Wali Asuh Melakukan Pendataan dan Pembagian Kamar Untuk Santri Baru

nuruljadid.net- Wali asuh Pondok Pesantren Nurul Jadid mendata santri yang selesai mendaftar untuk ditaruk di kamar karantina, Sabtu siang (22/08) di Madrasah Aliyah Nurul Jadid Paiton, Probolinggo.

Kasubbag Umum Ustadz Muslehuddin Jauhari mengatakan, sebelum masuk ke kamar santri baru di tempat karantina, santri baru perlu melakukan pendataan terlebih dahulu.

Sebenarnya bagi santri baru yang sudah mendaftar sudah terverifikasi di pedatren. Hanya saja wali asuh bertugas mendata ulang untuk kepentingan pembagian kamarnya,” Kata Ustadz Musleh.

Masih kata Ustadz Musleh, ditempat karantina santri baru akan diterima oleh wali asuh yang bertugas. Semua ini untuk mengurangi agar tidak terjadi lalu lalang orang-orang termasuk wali santri.

SC Kesekretarian PSB ini menambahkan, santri baru akan terbagi beberapa kelompok berikut wali asuh yang menjadi pendampingnya.

Melalui wali asuh ini sangat membantu dalam melakukan koordinasi dan komunikasi antara santri baru dan wali santri.

 

Pewarta : PM

Calon Wali Santri Cek Suhu Sebelum Masuk Lokasi Pendaftaran

nuruljadid.net- Calon wali santri dan para pengantar lainnya yang ikut mengantar calon santri baru harus melakukan cek suhu. Sebab itu menjadi bagian dari protokol yang harus dilaksanakan. Hal ini diungkapkan saudara Nasrul Bagian Gugus Tugas Pesantren Nurul Jadid.

Protokol kesehatan covid-19 tidak hanya berlaku bagi calon santri baru tapi berlaku pada setiap pengunjung ke pesantren.

Ketua Panitia Santri Baru 2020 Ustadz Surono Sahri mengatakan, protokol kesehatan itu penting sekali diterapkan bagi siapapu. Lebih-lebih kepada calon santri dan calon wali santri baru. Mereka semua datang dari tempat jauh sehingga kewaspadaan itu perlu ditingkatkan.

Ustadz Surono menambahkan, cek suhu adalah salah satu protokol kesehatan. Selain itu para pengunjung harus memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.

Sekarang ini, ahad pagi (22/08) calon santri baru yang akan masuk Sekolah Menengah Atas Nurul Jadid (SMANJ) tentu akan banyak yang mendaftar terutama yang ikut mengantar. Oleh karenanya perlu ditertibkan agar semua mengikuti cek suhu,” Kata ubet bagian menwa yang diberi tugas memberikan kartu antrian.

Cek suhu dilaksanakan sebelum rapid test di gedung timur Universitas Nurul Jadid.

 

Pewarta : PM

 

 

 

Petugas Inventarisasi Barang Milik Santri Baru

nuruljadid.net- Petugas inventarisasi barang terlihat sibuk mendata dan memberi tanda terhadap barang milik santri baru, Jum’at sore (22/08) di Lapangan Universitas Nurul Jadid.

Setiap calon santri baru harus menurunkan barang bawaannya untuk dilakukan disinfektan.  Hal ini disampaikan Kepala Sub Bagian Kerumah Tanggan Nurul Jadid Ustadz Bahrudin, M.  Pd.I.

Masih menurutnya, disamping itu petugas mendata barang milik semua calon santri baru untuk diberi tanda agar tidak tertukar lebih-lebih khawatir takut hilang.

Setelah di data dan disinfektan barang akan diangkut ketempat yang telah tersedia,” Imbuhnya.

Masih kata Ustadz Bahrudin, disinfektan terhadap barang milik santri baru agar aman dari penyakit yang saat ini dihadapi seluruh dunia.

Seluruh petugas sangat tanggap memberikan pelayanan terhadap calon santri baru dan calon wali santri. Nurul Jadid salah satu pesantren terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” Kata Siti Nur Afifah wali santri baru asal Kepulauan Kangean.

 

Pewarta : PM

Sebelum Mendaftar, Calon Santri Baru Ikuti Rapid Test Gratis

nuruljadid.net- Setiap calon santri baru Pondok Pesantren Nurul Jadid ikuti rapid test gratis, Jum’at pagi (21/08) di gedung Universitas Nurul Jadid Paiton, Probolinggo.

Rapid test ini diberikan secara gratis bagi setiap calon santri baru. Hal ini disampaikan oleh ketua gugas Nurul Jadid Ustadz Abdul Kholid Fauzi.

Senada dengan Ketua Gugas Nurul Jadid, Ustadz Surono Sahri mentampaikan, tentu kami sebagai panitia mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh pesantren melalui gugus tugas covid-19. Untuk itu, panitia mengawal ketat agar calon santri baru benar-benar melaksanakan rapid test ini.

Masih kata Ustadz Surono, protokol kesehatan covid-19 menjadi bagian yang sangat penting untuk diperhatikan oleh calon santri baru dan calon wali santri.

Sementara Ustadz Bashori Alwi mengatakan, protokol kesehatan covid-19 seperti ini diberlakukan sebagai bentuk ikhtiar pesantren dalam melakukan pencegahan menyebarnya covid-19.

” Ya, ini merupakan iktiar pesantren. Kita sangat hati-hati sekali. Tentu, tidak lupa berdo’a kepada Allah,” Tambahnya.

Santri baru setelah melakukan pendaftaran akan tinggal ditempat karantina sebelum disebar sesuai wilayahnya masing-masing.

 

Pewarta : PM

PSB 2020 Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19 Bagi Calon Santri Baru

nuruljadid.net- Suasana tempat penerimaan terdengar sangat ramai saat calon santri dan wali santri mulai berdatangan memasuki ruang pendaftaran. Begitupun panitia penerimaan sibuk melayani para pendaftar. Hal ini terjadi pada, kamis pagi (20/08) di Aula II Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo.

Penerimaan santri baru tahun ini tidak sama dengan tahun-tahun yang lalu. Dimana pada tahun ini para pendaftar diwajibkan untuk mengikuti protokol kesehatan covid-19 seperti cek suhu, memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.

Ketua Panitia Santri Baru 2020 Ustadz Surono Sahri mengatakan, penerapan protokol kesehatan covid-19 terhadap wali santri sesuai dengan protap yang telah ditetapkan oleh pesantren.

Dalam kesempatan yang lain Kasubbag Protokoler Ustadz Bashori Alwi menyampaikan, diberlakukannya protokol kesehatan covid-19 terhadap para calon santri dan calon wali santri agar satu sama lain saling menjaga diri berkait situasi pandemi saat ini.

“Kita terapkan protokol kesehatan ini agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan,” Tegas Ustadz Bashori.

Kami sangat bersyukur seluruh para pendaftar mematuhi protokol kesehatan dengan kesadaran yang sangat tinggi,” Imbuhnya.

 

Pewarta: PM

 

 

Calon Santri Baru Taati Protokol Kesehatan

nuruljadid.net- Calon santri baru Pondok Pesantren Nurul Jadid sudah mulai berdatangan menuju tempat pendaftaran yang bertempat di Aula II Pesantren (MANJ).

Mereka (calon santri) menaati protokol kesehatan covid-19 yang telah ditetapkan panitia penerimaan mulai dari cek suhu, memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.

Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru Pesantren Nurul Jadid Ustadz Surono Sahri menyampaikan, protokol kesehatan covid-19 diberlakukan oleh panitia kepada calon santri dan wali santri.

“Panitia penerimaan santri baru 2020 melaksanakan penerimaan sesuai standar covid-19 yang telah diberlakukan Gugas Pesantren. Oleh karena seluruh unsur yang terlibat wajib mengawal dengan baik,” Tegasnya.

 

Senada dengan ketua panitia, Kasubbag Protokoler Ustadz Bashori Alwi menyampaikan, pemberlakuan protokol kesehatan covid-19 kepada calon santri baru dan calon wali santri merupakan bentuk kehati-hatian pesantren berkait pandemi saat ini.

Alhamdulillah wali santri mengikuti dengan baik,” Imbuhnya.

 

Pewarta : PM

 

Penerimaan Santri Baru 2020 Pesantren Nurul Jadid Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

nuruljadid.net- Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo hari ini, kamis (20/08) dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19 di Aula II Pesantrn (MANJ).

Penerimaan Santri Baru tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Saat ini pesantren menerapkan protokol kesehatan covid-19 bagi setiap bagian yang ikut terlibat dalam pelaksanaan penerimaan baru baik terhadap panitia penerimaan juga calon santri dan wali santri.

Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru Pesantren Nurul Jadid Ustadz Surono Sahri mengatakan, panitia telah mempersiapkan kebutuhan calon santri dan wali santri sesuai protokol kesehatan covid-19 yang telah ditetapkan oleh gugus tugas covid-19 pesantren.

“Kami panitia pelaksana dalam pelaksanaan penerimaan santri baru mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pesantren baik untuk panitia, calon santri dan wali santri. Protokol yang dimaksud mulai dari cek suhu, memakai masker, cuci tangan nemakai sabun dan jaga jarak,” Kata Ustadz Surono.

Harapan kami kepada semua unsur yang terlibat dalam penerimaan santri baru harus benar-benar memperhatikan protap yang dimaksud,” Tambahnya.

Masih kata Ustadz Surono, karena penerimaan santri baru tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kami berharap semua usnur benar-benar kerja maksimal dan calon santri baru maupun calon wali santri memperhatikan protokol kesehatan covid-19 ini dengan sebaik-baiknya.

 

Pewarta : PM

Dinkes Sumenep Gratiskan Rapid Test Santri Nurul Jadid

nuruljadid.net- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep gratiskan rapid test santri Nurul Jadid Paiton, Probolinggo yang berasal dari Kepulauan Kangean, Jum’at pagi di Puskesmas Arjasa Kangean.

Sekretaris Pembantu Pengurus P4NJ H. Syafiudin, MH menyampaikan, rapid test untuk santri Pondok Pesantren Nurul Jadid yang berasal dari Kepulauan Kangean seluruhnya digratiskan. Alhamdulillah kami berkoordinasi dengan dinas kesehatan sumenep dan dinkes merespon dengan sangat baik.

Santri Nurul Jadid baik putera dan puteri di rapid secara gratis. Kami bersyukur dinas kesehatan sumenep telah melakukan hal terbaik bagi santri terutama santri kangean,” Ucap Siti Sholiha salah satu wali santri.

Insya Allah, sabtu 15 Agustus 2020 santri Nurul Jadid dari kangean menuju pesantren.  Do’akan semoga santri seluruhnya selamat sampai tujuan,” Sambungnya.

 

Pewarta : PM

Kloter ketiga, 800 Santri Puteri Nurul Jadid Kembali ke Pesantren

nuruljadid.net- Sebanyak 800 santri puteri kembali ke pesantren, rabu pagi (06/08). Santri tersebut berasal dari kabupaten bondowoso, Jawa Barat, Banten dan Jabodetabek.

Kembalian santri hari ini merupakan kloter ketiga yang dilakukan oleh pesantren. Dalam pengembalian santri mulai dari kloter pertama hingga kloter ketiga ini berjalan dengan lancar.

Ketua Gugas Nurul Jadid Ustadz Abdul Kholid Fauzi mengatakan,  kembalian santri sejak dari kloter pertama hingga kloter ketiga berjalan sesuai harapan. Santri maupun wali santri yang mengantarkannya mengikuti protokol kesehatan covid-19 yang telah menjadi protap pesantren.

Ustadz Kholid melanjutkan, semua unsur gugus tugas pesantren telah bekerja dengan baik. Satu sama lain saling berkoordinasi, ini yang menyebabkan kita mampu mengawal kembalian santri sesuai yang diharapkan.

Tentu, pasca bertugas kita lakukan evaluasi untuk mengetahui problem di lapangan,” Imbuhnya.

Sesuai dengan data yang kami pegang, santri puteri kembali ke pesantren kurang lebih 800 orang,” Kata Ustadz Musleh Jauhari Kepala Sub Bagian Umum

 

Pewarta : PM

 

 

 

 

Sembilan Personil Menwa Turun Tertibkan Lalu Lintas

nuruljadid.net- Ada 15 orang resimen mahasiswa yang telah terbentuk di Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo, mereka diberi mandat untuk membantu kegiatan pesantren dan kampus. Hal ini dinyatakan saudara Mahmudi Komandan Menwa periode 2019-2020 di tempat penyambutan kembalian santri.

Mahmudi menambahkan, santri yang kembali hari ini ribuan orang. Kebanyakan mereka diantar memakai mobil pribadi. Oleh karenanya sangat membutuhkan banyak personil yang menertibkan dan mengamankan agar tidak mengganggu lalu lintas pengendara yang lain.

Masih kata Mahmudi, kita ini (menwa) dibawah komando keamanan pesantren. Jadi posisinya melaksanakan konsep lalin yang telah dibuat keamanan dan ketertiban pesantren.

Alhamdulillah kita juga terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar seluruh tamu pesantren bisa terlayani dengan baik,” Katanya.

Sebagai pengabdi kami (menwa) sangat siap apabila pesantren memanggil,” Imbuhnya.

 

Pewarta : PM

Kiai Zuhri; Gerakan Dalam Shalat Berdampak Positif Terhadap Kesehatan Jasmani

nuruljadid.net- Shalat bukan hanya mengandung pendidikan karakter selain itu shalat mengandung latihan fisik dan akal. Hal ini disampaikan KH Moh. Zuhri Zaini Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo pada pengajian kitab as-Shalat, Senin sore (04/08) di Masjid Jami’ Nurul Jadid.

Kiai Zuhri melanjutkan, gerakan-gerakan dalam shalat berdampak positif terhadap kesehatan jasmani.

Islam itu tidak hanya memperhatikan atau merawat rohani manusia tetapi juga islam merawat jasmani manusia,” Tegasnya.

Masih kata Kiai Zuhri, akal yang sehat ada pada tubuh atau fisik yang sehat. Oleh karenanya, shalat itu harus dengan gerakan tidak cukup dengan dzikir hati.

“Shalat itu tidak bisa dengan dzikir hati dengan melakukan tadabur, bersila menghadap kiblat seperti orang bertapa atau yoga tapi shalat itu bergerak dengan gerakan teratur dan memiliki tujuan kepada Allah,” Dawuhnya.

Gerakan fisik itu ada pada semua ibadah seperti ada dalam shalat, puasa dan ibadah-ibadah yang lain. Nabi membuktikan dengan sering berpuasa, nabi sehat.

Masih menurutnya, tidak benar pendapat orang yang mengatakan shalat itu cukup dengan dzikir ini pendapat yang dangkal pengetahuannya. Orang kalau normal hatinya shalat tapi fisiknya juga shalat.

 

Pewarta : PM

Ini Nomor Kontak Asrama Karantina Santri Nurul Jadid

nuruljadid.net- Gugus Tugas Pondok Pesantren Nurul Jadid menetapkan nomor kontak yang bisa dihubungi saat ada wali yang ingin menghubungi putera-puterinya saat masa karantina.

Penyediaan nomor khusus ini untuk memberikan pelayanan yang baik terhadap orang tua yang ingin berkomunikasi pada putera-puterinya. Hal ini disampaikan Ustadz Abdul Kholid Fauzi Ketua Gugas Covid-19 Nurul Jadid.

“Tentu orang tua atau wali santri ingin tahu perkembangan putera-puterinya saat berada di karantina. Meskipun mereka (wali santri) telah memasrahkan ke pesantren, tapi yang namanya orang tua pasti ingin menanyakan kabar putra-putrinya secara langsung,” Tegas Ustadz Kholid.

Senada dengan ketua gugas, Kepala Sub Bagian Humas dan Infokom PPNJ Ustadz Ponirin Mika menyampaikan, adanya nomor kontak secara khusus untuk asrama karantina santri, pesantren ingin menfasilitasi kebutuhan komunikasi orang tua terhadap anaknya. Sebab tidak sedikit orang tua santri yang ingin menanyakan kabar putra-putrinya melalui call center pesantren. Untuk itulah pesantren menetapkan nomor kontak khusus di karantina santri.

“Harapannya wali santri yang ingin berkomunikasi dengan putera-puterinya terlayani dengan sempurna,” Ucap Kabag Humpro Ustadz Ernawiyadi Munsyi.

Ustadz Erna menambahkan, nomor konrak tersebut telah kita sebarkan melalui meme lewat beberapa grup wali santri, alumni dan simpatisan Nurul Jadid.

“Namun ada batasan waktu bagi orang tua yang ingin menghubungi putera-puterinya. Tidak bisa berlama-lama karena khawatir wali santri yang lain membutuhkan. Tentu, penggunaan HP tetap memperhatikan protokol kesehatan covid-19,” Tegas Ustadz Kholid.

Dokter Choky sangat mewanti-wanti penggunaan HP agar tetap waspada terhadap covid-19. Makanya, perlu mengikuti protap protokol kesehatan covid-19 yang ada,” Kata Ustadz Ponirin Mika Humas Pesantren sekaligus Humas Gugas Nurul Jadid.

 

Pewarta : Ahmad

Editor : Ponirin Mika

Shalat Jum’at, Masyarakat Sekitar Patuhi Protokol Kesehatan

nuruljadid.net- Dalam pelaksanaan shalat jum’at tidak hanya santri yang wajib mengikuti protokol kesehatan covid-19, tapi masyarakat sekitar juga harus mematuhi protokol kesehatan tersebut dengan baik. Hal ini disampaikan Ustadz Qiqi Gugus Tugas Nurul Jadid Bidang Keamanan dan Ketertiban.

