Kiai Zuhri Zaini: Surga dan Neraka Ditetapkan Allah Sesuai Tugas dan Kehendak-Nya

www.nuruljadid.net.berita — Dalam pengajian kitab Riyadhus Sholihin yang digelar di Masjid Jami’ Nurul Jadid, Senin (18/10/2025) sore, KH Moh Zuhri Zaini menyampaikan pesan mendalam tentang perdebatan antara surga dan neraka sebagaimana disebut dalam hadis Rasulullah SAW.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid tersebut menjelaskan bahwa surga dan neraka pernah berdialog mengenai siapa yang akan menjadi penghuni masing-masing. Dalam percakapan itu, kata beliau, keduanya sama-sama menyampaikan pendapat kepada Allah SWT.

“Neraka berkata, ‘Di dalamku ada orang-orang yang sewenang-wenang, orang yang sombong, dan orang yang memaksakan kehendak kepada sesama,’” tutur KH Zuhri Zaini di hadapan para santri..

Sementara itu, lanjut beliau, surga pun berbicara. “Di dalamku adalah orang-orang yang lemah dan miskin, asalkan mereka beribadah dan taat kepada Allah,” ujar Kiai Zuhri mengutip isi hadis tersebut.

Menurut Kiai Zuhri, percakapan antara surga dan neraka ini menunjukkan bahwa keduanya bukan sekadar tempat pembalasan, tetapi juga lambang dari keadilan dan kasih sayang Allah SWT.

“Allah kemudian memutuskan kepada keduanya, bahwa surga adalah bentuk kasih sayang-Nya, sedangkan neraka adalah bentuk siksa-Nya,” jelasnya.

Dalam keputusan itu, Allah menegaskan, “Engkau wahai surga adalah rahmat-Ku yang akan Aku berikan kepada siapa yang Aku kehendaki. Dan engkau wahai neraka adalah azab-Ku yang akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki.”

Kiai Zuhri menambahkan bahwa surga dan neraka diciptakan bukan untuk saling menyaingi, melainkan untuk menegakkan keseimbangan antara rahmat dan keadilan Tuhan.

“Surga dan neraka sama-sama punya tugas. Surga menjalankan fungsi kasih sayang, sementara neraka menegakkan keadilan bagi mereka yang melanggar batas,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia menekankan, manusia tidak boleh merasa aman dari azab Allah meskipun rajin beribadah, juga tidak boleh putus asa dari rahmat-Nya meskipun pernah berbuat dosa.

“Jalan tengahnya adalah terus beribadah, berbuat baik, dan tidak sombong. Karena yang menentukan tempat kita nanti bukan banyaknya amal semata, tapi rahmat Allah SWT,” terang KH Zuhri.

Dalam kesempatan itu, beliau juga mengingatkan bahaya kesombongan dan kezaliman. Dua sifat inilah yang paling sering menyeret manusia ke dalam neraka.

“Orang sombong menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Sedangkan orang zalim memaksakan kehendaknya tanpa memikirkan hak sesama,” katanya mengutip makna hadis lain yang senada.

Sebaliknya, kata Kiai Zuhri, orang yang rendah hati, bersabar, dan tetap beribadah dalam keterbatasan justru lebih dekat kepada rahmat Allah dan peluang masuk surga.

“Bukan kekayaan atau kedudukan yang menjadi ukuran, tetapi ketulusan ibadah dan kerendahan hati,” tambahnya.

Pewarta   : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *