Pos

Santri Baru Tampilkan Hasil Belajar FA di Penutupan OSABAR 2025

berita.nuruljadid.net – Setelah menjalani program Furudhul ‘Ainiyah (FA) selama 65 hari, santri baru Pondok Pesantren Nurul Jadid mengikuti penutupan Orientasi Santri Baru (OSABAR) pada Senin (13/10/25). Malam itu, kegiatan digelar terpisah, santri putra di Aula I Pesantren, sedangkan santri putri di Aula II.

Berbeda dari tahun sebelumnya, penutupan OSABAR kali ini dilaksanakan setelah program FA, yakni pelajaran dasar keagamaan bagi santri baru. Ketua Panitia OSABAR, Najma Fairus menerangkan bahwa FA merupakan bagian dari rangkaian orientasi.

“Di samping FA, selama 65 hari itu, santri baru juga telah mengenal lingkungan pesantren. Artinya, seluruh rangkaian orientasi sudah mereka pahami dan terapkan dalam keseharian,” ujarnya dalam sambutan pembuka.

Acara penutupan diwarnai berbagai penampilan hasil pembelajaran FA, mulai dari pembacaan surah-surah pendek, silsilah nasab Rasulullah SAW, Asma’ul Husna, hingga penyebutan sifat-sifat Allah SWT. Penampilan para santri baru itu disambut meriah oleh para penonton.

Tak hanya itu, panitia juga menampilkan sejumlah pertunjukan kreatif, seperti mozaik, dramatisasi, hingga lagu-lagu bertema kehidupan santri. Meski persiapannya terbilang singkat, hanya dua pekan sebelum acara, seluruh penampilan berjalan lancar.

“Kami mulai menyiapkan pertunjukan sejak H-14. Tapi berkat kekompakan adik-adik OSABAR dan dukungan banyak pihak, semuanya bisa terselenggara dengan baik,” imbuh Fairus.

Kesan serupa diungkapkan Rif’atin Rahmania, kakak asuh OSABAR.

“Saya tak menyangka adik-adik OSABAR bisa menampilkan hasil sebaik itu dalam waktu dua minggu. Padahal waktu mereka juga terbagi dengan kegiatan sekolah dan wilayah,” tuturnya.

Rif’atin menambahkan, format penutupan tahun ini terasa lebih istimewa karena benar-benar melibatkan santri baru sebagai pelaku utama.

“Kalau tahun lalu, yang tampil justru perwakilan tiap lembaga. Tahun ini, santri baru sendiri yang menutup acara dengan karya mereka. Saat video dramatisasi diputar, banyak penonton yang terharu,” pungkasnya.

Pewarta: Sufiyatun Namiroh Elok Mutiara dan Kharisma Magdalena
Editor: Ahmad Zainul Khofi

Air Mata Santri Baru Tumpah di Malam Terakhir OSABAR

Berita.nuruljaid.net Senja telah lewat, berganti malam menyelimuti langit Paiton. Kala itu, lorong-lorong wilayah menuju Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid dipenuhi gerombolan santri baru yang berbaris rapi, bak semut menuju sarangnya. Mereka mengenakan kostum berwarna hitam-putih, di bahu kanannya menempel tas biru berisi catatan dan peralatan menulis.

Pukul delapan malam, Rabu (16/07/25), raut wajah santri yang tak sampai sepekan di pesantren itu terlihat gembira. Mereka nampak menggebu-gebu mengikuti sesi terakhir rangkaian pembukaan Orientasi Santri Baru (OSABAR), pemutaran film dalam sesi audiovisual.

Di lantai tiga aula utama, tempat kegiatan berlangsung, udara sejuk dari pendingin ruangan dan hiburan pemandu acara menyambut kedatangan lebih dari 800 santri. Lantai ruangan yang dilapisi karpet merah menjadi alas nyaman bagi peserta yang duduk.

Selagi menunggu film diputar, panitia memutar lagu tema OSABAR. Liriknya terpampang jelas di layar lebar, dan berhasil mengajak seluruh santri larut dalam nyanyian bersama.

Tepat pukul 20.41 WIB, layar menyala. Film Bila Ibu Esok Tiada, karya Rudi Soedjarwo, diputar. Beberapa menit pertama, suasana ruangan masih riuh. Film sempat di-pause agar para peserta dapat menyesuaikan diri dengan suasana yang diharapkan, hening dan khidmat. Kemudian lampu dimatikan, film kembali diputar, camilan dari panitia mulai dikunyah perlahan. Semua mata terpaku ke layar.

Cerita bergulir. Tentang seorang ibu yang penuh kasih dan pengorbanan tanpa pamrih. Sebuah film yang mengandung bawang. Jelang film berakhir, terdengar isakan tangis dari seorang santri baru.

“Dari awal lihat judul, teman-teman disebelahku sudah mau nangis,” ujar In’am Chandra Celena, santri baru asal Probolinggo dari wilayah Zaid bin Tsabit. Matanya sembab, tangannya sibuk mengusap pipi.

Ia mengaku teringat orang tuanya di rumah. “Langsung kepikiran ibu dan ayah. Lagi apa mereka sekarang ya? Semoga sehat selalu,” ucapnya lirih.

Tak hanya para santri. Beberapa panitia dan kakak asuh yang mendampingi juga ikut tersedu sedih. Film tersebut memang dikenal mampu menyentuh sisi emosional penonton, terutama mereka yang sedang jauh dari rumah.

Ketika film berakhir dan lampu dinyalakan kembali, beberapa wajah terlihat basah, mata sembab, dan suara hidung sesekali terdengar menyedot air mata yang masih mengalir. Tangis perlahan reda, mereka bersiap untuk meninggalkan ruangan.

