Kiai Zuhri, Pentingnya Menjaga Lidah dan Kemaluan

nuruljadid.net- Orang yang menjaga kata-katanya sehingga ia tidak mengatakan yang buruk dan menjaga kemaluannya seperti melakukan zina dan semacamnya termasuk mukaddimahnya zina (memandang, memegang) orang yang menjaga itu, Nabi menjamin orang itu masuk surga. Hal tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren KH Moh Zuhri Zaini pada pengajian kitab Riyadhus Sholihin hlm 435 hadis ke 1512, Minggu (01/11) sore.

Kiai Zuhri melanjutkan, orang yang menjaga dua hal itu berat. Mungkin kalau menjaga sholat tidak seberat lidah, tidak seberat menjaga kemaluan dari zina dan pendahuluan-pendahuluannya.

Jadi orang yang bisa menjaga dua hal itu (lidah dan kemaluan) pasti bisa menjaga yang lain,” Imbuhnya.

Masih menurut beliau, orang yang bertakwa akan menjaga lidah dan kemaluannya. Orang bisa masuk neraka gara-gara perkatannya tanpa pikir.

Perkataan itu sangat berdampak. Dampaknya sangat besar. Jika kita berkata baik kemudian banyak yang ikut pahalanya besar. Sebaliknya, jika kita berkata jelek sehingga memprovokasi oranguntuk menggerakkan orang berbuat jelek. Maka kita dosa dan menanggung dosanya orang yang mengikuti kita,” Sambungnya.

Lebih lanjut beliau menyampaikan, perang besar bisa timbul dari kata-kata apalagi seorang tokoh. Kalau seorang tokoh berbicara sembarangan nanti pengikutnya bisa melakukan hal-hal diluar batas.

 

Pewarta   : PM

 

 

Guru Ex Madin An-Nafiiyah Adakan Baksos ke 40 Janda

nuruljadid.net- Gerakan guru Ex Madin An-Nafiiyah (GENI) Pondok Pesantren Nurul Jadid melaksanakan Bhakti Sosial perdana di Desa Randutata, Sabtu (31/10) siang.

Nyai HJ. Khodijatul Qodriyah pembina Geni mengatakan, organisasi geni ini merupakan gerakan yang digagas oleh alumni guru Madin An-Nafiiyah. Kegiatan baksos ini bersamaan dengan maulid Nabi Muhammad SAW.

Ning iah, memberikan penjelasan hikmah bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Suatu ketika pada saat beliau mengalami musibah kehilangan dokumen, ATM dan banyak barang berharga.

“Alhamdulillah saat dokumen itu ditemukan dan ada orang yang memfasilitasi ketemunya dokumen. Tidak ada satupun barang yang hilang semuanya utuh. Ini pentingnya tawasul atau bersholawat kepada Nabi,” Ujar beliau.

Alhamdulillah, kita dipertemukan pada bulan maulid yang mulia ini, semoga hajat kita dikabulkan. Kegiatan ini disamping sebagai silaturahmi dan juga ini kegiatan sebagai kegiatan pendidikan dan sosial dari Geni serta dengan kegiatan ini semoga mendekatkan kita kepada Allah dan Rasulullah,” Tambahnya.

Direktur Klinik Az-zainiyah pula menyinggung pentingnya untuk menjaga protokol kesehatan covid-19 agar kita selamat. Jangan ikut arus kepada perdebatan covid-19 ini benar atau tidak. Yang penting kita selamat keluarga kita.

Selanjutnya Ning Iah, melaunching organisasi Geni dengan pembacaan ummul qur’an,

Sementara Bapak Syifaul ulum Ketua Ranting NU menyambut baik adanya kegiatan ini.
” Kegiatan baksos ini sangat bagus sekali ditengah pandemi covid-19. Banyak orang terdampak akibat penyakit yang sangat mematikan ini. Geni dengan kegiatan sosialnya datang untuk membantu masyarakat randu tatah,” Katanya.

