20180823_kunjungan-kapolres-probolinggo

Kunjungan Kapolres Probolinggo Siap Bekerjasama untuk Masyarakat

nuruljadid.net – Kapolres Probolinggo berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kamis (23/08/2018). Kunjungan itu dilakukan dalam rangka meningkatkan kerjasama dengan pesantren. Kerjasama itu bukan kali pertama dilakukan oleh Kapolres.

Dalam kunjungannya, KH. Abd Hamid Wahid selaku Kepala Pesantren sekaligus rektor UNUJA, menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Kapolres beserta rombongannya, “Kami merasa terhormat mendapat kunjungan dari Kapolres dan jajarannya. Semoga, ini menjadi hubungan yang terus baik,” dawuhnya saat memberikan sambutan menerima kunjungan di ruang pertemuan pesantren.

Bahwa adanya kerjasama itu untuk menciptakan ketertiban di masyarakat. Sehingga lingkungan menjadi damai dan tentram. Apa lagi, tidak akan lama lagi di Indonesia akan ada hajatan pesta demokrasi yaitu Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2019.

Kiai Hamid berharap mulai saat ini Kapolres dan Pesantren bisa saling bahu membahu di dalam memberikan informasi dan pembinaan kepada masyarakat sampai mereka sadar terhadap pentingnya menjaga ketertiban pada saat menyongsong pesta demokrasi nanti.

Pembinaan itu bisa dimulai dengan cara melakukan penguatan kedisiplinan dan penanaman kesadaran kebangsaan kepada kader-kader bangsa. Seperti yang diterapkan oleh pesantren Nurul Jadid kepada santri melalui gerakan pramuka.

“Mereka digembleng dan dilatih disiplin. Jika sudah pada waktunya selanjutnya mereka akan di distribusikan kepada masyarakat,” kata Kiai Hamid menegaskan.

Sementara itu, Wakapolres, Kompol Ali Rahmat saat menyampaikan sambutan mewakili Kapolres Probolinggo mengatakan jajarannya akan terus komunikasi dengan pihak pesantren.

Pria kelahiran Blitar ini mengaku banyak hal yang harus dikomunikasikan dengan pihak pesantren untuk membentengi anak-anak muda dari serangan narkoba dan sejenisnya. Sebab barang haram ini sudah bergentayangan di mana-mana. Untuk itu keberadaannya harus diperangi sebelum merusak generasi bangsa.

“Kita saat ini bukan perang dengan penjajah tapi kita berperang dengan mental masyarakat,” pungkas Rahmat.

Kunjungan Kapolres Probolinggo di Nurul Jadid Probolinggo di akhiri dengan foto bareng dan serah terima cinderamata dari pihak pesantren dan Kapolres.

Penulis : Ahmad

Editor : Muhammad Nuris

20180817_asosiasi-mahad-aly-indonesia-adakan-rapat-di-pp.-nurul-jadid

Asosiasi Ma’had Aly Indonesia Adakan Rapat di PP. Nurul Jadid

nuruljadid.net – Asosiasi Ma’had Aly Indonesia(AMALI)mengadakan rapat Pimpinan Ma’had Aly se provinsi jawa timur dengan tema “Menuju Ma’had Aly sebagai perguruan tinggi perguruan tinggi pesantren yang unggul dan kompetitif dijawa timur” yang dipimpin oleh KH. Abdul Jalal, Ketua AMALI.

Dalam pelaksanaannya, KH. Abdul Jalal menuturkan bahwa tujuan utama diadakannya rapat tersebut adalah untuk menyatukan pendapat tentang prospek perkembangan Ma’had Aly se-jawa timur yang akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Tegistha Indar Parawansa, M.Si. yang salah satu diantaranya terkait dengan beasiswa.

“Oleh karena itu, pada pertemuan ini kita godok tentang kebutuhan dan kehendak kita secara tertulis untuk disampaikan kepada Ibu Gubernur Jawa Timur,”

Beliau mengimbuhkan bahwa beberapa masa yang lalu AMALI diundang oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah(LPPD) provinsi jawa timur terkait dengan beasiswa Madrasah Diniyah(MADIN) yang akan direalisasikan pada tahun 2019.

Bertempat di Ruang pertemuan PP. Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, Kepala Pesantren PP. Nurul Jadid mengungkapkan perasaannya bahwa suatu kehormatan dan kebanggaan bagi PP. Nurul Jadid yang ditunjuk sebagai tempat terselenggarakannya Rapat tersebut, Jum’at (17/08/2018) siang.

Kyai Hamid, sapaan akrab Kepala Pesantren berharap agar pengembangan ilmu dan intelektualitas pesantren bisa terasa dan terlahir dari proses yang berlangsung di Ma’had Aly.

“bagi kami, Ma’had Aly adalah satu hal yang penting sebagai khazanah bangsa ini yang lahir dalam dinamika didalam pesantren,” jelas beliau.

Selain itu, Kyai Hamid menyampaikan, dengan diakuinya Ma’had Aly sebagai Lembaga Formal oleh pemerintah tentunya kita tidak ingin watak dan karakter pesantren menjadi hilang, tapi bagaimana kita diberi lebih peluang dan peluang. Oleh karena itu, forum ini adalah forum yang tepat untuk menggagas hal yang strategis hingga hal yang teknis.

Rapat yang berlangsung selama 7 jam sejak pukul 15.30 WIB hingga 22.30 WIB dihadiri oleh 12 pimpinan(mudir) ma’had aly se jawa timur yang menghasilkan 3 hal kemufakatan antara lain; beasiswa bagi mahasantri, infrastuktur(fisik dan non fisik) dan kelengkapan struktur kepengurusan Ma’had Aly wilayah jawa timur.

Adapun struktur kepengurusan ialah sebagai berikut :

Ketua : Dr. K. Musholli(Ma’had Aly Nurul Qodim)

Sekretaris : KH. Badruttaman(Ma’had Aly Nurul Qonain)

Bendahara : KH. Romzi Al amiri Mannan(Ma’had Aly Nurul Jadid)(Zaki/Ahmad)

Detik-detik peringatan HUT RI ke 73 di PP. Nurul Jadid

Detik-Detik Peringatan HUT RI ke 73 di PP. Nurul Jadid

Nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar upacara peringatan detik-detik proklamasi dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-73 di halaman kampus Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Probolinggo, Jum’at (17/8/2018).

Peserta upacara di ikuti oleh seluruh lembaga yang berada di bawah naungan Yayasan Nurul Jadid, Dalam upacara tersebut, turut hadir pula para undangan, tenaga pengajar ataupun karyawan hingga jajaran Kepala Sekolah, Dekanat, dan Rektorat UNUJA.

Pelaksanaan upacara ini di pimpin langsung oleh Suyudiyanto selaku Bati Komsos, dari anggota Koramil Paiton yang bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup).

Irup Suyudiyanto menjelaskan bahwa upacara bendera pada 17 agustus merupakan bentuk kecintaan terhadap tanah air. “Sebagai penerus bangsa, kita harus mengingat perjuangan para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan,” katanya, saat diwawancarai oleh wartawan Sekolah Jurnalistik setelah upacara selesai.

Acara yang digawangi oleh Forum Komunikasi OSIS (FKO) di bawah pembinaan Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Panji Pelopor (Santri yang dipilih dan dilatih untuk menangani kegiatan-kegiatan keacaraan dan keprotokolan Pesantren) dibawah pembinaan Bagian Humas dan Protokoler Pondok Pesantren Nurul Jadid ini memuat tema “Kerja Kita Prestasi Bangsa, Karya Santri Prestasi Negeri”.

Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang terdiri dari 72 siswa tingkat SLTA di Nurul Jadid yang diseleksi dan dilatih oleh Anggota TNI dari Komando Rayon Militer (Koramil) Kecamatan Paiton Babun Sugianto Sersan Kepala (Serka) Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI AD.

Formasi Paskibra terdiri 17 Pengawal 8 Pasukan inti pembawa Bendera Merah putih di iringi 45 pasukan pengiring. Agung Gayu Mudianto siswa SMK Nurul Jadid bertindak sebagai pembaca proklamasi di iringi pelepasan kembang api secara serentak dari berbagai sudut di tempat acara.

Di lanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih oleh Tim Paskibra perwakilan dari tiga sekolah, diantaranya Muhammad hanif Arya Jaya siswa MA Nurul Jadid ,serta didampingi  oleh muhammad ubaidillah siswa SMK Nurul Jadid serta Wildan firmansyah siswa MA Nurul Jadid.

Penutupan upacara pengibaran bendera di tutup dengan pembacaan doa oleh Mohammad Fadilul Hasan dari SMK Nurul Jadid. (Mohammad Sukron_SJ)

PP Nurul Jadid sambut HUT Kemerdekaan dengan Upacara Bendera

Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-73 Republik Indonesia yang dilaksanakan di halaman kampus Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Probolinggo, Jum’at (17/8/18).

Peserta upacara di ikuti oleh seluruh lembaga yang berada di bawah naungan Yayasan Nurul Jadid. Dalam upacara tersebut,  turut hadir pula para undangan, tenaga pengajar ataupun karyawan hingga jajaran Kepala Sekolah, Dekanat, dan Rektorat UNUJA.

Suyudiyanto selaku Inspektur upacara menjelaskan bahwa upacara bendera pada 17 Agustus merupakan bentuk kecintaan terhadap  tanah air. “Sebagai penerus bangsa, kita harus mengingat perjuangan para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan,” katanya, saat diwawancarai oleh wartawan Sekolah Jurnalistik setelah upacara selesai.

Acara yang digawangi oleh Tim Panji Pelopor PP. Nurul Jadid ini memuat tema “Kerja kita Prestasi Bangsa, Karya Santri Prestasi Negeri”. Agung Gayu Mudianto siswa SMK Nurul Jadid bertindak sebagai pembaca proklamasi di iringi pelepasan kembang api secara serentak dari berbagai sudut di tempat acara.

Di lanjutkan pengibaran bendera merah putih oleh Tim Paskibra perwakilan dari tiga sekolah, diantaranya Muhammad hanif Arya Jaya siswa MA Nurul Jadid ,serta didampingi  oleh muhammad ubaidillah siswa SMK Nurul Jadid serta Wildan firmansyah siswa MA Nurul Jadid.

Penutupan upacara pengibaran bendera di tutup dengan pembacaan doa oleh Mohammad Fadilul Hasan dari SMK Nurul Jadid.

Sambut Hari Kemerdekaan, PP. Nurul Jadid gelar Penayangan Film Perjuangan

Nuruljadid.net- Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-73, Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid  mengadakan penayangan film perjuangan berjudul SUKARNO, Rabu (16/08/2018) yang bertempat dilapangan Ayaman.   

Kepala bidang Humas dan Protokoler, PP. Nurul Jadid, Mahrus Syamwil menyampaikan, penayangan film SUKARNO tersebut, sebagai refleksi bagi para santri untuk mengingat jasa-jasa pejuang dalam merebut kemerdekaan.

“Tujuannya, agar santri mengenal dan memiliki semangat berjuang dan jiwa kepahlawanan sebagaimana semangat perjuangan yg sudah ditunjukkan oleh para pahlawan, ulama dan pejuang kemerdekaan,” tutur Kepala Bagian Humas dan Protokoler (HUMPRO) tersebut.

Tidak hanya itu, Mahrus Syamwil menambahkan, kegiatan itu dimaksudkan sebagai sarana Internalisasi salah satu poin kesadaran dalam Trilogi santri,

“Sebagai sarana internalisasi nilai-nilai kesadaran berbangsa dan bernegara (Al wa’yu al-Sya’bi wa al Hukumi) bagi santri,” Tambahnya.

Kegiatan Nobar yang dimulai dari pukul 08:00 WIB tersebut, diawali dengan menyanyikan lagu indonesia raya serentak oleh para santri dan berakhir pada pukul 10:45 WIB.

Salah satu panitia kegiatan penayangan film perjuangan, Hayim mengatakan, Kegiatan penayangan film perjuangan ini sudah menjadi tradisi di PP Nurul Jadid.

“hal ini sudah menjadi tradisi pondok pesantren Nurul jadid setiap menjelang Hari ulang tahun indonesia” ungakapnya saat ditemui SJ usai Nobar.

Dalam pelakasanaannya, Seluruh santri terlihat antusias dan merasa kagum dengan film tersebut. Ditandai dengan sorak-sorak dan juga tepuk tangan yang gemuruh diakhir cerita film tersebut.

(Mr. Han_Sj)

Rapat Perdana Panitia PHBI Maulid Nabi Muhammad SAW

Nuruljadid.net-Hubungan Masyarakat dan Protokuler (HUMPRO) Pondok Pesantren Nurul Jadid selenggarakan rapat perdana dengan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) dan Forum Komunikasi Osis (FKO) di Kantor Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ), Selasa (14/08/18).

Rapat perdana tersebut bertujuan untuk proses kaderisasi pesantren dalam kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Selain itu juga untuk mengoptimalkan kegiatan-kegiatan PHBI di PPNJ, salah satunya pembahasan rapat adalah untuk persiapan kegiatan peringatan Maulid Nabi 2018 M/ 1440 H.

“tujuan dalam rapat ini iyalah untuk mengoptimalkan kembali dalam melaksanakan kegiatan PHBI di PPNJ, salah satunya persiapan Maulid Nabi mendatang yang akan melibatkan kepanitiaan dari BEM dan FKO, agar proses kaderisasi Pesantren berlanjut dan bisa melahirkan kader-kader yang unggul dalam kegiatan-kegiatan di PPNJ,” tutur Mahrus Syamwil selaku ketua Humpro PPNJ

Yang terpilih menjadi ketua panitia dalam kegiatan PHBI Maulid Nabi kali ini Sukron Makmun dari Fakultas Teknik dan Sekretaris Hafid Rifa’i dari Fakultas Agama Islam dan Syaifurrizal dari Fakultas Teknik sebagai bendahara. Selanjutnya akan ditindaklajuti dengan melengkapi struktur perdevisi yang diambilkan dari kalangan mahasiswa dan FKO, tentu nanti dalam proses pelaksanaan tidak lepas dari pengawalan pengurus pesantren yang lain.

Harapan ketua HUMPRO dalam pelaksanaan kegiatan ini nantinya, “semua kepanitiaan dapat bekerja secara baik dan maksimal, agar proses kaderisasinya baik, serta membawa suasana hangat dalam jajaran keluarga PPNJ dan masyarakat sekitar.” tutupnya saat diwawancarai wartawan Sekolah Jurnalistik setelah rapat selesai di ruang rapat PPNJ.

Penutupan OPBAR Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an 2018

Nurujadid.net- Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) mengadakan acara penutupan Orientasi Peserta Baru (OPBAR) yang bertempat di Aula SMP Nurul Jadid Selasa (14/08/18).

Penutupan OPBAR tersebut di hadiri oleh seluruh peserta baru PPIQ, Asatidz dan Anggota Ittihadunnasyiin (Itnasy).

“Pertama kami ucapkan , mewakili seluruh pengurus Ahlan Wa Sahlan Bihudlurikum selamat datang di Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an. Semoga peserta yang baru bergabung adalah benar-benar orang pilihan yang memang memiliki cita-cita luhur,” Tutur Ustad Dimas Eko Cahyono, Pengurus Pusat pendidikan Ilmu Al-Qur’an.

“Tujuan diadakannya acara ini adalah tak lain supaya semua (peserta baru) yang hadir pada saat ini bisa mengenal lebih dekat dengan lembaga Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an.” Imbuh Santri Asal Bondowoso Tersebut.

Acara tersebut menghadirkan Ustadz Muhammad kholil sebagai pembicara.

“(Asrama) unggulan di PP Nurul Jadid yang saya ketahui ada 3, PPIQ, MAK dan LPBA. Ini adalah Icon-nya Nurul Jadid, Karena ketiga lembaga itulah yang selalu mengharumkan nama baik Pondok Pesantren Nurul Jadid.” Tutur Alumni PPIQ tersebut diiringi tepuk tangan hadirin.

Beliau mengingatkan bahwa tujuan mondok dari rumah adalah untuk mencari ilmu. Tak jarang pembahasan beliau menyinggung tentang kedua orang tua. Hal ini membuat sebagian peserta yang hadir pada malam itu terisak-isak meneteskan air mata.

Dalam acara tersebut juga diumumkan beberapa nama yang dinobatkan sebagai peserta terbaik OPBAR PPIQ 2018. Mereka adalah Muhammad Buqron Andre S sebagai Peserta Terbaik Putra, Aisyatul Munawwaroh sebagai Peserta Terbaik Putri dan Gunawan sebagai Peserta Teraktif.

Rayakan HUT RI Ke-73, PP Nurul Jadid Gelar Lomba Baca Puisi

Nuruljadid.net- Dengan niatan menyemarakkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 73 Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) yang dibantu oleh Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) 2018 dengan mengadakan beberapa macam perlombaan seperti baca Puisi dan Orasi kemerdekaan pada, Senin malam (13/08/18) .

Dalam memperingati HUT RI ke 73 tahun Peserta kkn mengadakan Lomba yang diikuti oleh seluruh santri putra dari masing-masing wilayah di PPNJ. Setiap wilayah wajib dengan mendelegasikan maksimal dua santri dari setiap katagori lomba.

Kegiatan yang bertempat di halaman SMP Nurul  Jadid ini telah dihadiri oleh 28 peserta dan juga pendukung dari berbagai asrama.

“Lomba ini lebih damai daripada sebelum-sebelumnya, tak ada cacian yang menurunkan semangat peserta lain, mereka lebih fokus memberi semangat jagoannya sendiri,” ucap Hanafi selaku Koordinator lomba tersebut.

Tidak hanya itu, Pria kelahiran Kota Tape Bondowoso ini menilai semangat santri menyambut HUT RI ke-73 sangat menggelora. Hal itu terbuktikan dari gairah mereka saat sedang mengikuti lomba.

“Bahkan ada yang sampai memakai pakaian ala tentara, sakera sebagai pendekar dan bahkan sampai ada adegan mengibarkan bendera di atas panggung,” tambahnya kepada NurulJadid.net.

Hanafi juga berharap agar santri bisa berada di garda terdepan dalam membela NKRI ini. Mengingat pejuang kemerdekaan Indonesia juga melibatkan Kiai, Santri dan Pesantren. (Umarul Faruq)

Menjelang HUT RI ke 73, Paskibraka NJ dilatih Mental dan Fisik

Nuruljadid.net – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 73 Republik Indonesia, Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, terus melakukan latihan rutin pagi dan sore di halaman kampus Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Senin (13/08/18).

Paskibraka merupakan wujud bela negara, sehingga dapat menumbuh kembangkan semangat dan jiwa Nasionalisme santri.

Anggota Paskibraka adalah siswa siswi tingkat SLTA yang memiliki bakat dan kemauan serta lolos seleksi sebagai tim pengebar bendera.

Proses seleksi dan Latihan Paskibra dilakukan dan dibina langsung oleh Babun Sugianto Sersan Kepala (Serka) Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI AD yang berada di bawah naungan Komando Rayon Militer (Koramil), bagian dari Komando Distrik Militer (Kodim) dan Komando Resort Militer (Korem), yang menginduk pada Komando Daerah Militer (Kodam).

Serka Babun mengatakan, latihan ini sudah berlangsung empat hari, tapi masih banyak kekurangan khususnya yang di putra.

“Putra agak berkurang dibanding dengan yang putri. Karena sering gonta ganti orangnya. Sudah dilatih, ganti lagi orangnya. Beda dengan yang putri, latihan dua hari sudah lumayan,” kata Babun, saat ditemui di lapangan.

Selain mengajari baris berbaris, beliau juga mempersiapkan mental dan fisik mereka agar siap secara totalitas nantinya.

“Pelatihan yang mereka jalani setiap hari, sudah terlihat banyak perubahan setelah mengikuti pelatihan ini. Para Paskibra terlihat lebih disiplin lagi, ” tambah Babun.

Selain itu, Babun juga berharap dalam kegiatan peringatan kemerdekaan bukan hanya dari tingkat SLTA. Tapi dari kalangan mahasiswa (Pramuka) juga ikut mendampingi mereka latihan.

“Mereka butuh pendampingan dari seniornya maupun Pembina Pramuka NJ. Tapi begitu ada paskibraka, ada peringatan yang kita rayakan mereka tidak ada. Jadi saya berharap mereka ikut andil, duduk bersama sekaligus mendampingi adik-adiknya latihan,” harapnya.

Aksi Solidaritas BEM UNUJA untuk Korban Gempa Lombok

Nuruljadid.net- Bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat akhir-akhir ini menyita perhatian publik. Bagaimana tidak, setidaknya sampai hari ini korban meninggal bertambah menjadi 387 orang.

“Diperkirakan jumlah korban meninggal akan terus bertambah karena masih ada korban yang diduga tertimbun longsor dan bangunan roboh,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo, Sabtu (11/8/2018), seperti dikutip Antara.

Lebih dari pada itu, untuk korban luka-luka tercatat 13.688 orang. Sedangkan masyarakat yang telah dievakuasi tercatat 387.067 jiwa di ribuan titik pengungsian yang tersebar di beberapa kota terdekat.

Sutopo melanjutkan, kerugian akibat gempa bumi diperkirakan mencapai Rp 2 triliun. Angka tersebut sebagian besar dihitung dari kerusakan bangunan akibat gempa. Meliputi sektor permukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial budaya dan lintas sektor.

Kejadian tersebut memantik aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  Universitas Nurul Jadid (UNUJA) untuk melakukan aksi solidaritas peduli sesama, Sabtu (11/8/2018).

Aksi solidaritas ini diawali dengan istigasah bersama di Pondok Mahasiswa (POMAS) UNUJA, dilanjutkan dengan penggalangan dana bagi korban gempa yang dilaksanakan di area kampus UNUJA.

Padhorrasit, selaku Ketua BEM UNUJA menjelaskan kegiatan ini digelar untuk meringankan penderitaan korban gempa. “Uluran tangan kita sangat dibutuhkan oleh korban gempa, maka tugas sebagai mahasiswa untuk menolong mereka,” katanya pada wartawan Sekolah Jurnalistik (SJ) UNUJA.

Belasungkawa juga disampaikan oleh Wakil Rektor (Warek) III bagian Kemahasiswaan UNUJA, M. Noer Fadli Hidayat. “Kita semua turut berduka atas gempa bumi yang menimpa Lombok. Semoga Allah memberi kesabaran bagi korban,” katanya saat ditemui wartawan SJ di ruang Warek III UNUJA.

Ia menambahkan bahwa aksi solidaritas yang digelar oleh Aliansi BEM UNUJA merupakan inisiasi yang perlu diapresiasi. “Membangun kesadaran mahasiswa untuk peduli kepada sesama perlu ditanamkan sejak dari sekarang, agar kelak jiwa kesadaran berjuang untuk kemaslahatan umat selalu melekat pada diri mahasiswa ,” tukasnya.

Pererat Silaturrahmi, PP Nurul Jadid Kukuhkan 18 FKS

Nuruljadid.net-Biro Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (BP2M), selenggarakan pengukuhan struktur kepengurusan forum komunikasi santri (FKS) di Aula Mini Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Kamis (09/08/18). Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan kenerja pengurus FKS di Masing-masing daerah, sekaligus meningkatkan hubungan erat antar santri dan alumni di seluruh Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh ketua FKS baik yang divisioner dan juga dimisioner beserta para pengurus-pengurus inti. Ada sebanyak 18 FKS yang dikukuhkan diantaranya Bali, Banyuwangi, Bawean, Besuki, Bondowoso, Gending, Jember, Kangean, Kraksaan, Lumajang, Melandingan Bungatan, Paiton, Probolinggo, Ra’as, Sapudi, Situbondo, Foksma (Forum Komunikasi Santri Madura : Bangkalan, Sumenep, Sampang, Pamekasan).

“Aktifnya FKS di seluruh daerah menjadi modal utama untuk meningkatkan hubungan antara santri dan alumni, dan ini merupakan suatu keuntungan bagi pondok, karena saat ini Pondok Pesantren Nurul Jadid gencar-gencarnya mempererat hubungan antar Alumni,” Terang Ahmad Fuadi, Wakil kepala biro Pengembangan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Di akhir acara, Ketua ORSAD-ORDA(Organisasi Santri dan Organisasi Daerah), Bpk. Riyadlus Sholihin yang juga hadir pada malam itu mengungkapkan bahwa tujuan lain dari diselenggarakannya pengukuhan tersebut sebagai bukti bahwa FKS benar-benar berada dibawah binaan Biro Pengembangan.

