Biro Pendidikan Desain Pembelajaran dan PAT Daring di Tengah Pandemi Covid-19

nuruljadid.net- Sebagaimana Surat Edaran Pengasuh dan Kepala Pesantren No. NJ-B/0250/A.III/06.2020 tentang Jadwal Kembali Santri dan Kegiatan Santri Pasca Libur Ramadhan tanggal 06 Juni 2020. Maka, Biro Pendidikan beserta Pimpinan Satuan Pendidikan menggelar Rapat perihal mempersiapkan kegiatan Pembelajaran Daring (Online Learning) Tahap II pasca Liburan Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H mulai tanggal 06 – 25 Juni 2020. Hal ini guna memberikan asupan materi dan kegiatan edukatif yang positif untuk santri yang sedang berada di rumah sambil menunggu jadwal kembali ke Pesantren yang dilakukan bertahap.

Pembelajaran Era COVID-19 ini memiliki beberapa desain yaitu pembelajaran daring (online learning) untuk santri yang tidak bisa kembali ke pesantren dan peserta didik yang tidak mondok (nyolok) sedangkan pembelajaran jarak jauh (distance learning) dikhususkan bagi santri yang sudah kembali ke Pesantren dengan belajar mandiri menggunakan modul dan media pembelajaran yang disusun oleh guru dan didampingi Wali Asuh di Asrama sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) sebagai ujian kenaikan kelas wajib diikuti oleh semua peserta didik tanpa terkecuali. Teknis pelaksanaan PAT akan dilakukan secara daring (online) melalui website sekolah atau madrasah masing-masing mulai tanggal 27 Juni – 09 Juli 2020 yang disusul dengan kedatangan santri mulai tanggal 10 Juli – 17 Agustus 2020 secara bertahap sesuai asal daerah dan jumlah santri.

Sehubungan dengan hal diatas, maka kami mohon Bapak/Ibu/Wali Santri untuk mendampingi serta memastikan putra-putrinya mengikuti proses pembelajaran daring dan Penilaian Akhir Tahun (PAT) dari rumah masing-masing. Untuk santri pengurus yang kembali lebih awal ke Pesantren dikarenakan amanah pondok akan difasilitasi oleh pihak Pesantren untuk pembelajaran daring dan PAT nya di Lab. Komputer masing-masing sekolah/madrasah.

 Berikut adalah tautan untuk akses materi pembelajaran daring Tahap II Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Jika terdapat hal yang kurang jelas bisa ditanyakan langsung ke nomor kontak lembaga masing-masing yang tertera di webiste sekolah atau madrasah.

 

SMANJLink URL: http://smanj.sch.id/Smanj/selengkapnya/tugas-home-learning

MANJLink URL :http://manuruljadid.sch.id/main/index.php/pengumuman/431-materi-dan-tugas-home-learning-pasca-idul-fitri-1441-h

SMKNJLink URL : https://smknj.sch.id/smknuruljadid/lengkap/pengumuman-home-learning-tahap-2

SMPNJLink URL : http://smpnj.sch.id/Berita/detail/home-learning-pasca-idul-fitri-dan-pat-online

MTSNJLink URL : http://mtsnj.sch.id dan hubungi nomer WhatsApp Wali Kelas masing-masing

 

 

Pewarta : Mujiburrahman

Editor  : Ponirin Mika

INFO TERBARU PENERIMAAN SANTRI BARU 2020

Informasi terbaru penerimaan santri baru (PSB) Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.

Cerita Seorang Gugas Covid-19, Saat Liburan Pesantren Tidak Pulang Kampung

nuruljadid.net- Menjalani rutinitas sebagai tim Gugus Tugas Pondok Pesantren Nurul Jadid, Saudara Isa tidak memutuskan pulang kampung saat liburan panjang Pesantren.

Padatnya kerja tim gugas pesantren untuk mencegah menyebarnya covid-19 di Pesantren dan lingkungan sekitar Pesantren menjadi alasan saudara Isa menghabiskan waktu libur di pesantren sebagai media pengabdiannya sebelum berhenti mondok.

Saat nuruljadid.net mewawancarai saudara Isa di Kantor Gugas Covid-19 PPNJ, Selasa siang (16/06). Isa mengatakan, saya memutuskan untuk tidak pulang kampung dan mau bertahan disini (pesantren) ingin membantu Pesantren dalam menangani tidak tersebarnya covid-19.

Saya sudah menelpon mama dan ayah bahwa saya tidak pulang liburan panjang kali ini. Ada kesan yang paling menarik bisa saya ambil setelah saya masuk tim Gugas Pesantren yaitu; saya bisa dekat dengan keluarga besar Pesantren Nurul Jadid dan bisa menjadi pejuang kemanusiaan,” Kata Isa.

Siswa kelas akhir SMA Nurul Jadid ini melanjutkan, saya banyak diajari untuk menjadi seorang pengabdi tanpa batas oleh Direktur Klinik Az-zainiyah Nyai.Hj Khodijatul Qodriyah.

Beliau selalu memberikan arahan dan motivasi tinggi pada saya sehingga saya merasa nyaman menjadi bagian dari tim Gugas Pesantren.

Ada pengalaman yang sangat berharga saya dapatkan pada saat memberikan pelayanan bagi masyarakat sekitar Pesantren. Melihat pelayanan kami yang optimal terkait protokol kesehatan covid-19, masyarakat merasa bahagia dan gembira.

Sebagian masyarakat memberi kue ke kami,” Imbuh Isa dengan terkekeh

Sebelum saya keluar dari Pesantren ini, Saya akan memberikan yang terbaik untuk Pesantren. Karena bagi saya, kebahagiaan di Pesantren bisa saya rasakan apabila Pesantren memberi kesempatan mengabdi pada saya,” Lanjutnya.

Saat ditanya apa tidak merasa rugi tidak pulang kampung saat liburan panjang Pesantren. Isa menjawab dengan singkat, Ngapain rugi, justru saya disini saat liburan Pesantren mendapatkan pengalaman yang jauh lebih penting ketimbang menghabiskan waktu dirumah. Apalagi dirumah tidak bisa kemana-mana juga,” Tegasnya.

Saya bersyukur sekali diberi kesempatan menjadi bagian pejuang kemanusiaan. Meskipun menjadi relawan menghadapi mewabahnya pandemi covid-19, banyak orang yang takut. Tapi kami dari tim Gugas PPNJ telah dibekali do’a dan obat agar terhindar dari virus mematikan,” Ujar isa sambil tertawa.

Pemuda kalem ini mengakhiri pernyataannya dengan sebuah kalimat yang menarik. Mumpung kita ada di Pesantren berikan yang terbaik untuk Pesantren, disitulah barokah akan di dapat,” Katanya.

Selamat berjuang saudara Isa.

 

Pewarta : PM

Video Protokol Kesehatan Covid-19 Nurul Jadid, Hipnotis Para Pengunjung

nuruljadid.net- Pemutaran video protokol kesehatan covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid dilakukan saat acara silaturrahmi Kapolres Probolinggo bersama rombongan ke Pesantren Nurul Jadid, Selasa pagi (10/06) di ruang Aula Mini Universitas Nurul Jadid.

Pemutaran video protokol kesehatan covid-19 menjadi salah satu rangkaian acara seremonial pada kunjungan tersebut.

Intel Polres Bapak Maryono memberikan apresiasi atas pembuatan video protokol kesehatan yang dibuat oleh Pesantren Nurul Jadid.

“Tidak ada kata yang pantas saya ucapkan selain kata ” Nurul Jadid luar biasa”. Nurul Jadid menjadi pesantren terdepan dan sangat bagus dalam membuat protokol kesehatan covid-19 dilengkapi dengan videonya,” Katanya.

Para peserta kunjungan yang ada diruangan serius menyaksikan pemutaran video tersebut. Sesekali anggukan kepala dilakukan oleh Kapolres Probolinggo Bapak AKBP Ferdy Irawan saat menonton pemutaran video protokol kesehatan.

Kami merasa senang dan bangga sekali melihat video itu. Dan rasanya Pesantren Nurul Jadid merupakan pesantren yang pertama membuat video protokol kesehatan covid-19,” Ujar salah satu peserta rombongan yang tidak mau disebutkan namanya.

Dengan adanya video ini, besar harapan kami agar semua warga pesantren bisa mengikuti protokol kesehatan covid-19 yang telah dibuat,” Kata Ketua Gugas Covid-19 Ustadz Abdul Kholid Fauzi.

Itu (video) merupakan salah satu cara dalam mensosialisasikan protokol kesehatan covid-19 yang diterapkan oleh pesantren Nurul Jadid. Dengan adanya video ini masyarakat bisa langsung menyaksikan bahwa Pesantren Nurul Jadid benar-benar telah mempersiapkan protokol kesehatan dalam menyambut kedatangan santri,” Tegas Ponirin Mika Kasubbag Humas Pesantren Nurul Jadid.

Saya bangga melihat pesantren Nurul Jadid yang sangat siap menyambut kedatangan santrinya dengan protokol yang begitu lengkap dan sistematis,” Tegas Anggota Polres yang enggan menyebutkan namanya.

Pewarta : PM

Kepala Kamtib; Bersama Kita Cegah Penyebaran Covid-19

nuruljadid.net- Penanganan dalam menanggulangi menyebarnya covid-19 perlu dilakukan oleh semua pihak. Pondok Pesantren tengah melakukan hal tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Ustadz Adiyatno Kepala Keamanan Pesantren Nurul Jadid, Selasa pagi (16/06).

Adiyatno melanjutkan, Pesantren telah siap menghadapi situasi pandemi covid-19 saat ini, tentu dengan mempersiapkan semua protokol kesehatan covid-19 yang dianjurkan oleh pemerintah dan tim medis.

Disamping itu kerjasama dalam penjagaan pintu masuk pesantren sangat ketat diakukan. Dalam penjagaan kita melibatkan semua unsur terkait mulai dari pengurus keamanan, pengurus pesantren dan gugus tugas,” Imbuhnya.

Kami akan terus melakukan penjagaan di pintu masuk pesantren sampai kondisi benar benar stabil.

Alhamdulillah, Gugas PPNJ telah melakukan sosialisasi secara intens baik secara langsung maupun melalui banner yang dibuat. Itu semua sangat membantu dalam memberikan pemahaman berkait protokol kesehatan covid-19. Contohnya banner yang terpasang di portal pos I,” Kata Ustadz Dayat.

 

 

Pewarta : PM

Kapolres Probolinggo; Nurul Jadid Sebagai Role Model Pesantren

nuruljadid.net- Setelah kami memasuki area Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, kami melihat protokol kesehatan covid-19 telah diterapkan sesuai dengan ketentuan-ketentuan kesehatan covid-19 yang ada. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Probolinggo Bapak AKBP Ferdy Irawan saat memberi sambutan pada acara silaturrahim Kapolres Probolinggo bersama rombongan di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Selasa pagi (16/06) bertempat di ruang Aula Mini Universitas Nurul Jadid (UNUJA)

Ferdy Irawan menambahkan, semangat kami hadir ke Pesantren Nurul Jadid sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang kita lakukan bersama seluruh pesantren se-Kabupaten Probolinggo.

Masih kata Ferdy, ditunjuknya Pesantren Nurul Jadid sebagai pesantren tangguh karena kami melihat Pesantren Nurul Jadid sangat siap menyambut kedatangan santri dengan protokol kesehatan covid-19.

Pesantren Nurul Jadid menjadi role model bagi pesantren- pesantren yang ada khususnya Pesantren di Kabupaten Probolinggo. Harapan kami protokol yang dibuat oleh pesantren benar-benar dilaksanakan sebaik-baiknya,” Imbuhnya.

Hadir pada acara silaturrahmi tersebut, Pengasuh PPNJ KH. Moh. Zuhri Zaini, Wakil Kepala Pesantren KH. Najiburrahman Wahid, Sekretaris Pesantren Ustadz H. Faizin Syamwil, Direktur Klinik Az-Zainiyah Nyai Hj. Khodijatul Qodriyah, Wakil Sekretaris Ning Muthmainnah Waqid, Ketua Gugus Tugas PPNJ Ustadz Abdul Kholid Fauzi, Kabag Humpro Ustadz Ernawiyadi, Kapolres Probolinggo AKBP Bapak Ferdy Irawan bersama rombongan, Kapolsek Paiton Bapak Nur Choiri Rozak, SH bersama rombongan.

 

Pewarta : PM

Terapkan Protokol Kesehatan di Kegiatan Perdana

nuruljadid.net- Kegiatan perdana tarbiyah watta’lim putri dilaksanakan mulai Ahad pagi (14/06) bertempat di Musalla Az-zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kabid Tarbiyah Watta’lim Putri Ning Mamnuhaturrahmah menuturkan, Kegiatan perdana ini dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan, seperti memakai masker dan jaga jarak (physical distancing).

Ning Mam (sapaan akrabnya) menambahkan, kegiatan tersebut dimulai sejak hari ahad pagi setelah santri yang berstatus pengurus itu melaksanakan senam pagi.

Menurutnya, materi yang diberikan pada kegiatan itu seputar penguatan tentang darah wanita yang dibina oleh Ny. Hj. Hanunah Nafi’iyah, M.Pd  bergantian dengan Dr. K. Imdad Robbani yang mengampu kitab Muntholaqot Fie Bina-i Dzawaati Al-Daaiyat karangan Habib Umar bin Hafidz pada pagi hari pukul 09 : 00 WIB sampai selesai.

Selanjutnya, Pengajian kitab Qudwatul Hasanah diampu oleh KH. Moh. Zuhri Zaini secara paralel dari Masjid Jami’ Nurul Jadid ke Musalla- musalla wilayah putri pada  pukul 15.30 WIB -16.30 WIB,” Ujarnya.

Disamping itu, Kegiatan olah batin yang diberi nama gerakan batin (Gerbat) sekaligus kegiatan sharing Pengurus pada pukul 20 : 00 WIB di wilayah atau asrama masing-masing pengurus,” Sambungnya.

 

Pewarta : PM

Pemprov Jatim Sumbang APD Ke Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net- Untuk mendeteksi seluruh santri apakah mereka reaktif atau non reaktif covid-19, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo melakukan rapid test. Rapid test ini dilaksanakan pada saat santri kembali ke Pesantren setelah mereka berlibur panjang. Kurang lebih 3 bulan liburan yang diberikan kepada santri, berbeda dengan liburan Pesantren tahun sebelumnya.

Ketua Gugas PPNJ Ustadz Abdul Kholid mengatakan, rapid test ini bagian dari salah satu langkah untuk mengskrining santri yang kembali ke Pesantren. Kali ini pengurus pesantren yang lebih di dahulukan kembali ke Pesantren dan di rapid test, setelah itu santri secara umum yang akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari tanggal 10 Juli sampai 17 Agustus 2020.

Upaya maksimal dilakukan oleh Pengurus Pesantren Nurul Jadid berkait akan dikembalikannya santri dengan bentuk koordinasi bersama instansi terkait, seperti berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Probolinggo, Polres Probiolinggo, RMI, ISNU Jatim, Pengurus P4NJ, Para dokter.  Seluruh instansi menyambut baik usaha yang dilakukan oleh Pesantren Nurul Jadid.

Bahkan Gugas Kabupaten Probolinggo memberikan apresiasi terhadap protokol kesehatan yang dibuat oleh Pesantren Nurul Jadid.

“Protokol kesehatan covid-19 yang dibuat oleh Pesantren Nurul Jadid sangat bagus. Sudah memenuhi standar umum protokol kesehatan dan bahkan sangat rinci sekali. Pesantren yang lain bisa mencontoh protokol yang telah dibuat oleh Pesantren Nurul Jadid. Insya Allah akan dikirim ke beberapa Pesantren di Probolinggo, supaya dapat mencontohnya,” Tutur Bapak Fathorrazi, Bagian Sosialisasi dan Komunikasi Gugas Kabupaten Probolinggo.

Melihat keseriusan Pesantren Nurul Jadid dalam memberikan pelayanan maksimal pada santri yang akan kembali ke Pesantren agar terbebas dari covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan Alat Pelindung diri (APD), Kamis pagi (11/06) penyerahan dilakukan di ruang rapid test, yaitu Gedung Universitas Nurul Jadid (UNUJA).

dr. Durratun Nafisah Shofwan perwakilan Pemerintah Provensi menyampaikan, dengan sumbangan ini, berharap Pesantren Nurul Jadid terus maju menjadi Pesantren tangguh dan siap menghadapi new normal.

“Sumbangan Pemprov berupa baju hazmat 6 pcs, sepatu boot6 buah, kacamata goggle 6 pcs, face shield 7 pcs,” Ucap dr. Choky melalui pesan WA.

Terkait sumbangan Pemprov ini, Direktur Klinik Az-zainiyah sekaligus Penanggung Jawab Gugas Covid-19 Ny. HJ. Khodijatul Qodriyah menuturkan, sumbangan APD dari pemprov atau sumbangan-sumbangan lain dari berbagai pihak baik berupa tenaga / SDM, sarpras dan lain-lain, Tentu menjadi sumbangsih bagi pesantren agar semakin maksimal memberikan pelayanan ke santri/ pengurus yang kembali ke Pesantren. Semoga upaya-upaya sinergi ini semakin memperkokoh kita sebagai pesantren tangguh yang siap dengan situasi ” berdamai” mencegah dini dari tertularnya virus corona yang masih merebak.

