Pos

The Next MasterChef Junior, Peserta Didik MI Nurul Mun’im (MINM) Unjuk Skill Memasak

nuruljadid.net- Dalam rangka mengembangkan kecakapan hidup peserta didik, Madrasah Ibtida’iyah Nurul Mu’im (MINM) menyelenggarakan lomba memasak untuk mengisi class meeting usai penilaian akhir semester (PAS). Kegiatan tersebut dihelat selama 4 hari bertempat di halaman MI Nurul Mun’im Paiton Probolinggo.

Sebagai salah satu madrasah berprestasi di Paiton, MINM yang dipimpin oleh Kiai Miftahul Arifin ini senantiasa melakukan pengembangan dan peningkatan di berbagai bidang, termasuk kegiatan pengembangan diri murid melalui kegiatan Class Meeting. Tata boga sebagai salah satu jenis perlombaan yang dihelat merupakan ilmu pengetahuan mengenai seni mengolah makanan, mulai dari persiapan, pengolahan, hingga cara menghidangkan makanan. Berbagai aspek tata boga, baik tentang tekstur makanan, mutu pangan, maupun kandungan nilai gizi yang harus dikuasai.

Konsep lomba tata boga antar kelas ini didesain seperti ala MasterChef Junior sebagai langkah awal melatih peserta didik dengan potensi di bidang olah rasa tersebut. Di sisi lain, lomba ini dimaksudkan untuk pengembangan minat dan bakat serta kreatifitas peserta didik. Tidak hanya dalam bidang tata boga saja yang harus dikembangkan, namun dalam bidang apapun yang sesuai dengan potensi yang mereka miliki, seperti membaca puisi, pidato, dan lain sebagainya.

Peserta Didik dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3 sampai 4 peserta. Setiap kelompok boleh memilih jenis masakan dari beberapa opsi yang telah ditentukan oleh panitia pelaksana. Mereka diminta menentukan bahan sendiri hingga sampai menghidangkannya.

(Kelompok peserta putra dalam mengikuti cabang lomba tata boga setelah menghidangkan hasil masakannya)

Ustaz Umar Falas, wakil kepala bagian kesiswaan mengatakan bahwa tata boga sangat menarik dan bagus, jika terampil dalam bidang tata boga, peserta didik dapat berkarir di dunia industri kuliner bahkan bisa menjadi chef, baker, barista juga bisa bekerja dalam perhotelan, restaurant dan café.

“saya berharap mereka yang memeiliki potensi dalam bidang apapun khusunya bidang tata boda untuk terus diasah dan dikembangkan supaya bisa meraih prestasi yang baik dan bisa berkarir di dunia industri” terang Wakasis yang kerap disapa ustaz Falas itu.

Pada kesempatan yang sama, terdapat kelompok putra yang mengikuti perlombaan tersebut. Memberikan kesan bahwa kegiatan tata boga tidak harus diikuti oleh perempuan saja akan tetapi putra juga bisa ikut berpartisipasi mengembangkan bakat di bidang keterampilan memasak tersebut.

 

 

(Humas Infokom)

MI Nurul Mun’im Libas 8 Kategori Lomba pada Porseni Tingkat Kecamatan Menuju Kabupaten

nuruljadid.net- Madrasah Ibtida’iyah Nurul Mun’im (MINM) berhasil menyabet 8 juara cabang lomba pada seleksi PORSENI tingkat kecamatan menuju kabupaten dengan bersaing ketat bersama MIN 1 Probolinggo. Kegiatan tersebut digelar selama 4 hari sejak 19 s.d 22 Desember 2022 yang dibuka di Kantor Kecamatan Paiton.

Kegiatan tersebut merupakan agenda 2 tahunan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) yang dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtida’iyah (KKMI) kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) madrasah merupakan perwujudan sebagai eksistensi peran madrasah dalam pembangunan bangsa. Madrasah terbukti tidak hanya mendidik anak agar anak pintar dan cerdas saja, namun membangun peserta didik untuk menjadi pribadi yang sehat dan sportif melalui olahraga dan juga untuk menjadi pribadi peka terhadap aspek sosial melalui seni.

Menyoal kesuksesan dalam ajang PORSENI ini, Waka. Kesiswaan MINM Umar Falas menyampaikan bahwa ini merupakan buah dari kerja keras dan program pengembangan diri peserta didik yang secara rutin dilaksanakan setiap hari Selasa. Umar Falas juga mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian prestasi peserta didiknya di event PORSENI.

“Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT atas prestasi murid MI Nurul Mun’im dalam ajang PORSENI KKM MI Paiton, Semua adalah jerih payah para ustaz dan ustazah dalam membimbing dan membina ketika di madrasah maupun saat pembelajaran berlangsung, dan tidak luput pula kepala madrasah yang mengesahkan program hari Selasa yaitu hari pembiasaan atau hari pembinaan program waka kesiswaan” papar Umar Falas kepada Nurul Jadid Media.

di madrasah merupakan ajang pengembangan bakat dan kreatifitas bagi siswa-siswi sesuai bidang masing-masing, tentu tidak semua bidang atau bakat bisa disalurkan di ajang tersebut, karena keterbatasan sarana dan waktu pelaksanaan.

MI Nurul Mun’im salah satu peserta PORSENI MI, tidak hentinya mencetak prestasi setelah beberapa hari lalu memborong di 8 cabang lomba yang berbeda. Adapun 8 cabang lomba tersebut ialah juara 1 cabang lomba pidato bahasa arab putra dan putri, pidato bahasa Indonesia putra, MTQ putri, tahfidz putri, tenis meja putri, melukis putra, seni silat putra. juara 2 cabang lomba melukis putri, seni silat putri. juara 3 cabang lomba pidato bahasa inggris putra, puisi putra – putri, catur putra – putri, tahfidz putra.

Kepala madrasah Kiai Miftahul Arifin mengaku sangat bersyukur dan bangga atas raihan prestasi peserta didik MI Nurul Mun’im, beliau berharap prestasi ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan di masa yang akan datang dengan istiqomah.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian prestasi peserta didik MINM di ajang PORSENI tingkat kecamatan ini, semua ini berkat kerja keras selain peserta didik juga ada peran guru di madrasah dan orang tua di rumah yang membersamai anak-anak dalam latihan. Semoga bisa terus berjaya sampai tingkat kabupaten dan jawa timur. Amin,” tutur Kiai Miftah.

