P4NJ Bali Bekerjasama Dengan Polsek Gilimanuk Menyambut Kepulangan Santri

nuruljadid.net- Pemulangan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid berasal dari bali berjalan dengan baik, tadi tiba di pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 15. 30 WITA. Alhamdulillah santri yang baru di pulangkan dalam kondisi sehat tidak ada kendala dalam prosedur perjalanan menuju kerumah masing-masing dari beberapa kota dankabupaten di provensi bali. Hal ini diungkapkan oleh Ustadz Haris Ketua P4NJ Bali saat dihubungi melalui telepon selurelnya.

Ustadz Haris melanjutkan, kami Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) melakukan koordinasi dengan polsek gilimanukterkait pengamanan merebaknya corona virus covid-19 yang saat ini lagi viral. Kami bersyukur sekali karenadari pihak kepolisian (polsek) menerima dengan baik. Kami melakukan seperti ini sesuai dengan mekanisme dan prosedur  terkait himbauan gubenur bali tentang keharusan melibatkan instansi terkait.

Pondok Pesantren Nurul Jadid memberikan ijin pulang rombongan santri berasal dari bali, Ahad pagi (29/03). Sebelum berangkat ada penyemprotan disinfektan oleh satgas covid-19 PPNJ terutama bus yang ditumpanginya.

Ini dilakukan agar bisa aman dari penyebaran virus corona atau minimal menghambat penularan,” Ujar Ustadz Abdul Kholid Ketua Satgas Covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

 

Pewarta : PM

Cegah Wabah Covid-19,  Satgas NJ Sosialisasikan Hingga Ke Pelosok Desa

nuruljadid.net- Setelah mengadakan sosialisasi pencegahan penyebaran wabah covid-19, di tiga Masjid Desa Karanganyar, Paiton Probolinggo. Personel satgas covid-19 Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali mensosialisasikan himbauan, anjuran dan cara penanganan penyebaran corona virus tersebut kepada masyarakat di Masjid Randu Tatah, Jum’at siang (27/03).

Personel satgas covid-19 menyampaikan, agar masyarakat selalu menjaga kesehatan dan kebersihan, serta mewaspadahi kalau ada warga yang datang dari daerah lain.

Pentingnya sosialisasi seperti ini kepada masyarakat, supaya masyarakat memiliki pengetahuan terkait bagaimana caranya mencegah penyebaran corona virus atau dikenal dengan covid-19,” Ujar Ustadz Sulaiman Makki, Koordinator Pemuda Randu Tatah.

Kami sangat berterima kasih kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid yang sangat peduli terhadap masyarakat randu tatah. Ini sangat berharga dan penting sekali,” Sambungnya.

 

 

Pewarta       : Ibnu Abdullah

Editor         : Ponirin Mika

Melihat Perkembangan Covid-19, Liburan Ramadhan Santri Dimajukan

Melihat Perkembangan Covid-19, Liburan Ramadhan Santri Dimajukan

nuruljadid.net – Mencermati perkembangan Virus Corona (COVID-19) serta mengakomodir pendapat pihak Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid dan wali santri, Pesantren memutuskan untuk memajukan Liburan Ramadhan santri. Kamis (26/03/2020).

Menurut Sekretaris PP. Nurul Jadid, Ust. Faizin Syamwil, keputusan tersebut dilakukan karena melihat dari perkembangan virus semakin masif dan mengkhawatirkan keselamatan santri, disamping terdapat permintaan dari para wali santri. Sebab, mereka (wali santri) lebih tenang jika mengawasi putra – putrinya secara langsung.

“Teknis pemulangan santri akan diatur dan dikoordinir oleh tim Satuan Tugas Covid-19 (Satgas-19). Karena akan dilakukan upaya tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 baik di kendaraan, awak kendaraan, pendamping, dan santri. Begitu pula nanti ketika tiba di terminal penurunan akan dilakukan prosedur yang ditetapkan oleh Satgas-19,” terang Ust. Faizin kepada nuruljadid.net.

Masih menurut Ust. Faizin, mengenai santri yang berasal dari luar pulau jawa akan ada pertimbangan jadwal transportasi. “Dan bagi santri dari daerah yang dinyatakan lockdown, pesantren tetap akan memfasilitasi apabila ingin tetap tinggal di pesantren dengan pengawasan dari Satgas Covid-19,” imbuhnya.

Mengenai hal – hal yang terkait dengan Liburan Ramadhan bisa dilihat dalam di Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Pengurus PP. Nurul Jadid. Sebagaimana berikut ini.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Sosialisasi Pencegahan Covid-19 di Pembukaan Pekan Lomba

Sosialisasi Pencegahan Covid-19 di Pembukaan Pekan Lomba

nuruljadid.net – Biro Pendidikan, Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan acara Pembukaan Pekan Lomba dan Sosialisasi oleh Satgas Covid-19 untuk Pencegah Penyebaran Virus Corona. Rabu (25/03/2020)

Acara tersebut dilaksanakan di Aula II  Nurul Jadid yang tangani oleh santri dari Forum Komunikasi Osis (FKO)

Ahmad Zainul Khofi selaku Ketua FKO mengucapkan banyak terima kasih kepada narasumber yang berkenan hadir dan berharap dapat memberikan sebuah edukasi tentang virus Corona.

 “Saya selaku panitia akan menjelaskan dan melaporkan apa saja yang akan diadakan pekan santri nanti. Jadi nantinya pada pekan santri dua minggu ke depan insyaallah akan diisi dengan beberapa kegiatan  lomba yang akan dilaksanakan antar lembaga. Untuk lebih jelasnya pada kesempatan rangkaian acara yang ketiga insya Allah kami akan menjelaskannya lebih jelas lagi” ujarnya di pertengahan sambutan.

Penjelasan tentang Virus Corona oleh Ketua SATGAS COVID-19, Bapak Kholid Fauzi

Penjelasan tentang Virus Corona oleh Ketua SATGAS COVID-19, Bapak Kholid Fauzi

Lebih lanjut, Ust. Hidayatur Rahman selaku Pembina FKO turut memberikan sambutan. “Hari ini, selain ada pembukaan Pekan Santri juga ada sosialisasi virus corona oleh petugas dari Satuan Tugas Covid-19 untuk mensosialisasikan agar gejala yang terjangkit dan mewabah ini dapat kita hentikan,” terangnya dalam sambutan.

Pasca sambutan – sambutan, dilaksanakan Sosialisasi Virus Corona oleh Bapak Kholid Fauzi, Ketua Satuan Tugas Covid-19. Dan penjelasan tata tertib lomba – lomba Pekan Santri oleh Ust. Hidayatur Rahman.

Adapun lomba – lomba yang dilombakan dalam Pekan Santri ini ialah Lomba Karya Sastra Santri, Lomba Karya Tulis Ilmiah, Lomba Video Pencegahan dan Penyebaran COVID-19 ala Santri, Lomba Resensi Buku, Lomba Menulis Opini tentang COVID-19, Lomba Debat Ilmiah Santri, Lomba Talent Show, Lomba Stand Up Comedy, Lomba Futsal Ala Santri, Lomba Asrama Tanggap Pencegahan dan Penyebaran COVID-19 ala Santri, Lomba Asrama Tanggap Pencegahan dan Penyebaran COVID-19 ala Santri, Pemilihan Nurul Jadid Student Top Leader (NJSTL) 2020, Pemilihan Santri Berprestasi 2020, dan Students Talk.

Penulis : Junaedi, Badrus

Editor : Ponirin

Selama Lockdown Al-Hasyimiyah Lakukan Senam di Pagi Hari

Selama Lockdown, Santriwati Lakukan Senam di Pagi Hari

nuruljadid.net – Sebagai upaya preventif untuk menanggulangi pandemi orona virus (Covid-19), Wilayah putri Pondok Pesantren Jadid mengadakan kegiatan olah raga senam pagi bagi seluruh santriwati. Kegiatan rutinitas yang biasanya dilaksanakan Jum’at pagi ini, kini menjadi kegiatan harian.

“Kami melaksanakan senam pagi ini atas instruksi pesantren yang mengharuskan santri berolahraga setiap harinya,” ujar Yulif, Kabag Kesehatan Putri Wilayah Al-Hasyimiyah, Rabu(25/03) kemarin.

Senam ini dilaksanakan setelah selesainya pengajian pagi oleh Dewan Pengasuh.

“Pada pukul 07.30 WIB seluruh santriwati sudah berada di depan Musala Al-Hasyimiyah dan dibeberapa halaman di wilayah putri. mereka beramai-ramai mengikuti senam Indonesia Jaya,” Sambungnya.

Yulif melanjutkan, Selain melakukan senam di pagi hari, santriwati terus mendapatkan pemantauan terkait kesehatannya oleh masing-masing wali asuh.

Fungsi senam ini untuk menguatkan fisik serta kekebalan tubuh santri, tujuan lainnya adalah sebagai refreshing bagi santriwati,” Tambahnya

Pasalnya, semenjak adanya pandemi corona virus  Covid-19, akses santri menjadi sangat terbatas. Mereka sudah tak bisa lagi melaksanakan kegiatan dalam bentuk apapun meskipun KBM.

”Kasihan adek-adek (Santriwati, Red) sudah tidak bisa belajar seperti biasa. Pastinya mereka kebahagiaannya terganggu. Makanya, kami sebagai pengurus pesantren setidaknya membuat mereka tidak tertekan dalam suasana yang genting saat ini,” ungkap Sherly Dwi Agustin, Pengurus Wilayah Al-Hasyimiyah

“Juga, kalau kita bisa membuat mereka bahagia terus, Insya Allah kita bisa ikut bahagia dan berdampak pada kesehatan semakin baik” lanjut santriwati asal Bondowoso tersebut.

Para santri putri wilayah Al - Hasyimiyah saat Senam Pagi

Para santri putri wilayah Al – Hasyimiyah saat Senam Pagi

Meski senam yang diadakan hanya berdurasi 30 menit, namun kegiatan ini mampu membangun kesadaran santri untuk terus menjaga kesehatan fisik dan membuat mereka sejenak lupa berkait pandemi covid-19.

“Seru kok. Katanya ustadzah, biar kita sehat selalu. Jadi, senam kayak gini memang perlu kita lakukan. Apalagi setiap hari. Jadi tambah sehat karena bisa ngeluarin keringat,” ungkap Echa, salah satu santriwati kelas akhir asal Banyuwangi saat ditanya perihal kegiatan senam.

 

Pewarta : NaFit

Editor     : Ponirin Mika

Pesan Santri Kepada Orang Tua di Tengah Wabah Virus Corona

nuruljadid.net- Wabah  virus corona (covid-19) yang menyebar di lebih dari 20 negara dunia termasuk Indonesia membuat pemerintah menerapkan beberapa kebijakan untuk pencegahan. Beberapa himbauan guna mencegah penyebaran Covid-19 di antaranya yakni work from home hingga social distancing.

work from home atau yang sering disebut dengan WFH adalah istilah yang belakangan jadi perbincangan karena disarankan pemerintah sebagai taktik untuk mencegah penyebaran virus corona semakin luas. Sementara itu, social distancing merupakan upaya menjaga jarak antara satu orang dengan orang lain dengan berdiam atau melakukan aktivitas di rumah.

Beberapa netizen pun membuat membuat pesan meme seiring dengan himbauan pemerintah agar masyarakatnya melakukan aktivitas di rumah dan menjaga jarak dengan orang lain demi mencegah penyebaran Covid-19.

Santri Pondok Pesantren pun membuat pesan meme kepada orang tuanya seperti gambar dibawah ini:

Pesan ini disampaikan oleh mereka, karena masih ada sebagian dari walisantri menghawatirkan dan gelisah keberadaan anaknya yang bermukim di Pesantren.

“Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo telah melakukan upaya pengawasan yang ketat dan pencegahan terhadap menularnya covid-19 dengan membentuk Satgas Covid-19 terdiri dari Dokter, Perawat klinik Az-zainiyah, Pengurus Pesantren dan Keamanan,” Ungkap Kabag Humpro Ustadz Ernawiyadi

Dengan menutup akses masuk pesantren pada tamu maupun wali santri yang hendak menemui putra-putrinya. Kecuali sebagian orang yang mendapat rekomendasi masuk dengan tetap mengikuti protap yang ditetapkan. Ini bagian dari salah satu cara agar tidak terjadi penularan covid-19,” Tegas Ponirin Mika Humas Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

 

Pewarta : Ibnu Abdullah

Editor     : Ponirin Mika

Pemasangan Keramik Granit, tambah Kesan Indah Masjid Jami'

Pemasangan Keramik Granit, tambah Kesan Indah Masjid Jami’

nuruljadid.net – Perkembangan Pembangunan Masjid Jami’ Nurul Jadid, Pondok Pesantren Nurul Jadid saat ini sedang dalam pemasangan Granit Lantai teras Masjid. Senin (24/03/2020).

Pemasangan Granit Lantai tersebut berukuran 1200 cm x 360 cm dan dimulai sejak pagi tadi oleh para tukang pembangunan masjid.

“Pemasangan ini sudah dari tadi pagi jam 07.30 WIB sampai sekarang, dan sebentar lagi akan istirahat jam 16.00 WIB. Saya yang mengukur tadi dari sebelah utara ke selatan 1200 cm, dan dari barat ke timur 360 cm,” ucap Mandor Pembangunan Masjid, Bapak Muhammad saat terwawancarai nuruljadid.net.

Pemasangan Keramik Granit dipotret dari lantai II Masjid Jami' Nurul Jadid

Pemasangan Keramik Granit dipotret dari lantai II Masjid Jami’ Nurul Jadid

Lebih lanjut, Cak Mamat (sapaan akrab bapak Muhammad) mengatakan, pemasangan granit akan dirampungkan dengan cepat. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan ornamen di atas teras depan masjid.

“Target pemasangan teras masjid ini semoga cepat selesai dan tanpa kendala, tapi masih belum ketemu sampai kapan. Kemudian akan berpindah ke pemasangan ornamen,” ungkapnya.

Saat ditanya mengapa menggunakan Keramik Granit, Cak Mamat mengatakan, Keramik Granit lebih kuat dengan harapan bisa tahan lama dan tidak gampang pecah.

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin

Lawan Virus Corona dengan Senam Bersama

Lawan Virus Corona dengan Senam Bersama

nuruljadid.net – Bidang Koordinasi Olah Raga dan Kesenian Santri (BKOSS) mengadakan Senam Pagi  Bersama untuk para Santri Pondok Pesantren  Nurul Jadid di Lapangan Ayaman. Senin pagi (23/03/2020).

Berlansung pada jam 07.00 WIB, dipimpin oleh tiga santri Husada dari bagian Satuan Tugas Covid-19 (Satgas Covid-19) dan diawasi lansung oleh Kepala BKOSS, KH. Makki Maimun Wafi.

Kegiatan tersebut untuk meningkatkan daya tahan tubuh santri agar tidak mudah terjangkit Virus Corona (Covid-19).

3 Santri Husada saat memimpin Senam Pagi Bersama di Lapangan Ayaman

3 Santri Husada saat memimpin Senam Pagi Bersama di Lapangan Ayaman

Tampak gerakan demi gerakan senam diikuti oleh para ribuan santri putra. Sedangkan senam santri putri bertempat di wilayah masing – masing.

“Ayo kita senam, agar daya tahan tubuh kita ini, kebal dari virus Corona,” tegas KH. Makki Maimun Wafi kepada santri sebelum Senam Bersama dimulai

Untuk selanjutnya, Senam Pagi Bersama akan dilaksanakan setiap hari sampai tanggal 02 April 2020.

“Saya harap besok tidak ada yang telat, kalau masih ada yang telat akan diberi sanksi oleh bagian keamanan,” pungkas putra dari KH. Hasan Abdul Wafi itu.

Penulis : Junaedi

Editor : Ponirin

Menghadapi Covid-19, Biro Pendidikan Terapkan Home Learning

Menghadapi Covid-19, Biro Pendidikan Terapkan Home Learning

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid telah menetapkan dua sistem baru untuk para pengurus lembaga, asrama dan juga santri. Dua sistem tersebut adalah adanya Home Learning dan Pelaksanaan UNBK Khusus SLTA. Sistem tersebut diputuskan oleh Biro Pendidikan beserta Para Pimpinan Lembaga Pendidikn Formal yang dilaksanakan di ruang rapat UNUJA. Ahad (22/03/2020).

Dua sistem tersebut sesuai dengan yang terlampir dalam surat edaran kepala PP. Nurul Jadid nomor: NJ-B/0208/A.III/03.2020 dalam rangka ikhtiar pesantren dalam upaya Pencegahan dan Penyebaran Virus Corona (Covid -19) dan nantinya akan berlaku dari setelah tanggal yang telah tetapkan sampai tanggal 05 April 2020 mendatang.

Selain itu, dalam surat edaran tersebut dijelaskan tentang adanya beberapa ketentuan-ketentuan baik untuk pengurus, lembaga, dan asrama para santri untuk dilaksanakan.

Ketentuan tersebut  meliputi dua sistem yang sudah dan ditetapkan yakni Mekanisme Pelaksanaan  Home Learning dan teknis pelaksanaan UNBK untuk tingkat SLTA.

Dalam Mekanisme Pelaksanaan Home Learning ditentukan bahwa, proses Kegiatan Belajar Mengajar yang sebelumnya dilaksanakan di masing-masing Sekolah/Madrasah akan dialihkan untuk sementara selama 2 minggu ke masing-masing wilayah di asrama. Diwajibkan bagi setiap guru mapel untuk meyiapkan tugas bagi peserta didik selama masa Home Learning sebanyak 2 tugas (Seminggu) yang terstruktur dan dikerjakan dalam satu buku khusus sebagai portofoli dibawah pengawasan Wali Asuh.

Penugasan tersebut adalah sebagi pengganti dari Penilaian Tengah Semester (PTS) Genap yang  akan di koreksi dan diberi penlaian langsung oleh guru mapel yang bersangkutan setelah tugas tersebut selesai dalam dua minggu mendatang.

Kemudian daripada itu juga, ada skema dan keterangan skema pelaksanaan tugas terstruktur Home Learning yang sudah terlampir dalam surat edaran.

Untuk teknis pelaksanaan UNBK tingkat SLTA dijelaskan bahwa pelaksanaan UNBK tetap berjalan sebagaimana biasanya bagi peserta didik yang berstatus santri dan berdomisili dilingkungan pondok pesantren.

Khusus untuk peserta didik kelas akhir XII SLTA SMA dan MANJ yang sedang dalam kondisi berada di rumah di harapkan untuk tidak kembali ke pesantren sampai H-1 pelaksanaan UNBK  yaitu tanggal 05 April 2020 dan peserta didik yang hadir H-1 sebelum UNBK diharap menghubungi pihak sekolah/madrasah masing-masing agar diarahkan ke klinik Az-zainiyah untuk melakukan Screening dan pemeriksaan kesehatan.

Pelaksanaan UNBK bagi peserta didik yang tidak berstatus santri (red: nyolok) dan yang pulang akan ditempatkan pada Gedung UNUJA yang akan dikawal langsung oleh pihak sekolah/madrasah ketika ujian berlangsung dan mendata siapa saja peserta didik yang nyolok dan pulang untuk diberi fasilitas khusus pra dan pasca UNBK.

Himbawan untuk setiap manajemen dan pimpinan lembaga agar selalu stand by on WhatsApp dan Telegram jika sewaktu-waktu terdapat perubahan kebijakan sesuai dengan kekondusifan situasi. Biro Pendidikan juga membuat surat tugas untuk nama-nama proktor dan pengawas khusus dalam menyiapkan pelaksanaan UNBK di masing-masing lembaga lingkungan PP. Nurul Jadid.

Penulis : Badrus, Junaedi

Editor : Ponirin

Satgas Covid 19, Terapkan Social Distancing di Acara Haul Masyayikh

nuruljadid.net- Social distancing merupakan sebuah cara yang direkomendasikan oleh ahli kesehatan masyarakat untuk memperlambat penyebaran penyakit yang ditularkan dari orang ke orang. Cara ini mengharuskan orang untuk menjaga jarak satu sama lain sehingga virus – atau patogen apapun – tidak dapat menyebar dari satu orang ke orang lain.

Pada haul masyayikh dan doa bersama yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Ahad pagi (22/03), Pengurus Pesantren bersama Tim satgas covid 19 menerapkan sosial distancing pada seluruh peserta haul masyayikh.

“Menjaga jarak antara sesama peserta haul masyayikh, salah satu upaya untuk mencegah menularnya covid 19. Kita mempraktikkan social distancing itu bagian dari ikhtiar,” Hal itu diungkapkan Ustadz Ernawiyadi, Selaku Ketua SC Haul Masyayikh selepas acara haul masyayikh kemarin.

Tidak hanya itu, tadi ada sosialisasi pencegahan covid 19 yang disampaikan oleh tim satgas bentukan Pesantren kepada seluruh peserta haul. Ini dimaksudkan biar semua peserta haul masyayikh memiliki pengetahuan terkait penanggulangan covid 19 yang marak saat ini,” Lanjutnya.

Pewarta : PM

KH. Moh. Zuhri Zaini; Dalam Keprihatinan ini, kita perlu Memperkuat Sambungan kepada Allah SWT

nuruljadid.net – “Jadi kita sekarang ini memang sedang prihatin, maka dalam keprihatinan ini kita perlu memperkuat sambungan kita pada Allah Swt, keyakinan dan tawakkal kita pada Allah Swt, dengan tetap tidak mengurangi ikhtiar, dengan memperbanyak dzikir, perbanyak amal-amal ibadah, baik ibadah ritual seperti sholat baca qur’an dan lain sebagainya. Termasuk tetap belajar dan tetap ibadah-ibadah sosial barangkali tentu yang tidak mengandung resiko”.

Hal itu didawuhkan oleh Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Moh Zuhri Zaini pada acara Do’a Bersama dan Tausiyah Pengasuh dalam rangka Haul Masyayikh PP. Nurul Jadid ke 71. Ahad Pagi (22/03/2020).

Selain itu, beliau turut merasa senang karena tetap bisa melaksanakan kegiatan tahunan PP. Nurul Jadid itu dengan sehat dan selamat.

“Haul masyayikh ini merupakan dalam rangka rasa syukur kita, selain syukur atas tetap eksisnya pesantren ini, syukur kepada jasa-jasa para muassis dan para masyayikh lebih-lebih kita masih diberi kesehatan dan keselamatan oleh Allah Swt sekalipun kita melaksanakan kegiatan ini dalam keadaan keprihatinan. Dalam keadaan seperti ini tentunya kita lebih memperkuat keyakinan dan keimanan kita pada Allah Swt. Apalagi pas ini momennya pelaksanaan peringatan ini tentunya do’a pada tanggal 20 rajab terjadinya isra’mi’raj yang merupakan saat itu, disebut tahun keprihatinan,” tutur beliau dengan ramah lembut.

Beliau menjelaskan, untuk tetap tenang didalam marak wabahnya virus corona, karena keyakinan bahwa semua yang berkuasa adalah Allah Swt. Dan dengan tenang dapat meningkatkan imunitas mental dan batin.

“Ketika Nabi Muhammad Saw mengalami keprihatinan dalam perjalanan dakwah beliau, dimana 2 penolong sekalipun penolongnya itu istri dan paman beliau, nabi begitu prihatin, begitu sedih sehingga beliau mencari bantuan ke dhaif dan ternyata disana orang mekkah mendahului nabi. Dan orang mekkah itu memprovokasi orang dhaif. Ketika nabi sampai di dhoif beliau bukan disambut dengan sambutan yang kehormatan tapi pemuda – pemuda dhoif melempari nabi dengan batu sehingga beliau berdarah – berdarah. Maka lalu Allah Swt memperlihatkan kekuasaannya dengan panggilan beliau untuk menghadap kepadanya melalui isra’ mi’raj. barang kali ini adalah keprihatinan kita dan ini juga merupakan bukti nyata kekuasan Allah Swt jadi kita dengan ikhtiar dengan kemampuan teknologi dan sebagainya jika Allah Swt menghendaki lain. Maka semuanya akan menjadi lumpuh,” tutur beliau.

“Tentu seperti yang disampaikan oleh kepala pesantren bahwa keyakinan kita kepada Allah Swt, ketawakkalan kita kepada Allah Swt bukan berarti menghilangkan ikhtiar, artinya tawakkal itu adalah kita mengandalkan Allah Swt tidak mengandalkan ikhtiar kita, tapi kita tetap ikhtiar. Satu ketika Khalifah Sayyidina Umar melihat orang pengangguran tidak bekerja, beliau menegur. “Kamu itu kaum apa?” Kemudian kaum itu menjawab, “kami ini kaum tawakkal”. Lalu Khalifah Sayyidina Umar berdawuh, “langit tidak akan menurunkan hujan emas”. Artinya kalau kamu ingin makan tidak cukup tawakkal – tawakkal saja,” ungkap beliau sembari tersenyum.

Kemudian beliau bercerita tentang sebuah pasukan yang dikirim Khalifah Sayyidina Umar ke Syam. Sampai ditengah perjalanan pasukan mendengar informasi bahwa daerah dituju terdapat sebuah wabah yang sangat mematikan. Lalu sahabat ada yang berpendapat “Kita teruskan saja, semua yang menentukan itu Allah Swt” sebagian yang lain berkata, “jangan, sebab kita inikan tidak boleh menjerumuskan diri kepada kebinasaan,” dan akhirnya lapor kepada Khalifah Sayyidina Umar. Dan Khalifah Sayyidina Umar menyuruh mereka untuk pulang. Kemudian Khalifah Sayyidina Umar berdawuh “kita ini lari dari takdir Allah Swt ke takdir yang lain,” cerita beliau.

“Jadi pulang itu merupakan takdir Allah Swt, sehingga selamat dari wabah kalau kita maksa kemudian kita sakit, itu juga takdir Allah Swt. Tapi takdir yang kurang enak,” jelas beliau.

Tampak para pengurus, karyawan, dan dosen memadati lantai 1 Masjid Jami' Nurul Jadid dalam acara Doa Bersama dan Tausiyah Pengasuh

Tampak para pengurus, karyawan, dan dosen memadati lantai 1 Masjid Jami’ Nurul Jadid dalam acara Doa Bersama dan Tausiyah Pengasuh

Lebih lanjut, beliau menyarankan kepada seluruh hadirin untuk mencari takdir yang lebih baik. Perkara terdapat takdir yang kurang baik untuk diambil hikmahnya, sebab semua ada hikmahnya termasuk sakit dan sabar.

“Oleh karena itu, saya berharap prosedur kesehatan yang sudah ditetapkan oleh otoritas tentang kesehatan itu saya harap kita lakukan semaksimal kita tapi jangan perlu panik dan setres. Jadi seperti tadi yang telah disampaikan oleh klinik jaga kebersihan dan peluang infeksi virus baik tertular maupun menularkan ini kita upayakan sebisa mungkin kecuali sangat darurat seperti hari ini,” harap beliau.

Selain itu, beliau turut berpesan kepada para santri untuk mengikuti instruksi dari para pengurus, menjaga daya tahan tubuh, dan olahraga ringan.

“Kemudian, tentu kewaspadaan itu tidak hanya menjaga stamina dan daya tahan tubuh tapi misalnya disekitar kita ada orang yang terindikasi penyakit, saya kira perlu segera dengan kesadaran sendiri untuk cek kesehatan. Tapi tidak mesti yang indikasi – indikasi itu mesti virus corona,” ungkap beliau.

“Sekedar ungkapan syukur saya atas nikmat ini. Pertama, tetap eksisnya pesantren ini dan kedua kita tetap diberi kesehatan dan ini perlu kita rawat dan perlu kita jaga dan mengikuti prosedur kesehatan yang telah diterapkan,” pungkas beliau.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Haul Masyayikh Ke-71, KH. Abdul Hamid Wahid Ajak Santri untuk Ikhtiar Melawan Covid-19

Haul Masyayikh Ke-71, KH. Abdul Hamid Wahid Ajak Santri untuk Ikhtiar Melawan Covid-19

nuruljadid.net- Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, M. Ag mengungkapkan bahwa kondisi saat ini sedang memprihatinkan dengan adanya wabah virus corona (Covid-19). Ahad pagi (22/03/2020).

“Kita hadir dan berkumpul dan kondisi yang memprihatinkan dalam kondisi nasional yang saat ini dilanda wabah atau pandemi virus corona covid-19 sehingga acara yang sedianya kita gelar seperti biasa dengan acara haul dan harlah yang menyebabkan wali santri, alumni, dan simpatisan hari ini  kita gelar secara tertutup  dan sederhana,” ungkap Kiai Hamid.

Kiai Hamid melanjutkan, sebagai ganti memperingati harlah pondok pesantren yang ditunda, mungkin nanti secara seremonial kalau memungkinkan akan tetap dilaksanakan pada waktu yang belum ditentukan. Saat ini, haul dan harlah dilaksanakan secara internal yang hanya melibatkan santri dan pengurus dan guru yang sehari – hari kita berkumpul.

“Saya kira ini adalah ikhtiar yang bisa kita lakukan sebagai manusia dan khususnya manusia yang diserahi tugas amanah titipan para wali santri yang menitipkan kepada putra – putrinya kita di PP. Nurul Jadid,” imbuh beliau.

Tampak para santri putri yang menghadiri acara Doa Bersama dan Tausiyah Pengasuh di utara Masjid Jami' Nurul Jadid

Tampak para santri putri yang menghadiri acara Doa Bersama dan Tausiyah Pengasuh di utara Masjid Jami’ Nurul Jadid

Rektor Unuja ini menambahkan, Prosedur sesuai dengan pemegang otoritas dalam bidang kesehatan telah dilakukan, termasuk ikhtiar untuk menjaga lingkungan agar tidak tertular dan tidak menulari kalau ada yang sakit bisa kita tangani dengan baik sesuai dengan prosedur yang ada.

“ini barangkali sekedar untuk kewaspadaan kita dan tentu kita tetap yakin segala sesuatu itu dari Allah Swt, dan yang mengatur adalah Allah Swt. Oleh karena itu, kita meningkatkan permohonan kepada Allah Swt dengan burdah keliling dan kali ini kita berdoa bersama termasuk mendoakan bangsa dan negara kita semoga pandemi ini segera berlalu dan menemukan jalan keluar terbaik,” tutur beliau dengan ramah lembut.

Kiai Hamid meneruskan, PP. Nurul Jadid perlu belajar dari negara Cina, yang mana Cina merupakan sumber dari virus Corona telah pulih berkat kekompakan dari masyarakatnya untuk melawan Corona.

“Sebagai bagian dari ikhtiar, saya tidak menyalahkan bahwa keyakinan hanya Allah mengatur dan seterusnya, tapi ketakutan terhadap Allah Swt tidak harus dibenturkan dengan lebih takut mana antara takut kepada virus apa lebih takut kepada Allah. Jadi barangkali langkah – langkah syariat sudah jelas,” tegas beliau.

“Mari kita sepenuh hati bermohon bermunajat kepada Allah Swt, agar wabah yang sedang melanda bukan hanya melanda bangsa kita, tapi seluruh bangsa kita ini dapat diatasi dengan baik dan kita menemukan jalan keluar dan semoga kita semua diselamatkan baik yang ada di pesantren nurul jadid, keluarga kita, dan termasuk saudara – saudara kita yang ada di tempat manapun di indonesia dan seluruh dunia,” pungkas beliau.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Haul Masayikh dan Doa Keselamatan Dari Covid 19

Haul Masayikh dan Doa Keselamatan Dari Covid 19

nuruljadid.net – Ribuan santri, pengurus, dosen serta guru dan karyawan baik putra maupun putri. Berbondong-bondong berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk menghadiri acara Haul Masayikh ke 71 di Masjid Jami’ Nurul Jadid. Ahad pagi (22/03/2020).

Acara itu dikemas dengan pembacaan do’a bersama & tausiyah oleh pengasuh PP. Nurul Jadid.

Kepala PP. Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid diawal sambutannya menjelaskan, acara ini merupakan kegiatan yang  dilaksanakan dalam situasi nasional yang memprihatinkan, karena dilanda wabah virus corona (covid-19) sehingga acara yang awalnya dikemas dengan Haul & Harlah dirubah konsep menjadi do’a bersama & tausiyah pengasuh.

“Kita hadir, berkumpul, dan kondisi yang memprihatinkan. Dalam kondisi nasional yang saat ini dilanda wabah atau pandemi virus corona (covid-19). Sehingga acara yang sedianya kita gelar seperti biasa dengan acara Haul & Harlah yang menyebabkan wali santri, alumni, dan simpatisan hari ini  kita gelar secara tertutup dan sederhana,” ungkap beliau.

Selain itu, beliau juga menjelaskan, bahwa Haul Masayikh ini dilaksanakan dilingkungan internal saja yang hanya diikuti oleh santri, pengurus dan guru saja serta selalu berikhtiar dalam melaksanakan amanah titipan para wali santri mengenai wabah Covid – 19.

“Saya kira ini adalah ikhtiar yang bisa kita lakukan sebagai manusia dan khususnya manusia yang diserahi tugas amanah titipan para wali santri yang menitipkan kepada putra – putrinya kita di PP. Nurul Jadid,” jelas beliau.

Dari kiri, KH. Fadlurrahman Zaini, KH. Moh. Zuhri Zaini, KH. Fahmi Abdul Haq Zaini, KH. Ahmad Zaki Nur Chotim Zaini, KH. Hefni Rozaq, KH. Moh. Mahfudz Faqih

Dari kiri, KH. Fadlurrahman Zaini, KH. Moh. Zuhri Zaini, KH. Fahmi Abdul Haq Zaini, KH. Ahmad Zaki Nur Chotim Zaini, KH. Hefni Rozaq, KH. Moh. Mahfudz Faqih

Hal senada juga tersampaikan oleh Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, menerangkan tentang keprihatianan kita terhadap Wabah Covid – 19 agar selalu memperkuat sambungannya terhadap Allah SWT dengan memperbanyak dzikir, amal ibadah, baca Al-Qur’an dan lain sebagainya.

“Jadi kita sekarang ini memang sedang prihatin, maka dalam keprihatinan ini kita perlu memperkuat sambungan kita pada Allah Swt, keyakinan dan tawakkal kita pada Allah Swt, dengan tetap tidak mengurangi ikhtiyar, dengan memperbanyak dzikir, perbanyak amal-amal ibadah, baik ibadah ritual seperti sholat baca qur’an dan lain sebagainya. Termasuk tetap belajar dan tetap ibadah-ibadah sosial barangkali tentu yang tidak mengandung resiko,” terang beliau.

Lebih lanjut, beliau berpesan agar selalu bersyukur masih bisa beraktivitas, hati menjadi lapang, dan tenang. Sebab keprihatinan terhadap maraknya wabah Covid – 19 yang sudah mendunia.

“Karena keyakinan bahwa semua ini yang berkuasa adalah Allah Swt maka kita insya Allah Swt tetap tenang, tidak panik dan itu penting dalam menghadapi musibah – musibah dalam menghadapi kesusahan – kesusahan dan kesedihan,” pungkas beliau.

Dalam perjalanan acara Do’a Bersama & Haul Masyayikh itu, diisi dengan Pembacaan Qosidah Tawassul dan Syiir penghilang wabah oleh Dewan Pengasuh, KH. Fahmi AHZ. Sosialisasi Pencegahan Penyebaran Covid – 19 oleh Wakil Direktur Klinik Az-zainiyah, Ust. Kholid Fauzi. Pembacaan Yasin dan Tahlil oleh KH. Hefniy Mahfudz dan ditutup dengan Pembacaan Do’a oleh KH. Fadlurrahman Zaini.

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin

Satgas Covid-19, Ajak Peserta Haul Masyayikh Menjaga Kebersihan

Satgas Covid-19, Ajak Peserta Haul Masyayikh Menjaga Kebersihan

nuruljadid.net – Pada acara haul masayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Satuan Tugas Covid-19 (Satgas-19) memberikan pengetahuan tentang pencegahan penyebaran virus Corona, hal itu dilaksanakan sebelum acara seremonial dimulai. Ahad (22/03/2020)

Ust. Kholid Fauzi selaku Ketua Satgas Covid-19 memberikan edukasi tentang penyebaran penyakit yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China itu. Sebuah upaya dari pesantren demi menanggulangi terjadinya penularan terus menerus dilakukan hingga saat ini.

“Mungkin Kita tahu di media media masa baik televisi ataupun media media sosial  lainnya, bahwa sekarang sudah marak dikabarkan tentang penyebaran beberapa penyakit dan juga sudah menjadi pandemi dikalangan masyarakat internasional dan nasional  juga mungkin di daerah probolinggo sudah ada beberapa  orang  yang di laporkan. Terkait dengan itu mungkin bapak dan ibu sekarang merasakan adanya  jarak anda duduk. Itu merupakan salah satu  upaya yang dilakukan oleh pesantren meskipun mungkin kita tidak menularkan paling tidak kita tidak tertular,” terang Ust. Kholid Fauzi.

Dia juga mengungkapkan bahwa meskipun merasa kebal dari virus, ia berharap ketika kembali ke rumah agar menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan sebelum menyentuh barang – barang dirumah demi terhidar dari virus corona ini, karena kita tidak mengetahui apakah barang-barang yang kita sentuh di pondok maupun ketika di perjalanan itu terkontaminasi oleh virus atau tidak.

“Jadi ketika sampai di rumah, segera anda mandi  ganti baju baru , cuci tangan pakai sabun dan barulah boleh nanti berinteraksi dengan orang lain. Namun setelah itu kita harus membatasi kontak dengan orang luar. Kontak berupa sentuhan maupun kontak lainnya dengan menjaga Jarak minimal 1 meter. kemarin juga kami  sosialisasi  tata cara bersalaman yang kami ganti dengan tidak bersentuhan. Jadi kita tidak boleh ada  kontak dengan manusia ataupun kontak dengan alat alat umum seperti pagar, gagang pintu, kamar mandi umum,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa ada lima momen cuci tangan menggunakan sabun dengan enam langkah yang sudah di ajarkan ketika masuk di gerbang pesantren. Yang pertama cuci tangan sebelum makan dan sesudah makan, setelah keluar kamar mandi, setelah menceboki anak dan sebelum menyiapkan makanan

“Karena semua itu merupakan sebuah ikhtiar kita agar tidak tertular dan kebal dengan virus tersebut. Dan juga kita tidak perlu panik dan rajin olahraga minimal 30 menit sehari  dan makan-makanan yang bergizi agar imunitas dan stamina tubuh tidak menurun dan kita terhindar dari virus tersebut karena sebenarnya virus tersebut dapat mati dengan sendirinya jika imunitas tubuh yang kita miliki itu tinggi,” pungkasnya.

Penulis : Junaedi

Editor : Ponirin

Cegah Covid 19, Tim Satgas Disinfeksi Tempat Haul Masayikh

nuruljadid.net-Sedianya tepat pada hari ini, 22 Maret 2020 PP. Nurul Jadid melaksanakan peringatan Haul Masayikh dan Harlah ke-71. Namun karena merebaknya wabah covid 19, pengasuh dan jajaran pengurus Pesantren Nurul Jadid memutuskan untuk menunda acara dimaksud melalui surat edaran resmi NJ-B/0208/A.III/03.2020 tentang Pencegahan Penyebaran Covid 19.

Penundaan ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus dengan mengurangi aktifitas di tengah keramaian. Kerena covid 19 dibanding dengan virus lain, penulurannya bisa dikatakan sangat cepat.

Sekalipun diharuskan untuk memperingati Haul Masayikh dengan merubah konsep dan khusus bagi internal saja, penanggulangan covid 19 tetaplah diutamakan. Maka dari itu Satgas covid 19 PP. Nurul Jadid mengupayakan pencegahan dengan melakukan disinfektan tempat haul diselenggarakan, Masjid Jami’ Nurul Jadid, tepat sebelum acara dimulai.

“Disinfeksi untuk membunuh bakteri dan virus seketika. Semua Fasilitas umum pesantren didisinfeksi agar tidak menjadi media penularan. Mari dukung program ini dengan cuci tangan pakai sabun untuk disinfeksi tubuh kita agar tidak tertular dan menularkan,” ungkap Nyai Khodijatul Qodriyah, sebagai Direktur Klinik Azzainyah.

 

 

Pewarta : Rahmad Hidayat