Ustadz Qiqi menambahkan, kami benar-benar menerapkan protokol kesehatan ini sesuai protap yang ada. Tidak lain agar masyarakat pesantren bisa mencegah terjangkitnya covid-19.

Memang tidak ada yang terindikasi berkait penyakit tersebut. Namun ini bagian dari ikhtiar kita. Berdoa dan berikhtiar itu dua hal yang wajib dilakukan,” Kata Abdul Kholid Fauzi Ketua Gugas Nurul Jadid.

” Ya wajib mematuhi protokol kesehatan, diantaranya memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak satu sama lain. Ikhtiar ini menjadi keharusan untuk selalu dilaksanakan,” Tambahnya.

Masih kata Ustadz Kholid, dalam pelaksanaan shalat jum’at antar santri dan masyarakat ditempatkan dengan tempat yang beda. Khusus masyarat di Masjid Jami’ Nurul Jadid lantai II dengan menerapkan physical distancing. Sementara santri menempati lantai I, halaman pesantren dan musalla riyadhus sholihin.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga masyarakat sekitar menaati protokol kesehatan covid-19 dengan baik,” Imbuhnya.

 

Pewarta : PM

 

 

Ribuan Santri dan Masyarakat Gelar Shalat Idul Adha

nuruljadid.net- Ribuan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo bersama masyarakat sekitar melaksanakan shalat idul adha, Jum’at pagi (30/07) di area Pesantren.

Tempat pelaksanaan shalat idul adha tidak hanya di masjid jami’, tapi ada beberapa tempat digunakan. Hal ini disampaikan Ketua Gugas Nurul Jadid Ustadz Ahmad Kholid Fauzi.

“Santri dan masyarakat sekitar dibedakan tempatnya dalam melaksanakan shalat idul adha. Santri tidak berkumpul dengan masyarakat. Masyarakat kita tempatkan di masjid jami’ lantai II sedangkan santri di lantai I,” Kata Ustadz Kholid.

Menurutnya, pemisahan tempat antara santri dan masyarakat ini bentuk antisipasi kami dalam melakukan pencegahan covid-19. Sebagian santri melaksanakan shalai idul adha bertempat di Musalla Riyadhus Sholihin, depan rektorat, halaman musalla timur  dan di depan wartel pesantren.

Masih kata Ustadz Kholid, dalam pelaksanaan shalat ini para jamaah diwajibkan mengikuti protokol kesehatan covid-19 seperti menggunakan masker, cuci tangan memakai sabun, jaga jarak dan tidak diperkenankan bersalaman.

Dalam pelaksanaan shalat idul adha KH. Moh. Zuhri Zaini menjadi imam sedangkan yang menjadi khotib KH. Najiburrahman Wahid. Pelaksanaan shalat idul adha ditutup dengan tahlil bersama dipandu KH. Moh. Zuhri Zaini.

 

 

Pewarta : PM

Santri Ma’had Aly Senang Ngaji Ihya’ Langsung ke Kiai Zuhri

nuruljadid.net – Pada senin malam (27/07) santri Ma’had Aly semester tiga mengaji kitab mukhtasor ihya’ ulumuddin kepada pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini bertempat di Universitas  Nurul Jadid (UNUJA).

Bagian kurikulum Ma’had Aly Ustadz Abdus Shomad mengungkapkan, mahasantri ma’had aly semester tiga wajib mengikuti pengajian kitab ihya’ ke kiai Zuhri. Kegiatan ini setiap malam selasa  pukul 19.30 wib – 20.50 WIB.

“Jadi, ngaji kitab ihya’ ini sengaja diampu oleh Kiai Zuhri Zaini agar mereka bisa mengaji langsung ke pengasuh. Karena kiai zuhri memang terkenal pengetahuan tasawufnya baik secara teori maupun praktik,” Ucap Usradz Shomad pria asal Mataram (Madura tanah garam) tersebut.

Pada pertemuan perdana, beliau menerangkan asal-usul Imam Al-Ghazali pengarang kitab Ihya’ . Setelah dirasa cukup, kemudian beliau menerangkan bab pertama, yakni tentang ilmu dan belajar.

Sementara menurut Imam Thobroni selaku salah satu santri ma’had Aly Nurul Jadid, kami  sangat senang dengan adanya kegiatan ngaji ihya’ ke kiai Zuhri Zaini.

“sangat senanglah, dapat ngaji langsung ke beliau. Apalagi ngaji kitab mukhtasor Ihya’ karya Imam Al-Ghazali.” Ungkapnya.

 

Pewarta : Alfin Haidar Ali

Editor : Ponirin Mika