Hari Pertama yang Tak Terlupakan: Jejak Awal Santri Baru di Nurul Jadid
www.nuruljadid.net-Suasana di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid terasa berbeda dari hari-hari biasanya. Sejak matahari belum sepenuhnya meninggi,kendaraan dari berbagai daerah sudah mulai memadati area pesantren. Wajah-wajah baru sebagian masih menyimpan rasa gugup, sebagian lagi memancarkan semangat. turun satu per satu, membawa tas, koper, dan harapan yang sama : memulai babak baru kehidupan sebagai santri. Rabu pagi,(1/7/2026),
Hari itu bukan sekadar hari pertama Penerimaan Santri Baru(PSB) 2026. Hari itu adalah hari ketika ratusan cerita baru mulai ditulis.Di Aula II dan lingkungan Madrasah Aliyah Nurul Jadid, antrean panjang calon santri dan wali tak menyurutkan semangat. Setiap map berisi dokumen yang digenggam erat oleh wali santri menyimpan makna lebih dari sekadar berkas administratif. ia adalah simbol kepercayaan yang dititipkankepada pesantren untuk mendidik buah hati mereka.
Di balik meja-meja verifikasi, para petugas bekerja dengan cermat namun penuh keramahan, memastikan setiap data tercatat dengan benar. Bukan hanya soal ketelitian sistem, tapi juga tentang bagaimana setiap santri baru merasa disambut sejak langkah pertama mereka menginjakkan kaki di lingkungan pesantren. Momen paling menyentuh datang ketika satu per satu santri membacakan Ikrar Santri, lalu membubuhkan tanda tangan berdampingan dengan wali mereka.
Sebuah janji sederhana, namun sarat makna, awal dari komitmen panjang untuk menuntut ilmu dan membentuk karakter. Dan ketika kamera membidik wajah setiap santri baru untuk diabadikan dalam data digital, ada senyum kecil yang muncul di sana. Senyum yang mungkin belum menyadari betapa besar perjalanan yang akan mereka lalui setelah hari itu.
Setelah proses administrasi rampung, langkah selanjutnya membawa mereka menuju gedung asrama tempat baru yang akan menjadi rumah kedua.Di sana, para wali asuh dan pengurus telah menanti, siap mengangkut barang bawaan, mengarahkan kamar, dan menjelaskan seluk-beluk kehidupan asrama dengan sabar. Bagi banyak wali santri, momen melepas anak-anak mereka ke pelukan lingkungan pesantren adalah momen yang mengharukan campuran antara kekhawatiran dan kepercayaan penuh.
Hari pertama PSB 2026 di Nurul Jadid bukan hanya menjadi hari administratif. Ia menjadi penanda dimulainya perjalanan panjang menuntut ilmu, membentuk akhlak, dan menemukan jati diri. perjalanan yang dimulai dari satu langkah sederhana: melangkah masuk ke gerbang pesantren, dengan hati yang siap untuk tumbuh.
Pewarta : Maria Al Faradela
Editor : Ponirin Mika












Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!