Diketahui bahwa, Kelompok Kerja Madrasah Ibtida’iyah (KKMI) kecamatan Paiton, sedang melakukan seleksi terhadap MI Nurul Mun’im beserta MIN 1 Probolinggo. Pasalnya, kedua madrasah tersebut sama-sama meraih juara 1 terbanyak di antara Madrasah Ibtida’iyah lainnya, guna menentukan juara umum dan mengikuti seleksi tingkat kabupaten menuju provinsi di waktu yang akan datang.

 

 

(Humas Infokom)

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Biro Pendidikan Laksanakan Pleno Penyusunan Kurikulum Pesantren

nuruljadid.net- Seabgai upaya meningkatkan kualitas pendidikan pesantrenm, Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid melaksanakan pleno penyusunan kurikulum pesantren 2022 tahap 1 sebagai program tahunan yang tertuang dalam Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP) dan telah ditandatangani oleh pengasuh serta kepala pesantren. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin sampai dengan Selasa (26 s.d 27/12/2022) bertempat di desa Pesanggahan Bremi Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memplenokan konsep kurikulum rumpun keilmuan yang sebelumnya telah disusun oleh tim khusus berisikan tenaga ahli dari UNUJA bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) lintas satuan pendidikan serta mensinkronkan kurikulum pada satu rumpun dengan rumpun lainnya untuk harmonisasi muatan kurikulum menjadi satu kurikulum pesantren yang integratif.

(Peserta saat melaksanakan program penyusunan kurikulum pesantren 2022 tahap 1 di pesanggahan bremi kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo pada saat malam hari)

Sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan, tim ahli dan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) masing-masing menggelar pertemuan yang membahas tentang evaluasi progress pendidikan serta konsep lainnya yang akan dibahas pada pleno penyusunan kurikulum pesantren tahap 1 yang digelar selama 2 hari tersebut.

Tim penyusun kurikulum kesantren 2022 terdiri dari pejabat Biro Pendidikan, tim ahli dan perwakilan anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). tim gabungan tersebut telah bekerja secara maraton sejak beberapa bulan lalu dan melibatkan tim pakar juga akademisi bidang mapel dari berbagai satuan pendidikan tingkat menengah hingga Perguruan Tinggi di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Sekretaris biro pendidikan Muhammad Nurthariq, L.c mengatakan bahwa kegiatan tersebut sudah menjadi agenda tahunan dan dilakukan baik di pesantren maupun di luar pesantren. Sedangkan pada kegiatan pleno penyusunan kurikulum pesantren 2022 tahap 1 kali ini dilaksanakan di luar pesantren.

“Kegiatan perumusan bisa dilakukan dimana saja luring maupun daring, di pesantren maupun di luar tergantung kesepakatan masing-masing tim” ucapnya kepada tim Nurul Jadid Media.

Hal berkenaan dengan poin-poin capaian dari kegiatan penyusunan kurikulum pesantren tahap 1 itu ialah konsep kurikulum pesantren berupa a) profil lulusan; b) levelling; c) muatan mapel per tingkatan. Di luar tiga poin sebelumnya terdapat beberapa tawaran terkait mekanisme integrasi pembelajaran sekolah dan asrama, sistem pemetaan dan lainnya.

 

 

(Humas Infokom)

Meski Sempat Pesimis, Mahasiswi UNUJA Berhasil Bawa Pulang Medali pada Olimpiade Sains Nasional

nuruljadid.net – Universitas Nurul Jadid (Unuja) kembali menorehkan prestasi yang membanggakan, kali ini datangnya dari Eka Wahyu Ningtias mahasiswi Fakultas Kesehatan Unuja Paiton Probolinggo. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja kerasnya yang tidak pernah berhenti.

Tias sapaan akrab Eka Wahyu Ningtias berhasil menyabet medali perunggu alias juara III, pada Olimpiade Sains tingkat Nasional yang digelar secara daring oleh Pusat Kejuaraan Sains Nasional (Puskanas) Sumatera Utara, pada 23 November 2022 lalu.

Event Puskanas itu, diikuti oleh 5.705 peserta mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di Indonesia. Tentu bukan hal mudah bagi mahasiswi kelahiran Bondowoso, 08 Januari 2002 tersebut, untuk meraih medali perunggu pertama kalinya di tingkat nasional.

Pasalnya, Eka harus mampu mengerjakan soal di tengah perasaan kecewa karena sering tidak menang pada olimpiade sains sebelumnya, meski hanya di tingkat daerah.

Putri pertama dari pasangan Joko Santoso dan Hikmah Rosul itu menceritakan, kalau dirinya memang menyukai ilmu sains sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

Di masa-masa sekolah itu, mahasiswi yang karib disapa Tias tersebut, sering mengikuti olimpiade sains. Hanya saja belum ditakdirkan menjadi juara, baik di tingkat daerah maupun provinsi. Namun hal itu, tidak membuat Tias patah semangat. Kegagalan yang diterimanya, terus dijadikan bahan evaluasi agar bisa menang pada olimpiade selanjutnya.

(Mahasiswi fakultas kesehatan Unuja Eka Wahyu Ningtias sedang berfoto dengan piagam perhargaan pemenang Olimpiade Sains tingkat Nasional di kampus Unuja)

Singkat cerita, mahasiswi yang masih duduk di bangku semester 5 itu mendapat informasi tentang olimpiade sains tingkat nasional yang diadakan oleh Puskanas. Tak mau buang kesempatan, Tias langsung mendaftarkan diri melalui pendaftaran online.

“Saya merasa kesulitan saat mengerjakan soal yang berbahasa inggris, karena saya kurang paham bahasa inggris,” ucapnya sambil tersenyum

Akan tetapi kerja keras tidak akan mengkhianati hasil, alhasil Tias berhasil meraih medali perunggu untuk pertama kalinya, pada olimpiade tingkat nasional itu. Hal itu, merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Tias.

Fakta menarik lainnya bahwa motivasi Tias ternyata lahir dari adik kandungnya Ahmad Fahmi yang kerap menjuari berbagai perlombaan. Selain itu, dukungan orang tua dan teman-temannya juga membuat Tias semakin bersemangat untuk terus mencoba.

“Intinya jangan menyerah, kalah menang itu hal biasa. Anggap saja mencari pengalaman, karena banyak pengalaman itu lebih baik,” pesannya.

Harapan Tias kedepan bisa mengikuti olimpiade sains kembali, baik ditingkat nasional mupun internasional dengan membawa pulang wawasan dan medali. Sehingga nantinya bisa berbagi pengalaman dan ilmu, kepada orang-orang di sekitarnya.

 

 

(Humas Infokom)

 

Rapim Nurul Jadid Evaluasi Akhir Periode, Menyongsong 2023 dengan Penguatan Kemandirian Pesantren

nuruljadid.net – Seakan tidak pernah tidur, Pondok Pesantren Nurul Jadid selalu terjaga melakukan pembenahan dan perencanaan untuk perbaikan mutu layanan dan pengembangan kemandirian pesantren. Tepat satu periode (5 tahun) sentralisasi manajemen pesantren sejak 2018 awal berjalan, pimpinan pesantren Kamis (29/12/22) kemarin pagi adakan rapat pimpinan (Rapim) untuk evaluasi akhir periode dan membahas struktur pesantren yang hasilnya akan dijadikan bahan pertimbangan pengasuh menyusun Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP) tahun 2023.

Setengah dekade, Pondok Pesantren Nurul Jadid telah melakukan modernisasi pengelolaan pesantren dengan sentraliasi dan digitalisasi birokrasi. Ide ini bermula dan terus berkembang dibawah kepemimpinan Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid. Mulai dari paperless office sampai dengan elektronifikasi layanan dan birokrasi selain guna efisiensi sumber daya juga menciptakan excellent service kepada wali santri dan warga pesantren.

Kepala pesantren KH. Abd. Hamid Wahid menghimbau kepada semua satuan kerja (satker) untuk menganalisa, mengevaluasi dan melakukan perencaan sesuai arah kebijakan umum dan penguatan kemandirian pesantren di pelbagai sektor dan bidang.

Pada rapat pimpinan (Rapim) tersebut menitikberatkan pada penyampaian aspirasi, hasil evaluasi, dan pengamatan dari masing-masing pimpinan satker untuk dijadikan pertimbangan dalam penyusunan arah kebijakan umum yang kemudian diterjemahkan dalam program kegiatan.

Hal strategis yang menjadi fokus Rapim Nurul Jadid beberapa adalah penguatan kedisiplinan administrasi, pengawalan, pengelolaan dan penatanaan organisasi pesantren agar lebih optimal, produktif, progresif, efektif dan efisien. Tidak sekedar pembangunan kapasitas (capacity building) melainkan lebih mengarah pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

(Suasana Rapat Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton melakukan pembahasan evaluasi akhir tahun, struktur pesantren dan arah kebijakan umum pesantren)

Penguatan kelembagaan bagian IT dan data menjadi salah satu topik pembahasan guna optimalisasi sumber daya berbasis aplikasi untuk efisiensi layanan yang terintegrasi antara satu data dengan data yang lain.

Rapim juga mengamanahkan untuk dengan seksama menganalisa struktur sesuai kebutuhan, reformasi regulasi birokrasi ORTALA untuk efektifitas dan efisiensi kerja. Sehingga dari hasil evaluasi dan Analisa akan menjadi bahan perencanaan untuk satu sampai dengan lima tahun ke depan dengan tetap memperhatikan Program Induk Pesantren (PIP) dan Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP).

Kabag. Pehpa Miftahul Huda menyampaikan bahwa amanah yang dihasilkan dari rapat pimpinan tidak jauh dari penguatan kelembangan secara holistik untuk memanifestasikan kemandirian pesantren

“intisari dari rapat pimpinan, masing-masing pimpinan perlu menganalisa terlebih dahulu apa yang perlu dilakukan sesuai kebutuhan berdasarkan hasil evaluasi bersama guna melakukan penguatan di pelpbagai sektor agar program dibuat tepat sasaran,” bapak Miftah menerangkan saat ditemui di ruang kerjanya.

Hal tersebut diamini oleh kasubbag perencanaan dan evaluasi Haris Firdaus. Bahwa perencanaan yang telah disusun di masing-masing satuan kerja perlu kembali ditelaah menyesuaikan arah kebijakan umum pesantren yang sedang dalam proses finalisasi.

“perencanaan ini merupakan hal krusial dalam sebuah organisasi, karena sekali salah merencanakan, maka kita merencanakan kegagalan. Oleh karena itu, perlu kerja sama masing-masing satker untuk melakukan perencanaan strategis dan tepat sasaran yang sekiranya memberikan dampak signifikan pada pesantren sesuai AKUP,” jelas bapak Haris menutup perbincangan dengan tim Nurul Jadid Media.

Turut hadir dalam rapat pimpinan tersebut pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini, kepala pesantren KH. Abd. Hamid Wahid, waka. pesantren KH. Najiburrahman Wahid, kepala Biro Pendidikan K. Moh. Imdad Robbani, sekretaris pesantren H. Faizin Syamwil, kepala badan pengawas KH. Moh. Mahfudz Faqih, kepala mahkamah pesantren H. Luthfi Adim, kepala inkubasi bisnis H. Thahiruddin, kabag. Humpro Syamsuri Hasan, Kabag. Pepha Miftahul Huda dan pimpinan satuan kerja yang lain.

 

 

(Humas Infokom)

Capai 90%, Sekretariat Nurul Jadid Sambut Tahun 2023 dengan Optimisme Baru dan Perencanaan Strategis

nuruljadid.net – Pergantian tahun 2022 menuju 2023 tinggal menunggu hari, seluruh satuan kerja (Satker) dan satuan Pendidikan (satpend) Pondok Pesantren Nurul Jadid menyambutnya tidak dengan liburan atau perayaan semacamnya melainkan kesibukan menyusun perencanaan dan laporan akhir tahun, termasuk Sekretariat pesantren sebagai pusat perencanaan dan administrasi.

Sekretariat Nurul jadid yang dipimpin oleh H. Faizin Syamwil selaku Sekretaris Pesantren Sabtu lalu (24/12) secara marathon menggelar rapat koordinasi internal secretariat untuk menyusun perencanaan program startegis selama satu tahun ke depan.

Sekretariat pesantren yang terdiri dari tiga bagian tersebut meliputi bagian humas dan protokoler (Humpro), bagian perencanaan, evaluasi, pegawai, hukum dan advokasi (Pepha); terakhir bagian data dan IT. Masing-masing bagian telah melakukan rakor internal bagian sebelum diplenokan bersama sekjen.

Perencanaan program menyesuaikan dengan hasil evaluasi selama satu tahun berjalan, beberapa pertimbangan yang menjadi bahan kebijakan adalah prosentase keterlaksanaan program dan keterserapan anggaran yang sesuai sasaran. Alhamdulillah ketuntasan program sekretariat dalam satu tahun terakhir mencapai diatas angka 90%. Hal ini merupakan buah dari kerja keras dan komitmen bersama dalam pengawalan keterlaksanaan program di masing-masing bagian.

“Alhamdulillah, kami bersyukur bahwa prosesntase keterlaksanaan program kerja kami di sekretariat mencapai angka di atas 90%, ini kami dedikasikan untuk pesantren dan sekaligus apresiasi kepada seluruh tim di internal satker kami, mulai dari pimpinan hingga staf,” sekretaris pesantren bapak Faizin menuturkan kepada Nurul Jadid Media.

Kasubbag Umum ustaz Muslehuddin Jauhari menerangkan bahwa ketuntasan program kerja masing-masing bidang beberapa belum 100% terlaksana disebabkan selain padatnya agenda pesantren di luar perencanaan seperti kunjungan dan studi banding juga disinyalir program yang melibatkan satuan kerja di luar sekretariat.

“disadari atau tidak, ketuntasan program kerja internal sekretariat belum mencapai 100% beberapa sebabnya adalah padatnya agenda kunjungan dan studi banding pesantren serta kegiatan di luar perencanaan yang harus kami handle karena sudah di-Acc pimpinan. Selain itu juga biasanya program yang tidak terlaksana berhubungan dengan satuan kerja lain,” jelas ustaz Musleh di tengah jeda rapat.

 

 

(Humas Infokom)

Siswi SMA Nurul Jadid Raih Medali Emas dalam Bidang Ekonomi Tingkat Nasional

nuruljadid.net- Siswi SMA Nurul Jadid kemabli harumkan nama Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pasalnya, salah satu siswi berhasil meraih medali emas dalam bidang ekonomi tingkat Nasional pada ajang perlombaan yang diselenggarakan oleh Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia (POSI) Lembaga Pelatihan Sains Indonesia pada Selasa, (22/11/2022) lalu.

Olimpiade Sains Indonesia (OSI) Tahun 2022 adalah kompetisi yang diselenggarakan oleh Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI) dengan tujuan untuk memfasilitasi siswa/i, guru dan mahasiswa untuk berprestasi dan menjadi sarana evaluasi kemampuan untuk mengembangkan kapasitas diri dan kompetensi secara mendalam.

Kompetisi ini dibuat untuk mendorong siswa/i,guru dan mahasiswa tetap dapat belajar dan berprestasi dan dengan adanya kompetisi berbasis online ini siswa/i juga lebih bisa mempersiapkan diri di ajang Sains.

Sebagaimana diketahui, Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI) mengadakan serangkaian lomba yang ditujukan kepada siswa/i SMA/MA/SMK sederejat Se-Indonesia. Diantaranya meliputi Olimpiade Matematika, Fisika, Biologi, Astronomi, Geografi, Bahasa Inggris, Ekonomi, Kimia, Sejarah.

Melalui bimbingan dan arahan guru mapel Ekonomi, Neysa Arjumand Bano yang saat ini duduk di kelas XII IPS 2 SMA Nurul Jadid mengikuti cabang Olimpiade Ekonomi. Pada kesempatan tersebut Neysa dengan semangat membara dan tekat kuat serta keyakinan terhadap kemampuan dirinya pasca digembleng, berupaya sekuat tenaga untuk bisa mempersembahkan yang terbaik.

Berkat doa serta giat berlatih dan belajar, Siswi SMA Nurul Jadid dengan nama lengkap Neysa Arjumand Bano itu berhasil meraih medali emas pada ajang Olimpiade Ekonomi tersebut. Perasaan bahagian pun dia rasakan setelah mendengar bahwa dirinya dinobatkan sebagai terbaik 1 dan berhasil membawa pulang medali emas untuk almamater tercinta di kancah Nasional.

Ucapan rasa syukur penuh haru dan ungkapan terima kasih Neysa sampaikan saat menerima medali serta piagam penghargaan dari panitia penyelenggara.

“Alhamdulillah saya tidak menyangka sekali bisa meraih prestasi ini, ini semua berkat bimbingan dan doa guru terutama orangtua ku serta suport dari teman – teman semua terima kasih telah membimbing kami sampai detik ini” ucapnya saat memenangkan Olimpiade itu.

 

 

(Humas Infokom)

Direktur LPBA Putri: Sebut Bahasa Asing Dapat Pengaruhi Setiap Aspek Globalisasi

nuruljadid.net – Sebelum sesi penyampaian materi, tepatnya pada rangkaian acara seremonial kegiatan Education Talk pada hari Selasa (27/12/2022) kemarin sore itu diawali dengan sambuatan dari Direktur Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Nurul Jadid putri Ny. Hj. Ummi Haniah, S.Th.I yang menjadi perwakilan keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk menyampaikan maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan dimaksud.

Acara yang bertempat di Aula I ini dikhususkan hanya untuk santri puteru dari semua satuan pendidikan mulai dari SMPNJ, MTsNJ, MTSN 1 Probolinggo, SMANJ, SMANJ, SMKNJ, LPBA hingga UNUJA yang fokus pembelajarannya berbahasa Inggris karena kegiatan Education Talk dengan narasumber dari Jerman tersebut menggunakan bahasa internasional Inggris.

Turut hadir dalam acara Direktur LPBA Putri Ny. Hj. Ummi Haniah didampingi pengurus LPBA putri, staff protokuler, guru pendamping dan beberapa undangan lainnya. Dalam sambutannya di acara seremonial, beberapa hal yang disampaikan Direktur LPBA Putri kepada seluruh audiens.

“Keterampilan penguasaan bahasa asing dapat mempengaruhi setiap aspek globalisasi karena hanya dengan belajar bahasa, para pemimpin dapat berkomunikasi dengan penduduk asli dan budaya secara efektif di seluruh dunia, yang selanjutnya akan membantu mereka untuk bergerak menuju dunia masa depan dan membangun hubungan yang baik di antara warga global,” jelas beliau.

(Sambutan Direktur LPBA Nurul Jadid Putri Ny. Hj. Ummi Haniah pada kegiatan Education Talk)

Kemudian Ny. Hj. Ummi Haniah sambutannya dengan menyampaikan tujuan dari tema yang akan dibahas pada Education Talk tersebut yaitu “Language Manisfestation to Build Understanding on Global Citizenship”.

“Pendidikan Kewarganegaraan Global bertujuan untuk memberdayakan peserta didik agar mengambil peran aktif untuk menghadapi dan menyelesaikan tantangan global dan menjadi kontributor proaktif untuk dunia yang lebih damai, toleran, inklusif, dan aman untuk semua,” lanjut Direktur LPBA Putri.

Pendidikan tentang kewarganegaraan global, Ny. Hj. Ummi Haniah menambahkan, dapat membantu kaum muda mengembangkan kompetensi inti termasuk kita sebagai santri yang memungkinkan secara aktif terlibat dengan dunia. Sehingga dapat membantu menjadikannya tempat yang lebih adil dan berkelanjutan tidak hanya untuk komunitas serta kelompok orang tertentu tetapi semua umat manusia.

Harapan dari kegiatan ini, audiens dapat mengintegrasikan pemahaman kewarganegaraan global (global citizenship) dengan lima nilai inti Panca Kesadaran Santri dan pilar ideologis Indonesia yakni Pancasila.

 

 

(Humas Infokom)

Tingkatkan Mutu dan Wawasan Dunia Usaha dan Industri, SMK Nurul Jadid Laksanakan Prakerin

nuruljadid.net – SMK Nurul Jadid sebagai satu-satunya lembaga pendidikan berbasis kejuruan di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Sejak 1 Desember 2022 sampai dengan 1 Maret 2023 ke depan guna meningkatkan mutu dan wawasan dasar dalam dunia usaha atau dunia industri melangsungkan program Praktik Kerja Industri yang lumrah dikenal dengan sebutan Prakerin.

Kepala SMK Nurul Jadid bapak Moh. Arief Hariyanto menyampaikan bahwa Prakerin atau Praktek Kerja Industri merupakan kegiatan pendidikan, pelatihan, dan pembelajaran bagi siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang dilakukan di dunia usaha atau dunia industry.

“Prakerin ini adalah kegiatan Pendidikan, pelatihan dan pembelajaran bagi siswa di DU/DI yang berkaitan dengan kompetensi siswa sesuai bidang yang digelutinya demi meningkatkan keterampilan siswa di bidangnya,” papar bapak Arief Hariayanto.

(Kepala SMK Nurul Jadid bapak Moh. Arief Hariyanto, M.Pd. saat memberikan pengarahan sebelum melepas peserta Prakerin di PJB Paiton)

Dalam program ini, para siswa diberikan bekal ilmu pengetahuan dasar supaya meminimalisir kendala saat penerapan bekerja. Program ini dilaksanakan agar siswa lebih siap untuk bekerja di lapangan dan juga dapat mempraktikkan teori yang sudah dipelajari di sekolah. Dengan begitu, ketika lulus nanti, siswa dapat beradaptasi lebih cepat dengan dunia kerja.

Peserta didik kelas XI SMK Nurul Jadid Paiton Probolinggo saat ini tengah melaksanakan kegiatan praktik kerja industri (Prakerin) ke beberapa dunia usaha dan dunia insdustri yang telah ditentukan sekolah sesuai dengan program keahlian masing-masing.

SMK Nurul Jadid memiliki 6 program keahlian meliputi Multimedia (MM), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Pembangkit Tenaga Listrik (TPTL) atau PJB Class, Agribisnis dan Pengilahan Hasil Perikanan (APHPi) dan Tata Busaha (TB).

Prakerin SMK ini merupakan upaya sekolah untuk meningkatkan mutu siswa SMK sehingga dapat menghasilkan lulusan yang mampu menjalani pekerjaan sesuai dengan bidangnya dan memasuki dunia kerja yang persaingannya cukup ketat. Beberapa sekolah sudah mewajibkan program prakerin bagi para siswa dalam jangka waktu tertentu.

(Peserta Prakerin program keahlian Teknik Pembangkit Tenaga Listrik (TPTL) SMK Nurul Jadid saat mengikuti orientasi di PJB UP Paiton)

Pelaksanaan program prakerin ini didasari oleh Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Kompetensi yang Link and Match dengan Industri yang memuat klausul tentang Praktek Kerja Industri berbunyi, “Perusahaan Industri dan/atau Perusahaan Kawasan Industri memfasilitasi Praktek Kerja Industri untuk siswa dan Pemagangan Industri untuk guru Bidang Studi Produktif.”

Waka Humas SMK Nurul Jadid bapak Fifin Priandono menyampaikan bahwa terdapat kurang lebih 27 Du/DI yang menjadi mitra sekolah untuk penempatan peserta Prakerin tahun pelajaran ini.

“Alhamdulillah, kita memiliki 28 Du/Di yang akan dijadikan lokasi penempatan peserta Prakerin selama 3 bulan ke depan,” bapak Fifin menuturkan.

