Kiai Zuhri; Ghibah Sering Dianggap Sepele

nuruljadid.net- Hadits yang menunjukkan tentang larangan ghibah sangat keras sekali. Itu menunjukkan bahwa perbuatan ghibah sangat dilarang. Hal ini disampaikan KH Moh Zuhri Zaini pada saat memberi pengajian kitab Riyadhus Sholihin, Senin (16/11) sore.

Hadits yang dimaksud tersebut berapa pada hlm 438 hadits ke 1525 dalam kitab riyadhus sholihin. Pada hadits tersebut, Kiai Zuhri menjelaskan tentang bahaya ghibah.

Ghibah berdampak sangat besar jangan dianggap sepele. Sekalipun apa yang dirasanin (ghibah) itu benar adanya itu tetap dosa. Ini sering dilakukan oleh kita karena itu kita harus memperbanyak baca istghfar,” Dawuhnya.

Masih menurut beliau, dosanya ghibah tidak hanya kepada Allah tapi juga kepada manusia dan dirasanin oleh kita. Jangan dianggap sepele.

Oleh karenanya, selain kita minta maaf kepada Allah juga harus minta maaf kepada orang yang kita ghibah. Kita minta maaf kepada Allah, maka Allah akan mengampuni tapi jika kita minta maaf kepada orang yang di ghibah oleh kita walaupun berkali-kali belum tentu orang tersebut memaafkannya,” Imbuhnya.

Kiai Zuhri melanjutkan, Tuhan itu marah kalau kita tidak minta-minta termasuk minta ampunan. Kalau kita tidak minta-minta kepada Allah kita termasuk orang sombong. Jika demikian kita sama seperti fir’aun.

Sedangkan manusia Ketika sering diminta ia akan bosan bahkan marah. Termasuk minta maaf pada orang terkadang yang dimintai maaf sulit akan memberikan maaf. Tapi jika kita minta maaf pada Allah padi diberi maaf.

Jadi jangan mengentengkan  berbuat dosa kepada manusia, termasuk mengghibah,” Tegasnya.

 

 

Pewarta : PM

 

 

Pesantren Nurul Jadid Gelar Rapat Evaluasi Akhir Tahun 2020

nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jawa Timur gelar Rapat Evaluasi Akhir Tahun (REAT 2020) di Aula Mini Universitas Nurul Jadid, Kamis 9/11) pagi.

Kepala Bagian Perencanaan, Evaluasi, Kepegawaian, Advokasi dan Hukum Ustadz H. Thohiruddin, M.MPd menyampaikan, adanya rapat evaluasi akhir tahun ini sebagai laporan pertanggung jawaban satuan kerja pesantren kepada pimpinan pesantren yaitu pengasuh dan kepala pesantren tentang program kegiatan sebagai bentuk jabaran dari Arah Kebijakan Umum Pesantren tahun 2020 (AKUP 2020) dan ketercapaian program tersebut.

Ustadz Thohir melanjutkan, kegiatan ini juga akan memberikan gambaran kepada pengasuh untuk memberikan Arah Kebijakan Umum tahun 2021,” Imbuhnya.

Model rapat evaluasi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Saat ini semua satuan kerja harus melaporkan kepada kepala pesantren. Pada tanggal 25 Nopember 2020 kepala pesantren melaporkan kepada pengasuh dilanjutkan pengarahan pengasuh,” Tambahnya.

Seluruh satuan kerja hadir pada acara tersebut. Sekitar 70 peserta yang diundang pada rapat evaluasi tahunan ini terdiri dari pimpinan satuan kerja dan satuan Pendidikan,” Kata Ustadz Muslehuddin Jauhari Kasubbag Umum Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Alhamdulillah Pengasuh dan Kepala Pesantren bisa hadir pada acara rapat evaluasi ini. Beliau dapat menyimak secara langsung dari laporan yang dipaparkan oleh masing-masing satker,” Lanjutnya.

Rapat evaluasi dimulai dari penyampaian pelaporan masing-masing satker kepada kepala pesantren dan pengasuh dilanjutkan dengan sambutan kepala pesantren dan setelah itu pengarahan pengasuh setelah itu acara selesai,” Kata Ustadz Ernawiyadi saat mengumumkan rundown acara.

 

 

Pewarta   : PM

Khitobah Kubro Tahfidz Mawaddah Suburkan Cinta Budaya Indonesia

nuruljadid.net – Wilayah Al-Mawaddah terus melakukan berbagai macam cara untuk meningkatkan kualitas soft skill dan hard skill santri-santrinya. Seperti kegiatan kali ini, wilayah Al-Mawaddah mengelar acara khitobah kubro yang rutin diadakan setiap dua bulan sekali. Khitobah kubro  bulan Oktober 2020 ini dipersembahkan oleh program Tahfidz dengan mendapat apresiasi yang baik dari seluruh santri Al-Mawaddah.

Tema bernuansa Beautiful Country tersebut berhasil menyihir santri di  Musholla wilayah Al-Mawaddah. Dari segi pembukaan, hingga penampilan tak luput dari nuansa tema tersebut. Kegiatan khitobah kubro dipandu dengan dua pembawa acara yang membawakan bahasa Indonesia dan bahasa Lombok.

Sesi sholawat kali ini pun berbeda, yakni dengan penampilan kelompok hadrah Tahfidz Al-Mawaddah. Dengan berbekal ilmu  di ekstrakurikuler sholawat dan hadrah yang diadakan setiap Kamis malan Jum’at di wilayah  Al-Mawaddah, mereka pun nampak lihai membawakan berbagai lagu yang cukup populer saat ini. Seperti Allahul Kaafi, Isyfa’lana dan Antassalaam.

Pada penampilan apresiasi makna, juga diselingi sulap dadu oleh Ananda Hanun. Penampilan sulapnya berhasil membuat penonton tercengang. Dadu yang tadi dipilih nomornya oleh salah satu santri, ternyata berhasil ditebak.

“Hidup kita seperti dadu, seperti apapun hal  yang akan terjadi pada kita, maka kita harus menerimanya. Karena dalam hidup kita, pengocok dadu tersebut adalah Allah. Jadi kita harus siap dan ikhlas atas segala ketetapan yang telah Allah berikan pada kita,” ujar Hanun saat mengapresiasikan dadu tersebut.

Tak kalah menarik, saat sesi penampilan ada banyak penampilan yang tampil mengesankan. Seperti berbagai tarian modern dan tradisional yang dipadukan, paduan suara yang membawakan lagu tradisional Medley, serta yang paling unik yaitu tari kipas yang dibawakan oleh kamar Tahsin dan Tahfidz F6 dengan sangat kompak.

“Saya belum pernah melihat penampilan tari kipas, sangat kompak dengan personil yang lumayan banyak. Apalagi saat tadi ada gerakan memutar dan kipasnya membentuk nama Tahfidz Al-Mawaddah,” celetuk salah satu santri yang menyaksikan acara.

Saat sambutan, Ustadzah Aini selaku perwakilan Koordinator Tahfidz Al-Mawaddah mengatakan bahwa dengan adanya ini, semoga membuat kita semakin mencintai Indonesia dan tentu semakin  memacu untuk melatih kemampuan kita dalam segala bidang yang kita minati, tentu sambil tetap menjadi pengahafal Al-Quran.

 

Pewarta : Dewi

Hidupkan Semangat Santri, FKO Adakan Seminar Kebangsaan

nuruljadid.net – (Jum’at, 13/11) Forum Komunikasi Osis (FKO) Biro Pendidikan, Pondok Pesantren Nurul Jadid gelar Seminar Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini bertempat di Aula MA Nurul Jadid dengan mengangkat tema ‘Meneguhkan Ghiroh Nasionalisme Santri dalam Bingkai NKRI’.

Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta putra dan putri PP Nurul Jadid ini menghadirkan K. Muhammad Imdad Rabbani sebagai narasumber dan Ust M. Alief Hidayatullah sebagai moderator. “Kebangsaan dan Keislaman adalah hal yang utuh dalam diri seorang santri, maka jangan sekali-kali memisahkan keduanya”, “Nilai Seseorang adalah apa yang bisa dilakukan untuk orang lain”, “Kita menjadi apa saja, lakukanlah yang terbaik karena itulah spirit perjuangan”. Beberapa pesan Gus Imdad dalam seminar tersebut.

“Tujuan diadakannya kegiatan ini ialah untuk membangkitkan kembali semangat nasionalisme santri dalam menjaga keutuhan NKRI” ungkap Aulia Lely Qurrota A’yun selaku Ketua Panitia. Ia juga menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan ketiga setelah sebelumnya berlangsung kegiatan istighosah dan lomba dramatisasi puisi.

Pemenang lomba dramatisasi puisi yang diraih oleh siswi SMA Nurul Jadid sebagai Juara Pertama, MA Nurul Jadid Juara kedua dan MAN 1 Probolinggo sebagai Juara ketiga telah diumumkan diawal seminar. Kemudian nobar (nonton bareng) sebagai penutup acara pada sore itu.

Pembagian Piala Penghargaan Pemenang Lomba Dramatisasi Puisi

“Saya sangat mengapresiasi acara ini karena walaupun adanya pandemi, setidaknya kita masih bisa memperingati hari pahlawan untuk menghargai jasa para pahlawan” kesan salah satu peserta seminar saat diwawancarai.

Pewarta: Kiki, Humairo

Night Exhibition Jadi Ajang Evaluasi Bakat Santri PPBA Al-Mawaddah

nuruljadid.net – Jum’at, 30 Oktober 2020 Program Pengembangan Bahasa Asing (PPBA) Al-Mawaddah Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan kegiatan Night Exhibition. Kegiatan yang menjadi agenda tiap 2 bulan sekali ini sudah 2 kali dilaksanakan. Kali ini kegiatan Night Exhibition ini bertempat di Musholla Al-Mawaddah.

Kegiatan dimulai pukul 20.30 WIB dan di saksikan oleh seluruh santri wilayah Al-Mawaddah. Kegiatan ini berjalan lancar walau hanya bermodal lampu shoot sebagai penerangnya. Pasalnya, beberapa menit sebelum acara, terjadi mati lampu. “ Walau terjadi mati lampu 15 menit sebelum acara tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap memberikan penampilan yang terbaik. ” terang Miss Rozha selaku Presiden PPBA Al-Mawaddah.

“Sebelumnya kegiatan sudah dipersiapkan matang dari jauh hari. Penampilan, dekorasi, dan lain-lain diharapkan dapat memberikan pertunjukan yang memuaskan untuk semua penonton (santri Al-Mawaddah).” tambahnya (Miss Rozha).

Kegiatan Night Exhibition ini bertujuan untuk mengasah dan mengevaluasi bakat anak PPBA dalam berbahasa asing sekaligus untuk melatih rasa percaya diri tampil di depan umum.  Semua penampilan di kegiatan ini menggunakan bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

“Kita disini mengambil tema Jepang karena banyak dari tradisi dan kebiasaan orang Jepang yang sangat bagus untuk ditiru. Seperti kebiasaan mereka tepat waktu dalam aktivitas sehari-hari.” dawuh Ning Mabruroh konsultan PPBA dalam sambutannya (terjemah bahasa Arab).

foto bersama konsultan PPBA Al-Mawaddah. Ny. Mabruroh Zain, Lc.

Pewarta : Kholis

Amal Yang Menyebabkan Orang Masuk Surga, Ini Ulasan Kiai Zuhri

nuruljadid.net- KH Moh Zuhri Zaini Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo mengisi pengajian kitab Fathul Qorib, Riyadhus Sholihin dan Tafsir Jalalain di Masjid Jami’ Nurul Jadid, Senin (09/11) sore.

Saat beliau membaca hadits yang ke 1522 dalam kitab Riyadhus Sholihin, melalui penjelasannya, beliau menyampaikan berkait amal yang bisa memasukkan orang ke surga dan menjauhkannya ke neraka. Amal tersebut yaitu: menyembah kepada Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan naik haji bagi yang mampu.

