MI Hafidza Tuban Jadikan MHQ Juz 30 UNUJA sebagai Sarana Menumbuhkan Cinta Al-Qur’an

www.nuruljadid.net– Perjalanan jauh tak menyurutkan semangat rombongan MI Hafidza Tuban untuk mengikuti Lomba Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Juz 30 tingkat SD/MI se-Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Pusat Bisnis Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Paiton, Probolinggo, Rabu (22/07/2026).

Demi memberikan pengalaman berharga kepada para siswi, rombongan berangkat dari Tuban sejak pukul 03.30 WIB. Perjalanan menuju lokasi lomba ditempuh selama kurang lebih empat jam. Di tengah perjalanan, mereka menyempatkan diri beristirahat dan menunaikan salat Subuh di Lamongan sebelum kembali melanjutkan perjalanan hingga tiba di Kampus UNUJA sekitar pukul 07.30 WIB.

Pendamping peserta dari MI Hafidza Tuban, Ibu Azizi, mengatakan bahwa keikutsertaan para siswi dalam perlombaan ini bukan semata-mata untuk mengejar prestasi, melainkan memberikan pengalaman agar mereka semakin mencintai dan bersemangat dalam menghafal Al-Qur’an.

“Yang membuat kami semangat adalah agar anak-anak memahami bahwa ini adalah perlombaan. Mereka bisa mengetahui apa saja yang perlu diasah, sehingga semakin termotivasi untuk menghafal Al-Qur’an,” tuturnya.

Ia menjelaskan, MI Hafidza merupakan lembaga pendidikan yang terintegrasi dengan pondok pesantren yang baru berdiri sekitar satu tahun. Meski masih tergolong baru, sekolah terus berupaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an melalui pembinaan hafalan yang dilakukan secara konsisten.

Pada ajang MHQ kali ini, MI Hafidza mengirimkan lima peserta yang berasal dari kelas dua hingga kelas lima. Dalam proses pembelajaran sehari-hari, para siswa dibiasakan melakukan setoran hafalan sebanyak lima kali dalam sehari. Namun, pihak sekolah tidak menetapkan target hafalan yang sama bagi seluruh siswa.

Menurut Ibu Azizi, setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda sehingga proses menghafal harus disesuaikan dengan perkembangan masing-masing.

“Kami tidak menargetkan jumlah hafalan tertentu karena kemampuan setiap anak berbeda. Mereka menyetorkan hafalan sesuai dengan kemampuan masing-masing sehingga proses belajar tetap menyenangkan dan tidak menjadi beban,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap keikutsertaan para siswi dalam Lomba MHQ tingkat Jawa Timur ini dapat menjadi pengalaman yang berharga sekaligus menambah rasa percaya diri mereka untuk terus meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an.

“Semoga anak-anak semakin termotivasi untuk terus menghafal, menjaga hafalannya, dan tidak takut mengikuti berbagai kompetisi di masa mendatang,” harapnya.

Ajang Lomba Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Juz 30 tingkat SD/MI se-Jawa Timur yang digelar oleh Pusat Bisnis Universitas Nurul Jadid menjadi wadah bagi para penghafal Al-Qur’an muda untuk mengembangkan potensi, memperluas pengalaman, sekaligus mempererat silaturahmi antarlembaga pendidikan Islam di Jawa Timur.

Pewarta: Naylah Zakiyatur Rohmah
Editor   : Maria Al Faradela

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *