Pos

Paskibraka Santri Jajal Fisik di Pantai: Membangun Semangat Kepemimpinan dan Kolaborasi

nuruljadid.net – Menuju hari-H upacara peringatan HUT ke-78 Republik Indonesia, para paskibraka santri putra Pondok Pesantren Nurul Jadid dari berbagai lembaga pendidikan di Pantai Grinting dusun Karang Anom, desa Karanganyar, kecamatan Paiton mengadakan latihan fisik yang bertujuan untuk membangun semangat kepemimpinan dan kolaborasi serta chemistry di antara para peserta.

Sore itu Jum’at (04/08/2023), pantai favorit santri Nurul Jadid, Grinting, dipenuhi semangat kebangsaan dari para paskibraka santri yang terlihat antusias menjalani serangkaian latihan fisik yang penuh tantangan. Lebih dari 80 peserta pilihan dari berbagai daerah di Nusantara berkumpul untuk mengikuti kegiatan yang dipandu langsung oleh Letnan Kolonel (Letkol) Caj. H. Ibnu Adam, M.M guna memupuk semangat persatuan dan kesatuan.

Para peserta Paskibraka Santri Putra saat tengah mendapatkan instruksi dari pelatih Letkol Ibnu Adam di tepi pantai Grinting

Kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB dengan pemanasan dan latihan baris-berbaris di halaman SMA Nurul Jadid. Pemanasan dengan berlari kecil ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antar peserta. Usai pemanasan, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan memulai keberangkatan menuju pantai dengan formasi paskibraka.

Setibanya di Pantai Grinting, peserta mengikuti serangkaian kegiatan fisik lainnya yang menantang. Salah satu yang menonjol adalah sprint atau lari cepat dalam jarak pendek. Di mana peserta harus mencapai titik finish yang ditandai dengan bendera dalam kurun waktu sesingkat-singkatnya. Kegiatan ini menguji kemampuan para peserta dalam kecepatan, ketahanan dan cara mengatasi hambatan dengan manajemen diri.

Para peserta Paskibraka Santri Putra saat melakukan latihan fisik sprint di tepi pantai Grinting

Letkol Adam, pelatih jebolan Magelang sekaligus dosen di Universitas Nurul Jadid itu sejak awal melatih dan mendampingi mereka, menyatakan, “Kegiatan seperti ini sangat penting dalam membangun karakter dan semangat kebangsaan para santri. Mereka belajar untuk bekerja sama, mengatasi tantangan, dan mengambil peran sebagai pemimpin di masa depan,” tegasnya.

Selain itu, para paskibraka juga diminta untuk bersama-sama usai membaca doa mandi di air laut yang sore itu kondisinya sedang surut sehingga sangat aman, tentunya tetap di bawah pengawasan pelatih dan pembina dari Resimen Mahasiswa Universitas Nurul Jadid. Para peserta nampak sangat senang dan antusias mengikuti serangakain kegiatan fisik tersebut. Kebanyakan dari mereka bersorak gembira sambil berlari menuju air laut.

Para peserta Paskibraka Santri putra saat makan tabhek bersama usai menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan latihan fisik

Kebersamaan mereka semakin erat saat melakukan giat makan bersama nasi tabhek yang menjadi ciri khas pesantren. Dengan hidangan nasi dan lauk seadanya mereka berjejer rapi berbaris di tepi sajian beralaskan plastik tersebut. Sederhana namun syarat akan makna yaitu kesederhanaan dalam kebersamaan. Selesai membaca doa bersama yang dipimpin langsung oleh Letkol Adam, sejurus kemudian para peserta langsung menyantap makanan di hadapan mereka dengan lahap.

Kegiatan latihan fisik ini diharapkan tidak hanya memperkuat semangat persatuan di kalangan paskibraka santri, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda Indonesia khususnya dari kalangan santri. “Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan nilai-nilai kebangsaan dan menginspirasi generasi setelah kami,” ujar Rafi anggota pengibar bendera.

(Humas Infokom)

Neng Imaz on Women’s Talk: Jangan Insecure, Perempuan Harus Punya Konsep Diri Positif dan Keberhargaan Diri

nuruljadid.net – Perempuan, sama seperti siapapun, seharusnya memiliki konsep diri yang positif dan keberhargaan diri yang kuat. Ini penting karena memiliki dampak besar pada kesejahteraan fisik, emosional, dan sosial mereka. Sebagaimana dipaparkan secara gamblang oleh neng Imaz pada event Women’s Talk yang dimoderatori langsung oleh cucuk Kiai Haji Hasan Abdul Wafi pengarang Sholawat Nahdliyah Neng Viki.

Dengan mengusung tema “problematika muslimah kekinian” dibahas secara menarik dan menggelitik para perempuan yang kerap merasa insecure dan tidak sedikit termakan oleh standar kecantikan di media sosial yang acapkali berseliweran dan meracuni pola pikir perempuan itu sendiri. Neng Imaz dengan santai namun santun menyampaikan urgensitas seorang perempuan memiliki konsep positif dan keberhargaan diri.

“inilah yang bahaya, makanya kenapa perempuan itu harus punya konsep diri positif pertama, harus punya rasa keberhargaan diri yang tinggi, dia tidak boleh insecure,” ungkap beliau di hadapan ribuan santri termasuk para neng dan nyai Nurul Jadid.

Paparan menyoal Perempuan itu juga mengupas tentang bagaimana dua konsep itu dibangun melalui pola pengasuhan yang baik dari kedua orang tua khususnya dari sosok seorang ayah.

“ini kita harus membangun dari rumah, dari bagaimana orang tua kita mendidik kita, terutama peran seorang ayah, maka penting sekali peran pengasuhan untuk membentuk konsep diri yang positif dan keberhargaan diri yang tinggi bagi seorang perempuan,”

“karena ketika seorang perempuan itu tau dirinya berharga dia tidak akan sembarangan mau diajak pergi oleh laki-laki. Mau nikah aja pilih-pilih dulu”

Konsep diri yang positif dan keberhargaan diri ini akan berimbas kepada banyak lini dalam kehidupan seorang Perempuan Muslimah yang tentunya akan mampu meningkatkan kualitas hidup (quality of life) diantaranya:

Kesejahteraan Emosional

Konsep diri positif membantu perempuan merasa lebih bahagia, percaya diri, dan memiliki hubungan yang lebih sehat dengan diri mereka sendiri. Ketika seseorang merasa percaya diri dan menerima diri sendiri apa adanya, mereka cenderung memiliki kecenderungan untuk mengatasi stres dan tekanan dengan lebih baik.

Kesehatan Mental
Konsep diri yang positif dapat membantu mencegah masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Saat seseorang merasa berharga dan memiliki pandangan positif tentang diri mereka sendiri, mereka cenderung lebih optimis dan memiliki ketahanan mental yang lebih baik dalam menghadapi tantangan hidup.

Hubungan yang Sehat

Keberhargaan diri yang kuat membantu perempuan dalam memilih hubungan yang sehat dan bermakna. Mereka cenderung tidak akan mentolerir perilaku yang merendahkan diri atau merugikan dalam hubungan. Ini dapat membantu mencegah terjebak dalam hubungan yang tidak sehat atau beracun.

Pencapaian Pribadi dan Profesional

Konsep diri positif dapat memberikan motivasi bagi perempuan untuk mengejar tujuan pribadi dan profesional. Ketika seseorang merasa yakin dengan kemampuan dan potensinya, mereka lebih cenderung untuk mengambil risiko yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan.

Kemajuan Generasi Mendatang

Sikap dan pandangan perempuan tentang diri mereka sendiri akan memberikan pengaruh besar pada anak-anak perempuan yang akan datang. Konsep diri yang positif dan keberhargaan diri yang ditunjukkan oleh perempuan saat ini dapat membentuk pola pikir anak-anak perempuan di masa depan, memberikan contoh tentang pentingnya mencintai dan merawat diri sendiri.

Pemberdayaan

Konsep diri yang positif dapat memberikan perempuan rasa pemberdayaan untuk berbicara dan berpartisipasi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk politik, bisnis, pendidikan, dan budaya. Ketika seseorang merasa memiliki nilai dan suara yang penting, mereka lebih mungkin untuk berkontribusi secara aktif dalam masyarakat.

Singkatnya, memiliki konsep diri positif dan keberhargaan diri bukan hanya menguntungkan perempuan secara pribadi, tetapi juga berdampak pada lingkungan sekitar mereka dan masyarakat secara keseluruhan. Ini adalah langkah penting menuju pemberdayaan dan kesetaraan gender di kalangan pesantren dan Muslimah yang lebih baik.

Tonton full video : https://www.youtube.com/watch?v=Ov2OPUs5mE4&t=203s

(Humas Infokom)

BKOSS Nurul Jadid Sambut HUT ke-78 RI dengan Asah Bakat Santri Lewat Kompetisi Futsal Tournament

nuruljadid.net – Bidang Koordinasi Olahraga dan Seni Santri (BKOSS) Pondok Pesantren Nurul Jadid sambut HUT ke-78 Republik Indonesia dengan kompetisi Futsal Tournament antar daerah. Di bawah kepemimpinan KH. Makki Maimun Wafi, BKOSS Nurul Jadid menjadi salah satu primadona santri. Pasalnya mayoritas santri gemar olahraga dan kesenian hingga tak heran jika kegiatan olahraga juga seni menjadi idaman para santri untuk hiburan dan pelepas kejenuhan dari padatnya kegiatan pesantren.

(Keseruan turnamen futsal santri oleh Bidang Koordinasi Olahraga dan Seni Santri (BKOSS) di halaman SMA Nurul Jadid)

Futsal tournament ini juga bertujuan meningkatkan semangat kompetitif dan jiwa sportifitas antar santri yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid, BKOSS bekerjasama dengan pengurus setiap daerah mempersiapkan santrinya untuk berpartisipasi dan menyukseskan turnamen bergengsi ini. Kegiatan yang dihelat sejak bulan lalu ini (17/07/2023) dilaksanakan di halaman SMA Nurul Jadid putra.

Sebanyak kurang lebih 20 club futsal turut bertanding dalam kompetisi yang menggunakan sistem kompetisi penuh (liga) yang tengah dimulai sejak bulan lalu hingga senin malam kemarin (14/8/2023) dan kemungkinan akan berakhir usai 17 Agustus 2023. Masing-masing club tersebut terdiri dari gabungan santri tingkat SLTP dan SLTA.

(Keseruan turnamen futsal santri oleh Bidang Koordinasi Olahraga dan Seni Santri (BKOSS) di halaman SMA Nurul Jadid)

Di sela kegiatan Selasa kemarin (14/08/2023), salah satu santri Nurul Jadid asal Gorontalo Royan Mamangkay menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat positif dan menghibur. Santri yang tinggal di Bone Raya itu merasa senang dan kerasan di pesantren karena banyak kegiatan yang dapat menghilangkan kejenuhan dan rasa rindu kepada kedua orang tua.

Sementara itu, Khofifuddin salah satu pengurus BKOSS menyampaikan tujuan turnamen ini diantaranya sebagai wadah hiburan bagi santri agar betah tinggal di pondok dan juga diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit pemain terbaik khususnya futsal. “Selain Liga Futsal, kami juga ke depan mengadakan lomba lain seperti sepak bola, dan festival banjari santri,” ujar Khofi.

(Keseruan turnamen futsal santri oleh Bidang Koordinasi Olahraga dan Seni Santri (BKOSS) di halaman SMA Nurul Jadid)

Kiai Maimun Wafi menambahkan, “Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi hiburan bagi santri di sela-sela padatnya rutinitas yang mungkin membuat mereka jenuh dan tidak kerasan tinggal di pondok pesantren khususnya bagi santri baru,” tutup kiai Maimun kepada Nurul Jadid Media.

 

 

(Humas Infokom)

Abang Mi’ing dan Abah Qomar Edukasi Santri Lewat Komedi Menjadi Pemimpin Negeri

nuruljadid.net – Kamis, 03 Agustus 2023 anggota komisi X DPR RI periode 2009-2014 bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam program sapa santri di Aula 1 pesantren. Pasalnya, mereka telah mengambil langkah inovatif dalam upaya mendidik dan membentuk calon pemimpin masa depan Indonesia dengan cara unik melalui komedi.

Dua dari tiga belas jumlah rombongan eks komisi X DPR RI, abang Mi’ing nama panggung dari Tubagus Dedi Suwendi Gumelar dan abah Qomar memadukan pendidikan dan hiburan sebagai media edukasi santri. Pendekatan ini bertujuan untuk menginspirasi dan membekali santri dengan keterampilan kepemimpinan melalui cara yang unik dan menarik.

Inspirasi dari Komedi:

Metode ini terinspirasi oleh pengalaman sukses mereka sejak terjun di dunia seni, di mana pendekatan edukasi yang inklusif dan menghibur telah terbukti lebih efektif dalam menyampaikan pesan kepada audiens. Abang Mi’ing dan abah Qomar dari eks Komisi X DPR RI memutuskan menggunakan komedi dalam rangka mendukung perkembangan santri sebagai pemimpin masa depan yang berintegritas, berpikiran terbuka, dan memiliki keterampilan interpersonal yang baik.

Abang Mi’ing dan Abah Qomar Edukasi Santri Lewat Komedi Menjadi Pemimpin Negeri

Komedi sebagai Medium Pendidikan:

Dalam program sapa santri tersebut, para santri mengikuti dan menyimak dengan seksama penyampaian dan pesan moral yang dibawakan menggunakan elemen-elemen komedi layaknya stand-up comedy. Permainan kata-kata yang saling sahut-sahutan berhasil mengundang tawa para santri dan audiens yang hadir. Abang Mi’ing dan abah Qomar menjelaskan konsep kepemimpinan, etika, manajemen waktu, dan berbagai keterampilan sosial lainnya. Bahwa santri hari ini adalah pemimpin negeri di masa yang akan datang.

Penguatan Kreativitas dan Percaya Diri:

Pendekatan edukasi lewat komedi ini bertujuan untuk memperkuat kreativitas dan percaya diri para santri, serta mengajarkan mereka bagaimana berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif. Dengan melibatkan santri dalam kegiatan yang bersifat komikal dan menghibur, diharapkan bahwa mereka akan lebih terbuka terhadap pembelajaran dan lebih siap menghadapi tantangan dunia nyata.

