang); 3) M. Faliqul Habi (Ma’had Aly An-Nur 2 Malang); 4) M. Nurul Iman (Al-Majidiyah Palduding Pamekasan); 5) Khoirun Nisa MH. (Pondok Pesantren Modern As-Sakienah).

Usai diumumkan lima nominasi dari masing-masing kategori, dilanjutkan pengumuman pemenang festival turats di tiga kategori yang dilombakan yaitu Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) Fathul Qorib, Fathul Mu’in dan ONS. Berikut daftar pemenang selengkapnya.

Daftar Pemenang Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) Fathul Qorib

  • Juara 1 Moh. Riki Nur Rivaldi (PP. Al-Bidayah Jember)
  • Juara 2 Ahmad Khozin (Ma’had Aly Al-Iman Purworejo)
  • Juara 3 Moh. Mansur (PP. An-Nur 2 Malang)
  • Juara Favorit Jhofita Nisrin Fuadiyah (PP. Mambaul Ulum)

Daftar Pemenang Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) Fathul Mu’in

  • Juara 1 Fazlur Rohman (Ma’had Aly Al-Iman Bulus)
  • Juara 2 Irham Muktafi (PP. Fadlul Wahid Ngangkruk)
  • Juara 3 M. Syaifur Rohman (PP. Al-Bidayah Jember)
  • Juara Favorit Ngismatul Nguluwiyah (Ma’had Aly Darussalam Blokagung)

Daftar Pemenang Olimpiade Nahwu Shorrof (ONS)

  • Juara 1 Muhammad Kayyis (PP. Al-Mubarok Lanbulan)
  • Juara 2 Usmaul Choir N. (Universitas Negeri Malang)
  • Juara 3 Khoirun Nisa MH. (Pondok Pesantren Modern As-Sakienah)

 

(Humas Infokom)

 

Festival Qur’ani Usai, Malam Anugerah Digelar, Inilah Pemenangnya

nuruljadid.net – Malam Anugerah eNJe Festival tingkat Nasional tahun 2022 digelar pertanda bahwa rangkaian lomba festival telah usai termasuk Festival Qur’ani pada Selasa (22/02/2022) malam, tepatnya pukul 21.00 WIB. Malam Anugerah yang dihelat merupakan rangkaian acara terakhir dari eNJe Festival sebagai malam puncak pengumuman pemenang semua festival mulai festival Bahasa, turats tidak terkecuali qur’ani

Pelaksanaan malam anugerah enje festival ini dihelat secara hybrid kombinasi daring dan luring. Karena kondisi yang masih belum memungkinkan untuk dilakukan secara luring penuh mengingat perkembangan virus varian covid-19 omicron yang akhir-akhir ini mulai meningkat.

(Ustaz Muhammad Bakron Adre Setiawan membacakan nominasi dan pemenang Festival Qur’ani kategori MTQ)

Pembaca nominasi dan pemenang festival qur’ani kategori MTQ dibawakan langsung oleh ustaz Muhammad Bakron Andre Setiawan, sedangkan kategori MSQ dibawakan oleh ustaz Muhammad Syifaur Rizal. Mereka berdua adalah pengurus Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) dan juga panitia yang bertanggung jawab.

Sedangkan perhelatan penobatan pemenang festival qur’ani ini dapat diakses secara virtual melalui kanal YouTube Pondok Pesantren Nurul Jadid dan secara luring di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

(Ustaz Muhammad Syifaur Rizal membacakan nominasi dan pemenang Festival Qur’ani kategori MSQ)

Selain untuk memeriahkan haul masyayikh dan harlah, festival qur’ani ini memiliki bebarapa tujuan diantaranya untuk menyambung tali silaturrahmi sesama pecinta Al-Qur’an, sebagai ajang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dengan jalur unjuk bakat, kapasitas dan kreatifitas diri di bidang Al-Quran. Berikutnya, untuk melatih mentalitas, memperbaiki kualitas dan meraih prestasi. Dimana hal ini sesuai dengan tema harlah ke-73 yaitu “sehat, mandiri, dan berprestasi.”

Berbeda dengan tahun yang sebelumnya yang diselenggarakan terpisah dari setiap festival (Bahasa, turats dan qur’ani) dan hanya sebatas lingkup Probolinggo. Enje festival tingkat nasional kali ini merupakan event perdana yang dihelat oleh pesantren.

Festival Qur’ani ini, lomba terbagi menjadi dua kategori, yakni Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Musabaqoh Syarhil Qur’an (MSQ). Sebelum diumumkan pemenang dari dua kategori lomba tersebut, panitia menampilkan 5 nominasi terpilih dari masing-masing kategori sebagai berikut.

(Screenshot pengumuman nominasi Festival Qur’ani kategori Musabaqoh Tilawatil Qur’an)

5 Nominasi peserta terbaik kategori MTQ adalah 1) Akhmad Zakaria H delegasi MA Unggulan Nuris Jember; 2) Elysa Yulia Dwi H delegasi SMP Plus Nuruk Hikmah Paiton; 3) Ummi Lu’luah F. delegasi MTs Nurul Qadim; 4) Ainul Luthfiana delegasi MAN Kota Blitar; dan 5) Iqbal Taufiq delegasi SMP Tahfidz Al-Azhar.

5 Nominasi peserta terbaik kategori MSQ adalah 1) MA Unggulan Nuris Jember; 2) MA An-Nur Bululawang; 3) MAPK Nurul Jadid A Probolinggo; 4) Pusat Ilmu Al-Qur’an (PIQ) Malang; dan 5) PP. Mikhrajul Ulum Jember.

Setelah pengumuman lima Nominasi terpilih, dilanjutkan pengumuman pemenang yang terdiri dari juara satu, dua, tiga dan juara favorit dari tiap kategori. Berikut adalah daftar pemenang lomba Festival Qur’ani.

Daftar Pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) :

  • Juara 1 Ainul Luthfiana (MAN Kota Blitar)
  • Juara 2 Iqbal Taufiq (SMP Tahfidz Al-Ahzar)
  • Juara 3 Elysa Yulia (SMP Plus Nurul Hikmah)
  • Juara Favorit Ummi Lu’luah Fauziyah (MTs Nurul Qadim)

Daftar Pemenang Musabaqoh Syarhil Qur’an (MSQ) :

  • Juara 1 MAPK Nurul Jadid A Probolinggo
  • Juara 2 Pesantren Ilmu Al-qur’an (PIQ) Malang
  • Juara 3 MA Unggulan Nuris Jember
  • Juara Favorit PP. Mikhrajul Ulum Jember

 

 

(Humas Infokom)

 

 

 

Vaksinasi Serentak Indonesia: Probolinggo Capai Lebih 97%, Wakapolda Jatim Apresiasi Nurul Jadid

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali dipercaya menjadi tuan rumah program vaksinasi serentak Indonesia untuk yang kesekian kalinya. Program vaksinasi ini serentak dilaksanakan se Indonesia pada kamis (24/02/22) pukul 10.00 pagi melalui video conference (vicon) yang dipimpin langsung oleh bapak Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dari Gor Perahu kajang Kayu Agung Kabupaten Ogan Komering Ilir.

“Saya minta seluruh Kapolda, untuk menekan penyebaran Covid-19 ini dan meningkatkan vaksinasi,” jelas bapak Kapolri.

Wakapolda provinsi jawa timur Brigjen. Pol. Drs. Slamet Hadi Supraptoyo menjelaskan bahwa program ini dicanangkan pemerintah sebagai wujud kepedulian bangsa untuk mengantisipasi dari varian baru Covid-19 bernama Omicron. Sasarannya tidak hanya para santri saja, akan tetapi juga masyarakat di kabupaten Probolinggo.

(Wakapolda bersama pengasuh dan kepala pesantren Nurul Jadid berserta tamu undangan lainnya saat mengikuti vicon Vaksinasi Serentak Indonesia bersama kapolri)

Sebelum vaksin dilaksanakan, para peserta diharuskan untuk mengikuti rangkaian seremonial dan vicon bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. bersama polda se Indonesia untuk melaporkan progress vaksinasi serentak di masing-masing daerah.

