MENTARI 2026 Jadi Bekal Awal Santri Baru Al-Mawaddah Mengenal Dunia Pesantren
www.nuruljadid.net – Selain kegiatan orientasi yang diselenggarakan di tingkat pusat, Wilayah Al-Mawaddah Pondok Pesantren Nurul Jadid juga menggelar Masa Orientasi Santri (MENTARI) 2026 bagi seluruh santri baru. Kegiatan yang berlangsung di Musholla Al-Mawaddah pada Jumat (24/7) ini diikuti santri baru, santri mutasi, hingga mahasiswa baru yang berdomisili di Wilayah Al-Mawaddah.
Kegiatan tersebut bertujuan membekali para santri agar lebih mengenal lingkungan pesantren, memahami budaya dan tata tertib wilayah, serta menumbuhkan semangat menjalani proses pembinaan di Pondok Pesantren Nurul Jadid.
Dalam sambutannya, Kepala Wilayah Al-Mawaddah, Nur Afidah Udhiyah, menyampaikan selamat datang kepada seluruh santri yang kini menjadi bagian dari keluarga besar Al-Mawaddah.
“MENTARI menjadi bekal awal bagi para santri agar dapat belajar dengan tenang dan nyaman karena telah mengenal lingkungan, budaya, serta nilai-nilai yang ada di Wilayah Al-Mawaddah,” ujarnya.
Materi pertama bertajuk “Dream Building: Refleksi Diri” disampaikan oleh Pemangku Wilayah Al-Mawaddah, Ny. Hj. Hamidah Wafie, S.Pd.I. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengajak para santri merefleksikan tujuan dan niat mereka menempuh pendidikan di pesantren.
Menurutnya, mondok bukan sekadar menuntut ilmu, tetapi juga menjadi ikhtiar membentuk pribadi muslimah yang memiliki benteng diri, mengembangkan potensi, serta menempa kedewasaan dalam menjalani kehidupan.
“Santri yang benar-benar berjiwa santri memiliki dua dasar, yakni taat pada aturan pesantren dan berbakti kepada kedua orang tua. Jika kedua hal ini terpenuhi, insyaallah akan mendapatkan doa dan keberkahan,” dawuh beliau.
Sesi berikutnya menghadirkan Neng Mabruroh Zein, Lc. dengan materi “GEMA SMART dan Karakter Santri Wilayah Al-Mawaddah.” Ia menjelaskan konsep GEMA SMART yang terdiri atas Sehat, Mandiri, Amanah, Respect, dan Santun sebagai nilai dasar yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.
Selain itu, ia juga memperkenalkan karakter khas santri Al-Mawaddah yang dikenal dengan konsep 5B, yaitu Berkualitas, Berkhidmah, Bermanfaat, Berdampak, dan Bermartabat. Menurutnya, lima karakter tersebut tidak hanya diterapkan selama berada di pesantren, tetapi juga menjadi bekal ketika santri kembali ke tengah masyarakat.
“Orang yang sudah memiliki harga diri melalui sikap yang baik, tanpa banyak berbicara pun akan menjadi teladan bagi orang lain,” tutur Neng Mabruroh.
Ia juga menambahkan bahwa terdapat tiga hal penting yang harus dipegang setiap santri. “Ilmu diperoleh dengan belajar, barokah diperoleh dengan berkhidmah, dan manfaat diperoleh dengan ketaatan.”
Usai penyampaian materi, para peserta tidak langsung kembali ke kamar, melainkan mengikuti penampilan yel-yel dari masing-masing kelompok. Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat kekompakan, membangun kerja sama, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di antara para santri baru.
Melalui MENTARI 2026, Wilayah Al-Mawaddah berharap seluruh santri baru mampu beradaptasi dengan baik, memahami nilai-nilai kepesantrenan yang dijunjung di lingkungan Al-Mawaddah, serta tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, disiplin, dan siap mengikuti proses pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Jadid.
Pewarta: Rusmia Rahmatul Maulidah
Editor : Maria Al Faradela











Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!