Transformasi Karakter:

Program ini juga memiliki fokus kuat pada pembentukan karakter. Melalui situasi komikal dan cerita lucu, para santri secara tidak langsung diajarkan nilai-nilai kepemimpinan yang mencakup integritas, tanggung jawab, kerja sama, dan empati. Dengan demikian, mereka tidak hanya belajar keterampilan praktis, tetapi juga membangun fondasi moral yang kuat sebagai calon pemimpin bangsa.

Melalui pendekatan edukasi yang kreatif ini, abang Mi’ing dan abah Qomar memberikan contoh inspiratif tentang bagaimana pendidikan dan penyampaian pesan dapat disajikan dengan cara yang menyenangkan dan berdampak. Diharapkan, generasi santri khususnya santri Pondok Pesantren Nurul Jadid akan mampu mengemban tanggung jawab kepemimpinan dengan visi, integritas, dan semangat yang tinggi.

 

(Humas Infokom)

Raih Juara Umum Se-Jawa Bali, PBDNJ Borong Piala di Kejuaraan Pencak Silat Banyuwangi

nuruljadid.net – Sejumlah atlet Perguruan Bela Diri Nurul Jadid (PBDNJ) kembali sukses meraih Juara Umum untuk kesekian kalinya. Pada kesempatan ini, mereka mengikuti Kejuaraan Pancak Silat yang digelar di IAI Ibrahimy Genteng, Banyuwangi.

Ketua Umum PBDNJ Gus Shollahudin Wahid mengucapkan rasa syukurnya atas kemenangan yang diraih para atlet PBDNJ sehingga bisa meraih Juara Umum. Hal ini merupakan hasil dari bentuk ikhtiar dan keistiqomahan para atlet dalam berlatih mempersiapkan mental dan fisik sebelum bertanding.

(Ucapan selamat kepada tim PBDNJ yang berhasil mengharumkan almamater oleh ketua umum Gus Shalahuddin Wahid)

Menurut keterangan dari salah satu pelatih PBDNJ, para atlit yang telah dipilih itu diwajibkan untuk mengikuti pembinaan secara khusus dan intensif selama satu bulan sebelum mengikuti perlombaan. Dalam masa itu, mereka digembleng dan diperhatikan betul mulai dari kebugaran fisik, hingga mental mereka agar terus terjaga dan tidak sakit sebelum bertanding.

Kegiatan tersebut diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut sejak tanggal 28-30 Juli 2023. PBDNJ menurunkan 27 pesilatnya dalam kejuaraan ini. Hingga berhasil memborong piala, emas, perak dan perunggu.

(Potret Kebahagiaan tim PBDNJ disaat berhasil dinobatkan sebagai Juara Umum dalam Even Pancak Silat Pagar Nusa se Jawa Bali di Genteng Banyuwangi)

Ustaz Akil berpesan agar selalu istiqomah dalam berproses. “Jangan pernah mengharap hasil, tapi tetaplah berproses agar kau berhasil,” ungkapnya kepada tim Nurul Jadid Media.

Berikut nama-nama pemenang dalam kejuaraan Piala Rektor III IAI Ibrahimy Banyuwangi :

  1. M.Khoiril Widad juara 1 A pra remaja (SMPNJ)
  2. Ahmad Zaini juara 1 B pra remaja (SMPNJ)
  3. Gey Sandi A juara 1 C pra remaja (MTsNJ)
  4. Akbaruddin Holqi A juara 2D pra remaja (SMPNJ)
  5. Bangga putra M juara 3 E pra remaja (SMPNJ)
  6. Prayogi Firmansyah juara 2 B remaja (MANJ)
  7. Riski Romadoni juara 1 C remaja (MTsNJ)
  8. M. Ubaidillah juara 1 & pesilat terbaik D remaja (MANJ)
  9. Dimas Maulana S juara 2 E remaja (SMANJ)
  10. Nabil Rasiqin R E juara 3 remaja (SMANJ)
  11. Aditya Rizki a.s juara 1 B remaja (MAN 1 Probolinggo)
  12. Sulton Unuja juara 2 A dewasa (Universitas Nurul Jadid)
  13. Ridhwan Fadilah Unuja juara 2 B dewasa (Universitas Nurul Jadid)
  14. Mahbubillah juara 2 D dewasa (Universitas Nurul Jadid)

 

(Humas Infokom)

Khidmat, Kiai Ahmad Madarik Resmikan Program Baru Asrama PPIQ

nuruljadid.net – Direktur Asrama Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) Kyai Ahmad Madarik, S.E, resmikan program baru yang diberi nama “Kader Muallim Qur’an” (KMQ) pada hari Minggu (30/07/2023) siang. Peresmian tersebut berlangsung di Aula Mini Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Turut hadir dalam acara KH. Imdad Rabbani selaku Kepala Biro Pendidikan, Ustadz H. Rusdi Aziz sebagai wakil direktur PPIQ, Ustadz Alif Hidayatullah selaku Sekretaris Biro Kepesantrenan, Pengurus PPIQ dan wali santri dari peserta yang mengikuti program KMQ.

Program KMQ ini merupakan program baru yang diadakan oleh PPIQ bekerjasama dengan Biro Kepesantrenan. Tujuan dari program ini untuk mencetak santri yang bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, fashih, berbahasa arab dan membaca kitab dasar.

Dalam sambutannya, Direktur PPIQ Kyai Ahmad Madarik menjelaskan Program KMQ. Mulai dari tujuan, kegiatan harian, kitab kajian, hingga harapan kedepannya. Dimana Program KMQ wajib diikuti oleh peserta didik selama 4 tahun. Dua tahun digunakan untuk pembelajaran, sedangkan dua tahun sisanya digunakan untuk masa pengabdian dan pembinaan kitab lanjutan dengan mengkaji kitab klasik seperti kitab safina, akidatul awwam, tasirul khallaq, haqqut tilawah dan lain sebagainya. Sementara itu, untuk pembinaan Al-Qur’an, KMQ mengadopsi sistem pembelajaran yang dipakai di Pesantren Ilmu Quran (PIQ) Singosari Malang, yakni metode Jibril.

Direktur juga turut memohonkan dukungan kepada walisantri agar putranya tidak sering pulang, agar pembelajaran dan pembinaan di KMQ bisa berjalan dengan semaksimal mungkin.

“Juga mohon dukungannya dari panjenengan agar putranya tidak sering pulang. Pulang cukup hanya ketika libur pesantren saja. Kecuali darurat atau ada keperluan mendesak yang tidak bisa ditinggal,” pinta beliau.

Kemudian, beliau menyampaikan harapan kedepannya dari pembinaan KMQ.

“Harapannya selain mereka mendapatkan ilmu, mereka juga akan mendapakan pengalaman. Minimal pengalaman mengajar,” tutur beliau.

(Kyai Ahmad Madarik selaku Direktur PPIQ ketika melakukan proses penandatanganan pakta integritas bersama wali santri dan peserta didik KMQ)

Acara berlanjut dengan sesi dialog antara walisantri. Setelah itu, dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas oleh walisantri sebagai perjanjian sekaligus izin dari walisantri untuk merestui putranya mengikuti program KMQ tersebut selama empat tahun kedepan.

Ditengah-tengah acara, terdapat Demonstrasi Penampilan dari peserta didik KMQ. Mereka menampilkan hasil dari proses pembelajaran di KMQ yang telah berlangsung selama dua bulan. Diawali dengan membaca Al-Qur’an menggunakan dua nada yang berbeda. Selanjutnya ditampilkan pula percakapan santri menggunakan bahasa Arab beserta translatenya ke dalam bahasa Indonesia.

Acara berakhir dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Alif Hidayatullah.

 

(Humas Infokom)

Antara News : Ponpes Nurul Jadid Kiblat Peradaban Indonesia Tahun 2045

nuruljadid.net – 22 tahun dari sekarang, kita akan menyaksikan momentum bersejarah, sebab Indonesia genap berusia 100 tahun atau satu abad. Berangkat dari hal ini yang menjadi salah satu alasan munculnya ide, wacana, dan gagasan Generasi Emas 2045.

Mewujudkan Indonesia Emas 2045 merupakan langkah permerintah dalam membangun Indonesia agar kelak menjadi megatrend dunia yang semakin syarat akan persaingan super ketat.

Dalam mewujudkan hal tersebut, Pemerintah membangun pilar Visi Indonesia 2045 sebagai bahan acuan untuk memanifestasikan cita-cita bangsa demi Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, sebagai pedoman setiap langkah pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan. Pencapaian impian dan visi Indonesia 2045 dibangun dengan 4 pilar berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar berbangsa, bernegara dan konstitusi.

Keempat Pilar Visi Indonesia 2045 itu adalah pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan serta pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola kepemerintahan.

Tujuan dari empat pilar Indonesia itu adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, serta keadilan sosial.

Mimpi besar itu akan berekses pada lembaga pendidikan pesantren. Sebab itu, Pesantren idealnya tak cukup hanya mempertahankan tradisi-tradisi kepesantrenan. Pesantren harus bergerak lebih maju dalam menyambut tantangan arus globalisasi.

Pesantren tidak boleh alergi dengan kemajuan teknologi yang makin hari kian berkembang. Arus perubahan teknologi yang begitu cepat ini, berharap agar pesantren mampu beradaptasi dan merangkulnya.

Lembaga pendidikan Islam seperti pesantren jika hanya berkutat pada budaya-budaya yang “dipandang” sebagai budaya paten dan menutup diri dengan budaya baru, tidak menutup kemungkinan akan mengalami hambatan-hambatan dalam mewujudkan pendidikan bermutu (quality education) untuk menciptakan sumber daya manusia yang baik.

Salah satu pesantren yang tidak menjadikan arus perkembangan teknologi sebagai momok bagi karakter pesantren adalah Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Pesantren ini memiliki nilai-nilai ideologis yang telah mengakar pada sistem pendidikan, pengaderan, dan aktivitas keseharian santri.

Idiom ini telah terpopulerkan melalui trilogi dan panca kesadaran santri Pondok Pesantren Nurul Jadid. Ruh ini pun yang menjadi spirit KH. Zaini Mun’im saat mendirikan pesantren. Kiai Zaini tahu bahwa akan ada perkembangan zaman yang kelak harus disambut oleh pesantren.

Penyambutan itu harus dilandasi dengan karakter pesantren yaitu, ilmu. Sebab peradaban ilmu telah mengakar di dunia pesantren. Ilmu adalah satu-satunya sarana untuk melanggengkan visi-misi pesantren dalam berbagai kondisi dan tempat yang berbeda-beda.

(Santri Nurul Jadid pengibar bendera merah putih saat upacara peringatan Hari Santri Nasional)

Internalisasi spirit nilai Kiai Zaini terjewantahkan melalui prinsip pesantren yang dikenal dengan trilogi dan panca kesadaran santri.

Lahirnya prinsip ini tak lepas dari bacaan Kiai Zaini berkait perkembangan dunia, termasuk Indonesia. Menurut pengasuh Ponpes Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini, hakikat santri adalah Islam Nusantara. Santri adalah kiblat keislaman yang damai, ramah, sejuk, dan pemersatu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bahkan di antara sesama manusia.

Pesan itu menggambarkan betapa progresifnya pemikiran Kiai Zuhri dalam membaca dunia. Berbicara Islam tak hanya berkutat pada wacana keagamaan. Lebih dari itu, agama yang “dinahkodai” oleh Nabi Muhammad ini membincang seluruh aspek pengetahuan. Sebagai ajaran ilahi, Islam terus mentransformasikan nilai-nilai progresivitas menyambut kedatangan arus perubahan yang sangat cepat.

Kiai Zaini sadar, pesantren sebagai satu-satunya lembaga pendidikan tertua di negeri kita merupakan benteng yang tangguh untuk adaptif terhadap kondisi apapun.

Tetobosan-terobosan Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam menyambut tahun 2045 telah dibunyikan melalui Program Induk Pesantren (PIP) 20 tahun jauh ke depan sebagai blueprint arah pengembangan pesantren.

Pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia tengah mendapatkan perhatian sangat serius dibuktikan dengan pelatihan dan pengembangan dengan berbagai kursus dan workshop. Pemasaran teknologi pun juga dikenalkan ke kalangan masyarakat pesantren, dengan disediakannya asrama jurusan teknologi yang terintegrasi dengan pendidikan formal.

Pondok Pesantren Nurul Jadid juga berkomitmen membangun ekonomi keummatan melalui alumninya yang terhimpun dalam wadah organisasi Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ). Pengembangan dan peningkatan ekonomi masyarakat merupakan salah satu gerakan yang terus diimpi-impikan, dan menjadi cita-cita luhur pesantren yang lokasinya terletak tidak jauh dari masyarakat nelayan ini.

Tentu spirit untuk mencetak generasi emas telah terbumikan melalui program-program yang ada di satuan kerja pesantren saat ini. Dengan itu, selayaknya Pondok Pesantren Nurul Jadid dinobatkan menjadi kiblat peradaban menyambut Indonesia Emas 2045.

 

Sumber : https://jatim.antaranews.com/berita/719733/ponpes-nurul-jadid-kiblat-peradaban-indonesia-tahun-2045

Laziskaf Az-Zainiyah Nurul Jadid Berbagi Kebahagiaan Pada Muharram Ceria Bersama Anak Yatim

nuruljadid.net – Laziskaf Az-Zainiyah Nurul Jadid memperingati 10 Muharram 1445 H dengan berbagi kebahagiaan bersama anak yatim. Mengusung Muharram Ceria, Laziskaf Az-Zainiyah memberi paket santunan kepada 112 anak yatim. Pembagian dilakukan pada tiga titik di wilayah kabupaten Probolinggo khususnya sekitar Pondok Pesantren Nurul Jadid (29/07/2023).

Kepala Laziskaf Az-Zainiyah KH. Fahmi AHZ menyampaikan bahwa santunan ini merupakan bagian kecil yang bisa pesantren kontribusikan kepada masyarakat khususnya anak yatim.

“Kami sangat bersyukur bisa berbagi bersama anak Yatim di bulan Muharram ini. Kegiatan ini rutin kami lakukan sebagai salah satu program Laziskaf Az-Zainiyah, bentuk kontribusi pesantren kepada masyarakat khususnya di Probolinggo,” tutur beliau saat kru Nurul Jadid Media menggali informasi kepada pengurus yang terlibat. (29/7/2023).

(Kegiatan santunan Muharram Cerita bersama Anak Yatim desa Karanganyar di eNJe Mart)

Perwakilan Laziskaf Az-Zainiyah Sholihin mengatakan, ada 3 titik pembagian santunan di wilayah Probolinggo. “Kami (pengurus Laziskaf Az-Zainiyah) melakukan kunjungan untuk santunan di 3 titik yang ditentukan. Alhamdulillah kami berkesempatan untuk memberikan secara langsung santunan ini,” ujarnya.

Sholihin berharap santunan ini bermanfaat bagi para mustahiq. “Apa yang kami berikan hanya sedikit dan mungkin tidak ada artinya, ini hanya bentuk rasa syukur kami yang diamanahi untuk berbagi kebahagiaan di bulan Muharram Ceria ini kepada adik-adik, semoga bisa diterima dengan baik dan juga bermanfaat,” imbuhnya.

Ia pun meminta doa kepada para anak yatim agar keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid khususnya Laziskaf Az-Zainiyah selalu diberikan kekuatan dan pertolongan dari Allah SWT dalam menjalankan amanah sehingga bisa istiqomah dalam menebar kebahagiaan kepada pihak yang membutuhkan.

(Kegiatan santunan Muharram Cerita bersama Anak Yatim di lembaga pendidikan Al-Ihsan)

Selain itu, Laziskaf Az-Zainiyah juga ikut serta dalam kegiatan santunan dengan lembaga mitra, diantaranya dengan lembaga pendidikan Al-Ihsan Jabung Candi sejumlah 35 anak yatim (28/07/2023) yang menjadi titik awal program.

Keesokan harinya, kegiatan Muharram Ceria dilaksanakan di dua tempat, eNJe Mart sebanyak 51 anak yatim yang bermukim di desa Karanganyar atau sekitar Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kemdian, dilanjut kegiatan santunan pada titik ketiga bersama SMPN 1 Gending dengan jumlah 28 anak yatim.

(Kegiatan santunan Muharram Cerita bersama Anak Yatim di SMPN 1 Gending)

Sholihin menceritakan bahwa kegiatan Muharram Ceria ini berjalan sukses dan lancar, selain untuk berbagi kebahagiaan juga sebagai salah satu amalan utama di bulan suci Muharram 1445 H. “Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan sukses dan lancar”.

 

 

(Humas Infokom)

Lebih 1 Juta Views! eNJe Picture Rilis 2 Video Musik Ceritakan Perjuangan Santri

nuruljadid.net – eNJe Picture membuktikan eksistensinya terus produktif dengan kembali merilis sebuah karya. Kali ini, tim Multimedia Pondok Pesantren Nurul Jadid yang berdiri sejak 2018 itu merilis dua video musik berjudul N.J.O.Y dan Menembus Matahari. Dua lagu ini sendiri merupakan Official Sound Track (OST) pada kegiatan Orientasi Santri Baru (OSABAR) 2023 bulan lalu. Hadirnya video musik N.J.O.Y dan Menembus Matahari tak lepas dari kerjasama banyak pihak.

Lagu N.J.O.Y ini diadopsi dari Dreamers yang dibawakan oleh Jung Kook sebagai salah satu soundtrack FIFA World Cup Qatar 2022, sedangkan Menembus Matahari terinspirasi dari lagu Anggi Marito Tak Segampang Itu. Dari kedua lagu tersebut tim eNJe Picture menciptakan lirik sendiri menyesuaikan kehidupan santri.

Tim eNJe Picture sebagai tim videografi diketuai oleh Ach. Faqihatus Sholeh, vocal putra diisi oleh Dirga Thama, sedangkan putri diisi oleh tiga santriwati Cindy, Catrin, Lexya. Tak kalah penting, musik pengiringnya diaransemen oleh Dimas Al-Jawad, sedangkan Zukhruf Zidane berperan sebagai DOP dan Adlan Adriansyah sebagai video editor.

Bagian lirik dikarang dan ditulis oleh tim eNJe Picture sendiri yang diilhami dari pengalaman mondok sembari mengaji dan mengabdi di pesantren. Selain itu, ada panitia OSABAR dan santri Nurul Jadid yang didapuk sebagai pemeran dalam video musik N.J.O.Y dan Menembus Matahari.

(Tampilan tangkap layar video musik karya eNJe Picture di kanal YouTube resmi Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton)

Dari infomasi yang terhimpun, dikatakan bahwa music video N.J.O.Y dan Menembus Matahari punya makna yang begitu dalam. Dalam perjalanan hidup di pesantren, santri harus memiliki jiwa pengabdian yang tinggi dan kemauan belajar yang kuat serta terus berupaya untuk memperbaiki akhlak terutama kepada guru yang dewasa ini kian terkikis bahkan hilang karena kecerdasan dan merasa pintar yang keblablasan.

“Video musik N.J.O.Y dan Menembus Matahari adalah sebuah gambaran kecil dari jutaan bahkan miliaran gambar lainnya di dunia pesantren. Gambaran ketika santri tidak selalu bisa memilih untuk bertemu dengan orang tua, bertukar rasa, terikat, terpisah dengan apa dan siapa yang mereka cinta,” tulis tim eNJe Picture.

1. Dapat Dinikmati Lewat YouTube

Video musik N.J.O.Y dan Menembus Matahari merupakan karya video musik terbaru dari eNJe Picture. Karya ini dapat disimak dan dinikmati di kanal YouTube resmi Pondok Pesantren Nurul Jadid. Di YouTube telah ditonton lebih dari 12 ribu kali, kalah banyak dibandingkan penonton TikTok, hal ini disebabkan tidak sedikit oknum yang mengunduh dan membagikannya di pelbagai medsos dan grup yang mereka punya tanpa menyertakan link resmi video musik ini.

Semoga gambaran N.J.O.Y dan Menembus Matahari dari karya yang melibatkan banyak talenta di dalamnya ini dapat berkenan kepada pemirsa khususnya santri Indonesia yang menyimaknya.

2. Dapat Dinikmati Lewat TikTok

Tidak hanya di kanal YouTube, video musik N.J.O.Y dan Menembus Matahari ini juga diunggah di akun resmi TikTok Pondok Pesantren Nurul Jadid yang sudah berhasil tembus lebih dari 1,5 Juta penonton, 150 ribu lebih disukai dan seribu lebih kometar.

Harapannya karya santri yang sederhana ini dapat didukung oleh semua pihak agar santri terus termotivasi untuk berkarya dengan konten yang positif, Islami dan mengilhami kebaikan bagi para pendengarnya. Salah satu cara sedehana yang bisa dilakukan untuk mendukung karya seni santri adalah dengan SUBSCRIBE – LIKE – COMMENT – SHARE. Semoga menjadi kebaikan bagi semua.

Berikut Link Resmi Karya Video Musik eNJe Picture:

  1. N.J.O.Y Putra on YouTube
  2. N.J.O.Y Putri on YouTube
  3. Menembus Matahari on YouTube
  4. N.J.O.Y Putra on TikTok
  5. N.J.O.Y Putri on TikTok
  6. Menembus Matahari on TikTok

(Humas Infokom)

Sunnah Dengan Yang Mewah, Santri Nurul Jadid Berbuka Menu Spesial Usai Puasa Asyura

nuruljadid.net – Biro Kepesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam rangka menghidupkan bulan mulia Muharram 1445 H, selain melakukan pembiasaan dan pembinaan santri dengan amalan sunnah seperti puasa Tasu’a dan Asyuro juga melakukan istighasah dan pembacaan al-Ikhlas sebanyak 1000 kali (28/07/2023).

Sebagaimana anjuran, umat Islam yang berpuasa di tanggal 10 Muharram atau puasa Asyuro untuk berbuka dengan yang mewah atau menu spesial yang membedakan dari hari biasanya. ‘Mewah’ disini tidak dimaknai berlebihan namun sesuai tuntunan Rasulullah (sederhana namun bermakna). Sunnah inipun menjadi perhatian pengurus Biro Kepesantrenan Bidang II Penataan Wilayah dan Kesejahteraan Santri yang diketuai oleh ustaz Abdul Ghofur Haikal, M.Pd.

Pasalnya para santri diberikan sajian penambah gizi seperti susu sapi asli dari Krucil Probolinggo dan lauk ayam disertai nasi dan sayur. Ini merupakan menu yang cukup mewah bagi santri yang notabene kesehariannya mengonsumsi menu sederhana seperti nasi dengan tahu, tempe, telur dan sayuran.

Kasi Logistik dan Kosmara ustaz Ahmad Darsono Asy’ari, S.Pd. yang didapuk sebagai ketua pelaksana menyampaikan bahwa menu spesial ini selain memang untuk memuliakan 10 Muharram juga merupakan layanan pesantren untuk memberikan yang terbaik kepada santri sesuai kemampuan.

“Kami menyediakan menu spesial ini selain untuk memuliakan 10 Muharram juga berbagi kebahagian dengan sahabat santri yang tinggal jauh dari orang tuanya,” pungkasnya.

“sehingga sunnah yang lain selain makan mewah juga membahagiakan keluarga dan bagi kami pengurus, saat ini sahabat santrilah keluarga yang perlu kami bahagiakan. Semoga kita semua mendapatkan barokah dan pahala keutamaan 10 Muharram,” ungkap ustaz Darsono dengan mata berkaca-kaca, yang kesehariannya memang akrab dengan para santri.

Saat Azan Magrib berkumandang, rasa bahagia dan gembira seolah telah memperoleh kemenangan meliputi seluruh santri yang tengah berkumpul di teras asrama daerah dan wilayah masing-masing. Tampak wajah sumringah dan senyum lebar yang tak dapat disembunyikan terpancar dari setiap santri saat melihat menu spesial di hadapan mereka sambil bersama melafalkan do’a berbuka puasa yang dipandu wali asuh.

Sebagaimana dalam hadist dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda “Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yaitu kegembiraan ketika dia berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya”.

Ada rasa istimewa tersendiri yang dirasakan oleh para santri Pondok Pesantren Nurul Jadid bisa buka bersama pada puasa Asyura khususnya bagi santri baru yang perdana merasakan nuansa berbuka bersama dengan teman barunya.

Tidak berhenti dengan buka bersama, dalam memeriahkan 10 Muharram 1445 H ini, side event yang diinisiasi oleh bidang II Biro Kepesantrenan adalah lomba creative short video tentang keseruan para santri di setiap daerah saat berbuka puasa bersama.

Suksesnya rangkaian kegiatan buka bersama ini juga tidak luput dari partisipasi dan kontribusi semua pihak termasuk support admin bidang II Biro Kepesantrenan yaitu Ikhwan Abdillah, Subhan, Ahmad Ayyubi dan seluruh pengurus wilayah dan masing-masing daerah baik pusat maupun satelit.

 

(Humas Infokom)

10 Muharram, Santri Nurul Jadid Kuatkan Tradisi Amalan Puasa Asyura dan Baca Al-Ikhlas 1000 kali

nuruljadid.net – Bagi umat Islam, bulan Muharram merupakan bulan yang penuh kemuliaan. Bulan ini termasuk dalam empat bulan haram selain Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah. Momentum ini lantas tidak disia-siakan oleh santri Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan memaksimalkan ibadah sunnah secara berjamaah yang dianjurkan seperti puasa Tasu’a kemarin 9 Muharram dan hari ini puasa Asyuro 10 Muharram 1445 H (28/07/2023).

Menurut Al-Qodhi Abu Ya’la, ada dua alasan dan dua makna mengapa Allah SWT menamakannya bulan haram. Pertama, pada bulan itu diharamkan berbagai pembunuhan atau perbuatan keji lainnya.

Kedua, pada bulan ini pula diharamkan melakukan tindakan dan perbuatan haram. Perintah ini lebih ditekankan daripada bulan lainnya karena kemuliaan bulan tersebut. Sebaliknya, pada bulan haram, dianjurkan untuk lebih memperbanyak perbuatan baik dengan melakukan amalan dan ketaatan kepada Allah SWT.

(Santri putra tengah melakukan istighasah dan amalan sunnah 10 Muharram dengan membaca surah Al-Ikhlas 1000 kali di masjid Jami)

Pada bulan Muharram ini, terdapat satu hari yang sangat istimewa yaitu hari kesepuluh Muharram yang biasa disebut hari Asyura. Pada hari Asyura, sangat dianjurkan bagi umat Muslim untuk berpuasa.

Salah satu keutamaan puasa Asyura yang jatuh pada 28 Juli 2023 adalah dihapuskannya dosa-dosa satu tahun yang lalu. Hal ini tentu sangat memotivasi seluruh umat Muslim untuk melaksanakan puasa Asyura dan sangat menyayangkan jika terlewatkan.

Para santri putra dan putri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo tidak ketinggalan juga melaksanakan puasa sunnah 10 Muharram atau puasa Asyura yang setiap tahunnya telah menjadi tradisi turun-temurun yang dianjurkan oleh para kiai dan Muallim ponpes Nurul Jadid.

(Santri putri tengah melakukan istighasah dan amalan sunnah 10 Muharram dengan membaca surah Al-Ikhlas 1000 kali di musala masing-masing wilayah)

Dari 11.000 peserta didik, sekitar 8.000 santri baik putra maupun putri yang bermukim dengan penuh semangat di tengah cuaca panas dan kering melaksanakan puasa Asyura dengan harapan agar dosa-dosa setahun sebelum dan yang akan datang dapat terhapuskan.

Saat diwawancarai, Kepala Bidang I bagian BK/WA dan Pembinaan Santri Biro Kepesantrenan ustaz Rahmat Toyyib, M.Pd.I menjelaskan bahwa anjuran berpuasa pada setiap tanggal 10 Muharram sebagai salah satu bentuk pembelajaran kepada para santri baik putra maupun putri untuk mengenal keutamaan bulan Muharram dan amalan-amalan yang sangat dianjurkan pada bulan tersebut.

“Jadi sejak kemarin kami melakukan pembinaan dan pendampingan puasa Sunnah tasu’a dan Asyura kepada seluruh santri untuk mengenalkan keutamaan bulan Muharram serta amalan yang perlu dilakukan.” Jelas ustaz Rahmat.