Saat press release, bapak wakapolda Brigjen. Pol. Drs. Slamet Hadi Supraptoyo mengungkapkan rasa syukurnya berada di kabupaten Probolinggo karena untuk vaksinasi dosis pertama telah mencapai lebih dari 97%, vaksinasi dosis kedua mencapai 77% dan saat ini sedang dilaksanakan vaksinasi booster dosis ketiga untuk santri dan masyarakat.

Beliau juga mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid yang konsisten bermasa-sama forkopimda untuk mengedukasi dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk vaksin.

(Wakapolda Brigjen. Pol. Drs. Slamet Hadi Supraptoyo saat press release didampingi pengasuh dan kepala pesantren Nurul Jadid bersama forkopimda)

“Vaksinasi ini merupakan ikhtiar dan ibadah kita. Pondok pesantren Nurul Jadid perlu kita apresiasi karena memberikan ruang untuk masyarakat ikut vaksin dan mengedukasi santri pentingnya vaksinasi. Perlu dicontoh oleh yang lain untuk bisa membangun dan menggugah masyarakat akan pentingnya vaksinasi,” jelas bapak wakapolda Brigjen. Pol. Drs. Slamet Hadi Supraptoyo.

Ia juga meminta awak media yang bisa masuk ke semua lini untuk mengajak dan menginformasikan kepada semua elemen masyarakat agar mau vaksin dan taat prokes.

Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid merespon positif dan berterimakasih atas adanya vaksinasi serentak Indonesia di Pondok Pesantren Nurul Jadid ini.

“Saya berterimakasih Nurul Jadid dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan vaksin, karena ini membawa manfaat bagi santri, pendidik dan tenaga kependidikan khususnya untuk mendapatkan pelayanan vaksin booster ketiga atau melengkapi vaksin sebelumnya,” beliau menuturkan kepada nuruljadid.net via WhatsApp.

(Ketika masyarakat Probolinggo peserta vakasinasi booster ketiga divaksin oleh vaksinator pada acara vaksinasi serentak Indonesia)

Hal ini juga didukung oleh Direktur Klinik Az-Zainiyah Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah bahwa kita semua perlu bersama menyukseskan kegiatan vaksinasi ini, “bersama perlu mendorong masyarakat luas untuk menyukseskan vaksinasi sebagai salah satu ikhtiar untuk memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi pandemi ini,” jelas Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan bahwa ketercapaian sasaran target vaksinasi untuk umur lanjut usia (lansia) dan anak-anak di kabupaten Probolinggo telah mencapai target. Lansia telah melebihi sasaran target sekitar 71% dan anak-anak mencapai lebih dari 70%.

Peserta sasaran vaksinasi di Pondok Pesantren Nurul Jadid hari ini berjumlah keseluruhan 500 orang, 250 dosis AstraZeneca dan 250 dosis jenis Pfizer untuk vaksinasi dosis kedua dan booster ketiga.

(Penyerahan bingkisan sembako kepada perwakilan peserta vaksinasi dari unsur masyarakat oleh wakapolda dan pimpinan lainnya)

Ratusan peserta dari dalam dan luar pesantren datang memadati ruangan aula satu, bahkan mereka harus sabar mengantri dikarenakan banyaknya peserta vaksinasi dengan waktu yang cukup terbatas. Usai vaksinasi, setiap peserta diberikan bingkisan sembako.

Dari data yang ada, usia yang paling rentan terkena virus omicron ini adalah usia remaja hingga usia produktif yang berkisar antara 10 – 49 tahun. Dan wanita mendominasi jumlah yang terpapar virus tersebut.

Kegiatan vaksinasi serentak ini, polda bekerjasama dengan melibatkan Polres Probolinggo, Dinkes Probolinggo, Puksesmas Paiton dan Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid yang menyediakan tenaga Kesehatan serta vaksinator.

Acara ini dihadiri oleh Wakapolda Jatim, Kapolres Probolinggo, Dandim 0820 Probolinggo, Forkopimda Probolinggo, Pengasuh dan Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, Ketua DPRD, Kajari Jember, Direktur Klinik Az-Zainiyah, beberapa jajaran TNI dan Polri yang turut mengawal suksesnya acara ini.

 

(Humas Infokom)

Bazar dan Expo Pendidikan Semakin Meriah dengan Panggung Kreasi Santri

nuruljadid.net – Pasca pembukaan secara resmi, Bazar dan Expo Pendidikan dimeriahkan dengan penampilan bakat dan keterampilan santri melalui panggung kreasi pada Senin (21/02/22) pagi di salah satu stand dengan panggung yang terletak di area halaman MTSNJ.

Konsep Bazar dan expo Pendidikan tahun ini memang sedikita tampil beda dari sebelumnya. Pasalnya, saat ini tidak hanya sekedar bazar dan expo Pendidikan yang membuat menarik akan tetapi terdapat pentas kreasi santri yang menampilkan kreativitas dan bakat santri mulai dari tingkat pra sekolah hingga SLTA.

“setidaknya terdapat 36 penampilan yang akan ditampilkan dari seluruh lembaga sekolah maupun madrasah selama 5 hari kedepan, jadi bazar akan ditutup H-1 harlah,” ujar Khoiriyah selaku koordinator bazar.

Wakil kepada bidang kelembagaan dan peserta didik Biro Pendidikan ustazah Rifqotul Husan selaku penanggung jawab panggung kreasi ini menjelaskan kepada nuruljadid.net

“biasanya setiap tahun hanya bazar dan expo pendidikan, namun tahun ini sedikit berbeda, kami menggelar panggung kreasi santri untuk selain hiburan juga sebagai ajang pertunjukkan kreasi dan bakat santri sehingga santri lainnya dapat terinspirasi untuk lebih kreatif,” tutur ustazah Rifqoh

(Salah satu peserta didik MI Nurul Mun’im terlihat sedang khusyuk melikus di panggung kreasi Bazar dan Expo Pendidikan)

Berbagai kreativitas yang ditampilkan, peserta didik pra sekolah TK Bina Anaprasa menampilkan tarian kreasi dengan busana dan dandanan unik sehingga terlihat menggemaskan. Tidak hanya itu, ada siswa MI Nurul Mun’im yang menunjukkan kebolehannya dalam melukis di atas panggung kreasi.

(Peserta didik SMK Nurul Jadid berpose sebelum menampilkan pertunjukkan fashion show mereka di atas panggung kreasi)

Sedangkan beberapa santri lainnya seperti peserta didik SMK Nurul Jadid terlihat memperagakan baju atau fashion show karya hasil desain dan jahitan mereka sendiri dengan kombinasi make-up serta topeng yang senada. Mereka tampil memukau dengan kebolehan catwalk layaknya model profesional diiringi lagu dengan beat yang pas.

(Peserta didik MTs. Nurul Jadid menampilkan sholawat Isalami dalam penampilan panggung kreasi di Bazar dan Expo Pendidikan)

Tidak mau kalah, peserta didik putri MTSNJ juga unjuk kebolehan dengan menampilkan sholawat islami diiringi alat musik ala santri. Lantunan indah nan merdu suara vokalis menghipnotis penonton yang hadir ditambah dengan keunikan musik pengiring dari drum bak bekas cat tembok. Disini sangat terlihat sekali kreativitas santri yang perlu diacungi jempol. Meski terbatas tidak lantas membuat mereka berhenti berkarya dan berprestasi.

Salah satu santri yang berkunjung Kuni Qomariyah mengaku bahwa sangat terhibur sekali dengan panggung kreasi ini, “jujur saya dan teman-teman sangat terhibur dengan panggung kreasi ini, karena kita tidak hanya belanja dan lihat-lihat di bazar, namun juga bisa menyaksikan penampilan panggung kreasi dari para santri berbakat Nurul Jadid.

