MANJ Gelar Tashih Hafalan Qur’an Siswa IPA Tahfidz

nuruljadid.net- Madrasah Aliyah Nurul Jadid Paiton, Probolinggo gelar tashih hafalan qur’an bagi seluruh siswa Peminatan IPA Tahfidz, Rabu pagi (09/12/20) di Ruang Meeting Madrasah Aliyah Nurul Jadid.

Kepala MANJ Ustadz H Lukman al-Hakim mengatakan, program tashih ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hafalan qur’an yang dimiliki siswa peminatan IPA Tahfidz.

” Tashih bagi peminatan IPA Tahfidz dilakukan untuk mengetahui perkembangan hafalan yang dimiliki. Kemudian setelah itu ada penilaian untuk bisa ikut semester,” Tuturnya.

Sementara Ustadz Ahmad Khoisol menyampaikan, program tashih ini dilaksanakan setiap bulan setengah juz pada semua siswa IPA Tahfidz. Ada 4 hari kita sediakan untuk tashih tersebut. 2 hari untuk siswa dan 2 hari untuk siswa. Masing-masing siswa memiliki waktu 10 menit.

Kita bekerjasama dengan pengurus asrama PPIQ Tahfidz pada program tashih ini. Mereka (Ustadz/ Ustadzah PPIQ) kita minta untuk menjadi penguji,” Imbuhnya.

Ada dua hal yang kita nilai yaitu fashohah dan kelancaran,” Lanjutnya.

Pewarta. : PM

SMK Nurul Jadid Sukses Raih Penghargaan dari SEAMOLEC

nuruljadid.net- Ditengah situasi pandemi covid-19 ini, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pondok Pesantren Nurul Jadid terus mengoptimalkan dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam pengembangan media komunikasi dan edukasi pembelajaran.

Tidak sia-sia, Kemarin selasa (07/12/20) dua guru perwakilan SMK Nurul Jadid Ustadz Rahmad Hidayat dan Ustadz Hairul Umam menghadiri pertemuan bersama SEAMOLEC di Bogor dalam acara pemberian penghargaan yang bertempat di Grand Savero Hotel Bogor. SMK Nurul Jadid mendapat apresiasi award dari SEAMOLEC sebagai pengakuan atas penerapan model pembelajaran jarak jauh yang merupakan sebuah program SEAMOLEC.

SEAMOLEC salah satu dari 26 pusat pelatihan dan pengembangan Pendidikan jarak jauh yang berada dibawah naungan Southeast Asian Ministers Of Organization (SEAMEO) atau organisasi Menteri-menteri Pendidikan se Asia Tenggara yang bertanggung jawab untuk Pendidikan Jarak Jauh (PTJJ) di Asia Tenggara.

Ustadz Rahmad Hidayat menyambut baik pemberian penghargaan tersebut.

“Kami sangat bersyukur bisa mendapatkan penghargaan ini. Semoga Kerja sama yang sudah disepakati memberikan dampak yang baik bagi SMK Nurul Jadid,” Ujarnya.

 

Pewarta    : Ibnu Abdillah

Editor       : Ponirin Mika

Pesantren Nurul Jadid Tingkatkan Kompetensi Pengurus Wilayah dan Wali Asuh

nuruljadid.net- Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo gelar uji kompetensi bagi pengurus wilayah dan wali asuh santri, Rabu malam (08/12/20) di Masjid Jami’ Nurul Jadid.

Ustadz Alieh Hidayatullah salah satu pengurus Biro Kepesantrenan menyampaikan, uji kompetensi bagi pengurus ini dilakukan untuk pemetaan pengurus dan wali asuh.

” Uji kompetensi bagi pengurus wilayah dan wali asuh dilaksanakan sebagai salah satu ikhtiar Biro Kepesantrenan untuk melakukan pemetaan kemampuan. Hal ini diharapkan agar dalam melaksanakan tugasnya bisa maksimal dan optimal,” Ungkapnya.

Sebanyak 156 peserta uji kompetensi yang ikut. Materi yang diujikan meliputi, Fiqh, Baca Tulis Qur’an (BTQ) dan materi Kepesantrena,” Imbuhnya.

Senada dengan hal itu, Sekretaris Biro Kepesantrenan Ustadz Saili Aswi mengatakan, adanya uji kompetensi bagi pengurus dan wali asuh agar Biro Kepesantrenan mengetahui kemampuan masing-masing mereka. Pemetaan ini dilakukan agar mereka dalam bertugas sesuai dengan harapan Pondok Pesantren yaitu mampu mengawal keterlaksanaan furudhul ainiyah yang diamanahkan oleh Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP) dan trilogi santri.

Kepada para penguji agar benar-benar selektif dalam memberikan penilaian saat melaksanakan tugas sebagai penguji kompetensi mereka,” Tambahnya.

 

Pewarta    : PM

Kiai Zuhri Mengajak Para Tokoh Supaya Tidak Mudah Diadu Domba

nuruljadid.net- Orang yang suka mengadu domba perlu diwaspadai. Biasanya para tokoh-tokoh dikelilingi oleh pembisik-pembisik yang suka mengadu domba. Jadi para tokoh supaya tidak mudah diadu domba jangan mudah percaya pada pembisik-pembisik. Sebab ada tokoh yang bermusuhan dengan tokoh yang lain karena ada pembisik. Oleh karenanya jika ada pembisik jangan langsung dipercaya. Hal ini diungkapkan KH Moh Zuhri Zaini Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo pada pengajian kitab Riyadhus Sholihin, Senin sore (07/12/20) di Masjid Jami’ Nurul Jadid.

Dalam hadits yang ke 1536 tersebut, Kiai Zuhri menjelaskan pentingnya seseorang untuk menghindari perbuatan mengadu domba dikarenakan orang yang suka melakukan perbuatan itu tidak akan masuk surga.

“ Orang yang suka mengadu domba tidak akan masuk surga karena perbuatan itu adalah dosa,” Ungkapnya.

 Kiai Zuhri menambahkan, apakah orang yang suka mengadu domba mempunyai iman atau imannya sudak rusak?

Beliau melanjutkan, ada dua kemungkinan, pertama, bisa imannya rusak, dia menganggap mengadu domba boleh-boleh saja dianggap halal. Kalau menganggap halal berarti dia merubah hukum haram menjadi halal. Jika demikian berarti imannya rusak. Kedua, ada yang mengakui bahwa perbuatan mengadu domba itu perbuatan haram, namun ia melakukannya atas dorongan nafsu. Orang demikian mendapatkan dosa dan disiksa oleh Allah tapi pada akhirnya kalau memang dia beriman mengakui bahawa perbuatan mengadu domba merupakan perbuatan yang haram, ia akan masuk surga.

Masih kata beliau, ada ulama mengatakan takwil dari hadits “ La yadkhulul Jannata Nammamun” seseorang yang suka mengadu domba tidak akan masuk surga dalam artian orang tersebut menghalalkan perbuatan mengadu domba. Kalau tidak menghalalkan ia akan masuk surge. Orang beriman itu akan masuk surga hanya ada yang langsung ada yang tidak langsung.

 

Pewarta      : PM

LMNJ Buka Program Konsultasi Untuk Masyarakat Umum

nuruljadid.net- Lembaga Motivasi Nurul Jadid (LMNJ) Pondok Pesantren Nurul Jadid adakan pelayanan konsultasi untuk masyarakat umum, Hal tersebut diungkapkan Kepala LMNJ KH Hefny Rozaq, Senin pagi (07/12/20) di Kantor Lembaga Motivasi Nurul Jadid.

“Konsultasi masyarakat umum di Lembaga Motivasi Nurul Jadid (LMNJ),” Kata Kiai Hefny di GWA Pengurus

Disaat yang sama, Dr. Ahmad Sahidah anggota Lembaga Motivasi Nurul Jadid menyampaikan,
Semoga layanan ini bisa menjadi ruang santri untuk mengenal diri sendiri lebih baik.

Saya sangat setuju dengan program layanan memberi motivasi bagi masyarakat sekitar. Kan tugas pesantren memberikan manfaat untuk masyarakat,” Tutur Ustadz Zainul Hasan Rowi Anggota Mahkama Pesantren Nurul Jadid.

 

Pewarta. : Ibnu Abdillah
Editor. : Ponirin Mika

Santri Nurul Jadid Kalahkan Peserta Delegasi 24 Kecamatan pada Lomba MTQ

nuruljadid.net– Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXIX tingkat Kabupaten yang digelar Pemerintah Kabupaten Probolinggo pada 28-29 Nopember 2020 diikuti 24 kecamatan.

Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid yang menempuh jenjang pendudikan  di Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ) peminatan IPA Tahdidz berhasil meraih juara 1 dan 2.

Santri tersebut tinggal di asrama Pusat Pendidikan Ilmu al-Qur’an (PPIQ) Nurul Jadid mengukuti lomba mewakili kecamatan Paiton.

Ustadz Muzaqqi Pembina PPIQ menyampaikan, surat permohonan delegasi permohonan mengikuti lomba MTQ oleh pihak kecamatan dialamatkan ke asrama PPIQ, maka PPIQ memilih peserta yang mau diikutsertakan lomba, diantara pesertannya dari MANJ IPA Tahfidz.

Alhamdulillah peserta yang duduk dibangku Madrasah Aliyah Nurul Jadid ini keluar sebagai juara,” Ucap Ustadz Muzaqqi

Mereka sukses meraih juara 1 dan 2 pada cabang Musabaqah Fahmil Qur’an. Juara 1 diraih oleh tim putri yang beranggotakan Siti Aisyah, Rofiqotul Hasanah, keduanya siswi MANJ IPA Tahfidz dan Ruwaifatul Latifah (siswi MANSAPRO).

Sedangkan tim putra meraih juara 2, dengan anggota Muhammad Fidyan Ubaidillah, Aji Wahyu Kembara dan Afif Ilmi Imani, ketiganya siswa MANJ peminatan IPA Tahfidz,” Imbuhnya.

Ustadz Muzaqqi berharap prestasi tersebut menjadikan motivasi untuk semakin giat belajar.

“Semoga prestasi tersebut menjadi motivasi untuk makin giat belajar, khususnya siswa-siswi MANJ IPA Tahfidz,” Ungkapnya disela-sela malam lalu penutupan MTQ digelar.

Pewarta.  : Ibnu Abdillah
Editor.       : Ponirin Mika

Kiai Zuhri; Jangan Pernah Bermaksud Buruk Pada Pemimpin

nuruljadid.net- Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo KH Moh Zuhri Zaini menyampaikan, termasuk dari manifestasi iman adalah taat kepada pimpinan termasuk pada pimpinan pemerintahan.

Dalilnya ada dalam Al-Qur’an, taatlah kepada Allah dan Rasulnya serta taat kepada ulil amri (pimpinan) yaitu orang yang mengurusi urusan kita yaitu pemerintah. Hal ini disampaikan Kiai Zuhri saat mengisi pengajian kitab Syu’abul Iman, Kamis sore (03/12).

Pada bait ke 51 dalam nadhom syuabul iman itu beliau memaparkan pentingnya taat kepada pimpinan.

Menurutnya, taat kepada pemerintah itu wajib dalam hal-hal yang tidak melanggar aturan. Kita tidak boleh taat kepada orang yang melanggar aturan atau melaksanakan pelanggaran berakibat dosa.

Kiai Zuhri melanjutkan, kewajiban rakyat kepada pemimpin jangan pernah bermaksud buruk pada pemimpin. Hendaknya bermaksud baik, jika pemimpin berbuat baik harus didukung sebaliknya jika pemimpin berbuat jelek diingatkan. Itu artinya bermaksud berbuat baik.

Masih kata beliau, berbuat baik itu harus sesuai dengan kondisinya, kalau orang lapar diberi makan, kalau orang tidak berpakaian diberi pakaian, kalau orang sakit diberi obat, kalau orang tersesat yang diluruskan.

Selanjutnya menurut beliau, menolong orang harus menggunakan otak tidak hanya menggunakan perasaan. Ada orang mau melanggar kemudian kita merasa kasihan lalu ditemani. Ini bukan kasihan tapi menjerumuskan.

Memberi petunjuk kepada pemerintah apabila melenceng dari kebenaran tapi harus dengan cara bijaksana tidak dengan cara demo dan selainnya. Kita sebagai rakyat harus membantu program pemerintah yang baik dan berpihak pada rakyat,” Imbuhnya.

Pewarta. : Ibnu Abdillah
Editor. : Ponirin Mika

Santri Nurul Jadid Juara I Lomba Pidato Bahasa Inggris Se-Asia

nuruljadid.net- Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo kembali raih prestasi membanggakan. Kali ini Zulfikar Proyogi santri asal Bondowoso meraih juara I lomba pidato bahasa Inggris Se-Asia tenggara yang dilaksanakan di Univertas Sriwijaya Sumatera bekerjasama dengan beberapa Universitas Malaysia, Ahad (29/11/20)

Zulfikar sapaan akrabnya berharap prestasi yang ia dapatkan agar dapat memotivasi santri Nurul Jadid dan warga negara Indonesia pada umumnya.

“Saya ingin prestasi ini mampu memberikan motivasi kepada seluruh santri utamanya warga Indonesia. Juga saya sangat bangga meraih juara I meskipun saya seorang santri yang belajar ilmu di Pondok Pesantren Nurul Jadid tapi saya mampu bersaing dengan lembaga diluar Pesantren,”Terangnya.

30 peserta lomba yang ikut bersaing mereka berangkat dari Perguruan Tinggi (PT) ternama baik didalam negeri dan diluar negeri. Alhamdulillah saya bisa bersaing dengan mereka dan akhirnya saya keluar menjadi juaranya,” Imbuhnya

Ustadz Taufik Hidayat Wakil Direktur LPBA menyampaikan, saya bangga santri Nurul Jadid mendapat juara. Harapannya semoga LPBA terus mengharumkan Nurul Jadid.

Pewarta. : Ibnu Abdillah
Editor.      : Ponirin Mika

Dirga Pratama Raih Juara I Pidato Bahasa Arab Tingkat Nasional

nuruljadid.net – (29/11/2020) Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali bersaing di tingkat nasional. Rupanya, efek lockdown tidak mempengaruhi semangat belajar Dirga Pratama untuk terus mengasah diri dibidang yang ia pilih. Tak ayal, kali ini ia telah meraih Juara Pertama dalam lomba Pidato Bahasa Arab yang diadakan oleh HMJ PBA IAIN Purwokerto.

Dalam hal berpidato bahasa Arab, ia (Dirga) bukan lagi dikatakan pemula. Namun, tidak membuatnya enteng dan lalai dari persiapan-persiapan sebelum lomba. Ia mengungkapkan terdapat beberapa kendala dalam lomba tersebut. Pasalnya, ini merupakan lomba pertama yang ia ikuti secara online.

“Sensasi yang saya rasakan sangat berbeda, yang pasti dari pelaksanaannya yaitu online. Karena terdapat banyak kendala dalam pengambilan video, dari bocornya suara noise, juga kendala dari tempat dan alat, jadi takenya diulang-ulang. Juga kemaksimalan penampilan jadi berkurang dikarenakan kecapean. Satu lagi, walaupun sudah pernah mengikuti lomba bidang ini, saya tetap saja berada ditahap belajar, masih belum mahir.” ungkapnya seraya tersenyum bersemangat.

Saat ini ia menjadi mahasiswa aktif di Universitas Nurul Jadid, Prodi PBA (Pendidikan Bahasa Arab) Fakultas Agama Islam, sekaligus salah satu pengurus LPBA Nurul Jadid. Sebagai motivasi untuk diri sendiri dan orang lain, ia menuturkan bahwa menjadi pengurus bukanlah penghalang untuk terus memacu semangat dalam hal meraih prestasi.

“Tetaplah bersungguh sungguh dalam belajar, jadilah diri sendiri jangan terlalu berpatok ke orang lain.” ujarnya.

“Dukungan dan support dari orang-orang terdekatlah yang turut menambah inspirasi dan motivasi saya dalam berkompetisi.” imbuhnya.

Pesantren Nurul Jadid Adakan Sosialisasi Arah Kebijakan Umum Pesantren 2021

nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo mengadakan kegiatan sosialisasi Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP), selasa pagi (01/12) di Wisma Dosen Universitas Nurul Jadid.

Sekretaris Pesantren H Faizin Syamwil berharap dengan adanya sosialisasi AKUP dan penyusunan program dan anggaran 2021 agar seluruh satuan kerja dibawah naungan Pesantren bisa memahami dengan baik program satu tahun yang diinginkan oleh Pesantren.

“ Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini seluruh satker bisa memahami dengan baik terhadap tugas yang diamanahkan oleh AKUP,” Kata H. Faizin

Pada tahun 2020 ini banyak kegiatan yang belum terlaksana disebabkan adanya covid 19. Sesuai dengan arahan pengasuh kegiatan yang belum terlaksana tersebut harus menjadi program prioritas di masing-masing satuan kerja,” Imbuhnya.

Pada waktu yang sama Kepala Bidang Perencanaan, Evaluasi, Advokasi dan Hukum H Thohiruddin membacakan Arah Kebijakan Umum Pesantren yang telah ditetapkan oleh Pesantren.

“Kami akan membacakan Kembali Arah Kebijakan Umum Pesantren dan pembagian PIC pada pada masing-masing materi AKUP Kembali agar kita sama-sama mengingat,” Tutur H. Thohir.

Selanjutnya K. Ahmad Zaki bendahara Pesantren mensosialisasikan plotting anggaran pada masing-masing satuan kerja dan mekanisme pengajuan serta akun pengajuan dana pada tahun 2021.

Pada kegiatan tersebut diadakan dialog untuk lebih memahami berkait Arah Kebijakan Umum Pesantren.

Hadir pada rapat penyusunan program dan anggaran 2021 Pondok Pesantren Nurul Jadid seluruh pimpinan pada masing-masing satuan kerja dibawah lingkungan Pesantren Nurul Jadid.

 

 

Pewarta  : Ibnu Abdillah

Editor      : Ponirin Mika

Sekretaris Pesantren; Satker Harus Melakukan Inovasi dan Kreatifitas dalam Melaksanakan AKUP

nuruljadid.net- Setelah melaksanakan Rapat Evaluasi Tahunan(RET) dan penetapan Arah Kebijakan Umum Pesantren, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo mengadakan sosialisasi Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP) dan pembagian penanggung jawab dari masing-masing materi AKUP, Selasa pagi (01/12) di Wisma Dosen Universitas Nurul Jadid.

H. Faizin Syamwil Sekretarsi Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam sambutannya menyampaikan, arah kebijakan umum Pesantren (AKUP) ini harus menjadi acuan program kerja pada masing-masing satuan kerja dibawah naungan Pesantren.

Terus terang pada tahun 2020 program kerja pada masing-masing satuan kerja ada sebagian yang masih belum terlaksana karena terkendala covid 19. Oleh karenanya sesuai dengan arahan pengasuh program yang masih belum terlaksana sebaiknya menjadi prioritas pada setiap satuan kerja,” Imbuhnya.

Masih kata H. Faizin, banyak hal yang bisa dilakukan satker agar program kerja yang sudah dicanangkan bisa tercapai. Tentu harus melakukan inovasi dan kreatifitas baik melalui pelatihan-pelatihan dan sejenisnya.

Tahun 2021 ini kita berharap semua satker harus benar-benar mengevaluasi masalah-masalah yang menjadi kendala baik kaitannya dengan program maupun sumber daya manusianya,” Terang H. Faizin.

 

Pewarta : Ibnu Abdullah

Editor    : Ponirin Mika

Tiga Pantun Gus Maimun di Acara Dialog Interaktif

nuruljadid.net- Kepala Bidang Kesenian dan Olah Raga Santri (BKOS) Pondok Pesantren Nurul Jadid KH Makki Maimun Wafie (Gus Maimun) melontarkan tiga pantun saat memberikan sambutan pada acara dialog interaktif bersama asisten pelatih persebaya Mas Uston Nawawi di Aula I Pesantren, Jum’at pagi (27/11/20)

Pantun pertama disampaikan putra Alm KH Hasan Abdul Wafie itu dan langsung disambut tepuk tangan para peserta dialog interaktif.