“Selain itu, doa dan zikir termasuk membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali bersama dilaksanakan pada pagi hari di Masjid Jami, dilanjutkan sore hari menjelang Maghrib acara buka puasa bersama (bukber) melengkapi ibadah puasa yang sedang yang mereka laksanakan,” imbuhnya.

(santri putri melakukan sholat sunnah berjamaah di musalah wilayah pada 10 Muharram 1445 H)

Tidak berbeda dengan santri putri yang juga melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing yang diawali dengan sholat Dhuha berjamaah di Musala masing-masing. Karena pada bulan Muharram ini umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan kebaikan serta menghindari keburukan.

Amalan 10 Muharram ini merupakan tradisi yang menjadi ruh pesantren dalam melestarikan nilai-nilai luhur keislaman dan kepesantrenan yang harapannya kelak senantiasa diamalkan oleh para santri sepulang ke tengah masyarakat.

Setidaknya ada dua belas amalan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan bertepatan pada hari kesepuluh dari Bulan Muharram, yaitu: 1) Berpuasa, 2) Mandi sunnah, 3) Bersih-bersih semisal memotong kuku, 4) Memakai celak mata, 5) Shalat sunnah, lebih dianjurkan shalat tasbih, 6) Memperbanyak bersedekah, 7) Berupaya memberikan kebahagiaan kepada keluarga, 8) Menjenguk orang sakit, 9) Menyantuni anak Yatim dan mengusap dahinya, 10) Mengunjungi orang-orang shalih, 11) Bersilaturrahim, 12) Membaca surah al-Ikhlas 1. 000 kali.

 

 

(Humas Infokom)

Puluhan Mahasiswa Meriahkan Kedatangan Gubernur Narathiwat Thailand di Bumi Nurul Jadid

nuruljadid.net – Puluhan Mahasiswa Universitas Nurul Jadid sambut kedatangan Gubernur Narathiwat Thailand Mr. Sanan Phongaksorn beserta rombongan pada Selasa (25/07/2023). Mereka berbaris rapi sepanjang jalan dari gerbang utama pesantren sampai menuju depan Kantor Pusat Sekretariat Pesantren.

Tak hanya itu, mereka juga kibarkan bendera merah putih Indonesia dan bendera Thailand sebagai pernak pernik untuk memeriahkan penyambutan. Ketika Gubernur Narathiwat dari Negeri Gajah Putih bersama rombongan itu melewati jalan menuju Aula I, para mahasiswa menyambut dengan teriakan suara selamat datang sembari beberapa dari mereka meniupkan peluit yang salin bersautan.

Pertemuan ini dalam rangka menjalin hubungan silaturrahmi yang baik agar tetap terjaga antara Thailand dengan pihak Kampus Unuja, yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan beragam bentuk kerjasama mulai dari bidang pendidikan, perekonomian dan lainnya. Acara ini dibungkus dengan format Studium Generale dengan mengusung tema yang bertajuk “Bridging The Gap: Managing the Cross Cultural Education in Thailand and Indonesia.

Mahasiswa yang turut menyambut kehadiran tamu dari Thailand ini merupakan gabungan dari beberapa organisasi yang ada di Universitas Nurul Jadid seperti organisasi Resimen Mahasiswa (Menwa) yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban acara, Santri Patriot Panji Pelopor (SP3), Prajamuda Karana (Pramuka) dan beberapa perwakilan dari prodi yang ada di bawah naungan Universitas Nurul Jadid.

Saat tiba di bumi Nurul Jadid, Gubernur Narathiwat beserta rombongan langsung disambut oleh Rektor dan para Dosen Universitas Nurul Jadid (Unuja). Selanjutnya, Rektor Unuja KH. Abdul Hamid Wahid sematkan kalung bunga melati kepada Gubernur Sanan Phongaksorn, Bupati Kabupaten Range Vimutti Amnukmanee dan Kadin Pendidikan Swasta Praphat Rattanaarun.

Selain itu, Gubernur dan rombongan juga disambut oleh Grub Hadrah banjari Muhibbus Sholawah sebagai salah satu bentuk ciri khas budaya yang ada di lingkungan pesantren. Mereka sangat antusias dalam melantunkan sholawat dengan suara merdu khas banjari.

Untuk membantu penjagaan keamanan, selain dikoordinir Petugas Keamanan dan Ketertiban Pesantren, acara ini juga turut dibantu oleh Tim Barisan Anshor Serbaguna (Banser) yang melakukan pengamanan di sekitar kampus dan area acara.

 

(Humas Infokom)

STAI Nurul Abror Arrobbaniyyin Banyuwangi Ngaji Pengelolaan Media ke Nurul Jadid

nuruljadid.net – Rombongan mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Abror Arrobbaniyyin Banyuwangi berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo untuk ngaji pengelolaan media selama tiga hari sejak tanggal 19 sampai dengan 21 Juli 2023 (22/07/2023).

Wakil sekretaris pesantren Nyai Muthmainnah Waqid beserta jajaran pengurus pesantren putri lainnya menyambut hangat kedatangan rombongan 34 mahasiswi dan pendamping STAI NAA ini yang diserahkan langsung oleh Nyai Rohmah Zuhri yang juga merupakan putri kandung dari pengasuh Ponpes Nurul Jadid.

(Potrait saat foto bersama usai pelatihan live broadcast bersama tim multimedia Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton)

Salah satu dosen pendamping ustaz Ahmad Rifai, menyampaikan, bahwa kunjungan ini bertujuan untuk ngaji pengelolaan media yang berangkat dari prestasi-prestasi yang sudah diraih oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid di kancah nasional terutama di bidang pengelolaan media dan creative content.

“sehingga pihak kami ingin sekali belajar langsung untuk lebih tahu banyak ilmu mengelola media dan konten informasi publik dalam kemasan digital,” ungkapnya

(Suasana workshop fotografi dan videografi oleh founder enje picture sekaligus Kasubbag Multimedia di Aula I pesantren)

Salama tiga hari, rombongan STAI NAA itu akan dibagi menjadi beberapa kelompok yang akan fokus pada materi yang berbeda agar lebih intensif dan mendalam. Beberapa materi tersebut meliputi jurnalistik, videografi dan fotografi, produksi konten audio video dan penerbitan buletin.

Pada kesempatan tersebut founder enje picture sekaligus Kasubbag Multimedia Ach. Faqihatus Sholeh menyampaikan materi khusus pada bidang videografi dan fotografi bertempat di Aula I pesantren. Dalam materi ini, peserta dibekali dengan basic foto dan video, teknik produksi dan editing.

(Pelatihan jurnalistik dan buletin oleh tim Al-Fikr Unuja di ruang Laboratoirum Microteaching)

Berbeda dengan kelas foto dan video, kelompok mahasiswi lainnya fokus belajar tentang bulletin yang berisi materi kepenulisan dan jurnalistik. Kegiatan ini bertempat di laboratorium microteaching Unuja yang dimentori oleh tim majalah kampus Al-Fikr. Mulai dari dasar jurnalistik, teknik menggali berita, teknik penulisan sampai penerbitan dibedah secara tuntas, bahkan sampai berhasil menerbitkan produk bulletin dalam bentuk PDF.

Terdapat cerita unik saat penentuan kelas Master of Ceremony (MC) yang dibentuk secara mendadak. Pasalnya, inisiatif ini muncul atas permintaan pihak STAI NAA yang berangkat dari ketertarikan peserta terhadap pembawa acara dari panji pelopor saat mengikuti acara seremonial penyambutan di Aula Mini.

