Kemenag RI Dorong Penguatan Akademik Prodi MPI Hadapi Transformasi Pendidikan 5.0

www.nuruljadid.net– Kementerian Agama Republik Indonesia mendorong Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) untuk terus memperkuat kualitas akademik, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta meningkatkan daya saing menuju rekognisi global. Hal tersebut mengemuka dalam Temu Tahunan ke-13 Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) Indonesia yang digelar di Utama Raya Beach Hotel & Resort, Situbondo, Jawa Timur, pada 22–24 Juli 2026.

Mengusung tema “Menavigasi MPI 5.0: Integrasi Kecerdasan Buatan, Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE), dan Riset Berdampak Menuju Rekognisi Global,” forum ini menjadi ruang konsolidasi akademik bagi guru besar, pimpinan perguruan tinggi, pengelola program studi, dosen, dan akademisi MPI dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada malam pembukaan, Kasubdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama RI, Dr. Asro’i, M.Pd., hadir sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan tinggi, mulai dari proses pembelajaran, penelitian, layanan akademik, hingga pengambilan keputusan berbasis data.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya dituntut mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga harus memastikan penggunaannya berlangsung secara etis dan bertanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas akademik di tengah meningkatnya penggunaan AI, termasuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan teknologi untuk praktik plagiarisme dan kecurangan akademik.

Selain isu AI, forum juga menyoroti pentingnya implementasi Outcome-Based Education (OBE) sebagai pendekatan penyusunan kurikulum yang berorientasi pada kompetensi lulusan. Melalui pendekatan ini, profil lulusan, capaian pembelajaran, kurikulum, metode pembelajaran, hingga sistem asesmen dirancang secara terintegrasi agar menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Komitmen tersebut diperkuat melalui peluncuran Buku Kurikulum MPI Berbasis OBE dan Buku Orasi Guru Besar MPI, yang diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan kurikulum Program Studi MPI di berbagai perguruan tinggi.

Penguatan mutu akademik juga diwujudkan melalui sejumlah agenda, di antaranya Klinik Teknis Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0, sesi penguatan kurikulum berbasis OBE dan riset berdampak, serta klinik pengelolaan jurnal internasional bereputasi dan nasional terakreditasi.

Dalam bidang penelitian, peserta didorong menghasilkan riset berdampak yang tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan nyata di lembaga pendidikan Islam. Ruang riset MPI dinilai sangat luas, mulai dari tata kelola sekolah, madrasah, dan pesantren, kepemimpinan pendidikan, transformasi digital, pengembangan sumber daya manusia, manajemen mutu, hingga inovasi kelembagaan.

Temu Tahunan ke-13 PPMPI juga menjadi ajang memperkuat jejaring akademik melalui penandatanganan kerja sama antarlembaga dan antarprogram studi. Melalui sinergi antara Kementerian Agama RI, PPMPI Indonesia, dan perguruan tinggi, diharapkan Program Studi MPI semakin siap menghadapi tantangan pendidikan era 5.0 dengan mengintegrasikan teknologi, memperkuat mutu akademik, mengembangkan riset yang berdampak, serta memperluas kolaborasi menuju rekognisi global.

Pewarta : Mujiburrohman Bakri

Editor    : Maria Al Faradela

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *