Tingkatkan Layanan Santri, Biro Kepesantrenan Putri Laksanakan Diklat Kewaliasuhan

nuruljadid.net- Dalam rangka meningkatkan kompetensi kewaliasuhan pengurus putri, Biro Kepesantrenan Bidang Bimbingan Konseling dan Wali Asuh (BKWA) melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kewaliasuhan Wali Asuh Putri dengan tema “Seni Memahami Diri Sendiri”. Wali Asuh dibekali ilmu dan konsep mengenali diri yang tentunya sebagai dasar untuk dapat lebih mengenal dan mengelola santri yang beragam dengan berbagai pendekatan (multiple approaches). Diklat kewaliasuhan ini dilaksanakan hari kamis (11/11/2021) bertempat di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) ini merupakan implementasi layanan dasar untuk membina wali asuh dengan bekal ilmu kepemimpinan dan multi disiplin keilmuan lainnya yang cukup. Sehingga bisa memimpin dan mengelola beragam kondisi santri dengan latar belakang yang berbeda dalam suatu kelompok dengan pelayanan sesuai standarisasi pesantren. Selain itu, kegiatan diklat ini merupakan salah satu bentuk optimalisasi pelayanan pesantren terhadap santri dan wali santri. Dengan diklat ini, para wali asuh dibekali ilmu kewaliasuhan yang secara tidak langsung mempersiapkan pengurus siap menjadi orang tua kelak ketika terjun ke masyarakat pasca pendidikan di pesantren.

(Ny. Roudlatul Aniiq memberikan arahan dalam kegiatan diklat kewaliasuhan)

Tepat pukul 08.00 acara diklat kewaliasuhan dimulai, yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Ny. Mamnuhatur Rohmah bersama Wakil Kepala Bidang BKWA Ustazah Madinatul Munawwarah. Salah satu panitia Diklat kewaliasuhan berharap “Kami tidak ingin peserta hanya mengikuti pelatihan saja, bagaimana peserta bisa mengimplementasikan hasil dari pelatihan ini ketika terjun di lapangan nantinya, dan semoga ini menjadi ilmu yang barokah serta berguna di masyarakat,” pungkasnya.

Diklat ini diisi oleh Ny. Raudlatul Aniqq Malthuf sebagai narasumber dan trainer putri dari KH. Malthuf Siroj yang turut berkontribusi aktif memberikan arahan, bimbingan, masukan dan suntikan ilmu kepada peserta diklat yang hadir terkait bagaimana seni memahami diri sendiri sehingga dapat mengeksplorasi potensi serta pengenadalian diri dengan baik.

Kegiatan ini berjalan khidmat dan lancar yang diikuti oleh Wali Asuh dengan antusias dari berbagai wilayah diantaranya Al-Hasyimiyah, Zaid Bin Tsabit, Al-Mawaddah, An-Nafi’iyah, Fatimatuzzahra untuk sesi pagi dan Wilayah Az-Zainiyah, Nasyiatul Hamidiyah dan Al-Lathifiyah untuk sesi siang.

 

(Humas Infokom)

Penguatan Institusi, STAI Nurul Abror Al-Robbaniyin Menerima Keputusan Menteri Agama

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid kini kembali kedatangan tamu dan menjadi tuan rumah dalam acara Penguatan Institusi dan penyerahan Keputusan Menteri Agama oleh Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama (KEMENAG) kepada Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin Banyuwangi pada Jum’at (05/11) malam. Acara yang bertempat di Aula mini Universitas Nurul Jadid (UNUJA) ini telah dipenuhi rombongan sejak pukul 19.15 WIB.

Acara penyerahan Keputusan Menteri Agama ini dihadiri oleh Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Prof. Dr. Suyitno, M.Ag; Analis Kebijakan Ahli Muda Dit. PTKI Sub Koordinator Bina PTKIS Dr. Ahmad Rofiq Zainur Rohmani, S.Th.I, M.Fil.I; Wakil Koordinator Kopertais IV Surabaya Dr. H. Muhammad Syaiful Bahar, M.Si; Wakil Rektor IV Unuja KH. Faiz AHZ; Kepala Biro Kepesantren Nurul Jadid KH. Fahmi AHZ; Ketua Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin Kyai Abdul Majid; Ketua STAI Nurul Abror Al-Robbaniyin K. Indi Aunullah, S.S., S.Fil; Wakil Ketua I Biktren Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin; Sekretaris Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin, dan Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Abror Al-Robbaniyin.

Acara dimulai tepat pukul 19.30 WIB yang dibuka oleh Kyai Abdul Majid dengan pembacaan surah al-fatihah dengan harapan acara tersebut bisa berjalan dengan lancar dan bisa membawa kebaikan bagi perkembangan Yayasan Al-Robbaniyin Banyuwangi dibawah kepemimpinan KH. Fadlurrahman Zaini, kakak kandung dari Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton KH. Moh. Zuhri Zaini.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV KH. Faiz AHZ mewakili Rektor Universitas Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid menyambut dengan hangat tamu dari Kementerian Agama dan Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin serta menyampaikan salam dari Rektor dan ucapan apresiasi kepada Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin atas diraihnya Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia.

(Warek IV UNUJA menyampaikan sambutan pada tamu yang hadir)

K. Indi Aunullah, S.S., S.Fil. mewakili Ketua Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin mengungkapkan rasa syukur atas tercapainya mimpi Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin “Setelah lika-liku Alhamdulillah mimpi Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin untuk membangun Perguruan Tinggi tercapai, kami mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh pihak yang telah proaktif membantu kami hingga sekarang. Semoga dengan hadirnya Yayasan ini bisa bermanfaat bagi sekitar, tak lupa kami tidak berhenti juga untuk meminta bantuan kepada saudara-saudara kami, terutama kepada Bapak Direktur kami mohon arahannya,” ungkap Ketua Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin dalam sambutannya.

Sambutan hangat dan fasilitas yang disediakan oleh panitia tuan rumah mendapat apresiasi dari Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Prof. Dr. Suyitno, M.Ag di depan seluruh tamu yang hadir. “Saya sangat mengapresiasi dan kagum atas fasilitas serta pelayanan dari Pondok Pesantren Nurul Jadid, karena sangat jarang Pesantren memiliki fasilitas dan pelayanan yang seperti ini, saya harap ini bisa menginspirasi pesantren lainnya,” tutur Prof. Dr. Suyitno, M.Ag.

(Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Prof. Dr. Suyitno, M.Ag menyampaikan sambutan)

Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Prof. Dr. Suyitno, M.Ag juga memberikan arahan kepada Perguruan Tinggi Pesantren atas perkembangan, peluang, dan hal-hal yang perlu disiapkan untuk menghadapi persaingan Pendidikan saat ini. “Sekarang kita lari saja tidak cukup, karena percepatan Perguruan Tinggi di luaran itu sudah sangat cepat. Maka dari itu kami perlu melakukan strategi untuk mengejar ketertinggalan,” jelas Direktur PTKI.

Sebelum ramah tamah, acara tersebut diisi dengan penyerahan Keputusan Menteri Agama oleh Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Prof. Dr. Suyitno, M.Ag kepada Ketua Yayasan Nurul Abror Al-Robbaniyin Kyai Abdul Majid dilanjutkan ramah tamah dan tepat pukul 22.10 WIB tamu meninggalkan tempat Acara.

 

(Humas Infokom)

Nurul Jadid Terus Galakkan Vaksinasi untuk Santri

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan vaksinasi dosis satu dan dua sebagai upaya menggalakkan program 100% santri tervaksin. Adapun jenis vaksin yang diberikan adalah Pfizer dan Sinovac oleh Puskesmas Paiton bekerja sama dengan Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid yang ditujukan kepada santri yang belum melakukan vaksinasi sama sekali dan santri yang tuntas melakukan vaksinasi dosis satu. Vaksinasi ini dilaksanakan untuk kesekian kalinya di Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Selasa kemarin (02/11/2021).

Vaksinasi ini menargetkan sekitar seribu santri putra dan putri. Pelaksanaan vaksinasi ini tetap mematuhi protokol Kesehatan. Dalam kegiatan ini santri begitu antusias untuk mengikuti vaksinasi terutama mereka yang belum pernah mendapatkan vaksinasi sama sekali, para santri pun terlihat senang karena bisa mendapatkan vaksin secara gratis.

Puskesmas Paiton menyediakan dua tipe vaksin yakni dosis satu untuk jenis vaksin Pfizer dan dosis dua untuk jenis vaksin Sinovac. Dari kedua vaksin tersebut terdapat pengkategorian usia sesuai petunjuk dari tenaga kesehatan yang bertugas. Vaksin tipe Pfizer diperuntukkan untuk umum mulai dari tingkat SLTP hingga lansia, sedangkan untuk vaksin tipe Sinovac mulai usia 11 tahun hingga 19 tahun. Kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan secara berkala sesuai jadwal vaksinasi selanjutnya dan tipe vaksin yang diberikan.

Setelah vaksinasi, santri mendapatkan makanan ringan dan Nurja Water kemasan gelas serta vitamin yang harus diminum sesuai petunjuk tenaga Kesehatan (nakes) yang bertugas di bagian farmasi.

Acara vaksinasi santri ini berjalan mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB. Sekitar 6 jam target vaksinasi untuk seribu santri terselesaikan. Giat ini merupakan ikhtiar pesantren untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan membangun herd immunity. Alhamdulillah, sampai saat ini santri yang telah mengikuti vaksin dalam kondisi sehat tanpa ada gejala yang berarti.

(Humas Infokom)

Habib Ali Al-Kaf Hadiri Perayaan Tasyakuran Wisuda PPIQ Nurul Jadid

nuruljadid.net – Habib Ali Al-Kaf dan KH. Fahmi AHZ hadiri acara “Tasyakuran Wisuda Tahsinul Qiroah angkatan 2021 dan Pengukuhan Majlis Tahfidzul Qur’an” Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) Pondok Pesantren Nurul Jadid Sabtu (23/10/2021) malam. Acara tersebut bertempat di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Acara dimulai dengan pengukuhan Majlis Tahfidzul Qur’an. Jumlah peserta pengukuhan Majlis ada sebanyak 45 Orang. Pengukuhan majlis ini terbagi menjadi 4 kategori. Pertama, Majlis juz 1-5 terdapat 37 orang; kedua, Majlis juz 1-10 sebanyak 6 orang; ketiga, Majlis juz 1-15 sebanyak 1 orang; keempat, juz 26-30 sebanyak 1 orang. Syarat mengikuti Pengukuhan, peserta harus menyelesaikan majlisan terlebih dahulu. Disesuaikan dengan jumlah juz yang dihafal. Setelah pengukuhan, juga dilaksanakan penobatan peserta Majlis Terbaik. Hal itu ditujukan supaya memotivasi peserta lainnya agar lebih bersemangat dalam menghafal Al-Qur’an.

Sedangkan jumlah peserta wisuda Tahsinul Qiroah pada tahun ini sebanyak 35 orang. Untuk bisa mengikuti wisuda Tahsinul Qiroah, peserta harus lulus dari semua kelompok atau tingkatan yang ada di program Tahsinul Qiroah Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ). Kelompok itu dikategorikan menjadi 4 bagian. Mulai dari kelompok yang paling bawah yakni kelompok Mubtadi’ (D), setelah lulus kemudian melanjutkan ke kelompok Mutawwasith (C), dilanjut dengan klompok Maqbul (B), dan terakhir ada kelompok Takmil (A).

(Para peserta wisuda Pusat Pengembangan Ilmu Al-Qur’an sedang melakukan demonstrasi bacaan Al-Qur’an depan juri dan audiens)

Prosesi Wisuda Tahsinul Qiro’ah, terbagi menjadi 4 bagian. Pertama, Pembacaan Qiroatus Sab’ah pada surah Al-Fatihah. Kedua, Demonstrasi Uji Materi Tajwid, Hafalan, dan Variasi Lagu Al-Qur’an. Ketiga, Pengukuhan peserta wisuda yang dikukuhkan dengan pengalungan oleh Wakil Pembina PPIQ KH. Fahmi AHZ dan pemberian tabung wisuda oleh Direktur PPIQ H. Rusdi Aziz. Kemudian dilanjutkan dengan bai’at peserta wisuda yang dipimpin langsung oleh KH. Fahmi AHZ. Prosesi wisuda diakhiri dengan foto bersama Wakil Pembina PPIQ dan Direktur PPIQ.

Setelah itu, dilanjutkan dengan penyampaian Mau’idotul hasanah oleh Habib Ali Al-Kaf. Beliau banyak memberikan motivasi kepada audiens dengan sangat menarik. Beliau banyak menyertakan cerita-cerita penuh makna. Sesekali beliau isi dengan candaan yang membuat audiens tertawa bahagia mendengarnya. Dalam ceramahnya, beliau juga menjelaskan bahwa kehalalan makanan juga akan berpengaruh terhadap keberkahan hidup, “Selain mencerdaskan, makanan yang halal itu akan mendatangkan rezeki yang lebih baik.” Imbuhnya.

Habib Ali Al-Kaf juga mengajak audiens agar tidak meninggalkan baca alqur’an. Karena orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapat banyak pahala dan keberkahan. Setiap huruf 1 pahala kebaikan dan dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan. Sebagaimana yang disebut dalam sebuah hadist. Jadi, jika membaca 1 huruf, maka kita diberi 10 pahala kebaikan. “Orang yang menggeluti Al-Qur’an akan membanggakan orang tua di dunia dan akhirat.” tambah beliau.

Kasus unik santri ketika di pondok, khususnya ketika sudah tidak punya uang. “biasanya kalau santri sudah tidak punya uang dan kirimannya telat, santri sesering mungkin membaca surah Al-Waqiah,” jelas Habib Ali Al-Kaff. Pada penghujung acara, Wisuda ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Habib Ali Al-Kaf.

(Humas Infokom)

Malam Maulid Agung, Menyambut Kelahiran Nabi Menentramkan Hati

nuruljadid.net – Serangkaian seremonial Malam Maulid Agung dilangsungkan di Masjid Jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid pada tanggal 11 malam 12 Rabiul Awwal senin (18/10/2021). Gema sholawat menentramkan hati menghiasi malam santri dalam rangka memperingati malam kelahiran insan paling mulia di mukabumi, yakni Nabi Muhammad SAW.

Acara ini dihadiri langsung oleh Pengasuh Pondok Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini, Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ, Kepala Biro Pendidikan K. Moh. Imdad Rabbani Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, jajaran pengasuh, dan struktural satuan kerja nurul jadid.

Diawali dengan pembacaan sholawat pengantar oleh Firqah Hadrah Az-Zainiyah (Firhaz) Nurul Jadid sembari menunggu kedatangan para santri dan kyai. Kegiatan ini diikuti oleh santriwan dan santriwati dengan tabir pembatas serta pemisah antara laki-laki dan perempun. Acara berjalan dengan lancar dan khidmat.

(Santri putera sedang mengikuti acara Malam Maulid Agung di masjid Jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Setelah pembawa acara, membuka acara dengan Al-Fatihah dilanjutkan dengan Tausiyah Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini. Pada awal sambutannya beliau menyampaikan agar santri menjawab sholawat Nabi ketika mendengarkan, “Paling kikirnya orang kikir ialah orang yang tidak mau bersholawat ketika disebut nama Nabi Muhammad SAW,” dawuh KH. Moh. Zuhri Zaini.  “Tapi tidak perlu teriak-teriak, karena Allah Maha mendengar,” imbuh beliau.

Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini menceritakan berbagai kisah tentang Nabi Muhammad yang harus kita teladani terutama dari akhlaq beliau yang luar biasa. Misalnya dari kesabaran Nabi ketika Nabi didzolimi, saat hendak sholat dilempari kotoran unta, tetapi beliau mampu untuk tetap sabar dan memaafkan walau telah didzolimi, bahkan beliau sampai menjenguk orang yang telah mendzoliminya tersebut disaat ia sedang sakit. Dan masih banyak cerita lainnya.  “Saya yakin, kalau kita niru beliau, kita pasti akan menjadi orang baik,” dawuh pengasuh.

Seusai tausyiah pengasuh, semua santri bersama mulai membacakan Sholawat Simtudduror yang dipimpin oleh Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ. Pembacaan sholawat berlangsung dengan begitu khidmat. Karena saking khidmadnya, sebagian santri sampai meneteskan air mata kerinduan akan Nabi Muhammad SAW dan kekaguman akan akhlaq beliau yang luar biasa.

Selain pembacaan simtudduror, kegiatan Malam Maulid Agung juga diisi dengan pembacaan puisi Sirah Nabawwiyah oleh Ketua Sanggar Titik Koma Ustaz Firman Hamda. Pada penghujung acara, acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh K. Moh. Imdad Rabbani.

(Humas Infokom)

Ra Moh. Imdad Robbani: Internalisasi Nilai-nilai Warisan Menjadi Santri Seutuhnya

nuruljadid.net – Lora Moh. Imdad Robbani sebagai inspektur upacara Hari Santri Nasional (HSN) ke-6 tahun 2021 di Pondok Pesantren Nurul Jadid (22/10/2021) menyampaikan poin penting tentang menjadi santri seutuhnya dengan internalisasi nilai-nilai yang diwariskan oleh kiai dan santri pejuang kemerdekaan terdahulu.

Mengawali amanat upacara beliau mengungkapkan rasa syukur karena dapat mengikuti upacara memperingati resolusi jihad kaum sarungan di masa lalu yang diprakarsai oleh Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari yang kemudian berlanjut sampai pada puncaknya yaitu peristiwa 10 November ditandai sebagai hari Pahlawan.

Dari kisah ini sebenarnya menceritakan suatu hal pada kita bahwa untuk menjadi pahlawan kita harus terlebih dahulu menjadi santri dan belajar, untuk menjadi orang yang bersedia berkorban untuk orang lain, kita harus terlebih dahulu belajar mencari ilmu.

Ra Amak (panggilan akrab Lora Moh. Imdad Robbani) juga menambahkan bahwa pahlawan itu adalah orang yang tidak memikirkan dirinya sendiri sebagaimana kita semua telah diingatkan oleh pendiri KH. Zaini Mun’im, bahwa “saya tidak ridho kalau ada santri saya yang hanya memikirkan urusan dirinya sendiri, tidak ridho kalau tidak berjuang di tengah-tengah masyarakat” dan itu adalah definisi pahlawan.

Santri Nurul Jadid harus bersedia belajar ketika sedang di pondok, belajar untuk mengalahkan kepentingan pribadinya untuk kepentingan yang lebih besar. Karena tanpa usaha untuk mengalahkan hawa nafsu, maka tidak akan pernah ada kemerdekaan negara kita ini dan tidak akan pernah terlahir pahlawan. Tidak ada ceritanya pahlawan yang memikirkan diri sendiri, sampai bersedia berkorban harta bahkan nyawa untuk kemerdekaan.

Menjadi pahlawan bukan berarti harus menonjolkan diri bahkan kita sudah diingatkan oleh Pengasuh Kedua KH. Hasyim Zaini “Jadilah orang berguna tapi jangan menonjolkan diri.” Itu salah satu ciri penting Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid yaitu tidak ada keinginan untuk menonjolkan diri, walaupun ketika oleh Allah SWT ditakdirkan untuk menjadi orang yang menonjol namun bukan atas dasar keinginan pribadi. Tidak menonjolkan diri bukan berarti tidak melakukan yang terbaik, namun lebih kepada makna tetap tawadu’ atau rendah hati serta tidak memaksakan diri untuk selalu tampil dan terlihat orang ketika melakukan kebaikan.

Dalam amanatnya, Ra Amak juga dawuh dalam memperingati hari santri ini atau resolusi jihad yang dicanangkan oleh Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari perlu kita konversi. Resolusi jihad pada masa Fathul Qashar adalah kewajiban fardhu ain untuk berjuang datang ke Surabaya berperang mempertaruhkan nyawa demi membela negeri ini. Saat ini, jihad kita adalah jihad belajar dalam pengertian seluas-luasnya.

Mengikuti upacara bendera merupakan bentuk jihad sederhana yang dapat kita lakukan saat ini selain juga sebuah proses pendidikan dan pembelajaran. Karena dalam upacara ini kita melakukan hal-hal, yang dalam kondisi normal, tidak kita sukai. Kita harus bersabar berjemur dan berpanas-panasan sampai upacara selesai. Dari sini, kita belajar menghilangkan ego yang merupakan bagian dari riyadhoh untuk tidak mengeluh, sebagaimana riyadhoh adalah ciri khas santri.

Merayakan hari santri, bukan hanya sebagai hari yang gebyar dan hura-hura, tapi lebih untuk menginternalisasi nilai-nilai yang diwariskan oleh para guru-guru dan para santri zaman dahulu, sehingga kita bisa menjadi santri seutuhnya, santri yang di dalamnya sudah terinternalisasi Trilogi dan Panca Kesadaran Santri.

Di akhir amanat beliau, Ra Amak mengingatkan jangan sampai kita hanya merayakan hari santri tapi kemudian tidak perhatian pada Furudhul Ainiyah, Tarqil Al-Kabair dan Husnul Adab ma’a Allah wa ma’a Al Khalqi. Beliau juga mengajak kita semua menjadikan momentum tahunan ini untuk  meningkatkan ghirrah kesantrian kita yaitu dengan mempraktikkan nilai yang terkandung dalam Trilogi dan Panca Kesadaran Santri.

(Humas Infokom)

eNJe Mart 2 Membuka Layanan Bayar Pajak untuk Santri dan Masyarakat

nuruljadid.net – Mulai saat ini eNJe Mart 2 yang terletak di utara Pos Utama Pesantren telah membuka layanan Bayar Pajak untuk santri, pengurus, dan masyarakat umum. Beberapa contoh diantaranya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Listrik, BPJS dan lain-lain.

Kepala Inkubasi Bisnis (INBIS) Pondok Pesantren Nurul Jadid Bapak H. Thahiruddin, M.Pd menjelaskan bahwa dalam rangka peningkatan layanan pesantren, eNJe Mart membuka layanan Samsat sebagai salah satu produk dari One Pesantren One Product (OPOP).

“untuk meningkatkan layanan pesantren kepada masyarakat, kini eNJe Mart membuka layanan pembayaran pajak yang merupakan produk dari Samsat OPOP Jawa Timur,” ungkapnya saat diwawancarai nuruljadid.net

Dengan hadirnya Samsat di lingkungan Pesantren ini, maka membuktikan bahwa produk pesantren bisa berupa jasa yang akan mempermudah akses para pengurus pesantren dan masyarakat sekitar untuk membayar pajak. Sebelumnya, jika membayar pajak harus keluar jauh, maka dengan hadirnya Samsat OPOP cukup dilakukan di pesantren dan lebih dekat. Dengan ini, pesantren senantiasa dapat berkhidmat memberikan manfaat lebih luas dan beragam.

“Alhamdulillah, hal-hal ini didukung oleh Samsat OPOP, saya rasa makin hari kita akan meluaskan layanan-layanan ini, karena Samsat sudah menggunakan sistem digitalisasi sebagaimana tujuan pengembangan pesantren ke depan yaitu digital services di semua sektor,” sambung Bapak Thahir.

Bapak Thahiruddin menandaskan, kalau dulu bayar pajak kendaraan harus keluar pondok maka sekarang di pondok sudah ada layanan Samsatnya yang bisa dimanfaatkan masyarakat, jamaah pesantren, dan lainnya.

 

(Humas Infokom)

Tim Paskibraka 22 Nurul Jadid Tampil Memukau pada Upacara HSN 2021

nuruljadid.net – Usaha memang tidak akan mengkhianati hasil. Begitulah kata yang pantas untuk  menggambarkan jerih payah Tim Paskibraka 22 Pondok Pesantren Nurul Jadid yang berhasil memukau peserta upacara pada gelaran Upacara Hari Santri Nasional  (HSN) ke-6 tahun 2021 (22/10) di Bumi Nurul Jadid.

Pasalnya, setelah menjalani proses latihan yang cukup singkat dan melelahkan, akhirnya Tim Paskibraka 22 Nurul Jadid dapat tampil maksimal dan memukau pada saat pelaksanaan Upacara HSN ke-6 tahun 2021 di Halaman Madrasah Aliyah Nurul Jadid.

Tim Paskibraka ini disebut pasukan 22, dikarenakan jumlah pasukan pengibar bendera merah putih ini terdiri dari 22 orang. Angka 22 dipilih untuk merepresentasikan tanggal peresmian Hari Santri Nasional yakni 22 Oktober 2015 oleh Presiden Jokowi dalam Kepres No. 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Pada tanggal tersebut juga bertepatan dengan tanggal Resolusi Jihad pertama kali diproklamirkan pada tahun 1945 silam.

Tim paskibraka dilatih intensif oleh Tim pelatih dari unsur Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Nurul Jadid. Mereka digembleng selama 13 hari sebelum hari puncak upacaranya. Tak kenal lelah dan terik matahari serta angin malam, mereka tetap bersemangat menunjukkan komitmen mereka dalam mengemban amanah sebagai bentuk pengabdian kepada pondok pesantren juga kepada bangsa dan negara secara umumnya.