(Kelas pelatihan Pembawa Acara oleh Kasubbag Protokoler Ady Ashari, M.Pd. di ruang rapat pesantren)

Kegiatan studi tiru selama tiga hari ini didampingi dan dikawal secara intensif oleh tim multimedia putra dan putri. Sedangkan panji pelopor putri kebagian akomodasi, logistik dan pengawalan seluruh rangkaian kegiatan selama studi tiru berlangsung.

Dari kunjungan studi tiru ini, Neng Iin, sapaan akrab Nyai Muthmainnah Waqid, berharap semoga ke depannya bisa tetap saling menjalin tali silaturrahmi antara Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan STAI Nurul Abror Arrobaniyyin Banyuwangi, agar senantiasa bisa mengelola program bersama dengan lebih baik lagi.

 

 

(Humas Infokom)

Syekh Jumadil Kubro Juara Umum Pekan Kreasi Santri Dalam Rangka Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H

nuruljadid.net – Usai beragam rangkaian kegiatan Pekan Kreasi Santri, para pemenang lomba dinobatkan pada malam puncak Refleksi Akhir Tahun menyambut datangnya 1 Muharram 1445 H sebagai pertanda tahun baru Islam telah tiba. Kegiatan ini berlangsung di Aula II pesantren yang diikuti oleh seluruh santri (18/07/2023)

Kasubbag Humas Infokom, Mujiburrohman menjelaskan bahwa penobatan para pemenang Pekan Kreasi Santri ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi pesantren kepada santri berprestasi.

“kami sengaja menempatkan penobatan pada malam puncak di hadapan seluruh santri, selain sebagai bentuk apresiasi kepada para juara juga untuk memotivasi santri lainnya agar terus berkarya dan belajar serta berjuang meraih prestasi di bidangnya masing-masing,” terangnya.

(Penobatan Pemenang Pekan Kreasi Santri dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1445 H)

Penobatan pemenang Pekan Kreasi Santri dibarengkan dengan malam Refleksi Akhir Tahun ini sesuai dengan agenda kegiatan yang sedari awal dirancang oleh panitia. Suasana di ruangan terlihat menegangkan saat video pemenang Pekan Kreasi Santri ditayangkan satu per satu.

Suara sorak bahagia terdengar jelas ketika perwakilan wilayah mereka tampil di video sebagai pemenang. Masing-masing pemenang dianugerahi trofi dan piagam penghargaan sebagai tanda mata saksi perjuangan dan prestasi yang berhasil mereka torehkan.

(Kepala BKOSS KH. Makki Maimun Wafi saat menobatkan Pemenang Pekan Kreasi Santri dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1445 H)

Pada kesempatan yang sama Kepala BKOSS KH. Makki Maimun Wafi membagikan hadiah kepada seluruh pemenang, sedangkan Kepala Biro Pendidikan yang hadir sebagai narasumber Kiai M. Imdad Robbani juga turut menobatkan Juara Umum yang diraih oleh Wilayah Syekh Jumadil Kubro (Pusat).

Dengan adanya penobatan pemenang Pekan Kreasi Santri ini, selain sebagai tanda berakhirnya rangkaian kegiatan juga sebagai motivasi bagi santri lain untuk lebih aktif pada giat dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas diri dalam menggapai mimpi untuk terus berprestasi.

(Wilayah Syekh Jumadil Kubro (Pusat) keluar sebagai Juara Umum Pekan Kreasi Santri dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1445 H)

Berikut daftar pemenang Pekan Kreasi Santri dalam rangka tahun baru Islam 1 Muharram 1445 H:

Lomba Hadrah Ala Santri

Juara 1  : Wilayah Jalaluddin Ar-Rumi (G)

JUara 2 : Wilayah Syekh Jumadil Kubro (Pusat)

Lomba Debat Ilmiah Santri

Juara 1  : Wilayah Syekh Jumadil Kubro (Pusat)

Juara 2  : Wilayah Jalaluddin Ar-Rumi (G)

Juara 3  : Wilayah Zaid Bin Tsabit (K)

Lomba MADING 2D

Juara 1  : Wilayah Zaid Bin Tsabit (K)

Juara 2  : Wilayah Syekh Jumadil Kubro (Pusat)

Juara 3  : Wilayah Jalaluddin Ar-Rumi (G)

 

 

(Humas Infokom)

Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H, Santri Meriahkan dengan Pekan Kreasi Santri

nuruljadid.net – Seakan tidak pernah mati dari kreasi, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo meriahkan penyambutan tahun baru Islam 1 Muharram 1445 H dengan berbagai jenis lomba dalam event Pekan Kreasi Santri (17/07/2023). Kegiatan ini disambut dengan senang gembira dan antusiasme yang positif oleh para santri dan pengurus.

1 Muharram adalah awal tahun dalam kalender Islam, dan sebagaimana kita ketahui, tanggalnya dapat berubah berdasarkan penentuan pengamatan bulan. Tanggal 1 Muharram biasanya ditandai oleh umat Muslim sebagai Hari Tahun Baru Islam dan juga sebagai hari penting untuk merayakan peristiwa-peristiwa sejarah yang terkait dengan Islam.

(Peserta wilayah Jalaluddin Ar-Rumi saat tengah tampil dalam lomba Hadrah Ala Santri pada Pekan Kreasi Seni 2023)

Panitia pelaksana yang diketuai oleh Muhammad Luthfi Rizqillah dari Panji Pelopor melaporkan bahwa setidaknya ada tiga jenis lomba yang digelar untuk memeriahkan peringatan menyambut tahun baru Islam 1445 H.

“kami dalam rangka menyambut 1 Muharram 1445 H ini yaitu dengan mengadakan berbagai lomba diantaranya Hadrah Ala Santri, Debat Ilmiah dan Majalah Dinding (MADING) 2D,” ujar Rizqi sapaan akrabnya.

Jenis lomba yang dihelat perdana adalah hadrah ala santri yang diikuti oleh perwakilan wilayah baik pusat maupun satelit. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari bidang Penataan Wilayah dan Pembinaan santri, terdapat empat wilayah yang berada di area putra meliputi Syekh Jumadil Kubro (Pusat), Jalaluddin Ar-Rumi (G), Al-Amiri (J) dan Zaid Bin Tsabit (K).

(Karya Majalah Dinding (Mading) 2D santri Pondok Pesantren Nurul Jadid perwakilan empat wilayah)

Dalam melatih nalar berpikir kritis, panitia mestimulasi otak santri dengan debat Ilmiah yang mengusung isu kekinian seperti eksistensi media sosial yang mengorupsi interaksi manusia, perundungan di pesantren sampai dengan perspektif santri terhadap pernikahan dini sebagai solusi perzinahan.

Tak berhenti disana, untuk mewadahi keterampilan tulis menulis dan kejurnalistikan, panitia mengadakan lomba Mading 2D yang mengangkan tema Cahaya Muharram di Bumi Cahaya Baru. Lomba ini selain mewadahi keterampilan menulis santri, juga untuk mengkampayekan gerakan pentingnya literasi di kalangan santri yang kian terkikis.

(Humas Infokom)