Sholat Tarawih Digelar Dengan Physical Distancing

nuruljadid.net- Sholat tarawih berjamaah tetap digelar di Masjid Jami’ Pesantren Nurul Jadid di tengah pandemi virus corona atau disebut covid-19.

Dalam pelaksanaannya, Sabtu malam (25/04), jama’ah sholat tarawih menerapkan physical distancing yang menjadi prosedur tetap gugus tugas covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Gugus tugas berharap pelaksanaan shalat tarawih tetap memperhatikan anjuran bagian kesehatan Pondok Pesantren Nurul Jadid seperti memakai masker dan jaga jarak satu sama lain atau dikenal dengan physical distancing.

Sesuai amatan, anjuran agar memperhatikan protap tak-henti-hentinya disampaikan oleh gugus tugas melalui grup telegram dan grup whatshapp yang ada.

Peringatan terus menerus oleh gugus tugas kepada para jamaah sholat tarawih agar memperhatikan protap yang telah disosialisasikan, itu salah satu bagian dari cara untuk melakukan pencegahan penularan corona virus (covid-19) yang ada saat ini,” Tutur Ponirin Mika Gugus tugas bagian humas.

 

Pewarta : PM

Orang Yang Dawamul Wudhu’ Tidak Mudah Tergoda Oleh Setan

nuruljadid.net- Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini pada pengajian khataman kitab adabu salikul murid, Jum’at malam (24/04), di Musalla Riyadus Sholihin, menjelaskan tentang pentingnya menjaga wudhu. 

Kiai Zuhri menyampaikan, dulu Syekh Abdul Qodir Jailani pernah berguru kepada Nabi Khidir dan Syekh Abdul Qodir diperintah olehnya untuk berada di pinggir sungai dalam waktu satu tahun agar tidak pernah putus dari wudhu’. Kalau syekh Abdul Qodir berhadats kecil bisa langsung segera berwudhu dan apabila berhadats besar bisa segera mandi.

Orang yang terus menerus punya wudhu’ atau “dawamul wudhu'” akan terjaga pertahanan batinnya dan akan kuat tidak mudah tergoda oleh setan. Karena orang yang berwudhu selalu berdzikir dan ingat kepada Allah.

Untuk menghindari banyaknya hadats, Kiai Zuhri menambahkan, agar mempersedikit makan dan minum.

“orang yang banyak makan dan minumnya akan banyak hadatsnya. Supaya mudah menjaga kesucian jangan banyak makan dab minum,” Tutur beliau.

Makanlah, makanan yang halal dan menyehatkan dan itu tidak perlu banyak. Terkadang kita makan bukan karena butuh tapi karena enak. Kalau butuh kita perlu mengetahuai berapa ukuran kebutuhannya. Kalau ukuran enak, sekalipun kita kenyang terus ingin makan,” Sambung Kiai Zuhri.

“Makanan enak, tapi kita ingin berhenti makan, itu bagian dari riyadhah melawan nafsu,” Tambahnya.

 

Pewarta : PM

Pelanggaran Hak Kepada Manusia Itu Berat, Ini Ulasan KH. Moh. Zuhri Zaini

nuruljadid.net- Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo KH. Moh. Zuhri Zaini,  tentang pentingnya melaksanakan taubat  terhadap kesalahan yang dilakukan oleh setiap orang. Pada pengajian kitab adab salikul murid, bertempat di Musalla Riyadhus Sholihin (16/04), beliau dengan rinci menjelaskan tentang taubat dan cara menyesalinya.

“Sebagai orang yang beriman jangan berangan-angan apalagi berencana untuk berbuat dosa. Kalau kebetulan tergelincir berbuat dosa, segera bertaubat,” Katanya.

Dalam melaksanakan taubat, seseorang harus merasa bersalah dan mengakuinya dengan penuh penyesalan.