(Tim Paskibraka 22 Nurul Jadid sedang melaksanakan tugas mengibarkan sang Merah Putih pada Upacara HSN 2021 di Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Sempat terjadi beberapa kali pergantian anggota paskibraka hingga acara H-2 dikarenakan sakit akibat kelelahan. Akhirnya tim pelatih memutuskan dan menganjurkan mereka untuk full istirahat di asrama dan periksa ke Klinik Azzainiyah milik pesantren agar tidak mengorbankan kondisi kesehatan yang lebih serius dan aktivitas mereka di pesantren. Alhasil, tidak ada masalah serius terkait kondisi kesehatan para anggota Paskibraka. Mereka juga difasilitasi vitamin C dan jamu malam sebelum tampil hari-H untuk meningkatkan stamina serta imunitas tubuh agar dapat tampil optimal.

Komandan Pleton Pasukan Saudara Muhammad Faizal Pratama sujud syukur pasca sukses memimpin pasukan mengibarkan sang merah putih. Fizal tak dapat mengungkapkan rasa syukurnya dengan kata-kata hanya mata berkaca-kaca yang terlihat ketika tim nuruljadid.net menghampiri Faizal yang tengah membersihkan dahinya yang kotor akibat debu setelah sujud syukur.

Tangis haru beberapa anggota Paskibraka tak terbendung, wajah merah dengan mata berkaca-kaca menjadi pemandangan nyata sesaat setelah mereka tuntas menyelesaikan tanggung jawab mengibarkan sang merah putih pada hari bersejarah kaum sarungan. Ucapan selamat dan apresiasi pun disampaikan oleh salah satu tim pelatih Menwa Unuja Saudara Miftahul Ulum yang sedari awal mendampingi mereka hingga puncak acara.

Gemuruh tepuk tangan dari seluruh peserta terdengar jelas sebagai apresiasi untuk tim Paskibraka 22 Nurul Jadid pasca sukses mengibarkan Sang Merah Putih pada pelaksanaan Upacara Hari Santri Nasional ke-6 tahun 2021.

 

(Humas Infokom)

Nurul Jadid Peringati Resolusi Jihad dengan Upacara Terbatas

nuruljadid.net – Hari Santri Nasional yang diselenggarakan setiap tahun sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo tahun 2015 menjadi hari penting bagi santri di seluruh Indonesia. Hari Santri adalah momentum Resolusi Jihad para kiai dan santri terdahulu dalam mengawal kemerdekaan Bangsa Indonesia yang puncaknya pada tanggal 10 November 1945.

Di hari santri nasional tahun ini, Pondok Pesantren Nurul Jadid tetap mengadakan upacara terbatas yang melibatkan pimpinan dan pengurus pesantren, pihak Universitas Nurul Jadid, kepala-kepala biro, kepala-kepala bagian dan sub bagian, kepala-kepala bidang dan kepala badan serta lembaga di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Upacara dimulai tepat pukul 07.30 WIB sesuai jadwal yang telah ditentukan setelah sebelumnya dilakukan gladi bersih untuk memastikan segala sesuatunya siap untuk siaran langsung. Pelaksanaan upacara bertempat di halaman MA Nurul Jadid yang diikuti oleh santri perwakilan asrama putra pusat yang mayoritas dari program Idadiyah dan Awwaliyah.

(Paskibraka 22 sesaat setelah melakukan pengibaran bendera pada acara Hari Santri Nasional ke-6 tahun 2021)

Pengibaran bendera merah putih berjalan dengan spektakuler dan khidmat yang dibawakan oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) 22. Jumlah 22 merupakan interpretasi tanggal lahirnya resolusi jihad. Paskibraka 22 adalah santri pilihan Pondok Pesantren Nurul Jadid yang digembleng intensif oleh Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Nurul Jadid.

Tim paduan suara Excellent Mars Club (EMC) SMA Nurul Jadid ambil peran menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk mengiringi pengibaran bendera dengan sangat baik. Tidak hanya itu, tim padus ini juga menyanyikan lagu mars Nurul Jadid, Syubbanul Wathon dan lagu Hari Santri Nasional.

Prosesi upacara berjalan dengan lancar dan khidmat. Kepala Biro Pendidikan Dr. K. Moh. Imdad Rabbani, M.Th.I bertindak selaku Inspektur Upacara dalam amanat upacara mengajak kita semua dalam memperingati resolusi jihad untuk tetap mengobarkan semangat juang.

“marilah dalam memperingati Hari Santri ini, resolusi jihad yang dicanangkan oleh hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari, hari ini kita konversi. Kalau dulu resolusi jihad adalah kewajiban fardu ‘ain dimana santri datang ke Surabaya ikut berperang mempertaruhkan nyawa membela negeri ini. Saat ini, jihad kita adalah jihad belajar dalam pengertian seluas-luasnya,” dawuh K. Moh. Imdad Robbani

Kiai Imdad menambahkan, mengikuti upacara bendera HSN ini merupakan proses pendidikan dan proses belajar, karena setiap peserta yang hadir harus bersabar berdiri menunggu upacara selesai. Dalam bersabar kita harus bisa menghilangkan ego untuk tidak mengeluh, yang semuanya itu adalah termasuk riyadhoh.

Pada penghujung upacara, panitia mengumumkan pemenang Santri Berprestasi Nurul Jadid dan pemenang Gebyar Hari Santri Nasional. Penobatan para pemenang disaksikan oleh seluruh santri peserta upacara dengan harapan dapat memotivasi semangat berprestasi dan berkarya santri di berbagai disiplin ilmu selama mondok di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

(Humas Infokom)

KH. Fahmi AHZ Gembleng Spiritual Santri Lewat Safari Sholawat 40 Malam

nuruljadid.net – Awal memasuki bulan Robiul Awwal 1443 H bertepatan tanggal 08 Oktober 2021, Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid yang dipimpin oleh KH. Fahmi AHZ mengadakan Safari Sholawat selama 40 malam dengan pembacaan Simtuddurror di setiap wilayah asrama santri putra pusat secara bergilir.

Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ menyampaikan safari sholawat ini adalah sebuah bentuk Riyadah Maulid selama 40 malam dengan harapan terbentuknya karakter luhur santri Nurul Jadid.

“Kami mengadakan Safari Maulid sebagai bentuk riyadah santri dan pengurus di bulan Maulid agar ada perbaikan karakter, hati dan jiwa dari masing-masing pribadi santri. Ini juga merupakan kegiatan pembinaan karakter baik untuk santri di bulan yang mulia ini,” dawuh KH. Fahmi AHZ.

(Kepala Biro Kepesantrenan KH. Fahmi AHZ bersama Kepala Biro Pendidikan K. Moh. Imdad Robbani didampingi ustadz Misbahul Munir Ratib dan Ustadz Musthofa saat pembacaan simtudduror)

Safari sholawat dilakukan setiap malam ba’da isyak oleh seluruh pengurus pesantren dan santri di asrama wilayah yang sebelumnya telah terjadwal. Nampak juga Kepala Biro Pendidikan K. Moh. Imdad Robbani ikut membersamai kegiatan safari sholawat di beberapa asrama wilayah. Sholawat Nabi yang dibawakan adalah Sholawat Simtudduror karangan Habib Ali Bin Muhammad Alhabsyi. Kegiatan ini bisa diikuti oleh seluruh pengurus pesantren dan wali asuh yang tidak udzur.

Santri dan pengurus menyambut kegiatan Safari Sholawat ini dengan antusias sebagaimana disampaikan oleh Ustaz Misbahul Munir Ratib. “Alhamdulillah kegiatan ini sangat positif dan direspon baik oleh santri serta pengurus asrama sehingga dapat berjalan dengan lancar dalam rangka menghidupkan bulan kelahiran manusia mulia Nabi Muhammad SAW.” ungkap ustaz Misbah.

Selain itu, banyak hikmah dan keutamaan dengan datangnya bulan robiul awal atau maulid ini yaitu disunnahkan perbanyak membaca sholawat, banyak berkah karena banyak majelis digelar untuk memperingati hari kelahiran Nabi, meningkatkan kecintaan kita kepada Rosulullah, mendapatkan rahmad dari Allah SWT, dan perbanyak amal kebaikan kepada sesama makhluq baik hewan, tumbuhan, lebih-lebih kepada manusia. Semoga kita semua tergolong ummat yang mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW sampai hari kiamat beserta ridho Allah SWT.

(Humas Infokom)

Gagal Libur, Nurul Jadid Gelar Gebyar Hari Santri Nasional

nuruljadid.net – Pasca surat edaran peniadaan liburan Maulid, Panitia Hari Santri Nasional ke-6 tahun 2021 Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar Gebyar Hari Santri Nasional dengan berbagai macam rangkaian kegiatan edutainment mulai dari perlombaan akademik, keagaman, sastra sampai dengan lomba kreativitas literasi santri.

Gebyar HSN 2021 ini merupakan kegiatan gabungan antara Panji Pelopor dan Forum Komunikasi OSIS (FKO) Nurul Jadid di bawah koordinasi Bagian Humas dan Protokoler (Humpro) Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan yang digelar selama hampir sebulan ini dimulai sejak tanggal 07 s.d 26 Oktober 2021 nanti.

Adapun rangkaian kegiatan Gebyar HSN ini meliputi Pemilihan Santri Berprestasi, Lomba Karya Sastra Santri, Lomba Karya Insan Pers Siswa, Lomba Cerdas-Cermat, Seminar HSN, Malam Maulid Agung, Upacara HSN dan Penobatan Pemenang, Live Special Maulid dan diakhiri dengan Nonton Bareng Film Santri.

Ketua Panitia Ahmad Zainul Khofi menyamaikan tujuan pelaksanaan Gebyar HSN ini untuk memeriahkan dan menyambut peringatan Resolusi Jihad atau Hari Santri Nasional sekaligus Bulan Kelahiran Nabi.

“Tujuan kami menggelar Gebyar HSN ini selain untuk memeriahkan peringatan HSN juga menghidupkan bulan kelahiran Nabi serta memberikan hiburan kepada santri Nurul Jadid dengan perlombaan mengasah bakat dan kompetensi mereka agar lupa dengan kecewa karena gagal libur Maulid,” ungkap Khofi kepada nuruljadid.net

Peringatan Hari Santri Nasional merupakan kegiatan rutin tahunan pesantren untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan para syuhadak yang mengorbankan harta benda dan bahkan nyawanya demi kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Harapannya Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid dapat merefleksikan nilai dan semangat juang kiai dan santri terdahulu yang loyal dan berintegritas untuk Agama, Nusa dan Bangsanya. Karena seyogyanya santri adalah bagian dari elemen bangsa yang juga bertanggung jawab mengisi kemerdekaan dengan karya dan kontribusi nyata demi kemaslahatan bersama.

 

(Humas Infokom)

Pengurus Putri Laksanakan Pelantikan Bersama Pasca Paripurna

nuruljadid.net – Pelatikan bersama pengurus putri Pondok Pesantren Nurul Jadid pertama kali digelar meliputi 4 wilayah Azzainiyah, Al Hasyimiyah, An-Nafi’iyah dan Nasyiatul Hamidiyah masa khidmat 2021-2023 hari jum’at (01/10/2021) di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Kegiatan pelantikan bersama ini merupakan implementasi kecil dari kebijakan sentralisasi dan efisiensi anggaran, karena sebelumnya masing-masing wilayah mengadakan pelantikan secara terpisah. Selain untuk efektifitas dan efisiensi kegiatan, pelantikan bersama ini merupakan salah satu bentuk sederhana untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi pengurus Putri antar wilayah.

Tepat pukul 18.30 WIB acara pelantikan dimulai, dibawah komando Biro Kepesantren Putri Bidang Tata Kelola Wilayah. Ustazah Siti Maknunah selaku Wakabid. Tata Kelola Wilayah dan PIC kegiatan pelantikan ini menyampaikan rasa syukur atas sukses terselenggarakannya kegiatan ini. “Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa menyelenggarakan Pelantikan Bersama ini dengan bantuan dan kekompakan tim panitia di balik layar, karena tanpa dukungan semua pihak terutama ahlul bait, kegiatan ini tidak akan berjalan sesuai harapan bersama,” pungkasnya.

(Waka. Biktren putri Ny. Mamnuhaturrahmah memberikan sambutan pada pelantikan bersama pengurus wilayah putri)

Pelantikan Bersama ini tidak lepas dari arahan pimpinan Biro Kepesantrenan putri dalam hal ini Waka. Biktren Ny. Mamnuhaturrahmah yang turut berpartisipasi aktif memberikan masukan dan mengkoordinir tim demi suksesnya pelaksanaan kegiatan pelantikan yang melibatkan 4 wilayah putri dari total 8 wilayah, 4 wilayah lainnya adalah wilayah satelit (non-pusat).

Rangkaian kegiatan ini merupakan kegiatan paripurna dari seluruh proses agenda reformasi di wilayah putri. Sebelumnya telah dilaksanakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) oleh pengurus demisioner, dilanjutkan pemilihan tertutup , kampanye, pemilu raya, penghitungan suara, penyusunan struktur kepengurusan dan diparipurnai dengan kegiatan pelantikan bersama ini

Kegiatan ini berjalan dengan khidmat dan lancar yang dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus pusat putri dan pembina daerah dari masing masing wilayah.

(Humas Infokom)

Tingkatkan Efektifitas Kinerja, Banwas Nurul Jadid Lakukan Audit Internal

nuruljadid.net – Badan Pengawas (Banwas) Pondok Pesantren Nurul Jadid melakukan audit internal pada satuan kerja yang meliputi lembaga pendidikan dan satuan kerja pesantren. Pelaksanaan audit internal perdana pasca bimtek itu dilakukan dalam dua hari pada tanggal 18 dan 21 September 2021 oleh pengurus internal Banwas Nurul Jadid yang dipimpin oleh KH. Dr. Moh. Mahfudz Faqih, M.Si. Beberapa lembaga pendidikan dan satker yang telah diaudit diantaranya SMP Nurul Jadid, SMK Nurul Jadid, MI Nurul Mun’im dan Mahkamah Pesantren.

Audit internal ini bertujuan untuk membantu meningkatkan manajemen masing-masing satuan kerja lebih efektif. Pada prosesnya, audit internal melaksanakan analisis dan memberikan saran serta penilaian demi mendukung pencapaian tujuan bersama (common goals). Tujuan yang perlu dicapai harus berdasarkan Rencana Strategis (Renstra), Arah Kebijakan Umum Pengasuh (AKUP) dan Program Induk Pesantren (PIP). Sehingga dengan adanya evaluasi dan audit internal ini satiap satker dapat menuju ke arah yang telah ditentukan bersama-sama.

(Anggota Tim Banwas Nurul Jadid sedang melakukan audit di kantor Mahkamah Nurul Jadid)

Berdasarkan Peraturan Kepala (PerKep) Pondok Pesantren Nurul Jadid Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kepengawasan bahwa tujuan pengawasan secara spesifik adalah untuk mengurangi dan menanggulangi masalah yang berhubungan dengan penyalahgunaan wewenang dan segala bentuk penyelewengan demi memastikan ketercapaian pelaksanaan program pesantren.

Hasil dari audit internal ini laporan proses dan hasil program pesantren secara menyeluruh dari lintas satker sebagai rekomendasi untuk menyusun program pesantren periode berikutnya. Harapannya dengan pelaksanaan audit internal dapat sejalan dengan peningkatan kualitas program dan layanan pesantren kepada seluruh warga pesantren khususnya santri dan masyarakat.

Sasaran pengawasan adalah satuan kerja dan atau Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di lingkungan pesantren. Sedangkan ruang lingkup pengawasan diantaranya Pengawasan Keuangan, Pengawasan Program, Pengawasan Aset dan Pengawasan Pengelolaan SDM.

(Anggota tim Banwas Nurul Jadid sedang melakukan audit kepada kepala TU SMK Nurul Jadid)

Tiga tahapan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Nurul Jadid meliputi 3 P yaitu Persiapan, Pelaksanaan dan Pelaporan. Pada tahap persiapan dilakukan koordinasi rencana audit, telaah informasi dan penyusunan KKP; Ketika pelaksanaan pengawas melakukan entry briefing, audit dan exit briefing; untuk tahap akhir dilakukan pelaporan secara tertulis dan diserahkan langsung kepada kepala pesantren.

Untuk audit internal ini masih akan berlangsung 5 hari lagi ke satuan kerja lainnya dengan pembentukan Tim Ad Hoc yang ditunjuk oleh pimpinan Badan Pengawas untuk efisiensi kerja di lapangan. Sehingga dapat segera dilaporkan ditindaklanjuti untuk persiapan evaluasi akhir tahun dalam merencanakan AKUP untuk tahun taqwim yang akan datang.

(Humas Infokom)

KH. Abd. Hamid Wahid: Alhamdulillah Bersama Mengikhtiarkan Segera Keluar dari Krisis Covid-19

nuruljadid.net – KH. Abdul Hamid Wahid Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid beserta Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini menyambut antusias kedatangan Tim Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) pada Rabu, 22 September 2021. Tim Kodiklatal tersebut juga mengadakan Serbuan Seribu Vaksin bagi Santri dan Masyarakat Umum sekitar Pesantren guna percepatan kekebalan kelompok (herd immunity) dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun TNI AL ke-76.

Kepala Pesantren dan pengasuh beserta Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid menghadiri acara seremonial tersebut dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat untuk mengikuti Video Conference (Vidcon) bersama Komandan Kodiklatal yang hadir secara virtual dan Wakil Komandan Kodiklatal beserta Pejabat Kodiklatal lainnya secara langsung di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 (Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid saat memberikan sambutan pada acara seremonial Serbuan Vaksnin Maritim di Aula 1 PPNJ)

Dalam sambutannya, KH. Abdul Hamid Wahid Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid memberikan apresiasi bahwa Kegiatan Serbuan Seribu Vaksin Maritim memberikan banyak manfaat bagi santri dan masyarakat sekitar pesantren.

“Serbuan ini adalah serbuan yang menyenangkan, karena pada umumnya serbuan itu menakutkan. Mungkin karena istilah ini digunakan oleh TNI. Namun karena ini serbuan vaksin yang memberi manfaat maka hal ini menjadi menyenangkan” ungkap KH. Abd. Hamid Wahid.

Setelah acara pembukaan tersebut, Kepala beserta Pimpinan Pesantren dan Pejabat Kodiklatal melakukan visitasi peserta vaksin, dilanjutkan kunjungan ke asrama santri dan kampus Unuja. Usai kunjungan, Kepala Pesantren bersama rombongan melakukan Konferensi Pers di depan Gedung Rektorat UNUJA.

Dalam konferensi pers tersebut, Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid menyampaikan bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid telah menjadi bagian dari masyarakat dan negara untuk turut berkontribusi bersama meningkakan herd immunity masyarakat Indonesia agar bisa segera keluar dari krisis Pandemi COVID-19 ini.

 “Alhamdulillah, pastinya Pondok Pesantren Nurul Jadid merasa berbahagia dan bangga karena bisa ikut bersama-sama menjadi bagian dari masyarakat dan bangsa untuk mengikhtiarkan bagaimana kita bisa keluar lebih cepat dari krisis COVID-19 ini dengan menciptakan kekebalan imunitas” ungkap Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid saat diwawancarai oleh awak media.

Lanjut, KH. Abdul Hamid Wahid juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Tim Kodiklatal yang telah mengadakan Serbuan Seribu Vaksin Maritim di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Kegiatan ini banyak memberikan manfaat, kami, Pesantren, Santri, dan Masyarakat merasa sangat terbantu. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada Kodiklatal yang telah mengadakan kegiatan Serbuan Seribu Vaksin di Pondok Pesantren Nurul Jadid.” imbuhnya.

(Wadan Kodiklatal Laksamana Muda TNI Agus Hariadi bersama Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini, Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid, Direktur Klinik Az-Zainiyah Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah, Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil dan Pejabat Utama Kodiklatal lainnya melakukan sesi foto bersama)

Menutup kegiatan Konferensi Pers siang itu (22/09). Kepala Pesantren juga menjelaskan bahwa vaksinasi ini akan dilakukan kedepannya secara bertahap dengan berbagai pihak untuk tercapainya 100 % santri Nurul Jadid tervaksin.

“Jadi sampai saat ini sudah terdapat 3.000-an Santri yang sudah divaksin dari total santri sekitar 11.000-an. Namun itu masih rendah sekali. Kemarin kami juga pernah mengadakan vaksinasi Santri, namun itu bukan vaksin tipe sinovac, jadi tidak dikhususkan untuk anak yang berusia di bawah 18 tahun. Jadi kami akan mengadakan kegiatan vaksinasi santri dengan tipe vaksin sinovac secara bertahap ke depannya bersama beberapa pihak yang ingin turut membantu,” ungkap Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

(Humas Infokom)

Komandan Kodiklatal Apresiasi Serbuan Vaksin di Nurul Jadid secara Virtual

nuruljadid.net – Tepat pukul 08.30 WIB rombongan Pejabat Utama Kodiklatal tiba di Pondok Pesantren Nurul Jadid langsung menuju ruang transit di lantai 1 gedung Rektorat Unuja (22/09). Kedatangan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) untuk menyelenggarakan kegiatan Serbuan Vaksin Maritim dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun TNI Angkatan Laut yang ke-76 Tahun 2021. Kegiatan ini didesain secara hybrid system gabungan luring dan video acara secara daring bersama Komandan Kodiklatal Laksamana Madya Nurhidayat, S.H., M.A.P yang hadir secara virtual.

Dalam sambutannya, Komandan Kodiklatal Laksamana Madya TNI Nurhidayat mengungkapkan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri secara langsung kepada pihak pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Mohon maaf saya tidak bisa hadir langsung. Ini bukan hanya semata-mata menggelar vaksinasi namun juga menyambung silaturahmi dengan santri dan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid,” jelas Laksamana Madya TNI Nurhidayat saat memberikan sambutan dalam vidcon.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi barokah bagi kita semua,” imbuhnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa sebenarnya telah terjalin kedekatan antara TNI AL dengan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Oleh karenanya, ada nilai lebih selain tujuan utama melaksanakan serbuan vaksinasi yakni, menjaga tali silaturrahmi agar nilai kekeluargaan tidak terputus dan bisa saling membantu di kemudian hari.

(Kondisi acara seremonial dengan Vidcon bersama Komandan Kodiklatal Laksamana Madya TNI Nurhidayat, S.H., M.A.P di Aula 1 PPNJ)

Menyaksikan lokasi acara secara virtual, Laksamana Madya TNI Nurhidayat memberikan apresiasi kepada pihak pesantren. “Terimakasih telah menerima dan menyambut kami dengan sangat baik. Disana ada karpet merah, kursi dan ruangan yang begitu mewah. menunjukkan keseriusan dalam menyambut kedatangan kami.” pungkasnya

Sementara itu, Wakil Komandan Kodiklatal Laksamana Muda TNI Agus Hariadi menyebutkan, kegiatan ini digelar untuk memperingati HUT TNI AL ke-76.

“Sesuai dengan Program Prioritas dari Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, yaitu agar mengerahkan seluruh upaya untuk berperan aktif mendukung program pemerintah dalam upaya penanganan Covid-19 di Indonesia salah satunya dengan vaksinasi,” terang Laksamana Muda TNI Agus Hariadi.

Di ujung sambutannya Wakil Komandan Kodiklatal menanggapi sambutan Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Abd. Hamid Wahid yang berharap kegiatan ini tidak hanya berakhir setelah giat serbuan vaksinasi ini saja. Akan tetapi, bisa berlanjut dengan kegiatan lain ke depannya. Mengingat bahwa juga banyak dari kalangan santri yang ingin bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL).

“Kami membuka dengan hati lapang, bagi yang ingin bergabung dengan Kodiklakal, akan kami guide nanti supaya bisa dilolos,” imbuh Agus Hariadi.

Adapun Tema yang diusung dalam peringatan HUT TNI AL ke-76 adalah “Dengan semangat Jalesveva Jayamahe, TNI Angkatan Laut siap mewujudkan Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh”.

(Wadan Kodiklatal, Dandim 0820 Probolinggo dan Kapolres Probolinggo melakukan kunjungan ke asrama santri didampingi pengasuh dan kepala pesantren)

Untuk menghindari penyebaran Covid-19, selama pelaksanaan kegiatan pihak Pondok Pesantren Nurul Jadid mengharuskan seluruh tim TNI AL yang hadir menerapkan protokol kesehatan secara ketat, di antaranya mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas. Pihak pesantren juga mewajibkan seluruh pihak yang terlibat termasuk peserta vaksin dari luar untuk melaksanakan Test Swab atau GeNose sebelum masuk ke area Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

 

(Humas Infokom)