Sebelum sesi foto selesai, satu per satu santri meninggalkan aula. Hanya panitia yang tersisa, sibuk membersihkan sampah-sampah kecil yang tertinggal, seperti kenangan yang tak benar-benar bisa disapu habis dari sebuah malam akhir pembukaan OSABAR yang penuh sentuhan.

 

Pewarta: Karisma Najwa Magdalena
Editor: Ahmad Zainul Khofi

Santri Baru Mengenal Masyaikh Lewat Safari Ma’had

berita.nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, menggelar tradisi Safari Ma’had dalam rangkaian kegiatan Orientasi Santri Baru (OSABAR), Rabu, 16 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam masa orientasi, di mana santri diajak menyusuri lingkungan pesantren untuk mengenal letak gedung pesantren dan keluarga pengasuh.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengenalkan para santri kepada para masyaikh serta sejarah dan lingkungan sekitar pesantren,” ujar Nur Azizah, Panitia Divisi Acara OSABAR.

Perjalanan dimulai dari pusat pesantren dan dilanjutkan ke sejumlah titik historis dan struktural di wilayah Nurul Jadid, termasuk ke daerah satelit seperti Nasyiatul Hamidiyah dan MTsN yang terletak di tengah pemukiman warga Karanganyar. Santri berjalan dalam barisan teratur di bawah terik matahari menyusuri lorong-lorong pesantren.

Meski melelahkan, antusiasme tetap terlihat. Para santri baru tampak bersemangat saat sowan (bersalaman) dengan keluarga pengasuh yang mereka kunjungi satu per satu. “Kami sudah menghubungi keluarga pengasuh sejak 12 Juli lalu, dan mengingatkan kembali pada H-1. Tapi memang ada beberapa yang tidak bisa ditemui karena sedang bepergian,” tutur Nur Azizah.

Lebih dari sekadar tur keliling pesantren, Safari Ma’had dimaknai sebagai awal perjalanan spiritual dan sosial santri di lingkungan Nurul Jadid. Tradisi ini mengajarkan nilai adab, pentingnya silaturahmi, dan kesadaran akan posisi seorang santri dalam lingkungan pesantren.

Pewarta: Farhah Robbaniyah Izzah Dzikri

Editor: Ahmad Zainul Khofi

Neng Din Ungkap Makna OSABAR kepada Santri Baru

berita.nuruljadid.net – Langit Paiton belum sepenuhnya gelap ketika aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid dipenuhi gelombang putih-putih kerudung. Suasana riuh khas pertemuan santri baru memecah keheningan malam, sebelum pelan-pelan meredup saat suara mikrofon mulai berbunyi. Di tengah-tengah antusiasme itu, Wakil Kepala 3 Pesantren, Ny. Hj. Nur Diana Kholidah, atau yang akrab dipanggil Neng Din, dengan senyum hangat melangkah ke podium untuk menyambut kedatangan santri baru.

Malam itu, Senin (14/07/25), menjadi malam perdana bagi ratusan santri baru putri mengikuti rangkaian Orientasi Santri Baru (OSABAR), sebuah tradisi tahunan yang bukan sekadar seremoni penyambutan, tapi juga ruang perjumpaan awal antara nilai-nilai pesantren dan para santri baru.

“Selamat datang di Nurul Jadid, rumah kedua kalian. Tempat di mana kalian akan menimba ilmu, mengaji, dan membina akhlaqul karimah,” ucap Neng Din, suaranya jernih dan tenang, menyapu ratusan wajah muda yang menatap ke arahnya, sebagian mencatat dengan serius, sebagian lain mencuri-curi pandang ke teman sebelah, saling tersenyum kaku, mungkin karena gugup, mungkin karena belum akrab dengan suasana.

Neng Din tidak datang membawa pembukaan normatif semata. Beliau datang membawa cerita, membawa filosofi. Baginya, OSABAR bukan sekadar agenda perkenalan atau pembiasaan jadwal harian. Ia menyebutnya sebagai momen pembentukan awal jati diri para santri.

“Ini adalah titik awal kalian membentuk jati diri sebagai santri. Sebuah proses menjadi. Karena kita hidup bersama di pesantren, maka adaptasi dan toleransi menjadi kunci,” tuturnya, sambil sesekali memandang wajah-wajah baru santri.

Ia mengakui bahwa masa awal tinggal di pesantren tidak selalu mudah. Suasana baru, ritme yang disiplin, hingga rindu rumah yang tiba-tiba menyeruak adalah hal wajar, katanya. Tapi semua itu bagian dari proses.

“Biasanya rasa tidak nyaman itu hanya satu hingga dua minggu, maksimal sebulan. Kalau dinikmati, insyaAllah akan membuahkan hasil,” ujarnya, mengajak para santri untuk tak terburu-buru merasa gagal dalam adaptasi.

Tema OSABAR tahun ini cukup ambisius “Santri Bermoral, Cerdas Intelektual, Go Global.” Sebuah rangkaian visi yang menggabungkan karakter, kecerdasan, dan kesiapan menghadapi dunia global. Namun Neng Din tak ingin kata-kata besar itu berhenti di baliho OSABAR atau hanya jadi bahan yel-yel.

“Bermoral diletakkan di awal karena adab lebih tinggi dari ilmu. Tapi kecerdasan intelektual juga tak boleh diabaikan. Setelah keduanya dimiliki, tugas kita selanjutnya adalah menyiapkan diri menghadapi dunia global,” tegasnya.

Malam itu, aula II tak sekadar menjadi tempat pertemuan antar santri, tapi juga antar harapan dan nilai. OSABAR, bagi Neng Din, adalah ruang menanam, dan santri-santri baru itu, satu per satu, mulai membuka diri untuk bertumbuh.

