Pesan Neng Din: Keteladanan Menjadi Kunci Utama Pengasuhan Santri

www.nuruljadid.net – Biro Kepesantrenan Puteri bersama Biro Pengembangan Puteri Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) menggelar Pelatihan Kewaliasuhan pada Jumat (26/06/2026) di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan yang mengusung tema “Disiplin Berwibawa, Teladan Bersahaja” ini bertujuan memperkuat kapasitas wali asuh dalam mendampingi dan membina santri.

Pada sesi materi pertama, Ny. Hj. Nur Diana Kholidah hadir sebagai pemateri dengan tema “Disiplin: Karakter Utama Pengasuh Teladan.” Dalam pemaparannya, sosok yang akrab disapa Neng Din tersebut menekankan pentingnya keteladanan sebagai ruh utama dalam proses pengasuhan di lingkungan pesantren.

Neng Din mengingatkan para wali asuh untuk senantiasa melakukan introspeksi diri sebelum menilai ataupun menyalahkan orang lain. Menurutnya, evaluasi diri menjadi langkah awal untuk mengetahui kekurangan sekaligus memperbaiki kualitas diri sebagai seorang pengasuh.

“Kita harus selalu berintrospeksi. Jangan hanya menyalahkan orang lain, tetapi kita sendiri juga harus berintrospeksi agar mengetahui kekurangan diri,” dawuh Neng Din sembari mengutip pesan KH. Moh. Zuhri Zaini.

Lebih lanjut, Neng Din menjelaskan bahwa konsep utama dalam membangun kedisiplinan dan keteladanan bukan hanya sebatas memberikan instruksi, melainkan dengan memberikan contoh nyata dan mengajak anak asuh untuk melaksanakannya bersama-sama.

Beliau juga menyoroti pentingnya penggunaan komunikasi yang tepat dalam proses pengasuhan. ketika ingin mengetahui suatu persoalan yang dialami anak asuh, wali asuh dianjurkan menggunakan pertanyaan dengan kata “apa” dibandingkan “mengapa.”

“Jika menggunakan kata apa, maka jawaban yang diberikan anak asuh cenderung sesuai dengan fakta yang terjadi. Sementara jika menggunakan kata mengapa, sering kali anak akan memberikan alasan atau pembelaan,” jelasnya.

Selain itu, Neng Din memaparkan beberapa indikator kedisiplinan yang perlu dimiliki seorang wali asuh, di antaranya menjalankan kesepakatan yang telah dibuat, memulai perubahan dari diri sendiri, tepat waktu, tidak banyak beralasan, serta mampu menghadirkan solusi dalam setiap persoalan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para wali asuh di lingkungan PPNJ mampu menjadi figur teladan yang tidak hanya disiplin, tetapi juga mampu membangun budaya pengasuhan yang humanis, inspiratif, dan penuh keteladanan.

Pewarta: Maria Al Faradela
Editor : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *