Setelah 14 Hari Dikarantina, Santri Baru Menuju Asrama Masing-Masing

nuruljadid.net- Santri Baru Pondok Pesantren Nurul Jadid dikarantina sejak 20 Agustus- 04 September 2020 selepas mereka mengikuti prosedur pendaftaran menjadi santri.

Usai 14 hari melaksanakan karantina santri baru PP Nurul Jadid kini dikembalikan ke asrama masing-masing, Jum’at pagi (04/09). Pengembalian itu di laksanakan karena sudah cukup menuhi protokol kesehatan.

Menurut Bapak Fathol Latif Kepala Bidang Penataan Wilayah sekaligus menjadi koordinator asrama karantina santri manyampaikan, selama 14 hari santri baru diwajibkan mengikuti masa karantina sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan Gugas Pondok Pesantren Nurul Jadid.

” Kita (pengurus) sudah mempersiapkan tenaga kepengurusan untuk menyambut kedatangan mereka (santri baru) tentu dengan semua kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan di asrama tersebut” Kata beliau.
Santri baru tidak dibiarkan sendirian menuju asramanya, dari tempat karantina santri baru ada wali asuh yang mengantarkan dan mendampinginya,” Imbuhnya.

Ustadz Fathol Latif melanjutkan, tentu setelah berada di asrama nanti santri baru wajib kegiatan pesantren” lanjutnya.

Sekalipun karantina berakhir, kegiatan Orientasi Santri Baru (OSABAR) tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yaitu dari Selasa 01/09/20 – Sabtu 5/09/20. Kegiatan osabar itu akan di laksanakan di sekolah masing-masing,” Tambahnya.

 

Pewarta : Abdul Rozak

Editor     : Ponirin Mika

Santri Baru Unjuk Gigi di Lomba Puisi dan Hadrah

nuruljadid.net – Pada kamis (03/09), peserta Orientasi Santri Baru (Osabar) 2020 Pondok Pesantren Nurul Jadid unjuk gigi pada lomba puisi dan hadrah ala santri yang diikutinya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula II pesantren ini dimulai pada pukul 13.00 WIB berakhir pukul 16. 45 WIB.

Pada siang hari tersebut, sebanyak dua puluh tujuh kelompok yang mengikuti dua cabang lomba sekaligus, yakni lomba cipta baca puisi dan hadrah ala santri.

Untuk lomba puisi, setiap kelompok diwakili satu orang bertugas membaca puisi dihadapan seluruh peserta osabar. Sedang lomba hadrah ala santri, setiap kelompok diwakili delapan santri dengan lagu islami menggunakan alat-alat seadanya.

“Untuk siang ini, lomba yang diadakan panitia hanya lomba cipta baca puisi dan hadrah ala santri. Untuk malam nanti ada lomba pildacil dan drama komedi. Kalau tujuan adanya kegiatan ini, ya agar santri baru tidak percaya diri akan potensi yang dimilikinya.” Ujar Sibro Mulisi salah satu panitia Osabar 2020.

Menurut Fais peserta Osabar 2020 mengungkapkan, dengan adanya lomba ini santri baru merasa terhibur. Mereka senang karena lomba ini seru dan menyenangkan. Mereka dapat bersaing secara sehat, apalagi persaingannya itu dilakukan secara berkelompok.

“ya, saya dan teman-teman merasa sangat terhibur. Karena lomba ini sangat menarik dan seru. Kami dapat bersaing secara sehat dan adil, apalagi persaingan dilakukan secara berkelompok.” Ungkap santri baru asal Bondowoso tersebut.

 

Pewarta : Alfin Haidar Ali

Editor.    : Ponirin Mika

PP Nurul Jadid Kenalkan Tata Tertib Pesantren Kepada Santri Baru

nuruljadid.net- Materi tata tertib Pesantren bagian dari rangkaian kegiatan Orientasi Santri Baru (OSABAR) 2020 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton-Probolinggo, Jatim, yang sudah berjalan selama tiga hari, Kamis pagi (03/09/2020), Pukul 08.30 s/d 10.00 WIB.

Kegiatan tersebut bertempat di Auditorium 1 Putri dan Auditorium 2 Putra Pondok Pesantren Nurul Jadid, yang dihadiri oleh Ustadz Adiyatno hidayat, Kepala bidang Keamanan dan Ketertiban Ponpes Nurul Jadid sekaligus Pemateri dalam kegiatan tersebut.

Ustadz Adiyatno Hidayat  menyampaikan, tujuan diadakan materi tersebut agar seluruh santri baru dapat menjadi pribadi yang baik.

“Materi ini wajib di perkenalkan kepada seluruh santri baru serta terus di doktrinkan agar santri baru menjadi pribadi yang baik dan selalu patuh terhadap peraturan pesantren” -tegasnya

Lebih lanjutnya, Ustadz Dayat menegaskan kepada seluruh santri baru dan santri lama, apabila ada yang melanggar tata tertib pesantren, santri tersebut akan dibina dan diberikan sanksi sesuai dengan pelanggarannya.

“Di dalam tata tertib sendiri sudah di atur, bagi santri yang melanggar tata tertib kemudian ada pola pembinaan secara mental yang harus di jalani oleh santri yg melanggar dan ada juga sanksi yang harus di berlakukan supaya mereka sadar atas tindakan yang tercelah”, -Pungkasnya

Dalam hal ini, Ustadz Dayat menerangkan peraturan tentang protokol kesehatan di pesantren cukup kooperatif sesuai dengan peraturan dari pemerintah kesehatan Covid-19.

“Untuk tata tertib protokol di kesehatan secara tertulis belum ada, tetapi mulai awal virus covid-19 ini menyebar ke indonesia, Ponpes Nurul Jadid sangat kooperatif dalam hal menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan arahan pemerintah kesehatan”, -Ujarnya

Ia berharap, untuk materi pengenalan ini kepada santri baru dapat terbimbing dan terbina dengan baik.

“Saya pribadi dan seluruh pengurus pesantren berharap agar pengenalan materi tata tertib ini kepada santri baru dapat terbina dan terbimbing supaya santri baru dapat mengenal seluruh peraturan di pesantren ini”-Sambungnya kepada media NJ.Net

 

Pewarta    : Andrean Masrofie

Editor      : Ponirin Mika

Drama “Perjuangan Anak-Anak Palestina” Hipnotis Peserta Osabar 2020

nuruljadid.net- Rabu (02/09) Sanggar Teater Bosan sukses hibur peserta Orientasi Santri Baru (Osabar) Pondok Pesantren Nurul Jadid. Tak hanya penampilan dari panitia, tapi ada penampilan pantomim yang diperankan santri baru.  Kegiatan itu dilaksanakan di Aula 2 PPNJ pada pukul 20.00 WIB berjalan lancar dan meriah tanpa ada hambatan sedikitpun.

Sanggar teater yang diawaki siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Nurul Jadid berhasil mengundang tepuk tangan serta decak kagum dari peserta Osabar. Hal ini tampak dari antusias peserta osabar dalam menyimak penampilan teater Bosan.

“Kegiatan ini sangat menarik sekali. Jarang-jarang saya menemukan acara teater seperti ini. Kalau dulu-dulunya tidak pernah lihat sehingga saya sangat antusias sekali menontonya.” Ungkap Efendy, santri baru asal Jember tersebut.

Teater tersebut membawa tema tentang Palestina. Mereka bercerita tentang perjuangan anak-anak Palestina dalam melawan Israel. Dalam drama tersebut seorang anak palestina dengan sangat berani menentang agresi Israel ke negeranya. Dengan suara lantang dan tanpa rasa takut dia melawan Israel. Saking menariknya tema yang ditampilkan, beberapa panitia harus menertibkan santri baru yang mulai semangat menonton hingga beranjak dari tempat duduknya untuk menyaksikan sambil berdiri.

