Pos

Pengurus PPNJ, Jaga Kesehatan Melalui Latihan MAHATMA

Nuruljadid.net.-Suasana pantai duta tak seperti hari-hari biasanya. Sudah mafhum pantai duta merupakan salah satu tempat wisata. Tak hanya masyarakat Kabupaten Probolinggo yang ingin menikmati pemandangan indahnya melainkan masyarakat luar kabupaten pun tidak mau ketinggalan, seperti Situbondo, Bondowoso, Banyuangi dan sekitarnya.

Kali ini Jumat (26/04/19) peserta persatuan Mahatma terdiri dari Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid, disamping berwisata mingguan, melakukan latihan pernafasan demi menjaga stabilitas kesehatan.

Koordinator umum latihan mingguan Mahatma, Mustafa Syukur mengatakan “ latihan mahatma ini membuat badan segar, pernafasan teratur dan fisik terasa nyaman. Juga, karena pelatihan ini dilaksanakan dengan riang gembira”

Bapak mustakim dari Lamongan, salah satu pelatih mahatma di Pondok Pesantren Nurul Jadid, menyempatkan hadir mendampingi para peserta latihan. Beliau, rela meluangkan waktunya untuk mendampingi dan melatih para peserta mahatma dan kita patut bersyukur. Ungkap Mustafa.

Sebagaimana biasa latihan mahatma dilaksanakan selama 2 jam dengan latihan pernafasan yang menjadi rutinitasnya. Biasanya diawali dengan tawasul dan pembacaan Surah Al-fatihah dan di akhiri pembacaan doa.

Pewarta : PM

Wisuda 62 Peserta Didik, Direktur PPIQ Dalbar Ajak Memberi Warna Pada Lingkungan Sekitar

nuruljadid.net – Wilayah Az zainiyah Dalbar Pondok Pesantren Nurul Jadid Kamis malam (25/04/19) menyelenggarakan wisuda bagi peserta didik PPIQ dan Alkhoiriyah kelas akhir, bertempat di halaman Wilayah Dalbar.

Direktur PPIQ Nyai Hj. Nurdiana Kholidah dalam sambutannya mengingatkan agar wisudawati nantinya mampu memberi warna pada lingkungan sekitar, serta mampu melanjutkan ilmunya ke jenjang yang lebih tinggi supaya memiliki cakupan yang lebih luas.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Ning Din, Kepala Wilayah Dalbar Ustadzah Farhah berpesan kepada para wisudawati agar mendapat ilmu yang barokah untuk dirinya dan orang lain dan bisa ditularkan kepada adik-adik tingkat dibawahnya.

Wisuda kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, kalau sebelumnya lembaga takhassus di Wilayah Azzainiyah melakukan wisuda peserta didiknya di waktu yang berbeda, namun kali ini ada beberapa lembaga takhassus mewisuda peserta didiknya dibersamakan dengan lembaga yang lain.
Para wisudawati diantaranya menguasai hafalan 5-10 juz, lulus Tahsinul Qiroah, dengan model methode hafalan salah satunya methode Annur.

Pewarta : PM

RAKORDA IMMAPSI SE- JAWA TIMUR DI UNIVERSITAS NURUL JADID

Nuruljadid.net- Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan Islam (HIMAPRODI), Universitas Nurul Jadid, menggelar kegiatan Rapat Koordinator Daerah (RAKORDA) wilayah daerah III Jawa Timur, yang bekerja sama dengan Ikatan Mahasiswa/wi Manajemen Pendidikan Islam Seluruh Indonesia (IMMAPSI). Yang bertempat di Aula Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ), , Kamis, (25/04/2019).

Pada kegiatan ini, dihadiri oleh 20 Kampus se- jawa timur, dengan total 60 peserta dari perwakilan Mahasiswa prodi MPI, Se – Jawa Timur, dalam hal ini juga dihadiri oleh prodi bapak Abu Hasan R, M. Pd, Dimas Eko Cahyono, ketua IMMAPSI wilayah III Jawa Timur, beserta jajaran sivitas akademik universitas nurul jadid dan seluruh mahasiswa manajemen pendidikan islam.

Dalam hal ini, ketua panitia agus safindi menyampaikan, “selamat datang kepada seluruh peserta (RAKORDA) yang sudah berpartisipasi hadir dalam kegiatan ini,” selain kegiatan rapat koordinasi juga ada kegiatan Seminar Nasional dengan tema “ Reaktualisasi Manajemen Pendidikan dalam Meningkatkan Progresivitas Pendidikan Nasional,” bersama Drs. Anang Prasetyo, M.Pd sebagai penyanji. Ungkap Agus ketua panitia.

“Kegiatan rakorda ini diselenggarakan setiap tahun, secara bergergilir pada 20 kampus Se – jawa timur, kegiatan ini berlangsung selama kurun waktu 2 hari, sejak tanggal 25 April 2019 s/d 26 April 2019, alhamdulilah pada kesempatan kali ini prodi MPI universitas nurul jadid diamanahi untuk melaksanakan kegiatan ini,” tambah ketua.

Bapak Abu (panggilan akrabnya) Abu Hasan R, M.Pd, selaku Kepala kaprodi MPI juga turut memberi sambutan, “ semoga dengan adanya kegiatan ini, para mahasiswa mendapat motivasi dan dapat evaluasi dari kegiatan ini, ” pungkas kepala kaprodi.

Penuli : Nuris

Editor : Ponirin Mika

Hiruk Pikuk Demonstrasi Skill MA Nurul Jadid Program Keagamaan

Hiruk Pikuk Demonstrasi Skill MA Nurul Jadid Program Keagamaan

nuruljadid.net – Rasa haru serta gembira terlihat di wajah wali santri tatkala anaknya para siswa – siswi MA Nurul Jadid Program Keagamaan (MANJ-PK) unjuk gigi ketika acara Demontrasi Skill pada Ahad (14/04/2019).

Salah – satunya membaca dan memahami Kitab Fathul Qorib, yang merupakan salah – satu kewajiban bagi siswa – siswi MANJ-PK agar bisa lulus.

Dalam implementasinya, mereka diperkenankan oleh penguji untuk membaca suatu bab di kitab fathul qorib kemudian ditanyakan di satu – persatu mengenai pemahamannya dan juga mengenai ilmu nahwu maupun shorroh nya oleh penguji, yakni ustad Zainul Arifin Adam, penguji siswa MANJ-PK dan Penguji siswi MANJ-PK oleh ustadzah. Nur Faizah.

Kegiatan yang bertempat di Aula MA Nurul Jadid itu bertambah meriah tatkala pembawa acara Demonstrasi Skill, Taufikurrahman memperkenankan kepada para tamu undangan maupun wali santri untuk bertanya kepada para santri yang ada di atas pentas.

“Tadi ketika Demonstrasi berlangsung, ada Salah – satu wali santri yang mempertanyakan tentang hukum gadai yang ada dimasyarakat, dan ada juga yang bertanya tentang hukum hutang yang dipindah ke barang beserta kedudukan nahwu dan shorrofnya,”tutur Abdul Wafi, Santri MANJ-PK yang berasal dari Kabupaten Sampang.

Setelah itu, digelar Demonstrasi Pidato Berbahasa Inggris oleh Siska Robiatul Adawiyah dan pidato berbahasa arab oleh Abdil Fattah Daniyullah.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Hilangnya Religious Experience

Hilangnya Religious Experience

Ada fenomena keprihatinan yang semestinya menjadi kegelisahan kita semua sebagai umat beragama, khususnya umat Islam yang disebut sebagai mayoritas di negeri ini. Keprihatinan tersebut adalah menghilangnya rasa agama atau religious experience justru pada saat perintah agama tersebut dilaksanakan. Religious experience berupa ketenangan bersama keagungan Allah dalam istighatsah, menghilang, sehingga istighatsah yang dilakukan menjadi tidak bermakna apa-apa. Religious experience berupa kesejukan bersama keindahan Allah dalam haji dan umrah, lenyap, menjadikan haji dan umrah yang ada, tidak menebarkan kesejukan iman. Religious experience berupa kedamaian bersama rahman dan rahim Allah dalam shalat hajat dan tahajud, kabur, sehingga shalat hajat dan tahajud, tidak mampu mengkonstruksi keramahan dan kesetia kawanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai akibatnya, semakin bargairahnya umat Islam dalam melaksanakan perintah agama seperti istighatsah, di Munas -yang selama ini tak pernah ada- dan lain-lainnya, menjadi berbanding lurus dengan banyaknya korupsi yang diperbuat. Semakin digemarinya iabadah haji dan umrah dilaksanakan, menjadi searah dan sebangun dengan semakin merebaknya hoaks dan fitnah lainnya. Demikian juga semaraknya shalat hajat dan tahajud, tak terkecuali di gelora Bung Karno -yang selama ini tak pernah ada- , tidak menjadikan tindak kriminalitas dan abus of power menghilang di negeri ini. Satu dan lain hal, penyebabnya adalah hilangnya religious experience berupa ketenangan, kesejukan dan kedamaian, justru pada saat perintah agama itu dilaksanakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita.

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 s/d 31 Maret 2019, penulis menyaksikan sendiri di jabal Uhud Madinah dan jabal Rahmah di Mekah, beberapa rombongan jamaah umrah meneriakkan takbir -الله اكبر -, disertai acungan tangan dan terikan yang menggambarkan kemenangan salah satu pasangan calon presiden RI. Secara psikologis, sekalipun mereka melakukan ibadah, kebencian terhadap lawan poltik akan mewarnai denyut jantung dan detak nafasnya. Pelaksanakan perintah agama yang demikian, bisa dipastikan akan menghilangkan religious experience yang semestinya mereka terima.

Fenomena hilangnya religious experience seperti ini, tentu bukan sekali jadi, melainkan jauh sejak pasca kemerdekaan republik ini. Diterimanya Pancasila sebagai filosofi dan dasar Negara oleh para ulama di Republik ini, adalah jalan tengah untuk menjadikan religious experience tidak menghilang dalam tataran kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun dalam perkembangannya religious experience tersebut terus menghilang, karena apa yang dikerjakan dari perintah agama, seperti -istighatsah, haji dan umrah serta shalat hajat dan tahajud- dan lain-lainnya, secara vertical tidak diarahkan untuk mendapatkan rdlo Allah, tetapi berhenti di tingkat horizontal, hanya untuk mendapatkan keberhasilan kepentingan sesaat.

Secara kongkrit, keprihatinan tersebut ditunjukkan oleh KH. Zaini Mun’im, dengan menjadikan kesadaran beragama sebagai benteng bagi para santri pondok pesantren Nurul-Jadid. Artinya, sebagai calon pemimpin bangsa, para santri dengan kesadaran beragama,yang merupakan bagian dari pancakesadaran santri, diharapkan tidak akan menjadikan pelaksanaan perintah agama, berhenti ditingkat horizontal sebagai marketing God atau jualan Tuhan, tetapi naik ke tingkat vertical, yaitu, untuk mendapatkan ridlo Allah Swt. Karena itulah yang dikehendaki Allah dalam al-Qur’an surat Al-An’am 162,

قل إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين

Artinya, Katakanlah, sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Sebagai santri Nurul-Jadid, penulis hanya berdo’a, semuga ma’unah dan hidayah Allah terus memayungi para santri, dan bangsa ini, agar religious experience yang menebarkan kesejukan, ketenangan dan kedamaian Allah Swt, mengantar kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi baldatun thoyibatun warabun ghafur, amin.

Wallahu ‘alam,

M. Hasyim Syamhudi
Dekan Fakultas Hukum dan Humaniora UNUJA, Paiton, Probolinggo

Bina Mental Para Panji Pelopor dengan Pelatihan In House Training

nuruljadid.net-Hari ini (13/04/19), bertempat di Aula SMP Nurul Jadid, Sekretariat Bagian Humas dan Protokoler memberikan pembekalan kepada Organisasi Panji Pelopor melalui In House Training. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan semangat mengabdi dengan profesional.