Pewarta: Haura Dzil Izza El Bayu
Editor: Ahmad Zainul Khofi

 

Santri Baru Ikuti Senam Pagi, OSABAR Tekankan Kebiasaan Hidup Sehat di Pesantren

berita.nuruljadid.net – Suasana hangat dan angin sejuk di pagi hari diam-diam menerobos masuk ke pori-pori kulit santri baru kala memulai hari pertama Orientasi Santri Baru (OSABAR) dengan penuh semangat yang membara. Terdengar derap langkah kaki cepat ribuan santri dibarengi mulut yang tidak berhenti berkomat-kamit mengajak temannya agar lekas bersiap dalam mengikuti senam sehat, Senin (05/07/2025).

Dengan penuh kesabaran hati dalam membimbing dan menemani santri baru yang masih berada dalam tahap mencoba beradaptasi dengan lingkungan baru, kala itu, panitia OSABAR mengarahkan para santri untuk berbaris rapi sembari ditemani kakak asuh. Adapun senam sehat tersebut dilaksanakan di wilayah masing-masing.

Namun berbeda dengan wilayah lainnya, panitia yang mendapat mandat mengurusi santri baru di wilayah Dalem Selatan, memilih untuk menyatukan Al-Mawaddah, Fatimatuz Zahro (Faza) dan Zaid Bin Tsabit dalam satu kenaungan wilayah yang sama, wilayah Faza.

Dalam momentum yang sangat langka tersebut, panitia menggunakan waktu sebaik mungkin dalam merangkul santri baru kedalam dekapan kekeluargaan. Butinya, tak hanya mengajak senam sehat, panitia juga memberi pemahaman para santri tentang pola hidup sehat agar fisik mereka terlatih kala berada di lingkungan yang kumuh dan sakit.

“Senam ini diadakan supaya santri yang awalnya tidak bergairah, menjadi antusias dalam melewati serangkaian kegiatan-kegiatan Osabar yang akan menantinya,” ujar salah satu panitia, Ustadzah Emilia Yusrina.

Kakak asuh yang mendampingi terus berupaya menggolarakan semangat santri baru. Selain tak henti-hentinya mereka berupaya untuk menautkan slogan “mondok untuk mengaji dan membina akhlakul karimah” agar membekas dan melekat di hati para santri, kakak asuh juga menyulut semangat santri dengan yel-yel.

“Kalau mereka masih tidak semangat melakukan senam, kakak asuh akan menyulut semangat mereka dengan yel-yel yang telah dihafal,” lanjut ketua panitia Osabar wilayah Faza itu.

Sayup-sayup matahari kian meninggi, hawa suam perlahan menyengat diri santri. Kendati demikian, mereka tetap mempertahankan nilai spiritual. Dengan melaksanakan shalat dhuha berjamaah seusai senam sehat digelar.

Pewarta: Zaituna Farah Kamila
Editor: Moh. Wildan Dhulfahmi

Sambut Kedatangan Santri Baru, Osabar 2025 Resmi Dimulai

berita.nuruljadid.net – Dari kejauhan terdengar suara hentakan kaki menaiki satu persatu anak tangga. Diketahui, suara derap langkah tersebut berasal dari santri baru putri dari seluruh penjuru wilayah Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk mengikuti Grand Opening Orientasi Santri Baru (Osabar), bertempat di aula II PPNJ, Senin (14/07/2025).

Osabar merupakan bentuk sarana menyambut kedatangan santri baru dengan penuh cinta, mendampingi santri baru dalam membentuk karakternya, serta guna membangun rasa aman dan kepercayaan antar sesama. Tak hanya itu, para santri baru juga diperkenalkan lingkup dunia pesantren, terlebih para masyayikh yang menjadi jembatan mereka dalam meraih keberkahan mencari ilmu serta membangun akhlak yang mulia.

Dengan balutan seragam hitam putih dan kerudung putih dengan tas biru yang melekat di bahu mereka, para santri baru tertib mengikuti arahan dari kakak asuh. Kala sampai, panitia dengan sigap mengarahkan santri baru menuju tempat duduk yang telah disediakan.

Samar-samar, sebagian besar santri baru tak mampu menyembunyikan rasa senangnya. Mata mereka menangkap layar besar yang memperlihatkan plamfet Osabar disertai animasi santri putri dengan mendekap Al-Qur’an di dada.

Sebelum Master of Ceremony (MC) memulai acara, terlebih dahulu santri disuguhkan beberapa penampilan. Salah satunya adalah penampilan Sanggar Alif yang berhasil menggoyahkan hati para santri. Penampilan tersebut menceritakan keadaan sosok santri yang meninggalkan halaman rumah untuk menimba ilmu di Pondok Pesantren. cahaya lampu yang disorot menyinari panggung kala lampu aula dimatikan, sukses menambah kesan haru santri.

Seusai penampilan, MC pun membuka acara bergengsi itu. Tiga MC yang dibawakan menggunakan bahasa yang berbeda yakni bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab. Dalam pembukaan tersebut, Wakil Kepala Pesantren III, Ny. H Nur Diana Kholida menghimbau para santri untuk tidak sekedar mencari ilmu belaka, melainkan juga membina akhlak yang baik di dalam sambutannya. “Berilmu saja menjadi tidak penting kalua tidak ber akhlakul karimah,” ungkap beliau.

Lebih lanjut, beliau juga mengungkapkan makna dibalik tema Osabar yakni ‘Santri Bermoral, Cerdas Intelektual, Go Global’. “Nurul Jadid berupaya dalam setiap resolusinya untuk membangun anak bangsa sesuai dengan tema yang diangkat sekalipun tetap berproses di lingkup pesantren,” tuturnya.