Menurut Kiai Zuhri, menyembah atau beribadah kepada Allah yaitu tunduk dan patuh kepada Allah. Tunduk itu apa yang diperintahkan kerjakan dan apa yang dilarang jauhi. Sebab apa yang diperintahkan Allah membawa kebaikan dan didalam kemampuan manusia. Dan ibadah yang diterima oleh Allah ada syaratnya beribah kepada Allah dengan tidak menyekutukannya.

“Kalau menghormati orang tua, guru, penguasa atau pemimpin itu sebuah kewajiban. Tapi beribadah kepada mahluk itu tidak boleh sekalipun mahluk itu sudah sangat mulia seperti Nabi. Nabi kalau disembah tidak boleh sedangkan menaati Nabi itu harus karena Nabi diutus oleh Allah untuk membimbing kita,” Jelasnya.

Sedangkan mendirikan sholat harus lengkap dengan syarat dan rukunnya dan harus disertai denganm adab dhahir dan adab batin. Sholat adalah amal ibadah yang menjadi barometer pada seseorang. Kalau sholatnya baik maka orang itu pasti baik,” Imbuhnya.

Kiai Zuhri melanjutkan, menunaikan zakait itu berbuat baik kepada sesama dan puasa merupakan ibadah pokok dalam islam. Hikmah dari puasa ini, kita dilatih mengendalikan nafsu dan juga dilatih dalam keikhlasan.

Naik haji bagi yang mampu merupakan sebuah kewajiban yang sangat baik untuk dipenuhi,” Tambahnya.

Amal Yang Menyebabkan Orang Masuk Surga, Ini Ulasan Kiai Zuhri

nuruljadid.net– KH Moh Zuhri Zaini Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo mengisi pengajian kitab Fathul Qorib, Riyadhus Sholihin dan Tafsir Jalalain di Masjid Jami’ Nurul Jadid, Senin (09/11) sore.

Saat beliau membaca hadits yang ke 1522 dalam kitab Riyadhus Sholihin, melalui penjelasannya, beliau menyampaikan berkait amal yang bisa memasukkan orang ke surga dan menjauhkannya ke neraka. Amal tersebut yaitu: menyembah kepada Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan naik haji bagi yang mampu.

Menurut Kiai Zuhri, menyembah atau berbidah kepada Allah yaitu tunduk dan patuh kepada Allah. Tunduk itu apa yang diperintahkan kerjakan dan apa yang dilarang jauhi. Sebab apa yang diperintahkan Allah membawa kebaikan dan didalam kemampuan manusia. Dan ibadah yang diterima oleh Allah ada syaratnya beribah kepada Allah dengan tidak menyekutukannya.

“Kalau menghormati orang tua, guru, penguasa atau pemimpin itu sebuah kewajiban. Tapi beribadah kepada mahluk itu tidak boleh sekalipun mahluk itu sudah sangat mulia seperti Nabi. Nabi kalau disembah tidak boleh sedangkan menaati Nabi itu harus karena Nabi diutus oleh Allah untuk membimbing kita,” Jelasnya.

Sedangkan mendirikan sholat harus lengkap dengan syarat dan rukunnya dan harus disertai denganm adab dhahir dan adab batin. Sholat adalah amal ibadah yang menjadi barometer pada seseorang. Kalau sholatnya baik maka orang itu pasti baik,” Imbuhnya.

Kiai Zuhri melanjutkan, menunaikan zakait itu berbuat baik kepada sesama dan puasa merupakan ibadah pokok dalam islam. Hikmah dari puasa ini, kita dilatih mengendalikan nafsu dan juga dilatih dalam keikhlasan.

Naik haji bagi yang mampu merupakan sebuah kewajiban yang sangat baik untuk dipenuhi,” Tambahnya.

Pewarta : Ibnu Abdillah

Editor    : Ponirin Mika

Lomba Dramatisasi Puisi Warnai Peringatan Hari Pahlawan di Nurul Jadid

nuruljadid.net- Momen Hari Pahlawan kali ini, Forum Komunikasi Osis (FKO) Pondok Pesantren Nurul Jadid turut membagi serangkaian kegiatan untuk santri Nurul Jadid. Hal ini  dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang tentu menyenangkan seperti lomba dramatisasi, istighosah, dan seminar kebangsaan.

Pada kali ini, Senin (10/11/2020) Lomba Dramatisasi Puisi berlangsung. Sebanyak 7 lembaga sekolah turut menampilkan penampilkan terbaik dari mereka pada lomba yang bertempat di depan Musholla dalem timur (daltim) ini. Lomba ini dimulai pada pukul 21.00 WIB dan berakhir pada pukul 23.30 WIB.

Delegasi SMK Nurul Jadid saat tampil dalam lomba Dramatisasi Puisi

Untuk pengumuman lomba, akan dibacakan saat acara Seminar Kebangsaan yang akan dilaksanakan pada Jum’at (13/11/2020).

“Acara ini diselenggarakan, tak lain tujuannya adalah untuk mengingatkan para santri bahwa dibalik merdekanya Bangsa Indonesia saat ini, terdapat perjuangan yang luar biasa dari para pahlawan yang rela mati-matian membela negeri. Insyaallah besok (11/10/2020) akan disusul kegiatan pembacaan istighosah bersama untuk para pahlawan di astah Pondok Pesantren Nurul Jadid,” jelas Nurul Fadilah, peserta FKO dari MAN 1 Probolinggo.

Pewarta: Humairo, Dewi

Ikatan Perempuan Yayasan Nurul Jadid (IPYNJ) Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

nuruljadid.net- Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Ikatan Perempuan Yayasan Nurul Jadid pun turut serta meramaikan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini dengan mengadakan kegiatan maulid Nabi bersama masyarakat sekitar, Jum’at (06/11) Siang di halaman dalem Nyai Hj. Nuri Firdausiyah.

Kegiatan maulid ini diadakan untuk memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW yang tujuannya untuk mendapatkan syafaat beliau. Hal ini disampaikan Ibu Hj. Ummi Mahmudah dalam sambutannya pada acara itu.

Yang menarik dari kegiatan ini,
ketika kegiatan pembacaan diba’iyah lebih khusyu’ karena dipimpin oleh Gus Fahmi yang notabene sering menjadi pembaca qosidah-qosidah,” Imbuhnya.

Pada kegiatan ini tidak hanya berbentuk pengajian semata. Namun ada bakti sosial yang dilakukan oleh Ikatan Perempuan Yayasan Nurul Jadid kepada masyarakat sekitar pesantren berupa alat dapur.

“ Pemberian dari IPYNJ ini sangat bermanfaat buat kami. Dan ini akan selalu kami kenang. Semoga IPYNJ kedepannya tambah maju dan terus berbagi dengan masyarakat, terutama masyarakat yang tidak mampu,” Ungkap peserta undangan yang tidak mau disebut namanya.

Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 300 orang ini diawali dengan penampilan hadrah firqoh az-Zainiyah dilanjutkan dengan acara seremonial.

Hadir untuk member ceramah pada kegiatan itu, Habib Qushay dari Probolinggo.
Alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid ini menyampaikan, bahwa Allah memberikan perhatian kepada seorang perempuan.
Beliau memberikan contoh seorang perempuan yang pantas menjadi tauladan diantaranya Siti Khojidah dan Siti Fatimah.

Kegiatan ini dalam rangka menjalin silaturrahmi kami dan antar kelompok sarwah se- Karanganyar, anggota IPYNJ dan dihadiri keluarga Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid,” Kata Usatdazh Windy Pengurus IPYNJ.

 

Pewarta.  : Ibnu Abdillah

Pewarta    : Ponirin Mika

Pada Masa Pandemi ini, Kapolda Jatim Ajak Masyarakat Mencontoh Akhlak Nabi

nuruljadid.net- Kita harus mengambil hikmah dari setiap kejadian dengan meniru akhlak Nabi Muhammad SAW. Nabi diutus oleh Allah sebagai rahmat bagi semesta alam. Untuk itu kita harus meniru sikap Nabi Muhammad SAW. Hal ini disampaikan Bapak Irjen Pol Dr. Fadil Imran M.SI saat memberikan sambutan pada acara maulid Nabi di Masjid al-Akbar Surabaya dan diikuti oleh ribuan peserta melalui virtual, Kamis (05/11) malam.

