Pos

Acara Bedah Kitab, Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid Meng-Ijazahkan 3 Kitab

Acara Bedah Kitab, Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid Meng-Ijazahkan 3 Kitab

nuruljadid.net – Selain Mengadakan festival lomba turats, Ma’had Aly Pondok Pesantren Nurul Jadid, Jum’at (08/03/2019) menggelar Bedah Kitab Ad-Darurus As-Sunniyah karangan Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid, Dr. KH. Moh Romzi Al-Amiri Mannan.

Acara yang bertempat di Aula MA Nurul Jadid itu, mengundang Prof. Dr. M. Nur Harisuddin, M. Fil sebagai pembanding yang di moderatori oleh Ustadz Ahmad Zarkasih, salah satu dosen Mahasantri Ma’had Aly Nurul Jadid.

Acara bedah kitab tersebut, diikuti oleh seluruh peserta putra – putri, sedangkan pemenang lomba dalam acara festival turats akan di umumkan pada akhir acara.

Diakhir bedah kitab beliau, KH. Romzi Al – Amiri Mannan meng-ijazah kan tiga kitab yakni kitab Fathul Mu’in, kitab Ad-Darurus As-Sunniyah, dan kitab Ibnu Aqil. “yang terpenting bukan itunya (Ijazah, red), tapi yang penting dalam belajarnya, hal itu saya berikan hanya sebagai pemecut semangat,”ungkap beliau saat ditemui pasca acara.

Selain itu beliau tuurut berpesan kepada peserta turats yang menang dalam Lomba tersebut agar bersyukur dan kepada yang belum menang agar bersabar. Karena menurut beliau, bersyukur dan bersabar merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Berikut Para Pemenang Lomba Festival Turats Tingkat Nasional

Berikut Para Pemenang Lomba Festival Turats Tingkat Nasional

nuruljadid.net – Festival Lomba Turats yang diadakan oleh Ma’had Aly Pondok Pesantren Nurul Jadid berlangsung kemarin. Namun, para pemenang lomba itu diumumkan pada hari ini Jum’at (08/03/2019) bersamaan dengan acara Bedah Kitab Ad-Durarus As-Saniyah oleh Pengarangnya, Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid, Dr. KH. Romzi Al Amiri Mannan.

Terdapat 3 macam lomba pada lomba festival Turats diantaranya Oliempiade Nahwu Shorrof, Musabaqoh Qiroatul kutub kitab Fathul Mu’in, dan kitab Fathul Qorib. Mengenai pemenang – pemenang lomba tersebut ialah sebagaimana berikut :

Pemenang Lomba Olimpiade Nahwu Shorrof

Juara 1
Nama : Himmayatul Husna
Delegasi : MA Zainul Hasan Genggong
Nilai Rata-rata : 78,0

Juara 2
Nama : Abdurrahman Al-Kayyis
Delegasi : Madrasah I’dadiyah
Nilai Rata-rata : 77,0

Juara 3
Nama : Rizka Nur Laili R
Delegasi : PIKK Al-Mawadah
Nilai Rata-rata : 72,0

Pemenang Lomba Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) Fathul Mu’in

Juara 1
Nama : Ainul Yaqin
Delegasi : PP. Banyuanyar
Nilai Rata-rata : 93,8

Juara 2
Nama : Ahmad Shafaa Uzzad
Delegasi : Ma’had Aly Salafiyyah Syafi’iyah
Nilai Rata-rata : 93,3

Juara 3
Nama : Arifin
Delegasi : Ma’had Aly Salafiyyah Syafi’iyah
Nilai Rata-rata : 92,0

Pemenang Lomba Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) Fathul Qorib Putra
Juara 1
Nama : Yusril Musthofa
Delegasi : PP. Sumber Bunga
Nilai Rata-rata : 85,0

Juara 2
Nama : Zainur Roziqin
Delegasi : PP. Bahrul Ulum Jember
Nilai Rata-rata : 85,0 (sesuai dengan keputusan panitia yang di ambil dari penilaian pemahaman yang paling rendah)

Juara 3
Nama : Khuzairi Muslim
Delegasi : PP. Karang Manggis
Nilai Rata-rata : 85,0 (sesuai dengan keputusan panitia yang di ambil dari penilaian pemahaman yang paling rendah)

Pemenang Lomba Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) Fathul Qorib Putri

Juara 1
Nama : Siti Khofiyah
Delegasi : PP. Nurul Qornain
Nilai Rata-rata : 90,0

Juara 2
Nama : Wafiqotul Hasanah
Delegasi : PP. Sukorejo
Nilai Rata-rata : 87,0

Juara 3
Nama : Yusi Nur Laili Habibah
Delegasi : PP. Zainul Hasan
Nilai Rata-rata : 84,5

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin

FKS Lumajang Gelar Seminar & Dialog Interaktif

FKS Lumajang Gelar Seminar & Dialog Interaktif

nuruljadid.net – Forum Komunikasi Santri (FKS) Lumajang, menggelar Seminar Motivasi Nasional dan Dialog Interaktif Keorganisasian dengan tema “Santri berprestasi di era milenial”. Di Aula Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Jum’at (22/02/2019).

