Pos

Unuja Kampus Berkeadaban Luluskan 1184 Wisudawan Siap Hadapi Tantangan Zaman

nuruljadid.net – Sebanyak 1.184 wisudawan Program Diploma, Sarjana dan Magister Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton Kabupaten Probolinggo diwisuda pada Ahad (29/10/2023) di Alun-alun Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Dikenal sebagai Kampus Berkeadaban atau a civilized university, lulusan Unuja siap hadapi tantangan zaman dengan bekal yang mereka peroleh selama belajar dan berproses di bangku kuliah.

Acara wisuda tersebut dihadiri oleh Pengasuh K.H. Moh. Zuhri Zaini, Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo Ugas Irwanto, S.Sos., M.Si, perwakilan Forkopimda, Pimpinan Yayasan Nurul Jadid, Rektor Universitas Nurul Jadid K.H. Abdul Hamid Wahid bersama Wakil Rektor, para Dekan, Dosen dan segenap Civitas Akademika Unuja.

Dalam sambutannya, Rektor Unuja K.H. Abdul Hamid Wahid menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati tahun akademik 2022/2023. Wisuda merupakan akhir dari proses akademik dan sebagai tanda pengukuhan atas selesainya studi pada masing-masing jenjang pendidikan. Momen ini adalah jembatan untuk mencapai tujuan selanjutnya dalam karir dan pengabdian kepada agama, masyarakat, bangsa dan negara.

“Wisuda tahun ini diikuti oleh 1.184 wisudawan dan wisudawati. Kami berharap semoga ilmu yang telah diperoleh di Universitas Nurul Jadid akan bermanfaat untuk bekal perjuangan di tengah-tengah masyarakat,” dawuh sosok kiai moderat dan visioner tersebut.

Kiai Hamid menambahkan, penyelenggaraan wisuda ini sekaligus Dies Maulidiyah VI Unuja yang diisi berbagai event perayaan wilayah diantaranya gelaran Expo UMKM, Pendidikan dan Kebudayaan se-Jawa Timur yang bertajuk “Pride of East Java Probolinggo Expo 2023”.

“Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Terima kasih juga pondok-pondok pesantren mitra jejaring, alumni para pelaku UMKM dan dunia industri, perbankan serta berbagai unsur mitra lainnya. Kita berharap seluruh even dalam rangkaian kegiatan wisuda dan Dies Maulidiyah VI ini dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan oleh masyarakat luas khususnya di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pj Bupati Probolinggo bapak Ugas Irwanto mengatakan wisuda ini merupakan sebuah keberhasilan bagi mahasiswa yang menyelesaikan studinya pada Program Dilpoma, Sarjana dan Magister Universitas Nurul Jadid.

“Luar biasa, Universitas Nurul Jadid telah mewisuda lebih dari 1000 lulusan tahun ini. Kebahagiaan juga tampak pada wajah orang tua dan keluarga yang turut hadir hari ini,” katanya.

Pj Bupati Ugas menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Nurul Jadid.

“Keberhasilan ini patut disyukuri tentu dengan harapan para wisudawan dan wisudawati dapat menyumbangkan ilmu pengetahuan mereka dalam mengisi pembangunan khususnya di Kabupaten Pobolinggo dan bagi bangsa dan kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.

Tidak lupa Pj Bupati Ugas juga mengucapkan selamat kepada keluarga besar civitas akademika Universitas Nurul Jadid yang sukses menggelar wisuda dalam rangka Dies Maulidiyah VI.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar Universitas Nurul Jadid atas komitmen dalam melaksanakan tugas mendidik serta mencetak sumber daya manusia berkualitas, berdaya saing dan siap berpartisipasi secara aktif dalam membangun Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.

Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 itu berakhir sekitar pukul 13.00 WIB berlangsung lancar dan khidmat tanpa ada kendala yang berarti.

(Humas Infokom)

UNUJA Galakkan Ekonomi Kerakyatan Lewat “Pride of East Java Probolinggo Expo” UMKM dan Pendidikan

nuruljadid.net – Universitas Nurul Jadid (Unuja) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo yang berkomitmen untuk menggalakkan pengembangan ekonomi lokal kerakyatan, telah berhasil menggelar “Pride of East Java Probolinggo Expo 2023”. Expo UMKM dan Pendidikan se Jawa Timur ini dinilai akan membangkitkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus sektor pendidikan di Provinsi Jawa Timur khususnya Kabupaten Probolinggo.

Acara yang berlangsung selama tiga hari, dimulai pada Jum’at (27/10/2023) dan berakhir pada Ahad (29/10/2023) ini, menampilkan lebih dari 100 stan UMKM dari berbagai sektor industri, termasuk kuliner, kerajinan tangan, fashion, pendidikan dan banyak lagi. Pameran ini menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk mengeksplorasi peluang pasar yang lebih luas dan meningkatkan visibilitas produk mereka di tingkat provinsi.

Dalam pidato pembukaannya, Rektor Universitas Nurul Jadid KH Abdul Hamid Wahid mengatakan pengabdian masyarakat merupakan salah satu dari Tri Dharma selain pendidikan pengajaran dan penelitian.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi di Indonesia, dan kami berupaya menggalakkan ekonomi local melalui UMKM Expo ini. Ini adalah kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk bersaing dalam skala yang lebih besar dan menciptakan hubungan bisnis yang berkelanjutan” tuturnya.

Kiai Hamid juga menyinggung pemanfaatan infrastruktur makro yang berimbas pada infrastruktur mikro dalam penguatan ekonomi kerakyatan.

“Gagasan Expo UMKM itu dilakukan untuk mendorong pemanfaatan infrastruktur makro yang berdampak pada infrastruktur mikro. Diharapkan ajang ini bisa berpihak kepada UMKM dengan cara difasilitasi dan dijaga keberlangsungannya,” imbuhnya.

Rektor Unuja KH. Abd. Hamid Wahid bersama PJ Bupati Probolinggo Ugas Irwanto pada Opening Pride of East Java Probolinggo Expo UMKM dan Pendidikan 2023

Sementara itu, Penjabat Bupati Probolinggo bapak Ugas Irwanto mendukung penuh inisiatif Universitas Nurul Jadid yang luar biasa ini.

“Dalam kegiatan itu menyajikan dua aspek kunci, yaitu sektor UMKM dan pendidikan. Kami ingin menunjukkan kepada dunia luar bahwa Kabupaten Probolinggo adalah tempat di mana inovasi, kreativitas, dan kemajuan berkembang pesat,” ungkap bapak Ugas.

Dalam “Pride of East Java Probolinggo Expo 2023” ini, masyarakat bisa menikmati berbagai produk unggulan UMKM di Jawa Timur dan di Kabupaten Probolinggo pada khususnya, serta memberikan dukungan yang lebih besar bagi pengembangan UMKM.

“Hal itu dapat menjadi wadah yang sangat baik untuk mengenalkan produk-produk lokal, pendidikan, potensi pariwisata, seni, dan budaya Kabupaten Probolinggo serta inovasi dari para pelaku bisnis dan UMKM,” terangnya.

Ia berharap kegiatan itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi, mempromosikan kerja sama, dan menciptakan peluang baru bagi warga Kabupaten Probolinggo.

Expo UMKM dan Pendidikan ini juga mendapat dukungan luas dari pemerintah setempat dan pemangku kepentingan ekonomi. Kehadiran acara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Probolinggo dan sekitarnya, serta membantu UMKM untuk berkembang dan bersaing secara lebih efektif di pasar global.

Acara UMKM Expo ini menjadi bukti nyata dari peran penting universitas dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal dan membantu para pelaku UMKM meraih kesuksesan. Melalui kegiatan seperti ini, Universitas Nurul Jadid terus berkomitmen untuk menjadi agen perubahan yang mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan memberdayakan masyarakat.

