Kiai Maimun Ajak Santri Ingat Ilmu Bukan Ingat Rumah

nuruljadid.net- Pelaksanaan kegiatan pembukaan kegiatan masa karantina di Aula Pesantren II diikuti kurang lebih 210 santri putra, Sabtu malam (11/07). Beberapa rangkaian kegiatan menghiasi acara pembukaan mulai dari ice breaking dan kegiatan seremonial.

Pada kegiatan tersebut KH. Makki Maimun Hasan Abdul Wafi mengajak santri agar tidak mengingat rumah supaya cepat kerasan di pesantren.

“Saya berharap kalian semua untuk melupakan rumahnya dan mengingat akhlak dan ilmu agar kerasan disini (pesantren),” Kata Kiai Maimun.

Kiai Maimun menambahkan, untuk mencegah terjangkitnya covid-19 semua santri harus mengikuti senam pagi agar badan sehat bugar. Sebab dengan hal itu ketahanan tubuh semakin kuat.

Senada dengan Kiai Maimun, Ustadz Dimas Eko Cahyono mengatakan, ice breaking merupakan bagian dari cara kita (pengurus) untuk menghilangkan pikiran santri yang akan menghantarkan santri bisa tidak kerasan karena ingat rumahnya.

“Alhamdulillah peserta sangat antusias dalam kegiatan tersebut.
Pada kegiatan itu ada 2 santri yang kami panggil maju kedepan sembari menanyakan kesan-kesan selama dirumah dan alhamdulillah semuanya baik dan menyenangkan,” Tutur Ustadz Dimas.

 

Pewarta : PM

Do’a Bersama Cegah Covid-19 Sebelum Sholat Tahajjud

nuruljadid.net- Pelaksanaan sholat jama’ah tahajjud dilaksanakan oleh beberapa pengurus yang mendampingi di tempat karantina santri. Pada kegiatan ini merupakan kesempatan untuk melatih pembiasaan terhadap santri dalam melaksanakan sholat tahajjud berjamaah bersama teman-temannya pasca kembalinya ke Pondok Pesantren. Kami (pengurus) menyakini mereka (santri) melaksanakan sholat tahajjud di rumahnya masing-masing, tapi mungkin tidak berjamaah seperti di pesantren, Hal ini diungkapkan Ustadz Dimas Eko Cahyono salah satu Pengurus Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Menurutnya, santri sudah mulai dibanguni untuk melaksanakan sholat tahajud pukul 03.00 WIB. Setelah itu diarahkan menuju Musalla Riyadhus Sholihin.

“Ya, semua santri yang ada di karantina ikut sholat tahajud. Dan kebetulan saya menjadi imam.” Tegas Ustadz Dimas.

Sebelum pelaksanaan sholat tahajud santri melakukan doa bersama cegah covid-19 dan doa memohon kepada Allah agar pandemi covid-19 saat ini segera berakhir,” Sambungnya.

Setelah sholat tahajud santri melanjutkan bacaan kalimat-kalimat thoyyibahnya sampai waktu subuh tiba,” Imbuhnya

 

Pewarta : PM

eNJe Mart 2 Siap Buka 24 Jam

nuruljadid.net- Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo tidak hanya menangani berkait masalah pendidikan semata tapi juga memikirkan tentang pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Adanya pembangunan eNJe Mart 2 ini sebagai bukti bahwa pesantren terus berupaya memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini disampaikan Ustadz Agus Fanani Kepala Bidang Usaha Biro Pengembangan Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Sabtu malam (11/07) kepada nuruljadid.net.

Agus menambahkan, di eNJe Mart 2 ini pesantren menyediakan sembako dan semua kebutuhan masyarakat. Juga melayani simpanan bekal santri. Insya Allah siap buka 24 Jam.

Untuk eNJe Mart I dikhususkan kepada santri di dalam Pesantren sehingga santri tidak harus datang kesini (eNJe Mart 2) apabila ingin belanja,” Sambungnya.

eNJe Mart 2 bertempat disebelah utara Pos I jalan menuju kampus Universitas Nurul Jadid.

“Silahkan bagi masyarakat yang mau belanja disitu. Insya Allah harga bisa bersaing dengan toko sembako yang ada. Lounching dan mulai dibuka, Ahad 12 Juli 2020,” Tambahnya.

Pewarta : PM

Kiai Zuhri; Dakwah Islam Itu Tidak Radikal

nuruljadid.net- Hijrah itu tsaurah yaitu  perubahan sangat cepat.  Dakwah itu merupakan  perubahan dari  arah yang kurang baik kepada arah yang baik. Hal ini disampaikan KH. Moh. Zuhri Zaini pada pengajian kitab al-Qudwatul Hasanah, Sabtu sore (11/07) di Masjid Jami’ Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Menurutnya, perjuangan melawan penjajah belanda adalah revolusi, oleh karena itu Bung Karno disebut pemimpin revolusi.

Saat itu, Indonesia tertekan karena dijajah makanya melakukan perlawanan. Andaikan belanda hanya berdagang tidak menjajah di Indonesia tidak mungkin terjadi revolusi,” Sambung Kiai Zuhri.

Kiai Zuhri melanjutkan, begitu juga yang dilakukan Nabi dan para sahabat. Awalnya Nabi melaksanakan dakwah biasa-biasa saja karena ada respon dari masyarakat seperti penindasan, kekerasan, permusuhan itu mendorong akhirnya Nabi melawan juga. Itu jangan dipahami bahwa dakwah islam itu radikal.

Di Indonesia tidak ada revolusi dakwah saat ini. Sebab tidak ada hal-hal yang mendorong untuk melaksanakan hal itu,” Sambungnya.

Revolusi itu jangan diartikan kekerasan sebab dakwah tidak harus dengan kekerasan. Orang musyrik memusuhi orang beriman dengan cara mengancam, memboikot dalam hal akidah bukan masalah harta dan rebutan jabatan. Jadi kalau ada peperangan antara orang islam dan oranf musyrik karena ulah orang musyrik dengan cara memusuhi orang Islam.

Orang musyrik memaksakan keyakinannya untuk diikuti oleh Nabi dan yang lainnya dengan cara menyiksa. Sementara ajakan dakwah Nabi biasa-biasa saja,” Tegas Kiai Zuhri.

 

Pewarta : PM

Santri Nurul Jadid Sholat Jama’ah Dengan Physical Distancing

nuruljadid.net- Pelaksanaan sholat jama’ah maghrib perdana santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo dilaksanakan bertempat di Musalla Riyadhus Sholihin (MulTim), Sabtu (11/07).

Ketua Gugus Tugas Cegah Covid-19 Ustadz Abdul Kholid Fauzi menyampaikan, physical distancing harus tetap dilakukan meskipun dalam keadaan melaksanakan sholat. Ini merupakan salah satu protokol kesehatan covid-19 yang menjadi protap di Pesantren Nurul Jadid.

Ustad Kholid menambahkan, upaya ini merupakan cara dalam mencegah menyebarnya covid-19.

Tidak hanya dalam melaksanakan sholat harus memperhatikan protokol kesehatan covid-19 namun ditempat karantina santri juga harus terus diupayakan agar santri menerapkan protokol kesehatan tersebut.

Ustadz Fathollatif Kepala Bidang Penataan Wilayah terus mendampingi dan mensosialisasikan kepada santri di ruang karantina supaya mereka (santri) benar-benar menerapkan protap kesehatan covid-19 yang dibuat oleh Pesantren.

“Mereka (santri) mengikuti dengan baik bahkan diantara mereka ada yang berterima kasih kepada Pesantren yang telah berupaya memutus mata rantai penyebaran corona virus,” Kata Ustadz Fathollatif.

 

Pewarta : PM

Kembali Ke Pesantren, Santri Nurul Jadid Dilepas Wali Kota Probolinggo

nuruljadid.net- Setelah mengembalikan pengurus wilayah dan wali asuh santri, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo selanjutnya mengembalikan santri baik putra maupun putri secara bertahap  setelah pesantren memberikan waktu libur panjang kepada para santri pada masa pandemi  covid-19.

Pada tanggal 10-11 Juli 2020 kedatangan sebagian santri yang masuk pada tahap I dengan pembagian zona yang telah ditentukan oleh pesantren, Hal ini dituturkan oleh Ustadz Fathollatif Kepala Bidang Penataan Wilayah Biro Kepesantrenan Nurul Jadid.

Sementara kebijakan Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam mengembalikan santrinya ke pesantren dilengkapi dengan kewajiban memperhatikan protokol kesehatan yang dibuat oleh pesantren mendapat respon positif dari beberapa instansi pemerintah dan lembaga swasta lainnya.

Salah satunya yang memberikan respon sekaligus apresiasi adalah Pemerintah Kota Probolinggo. Terbukti, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin memberikan pelayanan rapid test secara gratis kepada seluruh santri Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pelepasan Kembalinya Santri Nurul Jadid, Dihadiri Wali Kota Habib Hadi bertempat di RS Nahdlaul Ulama Jalan Mastrip, ratusan santri putra Pondok Pesantren Nurul Jadid berasal dari Kota Probolinggo dan sekitarnya yang akan kembali ke pondok, dilepas secara seremonial. Wali Kota Hadi Zainal Abidin pun ikut menghadiri undangan pelepasan santri tersebut, Sabtu pagi (11/7).

Disamping itu, Habib Hadi Zainal Abidin ikut melepas keberangkatan santri menuju Pesantren Nurul Jadid sekaligus memberikan fasilitas kendaraan untuk mengantarkan hingga tiba di pesantren.

“Alhamdulillah, Wali Kota Probolinggo Habib Zainal Abidin ikut mdndampingi pelepasan keberangkatan santri menuju Pesantren,” Kata salah Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid melalui Facebook resmi P4NJ Kota Probolinggo.

 

Pewarta : PM

Kehadiranmu Kami Tunggu di Nurul Jadid

nuruljadid.net- Menjelang kedatangan santri di Pesantren, Gugus Tugas Cegah Covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo mengingatkan agar santri memperhatikan protokol kesehatan melalui meme yang dikeluarkan oleh Gugas Covid-19 Nurul Jadid, Kamis (09/07).

Ustadz Ahmad Kholid Fauzi Ketua Gugas Covid-19 PPNJ menuturkan, adanya meme ini kita berharap santri bisa membaca dan memperhatikan dengan sebaik-baiknya. Tentu ini sebagai penguat dari protokol kesehatan covid-19 yang telah dikeluarkan oleh pesantren beberapa bulan yang lalu.

Menurutnya, informasi semacam ini harus terus digelontorkan supaya santri tidak mengentengkan adanya protokol kesehatan sebab hal ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah menyebarnya covid-19.

Masih kata Kholid, semua orang yang terlibat dal hal ini perlu mensosialisasikan protokol kesehatan. Sebut saja, wali santri, Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Gugas Covid-19 PPNJ dan yang lain.

“Kita semua harus kompak agar penanganan Cegah Covid-19 benar-benar maksimal,” Tambahnya.

 

Pewarta : PM

 

Gugas Covid-19 Nurul Jadid Berikan Pembekalan Kepada Wali Asuh

nuruljadid.net- Kembalinya santri ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Jumat (10/07) harus benar-benar mendapatkan perhatian khusus dari pengurus pesantren dan wali asuh. Di tengah pandemi covid-19 saat ini butuh pelayanan ekstra dalam segala hal mulai dari pendampingan, pembinaan dan pelayanan agar santri lebih kerasan dan nyaman pada masa karantina selama 14 hari kedepan, hal ini disampaikan Ustadz Ahmad Kholid Fauzi Ketua Gugus Tugas Cegah Covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid saat di konfirmasi melalui saluran telepon oleh nuruljadid.net.

Kholid melanjutkan, pembekalan ini salah satunya berisi tentang cara memberikan pelayanan psikologis kepada santri pada masa karantina, memberikan kegiatan yang tidak menjenuhkan dan pelayanan-pelayanan lain yang ada keterkaitan dengan pencegahan covid-19.

Briefing itu oleh beberapa dokter Klinik Az-zainiyah dan di dampingi oleh Gugas Covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid,” Imbuhnya.

Masih kata Ustadz Kholid, sebanyak kurang lebih 1000 (seribu) pengurus dan wali asuh putra-putri kita beri pembekalan bertempat di Aula Pesantren II. Dengan ini kita berharap pengurus maupun wali asuh mampu memberikan layanan terbaik bagi mereka (santri).

Ini tahap pertama santri (bukan pengurus atau wali asuh) kembali ke pesantren dan 14 hari berikutnya kembalian santri tahap ke II dan begitu seterusnya,” Kata Ustadz Kholid diakhir pembicaraannya.

 

Pewarta : PM

 

Orang Berbeda Keyakinan Dengan Kita Tidak Boleh Dimusuhi, Ini Penjelasan KH. Moh. Zuhri Zaini

nuruljadid.net- Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton Probolinggo KH. Moh. Zuhri Zaini dalam pengajian kitab al-Qudwatul Hasanah, Kamis sore (09/07) di Masjid Jami’  Jadid Nurul Jadid menjelaskan tentang pentingnya belajar akidah dengan baik.

Menurutnya, pelajaran akidah sekarang kurang diperhatikan termasuk di pesantren dan lebih banyak belajar fiqh. Padahal orang yang akidahnya lemah atau tidak baik ia tidak akan istikamah di dalam melaksanakan sholat.

Kiai Zuhri menuturkan, amal dan iman ada hubungan timbal balik. Ketika orang beramal baik biasanya menimbulkan iman. Tentu sebelumnya harus iman ditanamkan. Karena itu kenapa bayi waktu baru lahir dibacain adzan yang ada syahadatnya, itu merupakan pendidikan iman sekalipun bayi tersebut tidak bisa memahami secara utuh tapi itu ada pengaruhnya.

Masih kata beliau, tentu belajar akidah harus hati-hati kalau keliru akidahnya itu berbahaya.

Akidahnya kuat tapi keliru itu bahaya. Akidanya benar tapi tidak kuat itu tidak akan mendorong apa-apa. Jadi, akidah itu harus benar dan kuat,” Tegas Kiai Zuhri.

Kiai low profile ini melanjutkan, kita harus mengikuti ahlu sunnah waljamaah yaitu apa yang diamalkan oleh Nabi dan sahabatnya juga pendapat  mayoritas setelahnya tidak bisa berpendapat sendiri.

Masih menurut Kiai Zuhri, kita dalam belajar akidah harus benar. Ketika ada orang tua berbeda akidah dengan anaknya kemudian anaknya memusuhi itu tidak benar. Kalau ada orang yang berbeda keyakinan dengan kita, maka kita tidak boleh memusuhi apalagi itu orang tua. Memang Allah dan Rasulnya adalah prioritas tapi kita tetap menjaga hubungan baik dengan sesama lebih-lebih kepada orang tua.

Sekarang banyak orang yang memusuhi orang lain karena berbeda keyakinan sekalipun itu orang tuanya, itu kebablasan,” Tuturnya.

 

Pewarta: PM

 

 

 

KH. Moh. Zuhri Zaini; Orang Yang Memiliki Semangat Dakwah Tidak Akan Gentar Menghadapi Apapun Meskipun Kematian

nuruljadid.net- Hijrah diartikan menurut kebiasaan berpindah dari kampung, tempat dan meninggalkan keluarga. Hijrah bukan sekedar itu tapi meninggalkan sesuatu yang dilarang oleh Allah, Kata KH. Moh. Zuhri Zaini pada pengajian kitab al-Qudwatul Hasanah, Kamis sore (09/07) di Masjid Jami’ Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Kiai Zuhri melanjutkan, hanya kadang-kadang apabila seseorang tidak menjadi baik akibat perilaku masyarakatnya yang kurang baik dan ia tidak mampu untuk menjauhi prilaku tersebut saat dia bersama dalam satu masyarakat, maka hijrah fisik jalan yang terbaik untuk dilakukan.

Hijrah itu memang tidak mudah apalagi meninggalkan tempat, kampung halaman dan keluarga untuk melaksanakan dakwah. Dakwah itu mengajak orang lain dari prilaku jelek kepada prilaku baik,” Katanya.

Hijrah dan transmigrasi itu beda. Kalau transmigrasi berkait dengan masalah ekonomi dan ada juga sambil melakukan dakwah. Namun kalau hijrah ia betul-betul melakukan dakwah meskipun terkadang sambil berdagang,” Lanjutnya.

Menurutnya, orang yang memiliki semangat dakwah tidak akan gentar menghadapi apapun meskipun kematian apalagi hanya meninggalkan tempat dan kampung halaman. Tentu hijrah ada kaitannya dengan iman seseorang. Keimanan yang lemah tidak mungkin bisa melaksanakan dakwah.

 

Pewarta: PM

Wisuda Tamhidiyah – I’dadiyah Mahad Aly

nuruljadid.net- Sebanyak 64 santri Tamhidiyah – I’dadiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid resmi di wisuda pada hari Kamis Malam (9/07) malam ini. Acara yang berlangsung satu malam ini, ditutup dengan pengukuhan wisudawan-wisudawati di AULA Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ).

Acara wisuda merupakan acara rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Tahun ini, ma’had aly Nurul Jadid sukses melaksanakan acara ini ke enam kalinya. Menurut Abdus Salam selaku ketua panitia mengatakan, diselenggarakannya wisuda ini memberikan apresiasi kepada para wisudawan dan wisudawati karena telah semangat terus berjuang mempelajari kitab selama satu tahun untuk menguji kemampuan peserta wisuda di khalayak umum apakah layak diluluskan untuk naik ke marhalah berikutnya”. Ungkap ketua panitia.

walau kegiatan ini diadakan waktu pandemi, seluruh undangan tanpa terkecuali wajib menggunakan masker serta tetap memperlakukan protokol pencegah covid-19 sebab diadakannya kegiatan ini pula program wajib di kalender ma’had aly nurul jadid, dan ini bagi kami seakan sebuah tuntutan terhadap walisantri karena sangat bersemangatnya wali santri untuk melihat putra-putrinya di wisuda, ini bisa dilihat dari bersikukuhnya walisantri untuk menghadiri acara ini, bahkan ada yang tetap ngotot memaksa datang ke pondok, meski dengan berat hati kami melarang masuk ke acara karena masih dalam masa pandemi meski sebenarnya sekarang sudah masuk pada masa new normal tapi tetap kami berusaha mengikuti peraturan pemerintah dan pondok pesantren nurul jadid, imbuh ketua panitia.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, acara wisuda ke 6 ini berbeda dengan tahun sebelumnya, tidak adanya walisantri yang turut menyaksikan prosesi pengukuhan putra-putrinya, Setiap mahasantri akan ditanyakan satu persatu terkait materi dan hafalan pelajaran yang telah dipelajari selama satu tahun, hingga masing masing wisudawan mendapat bagian pertanyaan dari setiap penguji.

Setelah itu dilanjut prosesi wisudawan yang mana merupakan acara puncak yaitu pengukuhan dan penobatan wisudawan terbaik dari masing masing program. Tak lupa, di sesi ini pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid turut hadir.

Kiai Zuhri; Dalam Agama Ada Aturan Bukan Hanya Sekedar Semangat

nuruljadid.net- Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini pada pengajian kitab al-Qudwatul Hasanah, Selasa sore (07/07) menjelaskan tentang pribadi Rasulullah SAW.

Pribadi Nabi tidak untuk dirinya melainkan untuk ummatnya. Termasuk saat beliau mau wafat beliau sangat memikirkan umatnya. Ini terbukti pada waktu itu Nabi memanggil ummatnya bukan keluarganya. Inilah yang membuat Nabi dicintai dan menjadi idola,” Kata Kiai Zuhri.

Kiai Zuhri menuturkan, apa yang dilihat oleh sahabat dari prilaku Nabi sangat membekas sekali, tidak hanya apa yang disabdakan oleh Nabi.

Oleh karena itu, sahabat tidak pernah loyo dalam perjuangan karena terpompa oleh Nabi. Ada anak yang belum cukup umur mau daftar ikut perang tapi Nabi tidak memperbolehkan, anak tersebut disebabkan terinspirasi oleh Nabi,” Tegas Kiai Zuhri.

Semangat itu harus ada, sebab  kalau tidak bersemangat seperti mati hanya semangat itu harus terkendali sehingga tetap mengikuti aturan atau rambu-rambu. Jangan karena semangat kemudian menyerang siapapun, ini tidak benar,” Tambahnya.

Menurutnya, di dalam agama ada aturan bukan hanya sekedar semangat. Semangat itu memang penting tapi harus terkendali.

Ada orang gembira berjihad di jalan Allah karena ia yakin akan mendapatkan pahala dari Allah.

Kata sahabat, kalau ada perang yang benar, ini adalah kesempatan untuk masuk surga,” Lanjutnya.

 

Pewarta: PM

Nabi Pemberani Namun Tidak Sombong, Ini Penjelasan Kiai Zuhri

nuruljadid.net- Nabi itu bersungguh-sungguh dan bekerja keras dalam segala hal bukan hanya berkait dengan masalah ibadah ritual semata. Ibadah ritual dalam arti sempit biasanya dimaknai sholat, puasa, dzikir dan sejenisnya. Ibadah bermakna luas adalah penghambaan seseorang kepada Allah dalam segala hal,” Kata KH. Moh. Zuhri Zaini pada saat memberi pengajian kitab al-Qudwatul Hasanah, Selasa sore (07/07) di Masjid Jami’ Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Dari begitu lamanya dalam melaksanakan ibadah sholat sehingga membuat kaki Nabi membengkak. Ini dilakukan saat Nabi melaksanakan sholat seorang diri karena surat alqur’an yang dibaca merupakan surat yang panjang-panjang. Tapi jika Nabi sholat bersama orang lain, beliau tidak lama-lama kecuali bersama para sahabat yang khusus,” lanjutnya.

Menurutnya, Nabi terhibur dengan sholat sehingga seringkali Nabi meminta dihibur dengan adzan. Nabi pernah dawuh, kesejukan mataku itu ada dalam sholat.

Sekalipun nabi ibadah ritualnya luar biasa, Nabi tetap memikirkan umat. Sebab nabi itu seorang pejuang yang tidak akan mundur sama sekali.

Ada orang yang masuk ke dunia tasawuf kemudian wiridan terus dan kurang bergaul dengan masyarakat ini kurang ideal. Yang ideal itu seperti yang dilakukan Nabi. Nabi ibadahnya tekun tapi juga bergaul dengan masyarakat,” Tambah Kiai Zuhri.

Kiai Zuhri melanjutkan, Nabi juga seorang pemberani tapi tidak sombong, tidak arogan, tidak menantang. Ketika orang takut Nabi tidak takut dan ketika sahabat takut selalu berlindung pada Nabi.

 

Pewarta: PM

 

Kiai Zuhri; Akhlak Islami Sesuatu Yang Langka Saat Ini

nuruljadid.net- Nabi melaksanakan jihad dalam dakwah dengan sebaik-baiknya, tentu sebatas beliau sebagai manusia. Nabi sangat total dalam berjihad sehingga mulai dari hartanya, tenaganya, pikirannya bahkan nyawanya sekalipun nabi tidak menjadi korban pembunuhan tapi nabi tidak pernah mundur andaikan berhadapan dengan orang yang menyerangnya,” Ungkapan ini disampaikan KH. Moh. Zuhri Zaini saat membaca kitab al-Qudwatul Hasanah, Senin sore (05/07) di Masjid Jami’ Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Kiai Zuhri meneruskan, Pada mulanya nabi berdakwah sendirian meskipun belakangan mulai banyak yang ikut. Mereka orang mekkah mengganggap agama tauhid yang dibawa oleh nabi adalah asing. Perilaku syirik telah membudaya bagi masyarakat mekkah.

Pada awalnya masyarakat mekkah bertauhid tapi ada seorang masyarakat mekkah bepergian dan diperjalanan melihat orang menyembah berhala lalu ia senang kemudian melakukannya saat ia kembali ke mekkah sehingga menjadi budaya,” Tambah Kiai Zuhri.

Disisi yang lain Kiai Zuhri menyinggung kondisi saat ini. Beliau berkata, Akhlak islami sesuatu yang langkah saat ini.

Menurutnya, perilaku amanah sesuatu yang langkah sekarang. Jangankan orang awamnya kadang-kadang para tokohnya juga kurang amanah.

Haya (malu), budaya malu tidak ada sehingga yang dulu dianggap perilaku memalukan bahkan aurat terbesar adalah kemaluan sekarang tidak lagi,” Katanya.

Gelapnya hati dan pikiran sehingga tidak bisa membedakan mana yang hak dan yang batil. Disebut jahiliyah itu bukan karena bodoh. Orang arab pintar-pintar terutama sastranya tapi karena kesesatannya. Orang pinter kalau sesat itu lebih sulit,” Ucap Kiai Zuhri.

Oleh karena itu, Adanya penyimpanan tidak boleh dibiarkan kalau dibiarkan akan membudaya. Tambahnya.

 

Pewarta : PM

 

Peragaan bersalaman yang baik agar tidak tertular virus oleh Dokter dan Perawat klinik Az-zainiyah

Pengurus Pesantren Nurul Jadid Mulai Masuk Kantor

nuruljadid.net- Pengurus Pesantren baik yang berkantor di Pesantren maupun di sekolah telah haruskan masuk pada hari Ahad (21/06) yang lalu. Begitu keterangan Kabag Kepegawaian, Evaluasi dan Hukum Ustadz H. Thohiruddin, M. Pd kepada wartawan nuruljadid.net, Kamis pagi (02/07).

Ustadz Thohir melanjutkan, kami berharap pengurus yang bertugas masuk kantor sesuai dengan jadwal yang dibuat oleh masing-masing lembaga melaksanakan protokol kesehatan covid-19.

Menurutnya, protokol kesehatan covid-19 merupakan hal penting yang perlu dilakukan sebaik mungkin.

” Melaksanakan protokol kesehatan covid-19 adalah perintah pesantren sesui dengan himbauan pemerintah dan tim kesehatan. Kita jangan lalai dalam melaksanakan itu,” Tambahnya.

Dengan kembalinya pengurus wilayah dan wali asuh diharapkan melayanan masyarakat bisa dilakukan meski melalui medsos,” Tegasnya.

Pewarta : PM