Irjen Fadil melanjutkan, pada pandemi ini sangat relevan apabila kita meneladani sifat Nabi yaitu sifat gotong royong.

Kami bersama gubenur dan ulama dalam menghadapi covid-19 kita melaksanakan dengan sifat gotong royong. Gotong royong merupakan contoh yang pernah dilakukan oleh Nabi,” Imbuhnya.

Masih kata Irjen Fadil, disamping itu kita sebentar lagi akan diperhadapkan dengan protokol kesehatan dan harus dilaksanakan dengan tertib jangan sampai terbawa berita hoak dan hal-hal yang bersifat provokatif.

Dalam akhir sambutannya, Irjen Fadil mengajak seluruh masyarakat untuk bermunajat kepada Allah agar bangsa ini pulih dari pandemi.

“Kalau kita melahirkan kembali sifat Nabi Muhammad SAW maka akan bisa menghadapi masalah sesulit apapun,” Katanya.

Kegiatan ini diikuti Polsek dan Koramil Paiton serta beberapa undangan lainnya secara virtual yang berjumlah 50 orang di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo

 

Pewarta. : Ibnu Abdillah
Editor. : Ponirin Mika

Polsek Paiton Ikuti Maulid Nabi Bersama Gubenur Jatim Secara Virtual di Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net- Polsek dan Koramil Paiton Probolinggo, Jawa Timur mengikuti peringatan maulid Nabi Muhammad SAW secara virtual di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Kamis malam (05/11)

Kapolsek Paiton Muhammad Noer mengatakan, dipilihnya Pesantren Nurul Jadid untuk dijadikan tempat kami mengikuti peringatan maulid Nabi Muhammad secara virtual karena Pesantren ini sangat layak dan pas untuk ditempati. Disamping karena sarana prasarana lengkap dan juga sangat responsif pada kegiatan yang sangat bermanfaat.

Ikut pada kegiatan maulid Nabi Muhammad secara virtual ini diikuti Gubernur Jatim Ibu Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubenur Jatim Bapak Email Dardak, Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Fadil Imran, M.Si, Takmir Masjid Istiqlal Jakarta KH. Nasaruddin Umar dan diikuti beberapa tokoh organisasi islam (NU dan Muhammadiyah) serta ribuan peserta lainnya.

Kiai Nasaruddin Umar sebagai penceramah pada acara ini memberikan pujian kepada pemerintah Jatim khususnya Gubenur Jawa Timur dan Kapolda Jatim.

” Saya sangat bersyukur dan kagum kepada pemerintah Jatim yang telah melaksanakan kegiatan maulid ini apalagi tadi pembacaan sholawat qiyamnya dipimpin langsung oleh Gubernur Ibu Khofifah Indar Parawansa, beliau memiliki suara yang bagus,” Kata Kiai Nasaruddin.

Kegiatan maulid secara virtual ini diramaikan dengan penampilan hadrah dari anggota polisi.

“Kalau penampilan hadrah dari kalangan santri adalah hal biasa. Tapi kalau penampilan hadrah dari kalangan polisi ini luar biasa. Juga penampilan hadrah dari tentara ” Kata Pemandu acara diiringi dengan tepuk tangan para hadirin.

 

Pewarta : Ibnu Abdillah
Editor. : Ponirin Mika

Wali Santri Ungkap Program e-Bekal Santri Nurul Jadid Sangat Bagus

nuruljadid.net- Program e-Bekal sangat bagus untuk membantu wali santri. Baik berkait untuk mengontrol belanja pengeluaran putera-puterinya dan juga sebagai tempat menabung wali santri untuk uang kosmara dan uang belanja santri keseharian,” Hal ini disampaikan Ustadz Saad Samlan, Wali santri dari Sabili Fajri Naufal asal bondowoso.

Ia menambahkan, memang program ini agak menyulitkan bagi wali santri yang gagap teknologi karena program ini berbasis system. Namun hal itu sangat mudah diatasi dengan cara meminta bantuan pada petugas operator atau yang lainnya. Saya juga pernah membantu wali santri yang meminta bantuan tentang hal ini.

Ustadz Samlan melanjutkan, dengan adanya program e-Bekal santri ini belanja yang dikeluarkan oleh santri mudah terkontrol. Hanya saya berharap petugas yang menjadi operator system ini agar lebih maksimal memberikan pelayanan dan bantuan terutama bagi wali santri yang buta teknologi.

Mayoritas wali santri menyambut baik program e-Bekal ini,” Imbuhnya.

Pewarta   : Ibnu Abdillah

Ediror       : Ponirin Mika

Kepala Bidang Usaha; Program e-Bekal Santri Upaya Memberikan Pelayanan Prima Bagi Wali Santri

nuruljadid.net- Kepala Bidang Usaha Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Ustadz Agus Fanani, M.Pd menyampaikan, program e-bekal santri upaya memberikan pelayanan prima bagi wali santri dan santri.

“ E-bekal yang diluncurkan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai langkah maju pesantren untuk memberikan pelayanan bagi wali santri dan santri,” Ungkap Ustadz Agus Fanani melalui telepon selulernya.

Ustadz Agus menambahkan, pada program e-bekal ini wali santri bisa mengontrol pengeluaran uang yang dibelanjakan oleh putera-puterinya setiap hari di Pesantren. Terkadang belanja yang dilakukan santri tidak terkontrol dan banyak wali santri yang mengeluh berkait hal itu.

Disamping itu wali santri bisa menyimpan uang untuk kebutuhan santri selanjutnya. Lebih dari itu wali santri bisa melakukan pembayaran melalui bank apapun tidak hanya satu bank,” Imbuhnya.

Masih kata Ustadz Agus, tentu karena ini program baru diluncurkan pasti ada kendala tehnis yang dialami terutama oleh operator system. Oleh karenanya, kami berharap support dari semua kalangan agar program ini berjalan maksimal.

Pewarta : Ibnu Abdillah
Editor : Ponirin Mika

Polda Jatim Kunjungi Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo

nuruljadid.net- Selasa siang (03/11) Polda Jatim berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.  Rombongan di pimpin Bapak AKBP Sujiono, SH perwakilan dari Polda Jatim ini berkunjung dalam rangka sosialisasi narkoba dan pencegahan covid 19.

Dalam sambutannya, Bapak AKBP Sugiono menyampaikan, kami sangat senang sekali berkunjung ke pesantren-pesantren. Sebab di Pesantren ini tempatnya orang berilmu dan memiliki akhlak yang baik. Salah satu akhlak yang tidak ditemukan diluar Pesantren, suatu ketika saya berkunjung ke dalem (rumah) kiai. Saya naik ke teras rumah kiai dan masuk ke ruang tamunya tanpa mengatur sandal saya. Setelah saya mau pulang ternyata sandal saya sudah diperbaiki dan ditertibkan dan siap dipakek. Mulai dari hal kecil ini Pesantren sangat memperhatikan.

Pondok Pesantren Nurul Jadid ini juga demikian. Saya sangat bangga dengan Pesantren Nurul Jadid,” Imbuhnya.

Mantan Wakapolres Sumenep ini melanjutkan, tujuan saya berkunjung ke Pesantren ini untuk mengajak para generasi muda untuk mempersiapkan diri untuk memegang tampuk kepemimpinan di Negara ini. Tentu menjadi pemimpin itu dibutuhkan orang yang memiliki karakter yang baik.

Sementara Ustadz Ernawiyadi dalam sambutannya menyampaikan, kedatangan rombongan polda ke Pondok ini merupakan sebuah kehormatan yang sangat tinggi sekali. Kita dengan dua institusi yaitu Polisi dan TNI memiliki kedekatan emosional yang cukup kuat. Dulu sebelum pilpres dua pimpinan tertinggi dua institusi (Polri dan Panglima ABRI)  berkunjung kesini (Ponpes Nurul Jadid) untuk memberikan wawasan kebangsaan.