Kiai Zuhri melanjutkan, orang yang tidak merasa bersalah dari dosa yang dilakukannya, maka taubatnya tidak akan diterima. Jangan bosan-bosan bertaubat seperti kita tidak pernah bosan melakukan dosa. Kita jangan pernah putus asa kalau kita mau berbenah diri.

Masih kata Kiai Zuhri, dosa itu tidak hanya melanggar hak Allah, tetapi juga melanggar hak sesama. Bahkan bukan hanya kepada sesama manusia, tapi melanggar kepada binatang itu juga dosa. Orang mati syahid, jika memiliki dosa kepada Allah, maka segera dihapus olehNya. Tapi  jika memiliki dosa kepada sesama tidak akan dihapus oleh Allah sebelum orang tersebut memaafkan nya.

Manusia itu tidak bisa terhindar dari kesalahan, tapi Allah memberikan solusi yaitu segera bertaubat,” Sambungnya.

 

Pewarta : PM

dr, Nikmah, Simulasi Physical Distancing Diruang Poli Umum

nuruljadid.net- Upaya pencegahan corona virus (Covid-19) terus ditingkatkan oleh Klinik Az-Zainiyah dari hari kehari. Termasuk diantaranya mengadakan simulasi physical distancing antara dokter dan pasien untuk menanggulangi penyebaran covid-19 seperti yang dilakukan klinik, Jum’at sore (24/04) diruangan Poli Umum Klinik Az-Zainiyah.

Saat simulasi tersebut, dr. Nimatul Husnah mengatakan, untuk menjaga menyebaran virus corona (covid-19) disamping physical distancing diharap agar memakai alat pelindung diri (APD) dan rajin cuci tangan dengan memakai sabun. Terutama bagi Gugus tugas yang bekerja dilapangan.

Meskipun santri disini (Pondok Pesantren Nurul Jadid) banyak yang pulang, namun masih ada sekitar puluhan santri yang masih berada di Pondok. Mereka butuh dilindungi dari tertularnya virus corona dari orang lain, khususnya keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid. Untuk itu, penjagaan dan pengawasan perlu terus ditingkatkan. Pada simulasi tadi sore dr. Nikmah mempraktikkan bersama dua orang yang ditunjuk sebagai pasien berkait  jaga jarak fisik antara seorang dokter dan pasiennya,” Kata Kasyiful Anwar.

Jadi, simulasi seperti yang tadi dilaksanakan, itu sangat bermanfaat.” Sambungnya.

Pewarta : PM

Kiai Zuhri: Orang Atheis Bukan Semuanya Tidak Percaya Pada Tuhan

nuruljadid.net-  Pengajian KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo pada kegiatan khotmil kutub di Pondok Pesantren telah memasuki hari ke empat, setelah dimulai pada, Sabtu malam (11/04). Dalam kitab adabu salikul murid yang dibaca, salah satu penjelasan beliau menerangkan tentang pentingnya berdzikir (ingat kepada Allah).

“Ingat kepada Allah harus benar dan baik. Kalau ingat kepada Allah dalam keadaan benci itu jelek. Sebab, orang yang berdzikir kepada Allah harus memiliki pikiran yang positif,” Katanya.

Oleh karena itu, orang yang masih hatinya keras, jangan langsung diajak berdzikir dikhawatirkan takut marah-marah pada Allah. Dan orang yang memiliki akhlak yang jelek ia akan selalu berbuat suudzan pada Allah.. Karena dzikir itu harus dimulai dengan makrifat (mengenal Allah) dan penanaman akhlakul karimah. Orang yang mengenal Allah dengan benar pasti akan takdhim,” Imbuhnya.

Dakwah yang tidak berhasil itu bukan karena Islam tidak benar atau tidak baik tapi karena orang atau pendakwahnya tidak benar dan kurang baik,” Lanjutnya.

Selain tentang dzikir, Kiai Zuhri menyampaikan tentang kedekatan Tuhan pada manusia.

“Kedekatan Tuhan pada manusia dalam batin atau dalam hati. Kalau kita ingat pada Tuhan dengan ingat yang baik, tunduk dan patuh berarti kita dekat dengan tuhan. Kalu kita lupa pada pada Tuhan atau ingat dalam keadaan mel akukan perbuatan maksiat berate kita jauh,” Tegasnya.

Lebih jauh, sosok kiai yang dikenal low profile ini menyampaikan bahwa Tuhan selalu hadir pada kehidupan kita tapi kadang-kadang kita gaflah lalai dan tidak menyadarinya. Orang yang lalai pada Tuhan yang begitu tampak ia tidak akan musyahadah.  Orang atheis tidak semuanya tidak percaya pada Tuhan tapi hanya kadang-kadang tak peduli pada Tuhan.

Orang yang terhijab pada Allah, maka ia akan dikendalikan oleh nafsunya, ia tidak akan menjadi abdullah tapi menjadi abdul hawa,” Terangnya.

 

Pewarta : PM

Keceriaan dan Kelucuan Satgas Covid-19 Nurul Jadid

nuruljadid.net- Keceriaan dan kelucuan satgas covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, saat mereka bercanda dan bergurau sesama tim satgas saat melaksanakan tugasnya, jum’at (10/04).

Dari penuturan ketua satgas covid-19 Ustadz Kholid, tim yang bertugas selalu menyelingi pekerjaannya dengan senda gurau tanpa mengurangi kewaspadaan terhadap tengah menyebarnya covid-19 saat ini. Mereka satu sama lain saling melempar joke-joke segar terutama saat mau bertugas kelapangan.

“Mereka terkadang tertawa lepas bersama sesame temannya dilokasi tugas, ini yang membuat mereka tidak letih dan lesuh hilang seketika. Hal itu tentu tidak mengurangi terhadap kewaspadaannya dalam melaksanakan amanah Pesantren,” Ungkap Ustadz Kholid Rabu malam (15/04).

Lanjut Ustadz Kholid, kepenatan yang selama ini, terhibur dengan adanya satgas covid-19 yang selalu bercerita dan tertawa bersama, apalagi setelah berkumpul dikantor satgas, diakuinya dapat menghibur tim satgas yang lain.

 

Pewarta : PM

Screening Kesehatan, Pembagian Masker dan Brosur Covid-19 Kepada Wali Murid

nuruljaadid-net- Anggota tim satgas covid-19 saudara Azrul Anam mengucapkan syukurnya atas kesempatan yang diberikan pesantren untuk mengabdi kepada masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 yang tengah mewabah di bumi Nusantara saat ini. Kepada tim www.nuruljadid.net- (15/04). Dia banyak bercerita tentang pengalaman lapangan saat melaksanakan tugas sebagai satgas covid-19 yang dibentuk oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.

“Saya ucapkan syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada pesantren yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Ini kesempatan yang langka dan sangat menyenangkan menjadi satgas covid-19, apalagi saat berbagi kepada masyarakat sekitar,” Ucap Azrul

Harus melanjutkan, selama 4 hari, senin-kamis besok kami mendampingi wali murid di Madrasah Nurul Mun’im (MINIM), karena ada acara pembagian tabungan murid kepada walinya oleh pihak Madrasah. Bersamaan dengan acara tersebut kami (tim satgas) melakukan screening kesehatan, membagikan masker dan brosur, agar wali murid memakai masker saat keluar rumah upaya menghindari penyebaran corona virus.

Dengan kepedulian satgas covid-19 tersebut, Ustadz Umar Taha Guru Madrasah Nurul Mun’im menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya, karena satgas covid-19 mengawal kegiatan sangat tangkas dan tanggap.

“Terima kasih tim satgas covid-19 Nurul Jadid yang telah mengawal pembagian tabungan murid Madrasah Nurul Mun’im (MINM) kepada walinya,” Kata Ustadz Umar

Tidak hanya itu, salah satu wali murid MINM mengapresiasi satgas covid-19 atas dedikasi dan kepeduliannya terhadap masyarakat. Mereka sangat bangga dengan pelayanan yang diberikan pesantren.

“iya, mereka (wali santri) merespon baik bahkan ada yang memberi kue pada kami,” Ujar Nazrul sambil tertawa.

 

 

Pewarta : PM

Meski Terbatas, Satgas Covid-19 Nurul Jadid, Tetap Kerja Prima

nuruljadid.net- Direktur Klinik Az-Zainiyah sekaligus penanggung jawab Satgas Covid-19 Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah menuturkan, Seusai Kepulangan Santri yang dimajukan, otomatis tim Satgas Covid-19 baik di Tim Screening, disinfeksi maupun Tim Edukasi mengalami penyusutan. Dengan kepulangan personil Tim Saka Bakti Husada dan SBH (Saka Bakti Husada) yang berjumlah 300 orang. Sehingga saat ini hanya mengandalkan Tim yang ada ( Kamtib, Klinik Azzainiyah dan SP3 – Santri Patriot Panji Pelopor-) namun tidak mengurangi semangat kami, bahu membahu menjalankan Tugas mulia dari Pesantren.

“Disinfeksi dalem para keluarga besar Pesantren Nurul Jadid terus dilakukan, juga asrama santri. Disamping itu, satgas covid-19 melakukan screening setiap tamu masuk yang mempunyai hajat di Pesantren,”Tutur Ning Iah.

Ning Iah menambahkan, cek suhu dan edukasi bukan hanya dilakukan dilingkungan Pesantren semata. Akan tetapi dilaksanakan juga di masjid-masjid yang ada di sekitar Pesantren, seperti masjid baitis salam, tanjung. Pembagian masker kepada masyarakat sekitar Pesantren, sebagai bentuk kepedulian kita.

“Pejuang Covid-19, seringkali ada agenda yang bersamaan untuk dikerjakan. Tapi tetap semangat,” Lanjutnya.

Dengan adanya bantuan penanganan cek suhu dan disinfektan di Masjid Baitissalam, Bapak Budi Warga desa setempat mengapresiasi kerja dan kepedulian satgas covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Saya bersyukur kepada Allah dan berterima kasih yang tak terhingga kepada Pesantren Nurul Jadid, khususnya Satgas Covid-19 PPNJ yang telah membantu pencegahan covid-19 di desa kami. Semoga hal ini bisa mengedukasi masyarakat setempat. Sehingga nantinya bisa satu sama lain saling member keselamatan,” Tegasnya.

Ning Hanun, tak hentinya-hentinya memberikan dukungan kepada satgas covid-19 yang tengah berjuang melawan virus corona.

“Jazakumullah Satgas Covid-19 NJ. Sehat selalu dan tetap semangat. Amin,” Ucap Ning Hanun.

 

 

Pewarta : PM

Shalat Jum’at di Nurul Jadid Terapkan Phisycal Distancing

nuruljadid.net- Ditengah covid-19 ini,  Pondok Pesantren Nurul Jadid menerapkan phisycal distancing saat pelaksanaan shalat jum’at tadi (10/04). Pemberitahuan agar menjaga jarak 1 meter antar jama’ah disampaikan oleh Satgas Covid-19 setelah pembacaan khutbah kedua di Masjid Jami’ Nurul Jadid.

Ustadz Muslehuddin Jauhari Pengurus Pesantren Nurul Jadid mengatakan, Jamaah shalat jum’at diikuti oleh santri dan masyarakat. Jadi perlu adanya penerapan phisycal distancing.

“ Yang melaksanakan shalat jum’at itu bukan hanya santri melainkan juga masyarakat. Oleh karena itu, psycal distancing yang diterapkan oleh Satgas Covid-19 PPNJ sangat tepat dan itu sebuah keharusan,” Kata Ustadz Musleh.