Ulum menambahkan, Geni dibawah arahan ning iah (salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid) telah melakukan program yang tepat. Kita sebagai masyarakat yang telah mendapat bantuan berupa pakaian dan sembako sangat berterima kasih. Kegiatan ini adalah perdana, semoga selanjutnya kegiatan seperti ini perlu dikembangkan.

Kegiatan baksos diakhiri dengan pembagian sembako secara simbolis oleh pembina Geni (Nyai Hj Khodijatul Qodriyah) selanjunya baksos diberikan kepada 40 janda tua berupa baju, uang dan, nasi kotak dan beras.

 

Pewarta : Ibnu Abdillah

Editor.    : Ponirin Mika

Kartu E-Bekal NJ Sebagai Akses Pelayanan Santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid

Nuruljadid.net- Aplikasi Mobile untuk mempermudah wali santri Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam melakukan pembayaran kos makan santri, pengiriman bekal dan belanja harian santri, sehingga santri langsung dapat melakukan transaksi secara non-tunai di area Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan menggunakan kartu e-Bekal yang dapat dipantau langsung oleh wali santri.

Kartu e-Bekal santri juga dapat digunakan sebagai akses pelayanan santri seperti presensi kegiatan, perizinan, layanan kesehatan dan lainnya.

berikut Panduan Manual Book Top Up e-bekal santri : panduan-top-up

Video Panduan Top Up : https://youtu.be/3VwK7zTGsHs

berikut Panduan Manual Book Bekal Santri :  manual-book-bekal-santri-nj

Video Panduan Aplikasi Bekal Santri NJ : https://youtu.be/FNj3llzz6jI

Video Panduan Cari NIUP : https://youtu.be/04GUKx8t8p4

Cari NIUP : https://nuruljadid.net/cari-niup/

Maulid Nabi, KH Moh Zuhri Zaini Ungkap Nabi Muhammad Sosok Paripurna

nuruljadid.net- Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH Moh Zuhri Zaini menjelaskan hikmah dilaksanakannya peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, peringatan maulid ini tidak hanya kegiatan seremonial atau kegiatan hura-hura melainkan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, keimanan dan mahabbah kita kepada beliau Nabi Muhammad SAW.

“Peringatan maulid Nabi ini untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, meningkatkan keimanan dan mahabbah kita kepada beliau yang kita peringati lahirnya yaitu junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. Sehingga dengan demikian kita akan mampu untuk meneladani beliau. Sebab beliau orang yang dipilih oleh Allah yang sejak lahir sampai wafat selalu dalam keadaan yang baik. Makanya yang diperingati adalah maulidnya bukan wafatnya berbeda dengan yang lain yang diperingati adalah haulnya atau wafatnya,” Dawuh Kiai Zuhri saat memberikan sambutan pada acara Peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kamis (29/10) malam.

Kiai Zuhri menjabarkan, Memang ada mungkin orang yang salah paham, saya pernah pergi ke Surabaya waktu bulan Ramadhan sampai di Probolinggo di randu pangger ada spanduk bunyinya memperingati haul Nabi Muhammad SAW, saya tidak ngerti apa maksudnya. Ia boleh-boleh saja tapi itu tidak biasa. Sebab yang diperingati pada beliau pasti maulidnya, karena beliau adalah sosok yang agung bahkan al-insan al-kamil, manusia paripurna dan merupakan teladan bagi kita dan kalau kita meneladani beliau terutama akhlaknya pasti kita akan menjadi orang yang baik. Inilah sebetulnya yang menyebabkan krisis yang terjadi dikalangan kita umat islam karena kita mengaku sebagai orang islam, mengaku sebagai umat Nabi Muhammad tapi sayangnya kita tidak mengamalkan ajaran-ajaran beliau, tidak meneladani sunnah-sunnah beliau, lebih-lebih akhlak beliau.

Beliau menyampaikan,agama Islam yang dipraktikkan oleh Nabi adalah agama rahmah. Islam itu kan rahmatan lil-alamin yang digembar-gemborkan tapi sayangnya rahmatan lil-alamin ada di lidah kita tapi tidak dalam prilaku kita. Kita menjadi malu mengaku umat islam, mengaku umat Nabi Muhammad tapi kita selalu bermusuhan pada orang dan memaki-maki orang ini bukan akhlak Nabi. Ini yang barangkali bisa kita ambil dari hikmah maulid ini bukan sekedar memperingati, bukan sekedar seremonial apalagi sekedar hura-hura tapi betul-betul kita mengambil hikmah utamanya bisa meniru beliau.

Kiai Zuhri menambahkan, Beliau Nabi Muhammad adalah teladan yang baik bahkan terbaik yang apabila kita meneladani beliau pasti akan menjadi orang yang baik. Baik dihadapan manusia maupun baik dihadapan Allah. Kita kadang-kadang menjadi malu Ketika justru yang mengamalkan akhlak beliau itu bukan kita sebagai umat islam justru kadang-kadang orang lain. Kita perlu instropeksi, kita bersyukur pada Allah, kita dijadikan orang beriman, kita dijadikan orang islam dan dijadikan sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Tapi kita perlu instropeksi apakah kita pantas untuk menjadi umat beliau padahal kita tidak meneladani akhlaknya.

Mari dengan memperingati maulid ini kita mengadakan perubahan dari hari-hari sebelumnya kita menjadi orang yang beruntung bukan justru menjadi orang yang rugi apalagi menjadi orang yang binasa,” Imbuhnya.

Pewarta : Ibnu Abdillah

Editor : Ponirin Mika

Hadrah Firhaz Tampil Memukau Dihadapan Ribuan Santri

nuruljadid.net– Dihadapan ribuan santri Hadrah Firqoh Az-zainiyah tampil memukau. Tepuk tangan para santri tak terbendung untuk memberikan semangat dan apresiasi.

Dirga Pratama vokalis firhaz menyuguhkan suara merdu saat membaca syair-syair arab saat tampil pada acara pembukaan maulid Nabi Muhammad SAW. Kamis malam (29/10).

Pria asal bondowoso itu menghipnotis para undangan yang hadir pada tersebut.

Dendy Ramadhani salah satu alumni Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo tahun 2006 menyampaikan, suara vokalis firhaz itu sangat merdu dan enak di dengar. Firhaz selalu melahirkan vokalis yang bagus. Pada masa saya dulu, vokalis firhaz juga demikian memiliki suara yang sangat bagus.

Pokoknya firhaz luar biasa. Alhamdulillah,” Imbuhnya.

Pewarta : PM

Kiai Zuhri; Kalau Tidak Bisa Berkata Baik, Maka Diam Saja

nuruljadid.net- Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH Moh Zuhrri Zaini menyampaikan, bagi orang yang beriman kepada Allah ia akan tunduk kepada aturan-aturan-Nya. Begitupun jika ia beriman kepada hari akhir.

Beberapa aturan yang dimaksud salah satunya berkata baik atau jika tidak bisa berkata baik, maka lebih baik diam.

“Baik itu artinya tidak dosa dan tidak menimbulkan masalah. Kalau tidak bisa berkata baik, maka diam saja. Tapi itupun jika kita harus tidak berbicara. Kalau harus bicara, misalnya jika ditanyakan oleh seseorang maka harus dijawab, jika benar-benar tau,” Ungkap Kiai Zuhri saat menjelaskan hadits ke 1511 dalam kitab riyadhus sholihin. Rabu sore (28/10)

Pengasuh ke IV Pondok Pesantren Nurul Jadid ini melanjutkan, ini artinya kita harus menjaga pembicaraan. Lidah kita jangan sampai berbicara hal-hal yang tidak baik atau tidak benar atau kita tidak tau benar salahnya. Jangan asbun (asal bunyi).