Muhammad Sirojuddin, Ketua Panitia menerangkan dalam sambutan, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak dan membangun semangat juang para santri untuk tidak berputus asa dalam meraih prestasi di era milenial.

Disisi lain, Ahmad Fu’adi, Pengurus Biro Pengembangan PP. Nurul Jadid menerangkan, kegiatan itu juga sebagai wadah untuk belajar serta bersosialisasi dengan masyarakat. “Karena kegiatan FKS ini bukan hanya di dalam Pondok Pesantren, tapi juga di masyarakat,” ungkapnya dalam sambutan.

Dalam seminar, FKS Lumajang mengundang dua narasumber yang merupakan alumni PP. Nurul Jadid sendiri, mereka adalah Ma’ruf Nidhomuddin, Direktur Utama PT. Grand Zamzam Indonesia, dan Gus Aak Abdullah Al-Kudus, Pendiri Laskar Hijau.

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin

K. Muhammad Alfayyadl: di Masa Depan Agama Cenderung Disalahgunakan

K. Muhammad Alfayyadl: Di Masa Depan Agama Cenderung Disalahgunakan

nuruljadid.net – Direktur Lembaga Pendididkan Bahasa Asing (LPBA), K. Muhammad Alfayyadl, menyampaikan tausiah dalam Pelantikan Pengurus Aliansi Murid Madrasah Diniyah (AL MURADI) Asrama Sunan Bonang (N) dengan topik pembicaraan “Berilmu Agama di Era IT (Information Technology)” di Aula Diniyah, Kamis malam (31/01/2019).

Menurut beliau, tema ini penting karena yang akan dihadapi santri khususnya 10 atau 20 tahun kedepan tidak akan sama dengan zaman yang dulu pernah beliau hadapi. “Zaman yang kalian hadapi adalah suatu zaman, yang mana ilmu agama akan berubah menjadi ilmu duniawi, dimana orang yang belajar dan mengerti ilmu agama itu akan berburu duniawi serta mengabaikan agamanya,” dawuh beliau.

Intelektual muda NU ini juga berpendapat bahwa saat ini marak agama dijadikan tameng dalam melakukan kebatilan, terlebih lagi di masa depan. “Agama nantinya akan mudah diputar balikkan. Dipakai untuk kepentingan manusia yang tidak sesuai dengan agama. Kedepannya agama akan cenderung disalahgunakan untuk hal-hal yang justru bertentangan dengan agama,” ungkap beliau.

Terlebih lagi, urai beliau, adanya internet bukahlah produk terakhir para ilmuan. Saat ini menurutnya ilmuan barat sedang mengembangkan ilmu rekayasa syaraf. Hal ini akan berdampak pada kesadaran manusia yang bisa diatur secara mekanis.

“Jadi kedepan manusia akan di rekayasa seperti layaknya robot. Sekarang pendidikan sudah menciptakan robot-robot, maksudnya orang dicetak untuk berfikir sama karena orang sudah menguasai kesadaran otaknya orang lain,” sesal beliau.

Maka dari itu beliau mengajak kepada seluruh yang hadir agar siap menghadapi perubahan supaya tidak menyalahgunakan kemajuan yang ada. “Kalau kita tidak siap dengan perubahan-perubahan, kita kaget akan cenderung menyalahgunakan kemajuan yang ada, maka akibatnya akan sungguh-sungguh fatal. Kita kalau hanya seperti itu akan menjadi budak dari teknologi atau akan menjadi pelaku dalam arus kebatilan,” tutur beliau.

Selain itu di akhir tausiyahnya, beliau menjelaskan tentang tauhid yang berhubungan dengan IT bahwa ilmu tauhid adalah ilmu untuk memahami lebih mendalam tentang keesaan Allah SWT dengan meyakini secara mantap sepenuh iman. “Otomatis juga membawa kita meyakini memantapkan hati kita untuk meyakini kebenaran risalah nabi muhammad SAW,” pungkas beliau.