 

Pewarta : PM

Ning Iah; Rapid Test Berjalan Lancar

nuruljadid.net- Pelaksanaan rapid test perdana di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo berjalan lancar. Dengan pelayanan kurang lebih 700 santri yang berstatus pengurus baik putra maupun putri yang dilaksanakan selama 2 hari. Ungkapan ini disampaikan oleh Direktur Klinik Az-Zainiyah sekaligus Penanggung Jawab Gugas Covid-19 PPNJ Nyai Hj. Khodijatul Qodriyah.

Istri Kiai Hamid, Kepala Pesantren Nurul Jadid ini menambahkan, semoga ikhtiar manusia ini bisa turut membantu dan memfilter para pengurus yang datang di gelombang I ini, sehingga pesantren bisa mengambil langkah berikut dengan melockdown mereka di dalam pesantren setelah mereka dipastikan non reaktif (NR). Mereka akan di karantina 14 hari dengan pantauan ketat khususnya berkait kesehatan mereka mulai pagi hari sampai sore hari oleh tim Gugas hingga pengembalian santri gelombang ke II datang.

Masih kata Ning Iah (sapaan familiar beliau), terima kasih kerjasama dan perhatian semua pihak, semoga Allah melindungi para keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid, para pengabdi, pengurus, santri.

Ungkapan ning iah direspon dengan baik oleh seluruh tim yang ikut terlibat dalam proses rapid test. Mereka membalasnya dengan kalimat “amin”.

 

Pewarta : PM

Pengurus Putra Rela Antri Untuk Dapatkan Rapid Test

nuruljadid.net- Kami rela antri sejak dari pagi untuk melakukan rapid test. Sebab, rapid test ini sangat kami butuhkan pada situasi sekarang ini. Kalimat tersebut diungkapkan oleh Ustadz Qomaruddin, Pengurus Pesantren Putra yang berasal dari Gending, Probolinggo saat duduk di kursi antrian menunggu gilirannya untuk di rapid test.

Ustad Udin sapaan akrab Qomaruddin melanjutkan, Alhamdulillah di Pesantren Nurul Jadid rapid test ini digratiskan. Padahal diluar sana, untuk melakukan rapid test butuh biaya kisaran 350, 450 hingga 500 ribu rupiah. Kami sangat berterima kasih kepada Pesantren Nurul Jadid.

Ini merupakan hari ke II Pesantren melakukan rapid test bagi pengurus Pesantren. Hari pertama, rabu (10/06) pagi, untuk Pengurus putri dan saat ini untuk Pengurus putra. Untuk pengurus putra pagi ini, Kamis (11/06), insya Allah kurang lebih 200 pengurus yang akan menjalani rapid test” Tegas Ustadz Fathollatif Kabid Wilayah Biro Kepesantrenan PPNJ.

Masih kata Ustadz Fathol, Kami bersyukur Pengurus putra banyak yang kembali ke Pesantren pagi ini, sampai siang nanti pengurus putra akan terus berdatangan.

 

 

Pewarta : PM

Rapid Test Pengurus Dilaksanakan Secara Gratis

nuruljadid.net- Pondok Pesantren melaksanakan rapid test bagi setiap pengurus pesantren yang kembali ke Pesantren bertempat di ruang kampus Universitas Nurul Jadid, Paiton Probolinggo, Rabu pagi (10/06).

Rapid test ini dilakukan agar pengurus pesantren yang kembali sejak hari ini dan selanjutnya bisa diketahui kesehatannya.

Ketua Gugus Tugas Pondok Pesantren Nurul Jadid Ustadz Abdul Kholid Fauzi menuturkan, adanya rapid test ini dimaksudkan agar pengurus pesantren yang kembali bisa di cek kesehatannya. Apa ada yang terindikasi covid-19 atau penyakit penyerta.

“Pesantren melakukan rapid test dengan gratis. Ini merupakan upaya skrining terhadap kesehatan pengurus pesantren. Kami khawatir pengurus yang kembali ke Pesantren kondisi fisiknya belum sehat,” Ucap Ustadz Kholid Fauzi.

Ustadz Kholid menambahkan, insya Allah pengurus pesantren yang kembali hari ini sesuai dengan jadwal sebanyak 500 orang. Dan itu semuanya akan di rapid test dengan jumlah dokter yang 10 orang. Sementara untuk mengetahui hasilnya Pengurus yang di rafid test butuh menunggu selama 10 menit.