28 lokasi Prakerin tersebuta antara lain 1) Grabag TV (Magelang), 2) PT. TKI (Salatiga), 3) Global Intermedia (Jogjakarta), 4) PT. PAL (Surabaya), 5) PT. Indobismar (Surabaya), 6) Claz Digital Marketing (Malang), 7) UNMUH (Jember), 8) Arumi (Jember), 9) BATU (Bondowoso), 10) STAI (Bondowoso), 11) E-COM (Bondowoso), 12) PP. Nurul Ulum (Bondowoso), 13) Diskominfo (Bondowoso), 14) Kuning Banner (Situbondo), 15) UNUJA (Probolinggo), 16) PT Sasa Inti (Probolinggo), 17) Dinas Perikanan (Situbondo), 18) Diskominfo (Situbondo), 19) Nurul Falah (Situbondo), 20) Nurul Huda (Situbondo), 21) Garmen (PP. Nurul Jadid), 22) Klinik Laptop (Probolinggo), 23) Mandiri Play (Paiton), 24) WPS (Kraksaan), 25) Studio Ali (Banyuanyar), 26) IT Pesantren (PP. Nurul Jadid), 27) UTARA (Situbondo) dan 28) UNARS (Situbondo).

(Humas Infokom)

Kenalkan Tradisi dan Budaya Pesantren, Bule Jerman Kenakan Songkok dan Kerudung pada Education Talk

nuruljadid.net – Pemandangan unik dan tidak biasa terlihat dalam acara Education Talk Selasa (27/12/2022) kemarin. Pasalnya, Pondok Pesantren Nurul Jadid tidak hanya sekedar mengundang narasumber dari Jerman untuk menjadi pembicara saja. Namun, pengurus pesantren juga perkenalkan tradisi dan budaya pesantren (local wisdom) kepada kedua narasumber yang hadir.

Mr. Harald Wetzer dan Mrs. Claudia Lade tampak sangat welcome dan menyukai songkok dan kerudung yang disodorkan panitia saat keluar dari lift menuju Aula 1 pesantren lantai 3. Kedua narasumber berdarah Jerman ini tidak keberatan untuk berbusana menyesuaikan tradisi dan budaya pesantren, bahkan mereka senang bisa belajar dan mengenal budaya lokal yang baru bagi mereka, bahkan mereka terlihat serasi dan romantis mengenakan songkok dan kerudung dengan warna senada yang sama-sama berwarna hitam tersebut.

Sebelum acara dimulai, kedua narasumber menyempatkan berkeliling di sekitar lingkungan pesantren mengenakan songkok khas Nurul Jadid dan kerudung hitam polos. Mereka ditemani oleh salah satu pengurus LPBA selama berkeliling melihat beberapa asrama putra pusat. Tidak jarang mereka terlihat menyapa para santri yang berseliweran di area asrama dan sebaliknya banyak santri juga yang menyapa mereka dengan bahasa Inggris seadanya.

Kasubbag Humas dan Infokom Mujiburrohman menyapaikan bahwa pemberian songkok dan kerudung kepada tamu asing dan non-pesantren merupakan tradisi yang Nurul Jadid lakukan dalam menyambut tamu yang datang. Hal ini dilakukan untuk penyesuaian dengan kultur yang ada tanpa unsur paksaan.

“Ini merupakan cara kami untuk memperkenalkan tradisi dan budaya pesantren kepada dunia luar khususnya tamu asing yang biasanya senang belajar hal baru dari tempat yang mereka kunjungi, ini juga sebagai salah satu bentuk syiar nilai-nilai keislaman dan budaya kepesantrenan kepada pihak asing. Catatan juga kami melakukannya tidak dengan paksaan melainkan melalui penjelasan dan pemahaman serta pendekatan yang baik,” jelas Mujiburrohman.

Nuansa kental pesantren memberikan kesan tersendiri bagi mereka, mulai dari kegiatan harian, tata krama para pengurus dan santri dalam menyambut tamu dan pendampingan selama berada di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Sebelum kembali ke Bali keesokan harinya, Mr. Harald dan Mrs. Claudia menyampaikan apresiasinya terhadap layanan dan sambutan yang luar biasa terhadap mereka. Mereka berencana akan kembali di lain waktu dengan suasana yang lebih santai dan non-formal.

 

 

(Humas Infokom)

Wakabid GTK dan Peserta Didik Biro Pendidikan Nurul Jadid Paparkan Profil Organisator yang Baik pada Pelantikan FKO Nurul Jadid Putri

nuruljadid.net – Pelantikan salah satu organisasi peserta didik tertinggi di Pondok Pesantren Nurul Jadid, FKO Nurul Jadid putri telah melakukan pelantikan pengurus baru periode 2023. Kegiatan itu dihadiri pejabat Biro Pendidikan putri yang diwakili Wakabid GTK dan Peserta Didik ustazah Rifqotul Husna, Wakabid Penjamin Mutu dan Kurikulum ustazah Faiqotul Hikmah serta pembina ustazah Rizkiyah Sakinah Safitri pekan lalu tepatnya Jum’at pagi (23/12/22)

Saat pelantikan Wakil Kepala Bidang GTK dan Peserta Didik ustazah Rifqotul Husna menyampaikan apresiasinya dalam sambutan kepada pengurus demisioner dan mengucapkan selamat kepada pengurus terpilih untuk istiqomah berkhidmad kepada pesantren dan masyarakat.

“Selamat kepada pengurus terpilih, semoga menjadi pengurus yang amanah dan dapat mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab sehingga mampu menjadikan FKO lebih baik dari sebelumnya. Dan semoga pengabdian demisioner menjadi perantara kebarokahan untuk menjadikan kalian pribadi yang lebih baik,” terang ustazah Rifqoh dalam sambutannya.

(Suasana sambutan Wakabid. GTK dan Peserta Didik Biro Pendidikan pada Pelantikan Pengurus FKO Nurul Jadid Periode 2023)

Ustazah Rifqotul Husna juga berpesan kepada semua organisator baik yang demisioner dan lebih khusus kepada yang terpilih untuk terus bersama mendampingi sebelum keluar dari pesantren dan bersama belajar mengembangkan FKO Nurul Jadid.

“saya berpesan kepada pengurus demisioner untuk tidak lantas meninggalkan adek pengurus penerus, melainkan tetap dibimbing dan diarahkan. Yang baru jangan sungkan untuk bertanya seputar organisasi kepada demisioner agar saling berbagi pengalaman,” imbuhnya.

Dalam sambutan singkat, usatzah Rifqoh menyampaikan profil organisator yang baik di hadapan seluruh peserta yang hadir terutama kepada pengurus FKO Nurul Jadid.

“Organisator yang baik adalah organisator yang tidak sekedar membawa organisasi ke arah yang baik namun bisa mewariskan generasi yang mampu membawa organisasi yang ditinggalkannya lebih baik” tutup ustazah Rifqoh yang disambut dengan tepuk tangan meriah.

 

 

(Humas Infokom)

Estafet Kepemimpinan FKO Nurul Jadid Putri secara De Jure Dilanjutkan, Pengurus Baru Resmi Dilantik

nuruljadid.net – Menyambut tahun baru masehi 2023, banyak organisasi santri yang melakukan regenerasi guna melanjutkan estafet kepemimpinan. Tidak mau ketinggalan Forum Komunikasi OSIS (FKO) Nurul Jadid putri juga telah menggelar pelantikan pengurus baru tidak hanya secara De Facto namun resmi secara De Jure minggu lalu Jum’at, 23 Desember 2022 di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton.

Pelantikan dimulai pukul sekitar 09.00 WIB yang dipandu oleh pembawa acara dengan bilingual language yaitu bahasa Inggris dan Indonesia. Ratusan peserta delegasi dari tujuh satuan Pendidikan memenuhi ruang aula. Mereka dari MTSNJ, SMPNJ, MTSN 1 Probolinggo, SMANJ, MANJ, dan SMKNJ.

Organisasi FKO Nurul Jadid periode 2023/2024 akan dinahkodai oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) baru. Ia adalah Maia Natasha Early, siswi Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ) yang dipilih berdasarkan hasil pemilihan umum (PEMILU) oleh perwakilan setiap satuan Pendidikan di bawah naungan pesantren.

Natasha menggantikan Sekjen demisioner Nofalia Ramdhani, siswi SMA Nurul Jadid. Dalam sambutan singkatnya Nofalia berpesan kepada sekjen terpilih dan pengurus terlantik untuk menjalin komunikasi yang bai kantar pengurus, karena komunikasi merupakan salah satu kunci keberhasilan organisasi.

“pesan saya kepada pengurus terpilih, komunikasi harus dijaga dan dibangun sebagai akar kokohnya organisasi. Tetap semangat dan amanah,” ucap Nofalia sambil menyeka air mata haru dan sedih karena akhirnya berhasil menuntaskan amanah di organisasi tercintanya yang penuh perjuangan dan pengorbanan.

(Pembina FKO Nurul Jadid putri ustazah Rizkiyah Sakinah Safitri saat tengah memberikan kata sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus FKONJ periode 2023)

Ustazah Rizkiyah Sakinah Safitri selaku pembina dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada pengurus FKONJ demisioner dan selamat kepada pengurus FKO terpilih.

“terimakasih atas pengabdian yang tulus untuk pengurus FKO Demisioner, semoga membawa kebarokahan dan selamat mengemban tugas untuk FKO terpilih, semoga amanah” tutur ustazah Rizkiyah.

Prosesi pelantikan berjalan sangat khidmad, setelah pembacaan SK Kepengurusan FKO Nurul Jadid periode 2023 oleh Wakabid. GTK dan Peserta Didik Biro Pendidikan ustazah Rifqotul Husna, seluruh structural terpilih menaiki pentas untuk mengambil sumpah jabatan yang dipandu oleh Wakabid Penjamin Mutu dan Kurikulum ustazah Faiqotul Hikmah.

Berdasarkan SK kepala Biro Pendidikan Nurul Jadid nomor: NJ-H/0200/A.VIII/12.2022 terdapat sejumlah 30 pengurus yang dapuk sebagai organisator FKO untuk menjalankan amanah organisasi satu tahun ke depan.

Usai prosesi pelantikan dilanjutkan sambutan dari sekjen terpilih dan demisioner. Peserta mengikuti dengan seksama setiap jalannya prosesi pelantikan termasuk pemberian penghargaan kepada pengurus demisioner dan pemotongan tumpeng sebagai symbol syukur atas berakhirnya satu periode dan dimulainya perjalan baru periode 2023.

 

 

 

(Humas Infokom)

Education Talk Bumikan Bahasa Asing, Nurul Jadid Datangkan Bule Jerman

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam rangka membumikan bahasa asing di pesantren gelar Education Talk pada hari Selasa (27/12/2022) sore kemarin. Acara tersebut dilaksanakan di Aula I Pesantren dengan mengusung tema yang bertajuk “Language Manifestation to Build Understanding on Global Citizenship”. Tidak tanggung-tanggung kedua narasumber didatangkan langsung dari negara yang melahirkan ilmuan hebat Albert Einstein, Jerman.

Kegiatan education talk ini merupakan salah satu bentuk pelatihan audio visual bagi santri nurul jadid khususnya bagi mereka yang konsentrasi keilmuannya yaitu pengembangan bahasa asing khususnya Inggris. Pasalnya, dalam kegiatan tersebut mereka belajar dan diperdengarkan langsung bahasa Inggris dari kedua narasumber tersebut. Meskipun bukan native inggris, paling tidak peserta belajar memahami beragam logat bahasa inggris yang disampaikan oleh pembicara yang beragam. Selain itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk berkomunikasi dengan penyaji melalui sesi tanya-jawab yang diberikan oleh moderator.

Beberapa tujuan dari dari kegiatan ini yang pertama, meningkatkan minat dan motivasi belajar bahasa asing. Kedua, meningkatkan pemahaman tentang pemanfaatan bahasa asing untuk wawasan global. Ketiga, penguatan pemahaman tentang kewarganegaraan global (Global Citizenship). Dan yang terakhir, penguatan terhadap nilai Pancasila dalam keberagaman global (Unity in Diversity).

Pesantren datangkan dua bule dari Jerman untuk menyukseskan acara ini sebagai narasumber. Narasumber pertama bernama Mr. Harald Swetzer dan kedua Mrs. Claudia Lade. Mereka berdua adalah pasangan suami istri yang terpikat dengan kekayaan dan keindahan alam bumi Nusantara khususnya Bali. Tak hanya itu saja, mereka sangat menyukai adat dan budaya yang ada di Indonesia. Sampai-sampai, mereka melangsungkan pernikahannya di Indonesia, tepatnya di Pulau Dewata Bali tahun 2014 silam.

Acara Education Talk ini dimulai pada jam 14.00 WIB yang diikuti khusus oleh santriwari dari beberapa satuan pendidikan diantaranya SMPNJ, MTsNJ, MTSN 1 Probolinggo, SMANJ, SMANJ, SMKNJ, UNUJA dan LPBA Nurul Jadid. Peserta yang hadir nampak sangat antusias dan tidak sedikit dari mereka berebut angkat tangan ketika sesi tanya-jawab selain untuk menanyakan unek-unek mereka seputar tema juga untuk mempraktikkan keterampilan bahasa Inggris mereka kepada narasumber.

Selain itu, peserta juga sangat gembira mengikuti kegiatan ini, selain karena jarang kedatangan tamu asing juga ini menjadi kesempatan luar biasa belajar budaya asing langsung first-hand khususnya negara Eropa. Narasumber sangat ramah dan juga humoris, banyak dari audiens terhibur dengan kisah mereka sampai dengan gesture yang tidak biasa. Acara berakhir dengan penyerahan piagam penghargaan dan foto bersama.

untuk menonton full video silahkan klik link berikut : https://www.youtube.com/watch?v=9gamn5LqFC4

 

 

(Humas Infokom)

Konjen Tiongkok Hibahkan 40 Kuota Beasiswa Guna Tingkatkan Kualitas Bahasa Mandarin di Nurul Jadid Paiton

nuruljadid.net – Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menghibahkan 4 unit komputer dan 40 kuota beasiswa Pendidikan untuk santri Pondok Pesantren Nurul Jadid guna meningkatkan mutu Pendidikan dan pengembangan bahasa Mandarin di lingkungan pesantren.

Pertemuan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Desember 2022, bertempat di ruang tamu kantor Konjen Tiongkok di Surabaya yang berlangsung dalam suasana yang akrab dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid 19.

Konjen RRT Mr. Xu Yong mengundang pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid bertujuan selain mempererat silaturrahmi juga untuk memperkenalkan diri sebagai pejabat baru menggantikan Mr. Gu Jingqi sekaligus meningkatkan kerja sama yang sudah sejak lama terjalin. Terutama dalam pengembangan pendidikan Bahasa Mandarin di Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ).

(Suasana silaturrahmi pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid bersama Konjen Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya)

Sejak tahun 2004, Pondok Pesantren Nurul Jadid melalui SMA Nurul Jadid mulai menyelenggarakan pendidikan Bahasa Mandarin. Pertama kali pada tahun 2010 santri atau siswa Nurul Jadid mendapat beasiswa kuliah di Tiongkok yang sampai saat ini rutin setiap tahunnya mengirimkan alumninya kuliah di Tiongkok.

Pengembangan bahasa Mandarin di Nurul Jadid yang cukup pesat, tidak lepas dari kontribusi Konjen RRT di Surabaya dan berbagai komunitas Tiongkok yang selalu memberikan dorongan untuk terus ditingkatkan, kepala pesantren KH. Abd. Hamid Wahid juga menyampaikan rasa terima kasih.

 

 

(Humas Infokom)

 

Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Penuhi Undangan Konsulat Jenderal (Konjen) Tiongkok di Surabaya

nuruljadid.net – Selasa, 27 Desember 2022, bertempat di ruang tamu, kantor Konjen Tiongkok di Surabaya, silaturrahmi antara Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan Konjen berlangsung dalam suasana yang akrab, meskipun harus patuh pada protokol kesehatan Covid 19.

Konjen RRT Mr. Xu Yong mulai bertugas sejak 22 Oktober 2022 di Indonesia, menggantikan pejabat lama Mr. Gu Jingqi. Berdasarkan kebijakan pemerintah Tiongkok, tiga bulan pertama konsentrasi di kantornya yang terletak di Jl. Mayjen Sungkono B1/105 Surabaya. Belum leluasa ke luar daerah. Keinginan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, dengan cara mengundang kepala pesantren beserta para pengurus ke kantornya.

Tujuan undangan silaturahmi ini adalah untuk memperkenalkan diri dan sekaligus meningkatkan kerja sama yang sudah sejak lama terjalin. Terutama dalam pengembangan pendidikan Bahasa Mandarin di Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ).

 (Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid sedang memberikan buku kaleidoskop sebagai kenang-kenangan kepada konjen RRT Mr. Xu Yong)

PPNJ menyelenggarakan pendidikan Bahasa Mandarin sejak tahun 2004/2005. Sejak tahun 2010 untuk pertama kalinya santri atau siswa Nurul Jadid mendapat beasiswa kuliah di Tiongkok. Selanjutnya setiap tahun rutin mengirim alumni Nurul Jadid kuliah di Tiongkok.

Dalam pertemuan singkat bermakna itu, kedua belah pihak menyampaikan harapannya masing-masing. Setelah memperkenalkan diri, Mr. Xu Yong menyampaikan senang melihat perkembangan bahasa Mandarin di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Sementara itu kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid menyampaikan sejarah Pondok Pesantren Nurul Jadid yang berdiri tahun 1948 dan hingga kini jumlah santrinya 13 ribu. Bermukim di pesantren sekitar 8 ribu. Kepala pesantren juga menyampaikan pengalamannya beberapa kali berkunjung ke Tiongkok. Tahun 1992, 2005, 2007 dan 2015 yang bisa menyaksikan perkembangan pesat Tiongkok.

(sesi foto bersama rombongan Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan konjen RRT usai penyerahan alat bantuan)

Pengembangan bahasa Mandarin di Nurul Jadid, tidak lepas dari kontribusi Konjen RRT di Surabaya, kepala pesantren juga menyampaikan rasa terima kasih.

Turut hadir pada acara tersebut menyertai kepala pesantren KH. Abd. Hamid Wahid, sekretaris pesantren H. Faizin Syamwil, Kepala Biro Umum KH. Faiz AHZ, bendahara pesantren K. Ahamd Zaki dan kepala SMA Nurul Jadid Didik Agung P Wicaksono.

Di akhir acara, Konjen RRT memberikan bantuan 4 Unit komputer dan beasiswa dengan total Rp. 40 juta bagi santri Pondok Pesantren Nurul Jadid yang tekun belajar bahasa Mandarin. Pertemuan singkat penuh makna dilanjutkan dengan foto bersama sebelum akhirnya rombongan Nurul Jadid kembali ke Paiton.

 

 

(Humas Infokom)