Penulis : Moch. Badrus Sholeh

Editor : Rahmat Hidayat

Adakan Tartil Tajwid, Ppiq Undang Imam Besar Masjid Jabal Arofah, Nagoya, Batam

Adakan Tartil Tajwid, PPIQ Undang Imam Besar Masjid Jabal Arofah, Nagoya, Batam

nuruljadid.net – Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ), Pondok Pesantren Nurul Jadid, mengadakan Diklat Tartil bersama KH. Zainuddin Adnan, Imam besar Masjid Jabal Arofah, Nagoya, Batam yang bertempat di Auditorium Universitas Nurul Jadid, Jum’at (25/01/19).

Mu’tasim Billah, selaku ketua panitia menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini sebagai ajang silaturrahim antara peserta didik PPIQ dengan KH. Zainuddin Adnan.

“Juga sebagai media pembelajaran, pengalaman dan ilmu untuk peserta didik PPIQ,” ungkapnya dalam sambutan.

Selain itu, H. Rusdi Aziz, Direktur PPIQ menyampaikan bahwa, kegiatan ini adalah salah satu kegiatan yang pertama kali diadakan oleh PPIQ untuk memberikan stimulus kepada peserta didik agar lebih cinta pada Al-Qur’an.

“Karena Al-Qur’an sebagai pembimbingnya serta untuk memberikan pelatihan kepada peserta dalam pembacaan Al-Qur’an dengan menggunakan lagu-lagu qiro’ah,” katanya.

“Harapan dari kegiatan ini, semoga kedepannya bisa dikembangkan sehingga menjadi qori’ yang handal,” tambahnya

Hadir pula dalam acara ini segenap pengurus PPIQ, dan 350 peserta didik putra-putri PPIQ.

Penulis: Badrus Sholeh

Editor: Jawahir

Galeri Foto: Pembukaan Gebyar Competition LIPS 2019

 

Galeri Foto: Ayyamul Musabaqoh Asrama Diniyah

Perayaan Tahun Baru Ala Santri Nurul Jadid

Perayaan Tahun Baru Ala Santri Nurul Jadid

nuruljadid.net – Masjid Jami’ Nurul Jadid tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Pada waktu pagi, di hari yang lain, Masjid Jami’ akan terlihat sepi sebab para santri pergi ke sekolah masing-masing. Lain halnya hari ini, dari kejauhan suara dzikir terdengar menggema, Pondok Pesentren Nurul Jadid gelar istigasah bersama menyambut  tahun baru 2019.

Banyak cara untuk merayakan tahun baru. Kebanyakan biasanya diawali dengan pesta kembang api, tiup terompet, dan diakhiri dengan melancong ke berbagai destinasi wisata. Perayaan macam ini diasumsikan sebagai ucapan syukur atas segala hal yang telah terjadi pada tahun yang sudah terlewati.

Namun santri Nurul Jadid berbeda. Selasa, (01/01/2019) mereka memilih berkumpul di Masjid Jami’ Nurul Jadid dalam rangka menyambut tahun baru dengan lantunan do’a dan ungkapan syukur atas rahmat Allah SWT. “Selain itu kami berdoa untuk keselamatan keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid, santri, wali santri, alumni pondok pesantren, serta seluruh saudara sebangsa setanah air,” kata Alif Hidayatullah selaku Kepala Ubudiyah Masjid Jami’ Nurul Jadid.

Kegiatan ini dilakukan bakda sholat Shubuh berjama’ah. “Setiap tahun baru, biasanya hanya baca Yasin 3kali dan tahlil. Untuk sekarang ditambah istigasah dan pembacaan tawassul karangan Pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Zaini Mun’im,” tambahnya.

Istigasah digelar agar santri membiasakan diri untuk tidak melakukan hal-hal negatif di momentum tahun baru. Misalkan sampai berbuat maksiat atau minum-minuman keras dengan alasan merayakan tahun baru. Santri seharusnya selalu menjaga identitas diri dengan mengamalkan sesuatu yg bernilai ibadah, lebih-lebih tahun baru sebagai tanda berkurangnya umur.

“Di setiap Musala Wilayah Putri acara istigasah juga dilakukan secara serentak. Dengan harapan kita semua, khususnya Indonesia dijauhkan dari bencana pada tahun 2019 nanti,” tutupnya.

Penulis : Badrus

Editor : Rahmad Hidayat

LPBA; Pesta Demokrasi, Pentingnya Memilih Pemimpin Di Kalangan Teman

LPBA; Pesta Demokrasi, Pentingnya Memilih Pemimpin Di Kalangan Teman

nuruljadid,net – Menjelang akhir tahun, Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) gelar pesta demokrasi di Auditorium SMA Nurul Jadid, Jum’at (21/12/18) dalam rangka memilih Presiden Nahdlatut Tholabah (NATO) dan Pimpinan Redaksi Badan Penerbitan Majalah Bahasa Asing (BPMA).