“Hari ini makan manga, Besok makan burung dara, Mari kita gemar berolah raga, Siapa tau jadi juara” Tuturnya.

Pantun kedua disampaikan untuk memberikan motivasi pada seluruh peserta yang semakin antusias mendengarkan pantun dari Gus Maimun

“Ditengah jalan ada kawat, Di dalam laut ada naga, Kalau ingin badannya sehat, Rajin-rajinlah berolah raga,” peserta menyambut dengan penuh gembira.

Pantun ketiga disampaikan Gus Maimun sebagai penutup sambutannya

“ Bikin kue pakek pagi-pagi, Jangan hanya dilihat-lihat, Ayo olah raga setiap hari, Agar tubuh makin sehat.

 

Pewarta    : Ibnu Abdillah

Editor        : Ponirin Mika

 

Raihan Mewakili LPBA Raih Juara II Lomba Khitobah Tingkat Nasional (GAZA VIII 2020)

nuruljadid.net – (23/11/2020) Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Nurul Jadid turut harumkan almamater Pesantren. Pasalnya Muhammad Raihan Majid, siswa kelas XII MANJ telah berhasil meraih Juara II Lomba Khitobah Tingkat Nasional. Pada lomba yang diadakan oleh HMJ PBA UIN Maulana Malik Ibrahim ini, ia menjadi delegasi dari LPBA Nurul Jadid.

“Ketika kita belajar pengetahuan baru dan asing, kita dituntut untuk berusaha didalamnya. Waktu yang dibutuhkan cukup lama, dari menghafal dan memahami teks untuk mencapai hasil yang memuaskan, sekitar 3 minggu sampai satu bulan lamanya. Ini kedua kalinya saya mengikuti lomba tingkat nasional, namun tetap butuh persiapan yang matang”. Ungkap Raihan dengan wajah bersemangat.

Tak hanya itu, ia juga berpesan untuk sesama pelajar :

بالعلم عليه أرادهما من و بالعلم عليه الأخرة أراد من و بالعلم عليه الدنيا أراد من

Barang siapa ingin memperoleh kebahagiaan hidup di dunia, harus dengan ilmu dan barang siapa ingin memperoleh kebahagiaan akhirat harus dengan ilmu dan barang siapa ingin memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat harus dengan ilmu.

Salah satu pelatih lomba tersebut, Ustad Rizal Hidayat turut menyampaikan kesannya, “Ketika melatih peserta yang mengikuti lomba, mungkin sulit dalam pemahaman teks nya. Karena ada tema yang ditentukan oleh panitia lomba, peserta dituntut untuk hafal dan paham teks yang dibawanya. Karena cara penyampaian pidato orang Arab pun jauh berbeda dengan orang lokal, itu juga menjadi tantamgan besar bagi kami”.

Setiap perjuangan pasti ada pelajaran. Menang adalah bonus dan kalaupun kalah, kita tetap mendapatkan pengalaman. Seperti yang disampaikan oleh Ustad Dirga Pratama, juga salah satu pelatih yang mendampingi peserta lomba Khitobah dari LPBA. Pesannya “The time is value, dan juga jangan patah semangat karena sejatinya setiap insan dituntut untuk terus berusaha tanpa pamrih dan jerih payah”.

Pewarta: Humairo, Kholis

Siswa Program Keagamaan MANJ Raih Juara 1 Khitobah Tingkat Nasional (GAZA VIII 2020)

nuruljadid.net- (22/11/20) Siswa-siswi Madrasah Aliyah Nurul Jadid Program Keagamaan (MANJ-PK) mengikuti lomba Gebyar Apresiasi Khazanah Araby (GAZA) yang digelar Himaprodi Mahasiswa Jurusan  Prodi Bahasa Arab (HMJ PBA) Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Kali ini Gebyar Apresiasi Khazanah Araby (GAZA) VIII 2020 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya diadakan secara langsung (offline) di UIN Maulana Malik Ibrahim, namun pada tahun ini diadakan secara online.