Pelatihan ini akan dilaksanakan selama dua hari sejak tanggal 13-14 April 2019, dengan rincian materi Public Relation, Bina Mental dan Ketata Acaraan, ungkap Bashori Alwi Kepala Sub Bagian Protokoler Sekretariat Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Begitupun Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil menuturkan, Pelatihan-pelatihan ini, tidak di temukan di bangku sekolah, kegiatan ini akan di dapatkan apabila anda mengikut organisasi Panji Pelopor, dan kegiatan ini tidak hanya bermanfaat hanya saat anda berada di Pondok melainkan bermanfaat setelah anda pulang ke masyarakat. Maka dari itu, Peserta Pelatihan in house training, harus benar-benar mengikuti sampai selesai, sambungnya.

Kegiatan in House Training diikuti 100 peserta putra dan 100 peserta putri, dengan jumlah keseluruhan 200 orang.

Penulis : Nuris

Editor : Ponirin

20190327_yasonna-hamonangan-laoly-memberikan-motivasi-kepada-mahasiswa

Marsekal Hadi Tjahjanto: Perang Informasi, Harus disikapi dengan Dewasa dan Bijak

nuruljadid.net – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Marsekal Hadi Tjahjanto, mengisi forum mengaji kebangsaan dengan tema: “Mempererat Persatuan, Menjaga Kesatuan, Membangun Indonesia Berkeadaban”. Bertempat Auditorium Universitas Nurul jadid (UNUJA), Paiton, Probolinggo, Selasa (02/04/19).

Marsekal Hadi Tjahjanto, mengulas tema tersebut mengatakan, “negara kita ini adalah negara yang sangat besar. Sehingga harus dijaga kesatuan dan persatuan bangsa kita dengan kuat,” ucapnya.

Mengingat, terdapat beberapa komplotan yang ingin memecah belah persatuan bangsa ini, yang tidak lagi dengan kekuatan fisik. Melainkan menggunakan kekuatan kecepatan informasi.

“Karena informasi dapat merubah pikiran kita. Maka, setiap informasi harus disikapi dengan dewasa dan bijak,” jelasnya mengajak segenap audiens.

Beliau juga menambahkan tentang potensi Indonesia yang akan menjadi negara nomor 4 ekonomi terbesar di dunia tahun 2050. Dengan memperbaiki Sumber Daya Alam (SDA), dan Sumber Daya Manusia(SDM).

Kegiatan yang berlangsung sekitar jam 09.00, dihadiri pula, Wakil Bupati Probolinggo, Civitas Akademik Universitas Nurul Jadid, siswa/i di seluruh lembaga yang berada di bawah naungan PP. Nurul Jadid, Ketua Pemuda Muhammadiyah, dan rombongan TNI beserta Polri.

Penulis : Jamilatunnisa’ (SJ)
Editor : Rizky H.T.

Panglima TNI Ajak Santri Membangun Negeri

Panglima TNI Ajak Santri Membangun Negeri

nuruljadid.net – Panglima TNI Republik Indonesia, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP. dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jendral Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo untuk mengisi acara Ngaji Kebangsaan dengan tema “Mempererat Persatuan, Menjaga Kesatuan Membangun Indonesia Berkeadaban” Selasa (02/04/2019) Pagi, di Aula Universitas Nurul Jadid (UNUJA). Dalam acara tersebut, Panglima TNI berkesempatan untuk menyampaikan orasi kebangsaan.

Mengawali orasinya, Panglima TNI menyampaikan bahwa hal utama yang harus dilakukan sebagai bangsa Indonesia adalah menjaga kesatuan dan persatuan. “Karena kunci sebuah negara bisa menjadi besar dan kuat adalah kesatuan dan persatuan yang hebat. Kita sebagai bangsa Indonesia, kita masih memiliki budaya dan selalu menjaga persatuan dan kesatuan” ujar Panglima TNI dengan penuh semangat dihadapan santri Nurul Jadid.

“Karena yang namanya Indonesia itu, suku dan budayanya sangat banyak. Kita bisa bersatu karena kita disatukan oleh semangat persatuan dan kesatuan yaitu Bhineka Tunggal Ika” tambahnya.

Panglima TNI Ajak Santri Membangun Negeri

Panglima TNI Republik Indonesia, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP. saat menyampaikan Orasi Kebangsaan di Aula Universitas Nurul Jadid (UNUJA)

Panglima TNI juga mengatakan bahwa ada 4 potensi yang merupakan karunia tuhan ketika manusia itu dilahirkan; Potensi Otak, Emosi, Fisik dan Spiritual.

“Kalau yang dari Pondok Pesantren Nurul Jadid memiliki 4 potensi itu (otak, emosi, fisik dan spiritual) maka satu permasalahan sudah siap. Yaitu SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul. Jangan sampai di Negeri yang kaya raya ini kita hanya sebagai penonton karena kita tidak bisa apa-apa. Kita harus mampu mengelola SDA (Sumber Daya Alam) yang kita miliki dengan cara belajar dan terus belajar” nasihat Panglima TNI untuk santri Nurul Jadid.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Panglima TNI menjagak santriwan dan santriwati PP. Nurul Jadid untuk terus bersemagat dalam menjaga kesatuan dan persatuan demi NKRI tercinta ini.

“Santriwan santriwati mari kita memiliki semnagat untuk maju menjaga kesatuan dan persatuan demi NKRI tercinta ini dengan SDM yang unggul, menjaga dan mengelola SDA, serta menjaga stabilitas keamanan” cakap Panglima.

Panglima TNI Ajak Santri Membangun Negeri

Panglima TNI Republik Indonesia, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP. saat menyampaikan Orasi Kebangsaan di Aula Universitas Nurul Jadid (UNUJA)

Dengan terjadinya revolusi industri 4.0, Panglima TNI berpesan agar santri senantiasa bijak dalam menyikapi beberapa berita yang kurang tepat karena revolusi industri dapat mengacaukan persatuan dan kesatuan apabila kita menyikapi semuanya dengan kurang bijak.

“Jagalah kesatuan dan persatuan, untuk santri belajar yang rajin disini kalau bisa setelah dari sini lanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi untuk membangun negeri ini” pesan Panglima.

“Negeri kita menunggu para santriwan santriwati untuk berkiprah didalam mengisi pembangunan. Sehingga apa yang diprediksi oleh PricewaterhouseCoopers (PwC), bahwa Indonesia akan menjadi negara nomer 4 perekonomian terbesar didunia pada tahun 2050 benar-benar bisa terealisasi” Pungkas Panglima TNI.

 

Penulis: Ghufron

Editor: Ponirin

20190330_petikan-dari-pembacaan-manaqib-kh-muwafiq-amir

Petikan dari Pembacaan Manaqib KH. Muwafiq Amir

Yang wajib itu mengajar santri, bukan memperbanyak santri

(KH. ZAINI MUNIM)

 

Mengajar kitab kecil dan kitab besar itu sama nilainya, jika sama sama ikhlas

(KH. ZAINI MUNIM)

 

Santri tidak jadi masalah memakai celana, asalkan ada tasbih di sakunya

(KH. HASAN ABDUL WAFI)

 

KH. Zaini pengasuh pertama yang mempunyai pendidikan ibtidaiyah sampai perguruan tinggi. Beliau Kiai Zaini, sosok sempurna, karena beliau seorang pengasuh, pengajar, akademisi, pemimpin tarekat dan muballig serta aktivis NU

(KH. MUWAFIQ AMIR)

 

Kiai Zaini mengatakan, bahwa beliau, ingin mencetak santri sebagai pejuang islam

(KH. MUWAFIQ AMIR)

 

Kiai Chatim, pernah tirakat datang ke masjid satu jam sebelum waktu shalat tiba selama tiga tahun

(KH. MUWAFIQ AMIR)

 

Pesan Kiai Hasyim kepada Kiai Abdul Haq, jangan sampai mengecewakan orang yang meminta tolong siapapun orangnya

(KH. MUWAFIQ AMIR)

 

Kiai Abdul Haq, mendapat ijazah barzakiyah dari Kiai Hasyim Zaini, sehingga beliau bisa menolong orang melalui ilmu wahbinya

(KH. MUWAFIQ AMIR)

 

Pesan guru Kiai Zaini kepada beliau saat mau pulang dari mekkah. Kun Kannas, jadilah seperti  manusia pada umumnya

(KH. MUWAFIQ AMIR)

 

Kiai Hasyim Zaini, mendidik santri dengan hati, apabila memanggil santri nakal, beliau selalu memanggilnya dan memberi makan yang enak sambil memberikan nasehat

(KH. MUWAFIQ AMIR)

 

Kiai Zaini pernah dawuh ke Kiai Hasan Abdul Wafi, seperti ini dawuhnya, 10 tahun lagi banyak orang tidak senang alfiyah

(KH. MUWAFIQ AMIR)

 

Penulis: Ponirin

20190330_pesantren-nurul-jadid-fasilitasi-alumninya-dengan-kartu-multi-fungsi

Pesantren Nurul Jadid Fasilitasi Alumninya Dengan Kartu Multi Fungsi

nuruljadid.net – Ada hal yang menarik di acara temu alumni nasional yang digelar Sabtu (30/03/2019) siang, di Aula Universitas Nurul Jadid (UNUJA). Apa hal yang menarik itu? Menariknya adalah Pesantren Nurul Jadid memfasilitasi alumninya dengan Kartu Multi Fungsi yang sekaligus sebagai Kartu Identitas Alumni.

Kartu multi fungsi merupakan kartu penggabungan dari kartu ATM, identitas dan Pre-Paid (uang elektronik). Kartu tersebut memiliki 3 fungsi. Pertama, kartu tersebut merupakan kartu identitas alumni PP. Nurul Jadid. Kedua, kartu tersebut bisa digunakan untuk transaksi ATM dan pembayaran di mesin EDC. Ketiga, kartu tersebut dapat menyesuaikan dengan kebutuhnan non finansial seperti pembayaran E-Tol, absen, kartu akses, dsb.

Berkerjasama dengan Bank BNI, untuk memberikan pelayanan kepada para alumni PP. Nurul Jadid. Dengan melalui perencanaan matang yang telah dilakukan oleh pengurus pesantren untuk kepentingan melayani dan memfasilitasi alumni PP. Nurul Jadid dengan elektronifikasi transaksi.

Dalam proses kepemilikannya (Kartu Multi Fungsi, red) alumni PP. Nurul Jadid agar berkoordinasi dengan Pengurus P4NJ dimasing-masing Kabupaten.

Penulis: Ahmad

Editor: Ponirin

KH. Zuhri Zaini; Kita Harus Bersama – sama Melanjutkan Perjuangan Almarhumin

KH. Moh. Zuhri Zaini; Kita Harus Bersama – sama Melanjutkan Perjuangan Almarhumin

nuruljadid.net – Dalam acara Haul Masyayikh yang diadakan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Sabtu (30/03/2019), KH. Zuhri Zaini menuturkan, kegiatan ini merupakan bentuk syukur PP. Nurul Jadid atas jasa- jasa para pendiri dan masyayikh dan meneladani semangat perjuangan dan cara – cara beliau dalam berkiprah di masyarakat.
“Dan juga untuk menanamkan nilai – nilai dan meneladai khittah beliau dalam berkiprah di dalam masyarakat”tutur beliau dalam sambutan.
Acara yang bertempat di Halaman Kantor Pesantren Pusat itu, beliau menjelaskan. Tidak sempurna rasa syukur seseorang hanya bersyukur kepada Allah Swt, tapi juga harus bersyukur kepada orang – orang berjasa kepada kita terutama orang tua.
“Dalam rangka itulah maka kami sebagai putra – putra beliau baik putra biologis maupun putra ideologis (santri beliau, red) kami mengenang beliau dan mengenang jasa- jasa beliau,”ungkap kiai Zuhri.
Menurut beliau, tidak sempurna rasa syukur seseorang kepada Allah SWT kalau tidak berterima kasih kepada orang – orang yang berjasa dirinya sendiri terutama orang tua, karena jasanya lah Allah SWT menyampaikan nikmat.

KH. Moh. Zuhri Zaini (Pengasuh PP. Nurul Jadid) saat memberikan sambutan di Peringatan Haul Pendiri dan Masyayikh

Lebih lanjut, selain mengenang kebaikan – kebaikan, tapi juga harus mengenang kiprah beliau dalam berperan didalam perjuangan baik di pesantren maupun dimasyarakat. “Walaupun zaman telah berubah tapi semangat juang beliau – beliau harus kita warisi itulah tujuan kedua selain ungkapan terima kasih untuk menanampakn nilai – nilai dan meniru dan meneladai khittah beliau dalam berkiprah di dalam masyrakat,”imbuh beliau.
Diakhir sambutan, beliau berpesan sebagai pewaris dari almarhumin harus Bersama – sama dalam melanjutkan perjuangan beliau – beliau baik melalui Pesantren, Lembaga – Lembaga Pendidikan maupun di masyarakat.

Penulis: Ahmad

Editor: Ponirin

Mengenang Sosok Almarhumin dengan Peringatan Haul Masyayikh

Mengenang Sosok Almarhumin dengan Peringatan Haul Masyayikh

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar acara Haul Masyayikh di Halaman Kantor Pesantren Pusat pada Sabtu (30/03/2019) pagi hari.

Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini menerangkan, kegiatan ini merupakan bentuk syukur PP. Nurul Jadid atas jasa- jasa para pendiri dan masyayikh serta meneladani semangat perjuangan dan cara – cara beliau dalam berkiprah di masyarakat.

“Dan juga untuk menanamkan nilai – nilai dan meneladai khittah beliau dalam berkiprah di dalam masyarakat” tutur beliau dengan ramah.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan, tidak sempurna rasa syukur seseorang hanya bersyukur kepada Allah SWT, tapi juga harus bersyukur kepada orang – orang berjasa kepada kita terutama orang tua.

“Dalam rangka itulah maka kami sebagai putra – putri beliau baik putra biologis maupun putra ideologis (santri beliau, red) kami mengenang beliau dan mengenang jasa- jasa beliau,” ungkap beliau.

KH. Moh. Zuhri Zaini (Pengasuh PP. Nurul Jadid) saat memberikan sambutan di Peringatan Haul Pendiri dan Masyayikh

Ditempat yang sama. KH. Muwafiq Amir, salah – satu santri KH. Zaini Mun’im (Pendiri sekaligus Pengasuh Pertama PP. Nurul Jadid) menceritakan tentang sosok beliau (KH. Zaini Mun’im, Red). Menurut beliau, KH. Zaini Mun’im adalah sosok yang sempurna, karena selain aktif sebagai Pengasuh, beliau adalah seorang Mursyid Thoriqoh, Muballiq, Aktivis NU Suriyah cabang Kraksaan dan seorang sosial ekonomi yang mengkoordinasikan pengusaha tembakau.

“Insya Allah, beliau adalah seorang pendiri pesantren tercepat dalam membangun pesantren, pasalnya ketika masih menjadi pengasuh, beliau mendirikan Lembaga Ibtidaiyah hingga perguruan tinggi. Pada waktu itu bernama PTID (Perguruan Tinggi Ilmu Dakwah) yang didirikan pada tahun 1979” tegas beliau.

Tak hanya itu, beliau juga menjelaskan tentang pola pengajaran KH. Zaini Mun’im dan sejarah lengkap para almarhumin PP. Nurul Jadid.

“Selain itu, ketika mengajar kitab, KH. Zaini Mun’im selalu menjelaskan tentang perjuangan. Apapun profesi kita dan dimanapun kita berada, kita harus memperjuangkan agama Islam” tambah KH. Muwafiq Amir dengan wajah ceria.

KH. Muwafiq Amir, salah – satu santri KH. Zaini Mun’im bercerita tentang kiprah para almarhumin PP. Nurul Jadid di Peringatan Haul Pendiri dan Masyayikh

Pasca sambutan, digelar pemutaran video in Memoriam Almarhumin PP. Nurul Jadid, lalu dilanjutkan dengan pembacaan surat yasin oleh KH. Hefni Mahfudz, Pembacaan Tahlil oleh KH. Romzi Al Amiri Mannan dan do’a oleh KH. Fadlurrahman Zaini.

Turut hadir dalam acara tersebut, Jajaran pejabat Pemerintahan, Alumni, Wali Santri, Simpatisan dan seluruh santri putra dan putri PP. Nurul Jadid.

Penulis: Ahmad

Editor: Ponirin

Bazar Ke 70, Yuk Ramaikan

Bazar Ke 70, Yuk Ramaikan

nuruljadid.net – Menelusuri wilayah Pondok Pesantren Nurul Jadid di sisi utara daya, tepatnya di Lapangan Ayaman, Panitia HARLAH ke 70 menyediakan stand bazar untuk masyarakat guna menyemarakkan hari jadi Pondok Pesantren Nurul Jadid ke 70.

Dalam bazar tersebut, tersedia berbagai macam kebutuhan setiap hari, seperti Peralatan rumah tangga, Pakaian, Buku, Mainan anak – anak, hiburan – hiburan dan lain sebagainya.

Bazar kali ini, dibuka pada hari Kamis (28/03/2019) dan berakhir pada hari Ahad (29/03/2019). Bazar merupakan bentuk perhatian PP. Nurul Jadid terhadap masyarakat dan rekanan agar dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Meskipun demikian, masyarakat yang membuka stand dibazar tetap harus mengikuti peraturan PP. Nurul Jadid. Selain di ayaman, Stand bazar juga terdapat di halaman Mahrom Dalem Barat yang dikhususkan bagi santri putri.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Bahtsul Masail pun, Ramaikan Haul dan Harlah Ke 70

Bahtsul Masail pun, Ramaikan Haul dan Harlah Ke 70

nuruljadid.net – Senin (25/03/2019) Pondok Pesanten Nurul Jadid mengadakan kegiatan bahtsul masail dengan mengundang 180 Pesantren yang tersebar se-Jawa timur dan sebagian Jawa tengah.

Menurut Ketua Panitia, Muhammad Lutfi, dari 180 pesantren tersebut akan dibagi menjadi komisi A dan komisi B yang setiap komisinya akan diisi oleh 80 peserta. Kegiatan ini rencananya akan di mulai pada pukul 08. 00 WIB

Ia menambahkan, bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari kegiatan musyawarah – musyawarah yang di adakan di tiap – tiap wilayah santri PP. Nurul Jadid. “dengan harap para peserta nanti bisa menunjukkan semangat belajar tafaqquh fiddin,”terangnya

KH. Abdul Hamid Wahid, Kepala PP. Nurul Jadid, yang turut hadir dalam acara tersebut merasa senang dengan adanya kegiatan. “Semoga kita dapat barokah dari para guru sehingga melahirkan pembahasan yang berbobot dan sekaligus bermanfaat,”tutur beliau dalam sambutan.

Ditempat yang sama. KH. Zuhri Zaini, Pengasuh PP. Nurul Jadid. Menerangkan bahwa tujuan dari diadakannnya bahtsul masail ini dimaksudkan untuk penguatan visi dan misi pesantren sebagai lembaga dakwah lembaga pengkaderan dalam segala hal khususnya dalam keagamaan.

“sehinggal hal ini bisa menjadi motivasi untuk lebih semangat lagi dalam mempelajari, memahami dan kemudian mengamalkan (ilmu agama islam, red),”harap beliau.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Galeri Foto: Silaturrahim Syekh Muhammad Darwis Damaskus Suriah di MAPK Nurul Jadid