Ustadz Musleh menambahkan, beberapa pelaksanaan shalat jum’at tidak melakukannya. Jadi sebagian masyarakat resah.

Psycal distancing merupakan salah satu cara untuk dilakukan karena dengan ini penyebaran virus corona atau dikenal dengan covid-19 bisa diantisipasi.

Ustadz Kholid Ketua Satgas Covid-19 menyampaikan, sebenarnya upaya-upaya pencegahan covid-19 banyak salah satunya physical distancing.

“Berkumpul dengan orang banyak perlu menerapkan kewaspadaan. Termasuk dalam pelaksanaan shalat jum’at. Kami menerapkannya sebagai langkah medis agar bisa mencegah menularnya virus yang dimaksud, dan sesuai pula dengan arahan pemerintah dan PBNU,” Ujar Ustadz Kholid.

disamping itu, kami melakukan cek suhu pada jama’ah shalat jum’at di pintu masuk Pos I,” Imbuhnya.

 

Pewarta : PM

Khotmil Kutub Ramadhan 1441 H

Silahkan download  kitab yang dibaca pada bulan ramadhan 1441 H oleh masyayikh di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, melalui link dibawah ini :

Kitab Adabu Suliki Al amurid : kitab-aadab-solok-almoreedKitan

Kitab Al qudwatul hasanah karangan Prof. Sayyid Alwi Al-Maliki : al-qudwa-tul-hasana-by-Prof. Sayyid Alwi Al-Maliki Al-Hasani

Kitab

قل-هذه-سبيلي

 

BRI Serahkan Bantuan Mobil Ambulance Untuk Klinik Az-Zainiyah

nuruljadid.net- Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid bersama Direktur Klinik Az-Zainiyah Nyai Hj. Khodijatul Qodriyah menerima penyerahan bantuan mobil ambulance dari BRI Cabang Probolinggo, Senin sore (06/04) di depan Klinik Az-Zainiyah.

Penyerahan bantuan mobil ini oleh pegawai BRI kepada Kepala Pesantren disaksikan beberapa pegawai BRI, Pengurus Pesantren dan Pegawai Klinik Az-Zainiyah.

Dengan adanya bantuan satu unit mobil ambulance dari BRI, Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid mengungkapkan bahwa pemberian tesebut sangat bermanfaat.

“Kita berterima kasih atas kepedulian BRI dalam bentuk CSR pemberian bantuan berupa ambulance ini. Bantuan ini amat bermanfaat, karena memang ambulance yang kita miliki saat ini sudah berusia dan butuh penyegaran,” Tegasnya.

Sementara Direktur Klinik Az-Zainiyah Nyai Hj. Khodijatul Qodriyah mengucapkan rasa syukurnya atas bantuan dan kepekaan BRI yang cukup tinggi dengan kebutuhan Klinik Az-Zainiyah.

“Bantuan ini seperti suplemen bagi kami saat ini di Klinik Az-Zainiyah yang sedang mendapat tugas extra di Satgas Covid-19. Karunia yang besar ini, tentu menambah rasa syukur kami, karena hadirnya melengkapi armada ambulance dan mobil antar jemput bagi santri yang sakit yang sebelumnya sudah kami miliki,” Ucapnya.

Ning Iah panggilan akrab Direktur Klinik Az-Zainiyah ini melanjutkan, Dengan adanya tambahan mobil ambulance ini diharapkan pelayanan Klinik Az-Zainiyah semakin prima dan cekatan.

“Tentu kami sangat berterima kasih kepada BRI yang memiliki kepedulian, kepekaan dan solidaritas yang tinggi. Semoga Allah membalas kebaikannya,” Imbuhnya.

Waspada! Penipuan Mengatasnamakan Pesantren Nurul Jadid

nurulajadid.net- Beredarnya Akun dan Fanspage tentang permintaan bantuan dana yang mengatasnamakan Pondok Pesantren Nurul Jadid sangat meresahkan masyarakat terutama alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Bermula dari banyaknya pertanyaan datang dari alumni Nurul Jadid berkait kevalidan informasi yang beredar, Sekretaris Pondok Pesantren Nurul Jadid Ustadz H. Faizin Syamwil mengambil langkah cepat untuk berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Kita sudah berkoordinasi dengan aparat desa karanganyar, tenyata dia (penipu) membuat alamat dan rekayasa KTP palsu. Untuk itu Pondok Pesantren Nurul Jadid melakukan beberapa langkah-langkah, mulai dari mengklarifikasi melalui surat edaran resmi Pesantren dan juga akan melaporkan kepada pihak berwajib,” Kata H. Faizin

Dengan kejadian ini, seluruh Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) ikut andil melakukan klarifikasi atas akun dan fanspage yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Kami berharap jika ada penipuan model seperti ini untuk diabaikan,” Ucap Ustadz Ernawiyadi Munsy Kabag Humpro Pondok Pesantren Nurul Jadid. 

Dengan adanya surat edaran resmi dari Pesantren Nurul Jadid, semoga masyarakat tidak resah lagi,” sambungnya.

 

 

Pewarta : PM

Camat Maron Ikut Menyambut Kedatangan Santri Nurul Jadid

nuruljadid.net- Setelah mendapat pengarahan berkait penanggulangan penyebaran corona virus (Covid-19) dari ketua tim Satgas Covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Selasa pagi (31/03) di Masjid Jami’, Santri Nurul Jadid yang berasal dari Gending, Probolinggo mendapatkan pengarahan juga dari Camat Maron tiba di daerah Gending, Rabu siang (01/04) di lapangan Maron.

Camat Maron Bapak Imam Syafi’i dalam pengarahannya mengajak kepada seluruh santri agar supaya mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh dokter dan pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus corona.

“Kepada semua santri supaya mengikuti prosedur mencegahnya penyebaran covid-19 dengan mencuci tangan, social distancing, psycal distancing, diam dirumah, kalau sakit segera ke dokter, tetap tenang, usaha batiniyah dengan memperbanyak do’a dan dzikir kepada Allah, baca alqur’an selama diam dirumah dan tetap belajar dengan baik,” Ucap Bapak Imam Syafi’i.

Saat memberikan pengarahan, camat maron (bapak imam syafi’i) didampingi danramil dan polsek setempat. dan beliau semua ikut menyambut kedatangan santri dari Pesantren Nurul Jadid,” Kata Bapak Ali Wafa Pengurus P4NJ daerah Gending.

Selanjutnya, Ketua P4NJ Kabupaten Probolinggo, H. Sa’dun mengingatkan agar santri selalu taat terhadap apa yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini melalui tausyiah-tausyiahnya.

“Santri harus mengikuti tausyiah pengasuh dengan penuh ketaatan, patuh kepada orang tua dan harus menjaga kesehatan,” Tegas H. Sa’dun di dampingi pengurus P4NJ setempat.

 