Pemilihan tersebut digelar ala pemilu langsung, dimana sebelum pencoblosan para calon diberi kesempatan melakukan debat kandidat, serta menyampaikan visi dan misi di depan teman-temanya.

Wakil Direktur LPBA Putera, Taufiq Hidayah menyampaikan bahwa, pemilihan ini dilaksanakan setiap tahun. Tujuannya, mengenalkan sistem demokrasi, agar mereka memahami pentingnya memilih pemimpin dikalangan teman-temannya.

“Melalui kegiatan ini, mereka dapat menggunakan hak suaranya dalam menentukan pemimpin, dalam hal ini Presiden NATO dan Pimred BPMA di LPBA,” kata Taufiq.

Setelah debat kandidat, dilaksanakan pencoblosan oleh seluruh peserta didik putra-putri yang berdomisili di LPBA. Dari 4 calon presiden, yang terpilih Faidatul Jannah sebagai presiden NATO dan Laili Maratus Sholiha untuk yang Pimred BPMA.

Penulis : Yahya

Editor : Jawahir

MTs Nurul Jadid Gelar Praktek Kerja Lapangan

MTs Nurul Jadid Gelar Praktek Kerja Lapangan

nuruljadid.net – Sebagai bentuk implementasi program pendidikan di sekolah dengan penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan belajar– mengajar di kelas secara sistematis dan sinergis, Madrasah Tsanawiyah Nurul Jadid mengadakan Praktek Kerja Langsung (PKL) pada Jum’at (07/12/2018).

PKL ini dikhususkan bagi seluruh siswa kelas IX yang terdiri dari berbagai jurusan yang berbeda dengan jumlah peserta sebanyak 111 peserta.

Muhammad Usman, selaku Ketua PKL mengatakan bahwa tempat yang menjadi tujuan dari PKL siswa MTs NJ adalah Kebun Raya Purwodadi Pasuruan, Museum Brawijaya dan Universitas Islam Malang (UIN Malang).

“Dengan adanya Praktek Kerja Lapangan ini, anak–anak (siswa MTs NJ) langsung dibawa untuk praktek ilmu–ilmu yang telah mereka peroleh dari sekolah.  diantaranya ialah ilmu biologi dan fisika,” ungkapnya saat terwawancara oleh kru nuruljadid.net di lokasi pemberangkatan.

Usman menambahkan bahwa ketika di Kebun Raya Purwodadi, siswa MTs NJ diajak langsung untuk mengetahui bermacam–macam tumbuhan, riwayat tumbuhan, dan manfaat dari tumbuhan itu sendiri.

Di Museum Brawijaya, mereka dipandu untuk lebih memperdalam wawasannya akan sejarah bangsa. Sedangkan di UIN Malang peserta PKL difokuskan pada Labolatorium Fisika.

“Kami harap mereka bisa paham dan mengetahui secara langsung wujud dari materi–materi yang telah mereka dapatkan di bangku sekolah, jadi tidak hanya mengetahui dengan membaca buku tapi juga bisa mengetahui secara langsung dan praktek sesuai dengan jurusan masing–masing,” pungkasnya dengan penuh harap.

Penulis : Ahmad

Editor : Rahmad Hidayat

KH. Moh. Zuhri Zaini: Nabi Muhammad Idola yang Sempurna

KH. Moh. Zuhri Zaini: Nabi Muhammad Idola yang Sempurna

nuruljadid.net – Kamis malam (06/12/2018), Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertempat di halaman Kantor Pusat Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Acara yang diikuti seluruh santri putra dan putri ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh pondok pesantren setiap tahun sebagai media silaturahim sekaligus kaderisasi dalam berorganisasi.

KH. Moh. Zuhri Zaini, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid mengingatkan, meski kegiatan peringatan Maulid Nabi dilakukan secara rutin, kita sebagai umat Nabi Muhammad jangan sampai terjebak pada formalitas belaka, melainkan kita bisa mengambil hikmah dan bersyukur atas kelahiran Nabi dengan membaca sholawat padanya secara khusuk dan khidmat.

“Marilah kita jadikan kegiatan rutin ini untuk mensyukuri nikmat Allah SWT dan mensyiarkan kembali kelahiran beliau yang merupakan suatu syairollah,” tutur beliau dalam sambutannya.