“FKS ini mulanya tidak berada dibawah binaan Biro Pengembagan, namun seolah-olah berada dalam pengawasan biro pengembangan, intinya pintu Organisasi ini untuk masuk kepesatren harus melalui Biro pengembangan, khususnya seksi ORSAT-ORDA, oleh itu lahirlah acara pengukuhan struktur FKS ini sebagai pengakuan bahwa FKS benar-benar berada dibawah binaan Biro Pengembangan”. Tambahnya.

(Mr. Han_SJ & Ach. Yani_SJ)

BPPM : Asah Potensi Santri melalui Organisasi

Nurul Jadid.net – Bidang Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (BPPM) adakan rapat koordinasi yang bertempat di kantor Biro Pengembangan, Senin (06/07/2018). Hadir dalam rapat tersebut berbagai oraganisasi yang berada di naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid diantaranya Biro Pengembangan, Seksi Organisasi Santri (Orsat) dan Organisasi Daerah (Orda).

Rapat koordinasi ini dilakukan sebagai bentuk silaturrahmi serta sosialisasi terkait regulasi yang ada di BPPM bagian Orsat, kepada seluruh devisi Forum Komunikasi Santri (FKS) Pondok Pesantren Nurul Jadid, rapat ini juga bertujuan tentang peran pentingan organisasi FKS di masing-masing kota, dalam hal tercacat kurang lebih 18 FKS seluruh Nurul Jadid, diantaranya FKS (Bondowoso, Situbondo,Jember,Banyuwangi, Probolingg, Lumajang, Kangean, Sapudi, Bawean, Kraksaan, Paiton, Besuki, Bali, Pamekasan, Sampang, Raas, Melandingan-Pungatan, Foksma).

Riyadlus Sholihin kepala seksi Orsat menyampaikan bahwa “perkumpulan ini merupakan wadah bagi organisasi santri dari berbagai wilayah di Pondok Pesantren Nurul Jadid, dengan tujuan supaya saling kenal-mengenal dan berjejaring didalam mengembangkan potensi yang dimiliki masig-masing santri”.

“Pengembangan potensi di masing-masing segmen bisa tergali dan dapat memanfaatkan jejaring yang ada,” Katanya saat memimpin rapat.

Sholihin juga mengharap agar pertemuan ini menjadi cikal bakal majunya organisasi santri kedepan, “Semoga silaturahmi ini bisa menjadi awal yang baik bagi pengembangan Orsat kedepan,” ungkapnya.

Penulis  : Ach. Yani_SJ

Editor : Muhammad Nuris

PP. Nurul jadid; Siap Berubah dan Tidak Mengeluh

Nuruljadid.net – Biro Kepesantrenan putri, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, menyelenggarakan rapat koordinasi lintas pengurus daerah wilayah Az-zainiyyah (Dalbar) yang bertempat di Auditorium mini Universitas Nurul Jadid, Senin Malam (06/08/2018) .

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya yang dilaksanakan pada, Minggu (05/08/2018). dengan agenda rapat koorninasi antara dalam rapat ini hanya dihadiri oleh santri pengurus yang berdomisi di wilayah Az Zainiyah yang dihadiri oleh Buk Nyai Hamidah Wafi wakil kepala biro Kepesantrenan Putri serta Nyai Umi Haniah dan segenap perwakilan Ustadzah dari berbagai jabatan perdaerah/ asrama putri dalbar pondok putri PP. Nurul Jadid, Paiton

Acara rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Nyai Hamidah Wafi, selaku Wakil Kepala Biro Kepesantrenan (Wakabiktren) yang baru.

Hadir pula Nyai Umi Haniah Wakil Biro Keuangan, Nyai Shofiyah Wakil Biro Pendidikan, Ustadzah Enik Rahmawati, Ustadzah Faiq dan Ustadzah Qurrotul Aini.

Dalam acara rapat koordinasi ini mempunyai beberapat agenda yang merupakan salah satu wadah  sekaligus Silaturrahmi antara Pengurus Biro Kepesantrenan dengan Pengurus Daerah dan Kewaliasuhan Wilayah Az-Zainiyyah (Dalbar).

Ibunda Nyai Hamidah Wafi, Wakil Kepala Biro Kepesantrenan (Wakabiktren) Dalam sambutannya, berpesan, ” Bahwa dalam menjalankan tugas harus  jujur, tidak mudah sakit hati (baperan), siap berubah dan tidak mengeluh.” Jelas beliau

Kepada setiap pengurus beliau juga mewanti-wanti, “Harus siap, tangguh dan berjalan dalam satu arah yang sama,” tegas beliau.

(Sofatul Azizah_SJ)

PANJ Bali Panjatkan Do’a Bersama untuk Gempa

nuruljadid.net – Alumni Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, yang terkumpul dalam komunitas Paguyuban Alumni Nurul Jadid (PANJ) khusus pulau dewata  Bali, memanjatkan do’a bersama di Desa Kedonganan, Kuta Selatan, Badung Bali, Minggu malam  (05/08/2018) .

Doa bersama ini dalam rangka memohon perlindungan dan keselamatan atas terjadinya gempa yang melanda daerah Lombok, Bali hingga daerah Jawa Timur, Minggu malam (05/08/2018) yang bertempat di desa kedonganan.

Diketahui sebelumnya, menurut berbagai sumber di media yang memberitakan, akibat gempa di Lombok banyak bangunan roboh dan korban luka-luka yang telah rujuk ke rumah sakit, efek dari gempa berdampak pada kapasitas air laut yang semakin naik hingga sampai daratan dengan  ketinggian air  50 cm,  akibat dari gempa dilombok pulau Bali juga ikut digoncang oleh gempa, sehingga menyebabkan beberapa bangunan rusak. 

Demikian juga di Bali, dampak dari gempa tersebut terdapat beberapa bangunan-bangunan besar runtuh, diantaranya Mall Galery, Jl. By pas Ngurah Rai, Simpang Dewa Ruci, Kuta, Kabupaten  Badung, Bali dan Bandara Internasional Ngurah Rai.

Rasid, selaku koordinator PANJI di daerah Badung Bali, “berharap agar tidak terjadi gempa susulan”. ungkap rasid

koordinator P4NJ Bali berharap sebelum melakukan doa bersama “Kita berharap tidak ada susulan kembali, dan kepada saudara-saudara kami  di Lombok khususnya dan Bali yang ditimpa gempa semoga diberi ketabahan,” (Wandi Abdullah)

Rangsang Generasi Muda Melalui Lomba Karya Tulis Ilmiyah

nuruljadid.net – Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro (HIMATRO) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) adakan Lomba Karya Tulis Ilmiyah (LKTI) dengan Tema “Energi Baru dan Terbarukan untuk Percepatan Kesejahteraan Masyarakat Desa” Sabtu, (04/08/2018).

Kegiatan yang bertempat di Auditorium Teknik UNUJA, diikuti oleh Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) se – kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan dalam bidang tulis dan sastra serta semangat siswa dalam menjaga kesejahteraan dan perkembangan desa.

Bapak Moh. Furqon, selaku Dekan Fakultas Teknik (FT) sangat mengapresiasi serta memberikan dukungan penuh atas diselengarakannya kegiatan agar semua siswa juga dapat menumbuh kembangkan kreativitasnya bukan hanya di bidang kurikulum tapi juga dibidang kreativitas dalam karya tulis, sastra, cerpen yang dibungkus dengan LKTI tersebut “Apresiasi yang sangat besar kami ucapkan kepada semua peserta lomba yang turut serta mengikuti LKTI ini,” ungkapnya saat memberikan sambutannya.

Lanjut Furqon, panggilan akrabnya memaparkan tujuan lain dari kegiatan LKTI ini “Dalam rangka mengenalkan Universitas Nurul Jadid sekaligus Kegiatan-kegiatan yang ada di HIMATRO,” imbuhnya.

Demikian juga, Agustin Lukmanul Hakim selaku ketua HIMATRO menyampaikan bahwa kegiatan yang serupa dengan LKTI sudah menjadi rutinitas tahunan baik berupa lomba ataupun seminar “Kegiatan ini sudah menjadi rutinitas tahunan  HIMATRO,” ungkapnya.

Dihadiri oleh berbagai juri dalam kegiatan ini diantaranya, Tijaniyah dosen Fakultas Teknik, Bpk Ilham dari PJB, dan Ibu Erna dari BRI.

Penulis : Abd. Hannan_SJ

Editor : Muhammad Nuris