BSI Pacu UMKM Naik Kelas dan TORASERA Nurjah Berkah sebagai Business Hub
berita.www.nuruljadid.net – Akselerasi ekonomi kerakyatan di Jawa Timur mendapat momentum besar melalui kolaborasi strategis sektor perbankan syariah dan institusi pendidikan Islam. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat penyaluran pembiayaan UMKM nasional sebesar Rp52,58 triliun per Desember 2025, sementara di tingkat akar rumput, Pondok Pesantren Nurul Jadid memperkuat ekosistem tersebut dengan meluncurkan TORASERA (Toko Rakyat Serba Ada).
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menegaskan bahwa dukungan BSI melampaui aspek permodalan. Melalui skema syariah seperti murabahah dan musyarakah, BSI fokus pada pendampingan komprehensif agar pelaku usaha mikro mampu bersaing secara global.
“Kami mendorong UMKM untuk bankable melalui coaching clinic, sertifikasi halal, hingga strategi branding. Expo seperti UMKM Ramadan Fair 2026 di Jember, Probolinggo, dan Malang adalah strategi efektif mempertemukan 75 UMKM binaan kami dengan investor potensial,” jelas Erwan.
Dalam ajang tersebut, BSI juga menyerahkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara simbolis kepada pelaku usaha Sektor 4P. Langkah ini diperkuat dengan kolaborasi bersama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan untuk mengisi ceruk pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang terintegrasi.
Sejalan dengan semangat kemandirian ekonomi tersebut, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Gus Faiz Abdul Haq Zaini, menegaskan TORASERA Berkah sebagai manifestasi pengabdian pesantren kepada masyarakat luas. Proyek ini tidak hanya berfungsi sebagai unit ritel, tetapi diproyeksikan menjadi pusat kendali bisnis (Business Hub).
“Kami ingin memastikan manfaat ekonomi pesantren tidak hanya berhenti di balik tembok asrama, melainkan dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai bentuk pelayanan ekonomi yang inklusif,” tegas Gus Faiz.
Beliau menambahkan bahwa TORASERA akan menjadi tulang punggung yang menyokong operasional Koperasi Merah Putih di Paiton, Probolinggo. Dengan transformasi menjadi Business Hub, unit ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kemandirian umat yang lebih kokoh dan berkelanjutan di wilayah Probolinggo dan sekitarnya.
Sinergi antara pembiayaan perbankan dan infrastruktur ekonomi berbasis komunitas seperti yang dilakukan Nurul Jadid dipandang sebagai kunci pertumbuhan ekonomi nasional. Direktur Kerjasama Pendanaan dan Pembiayaan PIP, Muhammad Yusuf, menekankan pentingnya ekosistem yang mencakup pendampingan dan fasilitas pasar.
Melalui integrasi antara akses modal dari BSI dan wadah pemberdayaan seperti TORASERA, diharapkan para pelaku usaha grassroot dapat naik kelas secara sistematis, meningkatkan kapasitas usaha, dan memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekosistem halal Indonesia di kancah internasional.
Pewarta : Ponirin Mika

