Selain dengan harapan bertambahnya ketaqwaan kita kepada Allah, kegiatan ini sejatinya dimaksudkan untuk lebih mengenal Nabi Muhammad. Karena dengan mengenallah kita bisa lebih mencintai beliau sebagai pengikutnya.

Lebih pada itu, beliau menyampaikan bahwa Nabi Muhammad merupakan panutan yang paling sempurna untuk disebut idola yang bisa dijadikan teladan dalam mengarungi hidup. “Sebab sekarang yang diidola banyak, tapi yang dapat dijadikan teladan itu yang kurang,” tambah beliau.

“Melalui kegiatan ini kita hadirkan beliau meski tidak secara fisik dengan bersholawat. Mengingat kita ada di akhir zaman, maka kehadiran beliau sangat diperlukan ditambah banyaknya bencana yang terjadi,” kata beliau pada seluruh jama’ah yang hadir.

Penulis : Soni Hakim

Editor : Mahrus Syamweil

Meriahnya peringatan maulid nabi saw di pp nurul jadid.

Meriahnya Peringatan Maulid Nabi SAW di PP Nurul Jadid

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah, Kamis Malam (06/12/2018). Acara yang diikuti oleh seluruh santri Nurul Jadid putra dan putri tersebut bertempat di halaman Kantor Pusat Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Tepat pada pukul 20.00 WIB acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran yang dibawakan oleh Ust. Sudirman sebagai pembuka acara. Dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nabi dan Sholawat Nahdliyin oleh Firqoh Hadrah Az-zainiyah.

Sehabis itu seluruh jama’ah yang hadir diajak untuk melantunkan Qosidah KH. Zaini Mun’im yang dipandu langsung oleh KH. Fahmi Abdul Haq Zaini secara khidmat.

Acara ini juga dimeriahkan dengan pemberian hadiah pada pemenang lomba Maulid Nabi. Selain itu turut pula diramaikan dengan pemberian bingkisan kepada anak yatim piatu dan kurang mampu di sekitar lingkungan pondok pesantren.

Sukron Makmun, selaku Ketua Panitia menyampaikan, tujuan diadakannya acara ini sebagai sarana penyambung silatutahim pondok pesantren dengan masyarakat sekitar. Lebih pada itu ia menambahi, tujuan terpenting adalah mendapat syafaat Nabi Muhammad. “Semoga dengan adanya acara ini kita mendapatkan suri tauladan Nabi Besar kita,” tuturnya dalam sambutan.

Turut hadir pula dalam acara ini KH. Abdullah Syamsul Arifin sebagai penceramah tunggal dan KH. Ali Badri, pengarang Sholawat Maulud Al-Badri. Acara ini ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Habib Ba’ali.

Penulis : Ahmad

Editor : Mahrus Syamweil

PPIQ Nurul Jadid Adakan Pelatihan Metode Tartila

Pelatihan Metode Tartila Pertama kalinya oleh PPIQ

nuruljadid.net – Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton Probolinggo mengadakan kegiatan Lailatul Bilghina, Kamis malam (8/11/2018) dan Pelatihan Metode Tartila, Jumat (9/11/2018) di Auditorium Universitas Nurul Jadid.

Kegiatan Metode Tartila itu dilatih H. Muhammad Qosimurridho dan M. Syafi’i Zain dari Jam’iyyatul Qur’an Wal Huffadz Kab. Probolinggo. Adapun pesertanya adalah seluruh peserta didik PPIQ dan Santri PP. Nurul Jadid yang mendaftarkan diri.

Tujuan kegiatan tersebut untuk menjalin tali silaturahmi antara PPIQ dan Tim Jam’iyatul Qur’an wal Humfad Kab. Probolinggo. “Karena kebanyakan anggota dari Tim Qur’an wal Huffadz ini merupakan alumni PP. Nurul Jadid, termasuk juga Ketuanya Ustadz H. Muhammad Qosimurridho adalah alumni PPIQ sendiri,” tutur Abdur Rahman, ketua panitia.

Pelatihan ini merupakan pertama kalinya diadakan oleh PPIQ Sendiri. “Jika nanti terdapat perkembangan maka akan kita adakan secara rutin tiap tahunnya,”tambahnya.

Abdur Rahman berharap agar pelatihan itu bisa menumbuhkan rasa kecintaan para santri PP. Nurul Jadid khususnya peserta didik PPIQ terhadap Al-Qur’an. “Semoga seluruh peserta bisa menerapkan ilmu-ilmu yang mereka dapatkan pada kegiatan ini di asrama mereka masing-masing.” Pungkasnya.

Penulis : Sony Hakim

Editor : Muhammad