Sebab kadang-kadang kita karena ingin dikatakan berpendidikan, berpengetahuan sehingga setiap ditanya langsung menjawab. Itu bisa menjerumuskan kita kepada hal-hal yang salah,” Imbuhnya.

Masih kata beliau, Imam Malik seorang mujtahid, tapi sering apabila beliau ditanya, beliau bilang tidak tau, jadi tidak menjawab. Jangan gengsi mengatakan tidak tau kalau memang tidak tau.

 

 

Pewarta : PM

 

Peringatan Maulid Sebagai Bentuk Mengagungkan Nabi

nuruljadid.net- Wilayah Sunan Kudus,Pondok Pesantren Nurul Jadid di kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu Malam, (28/10/ 2020).

Kegiatan ini diikuti oleh, Kepala Bagian Kesenian dan Olahraga Santri (BKOS) KH. Makki maimun Wafi, Kepala Biro Kepesantrenan Gus Imdad Robbani, Kabid Penataan Wilayah Ust Fadhollatif, Kasi Penataan Ust. Mujibul Khoir, Pembina Asrama Pomas Ust. Alif Hidayatullah, dan seluruh Mahasiswa yang berstatus santri. Mereka dengan gembira merayakan dan mengikuti rangkaian acara dengan seksama.

Peringatan Maulid ini diawali dengan pembacaan kalam ilahi beserta sholawat Nabi Muhammad SAW oleh Hadrah Az-zahir dari santri Pondok Mahasiswa, serta sambutan kepala Pomas, dan tausiah Sejarah Kelahiran Nabi.

Dalam sambutannya, Fikri Jamil sebagai kepala Pomas berharap supaya kita bersama-sama mengikuti acara maulid ini dengan khusyuk, meskipun acara ini berada di zaman merebaknya virus Covid-19. Bukanlah suatu alasan untuk kita tidak melaksanakan hari yang bersejarah.

“Mari kita mengikuti rangkaian acara maulid ini dengan seksama, agar kita bisa paham betul akan peristiwa besar, sejarah kelahiran nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam,” tegasnnya.

Selanjutnya, inti dari acara tersebut ialah tausiah sejarah kelahiran nabi muhammad SAW, yang di sampaikan oleh Gus Imdad Robbani.

Dalam tausiahnya, malam maulid nabi muhammad merupakan peristiwa titik awal kemanusian, karena nabi muhammad diutus untuk menyebarkan rahmat kepada seluruh manusia serta memperbaiki akhlakul karimah.

Selain itu, rahmat yang diberikan oleh Allah Swt kepada seluruh umat manusia merupakan rahmat yang besar seperti, rahmatan lil alamin, dan rahmat manifestasi.

Lebih lanjut , rahmat yang ada pada diri nabi muhammad merupakan rahmat yang besar yang diberikan oleh Allah serta terus mengalir pada kaum muslim yang tercerahkan oleh nikmat tersebut.

“Bagaimana kita bisa mendapatkan nikmat tersebut?”, tanya Putra ketiga dari Pengasuh PP. Nurul Jadid (KH. MOH. ZUHRI ZAINI BA) kepada mahasiswa.

“Untuk bisa mendapatkan nikmat dari nabi, kita harus memiliki rasa kekhawatiran terlepas dari cinta kepada nabi,” jelasnya.

Dalam hal ini, rangkaian kegiatan memperingati maulid nabi, merupakan sejarah awal umat manusia dan muslim mendapatkan berkahan nikmat dari allah melalui insan Al-kamil; (Baca: Insan Al-kamil, Orang yang sempurna).

 

Pewarta : Robi

Editor.    : Ponirin Mika

Mengapa Malaikat Disuruh Mencatat Amal? Ini Penjelasan Kiai Zuhri

nuruljadid.net- Mengapa malaikat disuruh mencatat amal, karena Allah tidak sewenang-wenang mengadili orang. Sekalipun Allah tanpa saksi sudah tau. Ini pelajaran bagi kita bahwa saat kita jadi pemimpin tidak otoriter,” Hal ini disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo KH Moh Zuhri Zaini pada pengajian kitab sore hari di Masjid Jami’ Nurul Jadid, Senin (26/10)

Kiai Zuhri kala itu membahas bab yang menjelaskan tentang keharaman ghibah dan perintah menjaga lisan (Riyadhus Sholihin hal 435).

Menurutnya, ghibah merusak kehormatan orang lain sama halnya dengan melukainya. Kita dilarang melakukan maksiat jika terlanjur segera bertaubat. Sebab, apa yang dilakukan oleh telinga, mata dan hati akan dimintai pertanggungjawaban.

Kiai Zuhri melanjutkan, kurangi bicara sesuatu yang tidak bermanfat bagi orang lain dan bagi dirinya.

“Kalau orang banyak bicara pasti salahnya banyak. Jadi kalau bisa jangan banyak bicara kecuali diperlukan,” Ucap beliau.

Masih kata Kiai Zuhri, kalau kita mau ngomong sebaiknya harus yakin bahwa perkataan kita membawa kebaikan. Apa kita tidak boleh guyon? Kalau diperlukan guyon tidak apa-apa asal guyonannya baik.

Carilah pembicaraan yang bermanfaat,” Imbuhnya.

Pewarta. : PM

Sambang Santri Dengan Protokol Kesehatan Yang Ketat

nuruljadid.net – Ahad (25/10) ini, sambang santri yang diadakan oleh pengurus Ponpes Nurul Jadid tetap menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Tampak satuan tugas (satgas) covid-19 berjaga dimana-mana untuk mengawal pertemuan wali santri dengan putera/puterinya.

Sebanyak delapan protokol kesehatan persyaratan sambang santri ditetapkan. Diantaranya adalah: pengunjung maksimal dua orang, sudah terdaftar pada jadwal kunjungan, tidak makan ditempat pertemuan, durasi pertemuan maksimal dua puluh menit, wali santri dilarang memasuki zona satu dan dua, wajib menunjukkan kartu mahrom bagi pengunjung santri Putri, dilarang masuk ruang pertemuan sebelum dipanggil petugas, tempat tunggu di Unuja yang akan dipanggil saat putra/putrinya telah berada di bilik pertemuan.

Tidak hanya itu, bertemu dengan putra/putrinya, semua wali santri dicek suhu tubuhnya terlebih dahulu. Karena bila melebihi batas maksimal suhu tubuh normal, maka wali santri dilarang menemui putera/puterinya. Setelah itu, mereka juga wajib memakai masker, mencuci tangan dan tentunya menjaga jarak.

Menurut Umik, wali santri asal Jember itu sangat mengapresiasi dengan adanya sambang santri ini. “Menurutku, dengan diadakannya program ketemuan antara santri dan wali santri, meskipun tetap dengan protokol covid itu bagus sekali. Kami senang banget. Bisa menghibur hati kami untuk ketemu dengan buah hati yang sedang menuntut ilmu di pesantren setelah sekian bulan di lokdown.” ucapnya saat diwawancarai.

 

Pewarta  : Alfin Haidar Ali

Editor.     : Ponirin Mika

Kebahagiaan Wali Santri Saat Bertemu Putera-Puterinya

nuruljadid.net- Saya sangat bahagia sekali bisa bertemu dengan puteri kami setelah beberapa bulan tidak dapat berkunjung ke pesantren. Memang kondisi seperti saat ini yang tidak dapat mempertemukan saya dan anak saya. Mudah-mudahan wabah covid-19 segera berakhir,” Ucap Bapak Affan Faruq wali dari santri lilik Inez Fauziyah asal Banyuangi.

Pesantren Nurul Jadid sangat bagus dalam menerapkan protokol kesehatan covid-19 dari awal. Dan kami sebagai wali santri yang memasrahkan anak kami ke pondok mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pesantren Nurul Jadid atas kerja kerasnya dalam menjaga keselamatan santri-santrinya termasuk anak kami,” Imbuhnya.

Bapak Affan Faruq melanjutkan, Diperbolehkannya sambang santri ini bisa mengobati kangen wali santri pada anaknya. Sebab, siapa yang tidak kangen dengan putera-puterinya.

Meskipun pada pertemuan kali ini kita harus berkomunikasi dalam bilik. Praktek sambang santri dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan adalah ikhtiar pesantren untuk menjaga keselamatan.

Dibilik pertemuan terlihat wali santri yang sangat ceria dan raut wajah yang menujjukkan kebahagiaan.

“Saya bahagia sekali meski hanya bertemu 20 menit. Itu sangat cukup. Terima kasih ya Allah,” Kata Siti Nurbaya Wali santri asal Probolinggo.

 

Pewarta : Ibnu Abdillah
Edotor. : Ponirin Mika

Munajat Santri Nurul Jadid Untuk Negeri

nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo merayakan Hari Santri Nasional dengan menggelar Istighasah Kubra, Kamis pagi (22/10) di Masjid Jami’ Nurul Jadid.

Kabag Humas dan Protokoler Ustadz Ernawiyadi mengatakan, kali ini kita tidak mengadakan upacara HSN namun diganti dengan Munajat Santri Untuk Negeri dikemas dengan Istighasah Kubro.

“Ini sebagai ikhtiar kita agar wabah covid-19 segera berakhir. Dan bagi santri do’a merupakan senjata untuk mengusir virus mematikan bagi manusia tersebut,” Tegas Ustadz Erna.

Sebelum pembacaan Istighasah dimulai ada tausyiah KH Najiburrahman Wahid Wakil Kepala Pesantren I Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Dalam tausyiahnya, Kiai Najib menyampaikan, Presiden Ir. Joko Widodo menentukan tanggal 22 Oktober menjadi Hari Santri Nasional, karena pada tanggal itu Guru besar santri KH. Hasyim Asy’ari menandatangi resolusi jihad yang salah satu isi mendorong umat islam berjihad melawan penjajah Indonesia.

Disisi lain, beliau menyinggung tentang perjalanan bangsa menghadapi penjajah.

Saat penjajah membodohkan Indonesia, maka Pondok Pesantren tetap eksis mencerdaskan bangsa dan mampu bertahan hidup dalam kondisi apapun termasuk pada masa penjajahan. Bagi santri berjuang melawan penjajah adalah jihad dan mati dalam keadaan berjuang melawan penjajah adalah syahid. Semangat jihad ini bisa menaklukkan musuh,” Ucap Kiai Najib.

Hadir pada kegiatan itu, Kepala-kepala Sekolah/Madrasah, Pengurus Pesantren dan ribuan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

 

Pewarta : Ibnu Abdillah
Editor. : Ponirin Mika

Santri PP Nurul Jadid, Alfin Haidar Ali Juara Dua Lomba Essay se-Nasional

nuruljadid.net – Setelah berhasil masuk dalam lima besar acara penguatan Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang diadakan Puslitbang Kemenag RI di Yogyakarta pada hari kamis (15/10) lalu, saudara Alfin Haidar Ali, santri Pondok Pesantren Nurul Jadid yang saat ini di jenjang pendidikan Ma’had Aly semester tiga berhasil menjadi juara dua lomba menulis essay Hari Santri Nasional Darussunah – Jakarta.

Kabar ini disampaikan langsung oleh penanggung jawab lomba menulis Essay, yakni Maziyah dari Darus-Sunah International Institute for Hadits Science via Whattsapp pada saudara alfin.
Panitia tersebut juga melampirkan surat keterangan hasil penjurian lomba essay, dimana saudara alfin menempati posisi kedua dengan nilai 82, unggul satu angka perwakilan UIN Syarif Hidayatullah dan dibawah juara satu dengan nilai 89 dari instansi UIN Syarif Hidayatullah – Jakarta pula

Kegiatan yang diadakan oleh Ikatan Mahasantri Darussunah (IMDAR) – Jakarta dimulai sejak 3-10 Oktober 2020 sebagai waktu pendaftaran. Sedang pengumpulan karya dilaksanakan pada tanggal 5-19 Oktober 2020 pukul 23.59.
Judul essay yang ditulis oleh Alfin adalah “Panduan Membuka Bisnis Tanpa Modal Ala Mas Edi AH Iyubenu.” Ia mengungkapkan, bahwasanya essay ini ditulis setelah acara di Jogja usai. Ia menyempatkan waktunya selama di Jogja untuk bertemu dengan bos penerbitan Diva Press dan pemilik tujuh kafe yang selalu ramai oleh pengunjung ini.


“Bagi saya, Mas Edi Ah Iyubenu itu orangnya unik. Padahal sudah kaya dengan bisnis penerbitannya Diva Press itu, ia masih membuka kafe di Jogja. Motifnya satu: menolong orang. Banyak mahasiswa jogja yang tertolong berkatnya. Pada essay itu, saya coba mengungkapkan bagaimana seorang santri seharusnya membuka bisnis yang motifnya membantu sesama.” Ungkapnya saat diwawancarai.

Pengumuman pemenang lomba ini tidak selesai disini, akan tetapi juga diumumkan pada acara webinar puncak Hari Santri Nasional Darus-Sunah 2020 dengan tema “meneguhkan peran santri dalam memperkuat moderasi beragama dan wawasan kebangsaan di era pandemi” pada (21/10) pukul 09.00 hingga selesai.

 

Penulis. : AHA

Editor.  : Ponirin Mika

Sambut HSN 2020, PP Nurul Jadid Gelar Pemilihan Santri Berprestasi

nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid, menyambut Hari Santri Nasional (HSN) yang akan jatuh pada 22 Oktober 2020, dengan Pemilihan Santri Berprestasi (PILSAPRES) dan Nurul Jadid Student Top Leader (NJSTL).

Sebelum memasuki rangkaian lomba. Kegiatan menyambut HSN dibuka dengan bentuk rangkaian acara ceremonial. Yaitu pembukaan, pembacaan ayat Suci Al-Qur’an, sambutan Ketua Panitia, dan Pengesahan.
Dengan tetap menjalankan Protokol Kesehatan, kegiatan tersebut berlangsung di Aula 1 PP. Nurul Jadid, Rabu (21/10/2020). Selain itu ada juga Istighosah Kebangsaan dan Seminar Kebangsaan sebagai acara puncak dalam rangkain acara HSN.
Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Mohammad Toiful Abrar, tujuan diadakannya Lomba dalam menyambut HSN ini, untuk mengasah potensi diri yang dimiliki oleh para santri, dan membangun kesadaran kolektif kebangsaannya. Serta membumikan nilai-nilai budaya para santri dalam proses pembangunan nasional berkelanjutan.
“Lomba ini mempunyai tujuan tersendiri, seperti mengasah potensi diri yang dimiliki oleh santri, menanamkan kesadaran kolektif dalam berbangsa dan bernegara untuk membumikan nilai budaya santri. Saya rasa, ini merupakan proses awal penerapan kepada santri untuk proses pembangunan nasional berkelanjutan,” ungkapnya.


Sementara materi yang diberikan oleh panitia kepada peserta lomba. Terdiri dari dua kategori materi. Pertama, mengapa saya layak menjadi santri berprestasi. Kedua, mengapa saya layak menjadi santri pemimpin.
Lanjutnya, dalam mengikuti lomba tersebut ada beberapa tahapan yang harus di tempuh oleh para peserta. Diantaranya, mengumpulkan berkas persyaratan lomba, tes wawancara atau Interview, dan Grand Final.
Dalam menobatkan layak tidaknya santri yang berprestasi dalam lomba, Abrar menegaskan, dengan cara diseleksi secara ketat. Selain itu, Abrar mengucapan terimakasih selaku Ketua Panitia, kepada seluruh pihak yang bersangkutan, atas partisipasinya dan turut memeriahkan rangkaian kegiatan tersebut.

 

Pewarta : Robi

Editor : Zainul Hasan R

FKO Nurul Jadid Sambut HSN 2020 Dengan Nurul Jadid Student Top Leader

nuruljadid.net- Menyambut Hari Santri Nasional Pondok Pesantren Nurul Jadid tahun 2020 mengadakan Pemilihan Santri Berprestasi dan Nurul Jadid Student Top Leader, Rabu (21/10) di Aula I Pesantren.

Ketua Panitia Kegiatan ini, Saudara Thoiful Akbar menyampaikan, adanya kegiatan ini untuk menumbuhkan wawasan  kebangsaan dan keilmuan dan juga agar mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh setiap santri.

Pada kegiatan ini, Kepala bidang Kepegawaian, Perencanaan, Evaluasi dan Hukum H. Thohiruddin, M. Pd dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kegiatan yang dilaksanan Forum Komunikasi Osis (FKO).

“Kegiatan pemilihan santri berprestasi dan Nurul Jadid Student Top Leader ini sangat bagus dilaksanakan oleh generasi muda. Sebab generasi muda adalah pengganti estafet orang-orang sebelumnya, “Ujar H. Thohir.

Kegiatan ini disamping mengetahui kemampuan diri tidak kalah penting dari itu untuk menumbuhkan semangat menjadi orang yang baik termasuk salah satunya menjadi orang berprestasi, ” Sambungnya.

Pembina FKO Hidayaturrahman mengatakan, pemilihan santri berprestasi dilakukan dengan beberapa kreteria mulai dari portofolio, wawancara, menulis opini dan kemampuan mempresentasikan hasil karya ditulis yang dibuatnya juga mampu menjawab pertanyaan juri dengan baik.

“Kegiatan ini kita laksanakan untuk memberikan motivasi kepada seluruh santri,” Kata Rahman.

Pewarta.  : Ibnu Abdillah

Editor.   : Ponirin Mika

E-Bekal Santri Nurul Jadid Akan DiLaunching 01 Nopember 2020

nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid melaksanakan pertemuan dalam rangka kerja sama dengan PT TKI dan BNI syariah yang bertempat di Wisma Dosen Universitas Nurul Jadid tanggal (16/10/2020).

Ustadz Agus Fanani Kepala Bidang Usaha Pondok Pesantren Nurul Jadid menyampaikan, pertemuan ini membahas terkait dengan kontrak kerja masalah cashless payment.

“Jadi  cashless payment ini tujuannya untuk memudahkan pengiriman wali santri melalui aplikasi E-Bekal, sehingga pembelanjaan santri nanti cukup menggunakan kartu digital”, tuturnya.

Ia juga menyampaikan kalau wali santri itu melalui aplikasi E-Bekal, Nanti bisa melakukan top up untuk sejumlah nominal dan nominalnya itu tidak berbentuk tagihan tapi open.

“Disitu nanti kartunya bisa digunakan sebagai pembelanjaan di semua kantin yang ada di pondok pesantren. Sehingga untuk di pondok nanti tidak ada uang tunai”, lanjutnya.

Kepala Bidang usaha Pesantren ini juga menyampaikan, sesuai dengan edaran resmi pesantren, launchingnya e-bekal untuk wali santri akan dimulai dari 01 Nopember insya Allah. Untuk mensosialisakan program ini dimulai sejak 25 Oktober 2020″, pungkasnya.

 

Pewarta : Rozak

Editor. : Ponirin Mika