Penampilan selanjutnya oleh para santri baru binaan sanggar Amoeba yang diawaki siswa Sekolah Menengah Atas (SLTA) Nurul Jadid. Dengan penampilan pantomimnya, mereka berhasil menghibur peserta hingga panitia Osabar

“Acara ini memang sengaja didesain sebagus mungkin. Ada beberapa santri baru yang dibina oleh kakak kelas mereka yaitu sanggar Amoeba. Alhamdulillah, meski dilatih dalam waktu yang singkat, panitia dan peserta osabar tampaknya sangat terhibur sekali.” Ungkap M. Ridho salah satu panitia Osabar 2020.

Turut hadir pada acara itu salah satu keluarga pengasuh, yakni KH. Makki Maimoen Wafie sekaligus Ketua Badan Koordinasi Olahraga Santri (BKOS) beliau mendampingi acara hingga akhir.

 

Pewarta : Alfin Haidar Ali

Editor     : Ponirin Mika

Keadaan Santri Baru PP Nurul Jadid di Asrama Karantina

nuruljadid.net- Sebagai salah satu upaya untuk mencegah penularan covid 19, PP Nurul Jadid adakan karantina bagi santri baik itu santri baru ataupun santri lama.

Sejauh ini, Rabu, 02/09/20 santri baru yang di karantina dalam keadaan baik baik saja. Terbukti saat salah satu peserta karantina di wawancarai wartawan nuruljadidnet.

Menurut Ahmad Dude Haidar malik,12 thn, ia mengatakan bahwa di pondok lebih menambah pengalaman dari pada di rumah.

” Di pondok bisa menimba ilmu, bisa bermain dengan teman-teman dan makan bersama” jelasnya saat di tanya wartawan nuruljadidnet.

Selain itu, Ahmad kelahiran lumajang ini sudah menjalani karantina selama 10 hari terhitung dari minggu 23 Agustus 2020.

Lebih jauh ia ingin mengatakan terimakasih kepada orang tuanya lantaran selama ini telah membesarkan dan mendidiknya.

Terlepas dari penjelasan Ahmad, menurut Riski Septia ramadani 12 thn, ia mengatakan di pondok lebih banyak beribadah dari pada di rumah. “Di pondok bisa sholat subuh berjemaah, dhuhur berjamaah, ashar berjamaah, magrib berjamaah dan isya berjamaah” jelasnya saat di wawancarai wartawan nuruljadidnet.

Bagi rizki kelahiran bendelan, Bondowoso ini, lebih memilih mondok di Nurul Jadid lantaran ia ingin menghafal Al Qur’an. Lebih lanjut ia berdoa untuk orang tuanya “Semoga panjang umur sehat selalu” pungkasnya.

 

Pewarta   : Romli

Editor      : Ponirin Mika

Santri Tidak Hanya Menghafal Trilogi dan Panca Kesadaran Tapi Memahami dan Mengamalkan

nuruljadid.net- Pemberian materi Jati diri santri Nurul Jadid (Trilogi dan Panca kesadaran Santri) sebagai prinsip yang harus tertanam dalam jiwa masing-masing santri. Sebagai pemateri Ustadz Syamsuri Hasan (santri putri) bertempat di aula I Pesantren dan Ustadz H. Ahmad Fawaidz (santri putra) di Aula II Pesantren. Hal itu disampaikan Ketua Osabar 2020 Ustadz Ady Azhari, Rabu (02/09).

Ustadz Ady Azhari berharap,  semua santri terutama santri lama tidak cukup menghafal trilogi dan panca kesadaran , tapi bisa memahami dan mengamalkan dengan baik sebagai pegangan selama menjadi santri dan sebagai bekal ketika mereka pulang ke masyarakat.

Masih kata Ustadz Ady, materi itu diberikan kepada santri baru untuk mengenalkan trilogi dan panca kesadaran. selanjutnya diharapkan menjadi karakter yang tertanam dalam jiwa santri baik selama berada di pesantren Nurul Jadid lebih-lebih materi tersebut sebagai bekal ketika pulang dan hidup bermasyarakat.

Meskipun menginternalisasikan trilogi dan panca kesadaran ini cukup sulit tapi kita harus selalu mendorong bahwa prinsip-prinsip ini sangat penting untuk diketahui dan diamalkan sejak mereka (santri baru) pertama kali berada di pesantren. Melalui kegiatan orientasi ini waktu yang sangat tepat kita mentransmisikan nilai-nilai itu pada santri baru,” Tegasnya.

 

Pewarta : Ibnu Abdillah

Editor   : Ponirin Mika

 

 

Membangun Semangat Belajar Santri Baru Melalui Materi Nurul Jadid Berprestasi

nuruljadid.net- Nurul Jadid Berprestasi menjadi materi ke II dalam pelaksanaan orientasi santri baru 2020. Pada kegiatan pemberian materi itu diharapkan agar santri baru tambah yakin dan tidak salah pilih mondok di Pesantren Nurul Jadid. Hal ini disampaikan Ustadzah Sri Wahyuni Panitia Osabar putri saat diwawancarai.

Kegiatan yang bertempat di  Aula I Pesantren Nurul Jadid dikuti oleh semua santri baru putri yang jumlahnya kurang lebih 1300 orang. Hadir sebagai pemateri Ustadz Miftahul Huda Kasubbag Kepegawaian sekaligus SC Bagian Osabar 2020.

Ustadzah Sri Wahyuni menambahkan, kita yakin mereka (santri baru) sangat membutuhkan pengetahuan baik melalui informasi dan lainnya. Karena santri baru yang mendaftar di pesantren ini sangat mungkin tidak mengenal Psantren Nurul Jadid secara menyeluruh.

oleh karenanya, materi-materi yang diberikan kepada santri baru sebagai pintu awal agar mengenal dan mengetahui pesantren dan kegiatan kepesantren. Materi Nurul Jadid berprestasi salah satu materi penting untuk diberikan kepada santri baru karena pada materi itu terdapat keberhasilan santri Nurul Jadid mengikuti lomba baik regional maupun nasional,” Tambahnya.

 

Pewarta : Ibnu Abdillah

Editor   : Ponirin Mika

Internalisasi Panca Kesadaran Santri Melalui Panggung Kreasi di Kegiatan Osabar

nuruljadid.net- Panggung kreasi oleh panitia osabar dijadikan sebagai salah satu media untuk menginternalisasi panca kesadaran santri baru Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Panggung kreasi ini dilaksanakan, Selasa malam (01/09) di Aula II Pesantren Nurul Jadid. Hal ini diungkapkan Ustadz Alief Hidayatullah SC Osabar 2020.

 

Ustadz Alief berharap, adanya panggung kreasi santri ini kita berharap santri baru mampu menginternalisasikan panca kesadaran santri dalam kehidupannya sehari-hari. Isi materi yang kita sampaikan kepada santri baru termuat dalam panca kesadaran.

” Melalui panggung kreasi ini kita tampilkan materi nasionalisme dan beberapa materi yang di pentaskan melalui dramatisasi oleh santri lama. Sebenarnya tidak hanya itu, kita berharap santri baru terhibur dengan kegitan ini. Pada akhirnya mereka akan betah berada di pesantren hingga selesai menempuh pendidikannya,” Kata Ustdz Alief.

lebih lanjut Pengurus Biro Kepesantrenan Bagian Ubudiyah ini menjelaskan, sebenarnnya trilogi dan panca kesadaran santri Pondok Pesantren Nurul Jadid itu harus diberikan kepada semua santri tidak terkecuali santri baru. Melalui osabar ini kita mengenalkan terlebih dahulu selanjutnya ada pendalaman saat mereka (santri baru) mulai berakfitas keseharian di pesantren.

Kita tahu bahwa para muasis pesantren mengharapkan agar trilogi dan panca kesadaran oleh santri aktif maupun alumni Pesantren Nurul Jadid mampu dijewantahkan dalam kehidupnnya sehari-hari,” Imbuhnya.

 

Pewarta : Ibnu Abdillah

Editor    : Ponirin Mika

Kepala Biro Pendidikan, Guru Harus Mempersiapkan Perangkat KBM dan Mengikuti Protokol Kesehatan Covid-19

nuruljadid.net- Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo mensosialisasikan peraturan yang harus dilaksanakan sekolah dan semua guru saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di masa pandemi covid-19 saat ini. Kegiatan sosialisasi itu dilaksanatan secara bergantian antar sekolah dan tempatnya disekolah masing-masing. Rabu pagi (02/09) bertempat di Madrasah Aliyah Nurul Jadid.

