Ketua Satgas Covid-19 PBNU; Pesantren Lain Perlu Mencontoh Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net- Sejak awal satgas PBNU mendapat arahan dari KH Said Aqil Siroj, MA agar ikut terlibat aktif dalam penanganan covid-19 saat Pesantren sudah mulai aktif dan mengajak Pesantren terlibat aktif dalam penanganan covid-19.

Karena memang harus disadari bahwa Pemerintah mengakui bahwa hanya NU yang membantu secara langsung melalui pesantren-pesantren agar terlepas dari pandemi covid-19.  Karena pemerintah masih pada saat itu masih belum fokus membantu pesantren karena ada kenaikan kasus yang cukup besar. Hal tersebut disampaikan Ketua Satgas Covid-19 PBNU dr. M. Makky Zamzami, MARS pada saat memberikan sambutan di acara Penganugerahan Pesantren Terbaik Penanganan Covid-19 di Aula Pesantren I, Kamis (07/01/21) melalui virtual.

Masih kata dr. Makky, sangat perlu memberikan apresiasi dari Pesantren lainnya terhadap Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Banyak pesantren yang tengah melakukan penanggulangan penanganan covid-19 yang sangat baik belum terekam oleh Pemerintah. PBNU hadir memberikan apresiasi bagi pesantren-pesantren tersebut.

Pada proses penilaian bagi nominator-nominator Pesantren dalam penanganan covid-19 dan dengan juri yang independen. Alhamdulillah Pesantren Nurul Jadid menjadi Pesantren nominator memiliki nilai tertinggi. Penilaian ini tentu dengan diskusi-diskusi dengan intens dengan juri dan juga dengan satgas covid-19,” Imbuhnya.

Penilaian tersebut mulai dari penganganan yang maksimal, prilaku, kemandirian dan positif pesantren dan masyarakat. Dari penilaian ini Pesantren Nurul Jadid mencapai nilai terbaik dan tertinggi daripada nominator-nominator Pesantren. Kita berharap Pesantren ikut andil secara maksimal dalam penanganan covid-19. Saya berterima kasih kepada apa yang dilakukan oleh Pesantren Nurul Jadid Paiton. Kita berharap ini dapat ditularkan pada pesantren yang lain atau Nurul Jadid bisa ikut membantu terhadap pesantren lainnya.,” Lanjutnya.

Pesantren kedepan harus menjadi pesantren yang sehat, santrinya kuat, Indonesia maslahat. Momentum saat ini Pesantren menjadi miniatur kesehatan masyarakat.

Terima kasih dan kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap Pesantren Nurul Jadid,” Ungkap dr. Makky diakhir sambutannya.

 

 

Pewarta       : Ibnu Abdillah

Editor          : Ponirin Mika

 

Bupati Probolinggo Bangga Nurul Jadid Menjadi Pesantren Terbaik Penanganan Covid-19

nuruljadid.net- Bupati Kabupaten Probolinggo Ibu Puput Tantrianasari sangat bangga terhadap Pondok Pesantren Nurul Jadid yang telah mendapatkan penghargaan Pesantren terbaik dalam penanganan covid-19, Satgas Award PBNU.

Melalui sambutannya, Ibu Tantri (sapaan akrabnya) mengucapkan kebanggaan dan menyampaikan terima kasih keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid yang telah ikut andil membantu pemerintah dalam penanganan covid-19 melalui virtual pada acara Penganugerahan Pesantren Terbaik Penanganan Covid-19 Satgas Award PBNU di Aula Pesantren I.

“Saya sangat bangga terhadap Pesantren Nurul Jadid yang telah memberikan penanganan covid-19 yang sangat baik sehingga mendapatkan penghargaan dari Satgas PBNU,” Ungkapnya.

Dihadapan ratusan peserta acara baik peserta yang mengikuti langsung maupun virtual, Ibu Tantri melanjutkan, Pesantren yang lain bisa meniru Pesantren Nurul Jadid dalam menata manajerialnya terutama penanganan covid-19. Saya patut berbangga dan bersyukur atas pencapaian yang diraih oleh Pesantren Nurul Jadid.

 

Pewarta      : Ibnu Abdillah

Editor         : Ponirin Mika

 

 

Syarat Berhenti, Santri Kelas Akhir Wajib Lulus Ujian Sertifikasi

nuruljadid.net-Pondok Pesantren Nurul Jadid Wilayah Azzainiyah (dalbar) telah selesai menggelar kegiatan ujian sertifikasi pada Sabtu-Senin (03-05/01). Kegiatan yang menyasar seluruh santri kelas akhir tingkat SLTP tersebut berlangsung di dua tempat, yakni MTs. Nurul Jadid Putra dan Mushalla Wilayah Azzainiyah.

Ujian Sertifikasi kali ini merupakan ujian tahap II yang diikuti oleh seluruh santri kelas IX, Setelah seminggu sebelumnya ujian tahap I diikuti oleh seluruh kelas XII. Ujian yang digagas oleh Devisi Qur’an dan Furudhul Ainiyah (QFA) Wilayah Azzainiyah merupakan ujian tahunan dan pada tahun ini memasuki tahun ketiga.

Menurut Koordinator QFA saudari Izzatul Imamah, ujian ini merupakan evaluasi pencapaian santri yang telah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Jadid selama tiga tahun. Ujian tersebut juga digelar satu bulan sebelum masa boyong santri sebagai persyaratan berhenti.

Lebih lanjut, ustazah yang juga pengurus LPBA tersebut juga memaparkan materi-materi yang diujikan. Materi tersebut meliputi ujian tulis berupa soal sebanyak 50 soal, kemudian membaca dan menulis al-Qur’an, tajwid dan Furudhul Ainiyah (FA) juga diuji secara lisan.

“Kami tekankan ujian tersebut pada praktek, terutama pada praktek FA-nya. Sehingga untuk menuntaskan lima materi tersebut (bab thaharah, shalat, wudhu, tayammum dan darah wanita-red) memakan waktu hingga larut malam,” ujarnya.

Sebagai syarat berhenti, maka santri yang mengikuti ujian tersebut wajib lulus. Namun, bagi santri yang masih belum lulus akan mendapat bimbingan khusus dari pihak pengurus QFA hingga santri tersebut benar-benar memahami materi dan pada ujian berikutnya mampu mencapai kelulusan.

Mengakhiri wawancara dengan redaksi, ustadzah yang akrab dipanggil Ema tersebut menaruh banyak harapan kepada santri kelas akhir. “Semoga mereka dapat mencapai target selama mondok disini dan pulang kerumah memiliki bekal untuk selanjutnya terus dikembangkan,” pungkasnya. Perlu diketahui bahwa  pengurus QFA juga segera menggelar ujian sertifikasi bagi santri semester akhir.

 

Pewarta           : Wildana Rahmah

Editor              : Ponirin Mika

Ketua Umum PBNU Ungkap 22.000 Pesantren NU, Pesantren Nurul Jadid Berhasil Menanggulangi Covid-19

nuruljadid.net- NU satu-satunya ormas di Indonesia yang sangat intens memberikan bantuan kepada masyarakat dalam penanganan Covid-19. Ditingkat Pesantren, Pesantren Nurul Jadidlah yang paling intens dan massif, paling tinggi membangun gugus tugas dan berhasil mengendalikan minimal meminimalisir tersebarnya covid-19 ini. Alhamdulillah saya bangga, bersyukur dan terharu mudah-mudahan Pesantren lain bisa niru Nurul Jadid. Dari 22.000 Pesantren NU hanya Nurul Jadid yang berhasil Menanggulangi Covid-19. Saya harap Pesantren lain seperti Pesantren Nurul Jadid. Mari kita sosialisasikan bahwa covid-19 itu ada dan bahaya bukan omong kosong. Hal ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Pesar Nahdhatul Ulama Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA saat memberi sambutan pada acara Penganugerahan Pesantren Terbaik Penanganan Covid-19 Satgas Award PBNU, Kamis siang (07/01/21) di Aula Pesantren I melalui Virtual.

Kiai Said melanjutkan, ada beberapa hikmah dibalik pandemi Covid-19 yang dapat diambil, Pertama : Kita harus merubah pola hidup, dengan cuci tangan terus-menerus, menggunakan masker, menjaga jarak, mengurangi kerumunan, ini merupakan hikmah yang paling besar. Kalau orang tidak berkumpul satu sama lain mengurangi prilaku maksiat, seperti ghibah, namimah. Kedua, Menjaga kesehatan lingkungan, banyak orang saat ini tidak memperhatikan kebersihan, tidak sama sekali mementingkan arti kebersihan. Padahal kenapa orang kalau mau shalat harus wudhu dulu, itu kebersihan, kenapa pada saat mau melaksanakan sholat jum’at meski tidak jinabah harus mandi, itu kebersihan, kenapa setelah habis tidur dengan istri harus mandi, itu kebersihan. Maka kita menjadi mengerti bahwa kebersihan merupakan prinsip dalam kehidupan kita. Oleh karena itu dengan adanya Covid-19 mau tidak mau mendorong kita suka atau tidak suka kita harus menjaga kebersihan.” Imbunya.

Ketiga, dengan adanya covid-19 , kita arti pentingnya ukhuwah insaniyah. Ukhuwah islamiyah untuk menghadapi covid-19 belum efektif, ukhuwah wathoniyah untuk menangani Covid-19 belum efektif. Covid-19 ini tidak bisa ditangani oleh satu bangsa saja harus kerja sama dengan china, amerika, jerman, swiss. Tidak bisa hanya ditanggulangi oleh ummat, oleh bangsa, oleh Negara satu saja harus membangun ukhuwah insaniyah. Betapa besarnya nilai ukhuwah insaniyah ketika menghadapi krisis seperti ini,” Lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Ketua PBNU dua periode ini mengatakan, manusia banyak yang masih mengandalkan HP, Teknologi dan Google padahal itu menggeser keimanan.

“Manusia menganggap semuanya bisa diselesaikan dengan HP, Google ini menggeser keimanan kita kepada Allah, menggeser keimanan kita kepada ilmullah, menggeser keimanan kita kepada qodailllah waqudrati. Dari sangking percaya pada kecanggihan teknologi revolusi Industri 4.0 yang sekarang ini.oleh karena itu diperingati oleh Allah diberi ujian dengan Covid-19 ternyata semua blingsatan dari amerika sampai paiton tidak mampu menghadapi ancaman Covid-19, semua ketakutan, semua merasa kalah, semua merasa lemahmenghadapi Covid-19. Semua dunia berusaha menangani minimal meminimalisir adanya Covid-19. Bagi kita orang beriman tidak boleh takut, tidak boleh kecil hati,” Kata beliau.

Oleh karena itu dengan adanya covid-19 ini harus lebih meningkatkan iman, harus semakin bertambah keimanan kepada Allah.
“Kita harus mengandalkan Allah jangan mengandalkan teknologi karena mengandalkan selain Allah tidak bisa menciptakan satu lalatpun,’ Tegasnya.

 

Pewarta : Ibnu Abdillah
Editor : Ponirin Mika

Firhaz Tampil Ciamik di Acara Penganugerahan Nurul Jadid Pesantren Terbaik

nuruljadi.net- Penampilan Firqoh Hadroh Az-zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo tampil ciamik pada acara Penganugerahan Pesantren Terbaik Penanganan Covid-19 Satgas PBNU, Kamis (07/01/21) di Aula Pesantren I

Sejumlah pengurus Pesantren hadir pada acara tersebut diantaranya, Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid KH Abdul Hamid Wahid, Sekretaris Pesantren Nurul Jadid,Kepala – Kepala Bagian Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kepala – Kepala Sekolah/Madrasah, Kapolsek Paiton, Danramil, Dosen Universitas Nurul Jadid, Satgas Covid-19 Nurul Jadid dan beberapa undangan lainnya yang hadir secara langsung dan ratusan peserta yang mengikuti secara virtual.

Ustaz Dr. Ahmad Sahidah salah satu peserta acara menyampaikan, Tampilnya hadroh diawal kegiatan ini merupakan sesuatu yang menarik, sebab dengan dzikir imunitas seseorang akan semakin baik.

Senada dengan Dr. Sahidah, Ustaz Abdul Hamid mengatakan, Kegiatan Penganugerahan Pesantren Nurul Jadid merupakan kebanggan bagi kita. Ini satu-satunya pesantren yang mendapat penghargaan dari Satgas Covid-19 PBNU. Pada acara ini pula Firhaz tampil sangat mengesankan.

Pewarta. : Ibnu Abdillah
Editor. : Ponirin Mika

FKO Nurul Jadid Sukses Laksanakan LPJ di Tengah Pandemi Covid-19

nuruljadid.net-Minggu (03/01) Forum Komunikasi OSIS (FKO) periode 2019-2020 kembali menggelar kegiatan. Kali ini, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) sukses digelar dengan hasil yang memuaskan di aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dimulai pukul 08.00 WIB, FKO mendapatkan nilai memuaskan dengan status lulus tanpa syarat.

Nilai tersebut diambil dengan rincian Lulus Tanpa Syarat sebesar 126 Poin, Lulus Bersyarat berjumlah 27 Poin dan Ditolak 3 Poin. Ini merupakan nilai yang sangat prestisius. Mengingat hambatan yang dialami oleh pengurus FKO di era pandemic covid-19 bukan perkara mudah.

Hal tersebut diakui oleh salah satu pengurus FKO,  saudari Amalia Darma P. Menurutnya, agenda FKO sendiri banyak mengalami kendala dari berbagai devisi. Akibatnya, banyak agenda kegiatan yang terpaksa dibatalkan.

“Kami memang kesulitan merealisasikan rencana kegiatan, namun ada beberapa kegiatan juga yang berhasil terlaksana, seperti seminar,  Nurul Jadid Student Top Leader, Pemilihan Santri Berprestasi dan lain-lain sekalipun dengan persiapan terbatas dan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Pimpinan sidang pun turut memberikan komentar. Menurutnya nilai tersebut layak disematkan oleh pengurus FKO. Hal ini ditinjau dari realitas kegiatan di lapangan. Namun, sebagai bahan evaluasi ia juga membeberkan sejumlah catatan.

“Nilai tersebut sudah layak, namun belum sempurna. Sehingga catatan sebagai evaluasi FKO sendiri terletak pada perincian teknis laporan agar lebih disesuaikan dengan realitas di lapangan. Sehingga lebih jelas dan tidak menyisakan pertanyaan lagi,” ujarnya tegas pada redaksi.

Diketahui bahwa LPJ ini dipimpin langsung oleh tiga petinggi Majelis Permusyawaratan Organisasi (MPO). Masing-masing adalah saudari Nanda Dila K (MANSAPRO) sebagai Ketua Sidang, saudari Ulfatun Hasanah sebagai Sekretaris dan saudari Putri Anjani sebagai Presidium III. Selain itu, LPJ juga dihadiri oleh tiga alumni FKO yang didapuk sebagai panelis.

 

 

Pewarta      : Wilda

Editor          : Ponirin Mika

 

 

 

Raih Penganugerahan Pesantren Terbaik Penanganan Covid-19, Pesantren Nurul Jadid Banjir Karangan Bunga

nuruljadid.net- – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo menerima banyak ucapan dari instansi pemerintah dan masyarakat terkait penganugerahan sebagai Pesantren Terbaik Penanganan Covid-19 Satgas Award PBNU.

Pantauan nuruljadid.net- Rabu (06/01/21) karangan bunga dari berbagai elemen masyarakat diletakkan di sekeliling Gedung Kantor Pesantren Nurul Jadid, seluruh santri pun dapat dengan jelas melihat rangkaian yang tampak menghiasi halaman Kantor Pesantren tersebut.

Tampak beberapa karangan bunga bertuliskan selamat dan sukses Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai Pesantren Terbaik Penanganan Covid-19 Satgas NU Peduli Award PBNU.

Kabag Humas, Protokoler, Umum dan Kerumah Tanggaan Pesantren Nurul Jadid Ustaz Ernawiyadi Munsyi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan instansi pemerintah dan masyarakat terhadap Pesantren Nurul Jadid.

” Kami berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat baik instansi pemerintah,KPU, lembaga pendidikan, instansi swasta maupun masyarakat umum yang telah memberikan dukungan dan apresiasi kepada Pesantren Nurul Jadid yang saat ini telah mendapatkan penganugerahan dani satgas PBNU menjadi pesantren terbaik penanganan covid-19. Semoga kami tambah semakin baik dalam memberikan penanganan covid-19 kedepannya,” Tegas Ustaz Erna.

 

Pewarta.    : Ibnu Abdillah

Editor           : Ponirin Mika

Berpenampilan Palsu Untuk Menipu Orang; Ini Ungkapan Kiai Zuhri

nuruljadid.net- Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH Moh Zuhri Zaini menerangkan hadits ke 1548 dalam kitab Riyadhus Sholihin pada pengajian sore di Masjid Jami’ Nurul Jadid, Senin (04/01/21).

Pada penjelasannya, Kiai Zuhri menyampaikan, orang yang berpenampilan seperti tokoh seperti memakai surban, juba agar disegani orang itu termasuk perbuatan menipu. Tapi kalau hanya suka berpenampilan seperti itu tidak jadi masalah.

” Penampilan palsu seperti memakai surban, juba karena ingin disegani orangitu perbuatan menipu dan tidak boleh.,” Ungkapnya.

Kiai Zuhri melanjutkan, Orang yang di madu sulit akur, ada seorang perempuan yang ingin menampakkan bahwa suaminya mengistimewakan dia padahal sebetulnya suaminya kurang perhatian dan dia berpura-pura bahwa ia betul-betul diperhatikan oleh suaminya. Ini dilakukan mungkin untuk menyakiti madunya (istri kedua dari suaminya).

Berpura-pura untuk kebaikan itu tidak apa-apa. suatu ketika nabi meminta untuk dibuatkan kopi kepada istrinya Siti Aisyah kemudian ia (Siti Aisyah) membuatkan kopi, pada saat itu Siti Aisyah kurang teliti sehingga salah mengambil garam padahal maunya mengambil gula. Lalu diserahkan kepada Nabi lantas Nabi meminumnya, Nabi tidak langsung protes seolah-olah kopi itu enak, lalu Nabi memberikan kopi tersebut kepada Siti Aisyah untuk dicicipi ternyata setelah dicicipi rasanya asin,” Imbuhnya.

Masih kata Kiai Zuhri, ada seorang ulama bernama Syekh Hatim Al-Ashom, suatu ketika beliau beli-beli di toko dan pelayan toko tersebut seorang perempuan, kemuadian perempuan itu kentut cukup nyaring tapi beliau syekh Hatim Al-Ashom pura-pura tuli agar pelayan perempuan itu tidak malu. Pura-pura yang penting tujuannya baik dan tidak merugikan orang lain tapi menguntungkan maka itu baik. Kalau menipu itu jelas merugikan orang lain tapi kalau pura-pura belum tentu menipu. Pura-pura dengan tujuan buruk itu tidak diperbolehkan.

 

 

Pewarta      : Ibnu Abdillah

Editor         : Ponirin Mika

LPBA Adakan Ta’aruf dan Pelantikan Pengurus Baru

nuruljadid.net – Selasa 29/12/2020 Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) melaksanakan acara pelantikan Tenaga Kependidikan Baru. Acara tersebut dimulai sejak pukul 20.00 – 22.00 WIB di depan asrama LPBA.

“ Diadakannya acara tersebut adalah untuk memperkenalkan ke peserta didik kepengurusan yang baru di LPBA  agar mudah mengenali siapa saja pengurus dan jabatannya.” tutur Ustad Rizal salah satu pengurus LPBA terlantik.

“Pasalnya, acara seperti ini (pergantian pengurus) akan menjadi agenda rutin tiap 2 tahun sekali.” lanjutnya.

Dalam kegiatan ini, turut hadir direktur LPBA Nurul Jadid, Kyai Moh. Al-Fayyadl, M. Phil. Dalam sambutannya beliau berpesan harapannya semoga kepengurusan yang baru dapat dipercaya dan amanah dalam mengemban tanggung jawab. Dan beliau menyampaikan semoga kedepannya LPBA bisa menjadi Kampung Bahasa 2025.

Asah Skill kader, FKO helat SSC

nuruljadid.net- Perdana, Forum Komunikasi Osis (FKO) Nurul Jadid sukses menghelat acara Student Soft Skill Camp (SSC) pada Senin pagi (28/12/20) di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid. Acara tersebut diikuti oleh anggota FKO terpilih sebagai modal perdana untuk mengasah skill organisator calon pengurus FKO masa bhakti 2020-2021.

Acara itu  dikemas dalam bentuk pelatihan dan  ini merupakan terobosan baru yang diprakarsai oleh organisasi siswa terbesar di Pondok Pesantren Nurul Jadid, yaitu FKO. Karena mengingat pada tahun-tahun sebelumnya acara pelatihan sejenis ini hanya dikemas dalam bentuk Latihan Kepemimpinan semata. Namun saat ditemui, Ketua Panitia Kegiatan SSC Puteri Salsabila  mengungkapkan, Student Soft Skill Camp (SSC) memiliki perbedaan dengan tahun sebelumnya.

“Acara ini menjadi berbeda dengan tahun sebelumnya, sebab yang menjadi prioritas dari SSC saat ini  adalah mengasah soft skill Calon Pengurus FKO, seperti leadership and  personality,dan critical thinking,” Ungkapnya

Puteri Menambahkan, selain memaparkan materi yang berifat afektif, pelatihan ini memuat materi yang semuanya dinilai efektif sebagai bekal menjadi organisator. Sehingga dalam mengkader organisatornya, FKO kali ini memang tidak main-main.

Pasalnya, SSC digelar juga bertujuan untuk melihat sejauh mana komitmen, profesionalitas, dan loyalitas para organisator. Hal tersebut tentu dilatar belakangi oleh amanah pengabdian yang diemban FKO sendiri yang membawahi seluruh OSIS dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Atas dasar itulah kami meletakkan acara SSC ini sebelum pelantikan agar tampak siapa saja yang benar-benar siap mengabdi di FKO ini,” tandas Alifiyah Qurratu Aini, salah satu pengurus FKO demisioner.

Kegiatan ini diakhiri dengan closing ceremony pada Rabu (30/12), tepat pada pukul 14. 30 WIB sebagai tanda acara tersebut resmi ditutup.

 

Pewarta    : Wildana & Rizky

Editor       : Ponirin Mika

Santri Nurul Jadid Gelar Lailatus Sholawat di Malam Tahun Baru

nuruljadid.net- Memperingati malam tahun baru Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo gelar acara penampilan grup hadroh se-Nurul Jadid di Aula I Pesantren, Kamis malam (31/12/20).

Acara ini dikoordinir Bagian Kesenian dan Olah Raga Santri Nurul Jadid (BKOS-NJ) dan diberi nama Lailatus Sholawat.

KH Makki Maimun Wafi dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar covid-19 segera berakhir sebab tidak sedikit orang yang meninggal dunia karena dikenai serangan virus yang membahayakan tersebut.

“ Mari kita berdo’a semoga covid-19 segera berakhir. Banyak paku bumi yang wafat karena covid-19 dan juga habaib banyak yang wafat,” Ungkapnya.

Selanjutnya beliau menyampaikan, seluruh santri harus ikut dengan seksama untuk menyaksikan penampilan hadroh malam ini.

Diakhir sambutannya Kiai Maimun menyapa keamanan dan ketertiban Pondok Pesantren Nurul Jadid yang hadir turut serta menyaksikan dan menertibkan keberlangsungan acara.

 

 

Pewarta     : Ibnu Abdillah

Editor         : Ponirin Mika

 

 

 

Nurul Jadid Pesantren Terbaik Penanganan Covid-19

nuruljadid.net-  Pesantren Nurul Jadid mendapatkan penghargaan menjadi Pesantren terbaik dalam melakukan penanganan covid-19 dan memperoleh piagam penghargaan dari NU Peduli Covid-19 saat refleksi akhir tahun SATGAS NU Peduli Covid-19 “Aksi Bersama Peluncuran Car of Covid-19 care (Mobil edkasikeliling COC) dan Satgas NU Peduli Covid-19 Award”, Kamis (31/12/20).

Kepala Pesantren Nurul Jadid KH Abdul Hamid Wahid, M.Ag mengucapkan syukur atas ditetapkannya Pesantren Nurul Jadid sebagai Pesantren Terbaik dalam penanganan Covid-19.

“ Alhamdulillah, di akhir tahun Pondok Pesantren Nurul Jadid menjadi Pesantren Terbaik dalam penanganan Covid-19,” Tulis beliau di akun facebook pribadinya.

Ustadz Ali Wafa salah satu alumni Pesantren Nurul Jadid memberikan komentar di akun facebook pribadi beliau, Alhamdulillah Jaya Nurul Jadid,” Ungkapnya.

Sementara Direktur Klinik Az-Zainiyah sekaligus Penanggung Jawab Satgas Covid-19 Nurul Jadid Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah menyampaikan, ini benar-benar surprise bagi kami atas nama tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Masih kata Ning Iah, mewakili teman-teman yang telah berjibaku dalam penanganan penanggulangan Covid-19, khususnya di Pesantren Nurul Jadid, tidak ada kata yang patut kami sampaikan selain persembahan apresiasi ini semoga menambah motivasi berkhidmat kami, kepedualian kami dan terus memberikan kebermanfaatan.

Dosen Universitas Nurul Jadid ini menambahkan, walaupun ini sebenarnya adalah panggilan tugas kami, namun kami sampaikan terima kasih setulus-tulusnya kepada tim Satgas PBNU, RMI khususnya dan semua pihak yang terus bersinergi baik dari Medis, Pemerintah dan biro-biro terkait serta relawan kalangan para tim Satgas di Pesantren.

“Tetap semangat, waspada dan peduli, semoga covid ini segera berlalu,” Tegas Ning Iah diakhir pembicaraanya.

 

 

 

Pewarta     : Ibnu Abdillah

Editor         : Ponirin Mika

 

 

Pesantren Nurul Jadid Masuk Nominasi Pesantren Terbaik Penanganan Covid-19 Satgas NU Peduli Award

nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jawa Timur masuk nominasi Pesantren Terbaik Penanganan Covid 19, Satgas NU Peduli Award 2020. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid KH Abdul Hamid Wahid di akun Media Sosial resmi Pesantren Nurul Jadid.

“ Nurul Jadid masuk nominasi, mohon sambungan do’anya,” Ungkap Kiai Hamid di beberapa medsos resmi Pesantren.

Para alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid memberikan komentar seperti yang diucapkan Nuril Khotim

“Enggih, Semoga eparengi sukses (Semoga mendapatkan kesuksesan) Amin,” Begitu ucapnya.

Nurul Jadid layak masuk nominasi menjadi Pesantren Terbaik Penanganan Covid-19 dari PBNU. Sebab, Pesantren ini dari awal sangat tanggap menerapkan protokol kesehatan covid-19. Juga, Pesantren Nurul Jadid kan mendapatkan penghargaan Pesantren Tangguh dari pemerintah. Ini buah hasil dari kerja Satgas Penanganan Covid-19 Pesantren Nurul Jadid bersama TIM,” Ungkap Bapak Basri salah satu wali santri.

Kami berharap Pesantren Nurul Jadid selalu terdepan dalam memberikan pelayanan kepada santri dan masyarakat, utamanya berkait protokol kesehatan Covid-19,” Imbuhnya.

 

 

Pewarta   : Ibnu Abdillah

Editor      : Ponirin Mika

 

Kiai Zuhri; Guru Adalah Orang Yang Mulia

nuruljadid.net- Saya bangga bisa bertemu kembali dengan para muallim/guru disini (MANJ). Semoga kita bisa berkhidmat dengan baik. Hal ini disampaikan KH Moh Zuhri Zaini di acara tausyiah untuk Guru di ruang Guru Madrasah Aliyah Nurul Jadid, Selasa (29/12/20) siang.

Kiai Zuhri melanjutkan, tugas seorang muallim sangat berat sekalipun mulia. Mulia karena bergelut bagi keilmuan dan bisa mendidik anak didik. Ilmu adalah mulia dengan mulianya ilmu malaikat pun menghormati kepada Nabi Adam. Dalam kitab Bidayatul Hidayah dijelaskan, malaikat akan membentangkan sayapnya bagi orang penuntut ilmu.

Masih kata Kiai Zuhri, beratnya bagi seorang muallim karena orang punya ilmu harus mengamalkan dan menyebarkannya. Seorang Guru bukan hanya sebagai muallim tapi harus sebagai murobbi atau pembimbing ruh.

Kalau hanya sekedar mengajar atau menstransfer ilmu bukan hanya manusia bisa melakukannya tapi buku-buku bacaan pun bisa melakukan hal itu,” Imbuhnya.

Mendidik juga bukan sekedar memberi tau tapi yang lebih berat memberikan contoh. Sebab pendidikan itu mendidik karakter dan ini tidak cukup dengan memberi tau tapi tidak kalah pentingnya ada uswah,” Lanjutnya.

Pengasuh Ke IV Pesantren Nurul Jadid ini melanjutkan, muballig banyak kadang-kadang uswahnya kurang akhirnya menjadi blunder. Tanggung jawab kita (muallim) bukan saja sama wali murid tapi juga pada Allah.

Tentu kita harus bisa meneladani pendahulu kita terutama Rasulullah. Beliau sebelum menyuruh memberikan contoh terlebih dahulu sehingga banyak orang tertarik untuk ikut beliau,” Dawuhnya.

Sebagai guru harus ikhlas bertugas terutama dipesantren. Kiai Zaini Mun’im pernah dawuh Kamu yang penting sungguh-sungguh mengabdi hidupmu tidak akan susah,” Ungkap Kiai Zuhri diakhir pengarahannya.

Pewarta. : Ponirin Mika

13 Calon Pegawai Nurul Jadid Ikuti Tes Baca Tulis Qur’an

nuruljadid.net- Calon Pegawai Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo mengikuti tes materi Pedagogik, Kemampuan Baca Tulis Qur’an, Materi Kepesantren dan Materi Kepribadian, Ahad pagi (27/12/20) di Ruang Rapat Universitas Nurul Jadid.

Kabag Perencanaan, Evaluasi, Hukum dan Advokasi Pesantren Nurul Jadid H Thohirudin, M. Pd menyampaikan tes seleksi masuk bagi calon pegawai Nurul Jadid merupakan ikhtiar Pesantren agar Pegawai Nurul Jadid (PNJ) benar-benar sesuai dengan keinginan Pesantren berkait dengan kemampuannya baik dibidang pengetahuan umum lebih-lebih kemampuan agama.

“ Calon Pegawai Nurul Jadid diberi materi tes seleksi masuk agar Pesantren mengetahui kemampuan dari mereka baik kemampuan penguasaan mata pelajaran yang dibutuhkan lebih-lebih kemampuan materi agama. Setiap satu calon pegawai memiliki waktu 1 jam untuk mengikuti tahapan-tahapan tes,” Kata Ustadz Thohir.

Masih menurutnya, kita tidak ingin Pegawai Nurul Jadid tidak memiliki kemampuan furudhul ainiyah, kepesantren dan Baca Tulis Qur’an. Bagaimana nantinya, kita menginginkan santri memahami materi furudhul ainiyah, baca tulis al-qur’an tapi guru-guru yang ngajar banyak tidak menguasai materi itu,” Imbhunya.

Tes yang kita laksanakan ini Langkah maju kita dalam menyeleksi calon Pegawai di Nurul Jadid supaya kita tidak asal menerima para pendaftar yang ingin menjadi tenaga pendidi di Nurul Jadid,” Tambahnya.

Dari 13 pendaftar akan kita ambil 5 orang dan akan kita tempatkan di Lembaga yang membutuhkan. Pesantren Nurul Jadid saat ini membutuhkan guru bidang matematika, biologi, Fisika dan IPA,” Ujarnya.

 

Pewarta        : Ibnu Abdillah

Editor           : Ponirin Mika