Pos

Upgrading Soft Skill Konseling dan Kewaliasuhan, Pengurus Putri Nurul Jadid Studi Tiru ke Bumi Blambangan

nuruljadid.net – Pengurus Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid melakukan studi tiru ke Pondok Pesantren Shafiyah Rogojampi Banyuwangi Jawa Timur (6/7/2023). Kegiatan ini merupakan inisiatif Biro Kepesantren Putri yang melibatkan Biro Pendidikan dan Biro Pengembangan beserta pengurus wilayah untuk upgrading soft skill konseling dan kewaliasuhan dalam rangka ciptakan ruang tenang dan ruang asuh bagi santri.

Rombongan Nurul Jadid disambut hangat oleh Ibu Nyai Nurun Sariyah, pengasuh muda Pondok Pesantren Shafiyah bersama suami dan pengurus. Meskipun ketibaan rombongan Nurul Jadid ke lokasi sudah menjelang malam, tepatnya ba’da isyak namun pihak tuan rumah tetap melayani dengan sangat baik. Keterlambatan ini disebabkan jarak yang cukup jauh dan macet.

(Ibu Nyai Nurun Sariyah, pengasuh muda Pondok Pesantren Shafiyah tengah mendemonstrasikan praktik baik dalam menciptakan ruang tenang dan nyaman melalui permainan)

Kegiatan studi tiru ini berfokus pada pengkondisian ruang tenang dan ruang asuh bagi santri sehingga tumbuh kembangnya bisa optimal. Rangkaian kegiatan berlangsung sejak pukul 20.00 WIB sampai pukul 23.00 malam.

Fokus kegiatan ini banyak memberikan pembelajaran diantaranya bagaimana penguatan diberikan kepada santri baru agar betah di pesantren dan mengenali tindakan preventif terhadap kasus perundungan (bullying). Tidak kalah pentingnya, tips bagaimana merencanakan ruang asuh bersama secara rutin dengan Wali Asuh bahkan untuk Wali Santri.

Perencanaan konten sharing wali asuh menjadi perhatian khusus dalam acara studi tiru ini sebelum membersamai anak asuh. Secara Praktis, dengan permainan atau role playing bersama para santri ternyata bisa menciptakan manfaat yang cukup signifikan apabila dikonsep dan desain sesuai kondisi objektif para santri di lapangan.

(Rombongan pengurus putri Pondok Pesantren Nurul Jadid saat melakukan focus group discussion (FGD) usai pematerian dan demonstrasi)

Peserta studi tiru dari Pondok Pesantren Nurul Jadid terdiri dari Waka. Pesantren II Hy. Hj. Nur Diana Khalidah; Wakil Sekretaris Ny. Muthmainnah Waqid; Waka. Biktren. Ny. Mamnuhatur Rohmah; Waka. Birpend. Ny. Nurul Fajriyah; Kepala BP3M Faiqotul Hikmah; Wakabid. BKWA Madinatul Munawarah; Wakabid. Kelembagaan dan Peserta Didik Lina Surtianah; Wakasi. BKWA & Motivasi Belajar Ny. Mabruroh Zain; kepala wilayah, admin Biktren, staf Biktren, dan staf Birpeng yang ada di wilayah putri pusat.

Diketahui, rombongan menggunakan moda transportasi mini bis pesantren dari Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton menuju Pondok Pesantren Shafiyah Rogojampi Banyuwangi. Banyak ilmu dan pengalaman praktik baik yang bisa didiseminasi kepada pengurus lainnya untuk meningkatkan layanan kepada santri Nurul Jadid.

(Pengurus Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid lakukan sesi foto bersama usai kegiatan bersama pengurus Pondok Pesantren Shafiyah Rogojampi Banyuwangi)

Usai kegiatan menjelang tengah malam, sebelum pulang dilakukan sesi foto bersama antara rombongan studi tiru Nurul Jadid dengan tuan rumah. Pengurus putri Nurul Jadid pulang melewati jalur Gumitir sebab jalur Baluran macet total karena pintu masuk ke penyeberangan Gilimanuk tengah ditutup dampak dari cuaca ekstrem.

 

 

(Humas Infokom)

Pamitan, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi Sowan Ke Kiai Zuhri Zaini

nuruljadid.net – Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, S.H., S.I.K., M.Si. hari ini, Jum’at (7/7/2023) sowan kepada pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, K.H. Moh. Zuhri Zaini. Sowan AKBP Arsya tersebut dalam rangka pamitan karena harus melanjutkan amanah barunya sebagai Kapolres Tulungagung Polda Jatim.

Diketahui, mutasi Kapolres Probolinggo, AKBP Arsya panggilan akbrabnya, setelah adanya surat telegram (TR) dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pada Senin (26/6/2023) lalu.

Kedatangan Kapolres Probolinggo AKBP Arsya disambut ramah oleh Kiai Zuhri di kediamannya didampingi Sekretaris Pesantren H. Tahirudin, Kasubbag Umum Muslehuddin Jauhari, Kasubbag Humas Mujiburrohman dan bagian Protokoler Alfi Syukrin.

(Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi saat memberikan cinderamata kepada pengasuh K.H. Moh. Zuhri Zaini di kediaman pengasuh)

AKBP Teuku Arsya Khadafi datang bersama rombongan Kabag Log Polres Probolinggo Kompol Sulistyo, Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Sapari, Kasi Humas Polres Probolinggo IPDA Sugeng Santoso, Kapolsek Paiton AKP Maskur Ansori dan Danramil Paiton Kapten Adi Suwarso.

Dalam bincang santainya, AKBP Arsya menyampaikan terimakasih kepada Pondok Pesantren yang ada di Probolinggo, salah satunya Ponpes Nurul Jadid karena turut berperan aktif mengawal dan mendampingi masyarakat untuk saling menjaga keamanan dan ketertiban bersama di wilayah kabupaten Probolinggo.

“Kami berterimakasih atas kerjasamanya selama ini, berkat peran pesantren dan kiai serta masyarakat Probolinggo yang ramah, sehingga kami lebih mudah dalam menjalankan tugas dan peran sebagai abdi negara,” tutur mantan Kasubdit 5 Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

(Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi beserta rombongan melakukan sesi foto bersama pengasuh K.H. Moh. Zuhri Zaini didampingi sekretaris pesantren H. Tahirudin)

Dua tahun pengabdian Kapolres Probolinggo AKBP Arsya bersama anggotanya sebagai satuan abdi negara memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat di wilayah kabupaten Probolinggo mendapatkan apresiasi pengasuh Kiai Zuhri.

“Kami atas nama keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid mengucapkan terimakasih dan penghargaan atas dedikasi, kontribusi dan kerjasamanya selama ini, semoga menjadi amal ibadah yang diterima di sisi Allah SWT,” dawuh Kiai Zuhri.

“Selanjutnya kami menyampaikan selamat bertugas di tempat yang baru, semoga selalu mendapat perlindungan dan pertolongan dari Allah SWT sehingga dapat bertugas sebaik-baiknya,” imbuhnya.

(Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi beserta rombongan melakukan serah terima bingkisan sembako melalui sekretaris pesantren H. Tahirudin)

AKBP Arsya menjabat Kapolres Probolinggo kurang lebih dua tahun sejak Juni 2021. Tidak hanya sowan, lulusan terbaik dalam Pendidikan Sespimen Polri Angkatan 57 ini juga meminta doa restu kepada kiai Zuhri agar dimampukan dalam menjalankan amanah di tempat tugasnya yang baru.

Pada kesempatan sowan ini, AKBP Arsya memberikan cinderamata kepada kiai Zuhri sebagai kenang-kenangan. Rombongan Polres Probolinggo juga menyerahkan bingkisan berupa sembako untuk para pengabdi pesantren yang diserahkan melalui Sekretaris Pesantren H. Tahirudin.

“mohon maaf kiai, ini sekedar cinderamata untuk kenang-kenangan dari kami, semoga ke depan bisa kembali mampir bersilaturrahim,” kata Kapolres.

Bismillah, semoga bisa terus naik jabatan sampai jadi Kapolri,” doa Kiai Zuhri yang disambut amin oleh semua yang hadir di ruang tamu kediaman pengasuh.

(Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi beserta rombongan salat Jum’at di masjid Jami’ Ponpes Nurul Jadid bersama pengasuh K.H. Moh. Zuhri Zaini )

Rombongan Polres Probolinggo ikut salat Jum’at bersama pengasuh Kiai Zuhri di masjid Jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid. Usai sholat Jum’at, Kapolres Probolinggo AKBP Arsya beserta rombongan dipersilahkan untuk ramah tamah makan siang di kediaman pengasuh sebelum meninggalkan bumi Nurul Jadid.

Sebelum ke Nurul Jadid, Kanit Binmas Polsek Paiton Bripka Luthfie Agung Prihadi juga alumni Ponpes Nurul Jadid menginformasikan, rombongan Kapolres melakukan giat kunjungan ke TPI Paiton untuk menyerahkan Bantuan Sosial (bansos) kepada korban kebakaran yang menghanguskan empat kios beberapa waktu lalu (5/7/2023).

 

(Humas Infokom)

Santri Vokasi SMK Nurul Jadid Bawa Pulang 2 Trofi Nasional

nuruljadid.net – Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan santri vokasi alias peserta didik SMK Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Ia adalah Muhammad Yusuf Ardiyanto, santri asal Lumajang ini merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Yusuf yang juga belajar di asrama Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) ini berhasil memborong sejumlah penghargaan tingkat nasional di bidang bahasa, yakni lomba pidato Bahasa Inggris (01/07/2023).

Yusuf panggilan akrabnya ini berhasil membawa pulang dua tropfi dalam event dan waktu yang berbeda. Awalnya, Yusuf hanya dapat berpuas diri sebagai juara harapan 2 pada lomba pidato Bahasa Inggris yang digelar Rumah Sastra Seni bulan lalu. Dirinya mengaku pada lomba awal belum maksimal mempersiapkan diri karena benturan dengan kegiatan yang cukup padat di pesantren.

Seolah tidak mau kapok dan pantang menyerah, Yusuf kembali mencoba dan bekerja lebih keras untuk mengikuti berbagai event lomba. Kali ini Prestasi Indonesia Competition yang menghelat beberapa jenis lomba untuk pelajar dan mahasiswa salah satunya lomba pidato Bahasa Inggris. Alhasil, Yusuf mampu raih juara 2 lomba pidato Bahasa Inggris sedangkan juara 1 dari SMAN 08 Bulakamba Jawa Tengah dan untuk juara 3 diraih oleh siswa SMAN 02 Denpasar.

(M. Yusuf Ardiyanto saat foto bersama Kepala Sekolah Moh. Arief Hariyanto dan Waka Kesiswaan Nurul Iman di ruang pimpinan)

Putra dari bapak Garjito ini terlihat bahagia dengan senyum lebar saat kami wawancarai perihal pencapaian yang baru saja Yusuf raih di tahun keduanya di SMK Nurul Jadid. “Saya sangat senang bisa menang dan menyumbang prestasi untuk sekolah tercinta juga untuk pesantren. Berkat bimbingan guru khususnya di LPBA Nurul Jadid keterampilan Bahasa Inggris saya terus berkembang,” akunya saat ditemui tim Nurul Jadid Media.

Kepala SMK Nurul Jadid, Moh. Arief Hariyanto mengaku sanggat bangga atas prestasi yang berhasil diukir siswanya. ”Ini merupakan prestasi yang luar biasa ditorehkan oleh peserta didik kami. Dengan persiapan yang relatif singkat, mereka berhasil meraih penghargaan tingkat nasional,” ujar Arief, Senin (03/07/2023).

Moh. Arief Hariyanto mendorong agar para siswa terus dibina dan diajarkan untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi di berbagai bidang. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi, mengukur kemampuan sekaligus memupuk mental para siswa agar terbiasa berkompetisi, sekaligus memberikan motivasi untuk terus berkembang.

”Andaikata ternyata hasilnya bisa memenangkan perlombaan, itu semacam bonus saja. Hal terpenting adalah bagaimana peserta didik terus terpacu untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dirinya,” urainya.

Di tempat lain, Waka. Kesiswaan SMK Nurul Jadid, Nurul Iman mengatakan, tantangan ke depan akan semakin kompetitif. Karena itu, para siswa harus dilatih untuk selalu bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, sekaligus terlatih untuk memenangkan berbagai kompetisi di tengah padatnya kegiatan pesantren dan sekolah.

“Kami sangat bersyukur atas prestasi anak didik kami, selamat untuk anak-anakku semua. Semoga bisa terus meningkatkan motivasi dan prestasi diri menyongsong masa depan yang cemerlang. Mereka semua luar biasa dengan keunikan dan keahliannya masing-masing,” ungkapnya.

(Humas Infokom)

Menuju Akreditasi Internasional, Empat Mahasiswa UNUJA Jalani Program MBKM di Thailand

nuruljadid.net – Universitas Nurul Jadid Paiton, Probolinggo mengirimkan empat mahasiswinya, untuk melaksanakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Internasional di Thailand (03/07/2023). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor UNUJA dengan Dinas Pendidikan Swasta Provinsi Narathiwat Thailand yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Keempat mahasiswa tersebut terdiri dari Aulia Firdausiah dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Sosial Humaniora (FSoshum), Masudah dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Safina Indriani dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, serta Asviatul Maufuroh dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Agama Islam (FAI).

Kegiatan MBKM internasional ini, merupakan salah satu langkah nyata UNUJA dalam mempersiapkan diri menjemput akreditasi internasional, kata M. Fadli Hidayat Wakil Rektor III UNUJA. Menurutnya, mahasiswa menjadi bagian penting untuk menjadi bagian dari percepatan akreditasi tersebut.

“Selain itu, kegiatan ini memberi kesempatakan kepada mahasiswa untuk terlibat dalam pengembangan dan pengabdian di beberapa negara regional ASEAN, tentu harapannya dengan keterlibatan mahasiswa dalam program MBKM Internasional ini, mereka mampu memainkan peran sebagai duta UNUJA untuk mengenalkan kampus berbasis pesantren yang berstandar ISO” pangkas Fadli

Aulia Firdausyiah salah satu peserta menyampaikan bahwa kesempatan emas dapat menginjakkan kaki di negeri gajah putih itu, bisa terwujud melalui pelaksanaan kegiatan MBKM internasional ini. Kesempatan semacam ini sebagai momentum untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa UNUJA juga bisa melaksanaan kegiatan pendidikannya sampai ke luar negeri.

Kegiatan ini, akan dilaksanakan selama empat bulan terhitung sejak bulan Juli sampai Oktober mendatang di lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan dinas Pendidikan swasta provinsi Narathiwhat Thailand.

MBKM Internasional Thailand ini adalah kali kedua UNUJA melaksanakan MBKM Internasional, setelah sebelumnya dilaksanakan di provinsi Selangor Malaysia.

(Humas Infokom)

Seru! Santri Putri Merayakan Idul Adha dengan Beragam Lomba, Dari Takbiran Hingga Masak

nuruljadid.net – Berbeda dengan putra yang melaksanakan Sholat Idul Adha terpusat di masjid Jami’, santri putri melaksanakan sholat eid di musala wilayah masing-masing (29/06/2023). Usai sholat eid, tidak seperti putra yang melakukan penyembelihan hewan qurban, santri putri sibuk ke lokasi sambang untuk menemui keluarganya. Sementara yang lain, menyibukkan diri bersilaturrahim antar asrama sambil bermaaf-maafan.

Pada malam hari Raya Idul Adha, santri putri masing-masing wilayah menggelar serangkaian kegiatan untuk menghidupkan malam hari raya umat Islam sekaligus menauladani kisah Nabi Ibrahim. Salah satu lomba yang dilaksanakan adalah takbir keliling kompleks asrama di wilayahnya.

(Suasana santri putri tengah sibuk mengolah daging qurban menjadi beragam sajian masakan khas santri dengan bahan seadanya)

Tak kalah dengan putra, santri putri juga mengadakan lomba memasak kreasi olahan daging hewan qurban. Para santri putri terlihat sangat antusias mengikuti beragam kegiatan yang diadakan oleh pengurus khususnya lomba memasak ini, karena masing-masing tim berusaha unjuk kebolehan dalam menciptakan menu-menu yang kreatif.

Rangkaian kegiatan yang diadakan untuk santri ini tentu tidak terlepas dari pendidikan yang pesantren sediakan untuk mereka. Selain keilmuan, mereka juga diajarkan mandiri dan terampil dalam berbagai bidang khususnya masak-memasak untuk santri putri.

(Presentasi hasil karya olahan daging qurban santri putri Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam rangka menyambut Idul Adha 1444 H)

Selesai memasak olahan daging hewan qurban, masing-masing tim melakukan plating dan mempresentasikan karya hasil masakan mereka di hadapan dewan juri dan santri yang menonton memadati halaman kantor wilayah. Salah satu santri baru asal Kalimantan Timur Nabila Zaskya Salsya Helwa mengaku terhibur dan senang bisa mengikuti berbagai kegiatan menyambut Idul Adha ini.

“Alhamdulillah, saya senang bisa mengikuti kegiatan dalam rangka merayakan Idul Adha ini, seru ternyata di pondok itu ya, selain banyak teman juga kegiatannya gak selalu ngaji dan sekolah, saya jadi tambah kerasan di pondok,” ungkapnya sambil tertawa kecil.

 

 

(Humas Infokom)

Keseruan Santri Putra Merayakan Idul Adha 1444 H di Pesantren

nuruljadid.net – (29/06/2023) Hari raya Idul Adha bagi kebanyakan orang mestinya menjadi momen berkumpul bersama keluarga, namun tidak dengan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid. Berbagai kegiatan diikuti oleh santri dalam merayakan Idul Adha di pesantren, mulai dari sholat eid berjamaah, takbiran sampai penyembelihan hewan qurban. Qurban juga menjadi salah satu wasilah ibadah yang mendekatkan hamba dengan Rabb-Nya.

Di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, seluruh santri tiadak ada yang diperkenankan pulang, mereka wajib mengikuti sholat Eid dan merayakan hari besar Idul Adha di pesantren. Sehingga pesantren tetap ramai sebagaimana biasanya. Malam harinya sebelum sholat Eid, para santri secara bergantian terjadwal melakukan takbiran di Masjid Jami’.

(Ketika santri mengikuti kegiatan takbiran secara berkelompok sesuai jadwal atau giliran yang telah ditentukan oleh bagian Ubudiyah)

Selain santri dan asatidz warga dusun Tanjung Lor, desa Karanyanyar turut hadir memadati masjid Jami untuk shalat Idul Adha berjamaah. Usai sholat Eid, santri dilibatkan dengan proses penyembelihan hewan qurban, menguliti dan mencincang sampai mendistribusikan kapada orang yang membutuhkan.

Di kesempatan yang lain, sebagian santri khususnya santri baru baik tingkat SLTP maupun SLTA mengabadikan momen Idul Adha usai sholat Eid berjamaah dengan foto bersama dengan para asatidz di depan asrama masing-masing.

(Santri baru tingkat SLTA melakukan foto bersama selepas sholat Eid berjamaah di Masjid Jami’ Nurul Jadid)

Sementara pada malam harinya, para santri memasak dan mengolah daging qurban. Para santri Nampak sangat antusias mengikuti kegiatan memasak ini. Mayoritas santri putra mengolah daging qurban menjadi menu sate dengan bumbu seadanya yang lumrah dijual di pasaran seperti bumbu kacang, kecap, lombok dan bawang.

(Santri baru tingkat SLTP melakukan foto bersama selepas sholat Eid berjamaah di Masjid Jami’ Nurul Jadid)

Rangkaian kegiatan ini merupakan tarbiyah (pembelajaran) bagi santri tentang pelaksanaan ibadah Idul Adha, makna dibaliknya serta melatih kemandirian serta kepedulian social dengan sesame. Tak kalah pentingnya adalam membangun kebersamaan dalam dekapan Idula Adha.

(Humas Infokom)

Urai Kemacetan Saat Sambang Santri Idul Adha, Kamtib Nurul Jadid Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

nuruljadid.net – Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Pondok Pesantren Nurul Jadid, disamping menjalankan tugas pengamanan dan mengatur ketertiban selama kegiatan sambang berlangsung bahkan sebelum pelaksanaan sholat Idul Adha yang melibatkan masyarakat sekitar, kamtib juga berupaya memastikan kelancaran arus lalu lintas guna memberikan pelayanan terhadap pengguna jalan lainnya (29/06/2023).

(Anggota Kamtib Pondok Pesantren Nurul Jadid terlihat tengah mengatur lalu lintas kendaraan pengunjung sambang santri)

Kasi lalu lintas dan parkir, Ali Fikri Ramadhon dalam kesempatan ini menjelaskan, memang sudah menjadi tugas Kamtib selalu berada di barisan terdepan dalam melakukan pengawalan keamanan dan ketertiban setiap cara pesantren, khususnya di pengaturan lalu lintas dan parkir.

“pengunjung sambang santri Ketika Idul Adha saat ini luar biasa membludak, sehingga kami perlu melakukan rekayasa lalu lintas agar pengendara dapat melintas dengan aman dan nyaman serta pengguna kendaraan lainnya di jalan umum tidak ada hambatan berarti ke tempat tujuan masing-masing” ungkap Ucok panggilan akrabnya.

(Kendaraan pengunjung sambang santri Pondok Pesantren Nurul Jadid memadati jalan Tanjung desa Karanganyar)

Tak hanya sekedar melakukan pengaturan arus lalu lintas, Kamtib juga memberikan himbauan kepada pengunjung yang berada di sekitar pesantren agar kiranya tidak lengah mengawasi barang bawaannya agar tidak tertinggal atau terjatuh, karena kita ketahui bersama pelaku kriminalitas bisa berada dimana saja, untuk itu perlu adanya pengawasan dari kita semua.

(Kendaraan pengunjung sambang santri Pondok Pesantren Nurul Jadid memadati jalan Tanjung desa Karanganyar)

Menyoroti rekayasa lalu lintas Abdurrafiq Kasi Humas dan Inteligen Kamtib saat ditemui di lapangan menyampaikan bahwa untuk mengurai kepadatan parkir dilakukan pembagian titik parkir sehingga tidak menumpuk di satu lokasi.

“untuk mengurai kemacetan kami berlakukan beberapa scenario, pertama jalur keluar-masuk kami bedakan lewat gang Nangka, kedua pemberlakukan buka-tutup lalu lintas di jalan Raya untuk menghindari kemacetan yang Panjang seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelas Rafiq.

 

 

(Humas Infokom)

Lebih dari 2.013 Santri Disambang Saat Idul Adha, Nurul Jadid Padat Pengunjung  

nuruljadid.net – Petugas sambang santri melaporkan data kuantitatif berdasarkan aplikasi sambang (https://sambang.nuruljadid.net) bahwa santri yang terdaftar akan dikunjungi oleh keluarga dan sanak familinya saat hari raya Idul Adha berkisar 2.013 santri (29/06/2023). Hal ini ditengarai, salah satu penyebabnya karena sekitar sepekan lalu Pondok Pesantren Nurul Jadid baru saja menerima santri baru.

Salah satu wali santri asal Probolinggo Mohammad Amir mengaku bahwa dirinya beserta keluarga semenjak memondokkan putrinya pertama kali sering terbersit rasa kangen dan rindu, sehingga momen hari Raya Idul Adha ini menjadi waktu yang tepat untuk berkunjung karena tidak dibatasi oleh kuota sebagaimana hari normal.

(Kondisi sambang santri Pondok Pesantren Nurul Jadid pada hari Raya Idul Adha 1444 H yang dipadati pengunjung)

“Jujur kami selaku orang tua merasa kangen sekali dengan putri kami yang baru saja mondok, setiap hari sering kepikiran. Makanya, hari raya Idul Adha ini kami ke pondok nyambang putri kami untuk melepas rindu, alhamdulillah akhirnya ketemu juga dan anaknya sehat serta baik-baik saja,” terang bapak Amir saat ditemui selepas kunjungan.

Selain dekat dengan masuknya santri baru, tingginya jumlah pengunjung untuk sambang dipengaruhi oleh waktu cuti dan libur kerja yang cukup panjang yakni selama 5 hari terhitung mulai rabu sampai dengan minggu. Sehingga wali santri pun berbondong-bondong dari berbagai daerah datang ke pesantren khususnya wilayah Jawa Timur.

(Kondisi sambang santri Pondok Pesantren Nurul Jadid pada hari Raya Idul Adha 1444 H yang dipadati pengunjung)

Pada hari normal, sambang santri dibuka terpisah antara putra dan putri juga maksimal kunjungan harian sebanyak 100 santri. Sedangkan kemarin, sambang santri dibuka untuk santri putra dan putri secara bersamaan meskipun di lokasi yang berbeda. Putra ditempatkan di balai pertemuan dan Gedung SMKNJ, sedangkan putri di gedung MTs NJ dan MANJ.

Kendatipun demikian, tempat yang telah disediakan pesantren tidak mampu mengakomodir pengunjung, sehingga wali santri melakukan pertemuan di area parkir sepeda, pinggir jalan, teras wartel dan musala timur. Jumlah 2.013 santri ini meliputi putra sebanyak 684, putri daltim 660 dan putri dalbar 669 yang terbagi menjadi dua sesi. Pagi mulai pukul 09.00 sampai dengan 12.00, untuk sesi siang 13.00 sampai dengan 15.30. jumlah ini tidak termasuk santri wilayah satelit seperti Mawaddah dan Zabitsa.

(Kondisi lapangan parkit saat sambang santri Pondok Pesantren Nurul Jadid pada hari Raya Idul Adha 1444 H yang dipadati pengunjung)

Pihak pesantren membatasi jumlah pengunjung sebanyak dua orang, akan tetapi fakta di lapangan banyak pengunjung yang lolos disebabkan pengurus yang bertugas kewalahan, sehingga dalam sehari estimasi hampir 5.000 pengunjung memadati area pesantren. Hal ini juga terpantau dari banyaknya jumlah kendaraan yang terparkir di lapangan parkir utama, area kampus UNUJA, lapangan ayaman, musala timur, Mansapro bahkan sampai ke pekarangan rumah tetangga sekitar pesantren.

Pengurus sambang santri terlihat sangat kewalahan menghadapi banyaknya pengunjung wali santri yang datang, bahkan tidak sedikit wali santri berhasil lolos sampai ke zona satu asrama santri, karena pihak Kamtib terkonsentrasi di pengaturan lalu lintas dan parkir. Kondisi padatnya kendaraan pengunjung ini sempat menimbulkan kemacetan mulai dari jalan tanjung sampai ke jalan Raya Paiton.

 

 

(Humas Infokom)

Ribuan Santri Nurul Jadid Bersama Masyarakat Ikuti Sholat Idul Adha di Masjid Jami

nuruljadid.net – Pelaksanaan sholat Idul Adha tahun ini sebagaimana biasanya diikuti ribuan santri dan masyarakat sekitar yang bertempat di masjid jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid (29/06/2023). Tidak hanya di masjid, banyaknya jamaah membuat halaman masjid dan kantor Biro Kepesantrenan dipadati oleh jamaah.

Sholat Idul Adha adalah salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim yang dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Ibadah ini selain sebagai perayaan tahuna juga dilakukan untuk memperingati kisah nabi Ibrahim yang siap mengorbankan putranya nabi Ismail atas perintah Allah.

(Suasana masjid jami sebelum pelaksanaan Sholat Idul Adha di Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Sholat Idul Adha di Pondok Pesantren Nurul Jadid dimulai sekitar pukul 06.15 WIB yang dipimpin langsung oleh pengasuh Kiai Moh. Zuhri Zaini selaku imam dan putra beliau kepala Biro Pendidikan kiai Moh. Imdad Robbani bertindak sebagai khotib.

Nampak selepas subuh para jamaah sudah mulai memadati area halaman masjid, baik dari kalangan santri yang dari wilayah satelit maupun pengurus dan warga yang tinggal di sekitar pesantren.

(Suasana masjid jami sebelum pelaksanaan Sholat Idul Adha di Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Suasana menjelang sholat Idul Adha pagi itu menyejukkan mata, pasalnya cuaca sangat cerah dan semua santri mengenakan baju putih termasuk Sebagian besar masyarakat yang hadir untuk melangsungkan sholat eid di masjid jami pesantren.

Usai sholat eid, pemandangan khas hari raya terlihat mewarnai area pesantren. Para santri, pengurus dan jamaah saling berjabat tangan sambil mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin, karena hari raya umat Islam merupakan momentum untuk saling memaafkan dan mengikhlas kesalahan antara satu dengan yang lainnya.

(Humas Infokom)

2 Peserta Didik MANJ Berhasil Bawa Pulang 5 Medali Tingkat Nasional

nuruljadid.net – Dua peserta didik Madrasah Aliyah (MA) Nurul Jadid berhasil membawa pulang 5 medali tingkat nasional sekaligus. Mereka adalah Nuzilatus Saadah siswi kelas XII IPA 4 dan Adjie Wahyu Kembara kelas XII IPA Tahfidz. Keduanya berkompetisi di ajang perlombaan yang berbeda. Nuzil sapaan akrabnya berpartisipasi pada Ibnu Sina Competition (5/6/2023), sedangkan Adjie bertanding pada olimpiade Islamic Brainiac Competition (IBC) 2023 jenjang SMA (20/6/2023).

Kompetisi Ibnu Sina digelar oleh Olimpiade Nusantara Lembaga Bina Prestasi Nusantara sedangkan Islamic Brainiac Competition (IBC) diselenggarakan oleh Asosiasi Olimpiade Nusantara (AON). Kedua event ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebagaimana dilansir pada laman olimpiade nusantara.com pada tanggal 9 Mei lalu, Nuzilatus Sa’adah ditetapkan sebagai pemenang. Nazil mengikuti kejuaran nasional tersebut pada empat mata pelajaran (mapel) sekaligus, Fikih, SKI, Qur’an Hadis dan PAI. Alhasil, Nuzil berhasil meraih emas pada mapel Fikih dan perunggu untuk mata pelajaran SKI, Qur’an Hadis dan PAI.

“Sembari menunggu pelulusan MANJ saya mengikuti olimpiade tersebut di rumah secara online,” ungkap Nuzil melalui pesan singkat, Senin (15/23).

Hal serupa yang dialami Adjie, pada ajang yang melibatkan ribuan peserta itu, Adjie berhasil mengukir prestasi yang membanggakan dengan raihan skor pada deretan pertama. Sebagaiamana informasi yang diumumkan oleh panitia secara online, nama Adjie Wahyu Kembara bertengger di urutan pertama dengan skor tertinggi 474.

“Saya mengikutinya secara online di rumah dan dengan identitas peserta siswa MA Nurul Jadid,” tuturnya sebagaimana dilansir pada laman manuruljadid.sch.id

Adjie menerangkan terdapat ada empat mata pelajaran yang harus ia kerjakan, meliputi Qur’an Hadits, SKI, Fikih dan Akidah akhlak. Keempat jenis soal dari empat mapel tersebut mampu ia jawab dengan sangat baik.

“Dengan alokasi waktu sekitar satu jam, Alhamdulillah saya bisa menjawabnya dengan maksimal,” pungkas siswa asal Tulungagung itu.

Berkat torehan prestasi kedua peserta didik MANJ tersebut dengan total 5 medali tingkat nasional, kepala MANJ ustadz Misbahul Munir memberikan apresiasi tinggi.
“Mumtaz! (terbaik, Red.), Alhamdulillah siswa kami mampu mengukir prestasi dengan menunjukkan skill ilmu keagamaannya, sehingga bisa mencapai nilai tertinggi di olimpiade nasional tersebut,” tandas beliau bangga penuh syukur.

 

(Humas Infokom)

Belasan Siswa SMA Nurul Jadid Berhasil Taklukkan Beasiswa S1 ke Tiongkok dan Australia

nuruljadid.net – Sebanyak lima belas peserta didik lulusan SMA Nurul Jadid yang berhasil lolos lanjut studi ke luar negeri. Kali ini tidak hanya ke negeri tirai bambu Tiongkok yang telah menjadi langganan tiap tahunnya. Tahun ini, lulusan SMA Nurul Jadid juga mulai merambah ke negeri kangguru Australia.

Berbeda dari tahun sebelumnya, SMA Nurul Jadid yang berhasil loloskan belasan peserta didiknya meraih  beasiswa kuliah di sejumlah universitas di China atau Tiongkok dan Al-Azhar Mesir.

Dari 15 peserta didik yang lolos beasiswa ke Luar Negeri, 14 diantaranya mendapat beasiswa kuliah di Tiongkok. Mereka akan kuliah di tiga universitas berbeda di negara yang kini menjadi raksasa ekonomi baru dunia tersebut. Yaitu Wuyi University, China University of Geosciences dan Guizhou University.

Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid mengatakan, diterimanya alumni itu merupakan ikhtiar kesiapan pesantren dalam menyongsong globalisasi dan meningkatkan daya saing lulusannya di pentas internasional.

“Kita harap para santri sudah mulai berproses dan berwawasan global, sehingga warga pesantren dapat menyambut globalisasi berjejaring dan berwawasan global,” tutur Kiai Hamid.

Dengan menjadi open-minded dan berpegang teguh terhadap prinsip al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah, yakni ‘memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik’, santri dan pesantren tidak ketinggalan dengan perkembangan globalisasi dan dapat masuk serta beradaptasi ke dalamnya dengan baik.

Kepala SMA Nurul Jadid, Rahardjo menyatakan, setiap tahunnya ada belasan siswa yang mendapat beasiswa di sejumlah universitas di China. Ini merupakan konsistensi dan komitmen sekolah untuk menjaga bahkan meningkatkan kompetensi lulusan yang bisa bersaing di kancah global serta penguatan jejaring yang telah dibangun sejak tahun 2010.

“Alhamdulillah, SMA Nurul Jadid setiap tahunnya konsisten meloloskan belasan lulusannya untuk mendapatkan beasiswa pendidikan ke China dan beberapa negara seperti Mesir, dan tahun ini Australia. Ini berkat komitmen dan konsistensi sekolah untuk menjaga bahkan meningkatkan kualitas layana pendidikan dan jejaring yang selama ini dibangun,” terang kepala SMA Nurul Jadid ini.

Berikut daftar nama lulusan SMA Nurul Jadid yang berhasil lolos beasiswa studi ke luar negeri

  1. Umi Azizah | Wuyi University | Jurusan Bahasa dan Sastra Mandarin | Beasiswa Pemerintah Provinsi Fujian.
  2. Labibah Ulul Ilmi | Wuyi University | Jurusan Bahasa dan Sastra Mandarin | Beasiswa Pemerintah Provinsi Fujian
  3. Ayu Fernanda | Wuyi University | Jurusan Bahasa dan Sastra Mandarin | Beasiswa Pemerintah Provinsi Fujian
  4. Ahmad Adam Bachtiar | Wuyi University | Jurusan Bahasa dan Sastra Mandarin |Beasiswa Pemerintah Provinsi Fujian
  5. Irmaida Zahra N. | Wuyi University | Jurusan Bahasa dan Sastra Mandarin | Beasiswa Pemerintah Provinsi Fujian
  6. Ayu Septia Rizky R. | Wuyi University | Jurusan Bahasa dan Sastra Mandarin | Beasiswa Pemerintah Provinsi Fujian
  7. Natasya Sabilla R. | Wuyi University | Jurusan Bahasa dan Sastra Mandarin | Beasiswa Pemerintah Provinsi Fujian
  8. Salsyabila Khairani R. | Wuyi University | Jurusan Bahasa dan Sastra Mandarin | Beasiswa Pemerintah Provinsi Fujian
  9. Nuzha Azimah Salwa P. | Wuyi University | Jurusan Bahasa dan Sastra Mandarin | Beasiswa Pemerintah Provinsi Fujian
  10. Diah Kartika Sari | Wuyi University | Jurusan Bahasa dan Sastra Mandarin | Beasiswa Pemerintah Provinsi Fujian
  11. Hamdan Wicaksono | Wuyi University | Jurusan Bahasa dan Sastra Mandarin | Beasiswa Pemerintah Provinsi Fujian
  12. Ilham Pratama | Wuyi University | Jurusan Bahasa dan Sastra Mandarin | Beasiswa Pemerintah Provinsi Fujian
  13. Mazkiyil Janan | China University of Geosciences | Jurusan Ekonomi dan Perdagangan Internasional | Beasiswa Pemerintah Provinsi Tiongkok
  14. Raudhah Zahra A. | Guizhou University | Jurusan Ekonomi dan Perdagangan Internasional | Beasiswa Pemerintah Provinsi Guizhou
  15. Adi Maulana Hasbi | Melbourne City College Australia

(Humas Infokom)

Santri Baru Terbaik Dinobatkan Pada Closing Ceremony OSABAR 2023

nuruljadid.net – Penutupan Orientasi Santri Baru (OSABAR) Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo merupakan gerbang awal bagi santri baru untuk mengarungi samudera ilmu sesungguhnya di pesantren. Setelah tiga hari berproses mengikuti OSABAR, panitia pelaksana akhirnya berhasil menentukan santri peserta OSABAR terbaik tahun 2023 (26/06/2023).

(Penganugerahan Kakak Asuh Terbaik OSABAR 2023 oleh Kasubbag Umum dan PSB, ustaz Muslehuddin Jauhari)

Penobatan santri baru terbaik ini diseleksi berdasarkan selain keaktifan mengikuti kegiatan orientasi, juga dinilai berdasarkan partisipasi aktif selama mengikuti OSABAR baik di dalam forum pematerian, kegiatan outdoor dan pentas seni atau unjuk kreatifitas santri.

(Penganugerahan Kakak Asuh Terbaik OSABAR 2023 oleh Kasubbag Umum dan PSB, ustaz Muslehuddin Jauhari)

Penghargaan santri terbaik dibagi menjadi dua kategori, tingkat SLTP dan SLTA, yang diberikan langsung oleh Wakil Kepala Pesantren I K.H. Najiburrahman Wahid berupa piagam penghargaan. Sedangkan kategori yang lain adalah kakak asuh terbaik tingkat SLTP dan SLTA dan kelompok terbaik, masing-masing diserahkan oleh Kasubbag Umum dan PSB ustaz Muslehuddin Jauhari dan Kabid Biro Kepesantrenan ustaz Rahmad Toyyib.

(Penganugerahan Kelompok Terbaik OSABAR 2023 oleh Kabid Biro Kepesantrenan, ustaz Rahmad Toyyib)

Berikut daftar peraih penghargaan pada acara penutupan OSABAR 2023

Peserta Terbaik tingkat SLTA

  • Muhammad Althaf Syamkhitsa Ilham Khalil | Kelompok Ir. Soekarno| Kab. Ngawi

Peserta Terbaik tingkat SLTP

  • Kevano Alfan Felix Alstonqi | Kelompok Sunan Drajad |Kab. Probolinggo

Kakak Asuh Terbaik tingkat SLTA

  • Muhammad Shalehuddin (MANJ)
  • Muhammad Ridho Maulana (SMANJ)
  • Habibul Mukarrom (SMKNJ)

Kakak Asuh Terbaik tingkat SLTP

  • Zaki Finailir Raja (SMPNJ)
  • Zaidan Finailir Raja (SMPNJ)
  • Muhammad Kanzullabiq Kamal (SMPNJ)

Kelompok Terbaik

  • As’ad Syamsul Arifin

(Humas Infokom)

Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid Gandeng BNN Lakukan Tes Urin Kepada Santri Baru Nurul Jadid

nuruljadid.net – Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid tahun ini menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Povinsi Jawa Timur melakukan tes urin kepada santri baru tingkat SLTA Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo pekan lalu (20/06/2023). Hal ini dilakukan untuk mendeteksi sejak dini jika terdapat penyalahgunaan narkotika di kalangan pesantren. Lokasi tes untuk santri putri di gedung MTs Nurul Jadid sedangkan santri putra di gedung Balai Pertemuan.

Diketahui bahwa tes urin merupakan salah satu metode yang digunakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) atau lembaga yang berwenang dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba, untuk mendeteksi adanya penggunaan atau keberadaan narkotika dalam tubuh seseorang dalam hal ini santri baru.

(Santri Baru tingkat SLTA Putri nampak tengah mengantri untuk melakukan tes urin oleh BNN Jawa Timur Bersama Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid)

Direktur Klinik Az-Zainiyah Hy. Hj. Khodijatul Qodriyah menyampaikan tujuan dilakukannya tes urin ini adalah sebagai langkah preventif dan antisipatif pesantren sejak dini dalam menyikapi kasus penyalahgunaan narkotika di lingkungan pesantren.

“Kami bekerjasama dengan BNN Provinsi Jatim lakukan tes urin kepada santri baru ini dalam rangka pencegahan dan deteksi dini Narkoba di kalangan santri sehingga kami dapat melakukan tindaklanjut yang tepat sasaran,” dawuh Neng Iah kepada tim Nurul Jadid Media.

Penggunaan tes urin pada santri atau individu yang berada dalam lingkungan pesantren memiliki beberapa tujuan yang penting, antara lain:

(Santri Baru tingkat SLTA Putra nampak tengah melakukan tes urin oleh BNN Jawa Timur Bersama Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid)

  1. Pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan narkoba: Penggunaan tes urin dapat membantu mengidentifikasi santri yang menggunakan narkotika secara ilegal. Dengan adanya tes urin, BNN dapat melakukan pencegahan dan deteksi dini terhadap penggunaan narkotika di kalangan santri sebelum menjadi masalah yang lebih serius.
  2. Menjaga keamanan dan kualitas lingkungan pesantren: Pesantren sebagai lembaga pendidikan dan tempat tinggal para santri harus menjaga keamanan dan kualitas lingkungannya. Dengan mengadakan tes urin, pesantren dapat memastikan bahwa lingkungan tersebut bebas dari pengaruh narkotika yang dapat merusak moral, kesehatan, dan keselamatan santri.
  3. Edukasi dan kesadaran tentang bahaya narkotika: Tes urin juga dapat menjadi alat edukasi dan kesadaran bagi para santri tentang bahaya narkotika. Dengan melibatkan BNN dan melakukan tes urin secara rutin, santri dapat lebih memahami risiko dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan narkotika, serta pentingnya menjauhinya.
  4. Mendorong pemulihan dan rehabilitasi: Jika seseorang dinyatakan positif menggunakan narkotika melalui tes urin, tindakan selanjutnya dapat melibatkan proses pemulihan dan rehabilitasi. BNN dapat memberikan bantuan, pengarahan, atau penanganan lebih lanjut kepada individu yang terbukti menggunakan narkotika, termasuk santri, untuk membantu mereka keluar dari penyalahgunaan narkotika dan kembali ke jalur yang sehat.

