Saka Bakti Husada (kir)_ saat mengecek suhu tubuh salah satu guru yayasan

Petugas Cek Kesehatan Covid-19 Tetap Siaga

nuruljadid.net- Di haruskannya pengurus pesantren masuk kantor baik yang bertugas di Pesantren dan sekolah berjalan beriringan dengan kesigapan petugas cek kesehatan covid-19 yang ditunjuk Gugas Covid-19 Nurul Jadid.

Tampak petugas cek suhu di dekat gerbang pintu masuk pesantren. Petugas putra disebelah timur dan petugas putri sebelah barat.

Ketua Gugus Tugas Ustadz Kholid Fauzi menuturkan, mereka (petugas) sebelumnya melayani cek suhu di dekat portal I pesantren. Tapi saat ini kita pindah ke tempat semula mengingat perkantoran di pesantren sudah mulai aktif. Petugas harus sigap dan siaga melaksanakan cek kesehatan warga pesantren yang masuk,” Saat di wawancarai, Kamis (02/07).

Masih kata Ustadz Kholid, protokol kesehatan covid-19 harus selalu disosialisasikan kepada seluruh warga pesantren agar kita tetap waspada tidak sampai lalai menjaga kesehatan.

Kita lihat wabah covid-19 masih naik turun diluar sana. Dan pesantren harus lebih meningkatkan kewaspadaan,” Imbuhnya.

Pewarta : PM

Ketua Gugas Covid-19; Masyarakat yang Mendapat Bantuan Wajib Memakai Masker

nuruljadid.net- Selasa sore (30/06) pukul 15 : 00 WIB, di depan Wisna Dosen Universitas Nurul Jadid di penuhi masyarakat yang akan mendapatkan bantuan sosial dari Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Mereka berasal dari dusun berbeda di Desa Karanganyar, Paiton, Probolinggo.

Sebelum acara dimulai, Ketua Gugas Covid-19 Nurul Jadid Ustadz Kholid Fauzi memberikan hantaran berkait pentingnya menjaga protokol kesehatan mulai dari nemakai masker, cuci tangan memakai sabun dan jaga jarak.

Selanjutnya, sambutan dari Direktur Klinik Az-zainiyah sekaligus Penanggung Jawab Gugas Covid-19 Nurul Jadid Nyai Hj, Khodijatul Qodriyah.

Dalam sambutannya Ning Iah menuturkan, mengenai sumbangan yang akan diberikan nilainya tidak seberapa, semoga bapak dan ibu menerimanya.

Sementara, Kholid mengatakan bahwa kedatangan masyarakat untuk menerima bantuan harus memakai masker.

“Masyarakat yang akan kita beri bantuan wajib memakai masker dan jika tidak memakai masker akan kami suruh kembali ke rumahnya untuk mengambil masker dan memakainya,” Tegas Ustadz Kholid pada wartawan nuruljadid.net.

 

Pewarta : PM

Ibu Mah; Saya Berterima Kasih Pada Gugas Covid-19 Nurul Jadid

nuruljadid.net- Semoga bantuan ini bermanfaat bagi bapak dan ibu. Walaupun nilainya tidak seberapa besar. Namun kami ingin sekali berbagi pada masyarakat yang terdampak covid-19, Kalimat ini disampaikan Direktur Klinik Az-zainiyah sekaligus Penanggung Jawab Gugas Covid-19 Nurul Jadid Nyai Hj. Khodijatul Qodriyah saat memberikan sambutan pada acara seremonial pembagian bansos, Selasa sore (30/06) di depan Wisma Dosen Universitas Nurul Jadid.

Menurutnya, kita telah memberikan bantuan ke beberapa tempat. Jum’at yang lalu kita telah memberikan sumbangan alat kesehatan covid-19 ke tiga masjid yang di sekitar dan saat ini kepada masyarakat.

Ibu mah, wanita usia 60 tahun tampak gembira setelah mendapat bantuan berupa sembako dari Gugas Covid-19 Nurul Jadid. Ia mengatakan kepada wartawan nuruljadid.net saat di wawancarai.

“Saya berterima kasih pada Pesantren Nurul Jadid yang telah memberikan bantuan kepada kita masyarakat terdampak covid-19. Terima kasih saya juga untuk panitia yang telah melaksanakan kegiatan ini. Semoga keluarga besar Pesantren Nurul Jadid sehat selalu dan dalam ma’unah Allah,” Katanya.

Masih kata ibu mah, meskipun nilai bantuan ini tidak seberapa seperti yang disampaikan Ning Iah tadi, tapi bagi kami bantuan ini sangat berarti. Kami sangat membutuhkan bantuan ditengah pandemi covid-19 seperti saat ini.

Pesantren Nurul Jadid selalu terdepan dalam memberikan sumbangan dan pelayanan untuk masyarakat sekitar,” Imbuhnya.

Pewarta :PM

Direktur Klinik Az-Zainiyah; Masyarakat Terdampak Covid-19 Perlu Uluran Tangan

nuruljadid.net- Sebanyak 73 orang laki-laki dan perempuan masyarakat  Desa Karanganyar, Paiton yang terdampak covid-19 mendapatkan bantuan dari Gugus Tugas Covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Selasa sore (30/06) bertempat di depan Wisma Dosen Universitas Nurul Jadid.

Direktur Klinik Az-Zainiyah Nyai Hj. Khodijatul Qodriyah menyampaikan adanya bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Pesantren terhadap masyarakat sekitar.

“Sebenarnya penyaluran bantuan ini akan dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Hanya saja Gugas Covid-19 Nurul Jadid terbentur dengan beberapa kegiatan di dalam Pesantren. Bantuan ini kita maksudkan untuk meringankan masyarakat sekitar yang terdampak covid-19. Mereka sangat membutuhkan  uluran tangan,” Kata Ning Iah panggilan akrab beliau.

Ning iah melanjutkan, bantuan hari ini merupakan tindak lanjut dari bantuan yang kita berikan kepada tiga masjid pada hari jum’at lalu. Meskipun sumbangan tidak seberapa, besar harapan bisa membuat masyarakat terdampak covid-19 bisa terbantu.

Masih kata beliau, kegiatan penyaluran bantuan ini sejatinya akan dilaksanakan di depan kantor Gugas Covid-19 Nurul Jadid yang ada di dalam Pesantren. Tapi karena pertimbangan protokol kesehatan di Pesantren sangat ketat, akhirnya kita laksanakan di tempat ini.

 

Pewarta : PM

Kaum Dahriyin Menganggap Orang Mati Menjadi Tanah, Ini Ulasan KH. Moh. Zuhri Zaini

nuruljadid.net- Kita menyadari, mau tidak mau adalah dalam perjalanan menuju Allah. Hanya tidak semua orang menyadari atau percaya bahwa akan kembali kepada Allah. Seperti orang-orang dahriyin semuanya dikembalikan kepada alam dan masa. Jadi mereka tidak percaya Tuhan dan menganggap orang mati menjadi tanah. Hal ini disampaikan KH. Moh. Zuhri Zaini pada pengajian kitab al-Qudwatul Hasanah, Senin sore (29/06) di Masjid Jami’ Nurul Jadid Paiton, Probolinggo.

Pada pengajian online ini Kiai Zuhri melanjutkan penjelasannya, ada juga orang percaya sesudah mati akan kembali kepada Allah tapi dia tidak peduli karena sibuk dengan kesenangan duniawi.

Menurutnya, ini masih lumayan tapi tetap berat karena dia akan kembali kepada Allah dalam keadaan susah. Idealnya adalah seseorang harus menyadari akan kembali kepada Allah dan peduli akan hal itu.

Kiai Zuhri menambahkan dengan membuat perumpamaan, andaikan Tuhan ada di suatu tempat, maka pertama yang harus dilakukan oleh seseorang kembali kepada Allah dengan menghadapkan diri (tawajjuh) seterusnya taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah.

Kedekatan kepada Allah tidak hanya diukur dengan kedekatan fisik. Sebab apa artinya secara fisik dekat tapi secara batin tidak nyambung,” Katanya

Masih kata beliau, jadi sebetulnya kedekatan kepada Allah itu adalah kedekatan rohani atau hatinya.

Bagaimana supaya dekat kepada Allah? Kiai Zuhri menerangkan dengan mengutip hadits qudsi.

“Tidak ada orang yang mendekat kepadaKu lebih utama ketimbang melaksanakan apa yang Aku fardhukan”

Melakukan apa yang di ridhoi Allah bisa mendekatkan seseorang kepada Allah,” Ucapnya.

 

Pewarta: PM

 

Kiai Zuhri; Kesabaran adalah Karakter

nuruljadid.net- Pada pengajian kitab al-Qudwatul Hasanah yang dilaksanakan setiap sore di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Pada Ahad sore (28/06) KH. Moh. Zuhri Zaini menjelaskan berkait pentingnya kesabaran bagi setiap orang yang melaksanakan dakwah (juru dakwah)

Kiai Zuhri berkata, juru dakwah harus berbekal kesabaran. Sebab, orang yang berjalan menuju Allah tantangannya berat, apalagi mengajak orang lain.

Selanjutnya beliau menambahkan, kita harus tahu hakikat sabar dan keutamaannya. Kesabaran adalah karakter atau akhlak.  Akhlak itu adalah prilaku spontan.

Orang sabar bukan berarti tidak pernah bersedi tapi bisa mengendalikan kesedihannya,” Tutur beliau.

Masih kata beliau, manusiawi sekali orang yang ditinggal mati oleh orang terdekatnya lalu bersedih tapi bukan tidak rela. Orang sabar itu bukan orang yang tidak bersedih, tidak rela tapi bisa mengelolanya.

Nabi juga pernah marah sampai wajah beliau memerah tapi tidak sampai mengumpat dan memaki-maki. Karena kesabaran itu bisa mengendalikan diri dan nafsu.

Orang yang bersabar akan di penuhi pahalanya tanpa hisab,” Sambungnya.

Sabar bukan hanya ketika menghadapi musibah tapi ada sabar yang lebih tinggi yaitu menjalani kewajiban. Sedangkan sabar yang paling tinggi adalah meninggalkan keinginan nafsu,” Tegas beliau.

 

 

Pewarta : PM

 

Pengurus MTs Nurul Jadid Laksanakan Doa Bersama

nuruljadid.net – Syukur adalah bentuk rasa terimakasih kepada Allah SWT. Dan syukur itu wajib dipanjatkan baik dalam kondisi apapun. Karena dengan bersyukur Allah akan menambah nikmatNya. Begitulah suasana yang terjadi di Aula balai pertemuan (Mahrom) Wilayah Az Zainiyah, Ahad pagi (28/06).

Pasalnya, pengurus pesantren bagian Pekerjaan Umum (PU) beserta Kepala Mts Nurul Jadid melakukan doa bersama berkait rencana pembangunan Gedung Mts Nurul Jadid.

Gedung Mts Nurul Jadid yang akan dibangun sebanyak 3 lantai ini diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan para siswa Mts Nurul Jadid.

Acara doa bersama tersebut dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB. Tampak hadir KH. Makki Maimun Wafi, Ustad Saifur Rizal Sekretaris biro umum, Ustadz Surono sahri Kepala Bidang Pekerjaan Umum, UstadzFauzan al-faroby Kepala Bidang Tata Ruang dan Cipta Karya, Ustadz Masduki Syahid Kepala MTs Nurul Jadid, Ustadz Khoirus Sholeh Waka Sarpra MTs Nurul Jadid dan segenap pengurus pesantren lainnya.

Rangkaian acara kegiatan tasyakkuran ini adalah pembacaan surat yasin dan tahlil ditutup dengan do’a.

Pewarta : Nuris

Editor : Ponirin Mika

Gugas Pesantren Nurul Jadid Sumbang Alat Kesehatan Covid-19 ke Tiga Masjid

nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid sumbang Sprayer, Disinfektan, Thermo Gun untuk Masjid Baitis Salam, Masjid al-Barokah, Masjid Grinting Desa Karanganyar Paiton, Probolinggo, Jum’at pagi (26/06).

Penyerahan sumbangan oleh Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid Ustadz Ahmad Kholid Fauzi kepada 3 Takmir Masjid tersebut.J Untuk Masjid Baitis Salam diterima Ustadz Foni Yusanda.

Kholid  menyampaikan, ada 3 masjid yang kita beri sumbangan bahan tersebut diantaranya; Masjid Baitis Salam, Masjid Al-Barokah Timur Sungai, Masjid Grinting.

Masih kata Ustadz Kholid, sumbangan ini sebagai bentuk kepedulian pesantren terhadap masyarakat agar masyarakat terus melaksanakan protokol kesehatan covid-19.

Disamping itu, pesantren mempunyai tanggung jawab dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Dan inilah salah satu fungsi pesantren sebagai pelayan masyarakat,” Tegas Ustadz Kholid.

Kita ingin bersinergi dengan para takmir masjid setempat agar terus melaksanakan protokol kesehatan covid-19 supaya terbebas dari virus yang sangat membahayakan tersebut,” Imbuhnya.

Pewarta : PM

Kepala Puskesmas Paiton Serahkan Bantuan 225 Rapid Test

nuruljadid.net- Kepala Puskesmas Paiton dr. Nina Kartika, M. M.Kes menyerahkan bantuan rapid test sebanyak 225 kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Kamis (25/06) di ruang rapid test bertempat di Gedung Universitas Nurul Jadid (UNUJA).

Pada saat penyerahan bantuan rapid test, kepala Puskesmas Paiton diterima Direktur Klinik Az-zainiyah Nyai Hj. Khodijatul Qodriyah.

Dengan adanya bantuan 225 rapid test tersebut dr Nina berharap Pesantren Nurul Jadid terus menjadi pesantren tangguh dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19.

“Bantuan rapid test ini sebagai support terhadap pesantren tangguh, yg sedang disiplin berjuang menerapkan protokol kesehatan pada pengembalian santri,” Kata dr. Nina.

Pesantren hari ini (25/06) telah mengembalikan wali asuh ke pesantren setelah pada rabu (10/06) yang lalu mengembalikan pengurus wilayah dan daerah.

“Ini pengembalian gelombang ke II setelah gelombang I pada rabu (10/06). Insya Allah wali asuh putri yang kembali hari ini sekitar 600 orang. Kita berharap protokol kesehatan covid-19 tetap dilaksanakan dengan baik seperti pada tahap I saat kedatangan pengurus,” Kata Ustadz Fathollatif Kepala Bidang Penataan Wilayah Biro Kepesantrenan Nurul Jadid.

 

Pewarta: PM

Petugas Semprot Disinfektan di Komplek Kedatangan Wali Asuh

nuruljadid.net- Hari ini wali asuh putri yang akan  kembali ke Pondok Pesantren Nurul Jadid berjumlah 600 orang. Kedatangan wali asuh saat ini merupakan lanjutan pada tahap ke II pengembalian yang dilakukan oleh pesantren. Hal ini dituturkan Ustadz Fathollatif Kepala Bidang Penataan Wilayah Biro Kepesantrenan Nurul Jadid, Kamis pagi (25/06).

Tentu protokol kesehatan covid-19 terus dilaksanakan untuk menghindari dari tersebarnya covid-19.

Pasalnya, wali asuh yang datang saat ini berasal dari beberapa daerah. Tentu, peningkatan kewaspadaan dalam mencegah corona virus terus dimaksimalkan. Kata Ustadzah Lina Surtiana.

Tampak petugas menyemprot disinfektan barang bawaan wali asuh di area kedatangan santri dengan memakai baju Alat Pelindung Diri (APD).

M. Saleh petugas semprot disinfektan menyampaikan, penyemprotan ini salah satu protokol yang harus dilakukan. Ini sebagai antisipasi dari covid-19.

Saleh menambahkan, semprot disinfektan bisa menghilangkan virus-virus yang menempel pada barang bawaan.

 

Pewarta : PM

Penerimaan Santri Baru Diundur

nuruljadid.net- Sejatinya penerimaan santri baru Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo dilaksanakan 20-28 Juni 2020. Berhubung dengan adanya pandemi covid-19 saat ini resmi diundur. Dan juga karena menyesuaikan dengan kembalian santri lama. Hal ini disampaikan Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB) Ustadz Surono Sahri saat dikonfimasi melalui telepon selulernya, Rabu (24/06).

Ustadz Surono melanjutkan, kami panitia penerimaan santri baru menyesuaikan dengan kembalian santri lama ke pesantren. Sebab, pesantren mengembalikan santri lama secara bertahap mulai 10 Juni – 17 Agustus 2020. Panitia baru menerima santri baru 3 hari setelahnya. Tepatnya pada 20-26 Agustus 2020.

Diundurnya penerimaan santri baru merupakan salah satu upaya panitia agar bisa lebih mempersiapkan segala kebutuhan penerimaan,” Tambahnya.

Masih kata Kepala Bidang Pekerjaan Umum (PU)  ini, kami (panitia) mengharuskan pada setiap calon santri baru yang mau mendaftarkan diri menjadi santri di Pesantren Nurul Jadid agar mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pesantren.

Jadwal penerimaan santri baru setelah diundur telah kami sebar melalui media sosial yang ada,” Kata Ustadz Surono diakhir pernyataanya.

 

Pewarta : PM

Tes Skill Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid Dalam Membina SantriTes Skill Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid Dalam Membina Santri

Tingkatkan Semangat Pengabdian Melalui Gerbat dan Dialog

nuruljadid.net- Kembalinya pengurus lebih awal daripada santri ke Pondok Pesantren Nurul Jadid merupakan kesempatan untuk berbagi pengalaman antara yang lebih senior kepada junior dalam meningkatkan pengabdian di pesantren. Disamping itu, pesantren memberikan kegiatan penambahan wawasan melalui pengajian kitab yang diampu KH. Moh. Zuhri Zaini pada sore hari. Hal ini diungkapkan oleh Ustadz Fatholatif Kepala Bidang Penataan Wilayah.

Senada dengan ustadz Fathol, Kepala Bidang Tarbiyah Watta’lim Ustadz Misbahul Munir saat dikonfirmasi nuruljadid.net (22/06) mengatakan, pengurus yang telah kembali ke pesantren pada tahap awal pengembalian telah mengikuti beberapa kegiatan diantaranya; pengajian kitab, istighasah, senam pagi dan dialog seputar tugas kepengurusan. Kegiatan dilaksanakan siang dan malam hari.

“Kami di biro kepesantrenan melaksanakan istighasah dan pengarahan sesekali diselingi dialog. Kegiatan ini di pimpin langsung oleh K. Moh. Imdad Rabbani dan KH. Fahmi AHZ,” Kata Ustadz Misbah.

Melalui kegiatan tersebut, kami berharap semangat pengabdian pengurus dalam melaksanakan tugas semakin meningkat. Tentu melalui gerakan batin ini pada akhirnya muncul keikhlasan diri untuk mengabdikan waktunya pada pesantren,” Sambungnya.

Masih kata Ustadz Misbah, kegiatan pengajian pengasuh dilaksanakan pada sore hari bertempat di Masjid Jami’ Nurul Jadid. sedangkan gerbat pada malam hari bertempat di Masjid jami’ pula. dan olah raga pengurus berupa senam bertempat di halaman Universitas Nurul Jadid (UNUJA).

 

 

Pewarta : PM

 

Rapat Perdana Rencana Induk Pengembangan (RIP) Pesantren

nuruljadid.net- Rencana Induk Pengembangan (RIP) Pesantren sebuah keniscayaan dilakukan oleh sebuah institusi termasuk institusi pesantren. Mengingat tantangan eksternal dan internal pada sebuah institusi seiring waktu semakin berkembang.

Menyambut realita ini, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo tengah mempersiapkan diri dengan merancang rencana induk pengembangan yang disingkat dengan RIP.

Ustadz H. Faizin syamwil sebagai pimpinan rapat memberikan hantaran terkait dengan pentingnya pembuatan Rencana Induk Pengembangan (RIP) oleh Pesantren Nurul Jadid. Hal ini sebagai tindak lanjut dari perintah kepala pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kali pertama TIM RIP yang ditunjuk pesantren melaksanakan rapat untuk merumuskan rancangan rip yang akan dibuat bertempat di ruang rapat Unuja, Ahad siang (21/06).

Hadir pada rapat seluruh tim yang dibentuk diantaranya, (CD) H. Faizin Syamwil, Dr. KH. Mahfudz Faqih, Dr. KH. Hefny Rozaq, Dr. Ahmad Sahidah, Dr. Tirmidzi, (CD) Syamsuri Hasan, Dr. Ali wafa, Dr.  Ainul Yakin, (CD) Ahmad Fawaidz, (CD) Rojabi Azharghani, H. Thohiruddin, M. Pd, Ponirin Mika, M. Pd, Haris Firdaus, S. Com.

 

Pewarta : PM

Gugas Covid-19 Adakan Rapat Persiapan Kedatangan Wali Asuh

nuruljadid.net- Dalam rangka menyambut kedatangan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, Gugus tugas covid-19 gelar rapat persiapan, Ahad pagi (21/06) di Aula Mini Universitas Nurul Jadid.

Rapat ini bermaksud sebagai upaya persiapan lebih maksimal dalam menyambut kedatangan pengurus yang berperan sebagai wali asuh dan santri sejak 26 Juni -17 Agustus 2020. Hali ini diungkapkan oleh Ketua Gugus Tugas Ustadz Kholid Fauzi.

“Iya (rapat) ini untuk mempersiapkan segala kebutuhan sarana prasarana kedatangan wali asuh dan santri yang akan datang kembali ke pesantren,” Kata Ustadz Kholid.

Senada dengan ketua gugus, Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil menyampaikan harapannya agar persiapan lebih ditingkatkan melihat evaluasi kedatangan pengurus tahap I.

“Kita berharap segala bagian untuk mempersiapkan sesuai dengan tugasnya masing-masing. Agar penanganan kedatangan santri sesuai dengan standar kesehatan covid-19,” Tegas Ustadz Faizin

Rapat persiapan kali ini dihadiri pengurus wilayah putra dan putri, kepanitian gugus tugas covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

Pewarta : PM

Senam Pagi Bersama oleh Badan Koordinasi Olahraga dan Seni Santri (BKOSS)

Pengurus Sehat dengan Berolah Raga

nuruljadid.net- Di tengah situasi pandemi covid-19. Bidang Olah raga dan Seni Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo memberikan kegiatan senam pagi pada seluruh pengurus wilayah.

Kegiatan senam pagi dilaksanakan saban hari selama satu jam. Dengan materi senam yang ringan-ringan. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Olah raga dan Seni santri (BKOSNJ) KH. Makki Maimun Wafi.

” Senam pagi ini merupakan kegiatan pesantren untuk menjaga kebugaran fisik para pengurus. Dan kegiatan ini dilaksanakan setiap hari,” Ucapnya.

Adanya kegiatan senam pagi untuk pengurus wilayah mendapatkan respon positif.

“Alhamdulillah, saya sangat senang sekali dengan adanya senam seperti ini. Ada porsi olah raga yang diberikan pesantren untuk tetap bisa menjaga kesehatan ditengah situasi covid-19 saat ini,” Kata Ishomul Irfan Sekretaris Wilayah Sunan Gunung Jati (A)

Kegiatan senam pagi bertempat di halaman kampus UNUJA. Di pandu secara bergantian antar peserta senam.

 

Pewarta : PM