Santri Baru Tampilkan Hasil Belajar FA di Penutupan OSABAR 2025
berita.nuruljadid.net – Setelah menjalani program Furudhul ‘Ainiyah (FA) selama 65 hari, santri baru Pondok Pesantren Nurul Jadid mengikuti penutupan Orientasi Santri Baru (OSABAR) pada Senin (13/10/25). Malam itu, kegiatan digelar terpisah, santri putra di Aula I Pesantren, sedangkan santri putri di Aula II.
Berbeda dari tahun sebelumnya, penutupan OSABAR kali ini dilaksanakan setelah program FA, yakni pelajaran dasar keagamaan bagi santri baru. Ketua Panitia OSABAR, Najma Fairus menerangkan bahwa FA merupakan bagian dari rangkaian orientasi.
“Di samping FA, selama 65 hari itu, santri baru juga telah mengenal lingkungan pesantren. Artinya, seluruh rangkaian orientasi sudah mereka pahami dan terapkan dalam keseharian,” ujarnya dalam sambutan pembuka.
Acara penutupan diwarnai berbagai penampilan hasil pembelajaran FA, mulai dari pembacaan surah-surah pendek, silsilah nasab Rasulullah SAW, Asma’ul Husna, hingga penyebutan sifat-sifat Allah SWT. Penampilan para santri baru itu disambut meriah oleh para penonton.
Tak hanya itu, panitia juga menampilkan sejumlah pertunjukan kreatif, seperti mozaik, dramatisasi, hingga lagu-lagu bertema kehidupan santri. Meski persiapannya terbilang singkat, hanya dua pekan sebelum acara, seluruh penampilan berjalan lancar.
“Kami mulai menyiapkan pertunjukan sejak H-14. Tapi berkat kekompakan adik-adik OSABAR dan dukungan banyak pihak, semuanya bisa terselenggara dengan baik,” imbuh Fairus.
Kesan serupa diungkapkan Rif’atin Rahmania, kakak asuh OSABAR.
“Saya tak menyangka adik-adik OSABAR bisa menampilkan hasil sebaik itu dalam waktu dua minggu. Padahal waktu mereka juga terbagi dengan kegiatan sekolah dan wilayah,” tuturnya.
Rif’atin menambahkan, format penutupan tahun ini terasa lebih istimewa karena benar-benar melibatkan santri baru sebagai pelaku utama.
“Kalau tahun lalu, yang tampil justru perwakilan tiap lembaga. Tahun ini, santri baru sendiri yang menutup acara dengan karya mereka. Saat video dramatisasi diputar, banyak penonton yang terharu,” pungkasnya.
Pewarta: Sufiyatun Namiroh Elok Mutiara dan Kharisma Magdalena
Editor: Ahmad Zainul Khofi












Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!