Grand Opening pun diakhiri dengan do’a yang dibawakan oleh Ny. Muthmainnah Waqid. Tak berhenti disitu, sebelum bangkit meninggalkan lokasi, para panitia mencoba memantik semangat santri dengan mengeluarkan slogan dan yel-yel dari setiap wilayahnya. Dengan penuh antusias, santri mengeluarkan slogan dan yel-yelnya hingga berhasil membuat aula bergema akan suara lantang memenuhi ruangan.

salah satu santri baru berdomisili Daltim mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang mengikuti serangkaian kegiatan Osabar. “Senang, soalnya bisa menambah teman baru, walaupun sempat nangis melihat penampilan dari kakak-kakak,” ucap Keysa Taqiya Hanuna Muslim ketika diwawancarai. Keysa berharap dengan adanya Osabar, bisa membuat dirinya akrab dan mudah berbaur dengan teman-temannya.

Adapun Rentetan kegiatan Osabar akan berlanjut sampai tanggal 17 Juli 2025, diakhiri dengan kegiatan Perkenalan Lingkungan Sekolah. Closing direncanakan akan terlaksana pada tanggal 09 Oktober, seusai pembinaan Furudhul Ainiyah.

 

Pewarta: Karisma Najwa Magdalena
Editor: Moh. Wildan Dhulfahmi

OSABAR 2024 Angkat Tema ‘Tradisi, Inovasi, Prestasi’

berita.nuruljadid.net – Pembukaan Akbar (Grand Opening) Orientasi Santri Baru (OSABAR) tahun 2024 Pondok Pesantren Nurul Jadid sukses digelar pada Jumat malam (12/07/24) di Aula Pesantren. Tahun ini, OSABAR mengusung tema ‘Tradisi, Inovasi, Prestasi’.

Tema yang diusung tersebut bukanlah pajangan semata, akan tetapi ada makna yang diusung dalam pekan orientasi tahun ini. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Panitia OSABAR Putri, Lu Aili Zahrotunnisa bahwa tema tersebut mengandung tradisi kepesantrenan yang mendorong para santri baru untuk melahirkan inovasi, dari inovasi itu kemudian menjadi prestasi bagi santri.

“Makna tema tersebut juga termasuk harapan kami pada seluruh santri baru yang mengikuti OSABAR tahun ini,” ungkap Pembina Panji Pelapor tersebut.

Selain itu, ungkap Lu Aili, terdapat makna mendalam pada logo OSABAR tahun ini. Dalam logo tersebut ada simbol pena dan kertas kosong yang memiliki makna perjuangan santri dalam menempuh pendidikan di pesantren.

“Pena kami ibaratkan sebagai santri baru, sedangkan kertas adalah wadah yang nantinya akan mereka isi dengan ragam pengalaman selama berada di pesantren” jelas pengurus Wilayah Az-Zainiyah itu.

Tak henti di situ, Lu Aili juga menyebut tema OSBAR kali ini terinspirasi dari Dubai Expo yang kemudian disadurnya menjadi Enje Expo.

“Seperti biasa, acara kita terinspirasi dengan event lagi tren di luar sana, berhubung sekarang ada Dubai Expo, kita modifikasi dan kreasikan menjadi Enje Expo,” tuturnya.

 

Pewarta: Shelma Nasywa Ramadhani Munir
Editor: Ahmad Zainul Khofi

Santri Baru Terbaik Dinobatkan Pada Closing Ceremony OSABAR 2023

nuruljadid.net – Penutupan Orientasi Santri Baru (OSABAR) Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo merupakan gerbang awal bagi santri baru untuk mengarungi samudera ilmu sesungguhnya di pesantren. Setelah tiga hari berproses mengikuti OSABAR, panitia pelaksana akhirnya berhasil menentukan santri peserta OSABAR terbaik tahun 2023 (26/06/2023).

(Penganugerahan Kakak Asuh Terbaik OSABAR 2023 oleh Kasubbag Umum dan PSB, ustaz Muslehuddin Jauhari)

Penobatan santri baru terbaik ini diseleksi berdasarkan selain keaktifan mengikuti kegiatan orientasi, juga dinilai berdasarkan partisipasi aktif selama mengikuti OSABAR baik di dalam forum pematerian, kegiatan outdoor dan pentas seni atau unjuk kreatifitas santri.

(Penganugerahan Kakak Asuh Terbaik OSABAR 2023 oleh Kasubbag Umum dan PSB, ustaz Muslehuddin Jauhari)

Penghargaan santri terbaik dibagi menjadi dua kategori, tingkat SLTP dan SLTA, yang diberikan langsung oleh Wakil Kepala Pesantren I K.H. Najiburrahman Wahid berupa piagam penghargaan. Sedangkan kategori yang lain adalah kakak asuh terbaik tingkat SLTP dan SLTA dan kelompok terbaik, masing-masing diserahkan oleh Kasubbag Umum dan PSB ustaz Muslehuddin Jauhari dan Kabid Biro Kepesantrenan ustaz Rahmad Toyyib.

(Penganugerahan Kelompok Terbaik OSABAR 2023 oleh Kabid Biro Kepesantrenan, ustaz Rahmad Toyyib)

Berikut daftar peraih penghargaan pada acara penutupan OSABAR 2023

Peserta Terbaik tingkat SLTA

  • Muhammad Althaf Syamkhitsa Ilham Khalil | Kelompok Ir. Soekarno| Kab. Ngawi

Peserta Terbaik tingkat SLTP

  • Kevano Alfan Felix Alstonqi | Kelompok Sunan Drajad |Kab. Probolinggo

Kakak Asuh Terbaik tingkat SLTA

  • Muhammad Shalehuddin (MANJ)
  • Muhammad Ridho Maulana (SMANJ)
  • Habibul Mukarrom (SMKNJ)

Kakak Asuh Terbaik tingkat SLTP

  • Zaki Finailir Raja (SMPNJ)
  • Zaidan Finailir Raja (SMPNJ)
  • Muhammad Kanzullabiq Kamal (SMPNJ)

Kelompok Terbaik

  • As’ad Syamsul Arifin

(Humas Infokom)

Muhibbus Sholawat Berhasil Hipnotis Santri Baru Khusyuk Lantunkan Sholawat kepada Nabi Muhammad

nuruljadid.net – Ada hal menarik saat perhelatan penutupan Orientasi Santri Baru (OSABAR) tahun 2023 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pasalnya, tim hadrah banjari Muhibbus Sholawat hadir tampil memukau dengan lantunan sholawat di hadapan undangan dan santri baru (26/06/2023).

Setelah tiga hari OSABAR berlalu, akhirnya tibalah di penghujung orientasi bagi santri baru. Berbagai macam kegiatan mulai dari pematerian sampai unjuk kebolehan telah diikuti dengan baik oleh santri baru bersama para kakak asuh yang selalu siaga mendampingi.

Penutupan OSABAR dihadiri oleh Wakil Kepala 1 Persantren Kiai Najiburrahman Wahid dan pejabat struktural lainnya. Mengusung tema kreativitas santri, acara penutupan berlangsung meriah dan khidmat, terlebih ketika tim hadrah banjari Muhibbus Sholawat tampil membawakan beberapa lagu bertema sholawat.

(Suasana santri baru saat mengikuti pembacaan sholawat oleh tim hadrah banjari Muhibbus Sholawat Nurul Jadid)

Penampilan Muhibbus Sholawat berhasil hipnotis santri baru dengan lantunan sholawat merdu. Santri baru mengikuti dengan khidmat dan tertib bahkan bersama ikut melantunkan sholawat melambungkan pujian ke atas baginda Nabi Muhammad SAW.

Santri baru yang awalnya terlihat kelelahan dan beberapa sudah mulai mengantuk, seketika terbangun dan seakan terhipnotis mengikuti lantunan sholawat yang dibawakan oleh tim hadrah Muhibbus Sholawat dengan semangat dan khusyuk. Malam itu, suasana penutupan OSABAR terasa syahdu akan tetapi tidak menghilangkan kesan meriah.

Dirga vokalis utama malam itu, berhasil mengajak undangan dan seluruh santri baru untuk menyatu bersama mereka melantunkan sholawat. Harapannya dengan pembacaan sholawat, para santri dan seluruh warga pesantren senantiasa mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW.

(Humas Infokom)

Penampilan Kreasi Santri Nurul Jadid Meriahkan Puncak Penutupan OSABAR 2023

nuruljadid.net – Suara bergema memenuhi bumi cahaya baru Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pasalnya, kemeriahan penutupan puncak OSABAR 2023 tengah berlangsung. Keseruan penutupan santri baru putra dan putri terdengar begitu meriah yang berlangsung usai tiga hari OSABAR berlangsung. (26/06/2023)

Santri baru putra bertempat di Auditorium 1 pesantren sedangkan di gedung Auditorium 2 pesantren terdengar lantunan lagu OST OSABAR 2023 dinyayikan oleh santri putri. Gema lagu menandakan akan berakhirnya Orientasi Santri Baru (Osabar) 2023.

(Penampilan Paduan Suara santri Idadiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Penutupan OSABAR 2023 di Aula 1 pesantren)

Ustaz A. Jazim, ketua pelaksana, dalam sambutannya menyampaikan ada beberapa santri baru yang menangis saat mengikuti OSABAR 2023. Pelbagai alasan menjadi faktor, mulai dari belum terbiasa, dan jauh dari keluarga. “Nanti akan terbiasa juga, semoga mereka betah di pesantren,” ujarnya.

Di penghujung penutupan itu, K.H. Najiburrahman Wahid, Wakil I Kepala PP Nurul Jadid menuturkan bahwa kesuksesan di dunia akan berlanjut di akhirat. Maka dari itu, beliau mengingatkan untuk menata niat dan mempersiapkan bekal, khususnya ilmu agama dan lainnya.

“santri baru mondok harus menata niat dengan baik, niat paling baik bagi penuntut ilmu adalah mencari ridho Allah SWT ,” dawuhnya.

Kiai Najib yang juga pengurus PWNU Jatim itu menerangkan beberapa hal penting selama mencari ilmu di pesantren. Niatkan mencari ilmu di pesantren untuk menghilangkan kebodohan dalam rangka mengetahui apa yang menjadi kewajiban dan larangan dalam Islam.

(Pimpinan dan pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid pada acara Penutupan OSABAR 2023 di Aula 1 pesantren)

Lebih lanjut, kiai Najib menekankan bahwa mondok itu untuk melestarikan ajaran Islam dan jika segala ikhtiar baik yang dilakukan oleh santri selama di pesantren untuk meraih ridho Allah SWT, sesungguhnya hal itu adalah termasuk perjuangan atau jihad di jalan Allah.

Istiqomah berdoa serta mendekatkan diri kepada Allah SWT, menjadi hal penting dilakukan. Di akhir tausyiahnya, Kiai Najib berharap santri baru untuk tetap bersemangat. “Bukan hanya ketika OSABAR. Akan tetapi untuk seterusnya,” harap beliau ketika sambutan sekaligus secara resmi menutup kegiatan OSABAR 2023.

Link Video Closing Ceremony OSABAR 2023 : https://www.youtube.com/watch?v=yXXRjl94794&t=250s

 

(Humas Infokom)

Kegiatan Rekreatif OSABAR 2023 Nurul Jadid, Rekatkan Rasa, Satukan Jiwa, Akrabkan Yang Berbeda

nuruljadid.net – Orientasi Santri Baru (OSABAR) tahun 2023 Pondok Pesantren Nurul Jadid tidak hanya diisi dengan pematerian dan keagaman, namun juga menjadi wahana untuk saling rekatkan rasa, menyatukan jiwa dan mengakrabkan yang berbeda dengan berbagai jenis kegiatan rekreatif seperti ice breaking, role play, dan outbond. (26/06/2023).

Kegiatan rekreatif merupakan momentum bagi santri baru untuk mengenal dengan cara bermain dan menghibur diri didampingi kakak asuh. Selain itu, membuka kesempatan agar saling mengakrabkan yang berbeda dengan berbagai latar belakang yang tidak sama.

OSABAR ini menjadi momentum untuk mengenalkan santri baru tentang lingkungan pesantren, tradisi dan budaya serta nilai yang selama ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan rekreatif yang didesain secara khusus ini juga menjadi salah satu strategi dan bentuk saling merekatkan antar santri baru dengan pendekatan yang entertaining dan edukatif.

(Momentum keseruan saat ice breaking dan role play di sela-sela Orientasi Santri Baru (OSABAR) 2023)

Terlihat peserta OSABAR sangat antusias dan saling bersorak memberikan dukungaggn kepada teman lainnya yang sedang bermain melawan kelompok lainnya. Keseruan itu membuat suasana lapangan sore itu ramai dan riuh karena suara sorak gembira para santri baru.

Tujuan kegiatan rekreatif OSABAR 2023 ini adalah untuk mengakrabkan dan menghibur santri baru agar tidak jenuh dan ingat rumah juga orang tua mereka yang menjadi sebab mereka tidak kerasan di pesantren.

Tidak kalah pentingnya dengan kegiatan rekreatif, masing-masing peserta kelompok diharuskan menjalin kerjasama serta kekompokan yang baik secara tidak langsung menjadikan santri baru akrab  dan berupaya membangun chemistry antara satu dengan yang lainnya dalam organisasi kelompok yang telah dibentuk oleh kakak asuh.

(Momentum keseruan saat break time dan pendampingan oleh Kakak Asuh di sela-sela Orientasi Santri Baru (OSABAR) 2023)

Melalui kegiatan rekreatif OSABAR ini, santri baru harapannya tidak merasa sendiri lagi karena sudah banyak mengenal teman dan beraktivitas bersama dengan santri lainnya. Sehingga, jiwa, raga dan rasa saling terhubung dalam kebersamaan dan tekad mencapai satu tujuan yaitu mondok untuk mengaji dan membina akhlaqul karimah.

 

 

(Humas Infokom)

Kiai Najiburrahman Wahid: Santri Jangan Diam Saja Ketika Terjadi Penyimpangan “Amar Ma’ruf Nahi Munkar”  

nuruljadid.net – Kiai Najiburrahman Wahid dalam sambutannya sebagai Wakil Kepala I pesantren pada penutupan OSABAR 2023 selain menyinggung urgensitas niat dalam menuntut ilmu di Pondok Pesantren Nurul Jadid, juga menekankan kepada para santri untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan kesabaran.

“Kemudian terkahir, pesan saya kepada adik-adik santri baru. Marilah kita senantiasa sebagaimana dalam surah al-ashr, bahwa manusia itu merugi kecuali manusia yang mau beriman dan beramal sholeh serta mau saling mengingatkan kepada kebenaran dan mau saling mengingatkan untuk bersabar,”

“Mari kita saling mengingatkan terutama sesama santri baru, kalau ada yang dipandang menyimpang atau melanggar aturan pesantren jangan segan-segan untuk saling mengingatkan sesama teman.”

“Misalkan ada bullying, dari santri senior atau santri lama, kemudian santri baru dibully, diplonco, didholimi diperlakukan tidak manusiawi misalkan. Adik-adik diharap jangan diam saja, diharap untuk menegur dan memperbaiki amar ma’ruf nahi munkar”.

(Waka I Pesantren Kiai Najiburrahman Wahid saat memberikan sambutan pada penutupan OSABAR 2023)

Dalam ajaran Islam, jika kita melihat ada kemungkaran atau ada penyimpangan, maka kita wajib mengupayakan merubah dengan tangan kita dengan kekuatan kita. Ketika kita tidak mampu, maka paling tidak dengan kata-kata, jika masih tidak mampu, kita perlu mengingkari dengan hati, akan tetapi jangan hanya ingkar saja melainkan harus dilaporkan ke pengurus.

“perlu saya sampaikan karena pernah terjadi bullying atau perundungan santri baru oleh santri lama, dulu pernah ada, semoga sekarang tidak ada. Jadi jika adik-adik menjumpai hal-hal atau perilaku yang menyimpang sesama santri, maka jangan segan-segan untuk menegur kalau bisa, kalau tidak mampu laporkan ke pengurus. Sebab kadang-kadang kalau ada yang jadi korban perundungan ini dan diam saja, maka lama-lama dia tidak kerasan akhirnya boyong padahal dia masih santri baru.” Ulas kiai Najib sembari bercerita.

“Sebab pesantren Nurul Jadid ini, pesantren secara umum adalah tempat untuk memperbaiki diri, menggembleng diri menjadi lebih baik. Sebagaimana kata semboyan itu, mondok untuk mengaji dan membina akhlaqul karimah.” Beliau menambahkan.

Kiai Najiburrahman menyadari bahwa tidak semua santri pintar, sopan dan memiliki perilaku yang baik karena beliau menyadari bahwa fungsi pesantren selain ibarat pabrik untuk mencetak orang-orang baik, pondok itu juga berfungsi sebagai bengkel memperbaiki yang rusak.

“Maka santri baru, perlu kita itu disamping husnundzon berbaik sangka kepada semua orang termasuk kepada sesama santri, kita juga perlu bertindak waspada, jangan sampai kita menjadi korban dari teman-teman yang mungkin akhlaqnya belum baik.” Imbuh Kiai Najib sembari mengingatkan santri baru.

Mondok di pesantren hakikatnya adalah berlatih bermasyarakat, jika para santri pandai bergaul di pondok, maka niscaya di rumah akan pandai bergaul dan bermasyarakat. Karena, masyarakat itu sangat beragam macam.

“Teriring harapan dan doa semoga kita semua senantiasa mendapat bimbingan Allah dan pertolongan-Nya, sehingga kita dan keluarga kita dan juga semua umat Islam oleh Allah dijadikan sebagai orang-orang yang selamat dunia akhirat dan sukses di dunia dan akhirat.” Harap beliau menutup sambutan.

(Humas Infokom)

Day 1 Osabar 2023, Panitia Berikan Wawasan Tentang Selayang Pandang, Nilai, dan Tradisi Pesantren

nuruljadid.net – Hari pertama pelaksanaan Orientasi Santri Baru (Osabar) di Pondok Pesantren Nurul Jadid berjalan dengan lancar, meriah dan ceria pada Sabtu (24/06/2023). Kegiatan tersebut berlangsung di 4 tempat yang berbeda. Yakni Aula I, Aula 2, Halaman SMK NJ, dan depan Asrama I’dadiyah Daltim.

Dalam mengikuti rangkaian kegiatan Osabar, santri baru tidak dibiarkan sendiri. Akan tetapi ditemani oleh kakak asuh yang dibagi menjadi beberapa kelompok. Kakak asuh ini dipilih dari anggota organisasi Panji Pelopor dan juga anggota dari Forum Komunikasi Osis FKO yang sudah siap untuk mengabdikan diri dengan mendampingi santri baru selama mengikuti rangkaian kegiatan Osabar 3 hari kedepan.

Pada hari pertama, peserta Osabar mendapatkan 2 pematerian. Pertama, diberikan pematerian tentang selayang pandang Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dalam pematerian ini santri baru dikenalkan tentang sejarah berdirinya Pondok Pesantren Nurul Jadid dan pendirinya yang tidak lain adalah Alm. KH. Zaini Mun’im serta periodisasi pengasuh setelah Kiai Zaini hingga saat ini. Kedua, peserta Osabar diberikan pemahaman dan wawasan tentang nilai-nilai dan trasidisi Pesantren.

Karena peserta Osabar sangat banyak, maka peserta dibagi menjadi dua sesi ditempat yang berbeda, yakni santri baru tingkat SLTA dan tingkat SLTP. Keterbatasan ruangan dan banyaknya santri menjadi alasan logis pemetaan dua sesi ini. Sebab jika dipaksakan, maka akan berdampak pada sesi pematerian yang tidak akan kondusif disebabkan tempat yang sesak karena peserta terlalu banyak (over capacity).

(Kebahagiaan Peserta Orientasi Santri Baru (OSABAR) 2023 saat mengikuti kegiatan Outdoor Activity di halaman SMK Nurul Jadid)

Pembagian sesi ini memiliki kegiatan berbeda, yaitu sesi pematerian yang bertempat di dalam Aula (indoor activity) dan kegiatan non-pematerian yang diisi dengan role-play dan ice breaking di halaman SMK Nurul Jadid (outdoor activity). Kegiatan pematerian ditangani oleh devisi pematerian OSABAR sedangkan outdoor activity yang diisi oleh Kakak-kakak Pramuka Nurul Jadid.

Di hari pertama ini, peserta Osabar bisa mengikuti kegiatan dengan sangat antusias. Selain itu, tidak sedikit dari mereka yang sudah menjalin keakraban dengan peserta Osabar lainnya dari daerah yang berbeda. Karena tujuan Osabar ini selain untuk membekali santri baru dengan informasi penting seputar pesantren, juga sebagai ajang menjalin keakraban peserta satu dengan yang lain. Sehingga, mereka bisa menjadi lebih cepat kerasan (betah/red) beradaptasi di pesantren.

(Humas Infokom)

Grand Opening OSABAR 2023 Berlangsung Gemerlap Marayakan Keberagaman Nusantara

nuruljadid.net – Pembukaan orientasi santri baru (OSABAR) tahun 2023 Pondok Pesantren Nurul Jadid berlangsung meriah dan gemerlap dihiasi kilauan lampu lighting yang menambah estetika nuansa acara (23/06/2023). Terlihat ribuan santri baru sangat bersemangat mengikuti pembukaan OSABAR tahun 2023 yang mengusung konsep merayakan keberagaman.

Acara ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Nurul Jadid sebagai bentuk kecintaan dan kebanggaan kita kepada Indonesia dan Nurul Jadid. Uniknya acara pembukaan OSABAR ini tidak menggunakan konsep seremonial MC sebagaimana pada umumnya. Selain menggunakan sequence dan voice over, kegiatan ini diformat performing stage.

Mengadopsi konsep protokol acara kenegaraan, acara pembukaan diawali dengan pembacaan do’a demi kelancaran pembukaan OSABAR 2023 yang dipimpin langsung oleh K.H. Makki Maimun Wafie Kepala BKOSS Nurul Jadid. Sedangkan sambutan pimpinan diwakili oleh Wakil Kepala Pesantren I K.H. Najiburrahman Wahid.

Video grand opening OSABAR 2023 dengan beragam sajian multimedia yang spektakuler berhasil menyita perhatian dan degup kagum santri baru serta undangan yang hadir. Ditambah dengan prosesi penyematan yang tidak biasa diiringi dengan pasukan Panji Pelopor, Santri Nusantara dengan penampilan beragam baju adat di Indonesia serta paskibra santri menambah keseruan acara malam itu.