Pewarta : PM

Lepas Kenang Kelas Akhir Menjelang Liburan Santri

Lepas Kenang Kelas Akhir Menjelang Liburan Santri

nuruljadid.net – Selasa (31/03/2020) dilaksanakan acara Lepas Kenang Siswi Kelas Akhir Wilayah Al-Mawaddah Pondok Pesantren Nurul Jadid. Acara tersebut dimulai tepat pukul 20.00 WIB bertempat di Musholla Al-Mawaddah. Acara yang biasa dilaksanakan tiap akhir tahun ini menjadi ajang perpisahan bagi siswi kelas akhir yang sebentar lagi akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Acara ini dihadiri oleh Ning Raudlatul Aniq dan Ning Mabruroh Zain Lc. sebagai undangan dari keluarga pemangku. Dalam sambutannya Ning Mabruroh Zain Lc. mewakili pemangku Wilayah Al-Mawaddah menyampaikan, “Di tengah gonjang-ganjing wabah yang sudah kita tau saat ini, kita patut bersyukur masih bisa melaksanakan acara lepas kenang ini. Jangan sedih walau sudah ada beberapa yang pulang lebih dulu (Boyong) dari pesantren bukan berarti bebas. Tapi tantangan di luar itu lebih berat daripada di pondok. Jadi,  apa yang telah di dapat dan menjadi kebiasaan positif di pesantren sebagai bekal pulang ke masyarakat.”

“Kami mewakili seluruh siswi kelas akhir angkatan-2020 ini. Kesan kami selama berada di sini tidak banyak. Sedikit, tapi bermakna. Yakni nano-nano. Ada senang dan sedih. Ada sakit dan bahagia. Kita disini ditempa untuk kemudian akan menjalani kehidupan yang sesungguhnya di masyarakat nanti. Pesan kami untuk semua santri, adik kelas dan terutama teman-teman kelas akhir. Setelah ini kita akan menjadi bagian dari masyarakat, tetap jaga akhlak sebagaimana seorang santri seharusnya. Karena tidak ada yang namanya mantan santri.” Kesan dan pesan Hanik Ammaria selaku Ketua Panitia acara yang sekaligus menjadi perwakilan dari para siswi kelas akhir.

Tema yang dipilih adalah “Budaya Indonesia”, sehingga ciri khas Indonesia pun begitu tampak. mengenakan baju batik, bahasa Indonesia dan Madura halus sebagai bahasa pembawa acara, serta beberapa penampilan khas Indonesia lainnya.

Acara berjalan meriah dengan riuh tepuk tangan dari para santri, serta menyerahkan kenang-kenangan untuk pemangku dan wilayah Al-Mawaddah serta foto bersama menjadi penghujung kegiatan lepas kenang pada malam hari ini.

Pewarta : Kholis & Humairo

Editor      : Ponirin Mika

Kiai Zuhri, Ikhtiar Dhohir Dengan Mengikuti Petunjuk Dokter

Kiai Zuhri, Ikhtiar Dhohir Dengan Mengikuti Petunjuk Dokter

nuruljadid.net – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jawa Timur KH. Moh. Zuhri Zaini mengajak para santri untuk melakukan ikhtiar dalam menghadapi Corona Virus atau dikenal dengan Covid-19. Ajakan Kiai Zuhri disampaikan pada saat memberikan tausyiah libur Ramadhan Santri di Masjid Jami’ Nurul Jadid, pagi tadi (31/03).

“Kalau tidak melakukan ikhtiar karena sok yakin takdir. Kalau terjadi takdir Allah berupa sakit, maka kita akan disalahkan orang. Salah itu bukan apa yang terjadi tapi apa yang kita lakukan,” Ucap Kiai Zuhri.

Kiai Zuhri melanjutkan, ikhtiar dhohir itu penting dengan tetap mengikuti petunjuk yang dibuat oleh dokter.

Setelah pengarahan dari Pengasuh dilanjutkan dengan sosialisasi pencegahan penyebaran corana virus (covid-19) oleh ketua tim satgas.

Beberapa hal disampaikan ketua satgas termasuk diantaranya menjaga diri dari kerumunan orang (social distancing) dan juga menjaga jarak dengan orang lain (psycal distancing). Ini merupakan salah satu cara untuk mencegah penyebaran corona virus.

“Santri diam dirumah saja, bisa membantu orang tua. Kurangi keluar rumah khawatir terjangkit wabah corona virus. Diam dirumah paling aman untuk menutup penularan virus tersebut,” Jelas Ustadz Abdul Kholid Fauzi Ketua Tim Satgas Covid-19.

 

Penulis : Junaedi

Editor : Ponirin Mika