Santri Baru Ikuti Senam Pagi, OSABAR Tekankan Kebiasaan Hidup Sehat di Pesantren
berita.nuruljadid.net – Suasana hangat dan angin sejuk di pagi hari diam-diam menerobos masuk ke pori-pori kulit santri baru kala memulai hari pertama Orientasi Santri Baru (OSABAR) dengan penuh semangat yang membara. Terdengar derap langkah kaki cepat ribuan santri dibarengi mulut yang tidak berhenti berkomat-kamit mengajak temannya agar lekas bersiap dalam mengikuti senam sehat, Senin (05/07/2025).
Dengan penuh kesabaran hati dalam membimbing dan menemani santri baru yang masih berada dalam tahap mencoba beradaptasi dengan lingkungan baru, kala itu, panitia OSABAR mengarahkan para santri untuk berbaris rapi sembari ditemani kakak asuh. Adapun senam sehat tersebut dilaksanakan di wilayah masing-masing.
Namun berbeda dengan wilayah lainnya, panitia yang mendapat mandat mengurusi santri baru di wilayah Dalem Selatan, memilih untuk menyatukan Al-Mawaddah, Fatimatuz Zahro (Faza) dan Zaid Bin Tsabit dalam satu kenaungan wilayah yang sama, wilayah Faza.
Dalam momentum yang sangat langka tersebut, panitia menggunakan waktu sebaik mungkin dalam merangkul santri baru kedalam dekapan kekeluargaan. Butinya, tak hanya mengajak senam sehat, panitia juga memberi pemahaman para santri tentang pola hidup sehat agar fisik mereka terlatih kala berada di lingkungan yang kumuh dan sakit.
“Senam ini diadakan supaya santri yang awalnya tidak bergairah, menjadi antusias dalam melewati serangkaian kegiatan-kegiatan Osabar yang akan menantinya,” ujar salah satu panitia, Ustadzah Emilia Yusrina.
Kakak asuh yang mendampingi terus berupaya menggolarakan semangat santri baru. Selain tak henti-hentinya mereka berupaya untuk menautkan slogan “mondok untuk mengaji dan membina akhlakul karimah” agar membekas dan melekat di hati para santri, kakak asuh juga menyulut semangat santri dengan yel-yel.
“Kalau mereka masih tidak semangat melakukan senam, kakak asuh akan menyulut semangat mereka dengan yel-yel yang telah dihafal,” lanjut ketua panitia Osabar wilayah Faza itu.
Sayup-sayup matahari kian meninggi, hawa suam perlahan menyengat diri santri. Kendati demikian, mereka tetap mempertahankan nilai spiritual. Dengan melaksanakan shalat dhuha berjamaah seusai senam sehat digelar.
Pewarta: Zaituna Farah Kamila
Editor: Moh. Wildan Dhulfahmi












Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!