Pada kesempatan itu, Kepala Biro Pendidikan KH. Mahfudz Faqih menyampaikan, sudah saatnya semua guru mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan belajar bengajar.

Menurutnya, sebenarnya awal KBM sudah berjalan akan tetapi di Pondok Pesantren Nurul Jadid karena ada kondisi yang tidak memungkinkan untuk memulai pelaksanaan KBM seperti pengembalian santri secara bergelombang juga kegiatan penerimaan santri baru tahun 2020. Saya berharap kegiatan belajar mengajar mulai diaktifkan kembali.

Tentu guru yang mengajar harus mengikuti standar protokol Kesehatan covid 19. Dengan tegas beliau menyampaikan agar protocol ini benar-benar ditaati diantaranya memakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan haram hukumnya jabat tangan dalam kondisi seperti sekarang ini. Untuk kegiatan belajar mengajar secara langsung (bertatap muka) berlaku untuk santri dan untuk murid dari luar (nyolok) dilayani melalui daring,” Imbuhnya.

Masih kata Kiai Mahfudz, saya berharap guru memberikan tugas kepada murid karena siswa yang masuk secara bergantian antara kelas atau program. Dan siswa yang tidak belajar di sekolah kegiatannya akan difasilitasi oleh biro kepesantrenan. Sinergitas ini telah dibangun antara biro Pendidikan dan biro kepesantrenan.

Harapannya, guru yang kurang sehat jangan memaksakan diri untuk masuk sekolah. Sejak dari awal biro Pendidikan telah memberikan izin bagi guru yang kurang sehat. Tapi tolong jangan berbohong, saya percaya semua guru punya integritas yang baik.

Pada hari pertama saya berharap agar ada apel edukasi bagi semua warga sekolah salah satunya menyampaikan protocol Kesehatan yang harus dilaksanakan selama KBM,” Tegasnya.

 

Pewarta : Ibnu Abdillah

Editor     : Ponirin Mika

 

 

Santri Nurul Jadid Harus Memiliki Impian

nuruljadid.net- Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jatim harus memiliki impian untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi nusa, bangsa lebih-lebih pada agama. Harapan ini disampaikan ketua Osabar 2020 Ustadz Ady Azhari disela-sela kesibukannya mendampingi pelaksanaan osabar, Selasa pagi (01/09) di Aula II Pesantren.

Melalui kotak impian, panitia kegiatan orientasi santri baru (Osabar) menfasilitasi santri baru akan sebuah mimpi yang ingin diraih selama menetap di pesantren. Dimana semua santri baru di minta menulis impian selanjutnya dimasukkan ke kotak impian dan akan dibuka saat tamat menyelesaikan belajar di pesantren.

Koordinator bagian pemateriaan Ustadz Dimas Eko Cahyono menyampaikan, kotak impian itu akan dibuka setelah mereka tamat belajar di pesantren dan ingin pulang ke masyarakat.

Lebih lanjut Ustadz Dimas mengatakan, dengan adanya kotak impian ini agar santri baru termotivasi melaksanakan belajarnya selama di pesantren. Dan diharapkan santri baru terus mengingat impian yang ia tulis dan tersimpan di kotak impian.

Pada kesempatan itu, kakak panitia yang mendampingi kegiatan osabar terus memberikan semangat agar santri baru tidak pernah lelah dalam belajar selama mondok di pesantren.

 

Pewarta    : Ibnu Abdullah

Editor       : Ponirin Mika

Osabar 2020 PP Nurul Jadid di Desain Istimewa

nuruljadid.net- Kegiatan Orientasi Santri Baru (OSABAR) Pondok Pesantren Nurul jadid tahun 2020 diselenggarakan selama lima hari. Osabar kali ini cukup berbeda dengan tahun sebelumnya. Kegiatan ini yang di ikuti 1993 santri (putra-putri) bertempat di Aula I (putri) dan Aula II (putra).

Keistimewaannya adalah, dimana panitia menyiapkan kotak impian untuk diisi catatan impian dan harapan dari masing masing santri baru selama menjadi santri di Pondok Pesantren Nurul jadid, dan akan di buka di kemudian hari.

Menurut Dimas Eko Cahyono selaku penanggung jawab pematerian, “Kotak itu akan di buka setelah mereka boyong dan meninggalkan pesantren ini” Terangnya.

Lebih jauh Dimas menjelaskan, bahwa tujuan di sediakannya kotak itu adalah memotivasi santri untuk tetap semangat menggapai cita cita yang pernah mereka tulis saat masih menjadi santri baru. “Itu yg menjadikan tahun ini lebih istimewa” pungkasnya.

 

Pewarta   : Romli

Editor      : Ponirin Mika

Santri Baru Isi Kotak Impian Selama di Pesantren

nuruljadid.net- Kotak impian adalah kotak dimana seseorang akan memasukkan rencananya, sambil menuliskan harapan satu persatu. lalu meletakkannya entah dimana, sampai bertahun tahun kemudian tak sengaja membukanya dan melihatnya.

Kotak impian itu diadakan panitia orientasi santri baru (OSABAR) pada pelaksanaan osabar tahun 2020 ini. Ketua Osabar Ustadz Ady Azhari menyampaikan, kotak impian ini dimana
santri baru diajak menuliskan impian selama mondok di Nurul Jadid dan kotak impian ini akan disimpan dan dibuka kembali pada saat orientasi kelas akhir mereka.

menurutnya, kotak impian itu agar tercipta impian dan cita-ciata santri sejak awal mondok dan bisa diukur ketika akan berhenti mondok. Impian ini apakah sudah tercapai atau belum. Jika tercapai berarti selama berada di pondok mereka selalu ingat tulisannya yang ada di kotak impian ataupun sebaliknya.

Ustadz Ady melanjutkan, kita melihat latar belakang santri baru mondok disini (Nurul Jadid) mereka mempunyia niat nyantri yang berbeda-beda. Ada karena paksaan orang tua, karena ikut temannya dan lainnya.

Dengan menulis impian ini mereka bisa menciptakan impian yang semesttinya juga agar selama mondok impian yang telah ditulisnya bisa diingat dan dilaksanakan dengan baik,” Ungkapnya.

 

Pewarta : Ibnu Abdullah

Editor    : Ponirin Mika

Pengenalan Ma’had, Muasis dan Pengasuh Materi Pertama Osabar 2020

nuruljadid.net- Kegiatan pengenalan ma’had, muasis dan pengasuh merupakan bagian dari sekian rentetan orientasi santri baru (OSABAR) yang diselenggarakan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan itu diselenggarakan, Selasa pagi (01/09) pukul 09.30 s/d 11.30 WIB.

Kegiatan yang bertempat di Aula 1 (putri) dan aula 2 (putra) Pondok Pesantren Nurul Jadid itu turut di hadiri bapak Ponirin Mika, M.Pd kasubbag Humas dan Infokom PP Nurul Jadid sekaligus sebagai pemateri.

Menurut Dimas Eko Cahyono penanggung jawab pematerian di acara OSABAR 2020, tujuan pengenalan ini adalah memberitahukan Muasis (pendiri), seluruh Dewan Pengasuh terutama Pengasuh dari setiap periode.

“Yang kedua tujuannya adalah supaya mereka timbul rasa bangga, sehingga merasa tidak salah pilih memilih pondok pesantren Nurul jadid sebagai tempat untuk mencari ilmu” imbuhnya.

Lebih lanjut Dimas berharap, kegiatan ini bisa membangkitkan ghiroh para santri baru dalam mencari ilmu.

“Setidaknya meskipun tidak sama persis dengan beliau beliau para kiyai, yg penting semangatnya sama. Semangat berjuang, jihad fisabilillah dan mencari ilmunya. Sehingga mereka lebih enak mengiplikasikannya ketika hidup di masyarakat” jelasnya.