 

(Humas Infokom)

Wakil Sekretaris Pesantren Resmi Buka Bazar dan Expo Pendidikan Santri

nuruljadid.net – Wakil Sekretaris Pesantren Ny. Hj. Muthmainnah Waqid resmi membuka bazar dan expo pendidikan santri dalam rangka memeriahkan haul masyayikh dan harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid di halaman Madrasah Tsanawiyah Nurul Jadid (MTSNJ) beberapa hari lalu tepatnya Senin (21/02/2022) pagi dengan meriah.

Bazar tahun ini disajikan tidak jauh beda dengan konsep yang sebelumnya. Pasalnya, bazar putra dan putri di satu lokasi dengan pembagian shift kunjungan. Saat ini tidak hanya bazar yang membuat menarik akan tetapi ada expo (pameran) pendidikan dari masing-masing lembaga Pendidikan formal di bawah Yayasan Nurul Jadid mulai dari pra sekolah hingga perguruan tinggi.

(Wakil sektretaris pesantren Ny. Hj. Muthamainnah Waqid ketika memberikan sambutan pada pembukaan Bazar dan Expo pendidikan)

Wakil sekretaris pesantren Ny. Hj. Muthmainnah Waqid dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh santri agar menjaga ketertiban dan tetap menjaga protokol kesehatan. “saya berharap dan juga mengingatkan kepada seluruh santri agar tetap tertib dengan kondisi yang berbeda saat ini dan juga pedagang tetap bisa mengikuti peraturan yang ada terutama mentaati prokes” dawuh wakil sekretaris pesantren Ny. Hj. Muthmainnah Waqid.

Selain menyediakan aneka macam makanan dan minuman, di bazar juga tersedia buku-buku, hamper, baju dan masih banyak lagi. Tahun ini terbatas untuk internal saja sehingga hanya terdapat belasan stand bazar yang memenuhi area halaman MTSNJ. Semua santri berbondong-bondong mendatangi stand bazar dengan gembira.

(Keseruan santri yang tengah asyik melihat barang dagangan di salah satu stand bazar)

Steering Committee (SC) Bazar putri ustazah Enik Rahmawati menjelaskan bahwa persiapan menuju grand opening ini sangat terbatas hanya beberapa hari saja, “jujur kami cukup kewalahan mempersiapkan bazar dengan waktu yang sangat singkat sehingga kami (baca: panitia) harus kerja ekstra dan mengawal proses penyelesaian stand juga berkoordinasi intensif dengan pedagang yang akan mengisi stand,” terang ustazah Enik kepada tim Infokom Nurul Jadid.

Koordinator bazar Siti Khoiriyah saat diwawancarai tim infokom Nurul Jadid menjelaskan suasana hari pertama bazar sangat meriah karena selain ada seremonial pembukaan dengan pemotongan pita juga ada penampilan kreativitas santri.

Baru hari pertama, stok barang di beberapa stand bazar sudah banyak ludes terjual habis diborong santri, terlebih stand bazar Koperasi Induk (KOPIN) Nurul Jadid yang sudah 2 kali kulakan baju dan boneka kekinian. Di samping itu, Es Tebu juga menjadi minuman favorit yang banyak dibeli oleh santri selain rasanya yang manis segar juga harganya yang murah.

(Keseruan santri yang tengah asyik melihat barang dagangan di salah satu stand bazar)

“yang paling saya suka minuman yaitu es Tebu, selain menyegarkan juga murah dan simple pembuatannya jadi cepat saji dan gak harus nunggu lama,” ujar salah satu pembeli yang bernama Ufik.

Untuk jadwal buka-tutup bazar sudah dipertimbangkan dengan sangat matang oleh panitia agar semua santri baik putra maupun santri putri bisa dikondisikan dengan baik. Jam kunjungan putri mulai pukul 08.00 pagi sampai dengan 12.30 siang sedangkan dari jam 13.00 siang sampai dengan 22.00 malam khusus untuk santri putra.

 

(Humas Infokom)