Bersama Kita Melawan Corona

Peran Partisipasi Santri Terhadap Pencegahan Virus Covid-19

‘’Seberapa besarkah dampak dan partisipasi santri dalam pencegahan penyebaran covid-19?”

Mungkin memang tak asing saat kita semua mendengar kata covid-19 atau yang lebih dikenal dengan virus corona. virus ini telah menjadi virus internasional.  Yang awalnya sempat viral di Wuhan, China, namun kini covid-19 telah menjadi virus internasional. Hampir dari seluruh negara di dunia terkena covid-19. Dan sebagian kecil pasien covid-19 dapat sembuh kembali.

Maraknya virus covid-19 ini semakin membuat masyarakat panik dan ketakutan. Karena seiap hari, dan hampir tiap jam kita mendapat informasi tentang penyebaran covid-19 ini. Entah iformasi tersebut berasal dari android atau internet, Koran atau televisi.

Dan kini covid-19 telah mewabah hampir di seluruh Indonesia. Dampaknya mayoritas warga Indonesia mengisolasi diri dalam rumah, enggan keluar rumah masing-masing dengan menjadikan covid-19 alsannya. Hingga pemerintah pun meliburkan seluruh aktifitas diluar rumah seperti kegiatan belajar mengajar, aktififitas perkantoran daln lain sebagainya. Hal tersebut merupakan partisipasi dari pemerintah untuk meminimalisir wabah covid-19. tak hanya sekolah yang diliburkan, namun virus covid-19 ini juga berdampa ke beberapa pondok pesantren, contohnya pesantren yang saya tempati sekarang. Semua akifitas sekolah diliburkan sejak Senin, 23 Maret 2020. Mengapa demikian? Karena pesantren pun juga harus ikut aturan pemerintah. Dan pihak pesantren pun harus mengisolasi diri dengan aturan semua santri dilarang dikunjungi oleh siapapun. Tnentu saja hal itu membuat para santri terasa jenuh dan bosan. Sehingga pihak pesantren membuat agenda untuk mengisi kekosongan santri selama lockdown dan sebelum pihak pesantren memulangkan santri lebih cepat.

Dalam ragka berpartisipasi terhadap pencegahan penyebaran covid-19, tentu saja perasn santri dan pesantren sangatlah penting. mengapa demikian sebagai seorang sanri di pondok pesantren harusnya ketika mendengar situasi seperti ini setidaknya kita berlomba-lomba dalam pencegahan covid-19 dengan cara yang dapat kita lakukan di dalam pesantren. seperti contoh di beberapa pesantren dilakukan khotmil qur’an dan doa bersama dalam rangka pencegahan dan penyelamatan Bumi dari covid-19. Insyaallah semua hajat dan do’a para santri dikabulkan. Karena pesantren adalah tempat yang mulia dan do’anya orang yang menuntu ilmu juga para pendiri akan diistijabah oleh Allah SWT.

Beberapa contoh lainnya dalam dalam pencegahan virus covid-19 adalah membuat ramuan atau minuman herbal yang nantinya diberikan pada seluruh santri, bahkan ada yang menjualnya. Penguunaan hand sanitiezer mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, pemakaian masker, itu semua merupakan partisipasi seorang santri terhadap pencegahan penyebaran covid-19 ini.

Peranan santri dalam pencegahan covid-19, saya angap penting karena di lingkup pesantren, para santri, pengasuh dan keluarga pengasuh dan sebagainya ikut serta dan selalu mendoakan agar virus covid-19 ini segera berakhir. Tak hanya mendoakan diri sendiri, namun para santri juga mendokan kesehatan, kesembuhan serta keamanan rakyat dari covid-19 ini. Mereka juga mendoakan seluruh dunia yang terjangkit covid-19 ini. Dan atas kehendak ALLAH Swt doa yang dipanjatkan oleh santri akan segera teristijabah. Karena setiap gerak gerik santri untuk kebaikan pasti mendapat pahala, bagaimana dengan doanya? Pasti teristijabah.

Oleh karena itu, peran santri sangtlah penting. Dengan dibantu oleh tirakat para santri dan pengasuh, perlahan virus ini akan menghilang dengan sendirinya. Tapi jangan hanya mengandalkan para santri dan pesantren namun pihak pemerintah pun harus ikut serta dalam mendoakan negeri dan bumi demi keamanan dan kesejahteraan bersama. Kitapun sebagai seorang santri harus tetap mengikuti aturan dan instruksi dari pihak pemerintah dalam pencegahan covid-19 tersebut

Penulis : Nala Maziqo, santri PP. Nurul Jadid pemenang juara III lomba Opini dalam Pekan Santri yang dihelat oleh FKO Nurul Jadid pada tanggal  29 Maret 2020.

Editor : Ponirin

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine + 6 =