 

Pewarta    : Romli

Editor       : Ponirin MIka

KH Moh Zuhri Zaini Anjurkan Santri Nurul Jadid Mengikuti Protokol Kesehatan.

nuruljadid.net- Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH Moh Zuhri Zaini anjurkan santri Nurul Jadid mengikuti protokol kesehatan. Hal tersebut beliau ungkapkan saat sambutan dalam kegiatan OSABAR PP Nurul Jadid, Senin malam 31/08/20 pukul 21.00 WIB di aula 2 PP Nurul Jadid (MANJ).

Lebih lanjut beliau menganjurkan untuk tetap memakai masker, terutama saat adanya perkumpulan, cuci tangan serta menjaga kebersihan lingkungan. Sebab menurut beliau, “doa tanpa ikhtiar sama saja dengan bohong”.

“Memang sekarang ada penyebaran wabah. Kita wajib ikhtiar Tapi jangan terlalu takut dan berani. Sebab kalau terlalu takut akhirnya setres. Ketika setres, imun dan daya tahan tubuh kita akan menurun kemudian mudah terjangkit penyakit. Sekalipun bukan corona” jelasnya

Selain adanya dampak buruk dari wabah covid 19, menurut pengasuh pondok pesantren Nurul Jadid tersebut adanya wabah ini juga bisa di ambil hikmahnya.

“Jadi kita harus pandai pandai mengambil hikmah dari wabah ini. Bukan hanya mengambil hikmah dalam ke adaan normal saja” tegasnya.

 

Pewarta    : Romli

Editor       : Ponirin Mika

Ponpes Nurul Jadid Adakan Kegiatan Masa Orientasi Santri Baru 2020

nuruljadid.net- Sebanyak 814 santri putra dan 1.179 santri Putri baru Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jatim, menjalani orientasi santri baru (Osabar), Senin Malam (31/08/2020) sampai minggu malam (05/09/2020).

Dalam acara ini, di hadiri oleh Pengasuh Ponpes Nurul Jadid KH. Zuhri Zaini, Pengawas Pesantren KH. Makki Maimun Wafie, Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil.

Pembukaan kegiatan tersebut di bagi menjadi dua tempat yaitu, Aula Pesantren II Santri Putra dan Aula Pesantren I Santri Putri, dengan tetap memakai Protokol kesehatan covid-19.

Adapun Orientasi ini, dibuka secara resmi oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Yakni, KH. Moh. Zuhri Zaini di Aula II Pesantren, Senin malam.

Selama lima hari orientasi, santri baru akan dikenalkan pada Ma’had, Mu’asis dan pengasuh, Jati Diri Santri Nurul Jadid, Nurul Jadid Berprestasi, Tata Tertib Pesantren, Safari Ma’had, Sowan Pengasuh, Nurul Jadid Asri, Mengenal Madrasah/Sekolahku.

Lewat pembukaan acara, Ady Azhari (Ketua panitia Osabar 2020), menyampaikan tujuan diselenggarakannya acara ini, ialah untuk memberikan pembekalan awal tentang Furudhul Ainiyah dan kepesantren, kepada Santri baru 2020.

“Tujuan acara ini untuk memberikan pembekalan awal kepada santri baru 2020 tentang Furudhul Ainiyah dan kepesantren, sehingga Santri baru dapat Mengenal terhadap Pesantren dan Ilmu yang mereka Tuntut”, Ujarnya

Dengan pengenalan tersebut, santri baru diharap bisa menuguhkan niat mondok untuk mengaji dan membina akhlakul karimah.

“kami berharap kepada santri baru lebih meneguhkan lagi niat mondok untuk mengaji dan membina akhlakul karimah,” katanya saat pembukaan Osabar.

Saat pembukaan osabar, 1.993 santri baru yang didominasi perempuan, berkumpul di dua Aula pesantren dengan mamakai busana putih dan Masker.

Acara diawali dengan penampilan seni hadrah dan pembacaan puisi tiga bahasa oleh santri dan diakhiri dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Nurul Jadid bersama-sama.

 

Pewarta : Andrian Masrofi

Editor : Ponirin Mika