Pewarta : PM

Alur Kedatangan Pengurus di Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net- Setelah melaksanakan libur panjang, santri Pondok Pesantren Nurul Jadid resmi dikembalikan secara bertahap mulai bulan juni-juli dan agustus. Pesantren memutuskan Pengurus Pesantren lebih awal diKembalikan lebih awal terhitung sejak tanggal 10 Juni – 26 Juni 2020.

Kedatangan pengurus ke Pesantren berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kembalian pengurus Pesantren tahun ini harus mengikuti alur yang ditetapkan oleh Pesantren.

Pertama : dari rumah menuju Pesantren Nurul Jadid. Kedua : Melewati lapangan UNUJA menuju ruang transit. Ketiga : Menuju (Masuk) ruang transit. Keempat: Melakukan Rafid Test. Kelima : Masuk Pesantren melalui pintu timur lapangan ayaman. Keenam : Menuju kamar sesuai wilayahnya masing-masing.

Sementara Ketua Gugus Tugas Covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid Ustadz Ahmad Kholid Fauzi berharap dikembalikannya pengurus bisa membantu kinerja Pesantren untuk mempersiapkan kebutuan sapra, pendampingan ditengah pandemi covid-19 saat ini.

“Kembalian pengurus Pesantren lebih awal. Mereka kita harap bisa membantu mempersiapkan segala kebutuhan baik sarana prasana, pendampingan pada santri saat santri mulai datang ke Pesantren dan berada di asramanya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh Pesantren, “Kata Ustadz Kholid.

 

Pewarta : PM

Melihat Perkembangan Covid-19, Liburan Ramadhan Santri Dimajukan

Santri Pesantren Nurul Jadid Mulai Hari Ini Kembali Ke Pesantren

nuruljadid.net- Setelah cukup sekian lama Pengurus Podok Pesantren Nurul Jadid berencana untuk mengembalikan santri ke Pesantren, pada akhirnya memutuskan santri kembali ke Pesantren dimulai hari ini (10/06).

Sebelum memutuskan pengembaluan santri, Pesantren telah banyak melakukan koordinasi berkait hal tersebut kepada beberapa lembaga terkait, mulai dari instansi Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Polres Kabupaten Probolinggo, Gugus Tugas Kabupaten Probolinggo, koordinasi antar Pondok Pesantren, RMI, Pengurus ISNU Jatim, Pengurus P4NJ diberbagai kabupaten, Dokter dan lembaga terkait lainnya.

Sekretaris Pesantren Ustadz H. Faizin Syamwil mengatakan, koordinasi yang dilaksanakan oleh Pesantren Nurul Jadid dengan beberapa instansi terkait, berharap agar rencana dan proses pengembalian santri ke pesantren bisa berjalan baik.

“Terung terang bahwa kebijakan mengembalikan santri ke Pesantren Nurul Jadid merupakan pilihan yang sangat berat dilakukan oleh Pengasuh, Kepala Pesantren maupun oleh keluarga Pesantren Nurul Jadid,” Kata Ustadz H. Faizin.

Sesuai dengan edaran yang dikeluarkan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid kembalian santri dilakukan secara bertahap. Tahap yang perrtama mengembalikan pengurus (ketua kamar, wali asuh, pengurus wilayah/daerah) serta pengurus pesantren lainnya.

Dikembalikannya pengurus pesantren terlebih dahulu agar mereka (pengurus) bisa ikut membantu pesantren mempersiapkan sarana prasarana dan kebutuhan santri yang akan dikembalikan ke pesantren pada tanggal 10 Juli – 17 agustus yang dilakukan secara bertahap,” Tegas Ustadz Ernawiyadi Kabag Humpro PPNJ.

 

 

Pewarta : PM

Surat Resmi Pengembalian Santri

nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid resmi mengeluarkan surat edaran tentang pengembalian Santri. Surat edaran ini ditanda tangani oleh Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag.

Memerhatikan Surat edaran bernomor: NJ-B/0250/A.III/06.2020 pada tangal 05 Juni 2020 tentang menyambut kedatangan santri dan tanggal pengembalian santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, dilengkapi dengan protokol kesehatan, mulai dari protokol persiapan keberangkatan, selama dalam perjalanan, saat tiba di pesantren dan selama berada di pesantren  . Adapun surat edaran sebagai berikut :

adaapun surat lampiran terkait pernyataan kembali santri dapat di unduh pada link di bawah :

20200608_lampiran-2-dan-3