(Wadir Klinik Az-Zainiyah saat diwawancarai di tengah pelaksanaan tes urin oleh BNN Jawa Timur Bersama Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid)

Ahmad Kholid Fauzi, Wakil Direktur Klinik Az-Zainiyah, menjelaskan bahwa target tes urin ini adalah 1.500 santri baru tingkat SLTA ke atas termasuk mahasiswa. Pelaksanaan ini selain dengan BNN Prov jatim juga bekerjasama dengan Mahasiswa Fak. Kesehatan UNUJA dan Pos Kesehatan Pesantren disingkat Poskestren.

“target kami pada program tes urin bersama BNN menjelang PSB 2023 ini adalah 1.500 santri baru tingkat SLTA ke atas termasuk mahasiswa UNUJA,” terang Kholid

Pentingnya tes urin bagi santri oleh BNN adalah untuk menjaga keamanan, melindungi kualitas lingkungan pesantren, mencegah penyalahgunaan narkotika, meningkatkan kesadaran tentang bahaya narkotika, serta memberikan pemulihan dan rehabilitasi kepada mereka yang terlibat dalam penggunaan narkotika.

 

 

(Humas Infokom)

Muhibbus Sholawat Berhasil Hipnotis Santri Baru Khusyuk Lantunkan Sholawat kepada Nabi Muhammad

nuruljadid.net – Ada hal menarik saat perhelatan penutupan Orientasi Santri Baru (OSABAR) tahun 2023 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pasalnya, tim hadrah banjari Muhibbus Sholawat hadir tampil memukau dengan lantunan sholawat di hadapan undangan dan santri baru (26/06/2023).

Setelah tiga hari OSABAR berlalu, akhirnya tibalah di penghujung orientasi bagi santri baru. Berbagai macam kegiatan mulai dari pematerian sampai unjuk kebolehan telah diikuti dengan baik oleh santri baru bersama para kakak asuh yang selalu siaga mendampingi.

Penutupan OSABAR dihadiri oleh Wakil Kepala 1 Persantren Kiai Najiburrahman Wahid dan pejabat struktural lainnya. Mengusung tema kreativitas santri, acara penutupan berlangsung meriah dan khidmat, terlebih ketika tim hadrah banjari Muhibbus Sholawat tampil membawakan beberapa lagu bertema sholawat.

(Suasana santri baru saat mengikuti pembacaan sholawat oleh tim hadrah banjari Muhibbus Sholawat Nurul Jadid)

Penampilan Muhibbus Sholawat berhasil hipnotis santri baru dengan lantunan sholawat merdu. Santri baru mengikuti dengan khidmat dan tertib bahkan bersama ikut melantunkan sholawat melambungkan pujian ke atas baginda Nabi Muhammad SAW.

Santri baru yang awalnya terlihat kelelahan dan beberapa sudah mulai mengantuk, seketika terbangun dan seakan terhipnotis mengikuti lantunan sholawat yang dibawakan oleh tim hadrah Muhibbus Sholawat dengan semangat dan khusyuk. Malam itu, suasana penutupan OSABAR terasa syahdu akan tetapi tidak menghilangkan kesan meriah.

Dirga vokalis utama malam itu, berhasil mengajak undangan dan seluruh santri baru untuk menyatu bersama mereka melantunkan sholawat. Harapannya dengan pembacaan sholawat, para santri dan seluruh warga pesantren senantiasa mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW.

(Humas Infokom)

Penampilan Kreasi Santri Nurul Jadid Meriahkan Puncak Penutupan OSABAR 2023

nuruljadid.net – Suara bergema memenuhi bumi cahaya baru Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pasalnya, kemeriahan penutupan puncak OSABAR 2023 tengah berlangsung. Keseruan penutupan santri baru putra dan putri terdengar begitu meriah yang berlangsung usai tiga hari OSABAR berlangsung. (26/06/2023)

Santri baru putra bertempat di Auditorium 1 pesantren sedangkan di gedung Auditorium 2 pesantren terdengar lantunan lagu OST OSABAR 2023 dinyayikan oleh santri putri. Gema lagu menandakan akan berakhirnya Orientasi Santri Baru (Osabar) 2023.

(Penampilan Paduan Suara santri Idadiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Penutupan OSABAR 2023 di Aula 1 pesantren)

Ustaz A. Jazim, ketua pelaksana, dalam sambutannya menyampaikan ada beberapa santri baru yang menangis saat mengikuti OSABAR 2023. Pelbagai alasan menjadi faktor, mulai dari belum terbiasa, dan jauh dari keluarga. “Nanti akan terbiasa juga, semoga mereka betah di pesantren,” ujarnya.

Di penghujung penutupan itu, K.H. Najiburrahman Wahid, Wakil I Kepala PP Nurul Jadid menuturkan bahwa kesuksesan di dunia akan berlanjut di akhirat. Maka dari itu, beliau mengingatkan untuk menata niat dan mempersiapkan bekal, khususnya ilmu agama dan lainnya.

“santri baru mondok harus menata niat dengan baik, niat paling baik bagi penuntut ilmu adalah mencari ridho Allah SWT ,” dawuhnya.

Kiai Najib yang juga pengurus PWNU Jatim itu menerangkan beberapa hal penting selama mencari ilmu di pesantren. Niatkan mencari ilmu di pesantren untuk menghilangkan kebodohan dalam rangka mengetahui apa yang menjadi kewajiban dan larangan dalam Islam.

(Pimpinan dan pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid pada acara Penutupan OSABAR 2023 di Aula 1 pesantren)

Lebih lanjut, kiai Najib menekankan bahwa mondok itu untuk melestarikan ajaran Islam dan jika segala ikhtiar baik yang dilakukan oleh santri selama di pesantren untuk meraih ridho Allah SWT, sesungguhnya hal itu adalah termasuk perjuangan atau jihad di jalan Allah.

Istiqomah berdoa serta mendekatkan diri kepada Allah SWT, menjadi hal penting dilakukan. Di akhir tausyiahnya, Kiai Najib berharap santri baru untuk tetap bersemangat. “Bukan hanya ketika OSABAR. Akan tetapi untuk seterusnya,” harap beliau ketika sambutan sekaligus secara resmi menutup kegiatan OSABAR 2023.

Link Video Closing Ceremony OSABAR 2023 : https://www.youtube.com/watch?v=yXXRjl94794&t=250s

 

(Humas Infokom)