Adapun teknis pelaksanaannya yaitu berupa pengumpulan video sejak tanggal 14-16 November 2020. Lomba-lomba yang diikuti oleh peserta putri diantaranya Ghina’ Aroby, Idza’atul Khobar  dan Khitobah. Dan lomba yang diikuti peserta putra diantaranya Ghina’ Aroby,  Khitobah, Musabaqoh Syarhil Qur’an,  dan lomba poster.

Dengan proses pengambilan video yang berlangsung selama kurang lebih 3 hari, tak menyurutkan semangat mereka meski harus mengulang-ulang pengambilan. Sebanyak 15 peserta pun antusias mengikuti lomba tahunan tersebut. Hal ini terlihat dari upaya yang telah mereka persiapkan, mulai menghafalkan teks terjemah Bhs Arab, pemilihan kostum, pengambilan video, rekaman suara, pengeditan video dan lain-lain,” Tutur salah satu pendamping peserta lomba.

Poster karya Andika Firman Maulana sebagai Juara Favorit GAZA VIII 2020

Gejolak semangat dari peserta dan pelatih tidak sia-sia. Bahkan membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Alhasil, Ahmad Agil Tsabita sebagai Juara 1 Lomba Khitobah dan Andika Firman Maulana sebagai Juara favorit di lomba Arabic Poster.

“Ini akan menjadi motivasi terbesar untuk adik-adik kelas selanjutnya, agar lebih semangat dan bisa mengharumkan almamater, khususnya Nurul Jadid.” Ungkap Ustadz Lutfi Mashudi salah satu pelatih lomba.

“Di tingkat nasional, lomba ini sudah cukup bergengsi dan lumayan menguras tenaga untuk bersaing dengan peserta lain. Namun, tujuan utama kami adalah agar bisa memacu semangat siswa-siswi dalam belajar. Menjadi pemenang adalah bonus, yaa alhamdulillah” lanjutnya dengan wajah sumringah.

 

Pewarta: Kholis, Humairo

Editor     : Ponirin Mika

Orang Mukmin, Agama Menjadi Prioritas; Ini Penjelasan Kiai Zuhri

nuruljadid.net- Pada saat mengisi pengajian kitab Syua’bul Imam karya KH. Zaini Mun’im Pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Senin (16’11) sore di Masjid Jami’ Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini menyampaikan, bagi seorang mukmin agama menjadi prioritas. Artinya seseorang bisa mengorbankan yang lain demi menyelamatkan agama.

Kiai Zuhri memberikan contoh yang terjadi pada ashabul kahfi. Yang terjadi pada pemuda-pemuda sebanyak tujuh orang yang disebut ashabul kahfi. Mereka orang yang beriman dan bertauhid. Kebetulan pada saat itu penguasa ditempat mereka memaksakan kekafiran supaya ashabul kahfi tidak beriman dan tidak bertauhid sehingga membuat mereka (ashabul kahfi) lari dari daerahnya dan berlindung di gua karena itu ia disebut ashabul kahfi (penghuni gua).

Lebih lanjut Kiai Zuhri menambahkan, jadi karena mereka ingin menyelamatkan agamanya sebab ada pemaksaan dari penguasa kala itu untuk menjadi orang kafir sesuai dengan kemauan penguasa mereka tidak mau dan pada akhirnya lari ke gua.

Kita bersyukur dengan menyebarnya paham demokrasi, maka semua orang terjamin mengamalkan agamanya,” Imbuhnya.

Masih kata beliau, bahkan Negara yang paling sedikit orang islamnya seperti amerika memberikan jaminan untuk melaksanakan ajaran agamanya.

Jadi jika di suatu tempat kita tidak bisa mengamalkan agama dipaksa-paksa oleh orang lain untuk meninggalkan ajaran agama kitab oleh meninggalkan tempat itu (hijrah),” Tambahnya.

Tentu kalau kita bebas melaksanakan agama, kita tidak boleh memaksakan agama kita untuk orang lain yang berbeda agama dengan prinsip tidak saling mengganggu, saling menghormati dengan tidak mencampur adukkan. Toleransi itu bukan mencampur adukkan agama satu dengan agama yang lain. Kalau dicampur adukkan jadinya bukan agama tuhan tapi agama manusia.

 

 

Pewarta  : Ibnu Abdillah

Editor     : PM