Gugas Kabupaten Probolinggo Apresiasi Konsep Protokol Kembalian Santri Nurul Jadid

nuruljadid.net- Surat edaran jadwal kedatangan pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid dan informasi berkait kembalian santri resmi dikeluarkan pada kamis malam (04/06). Surat edaran tersebut dilengkapi dengan konsep protokol pra keberangkatan, masa keberangkatan, saat tiba di Pesantren dan selama berada di Pesantren.

Koordinator Sub Gugas Sosialisasi dan Edukasi Kabupaten Probolinggo Bapak Fathorrozi, M. Fil memberikan apresiasi konsep protokol yang disusun oleh Pesantren Nurul Jadid dan akan menyebarkan ke Pesantren lain agar ditiru.

“Protokol kembalian santri sudah sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19 dan yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid sudah sangat bagus. Potokol yang dikeluarkan PPNJ bisa menjadi model bagi Pesantren yang lain,” Kata Bapak Rozi, Panggilan akrab beliau.

Masih kata beliau, Konsep protokol yang telah dibuat, harus dipastikan agar dalam pelaksanaannya berjalan dengan baik.

Sementara wali santri sangat berterima kasih kepada Pesantren Nurul Jadid yang telah berupaya maksimal membuat protokol pencegahan covid-19 saat kembalian santri.

“ Saya sangat berterima kasih, Pesantren Nurul Jadid tengah berupaya semaksimal mungkin dengan membuat protokol kesehatan pencegahan covid-19. Jujur kami sangat mengkhawatirkan anak kami jika nantinya kembali ke Pesantren, namun tidak mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik,” Ucap Bapak Basri Wali Santri berasal dari Pulau Madura.

“Ternyata harapan kami telah terfasilitasi melalui protokol kesehatan yang tertera dalam surat edaran,” Tambahnya.

 

 

Pewarta : PM

PP. Nurul Jadid Keluarkan Surat Edaran Resmi Pengembalian Pengurus

nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid resmi mengeluarkan surat edaran tentang pengembalian pengurus. Surat edaran ini ditanda tangani oleh Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag.

Kabag Humas dan Protokoler Ustadz Ernawiyadi Munsy mengatakan kebenaran terkait adanya surat edaran yang tersebar di akun resmi Pesantren dikeluarkan oleh Pesantren.

“Iya itu benar. Surat edaran itu resmi dikeluarkan oleh Pesantren. Yang berisi tentang pengembalian pengurus Pesantren. Ini sekaligus untuk memberikan jawaban kepada beberapa pertanyaan dari wali santri, alumni dan simpatisan,” Ujar Ustadz Erna.

Sementara Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil menyampaikan, Point penting dari edaran ini untuk pengembalian Pengurus. Sedangkan untuk santri menunggu sesuai dengan ketentuan di point 3 surat edaran.

Surat edaran bernomor: NJ-B/0249/A.III/06.2020 tentang menyambut kedatangan santri dan tanggal pengembalian pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid, dilengkapi dengan protokol kesehatan, mulai dari protokol persiapan keberangkatan, selama dalam perjalanan, saat tiba di pesantren dan selama berada di pesantren  . Adapun surat edaran sebagai berikut :

 

Pewarta : PM

Surat Edaran Kembali santri Ponpes Nurul Jadid

nuruljadid.net- pondok pesantren nurul jadid mengeluarkan surat edaran kembali santri libur ramadhan 1441 H / 2020 M, pada kamis, 4/6/2020, adapun ketentuan dan protokol kembali santri tertera pada lampiran berikut :

2020064_surat-edaran-kembali-santri

Dua Santri PP. Nurul Jadid, Berhasil Meraih Sanad al-Quran

nuruljadid.net- Torehan prestasi membanggakan kembali menghiasi bumi Pondok Pesantren Nurul Jadid . Pasalnya dua santri dari lembaga Tahfidzul Qur’an Wilayah Zaid bin Tsabit (K) telah berhasil menuntaskan program sanad, salah satu program tahap lanjutan yang harus ditempuh oleh setiap peserta yang mengikuti lembaga tersebut untuk menjadi seorang Haafidzul Qur’an.

Izzul Maromi (19) dan Hilmy Hannany (17) adalah nama dari dua santri tersebut. Izzul Maromi atau akrab dipanggil Mas Izzul merupakan santri asal desa Baja Raja Sumenep – Madura. Sedangkan Hilmy Hannany atau biasa dipanggil Hilmy berasal dari desa Cora Sale – Situbondo.

Pelaksanaan program sanad ini dari awal hingga akhir dilakukan di asrama wilayah Zaid bin Tsabit (K), yang pada saat itu situasi dan kondisinya memang mendukung lantaran sepi dari rutinitas santri dikarenakan masa liburan yang ditetapkan lebih awal akibat merebaknya pandemi covid-19. K.H Moh. Hefni Mahfudz Al-Haafidz selaku pemangku Wilayah Zaid Bin Tsabit sekaligus Penasehat Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qu’an (PPIQ) Pondok Pesantren Nurul Jadid secara langsung mengawasi dan membimbing keduanya selama mengikuti program tersebut.
Kedua santri yang memang bercita-cita ingin menjadi Ahlul Qur’an, boleh dibilang telah berhasil menuntaskan program tersebut dalam kurun waktu yang hampir bersamaan. Mas Izzul menyelesaikannya pada 11 Mei 2020. Dan sembilan hari kemudian pada tanggal 20 Mei 2020 Hilmy behasil merampungkannya.

Untuk bisa mengikuti program sanad, diharuskan melalui beberapa tahapan yang tidak mudah . Tahap pertama diwajibkan menyelesaikan setoran hafalan 30 juz. Untuk tahap ini, dua remaja yang begitu mencintai Al-Quran ini telah menyelesaikannya sebelum mereka pindah ke Pondok Pesanten Nurul Jadid; Mas Izzul telah menuntaskan hafalannya di Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an – Jombang pada tahun 2015. Adapun Hilmy berhasil di Pondok Pesantren Wali Songo -Situbondo pada tahun 2017.
Untuk tahap selanjutnya, keduanya diharuskan menempuh program satu majlis. Dalam tahap ini, baik Mas Izzul maupun Hilmy dituntut untuk membaca Al-Qur’an bil ghoib (tanpa melihat teks Al-Qur’an) dan harus hatam dalam waktu satu hari satu malam. Program ini berhasil mereka laksanakan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Wilayah Zaid Bin Tsabit dan dikediaman keduanya dengan disaksikan oleh kedua orang tua masing-masing.
Kemudian pada tahapan yang ketiga adalah program sanad. Pada tahap ini dituntut untuk konsisten membaca dan menghatamkan Al-Qur’an bil ghoib sebanyak 41 kali selama 41 hari.

Menurut ustadz Ilyas Junaidi Addakhil, kepala Wilayah Zaid bin Tsabit (K), tiga program ini adalah satu kesatuan program yang harus ditempuh secara berkesinambungan. Tujuannya adalah agar hafalan yang telah disetorkan pada program tahap petama semakin kuat dan lancar dengan mengikuti program tahap kedua atau satu majlis. Kemudian setelah hafalannya kuat maka dilanjutkan dengan program tahap ketiga, yakni progaram sanad. Tujuannya adalah untuk menguji konsistensi peserta agar terbentuk ke-istiqomahan dalam membaca dan mengahatamkan Al-Qur’an setiap harinya.

“ Dan Alhamdulillah kedua teman kita itu melalui setiap tahapan dengan baik dan hasilnya sangat memuaskan dengan diperolehnya sanad Al-Qur’an langsung dari KH. Moh. . Hefni Mahfudz Al-Haafidz ” ujar ustadz kelahiran Bondowoso tersebut.

Mendengar kabar tersebut, pengasuh pondok pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zain, BA. saat ditemui di dalemnya, memberikan apresiasi keberhasilan kedua santrinya itu. Beliau juga memberi wejangan agar menjaga hafalannya secara total; fokus hanya pada Al-Qur’an, tidak perlu memikirkan hal-hal lain, terlebih urusan dunia.

“Karena orang yang totalitas dalam menghafal Al-Qur’an semua kebutuhannya akan dipenuhi oleh Allah” kata beliau.

Ke depan jajaran pengurus Wilayah Zaid bin Tsabit (K) berharap akan ada banyak lagi santri yang bisa mengikuti apa yang telah dicapai oleh Mas Izzul dan Hilmy.

“Dengan kebehasilan dua orang ini, kami berharap akan ada banyak lagi santri yang bisa mengikuti pencapaian keduanya. Dan kami berkomitmen untuk terus mendukung program-progam ini guna melahirkan lebih banyak lagi generasi Qur’ay di masa-masa yang akan datang” ucap ustadz Ilyas menutup sesi wawancara sore itu. (Zbts/ZeinZee)

 

Editor : Ponirin Mika

Tangisan Rindu Nurul Jadid, Santri Asal Kepulauan

nuruljadid.net- “Pada saat terbangun dari tidur, aku selalu ingat pada teman-temanku di Pondok, ingat pada kiai dan guru-guru. Terkadang aku menangis mama, hingga air mata membasahi bajuku. Lihat jika mama tidak percaya” Kalimat ini diucapkan oleh Ahmad Subhan, Santri yang berasal dari Pulau Kangean Madura.

Setelah Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jawa Timur memutuskan liburan Pesantren lebih awal akibat mewabahnya pandemi covid-19 di Indonesia. Maka liburan panjang dialami oleh santri-santri Nurul Jadid.
Akibatnya, banyak ungkapan kerinduan pada Pesantren. Kerinduan tersebut diungkapkan melalui video pendek dengan berbagam macam kalimat. Berbeda dengan santri yang bernama Ahmad Subhan. Ia lebih menceritakan kerinduannya pada mama dan ayahnya.

Ahmad Subhan santri berasal dari Kepulauan Kangean, Sumenep, Maduara. Ia merupakan santri yang berstatus siswa di Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ) bertempat di kelas XI, ingin segera balik ke Pondok. Ia menceritakan kerinduan untuk balik ke Pesantren kepada mamanya hampir setiap hari dengan mata yang membengkak akibat menangis yang tak berkesudahan. Sehingga membuat mamanya tidak mampu menahan air matanya juga, sembari berkata:

“Nak, kita berdo’a ya, agar virus corona segera hilang di dunia ini terutama di Indonesia. Nanti setelah virus ini tiada, Pesantren akan mengeluarkan pemberitahuan waktu kembalian santri dengan segera. Saya yakin itu nak. Makanya disamping kita harus mengikuti protap yang ditetapkan pemerintah, kita jangan lalai berdo’a kepada Allah. Karena Dialah dzat yang mengatur segalanya,” Ucap Siti Maryam, Mamanya Ahmad Subhan dengan suara terbata-bata.

Iya ma, saya selalu memanjatkan do’a saya pada Tuhan. Saya meminta agar virus yang menakutkan ini segera berakhir dan semua sahabat-sahabat saya santri yang lain bisa belajar lagi di Pesantren.

Diam dirumah dan tidak memiliki aktifitas yang produktif ini sangat membosankan. Tidur, bangun, main HP, tidur lagi, bangun lagi. Ini sebenarnya saya lakukan untuk menghilangkan kejenuhan. Saya ingin belajar seperti di Pesantren Nurul Jadid tempat saya mondok, yang sangat teratur, ada guru pendamping yang paling sangat saya ingat saat ngaji kepada para kiai di Pesantren,” Kata Ahmad Subhan pada nuruljadid.net-.

Pria yang berumur 17 tahun ini, mengungkapan kerinduan pada Pesantren kepada teman-temannya, ini salah satu cara agar kerinduannya bisa sedikit terobati.

“Lewat do’a saya, terpanjat harapan agar semua keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Begitu juga guru dan sahabat-sahabat saya, semoga Tuhan melimpahkan kasih sayang pada mereka,” Tambahnya.

 

Pewarta : PM

Kapolres Probolinggo Sowan Ke Ponpes Nurul Jadid

nuruljadid.net- Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan sowan ke kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo KH. Moh. Zuhri Zaini, Kamis siang (14/05).

Kedatangan kapolres bersama anggotanya disambut oleh Pengasuh KH. Moh. Zuhri Zaini, Sekretaris Yayasan KH. Hefny Rozak, Kabag Humpro Ustadz Ernawiyadi, Kasubbag Humas Ponirin Mika, Kasubbag Protokoler Ustadz Bashori Alwi.

Bapak Ferdy Irawan menyampaikan, sebenarnya keinginan saya untuk berkunjung ke Ponpes Nurul Jadid cukup lama, hanya terbentur dengan adanya wabah virus corona. Dan ada protap pemerintah dan bagian kesehatan harus diikuti. Jadi ditunda sampai hari ini. Kami bersilaturrahmi ke Ponpes Nurul Jadid untuk membangun sinergitas antara polres dan Pesantren Nurul Jadid.

“Kami siap bekerjasama dengan Pesantren Nurul Jadid, jika ada kegiatan di Pesantren ini, kami siap mengawal,” Ucapnya.

Mantan Kapolres Tanggerang selatan ini banyak bertanya tetang sejarah Pondok Pesantren Nurul Jadid dan jumlah santri yang mondok di Pesantren Nurul Jadid.

Kiai Zuhri menjelaskan dengan detail berkait sejarah Pondok Pesantren Nurul Jadid sekaligur profil singkat pendiri Pesantren KH. Zaini Mun’im.

Bapak Ferdy Irawan yang baru menjabat tiga bulan di polres probolinggo banyak bercerita tentang kondisi covid-19 yang saat ini mewabah.

” Dalam kondisi saat ini, lebih utama kita mengikuti protap kesehatan dan juga ketahanan tubuh (imun) perlu di jaga. Disamping itu, kejujuran masyarakat menjadi kunci keselamatan,” Kata AKBP Ferdy.

“Yang penting jangan takut berlebihan,khawatir ketakutan itu malah membuat persoalan baru,” Sambung Kiai Zuhri.

Pewarta : PM

Alumni Nurul Jadid Paiton, Berbagi Kebahagiaan Bersama Kaum Dhu’afa

nuruljadid.net – Alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid daerah Jember yang tergabung dalam organisasi Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid Kabupaten Jember (P4NJ Jember) bersama Forum Komunikasi Santri Nurul Jadid Jember ( FKSNJ Jember) berbagi kebahagiaan dengan kaum dhu’afa diantaranya : orang jompo, fakir miskin, janda tua, anak yatim piatu, Senin sore (10/05) di Kecamatan setempat.

H. Abdul Aziz atau dikenal dengan panggilan H. Ayek berkata, kami sangat prihatin dengan adanya pandemi covid-19 dimana banyak masyarakat teedampak secara ekonomi. Meskipun pemerintah telah menyalurkan bantuan melalui program PKH, PBNT, BLTDD namun masih ada masyarakat yang tidak mampu yang luput dari bantuan ini (salah sasaran).

Ketua P4NJ Jember ini melanjutkan, kami Pengurus P4NJ Jember berkolaborasi dengan FKSNJ memberikan bantuan mereka kaum lemah, fakir miskin, anak yatim, orang tua jompo yang tidak dapat bagian dari sumbangan pemerintah tersebut.

” Insya Allah rancangan kami, setiap kecamatan di Jember akan kami berikan bantuan sejumlah 200 orang berupa beras 5 kilo dan uang,” Kata H. Ayek, mantan pengurus ubudiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid ini.

Kita berharap adanya bantuan ini, mampu meringankan beban ekonomi mereka ditengah pandemi virus corona yang belum reda,” Sambungnya.

 

Pewarta : PM

Ning Iah, Beri Apresiasi Kinerja Gugus Tugas Covid-19

nuruljadid.net- Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih belum mereda. Pasalnya, masih terus ada penambahan pasien covid-19 meski tidak terlalu banyak di Kabupaten Probolinggo.

Ketua Gugus Tugas Pondok Pesantren Nurul Jadid Ustadz Abdul Kholid Fauzi, terus mengikuti perkembangan terkait covid-19 khususnya di Kabupaten Probolinggo, dan menginformasikan perkembangan covid-19 tersebut di grup gugus tugas dan juga di grup telegram Pengurus Pondok Nurul Jadid.

Melihat perkembangan covid-19 semacam itu, gugus tugas terus melakukan upaya pengawasan dan pencegahan kepada masyatakat Pondok Pesantren Nurul Jadid dan pada masyarakat sekitar pondok seperti dari awal dilakukannya.

Semangat kerja gugus tugas tersebut mendapatkan apreseasi dari Nyai Hj. Khodijatul Qodriyah Direktur Klinik Az-zainiyah PP. Nurul Jadid.

“Terima kasih untuk tetap melayani sepenuh hati selama pandemi,” Kata Ning Iah panggilan akrab beliau dengan singkat.

Ning Iah menyampaikanya bersamaan dengan hari perawat internasional yang jatuh pada hari selasa 12 Mei 2020.

 

 

Pewarta : PM.

KH. Zuhri Zaini; Kita Tidak Perlu Susah Untuk Urusan Rezeki

nuruljadid.net- Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini mengatakan, kita harus yakin bahwa yang mengatur hidup dan rezeki adalah Allah. Oleh karena itu kita harus optimis kepadaNya.

Jalan hidup itu, yang mengatur adalah Allah, tapi kita bagaimana menjalani hidup mengikuti petunjuk-petunjukNya. Soal kemana dan jadi apa itu bukan urusan kita. Karena kita tidak bisa memastikan nasib kita sendiri, tapi merencanakan boleh.

Hal ini dikatakan Kiai Zuhri di Pengajian Khataman Kitab Adabu Salikul Murid di Musalla Riyadhus Sholihin Pondok Pesantren Nurul Jadid, Sabtu Malam (09/05).

Kiai Zuhri melanjutkan, Hidup itu jangan takut fakir, tapi tetap mengikuti petunjuk-petunjuk Allah bukan takut fakir tapi diam. Kita tidak perlu susah untuk urusan rezeki yang penting berusaha.

Pengasuh ke IV Pondok Nurul Jadid ini menambahkan, Rezeki yang dijamin oleh Allah itu rezeki untuk bahan hidup bukan rezeki untuk kaya. Kalau untuk kaya tidak ada jaminan, meski orang itu berusaha.

“Asalkan kita melaksanakan yang menjadi kewajibannya kepada Allah, bukan hanya kewajiban bersifat ritual semata namun juga kewajiban yang bersifat sosial, Allah akan menjamin rezekinya dan memberikan fasilitas. Orang yang lebih mengutamakan mengabdi, hidupnya pasti lapang (terkabul hajatnya),” Kata Kiai Zuhri.

 

 

Pewarta : PM

Menyelami Psikologi Anak Dalam Mendidik, Ini Kata Kiai Zuhri

nuruljadid.net- Ada banyak kekeliruan yang dilakukan oleh orang tua maupun seorang pendidik (guru) dalam mendidik anak-anak atau murid-muridnya. Mendidik hanya dipahami sebagai transformasi ilmu pengetahuan semata kepada seorang anak untuk bisa memahami pengetahuan sesuai dengan apa yang disampaikannya. Tidak sedikit dari orang tua maupun seorang pendidik memaksakan anak atau muridnya agar sama seperti dirinya dengan melakukan berbagai macam cara supaya keinginannya bisa tergapai.

Padahal menjadi orang tua dan seorang pendidik harus memahami potensi yang dimiliki oleh para anak-anak dan murid-murid mereka. Agar di dalam mendidik bisa memperoleh hasil yang maksimal. Setiap anak mempunyai kelebihan yang berbeda satu sama lain, bahkan dengan orang tuanya pun memiliki pengetahuan dan karakter yang berbeda. Menggali potensi setiap diri seorang anak merupakan sesuatu yang sangat urgen dalam melaksanakan proses pendidikan. Disini pentingnya orang tua atau seorang pendidik mengetahui psikologi perkembangan kognisi, afeksi maupun psikomotorik anak dengan baik.

Dalam pengajian kitab Adabu Salikul Murid bertempat di Musalla Riyadhus Sholihin, Kamis malam (07/05) KH. Moh. Zuhri Zaini Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid mengatakan, Jadi orang tua atau pendidik harus menyelami perkembangan psikologi anak-anaknya supaya tidak memaksakan seperti dirinya, itu bisa menimbulkan ketidak stabilan bagi seorang anak. Sebab kalau dipaksa anak tidak akan takut dan menentang.

 

 

Pewarta : PM

Pesantren Salurkan Ramuan obat Untuk Pengobatan Covid- 19

nuruljadid.net- – Pemberian obat ramuan untuk pengobatan covid-19 (Bio Nuswa) dilakukan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Sabtu malam (03/05) kepada keluarga pengasuh, tim gugus tugas dan pengurus pesantren yang masih bertugas ditengah pandemi covid-19.

Tentunya, mereka juga butuh suplemen untuk memperkuat daya tahan tubuh agar dapat menangkal virus corona dan juga dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan maksimal, ” Ungkap Ustadz Bahrudin saat menyalurkan ramuan obat tersebut bersama rombongan.

Adalah Prof. Dr. Sukardi alias Prof Dr. Ainul Fatah alias Gus Inul adalah Sang Penemu BIO NUSWA merupakan satu dari enam Prof Ahli Mikro Kultur bakteriologi di dunia. Menempuh pendidikan di Ryukyu University, sebuah Universitas di pulau Kyushu Okinawa Jepang. S2 mengambil bidang mikrobakteriologi, S3 mengambil bidang mikro kultur bakteriologi.

Kepala Pesantren Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid, M. Ag mengatakan, suplemen ini mengandung bakteri yang dapat mengelilingi virus COVID-19 sehingga membuat virus ini tidak aktif kemudian membuka epitel/cangkangnya sehingga tubuh dapat cepat mengenali virus tersebut dan mengeluarkan antibodi untuk melawannya. Seseorang yang dinyatakan positif COVID-19 dalam 1 – 3 hari setelah minum suplemen ini bisa negatif.

Kiai Hamid menambahkan, untuk pencegahan cukup sekali 3 sdt (5ml) diminum atau dicampur minuman. dan dua kali sehari untuk pengobatan jika sudah ada gejala sakit sehari 3 kali @1 sdm (15ml).

Sementara Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil menyampaikan, Pesantren sementara masih menyediakan ramuan untuk kalangan terbatas, yaitu untuk keluarga pengasuh, tim gugus covid-19 dan pengurus yang masih bertugas manjaga Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

 

Pewarta : PM

“Prihatin Dampak Pandemi, PPNJ Salurkan Bantuan Sembako”

nuruljadid.net- Sabtu, 2 Mei 2020, pagi hari sejumlah orang berkumpul di depan Posko Layanan Laziskaf Azzainiyah. Mereka diundang untuk menerima bantuan sembako. Akibat sepinya pekerjaan efek pandemi Covid-19, warga masyarakat mulai merasakan dampak pandemi terhadap rumah tangga mereka.

Untuk mengantisipasi kebutuhan darurat pangan warga sekitar selama pandemi, PPNJ menyalurkan bantuan berupa sembako yang digalang dari donatur. Bantuan tersebut disalurkan oleh lembaga amil zakat Laziskaf Azzainiyah sesuai kriteria Mustahiq yang berlaku.

Terdapat sekitar 100 paket sembako yang disiapkan dan disalurkan selama bulan Ramadan. Donasi tersebut diperoleh PPNJ dari PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama) Jawa Timur, juga sumbangan donatur Yayasan Bhakti Persatuan Surabaya dan Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya, serta donatur individual.

“Semua harus saling peduli dan membantu di saat sulit sekarang. Dan mohon diterima secara ikhlas bantuan ini. Kalau ada yang punya kebutuhan darurat, jangan segan melapor”, kata Gus Fayyadl selaku direktur Laziskaf Azzainiyah, saat memberi pengantar singkat sebelum serah terima.

Hingga Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Laziskaf Azzainiyah secara bertahap menggalang dan menyalurkan bantuan untuk Mustahiq yang membutuhkan. Baik berupa zakat fitrah, zakat mal, maupun shodaqah-infaq.

Donasi dapat ditransfer ke Nomor Rekening BRI a/n Laziskaf Nurul Jadid, 6518-01-024798-53-1.

 

 

Pewarta : Sekretaris Laziskaf

Kiai Zuhri Ungkap Manfaat Menghidupkan Waktu Sehabis Sholat Subuh Dan Asar Dengan Dzikir

nuruljadid.net- Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo menyampaikan terkait manfaat memakmurkan waktu sehabis waktu subuh dan setelah asar hingga terbenam matahari.

Dalam penuturannya, saat memberikan pengajian kitab adabu salikul murid, Selasa malam (28/04) di Musalla Riyadhus Sholihin. Kiai Zuhri menyampaikan, waktu sehabis subuh dan asar merupakan waktu mulia yang bisa menandingi waktu malam karena pada waktu itu mengalirnya tambahan pertolongan Allah dan sedang dibuka lebar-lebar.

“Dzikir itu bisa dilakukan kapan saja, hanya saja ada waktu-waktu tertentu aliran madad pertolongan Allah sangat deras. Di pesantren-pesantren pada waktu yang disebutkan, diisi dengan dzikir, istighosah,” Dawuhnya.

Kiai Zuhri melanjutkan, orang yang menghidupkan waktu sehabis subuh dengan dzikir dia akan memperoleh rezeki.

“Rezeki ada yang bersifat jasmani dan rohani. Yang bersifat jasmani berupa materi dan kesehatan. Orang yang istikamah berdzikir sehabis subuh, akan dimudahkan rezekinya. Sementara orang yang menghidupkan waktu setelah asar dengan dzikir, maka dia akan mendapatkan rezeki yang bersifat qolbiyah seperti ilmu dan keistikamahan,” Tambah Kiai Zuhri.

“Tentu pada waktu-waktu aliran tambahan pertolongan Allah itu, kita harus proaktif dengan melakukan sabab,” Lanjutnya.

 

 

Pewarta : PM

Selamat, Unuja Kampus Pesantren Dapat Sertifikasi ISO

nuruljadid.net- Universitas Nurul Jadid (UNUJA) kampus pesantren pertama yang mendapatkan sertifikasi ISO. Kampus yang berada disebuah Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, terus mengalami kemajuan dan selalu berupaya agar bisa mengabdikan diri bagi Nusa, Bangsa dan Agama.

Dengan penghargaan yang diraih, Rektor Universitas Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag mengucapkan rasa syukur yang sedalam-dalamnya.

“Alhamdulillah, syukur yang sedalam-dalamnya. Ya Allah, ditengah Pandemi Covid-19, Universitas Nurul Jadid (UNUJA) memperoleh dua sertifikasi ISO: 9001:2015 dan ISO 21001:2018
Semoga capaian ini, lebih meningkatkan semangat pengabdian dan nilai manfaat UNUJA bagi Nusa, Bangsa dan Agama,” Kata Kiai Hamid lewat akun facebooknya.

Sementara Wakil Rektor I H. Hambali, M. Pd, bahwa sebelum didapatkannya sertifikasi ISO kepada nuruljadid.net Pada tanggal 26-27 Februari 2020 Tim dari PT Global group terlebih dahulu datang melaksanakan final audit kepada pihak manajemen UNUJA untuk melaksanakan penilaian terhadap 11 elemen dalam perguruan tinggi, yakni kepemimpinan, akseptabilitas, ethical conduct, tata kelola kampus, capaian kinerja, manajemen risiko.

Wakil Rektor I menambahkan, pada tanggal 23 maret dapat kabar dari PT Global Group bahwa sertifikat ISO UNUJA sudah dapat diterbitkan. Sementara sertifikat baru diperoleh kemarin Senin 27 April 2020 setelah pihak global group menyerahkan kepada UNUJA.

Dengan ketercapaian ini, H. Hambali memiliki harapan yang sangat tinggi agar ada keserasian irama dalam kiat kinerja civitas akademika dengan manejemen mutu dan organisasi UNUJA semakin meningkat.

“Harapan kami setelah memperoleh sertifikat ISO ini, kita tidak boleh berhenti untuk dinamis, terus melangkah maju meraih mimpi menjadi kampus berkeadaban melalui jump two steep ahead. terus melaju – bergerak melakukan peningkatan tata kelola manejemen mutu dan organisasi UNUJA.

 

Pewarta : PM

Dua Orang Gugus Tugas Pesantren Nurul Jadid, Jadi Relawan

nuruljadid.net- Gugus Tugas Pondok Pesantren Nurul Jadid tidak hanya bertugas melakukan pencegahan corona virus (covid-19) di area Pesantren dan sekitarnya melalui cek kesehatan pengunjung.

Namun, gugus tugas Nurul Jadid tersebut, ikut andil menjadi relawan Check Point Wilayah Kabupaten Probolinggo, Sabtu malam (25/04) mulai dari pukul 21: 00 WIB sampai pagi hari selama pandemi covid-19 mengikuti jadwal penjagaan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Ustadz Kholid Fauzi Ketua Gugus Tugas NJ berkata, Pengawasan ini dilakukan mulai dari perbatasan di Paiton dan Tongas oleh relawan dari tim kita.

“Dua orang yang ditunjuk menjadi relawan cek kesehatan itu Bapak Setyo Adi Nugroho Dan Bapak Zainal Munir, beliau adalah Dosen Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid, beliau bertugas mulai dari perbatasan Paiton dan Tongas. Ini merupakan bentuk kewaspadaan virus corona atau covid-19 dari pihak pengunjung,” Kata Ustadz Kholid.

Mereka tidak hanya berdua, tapi bersama beberapa Polisi, TNI dan petugas medis lainnya,” Tambah Ustadz Kholid.

Ustadz Kholid menambahkan, Kami Gugus Tugas Nurul Jadid tidak hanya peduli bagi masyarakat yang ada di dalam Pesantren dan juga disekitar Pesantren. Kami juga harus berbagi untuk menjadi relawan dengan masyarakat luas, ini sesuai dengan fungsi pesantren juga, sebagai lembaga dakwah dan sosial kemasyarakatan.

 

Pewarta : PM