Penampilan Musik dan Tarian nusantara ini diiringi dengan lagu resmi OSABAR 2023 yang diadopsi dari lagu Dreamer Official Soundtrack FIFA World Cup 2022 yang dinyanyikan oleh salah satu personel BTS Jung Kook. Memulai dengan penampilan musik disertai tarian yang energik berhasil ciptakan atmosfer yang menyenangkan dan menggairahkan di atas panggung yang sangat menghibur namun tetap dalam batas kesopanan.

Pembukaan OSABAR 2023 ini merupakan momentum bagi santri baru untuk memulai perjalanan belajar dan berkhidmat yang menyenangkan dan penuh tantangan bersama-sama dengan seluruh santri dari berbagai penjuru negeri. Santri dengan ragam latar belakang, budaya, bahasa, suku dan adat istiadat berbaur dalam tujuan yang sama yaitu Mondok untuk Mengaji dan Membina Akhlaqul Karimah.

Semua santri baru mengikuti OSABAR dengan tertib, dan bahwa orientasi ini adalah permulaan untuk membangun hubungan yang kuat dan berbagi pengalaman bersama santri yang lain. Selamat berproses bagi santri baru yang spektakuler.

Link live Grand Opening OSABAR 2023 : https://www.youtube.com/watch?v=waFAVsUp7WE&t=3147s

 

 

(Humas Infokom)

Viral! Tangisan Haru Mewarnai Grand Closing OSABAR 2022

nuruljadid.net – Sebuah mahakarya kreatif dan inovatif yang berhasil disajikan oleh Panitia OSABAR tahun 2022 berhasil memecahkan suasana di malam Grand Closing OSABAR 2022 menjadi haru dan tangis. Tak sedikit santri baru dan ribuan penonton media yang merasakan betapa khidmat dan menyentuhnya setiap susunan acara dan penampilan-penampilan spektakuler pada Grand Closing OSABAR 2022.

Senin (4/7) malam, sedikit demi sedikit peserta memenuhi gedung Auditorium I Nurul Jadid yang saat itu menjadi tempat acara Grand Closing OSABAR 2022 Putra. Tak mau kalah, sorakan yel-yel oleh santri putri terdengar dengan kompak dari gedung Auditorium II Pondok Pesantren Nurul Jadid. Semua kemeriahan itu bertanda bahwa kegiatan OSABAR 2022 akan segera berakhir.

Ketua Panitia OSABAR Alfi Syukrin menjelaskan bahwa venue kegiatan Grand Closing memang sengaja dibuat menyentuh hati penonton, supaya mereka bisa terharu dan mengeluarkan air mata kerinduan dari beberapa persembahan kreatif yang telah digagas oleh Panitia.

“OSABAR ini adalah momen dimana kita bisa menghibur adik-adik santri baru yang baru saja menginjak bumi Nurul Jadid, ini juga adalah momen untuk kita memperkenalkan kreatifitas santri Nurul Jadid,” ungkap Alfi.

(Santri baru putri tengah menutup wajahnya saat tangis tak dapat dibendung ketika acara refleksi pada penutupan OSABAR 2022 di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Meskipun kegiatan Grand Closing dimulai sedikit lebih malam dari jadwal yang sudah ditetapkan, namun hal tersebut tidak banyak mengurangi antusias penonton. Menyoal iklim acara, Kru Nurul Jadid Media melihat ada beberapa santri baru putri yang menangis saat menyaksikan acara Grand Closing OSABAR 2022.

“Tepat ketika diadakan renungan seorang santri kepada orang tua, ditengah-tengah renungan panitia menghadirkan salah satu Wali Santri Baru, disaat itu adik-adik santri baru mulai terbawa suasana dan kemudian panitia berhasil memecahkan susana itu dengan menyanyikan lagu “Rindu Seorang Santri” bersama, dan disitulah kami melihat tak sedikit santri yang menangis,” ungkap Linda Kru Nurul Jadid Media Putri.

Salah satu Santri Baru Putri Della Wardatus Sholeha mengaku saat diwawancarai oleh Kru Nurul Jadid Media bahwa hadirnya orang tua pada acara tersebut sangat membuat dirinya kaget dan tak bisa membendung tangis.

(Santri baru putri tengah menangis haru ketika acara refleksi pada penutupan OSABAR 2022 di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid)

“Disaat nama saya dipanggil untuk maju kedepan, kakak-kakak fasilitator mulai memberikan refleksi dan renungan, saya sudah terbawa suasana dan ditambah lagi ada kejutan dari belakang panggung bahwa orang tua saya hadir di tempat acara, sungguh hal yang tak terbayangkan, keren,” cerita singkat oleh Santri Baru Putri yang berasal dari Jember itu.

Sementara itu, terdengar sorakan bercampur tepuk tangan yang sangat meriah dari Auditorium I Pondok Pesantren Nurul Jadid, seluruh santri putra terkagum bahkan ada yang terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara dari video salah satu wali santri yang tampil di videotron. Pandangan penonton langsung terpusat pada samping kanan kiri Gedung Auditorium saat empat orang pembawa bendera mulai memasuki pentas dengan berlari dan melontarkan kalimat “wulu wulu wulu”. Itu bertanda dimulainya penampilan sebuah mahakarya “The Spirit of Nurul Jadid”.

“Sungguh spektakuler dan kami terkagum dengan adanya penampilan The Spirit of Nurul Jadid ini, kakak-kakak panitia sangat kreatif, kami bangga jadi santri Nurul Jadid,” ucap Nuris Santri Baru asal Situbondo itu.

 

(Humas Infokom)