 

 

(Humas Infokom)

Habib Jindan : Umat Islam Adalah Rujukan Dunia dalam Moderasi, Hak Kaum Wanita dan HAM

nuruljadid.net – Habib Jindan Bin Novel selain membahas tentang pentingnya sanad dan akhlaq dalam berdakwah, beliau juga menyinggung bahwa umat Islam adalah umat yang moderat menjunjung tinggi HAM dan menghormati kaum wanita sebagaimana ajaran Islam dalam Al-Qur’an dan tauladan dari baginda Nabi Muhammad SAW.

Sebagaimana diajarkan terkait moderat ‘wasathiyah’ yang diajarkan oleh Nabi Muhammad, bukan moderat versi Barat, Utara, Selatan atau Timur. Karena kebanyakan wasathiyah mereka tidak objektif, sehingga yang harus menjadi rujukan dan standard dalam wasathiyah umat Islam adalah versi Nabi Muhammad SAW.

“  لِّتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا sebagaimana kita umat ini menjadi rujukan dalam kemoderatan. Jadi kita moderat bukan belajar dari Amerika, bukan belajar dari Eropa, moderat bukan belajar dari dunia Barat, sampai sekarang.”

“Di antara mereka itu sampai sekarang bahkan di negara-negara maju, tetap ada intimidasi dan rasis.”

Habib Jindan juga menceritakan kasus penindasan dan diskriminasi yang kerap dilakukan oleh Barat terhadap kaumnya yang seringkali menjadi rujukan dunia.

“Penindasan terhadap sesama, dan menganggap selain dari pada mereka (barat) itu di bawah. Orang kulit hitam, sampai sekarang, belum mendapatkan haknya secara penuh disana, walaupun secara tertulis ada haknya, akan tetapi di dalam pengaplikasiannya dalam bermasyarakat dan perkantoran, belum.”

“Mengklaim hak Wanita, kita tidak belajar dari Barat karena mereka justeru penista wanita. Mereka adalah orang-orang yang melecehkan kaum Wanita dari zaman dulu sampai sekarang.”

“terus kita disuruh belajar hak Wanita dari Barat, tidak! Standard di dalam menjaga, menghormati haknya kaum Wanita adalah nabi Muhammad dan ini umat Islam”

Sebagaimana Nabi menyampaikan kemulian seorang Wanita khususnya Ibu yang masyhur di kalangan umat Islam. “al-jannatu tahta aqdāmil ummahāt disebutkan dalam Kitab Al-Kāmil fi Dhu’afā’ir Rijāl karya Ibnu ‘Adi. Syurga di bawah telapak kakinya para ibu.”

“Suatu ketika Nabi juga pernah ditanya oleh Sahabat, “Siapa orang yang paling berhak untuk saya santun kepadanya?”, Nabi menjawab “paling prioritas untuk kamu berbuat baik kepadanya adalah Ummuk, ibumu!”, “kemudian?”, “Ibumu”, “Kemudian?”, “Ibumu”, baru setelah itu “Tsumma Abak” artinya ayahmu” beliau berkisah.

Menyoal Hak Asasi Manusia Habib Jindan mengutarakan dengan tegas bahwa kita tidak perlu belajar dari negeri Barat, cukup mencontoh Nabi Muhammad SAW.

“Kita mau belajar Hak Asasi Manusia dari orang tukang nembakin orang, dari orang-orang yang punya senjata pemusnah massal.”

“Itu adalah watak preman. Itu adalah watak penyamun, watak tukang palak, wataknya perampok, tukang todong, pencuri, yang hobinya mengancam sana-sini.”

“Negara maju bukan negara yang punya senjata pemusnah massal, tetapi punya alat pemberi makan massal, pemberi manfaat massal, pemersatu massal.”

“Oh, kita negara Indonesia negara maju, punya khitanan massal, nikahan massal, dari zaman dulu, waallah lebih baik dari pemusnah massal. Jauh lebih manfaat 1000 kali dari pada itu semua. Kita jauh lebih maju, akan tetapi suatu kebodohan ketika kita menganggap mereka modern, mereka maju, mereka keren, sama sekali gak ada kerennya.”

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ وَٱلْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ ٱلْبَرِيَّةِ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. Al-Bayyinah: 6)

Dewasa ini kita juga harus waspada akan virus negatif dari seks bebas dan LGBT. “mereka meracuni anak-anak kita dengan racun pelajaran zina, pelajaran liwat, pelajaran homoseksual, pelajaran LGBT yang disusupkan bahkan di dalam film-film kartun, bukan lagi di film-film dewasa saja, bahkan di dalam film-film anak”

“dan mereka adalah شَرُّ ٱلْبَرِيَّةِ seburuk-buruknya manusia.”

“Itu adalah hal yang primitif, yang tidak dilakukan hewan atau binatang. Binatang pun juga enggan untuk melakukan hubungan sesama jenis, sedihnya, manusia melakukannya. Terus dibilang, oh ini professor, oh ini lulusan dari universitas terkemuka, dan dengan bangga mengumumkannya. Naudzubillah Min Dzalik!”

“Dan kita menganggap apa saja yang datang dari mereka hebat. Dan ditanamkan di benak umat Islam, mereka adalah negara-negara yang tak terkalahkan.”

“Persis seperti perkataan kaum ‘Ad, mereka bilang مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً siapa gerangan yang lebih hebat, lebih kuat dari pada kami? Menganggap dirinya paling kuat, punya kekuatan, punya persenjataan, punya segalanya, bukankah Allah yang maha kuat, sudah membinasakan orang-orang tersebut, Kaum Ad dibinasakan, kaum nabi Nuh dibinasakan, gampang membinasakannya,”

“Sebagaimana kita kalau di closet, udah selesai, setelah itu di-flush, cukup dipencet tombolnya, ceeeesss, cuci bersih. Nah Allah Ta’ala lakukan sama persis pada kaumnya Nabi Nuh. Semudah itu bagi Allah SWT. Sesimpel itu bagi Allah SWT”

“Bukankah dulu, ada Kerajaan Romawi yang ribuan tahun berkuasa, mana sekarang? Mereka tidak menyangka kalau kerajaannya akan musnah, habis sudah. Kerjaan Persia, yang ribuan tahun, berkuasa, kerjaan terlama di dunia, mana sekarang? Dicabik-cabik oleh Allah Ta’ala, habis musnah.”

“Dan bukankah dulu, di masa perang dunia pertama dan perang dunia kedua, orang kalau sudah dengar, Negara Jerman dengan NAZI-nya dan Hitler nya, semua ketakutan, semua gentar. Sekarang mereka lenyap, mana NAZI nya, mana Hitlernya.”

“Perancis, dengan fasisnya juga habis. Tidak ada lagi Mussolini-nya, dia digantung terbalik sampai mati oleh rakyatnya sendiri, selesai sudah.”

“Dan untuk orang-orang yang menyimpang dari Allah Ta’ala, akan dapat nasib yang sama. Mereka tanamkan kekacauan, kerusuhan, peperangan di negara-negara Islam, sekarang dibawa oleh Allah SWT kerusuhan, kekacauan dan peperangan di dalam negara mereka sendiri satu sama lain. Disibukkan orang dzalim dengan orang dzalim,”

Sehingga kita patut bersyukur karena Allah SWT karuniai Nabi Muhammad SAW sebagai “nur” cahaya dan pencerahan bagi kita sekalian. Kita cukup merujuk kepada Nabi Muhammad SAW sebagai standarisasi dalam segala hal. Sedangkan golongan mereka adalah golongan yang tidak punya solusi dan gagal. Mereka mengandalkan kekuasaan, mengandalkan pemasukan negeri dari perang, mengandalkan pemasukan negeri mereka dengan membuat antar negara berperang demi keuntungan.

“Indonesia 350 tahun dijajah Belanda, dijajah Jepang, dijajah Portugis dan hampir semua negara-negara jajahan mereka di zaman tersebut seperti di Afrika, masing-masing dibagi-bagi, sebagian diambil Perancis, sebagian yang lain diambil Inggris, Portugis, diambil sama Itali, dibagi-bagi oleh mereka.”

“Mengandalkan kekayaannya dengan menjarah negeri lain pada zaman dulu sampai sekarang. Zaman sekarang negara Timur Tengah dibuat saling rusuh, agar mereka dapat untung, mereka dapat duit, terus mereka kayanya dari mana? Kayanya hasil merampok, hasil menjarah, hasil bikin rusuh di negara orang, sukses apa yang mereka punya?”

“Sejatinya, mereka gagal dalam ekonomi, keamanan, sosial dan masyarakat. Gagal dalam hubungan rumah tangga, gagal dalam hubungan dengan orang tua dan anak. Sedikit sekali rumah yang rukun antar orang tua dan anak. Gagal bahkan antara suami-istri. Kegagalan itu dimana-mana, sehingga mereka tidak mau menikah, karena sudah pasti bercerai.”

Nabi Muhammad SAW memberikan teladan yang terbaik kepada, termasuk dalam hal berperang. Rosulullah berpesan dalam jihad untuk tidak membunuh wanita, anak kecil yang ada di medan perang termasuk musuh yang sudah kabur juga rakyat sipil.

“musuh yang kabur jangan dikejar kata Rosulullah, kasih kesempatan, mungkin mereka mau beriman, mau balik, mau bertaubat. Kemudian dalam peperangan, jangan ganggu rakyat sipil, orang pasar jangan diganggu, orang yang lagi ibadah di kuilnya atau di gerejanya atau di sinagoknya jangan diganggu dan jangan dirusak kata Rosulullah SAW. Nabi mengajari kita demikian.”

“Ini kemodernan yang sudah kita raih yang diajarkan oleh nabi Muhammad sejak 15 abad lalu. Negara modern tau apa? Tentang HAM? Kita mau belajar tentang HAM dari mujrimin, dari pendosa, dari pelaku kejahatan, melakukan kejahatan perang, puluhan tahun, ratusan tahun dalam keadaan yang demikian.”

“Terus kita sekarang mau berguru sama mereka? Belajar HAM dari mereka? Standarisasi HAM bukan mereka. Kita umatnya Nabi Muhammad sebagai rujukan HAM.”

Habib Jindan Bin Novel menceritakan ketika Sholahuddin Al-Ayyubi berperang merebut Baitul Maqdis, terjadi peperangan, kemudian pimpinan atau raja yang memimpin pasukan sakit, sakit keras, maka Sholahuddin berinisiatif untuk tidak melakukan gencatan senjata. Mengapa demikian? Karena pimpinannya sedang sakit, sehingga peperangan dihentikan sambil menunggu dia sembuh.

Tidak hanya sampai di situ, kemudian Sholahuddin juga mengirimkan dokter pribadi terbaik yang dia punya, untuk membantu pengobatan pimpinannya sampai sembuh. Dan di masa itu, kedokteran dikuasai oleh umat Islam. Dokter-dokter terbaik adalah umat Islam.

“dalam peperangan mereka gak ada istilah sebel sama suatu negeri dengan tidak memperbolehkan kiriman makanan, akses listrik, akases minum, dan lain sebagainya. Lihat Sayyidina Sholehuddin Al-Ayyubi, ratusan tahun yang lalu. Beliau kirim dokter terbaik untuk mengobati musuh besarnya.”

“Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan kepada kita ‘jangan memutilasi’. Jenazah di medan perang itu jangan dimutilasi, beliau sendiri yang memerintahkan para sahabat, kubur jenazahnya orang-orang kafir yang sudah terbunuh, digali lobang, dikubur, gak dibiarkan untuk dimakan Binatang buas. Dikubur dan dimakamkan oleh Rosulullah SAW.”

“Kita belajar HAM dari nabi Muhammad. Kita belajar HAM dari khulafaur rasyidin, dari para sabahat, dari pada ulama, dari para pejuang-pejuang Islam. Dari mereka kita belajar Hak Asasi Manusia. Nabi yang bilang perlakukan tawanan dengan baik. Tanyakan tawanan di Guantanamo diperlakukan seperti apa? Tanyakan tawanan yang ada di penjara-penjara mereka diperlakukan seperti apa? Tapi nabi Muhammad memerintahkan perlakukan tawanan perang dengan baik hingga mereka dijamu dengan jamuan terbaik.”

“bahkan tuan rumahnya, makan tidak seenak tawanan, makanan yang paling enak diberikan kepada tawanan. Ditanya kenapa itu tawanan sampai malu? Kalian adalah tamu kami, kalian titipannya Rosulullah SAW.”

Allah berfirman dalam Al-qur’an: وَيُطْعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا

Artinya: Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. (QS. Al-Insan:8)

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَآءً وَلَا شُكُورًا

Artinya: Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. (QS. Al-Insan:9)

“Memberikan makan kepada orang lain, yatim, miskin dan tawanan perang, kafir harbi yang ditangkap dan ditawan di Madinah, mereka diberikan jamuan terbaik oleh Rosulullah SAW.”

“Dan inilah Islam, Islam memperlakukan lawan seperti apa. Apalagi memperlakukan kawan sesama umat Islam. Oleh karenanya itu, Alhamdulillah, Allah Ta’ala berikan segala khazanah kekayaan di dalam Sirahnya Nabi Muhammad, dalam Akhlaqnya Nabi Muhammad, dalam Ajarannya Nabi Muhammad.”

“Jangan terkecoh dengan hidangan palsu oleh musuh-musuh Islam, dan sebaik-baiknya yang kita lakukan adalah kita mendoakan umat agar Allah melindungi mereka,”

“kita menuntut ilmu, bentuk pembelaan kita sebagai santri kepada saudara-saudara kita yang ditimpa musibah atau bencana.”

“Bukan saudara kita yang berperang ya! Mereka lebih mirip pembantaian massal, itu bukan perang, itu pembantaian massal. Pemusnah massal! Gak heran emang, karena keahlian Barat memang seperti itu, dari dulu seperti itu, hobinya begitu.”

“Masuk ke Amerika ratusan tahun yang lalu, penduduk asli Amerika mati, habis! Tersisa tinggal sedikit, kena penyakit, yang sakit hanya pribumi saja, yang lain semuanya hidup. Suku Indian disana sudah habis. Baik itu di Amerika, di Australia, dimanapun tempat.”

“Dan perang kita, sibukkan dalam belajar, menuntut Ilmu, bangun malam, menjaga adab dan sunnahnya Rosulullah dan mendoakan saudara-saudara kita, sebaik-baiknya peran yang bisa kita jalankan di saat ini.”

“Pembelaan yang bisa kita lakukan saat ini, menuntut ilmu, hafalkan pelajaran, muraja’ah, kemudian juga berdakwah, mengkaji ilmu agama, mengamalkan ilmu, menjaga adab dan sunnahnya Nabi Muhammad, dhuha, witir, qiyamul lail, tahajjud, sholatul jama’ah, adab kepada guru, birrul walidain, hadir pengajian, tilawatul qur’an, sebaik-baiknya bentuk pertolongan yang bisa kita berikan kepada saudara-saudara kita.”

“Dan ini adalah peran kita untuk membela agama di saat ini dan mendoakan saudara-saudara muslimin kita di dalam sujud dimanapun mereka berada.”

“Dan ketahuilah, musuh-musuh Allah tidak akan berhasil menjajah tanah umat Islam, melainkan setelah sebelumnya mereka berhasil menjajah jiwa dan hati dan pikiran umat Islam. Ketika jiwanya berhasil dijajah, maka tanahnya dengan mudah direbut.”

“Bagaimana menjajah jiwa? Nah itu tadi, dibikin orang tidak lagi mengidolakan nabinya, yang diidolakan yang lain, dibikinin deh tiap hari dibawakan idola yang baru. Dibawakan Idol yang baru tiap hari, baik itu dari olahragawan, atau artis, atau penyanyi tiap hari dibawain hal yang baru.”

(Humas Infokom)

Habib Jindan: Orang Yang Suka Mencaci Maki dan Provokasi dalam Dakwahnya Tidak Mewakili Rosulullah. Contohlah Walisongo!

nuruljadid.net – Dewasa ini, semakin menjadi-jadi penceramah baik di majelis luring maupun daring yang kian melenceng dari ajaran Nabi Muhammad SAW. Hal ini disoroti oleh Habib Jindan Bin Novel Bin Salim Bin Jindan dalam ceramah agamanya pada pengajian umum di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW (15/10/2023).

Penceramah yang seringkali berbicara semauanya, bisa dipastikan tidak memiliki sanad “cari pasti gak punya sanad, orang yang suka ngomong semaunya gak punya sanad. Apalagi kalau udah omongannya berisi cacian, makian, atau pun juga menuduh dengan tuduhan yang keji, fitnah, ghibah, namimah, mana ada sanad ghibah dari mana? nabi Muhammad? Gak ada, sanad cari maki dari mana? Bukan dari nabi” dawuh Habib Jindan.

Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar bukan cacian, fitnah, makian, ghibah, namimah kepada sesama saudara seiman dan kemanusiaan. Jika ada orang yang sering melakukan hal tercela tersebut maka mereka berguru pada syeiton.

“itu bukan dari nabi Muhammad, dari syeikh yang satu lagi, namanya Syeiton, dari syeikh yang itu tuh. Syeiton sudah jadi syeikh, sehingga waktu itu yang memberikan usul untuk membunuh Nabi Muhammad menjelang hijrah adalah syeiton, dia menyamar jadi syeikh, Syeikhun Najidi, syeikh yang berasal dari Najd daerah di wilayah Riyadh. Dan kalau ditelusurin, orang-orang yang ngawur ya sanadnya dari itu ya syeikh yang itu Syeiton”

Habib Jindan menceritakan ketika perang Badar, Syeikh Najidi juga memprovokasi orang-orang musyrikin untuk memerangi Rosulullah. Dia muncul dalam sejarah sebanyak 2 kali, 1 menjelang hijrahnya Nabi, dan yang kedua dia muncul lagi untuk menyulut peristiwa perang Badr.

“Nah nabi bilang, mau dakwah “ballighu” sampaikan tapi ingat, sampaikannya pakai sanad, sampaikannya pakai ilmu, sumbernya pastikan sumbernya dari nabi Muhammad bukan dari syeikh yang satu lagi.”

“yang kedua itu, poin yang penting “‘anni” diartikan itu ‘an rosulillah, menyampaikan mewakili nabi Muhammad, ballagh ‘an rosulillah, menyampaikan, mewakili Rosulullah.”

Jika kita menemukan seseorang atau penceramah yang dalam penyampaian, ucapan, perbuatan tidak mewakili Rosululullah maka dia sebenarnya telah mengikuti jalannya syeitan, oleh karenanya kita harus waspada dan mencerna segala yang terjadi di sekitar kita.

ballighu ‘anni, sampaikan dimana Rosulullah terwakili disitu, kata-katanya terwakili, dakwahnya terwakili.”

Beliau mencontohkan Walisongo yang berhasil menyebarkan dakwah Islam secara massif di bumi Nusantara. “Masanya Walisongo, walaupun 9 orang, tapi hatinya 1, lisannya 1, dan nabi Muhammad terwakili dalam dakwahnya mereka. Orang yang melihat mereka ingat nabi Muhammad, ingat rosulullah SAW.”

“Orang mencari tahu tentang Nabi Muhammad, dengan membaca gerak-gerik Walisongo. Itu dakwahnya walisongo, ballighu ‘anni walau ayah.”

Barang siapa yang ingin menumpang dalam izin bersanad kepada Rosulullah SAW, maka wajib mengikuti syarat dan ketentuannya ad-da’i al-ma’dzun dari Allah SWT. Allah berfirman kepada Nabi Muhammad SAW, Qul Hadzihi Sabili, katakan, sampaikan kepada umat ini jalanku.

“Jangan tau-tau, ada pembajak, yang membajak jalannya nabi Muhammad. Ada teroris yang menteror umat atas nama nabi Muhammad, ada penipu yang mencatut nama Nabi Muhammad SAW.”

قُلْ هَٰذِهِۦ سَبِيلِىٓ أَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِى ۖ وَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

Artinya: Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf: 108)

“Ini jalanku, ngajak orang kepada Allah dengan hikmah, dengan mauidzotil hasanah, dengan ilmu. Bagaimana mau jadi da’i ilallah kalau gak punya ilmunya” ulas Habib Jindan

ﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ، ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺍﻷَﺧِﺮَﺓَ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ، ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَﻫُﻤَﺎ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ

Artinya: “Barangsiapa yang menginginkan dunia maka hendaklah berilmu. Barangsiapa yang menginginkan akhirat, maka hendaklah dengan ilmu. Barangsiapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah dengan ilmu.”

Syekh Al-Habib Jindan juga menyampaikan fenomena pendakwah era kekinian “Kita di zaman penceramahnya banyak tapi ulamanya sedikit. Nabi Muhammad pernah bilang dulu itu kata nabi kepada sahabat, kalian itu di zaman Khutobaul qolil, Katsir Ulamau ulamanya banyak, penceramahnya sedikit. Kita di zaman tukang ngomongnya banyak, ulamanya sedikit.”

Wallahu A’lam Bishawab

 

Link ceramah full klik tautan berikut : https://www.youtube.com/watch?v=SXzYDb1RP84&t=2h51m10s

 

 

(Humas Infokom)

Habib Jindan: Penghuni Syurga Terdiri dari 120 Barisan, 80 Diantaranya Shaf Umatnya Nabi Muhammad SAW

nuruljadid.net – Habib Jindan Bin Novel Bin Salim Bin Jindan melanjutkan dalam ceramah agamanya tentang barisan penghuni syurga dari nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad sampai dengan kita ummatnya. Nabi Muhammad SAW menyampaikan sebagaimana disampaikan oleh Habib Jindan bahwasannya “Antum Khaddzim Minal Umam, Ana Khaddukum Minal Anbiya” aku adalah jatah kalian dari sekalian nabi-nabi, dan kalian adalah jatahnya aku. Jadi setiap nabi-nabi itu Allah persiapkan masing-masing dari mereka ada umatnya sendiri-sendiri.

Alhamdulillah, kabar gembiranya untuk umat terakhir yang dikirim kepada kita, Nabi yang paling istimewa, yang paling agung yakni Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana Habib Jindan menjelaskan “Sebaik-baiknya bagian, bagiannya kita, nasibnya kita beruntung, nabi kita Nabi Muhammad SAW, yang mana nabi bilang bahwasannya ahlul Jannah, penghuni syurga terdiri dari 120 barisan. Jadi semua yang masuk syurga dari semua umat manusia dibikin berbaris, barisan mereka itu 120 barisan semua penghuni syurga.”

“80 dari 120 shaf umatnya nabi Muhammad, yang 40 barisan dibagi untuk umatnya nabi-nabi sebelumnya. Semoga kita dijadikan dalam barisan-barisan tersebut, dibarisan pertama.”

“Ya Allah jadikan kami bersama nabi Muhammad dan keluarganya di barisan terdepan, senantiasa bersama mereka semua, di dunia dan di akhirat ya Robbal Alamin”.

“Sebab mereka yang berada di sana bareng bersama nabi, keluarganya dan pewarisnya. Kelak besok ketika di hari kiamat yang berada di barisan mereka adalah orang-orang yang di dunia juga berada di barisan mereka. Karenanya itu, jika ingin bersama mereka disana, jadilah bersama mereka disini (red. Dunia), bersama adabnya, bersama akhlaqnya, bersama ilmunya, bersama sunnahnya Rosulullah SAW. Bersama sahabatnya nabi dan keluarganya Nabi dalam kecintaan dan keteladanannya terhadap mereka.”

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab Ayat 45-46:

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ إِنَّآ أَرْسَلْنَٰكَ شَٰهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

Artinya: “Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan,” (QS. Surat Al-Ahzab Ayat 45)

وَدَاعِيًا إِلَى ٱللَّهِ بِإِذْنِهِۦ وَسِرَاجًا مُّنِيرًا

Artinya: “Dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi.” (QS. Surat Al-Ahzab Ayat 46)

“Memberikan kabar gembira kepada mereka yang beriman, yang ikut kepada nabi Muhammad, memberikan peringatan kepada mereka yang menyimpang dan berbuat maksiat. Nabi diutus sebagai da’i, orang yang mengajak manusia ke jalan Allah dengan izin Allah.”

“Dakwah, Nabi Muhammad berdakwah punya izin. Kita sekarang nyetir mobil harus punya idzin, punya pewasat harus punya idzin. Nyetir mobil roda 4, 6 dan 12 izinnya beda masyaallah, mau nyetir motor sama nyetir mobil izinnya beda.”

“Apabila dalam hal demikian harus izin, mau jadi dokter praktik, harus ada izin, kalau tidak maka namanya malpraktik. Nah begitu juga dakwah harus ada izin, mana izinnya. Nabi Muhammad disebutkan دَاعِيًا إِلَى ٱللَّهِ بِإِذْنِهِۦ Ngajak manusia kepada Allah dengan izin dari Allah SWT.”

 وَسِرَاجًا مُّنِيرًا

“Cahaya, lentera, lampu yang terang benderang SAW.”

 

Wallahu A’lam Bishawab 

Link ceramah full klik tautan berikut : https://www.youtube.com/watch?v=SXzYDb1RP84&t=2h51m10s

 

 

 

(Humas Infokom)

Habib Jindan : Nabi Muhammad adalah Cahaya Terang Benderang, Cahaya yang Nyata, Perantara Hidayah bagi Kita Umatnya

nuruljadid.net – Pengajian Umum dalam rangka memperingati Maulid Nabi Agung Muhammad SAW 1445 H telah sukses dilaksanakan (15/10/2023) yang dihadiri langsung oleh yang mulia Habib Jindan Bin Novel Bin Salim Bin Jindan dari Tangerang, Banten. Acara ini diletakkan di halaman kantor Biro Kepesantrenan yang diikuti oleh ribuan santri dan masyarakat umum termasuk alumni dan wali santri.

Dalam ceramahnya, Habib Jindan menyampaikan “Beliau Nabi Muhammad adalah cahaya yang nyata, yang terang benderang, dengan berkat beliau kita dapat hidayah dari Allah SWT. Masyaallah!”

“Huwan-nuuru yahdiil haa-iriina dliyaa-uhu, Wa fiil hasyri dhillul mursaliina liwaa-uhu.”

“Beliau nabi Muhammad adalah cahaya, yang mana cahaya beliau memberikan hidayah kepada kita, menyingkap kegelapan dari pikiran, menyingkap kegelapan dari hati, menyingkirkan dari segala kotoran, perangai tercela dari anggota tubuh kita.”

Beliau Rosulullah SAW adalah da’i yang mengajak manusia kepada Allah. sebagaimana Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

  قَدْ جَاءكُم مِّنَ اللّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ

“…Sungguh telah datang padamu dari Allah, Nuur (cahaya) dan kitab yang jelas dan menjelaskan” (QS. Al-Maidah 5:15).

Habib Jindan menerangkan bahwa Nur adalah nabi Muhammad SAW, dan beliau (Nabi Muhammad) dikatakan oleh Sayyidina Abbas Bin Abdul Mutholib. Di dalam syairnya, Abbas mengucapkan ini di Madinah puluhan tahun setelah lahirnya Rosulullah, tepatnya menjelang wafatnya Nabi Muhammad atau pada akhir umur nabi Muhammad.

Sayyidina Abbas meminta izin kepada Rosulullah, “izinkan aku wahai Rosulullah untuk memuji engkau”, maka nabi Muhammad bukannya melarang, khawatir hal tersebut itu termasuk mengkultuskan, akan tetapi Rosulullah tidak menyampaikan demikian. Sebaliknya, nabi malah mendukung dan bahkan mendoakan Sayyida Abbas dan berkata “katakan, silahkan ucapkan syair yang ingin engkau ucapkan, Allah akan senantiasa menjaga mulutmu” dawuh Rosul kepada sahabat Abbas. Alhasil, sampai sepuh Sayyida Abbas giginya tidak ada satupun yang tanggal, semuanya tetap utuh.

Lisannya Sayyidina Abbas senantiasa dipakai untuk memuji Rosulullah SAW dan membela Rosulullah. “Syairnya panjang menceritakan tentang kronologis kelahiran Nabi, dari sebelum nabi dilahirkan hingga beliau (Abbas) bilang ‘engkau berada di dalam bahteranya nabi Nuh, ketika banjir menenggelamkan sampai berhala pun ditenggelamkan, semua manusia ditenggelamkan, rumah-rumah ditenggelamkan, bumi ditenggelamkan, tinggal engkau berada di dalam sulbinya Nuh, dan perahu itu tidak akan tenggelam.”

“Dan engkau berada di dalam Sulbi-nya nabi Ibrahim, waktu dia dilempar di apinya Namrud, bagaimana Ibrahim akan terbakar sedangkan engkau berada di Sulbinya.” Jelas Habib Jindan menceritakan Syair yang ditulis oleh sahabat Sayyidina Abbas, terkenal dengan istilah syair Maulid.

“Dan tatkala dilahirkan, engkau ketika lahir maka bumi menjadi terang benderang dengan kelahiranmu, dan ufuk menjadi bercahaya dengan kelahiranmu, dan kami senantiasa berada di dalam cahaya tersebut. Dengan cahaya itu, kami menempuh jalan hidayah dari Allah SWT.” Sayyidina Abbas menyampaikan ini 60 tahun setelah Nabi dilahirkan pungkas Habib Jindan di hadapan seluruh hadirin.

“Karenanya itu, ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah sepakat bahwasannya malam yang paling mulia bagi umat nabi Muhammad adalah malam kelahiran Rosulullah dan malam yang paling mulia bagi Rosulullah yaitu malam Isro’ dan Mi’raj ketika beliau menghadap kepada Allah SWT. Tapi untuk umat yang paling mulia adalah saat malam dilahirkannya Rosulullah SAW, sebab dari situ bermula segala kebaikan dan keberuntungan bagi umat ini, Alhamdulillah.”

Link ceramah full klik tautan berikut : https://www.youtube.com/watch?v=SXzYDb1RP84&t=2h51m10s

 

 

(Humas Infokom)

Lantunan Sholawat Simtudduror Habib Anis Bin Hamid Al-Habsy Mengangkasa di Langit Nurul Jadid

nuruljadid.net – Langit malam Pondok Pesantren Nurul Jadid menjadi saksi lantunan sholawat Simtudduror yang dibawakan oleh Habib Anis Bin Hamid Al-Habsy pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H (15/10/2023). Acara ini dihadiri oleh ribuan santri dan ratusan tamu dari kalangan alumni, wali santri dan simpatisan untuk mempererat ikatan bathin kepada masyayikh Nurul Jadid dan untuk merasakan momen spiritual peringatan hari kelahiran Nabi agung Muhammad SAW.

Habib Anis Bin Hamid Al-Habsy merupakan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Jam’iyyatul Qurra’ Wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) dan salah satu pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qur’an Kraksaan Probolinggo. Habib Anis memimpin pembacaan sholawat Simtudduror dengan penuh kekhusyukan lewat suaranya yang merdu dan syahdu berhasil membawa suasana khidmat di tengah ribuan jama’ah yang hadir.

Pembacaan Sholawat Simtudduror yang dipimpin oleh Habib Anis Bin Hamid Al-Habsy pada pengajian umum dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Pengunjung dari berbagai daerah ikut memadati lokasi acara hingga ke halaman kantor pesantren. Pengunjung yang merupakan hadirin pengajian tersebut ikut melantunkan sholawat Simtudduror dengan bantuan alat sound system dan LCD proyektor sehingga dapat mengikuti dan menyaksikannya dengan khidmat.

Seiring dengan lantunan sholawat yang menggema, malam itu terasa penuh kebahagiaan dan haru yang syahdu. Para hadirin merasa diberkati dan mendapatkan pengalaman spiritual yang mendalam. Pembacaan sholawat Simtudduror ini mengingatkan kita semua akan pentingnya menauladani akhlaq Rosulullah melalui sirah atau kisah Nabi Muhammad SAW tentang kasih sayang dan kebaikan dengan sesama, serta menciptakan dunia yang lebih baik.

Momen syahdu pembacaan sholawat simtudduror tersebut diiringi dengan musik banjari dan para vokalis Muhibbus Sholawat menambah keindahan lantunan sholawat yang dibawakan.

Untuk menonton video fullnya silahkan klik tautan ini : https://www.youtube.com/watch?v=SXzYDb1RP84&t=8711s

 

 

(Humas Infokom)

Santri Nurul Jadid Gelar Khotmil Qur’an Sambut Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

nuruljadid.net – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang mulia dan penuh berkah, santri Pondok Pesantren Nurul Jadid menyambut dengan penuh kegembiraan dan berbagai kegiatan. Salah satu momen penting dalam peringatan Maulid Nabi adalah Khotmil Qur’an, sebuah tradisi yang memadukan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan kecintaan kepada Al-Qur’an (15/10/2023).

Khotmil Qur’an digelar bertujuan untuk selain mengharapkan keberkahan Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam juga untuk mengingatkan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid akan pesan-pesan mulia di dalamnya, yang merupakan pedoman hidup warisan Nabi Mulia Muhammad SAW. Kegiatan ini dikoordinir oleh santri Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) program tahfidz sejak pagi hingga sore hari tepatnya ba’da ashar.

Suasana Khotmil Qur’an di Masjid Jami Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Penyelenggaraan Khotmil Qur’an berlangsung dengan penuh khidmat. Selama acara tersebut, para santri pembaca Al-Qur’an membacakan ayat-ayat suci dengan merdu di Masjid Jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid, dan para hadirin mendengarkan dengan hati yang khusyuk. Suasana pesantren terasa lebih sejuk dan syahdu meski terik matahari panas menyengat.

Salah satu pelajaran yang bisa diambil dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Khotmil Qur’an adalah pentingnya hidup sesuai dengan ajaran-ajaran Islam, menjunjung tinggi nilai-nilai kasih sayang, keadilan, dan perdamaian yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ruitn saban tahun seperti ini juga mengingatkan umat Islam khususnya santri Nurul Jadid untuk terus menggali ilmu, meningkatkan amal ibadah, dan berkontribusi positif kepada masyarakat.

Suasana Khotmil Qur’an di Masjid Jami Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Khotmil Qur’an ini diharapkan membawa berkah, kebaikan dan kebahagiaan untuk keluarga besar dan seluruh santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, serta memperkuat ikatan spiritual dan sosial di antara semua. Ketua Panitia, Ishomul Irfan, berharap semoga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar sesuai rencana dan tetap khidmat membawa kesan baik kepada semua hadirin dan tamu undangan yang hadir khususnya kami para santri.

 

 

(Humas Infokom)

UPDATE INFO! Pengajian Umum Maulid Nabi Pondok Pesantren Nurul Jadid akan Dihadiri Habib Jindan Bin Novel

nuruljadid.net – (14/10/2023) Pada Ahad, 15 Oktober 2023 akan diadakan Pengajian Umum dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan dihadiri oleh seorang da’i kondang dan ulama masyhur di Nusantara yakni yang mulia Al-Habib Jindan Bin Novel Bin Salim Bin Jindan dari Tangerang, Banten. Acara ini akan dilangsungkan di halaman kantor Biro Kepesantrenan.

Habib Jindan Bin Novel adalah pimpinan Yayasan Al Fachriyah, Tangerang, Banten. Beliau adalah cucu dari Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, yang dikenal sebagai seorang ulama yang sangat dihormati dan dicintai di kalangan umat Islam, akan berbagi pengetahuannya tentang pesan-pesan agama, cinta kasih, dan toleransi yang diajar oleh Nabi Muhammad SAW. Kehadiran beliau di acara ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan lebih untuk menauladani akhlaq Nabi Muhammad kepada para santri dan tamu undangan yang hadir.

Selain ceramah dari Habib Jindan Bin Novel, acara ini juga akan dimeriahkan dengan pembacaan Simtudduror dan penampilan sholawat oleh Firqoh Hadrah Az-Zainiyah (Firhaz) Nurul Jadid. Seluruh rangkaian acara ini dirancang sebagaimana kebiasaan di Pondok Pesantren Nurul Jadid dan juga diisi dengan kegiatan Khotmil Qur’an besok pagi (Ahad, 15 Oktober 2023).

Ribuan santri, pengurus, dosen, guru dan karyawan akan hadir dan merayakan Maulid Nabi bersama-sama dan mengikuti pengajian umum sebagai Upaya mendapatkan barokah dan syafaat Rosulullah kelak di hari kiamat. Acara ini bisa dikategorikan sebagai kesempatan langka untuk mendengarkan langsung nasihat dan pandangan dari seorang ulama karismatik yang sangat dihormati seperti Habib Jindan Bin Novel.

Jangan lewatkan acara Pengajian Umum Maulid Nabi yang akan dihadiri oleh Habib Jindan Bin Novel ini juga bisa disaksikan di kanal YouTube Pondok Pesantren Nurul Jadid melalui link https://www.youtube.com/@PondokPesantrenNurulJadid. Mari bergabung dalam momen yang penuh keberkahan dan kedamaian ini, sambil memperkuat ikatan ukhwah Islamiyah di antara kita semua. Bagi masyarakat, alumni dan simpatisan yang berencana hadir dipersilahkan dengan catatan tetap menyesuaikan dengan kondisi dan budaya pesantren.

Kedatangan masyarakat umum, alumni, wali santri dan simpatisan diharapkan dapat memperhatikan ketertiban pelaksanaan dengan masuk ke area pesantren pada sore sebelum pukul 16.00 WIB dan malam mulai pukul 19.00 WIB. Bagi yang hadir perlu memperhatikan barang bawaannya dan memarkirkan kendaraannya di tempat yang telah disediakan. Panitia menyediakan tempat lesehan dan fasilitas MCK. Tidak diperkenankan melakukan pertemuan dan aktifitas lain selama acara pengajian berlangsung demi kelancaran dan kehidmatan acara.

 

 

(Humas Infokom)

Nasi Kotak Kos Makan Santri Terapkan Prinsip 3R Solusi Kurangi Sampah dan Ramah Lingkungan

nuruljadid.net – Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, sebuah gagasan inovatif yang sejak lama diwacanakan kini telah terealisasi di Pondok Pesantren Nurul Jadid terkait penggunaan kotak nasi (rice box) kos makan santri yang dapat digunakan berulang-ulang (reusable), meskipun ini pernah dijalankan dulu.

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Biro Kepesantrenan sekaligus Direktur Sinar Sejahtera KH. Fahmi Abdul Haq Zaini bahwa konsep rice-box ini menerapkan kaedah prinsip ramah lingkungan yaitu 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle).

“Tujuan kami melakukan peningkatan layanan kos makan santri ini selain untuk memperbaiki kualitas gizi dan kebutuhan dasar santri dengan menu yang beragam, kami juga ingin menjaga kelestarian lingkungan pesantren meskipun belum sepenuhnya paling tidak ini dapat mengurangi sampah bungkus makanan karena rice-box nya bisa dipakai berulang-ulang.”

Pondok Pesantren Nurul Jadid, telah mengadopsi sistem nasi kotak ‘reusable’ sebagai bagian dari upaya untuk menjadi lebih ramah lingkungan. Sistem ini memungkinkan para santri untuk menggunakan wadah nasi kotak yang dapat digunakan berulang kali, daripada wadah sekali pakai yang umumnya digunakan di berbagai restoran atau penjual makanan.

Salah satu hal yang membuat inovasi ini begitu berharga adalah kemampuannya untuk mengurangi jumlah sampah plastik. Dengan menggantikan wadah nasi kotak sekali pakai dengan wadah yang dapat digunakan berulang kali, pesantren ini telah berhasil mengurangi dampak negatif sampah plastik pada lingkungan.

Sekretaris Pesantren, H. Tahiruddin, menjelaskan, “Kami sadar akan masalah lingkungan yang semakin memburuk, dan kami merasa bertanggung jawab untuk berkontribusi dalam mengurangi sampah plastik. Inovasi ini juga merupakan bagian dari pembelajaran dan pemahaman pesantren terhadap nilai-nilai lingkungan dalam Islam.”

Inovasi ini diharapkan akan menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga lain untuk mengadopsi praktik yang lebih ramah lingkungan. Dengan perubahan kecil seperti ini, kita dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam menjaga bumi kita tetap bersih dan sehat untuk generasi yang akan datang.

(Humas Infokom)

Santri Nurul Jadid Sambut Antusias Peningkatan Layanan Kos Makan Dapur Umum

nuruljadid.net – (13/10/2023) Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Jawa Timur, telah mendengarkan aspirasi santrinya dan memberikan perhatian khusus terhadap kualitas layanan kos makan di pesantren. Setelah melakukan upgrading dapur umum pesantren, santri merasakan perubahan yang cukup signifikan dalam pengalaman mereka saat menikmati sajian kos makan santri dalam bentuk rice box di asrama sebagai upaya perubahan positif dalam segi layanan kesejahteraan santri.

Inisiatif ini merupakan kerja keras dan keseriusan pihak pesantren melalui Sinar Sejahtera (SS) yang dipimpin oleh KH. Fahmi Abdul Haq Zaini selaku direktur sekaligus kepala Biro Kepesantrenan dalam mengupayakan yang terbaik untuk santri. Disadari, bahwa masih terdapat koreksi dan evaluasi sehingga Pondok Pesantren Nurul Jadid tidak pernah berhenti melakukan pengawasan, menerima masukan dan pembenahan di berbagai lini.

Yoga Pratama santri asal Jember merasa senang dan antusias dengan sajian kosmara dalam kemasan dan kualitas saat ini. “Saya sangat senang dengan perubahan yang ada dengan Kosmara. Dengan adanya dapur umum pesantren, kualitas Kosmara lebih baik dan dengan rice-box nasi tidak mubadzir terbuang karena santri bisa makan sesuai jatah yang diberikan.”

Begitu juga dengan pengurus asrama Ustaz Rijal menyampaikan antusiasnya menyambut perubahan dalam layanan kosmara ini. “Upaya pesantren untuk meningkatkan layanan kos makan telah membuat santri merasa didengar. Kualitas makanan telah meningkat, dan pilihan makanan yang lebih variatif, sehat dan bergizi. Saya bersyukur semoga bisa dipertahankan dan lebih baik lagi demi kesejahteraan teman-teman santri yang mondok dan mengaji di pesantren.”

Revitalisasi dapur umum ini adalah salah satu bukti nyata dari perhatian pesantren terhadap kesejahteraan santri dan komitmen mereka untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan perkembangan mereka. Semoga perubahan ini terus memberikan manfaat positif bagi seluruh santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

(Humas Infokom)

Ikatan Santri Kalimantan Barat Sowan Masyayikh ke Pondok Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net – Ikatan Santri Kalimantan Barat Pusat bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo (29/09/2023) menerima kunjungan istimewa dari Ikatan Santri Kalimantan Barat. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program Sowan Masyayikh ke Provinsi Jawa Timur dari Kalimantan Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat silaturrahmi dan tabarrukan antara santri alumni dari berbagai pondok pesantren kepada para masyayikh di Jawa Timur.

Pada acara tersebut, rombongan Ikatan Santri Kalimantan Barat diterima dengan hangat langsung oleh pengasuh, KH. Moh. Zuhri Zaini, didampingi oleh sekretaris pesantren, H, Tahiruddin. Acara penyambutan berlangsung di Aula Mini Pondok Pesantren Nurul Jadid Lantai dasar.

Tausyiah pengasuh Kiai Moh. Zuhri Zaini pada acara Kunjungan Ikatan Santri Kalimantan Barat Pusat di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton

Kegiatan ini diawali dengan sesi seremonial pembukaan oleh perwakilan rombongan Ikatan Santri Kalimantan Barat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan tujuan sowan masyayikh dan silaturrahmi ke beberapa pondok pesantren di Jawa Timur salah satunya Nurul Jadid Paiton. Beliau juga mengungkapkan bahwa santri memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa lewat silaturrahmi.

Selama kunjungan ini, para santri Kalimantan Barat diajak untuk mendengarkan tausyiah dari Kiai Moh. Zuhri. Mereka berkesempatan mengikuti secara langsung nasehat-nasehat baik dari kiai Zuhri tentang pentingnya menjaga silaturrahmi dan penguatan peran santri di tengah Masyarakat. Selain itu, rombongan juga melakukan sesi foto bersama usai kegiatan penyambutan dan tausyiah dari pengasuh Kiai Zuhri Zaini.

Sesi foto bersama pengasuh Kiai Moh. Zuhri Zaini pada acara Kunjungan Ikatan Santri Kalimantan Barat Pusat di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton

Kunjungan Ikatan Santri Kalimantan Barat ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton diharapkan akan menjadi wasilah untuk merekatkan tali silaturrahmi antara santri dengan pondok pesantren dalam rangka tafaqquh fiddin dan ukhwah islamiyah. Disamping itu, kunjungan ini juga menciptakan peluang untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman santri dalam menjaga persatuan bangsa dan keberagaman.

(Humas Infokom)

Kiai Zuhri Zaini Cek Langsung Dapur Umum Pasca Upgrading Upaya Peningkatan Layanan Kos Makan Santri

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kos makan bagi ribuan santri. Salah satu langkah konkret yang diambil oleh pesantren ini adalah meng-upgrade Dapur Umum pesantren untuk memastikan santri mendapatkan makanan berkualitas dan sehat setiap harinya yang dicek langsung oleh pengasuh Kiai Zuhri Zaini (19/09/2023).

Kunjungan pengasuh Kiai Zuhri Zaini ke dapur umum ini didampingi oleh sekretaris pesantren H. Thahiruddin, sekretaris Yayasan H. Faizin Syamwil dan pihak mitra bapak Asy’ari. Nampak, kiai Zuhri sesekali tersenyum melihat perubahan yang sangat positif dari dapur umum pelayanan kos makan santri, ini merupakan kemajuan yang perlu disyukuri.

Pengasuh Kiai Zuhri Zaini didampingi sekretaris pesantren H. Thahiruddin dan Sekretaris Yayasan H. Faizin Syamwil ketika mengecek kondisi dapur umum santri

Peningkatan Dapur Umum ini adalah bagian dari tujuan Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan mendukung pertumbuhan holistik para santri. Dengan fasilitas yang ditingkatkan, pesantren berharap dapat memberikan makanan yang lebih baik, lebih bervariasi, dan lebih sehat kepada santri.

Abdul Ghafur Haikal, Kepala Bidang Kesejahteraan Santri Biro Kepesantren Nurul Jadid, mengatakan, “Kami sangat peduli terhadap kesejahteraan santri sebagaimana amanah dari pengasuh untuk memberikan layana terbaik. Dalam upaya untuk mencapai standar pelayanan itu, kami bekerjasama dengan bapak Asy’ari alumni asal Situbondo telah melakukan renovasi besar-besaran pada Dapur Umum pesantren. Ini adalah langkah yang penting dalam memastikan santri mendapatkan nutrisi yang diperlukan untuk berkembang dengan baik.”

Pengasuh Kiai Zuhri Zaini ketika mengecek peralatan makan santri di dapur umum pasca upgrading

Peningkatan Dapur Umum melibatkan perluasan dan pembaruan peralatan memasak, penyediaan ruang yang lebih luas untuk mempersiapkan makanan, serta peningkatan dalam standar kebersihan dan sanitasi. Pondok Pesantren Nurul Jadid juga telah mempekerjakan koki berpengalaman untuk memasak makanan yang lezat dan sehat.

Peningkatan Dapur Umum ini mendapat dukungan penuh dari para orangtua santri, yang juga berharap agar anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan nutrisi yang baik selama berada di pondok pesantren.

Upaya Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk meningkatkan layanan kos makan santri adalah contoh praktik baik dari komitmen terhadap pembangunan holistik para santri. Diharapkan langkah ini akan memberikan dampak positif dalam mendukung pertumbuhan intelektual dan fisik santri, serta memperkuat fondasi pendidikan pesantren.

(Humas Infokom)

Panitia Pulang Bersama Adakan Rapat Zoom Bersama P4NJ Sosialisasikan Teknis dan Mekanisme Pemulangan Santri

nuruljadid.net – Ketua panitia Pulang Bersama, ustaz Mujibul Khoir, M.Pd, yang bertugas mengorganisir pemulangan santri ke berbagai daerah dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, telah mengadakan rapat daring melalui platform Zoom Siang ini (19/09/2023) di Aula Mini pesantren. Rapat tersebut dihadiri oleh anggota panitia serta perwakilan dari pengurus P4NJ pusat, H. Syamsul Ma’arif dan sekretaris pesantren dari sekretariat H. Thahiruddin.

Rapat tersebut merupakan agenda penting dalam persiapan pemulangan santri yang biasanya datang dari berbagai kota dan pulau di Indonesia untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad bersama keluarga dan masyarakat di kampung halaman. Tujuan rapat ini adalah untuk menyosialisasikan teknis dan mekanisme pemulangan santri agar proses ini berjalan lancar dan aman.

Dalam rapat yang berlangsung selama dua jam, panitia membahas berbagai aspek yang terkait dengan pemulangan santri. Beberapa poin yang dibahas antara lain jadwal pemulangan, armada transportasi, prosedur keamanan, titik turun (dropspot), koordinasi dengan keluarga, dan pelayanan khusus.

Ketua Panitia Pulang Bersama, ustaz Mujibul Khoir, M.Pd, mengatakan bahwa persiapan untuk pemulangan santri tahun ini telah berjalan dengan baik, dan mereka sangat berkomitmen untuk memastikan keamanan dan kenyamanan santri selama proses pemulangan.

“Kami sangat menghargai kerja sama yang baik dengan semua pihak termasuk P4NJ dalam menjalankan program pemulangan ini. Semua langkah yang telah kami rencanakan semoga dapat membantu santri merayakan Maulid Nabi bersama keluarga dan masyarakat dengan aman dan nyaman,” kata ustaz Mujib.

Proses pemulangan santri ini merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh para santri dan keluarganya. Semoga dengan persiapan yang baik, para santri dapat merayakan Maulid Nabi dengan sukacita dan ketentraman di tengah-tengah keluarga tercinta.

 

(Humas Infokom)

FKO Nurul Jadid Hidupkan Kembali Gerakan Literasi Santri Melalui Lapak Baca

nuruljadid.net – Senin Malam, 18 September 2023, Forum Komunikasi OSIS (FKO) Nurul Jadid kembali menghidupkan program penting yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca santri dan mendukung perkembangan literasi di kalangan mereka. Inisiasi ini dinamakan “Gerakan Literasi Santri Melalui Lapak Baca” yang pernah dimulai sejak tahun 2019 dan vakum sejak pandemi covid-19

melaui program ini, FKO Nurul Jadid selalu berkomitmen untuk mengajak santri bukan hanya mahir dalam bidang agama, tetapi juga dalam literasi dan pengetahuan umum. Gerakan Literasi Santri Melalui Lapak Baca ini adalah langkah konkret dalam mencapai cita-cita bersama.

Salah satu ciri khas dari inisiatif ini adalah pendirian “Lapak Baca” di lingkungan pesantren. Lapak Baca ini adalah ruang yang didedikasikan khusus untuk membaca dan berbagi buku-buku. Santri diundang untuk datang ke Lapak Baca, meminjam buku, dan bahkan berbagi buku yang mereka miliki dengan santri lainnya.

Suasana Lapak Baca Santri yang dipadati santri yang tengah asyik membaca buku yang tersedia

Ketua FKO Nurul Jadid, Lutfi Fitratullah siswa SMK Nurul Jadid, mengungkapkan tujuan utama gerakan ini, “Kami ingin membuka pintu dunia literasi bagi santri Nurul Jadid. Literasi adalah kunci untuk pemahaman yang lebih baik tentang banyak hal, dan kami yakin bahwa dengan akses yang lebih mudah ke buku dan bahan bacaan, santri akan tumbuh menjadi generasi yang lebih berpengetahuan dan berpikiran terbuka.” Ujarnya.

Salah satu santri, Subhan, berbagi perasaannya tentang inisiatif ini, “Saya sangat senang dengan Lapak Baca ini. Sebelumnya, saya sulit menemukan buku-buku yang saya minati, tetapi sekarang saya bisa membaca lebih banyak dan berbagi buku dengan teman-teman. Ini membuka peluang baru untuk saya pribadi.” Pungkasnya.

Dengan akses yang lebih mudah ke buku dan berbagai kegiatan literasi, diharapkan generasi santri Nurul Jadid akan tumbuh menjadi individu yang lebih berpengetahuan, kreatif, dan berdaya saing di berbagai bidang dan tingkatan.

(Humas Infokom)