Masih kata Ustadz Erna, oleh karenanya ikatan Pesantren Nurul Jadid dengan dua institusi ini perlu dipelihara terus menerus.

Selanjutnya Ustadz Erna berharap agar materi yang akan disampaikan oleh Polda agar didengarkan dengan seksama

“Saya berharap materi yang nanti akan disampaikan oleh Polda agar didengarkan dengan penuh kesungguhan. Karena itu sangat penting dan menambah ilmu pengetahuan kita,” Katanya.

Kegiatan ini diikuti 50 santri perwakilan dari ribuan santri Nurul Jadid.

 

Pewarta   : Ibnu Abdillah

Editor      : PM

Bapak AKBP Sujiono, Saya Bangga dengan Pondok Nurul Jadid

nuruljadid.net– Saya bangga masuk Pesantren karena sangat menjunjung tinggi etika dan akhlakul karimah. Termasuk di Pondok Nurul Jadid ini. Hal ini disampaikan Bapak AKBP Sujiono, SH pada acara kunjungan Polda Jatim di Aula Mini Pondok Pesantren Nurul Jadid, Selasa (03/11) siang.

Kasubdit Bintibsos Dit Binmas Polda Jatim ini melanjutkan, kami berkunjung ke tempat ini (Nurul Jadid) untuk menciptakan generasi yang siap memimpin tampuk kepemimpinan bangsa.

Sekarang ini kita di uji dengan pandemi covid-19. Oleh karena itu kita harus menaati protokol kesehatan covid-19 agar kita bisa terhindar dari covid-19,” Tambahnya.

Pondok ini telah menerapkan protokol kesehatan covid-19, barusan saya pertama masuk pintu Pesantren saya dan rombongan kami di periksa sesuai dengan standart kesehatan covid-19.

Kami juga membawa masker untuk dibagikan ke santri. Mohon ijin ustadz agar diterima,” Ucapnya.

Pewarta.  : Ibnu Abdillah
Editor.       : Ponirin Mika

Kata-kata Yang Jelek Menjadi Dosa Jariyah; Ini Penjelasan Kiai Zuhri Zaini

nuruljadid.net- Orang yang berbicara baik dan dengannya mendorong orang lain berbuat baik meskipun ia (orang yang berbicara) menganggap omongan itu biasa-biasa saja tidak hebat. Dengan omongan itu, ia akan meningkatkan derajatnya dihadapan Allah.

Kata-kata akan menjadi amal jariyah. Jika kata-katanya baik. Tapi sebaliknya kata-kata menjadi dosa jariyah apabila kata-katanya jelek. Hal ini disampaiakn KH Moh Zuhri Zaini Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo saat mengisi pengajian kitab Riyadhus Sholihin, Senin (02/11) sore di Masjid Jami’ Nurul Jadid.

Kiai Zuhri menambahkan, kadang-kadang kita hanya berkata “ia” saja, pada saat ada orang menyampaikan keinginan dirinya untuk mencuri keapada kita. Maka kita akan mendapatkan dosa sebab telah mendorong orang itu untuk melakukan dosa.

Tidak hanya amal baik yang jariyah tapi amal jelek juga menjadi dosa jariyah. Ketika orang memberi contoh yang buruk, kemudian banyak yang ikut  apalagi sampai hari kiamat, itu jadi dosa jariyah. karena itu hati-hati kita berbicara jangan sampai mendorong kepada keburukan,” Imbuhnya.

Masih menurut beliau, berbicara itu tidak hanya dengan kata-kata. Bisa saja dengan tulisan. Sekarang ini orang kadang-kadang berbicara tidak memakai kata-kata tapi memakai tulisan di facebook, di youtube itu berbicara juga dan itu bisa bisa menyebar ke seluruh dunia atau berbicara memakai isyarat. Misalnya dengan mengangguk (anggukan). Jadi ketika orang minta persetujuan, contoh seperti ini, bagaimana kalau saya korupsi lalu kita mengangguk. Anggukan itu sangat berdampak, karena itu buruk, maka berdampak buruk.

 

 

Pewarta     : PM