PSB 2026: Wujudkan Pesantren Sehat, Santri Baru Nurul Jadid Jalani Skrining Kesehatan

www.nuruljadid.net-Tes skrining kesehatan merupakan tahapan krusial bagi santri yang baru menapakkan kaki di bumi Nurul Jadid (NJ). Proses ini menjadi gerbang awal yang harus dilalui setiap santri baru sebelum resmi menjadi bagian dari keluarga besar pesantren, sekaligus menjadi bukti nyata perhatian pesantren terhadap kondisi fisik para santrinya sejak hari pertama kedatangan.

Demi terlaksananya lingkungan yang baik dan sehat, Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) memfasilitasi tes kesehatan sebagai bentuk penanganan awal bagi santri baru. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif agar potensi masalah kesehatan dapat terdeteksi sedini mungkin, sebelum santri memulai aktivitas belajar mengajar di lingkungan pesantren.

Bertempat di halaman gedung penerimaan satu atap, hari pertama Penerimaan Santri Baru (PSB) telah melayani sejumlah santri yang mendaftar pada Rabu, 1 Juli 2026. Suasana pendaftaran tampak ramai namun tetap tertib, dengan alur pelayanan yang telah disiapkan panitia agar proses skrining berjalan lancar bagi setiap santri yang datang.

Dalam skrining tersebut, terdapat tiga tahapan pemeriksaan utama, yaitu tes narkoba yang dikhususkan bagi santri jenjang Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA), tes golongan darah, tes glukosa, serta tes kehamilan. Ketiga tahapan ini dirancang untuk memastikan kondisi kesehatan dasar setiap santri terpantau dengan baik sejak awal masa pendidikan mereka di pesantren.

Sebagai langkah tambahan, dikarenakan merebaknya kasus anemia di kalangan santri putri, PSB NJ 2026 turut menambahkan tes hemoglobin dalam rangkaian skrining. Melalui tes ini, pihak klinik dapat memberikan penanganan berupa obat-obatan serta pengarahan, sehingga santri memahami langkah pertama yang perlu dilakukan apabila gejala anemia kambuh di kemudian hari.

Adanya tes skrining ini membuktikan konsistensi para panitia PSB NJ dalam membentuk lingkungan pesantren yang ramah dan sehat. Upaya tersebut sejatinya telah dirintis sejak melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia, yang mendorong tenaga kesehatan NJ untuk meningkatkan protokol kesehatan secara sistematis, terlebih bagi para pendatang baru yang berasal dari berbagai daerah.

Proses skrining ini ditangani langsung oleh tim medis Klinik Az Zainiyah, dengan lokasi pemeriksaan yang dibagi di Pos Komando (Posko) pada masing-masing bagian, baik putra maupun putri. Pembagian posko ini bertujuan agar pelayanan lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan santri di tiap bagian.

Menariknya, sebagian tes turut dikelola oleh mahasiswi Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid (UNUJA) sebagai bagian dari pelibatan civitas akademika dalam kegiatan pesantren. Sejak pintu masuk pendaftaran, para santri dan wali santri pun dilayani dengan pelayanan yang maksimal dan sigap oleh seluruh petugas yang bertugas.

Fauzan Abdul Latif, S.Kep., Ns., selaku ketua panitia PSB bidang kesehatan, menjelaskan bahwa bagi santri yang terbukti positif menggunakan narkoba atau bahan adiktif lainnya, mereka akan dimasukkan ke dalam tahap rehabilitasi. Ia menegaskan bahwa tahap rehabilitasi tersebut tidak akan memengaruhi status penerimaan santri yang bersangkutan; sebaliknya, pesantren justru akan membimbing santri tersebut agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih bermoral dan berbudi pekerti baik.

Rangkaian tes skrining ini diharapkan klinik di lingkungan pondok pesantren dapat semakin mengoptimalkan kinerja dan melayani santri dengan tanggap. Pada akhirnya, seluruh upaya ini bermuara pada satu tujuan bersama, yaitu terciptanya lingkungan yang aman, ramah, dan sehat bagi santri dalam menimba ilmu di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pewarta : Jasmine Naylah Al Fawwazah
Editor     : Maria Al Faradela

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *