P4NJ se Malang Raya Resmi Dilantik oleh Pengasuh PP. Nurul Jadid

nuruljadid.net – Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) se Malang Raya periode 2017 – 2022 dilantik langsung oleh Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zani hari ini (05/11/2017) di Aula UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini digelar bersamaan dengan kegiatan Sambut Mahasiswa Baru (SAMBA) 2017 dan Temu Alumni.

Beliau, KH. Moh. Zuhri Zaini juga memimpin ikrar Pengurus yang diantara berisikan  tentang kesiapan untuk menjalankan tugas yang diemban kepada kepengurusan P4NJ dengan penuh tanggung jawab.

Selain pengasuh, Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abd Hamid Wahid juga ikut hadir dalam acara ini. Dalam kegiatan ini beliau memberikan SK Kepengurusan P4NJ kepada masing masing pengurus yang disaksikan oleh Seluruh alumni PP. Nurul Jadid yang hadir di acara.

KH. Abd Hamid Wahid juga menyampaikan bahwa P4NJ bukan hanya sekedar pengurus namun juga pelopor dari alumni PP. Nurul Jadid di Malang.

“Dengan terjalinnya hubungan pesantren dengan masyarakat dapat bermakna bagi masyarakat bahwa PP. Nurul Jadid harus mengembangkan visi yang lain selain visi pendidikan dan pengajaran. Hadirnya P4NJ Malang menjadi ruang baru bagi civitas akademi PP. Nurul Jadid” dawuh beliau.

Selain menyampaikan harapan kepada pengurus P4NJ, beliau juga menyampaikan perencanaan pesantren yang akan dilaksanakan salah satu contohnya adalah akan diadakannya pertemuan alumni PP. Nurul Jadid se Indonesia

“Dalam waktu dekat akan memfasilitasi pertemuan aumni se Indonesia, dengan harapan adanya komunikasi dan interaksi alumni PP. Nurul Jadid se Indonesia. Dari sanalah kita dapat mengambil hikmah dari silaturrahim untuk mengambangkan ekonomi, pendidikan dakwah dan lainnya” tambah KH. Hamid. (Qz)

Harapan dibalik Pelantikan Pengurus ITNASY PPIQ Periode 2017-2018

Nuruljadid.net – Kemarin (02/11/2017) tepat pada pukul 20.30 WIB Pusat Pendidikan Ilmu Al Qur’an (PPIQ) mengadakan Pelantikan Pengurus Ittihadun Nasyi’in (ITNASY) periode 2017-2018 yang digelar di Aula SMP Nurul Jadid. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur PPIQ, KH. Moh. Hefni Mahfudz.

Kegiatan pelantikan ini merupakan regenerasi atau peremajaan untuk peserta didik PPIQ sekaligus sebagai ajang untuk belajar tentang kepemimpinan. Kepala Bagian Umum PPIQ, Ust. Syaiful Rizal turut memberikan sambutan dan harapan pada acara tersebut. Dia menuturkan bahwasanya organisasi Itnasy ini merupakan suatu wadah untuk menjaring aspirasi, bakat dan minat pesert didik PPIQ. Selain itu agar mereka juga turut membantu mensukseskan Visi dan Misi PPIQ,

Kepala Bagian Umum PPIQ juga menyampaikan harapan laju organisasi Itnasy ini agar lebih baik daripada kepengurusan Itnasy di periode sebelum – sebelumnya.

Lepas sambutan Kepala Bagian Umum, KH. Hefni Mahfudz melantik pengurus Itnasy dengan membacakan Ikrar Pengurus yang berisikan bahwa akan setia dan selalu mengedepankan kepentingan golongan diatas kepentingan pribadi. Pembacaan ikrar itu disaksikan oleh seluruh masyarakat PPIQ.

Kegiatan ini bertambah khidmat ketika Direktur PPIQ memberikan tausiyah kepada seluruh warga PPIQ terutama kepada pengurus itnasy terlantik. Beliau menyampaikan bahwa apa yang telah disaksikan oleh semua warga PPIQ merupakan sebuah hal yang membuat beliau tergugah hatinya. Pasalnya mereka dilantika dengan disaksikan langsung oleh Allah SWT serta Al Qur’an.

Dalam tausiyahnya beliau juga menyampaikan bahwa menjadi pengurus dalam sebuah organisasi semenjak usia dini merupakan sebuah pembelajaran kepemimpinan.

“kalian memiliki sebuah kesempatan yang sangat bagus untuk menjadi seorang pengurus organisasi karena tidak semuanya mendapatkan amanah tersebut. Apalagi organisasi ini berada dalam pesantren yang 24 jam bisa belajar tentang kepemimpinan” dawuh beliau.

Selain itu, pembina Itnasy terlantik, Ust. Dimas Eko Cahyono juga menyampaikan harapan kepada pengurus Itnasy terlantik. Dia menyampaikan agar pengurus Itnasy menjadi motor penggerak bagi para peserta didik PPIQ untuk mengembangkan bakat dan minatnya masing masing serta bisa mengemban amanah yang telah diberikan oleh PPIQ.

“semoga Itnasy bisa lebih baik daripada sebelumnya dan bisa mencapai target dari apa yang telah Direktur dan Pengurus PPIQ rencanakan” tambahnya. (Qz/Salim)

 

menristekdikti nasIr

Menristekdikti Resmikan Universitas Nurul Jadid

Minggu (29/10), Menristekdikti, Prof.H.Mohamad Nasir,Ph.D., menandatangani peresmian Universitas Nurul Jadid. Universitas Nurul Jadid merupakan merger 3 perguruan tinggi di lingkungan Yayasan Nurul Jadid.

Peresmian itu dilakukan bersamaan dengan acara wisuda ketiga perguruan tinggi Nurul Jadid yang untuk pertama kalinya dilakukan secara serentak dengan jumlah peserta lebih dari 800 orang wisudawan dan wisudawati. Ketiga perguruan tinggi yang dimaksud adalah Institut Agama Islam Nurul Jadid, Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Jadid dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nurul Jadid.

Ketua Yayasan Nurul Jadid, KH.Moh.Zuhri Zaini, BA., hadir di acara tersebut beserta segenap jajaran pimpinan civitas akademik dari ketiga perguruan tinggi.(MBU)

 

menristekdikti nasir tandatangan prasasti

Menristekdikti menandatangani prasasti launching Universitas Nurul Jadid

seminar prawisuda

Seminar Deklarasi Anti Radikalisme Terorisme dibacakan di Aula IAI Nurul Jadid

nuruljadid.net- Seminar dengan tema Peluang dan Tantangan Lulusan Perguruan Tinggi Pesantren di Era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), Sabtu (28/10/2017) di Aula Institut Agama Islam Nurul Jadid (IAINJ) berlangsung khidmat. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH Abdul Hamid Wahid, jajaran rektorat Kampus Terpadu Nurul Jadid dan ratusan peserta Wisudawan.

dalam seminar juga dihadiri  Staf Khusus Prof Dr KH Abdul Hamid Maktub dan Dr. H.M Afif Hasbullah SH M. Hum sebagai pembicara. Dalam acara seminar tersebut diisi dengan pembacaan Sumpah Pemuda.

Selain itu, sebagai bentuk kepedulian perguruan tinggi se Indonesia terhadap maraknya pergerakan radikalisme dan anti pancasila maka dibacakan Deklarasi Anti radikalisme terorisme dari pimpinan perguruan tinggi se Indonesia yang diikuti oleh seluruh peserta seminar dan mahasiswa-mahasiswi.

Hal ini karena perguruan tinggi merupakan pusat pengembangan ilmu pengetahuan bertujuan menemukan dan menegakkan kebenaran serta memberikan manfaat kepada manusia, bangsa dan negara. Bahwa muncul perkembangan ajaran radikal di Indonesia yang mengajarkan kekerasan dalam mencapai tujuan dengan mengatasnamakan suku, agama, ras dan golongan atau yang bertentangan dengan pancasila, UUD tahun 1945 maka pergutuan tinggi se-Indonesia harus mengambil sikap tegas dan melawan gerakan tersebut.

Atas dasar itu, kami pimpinan Pimpinan Perguruan Tinggi menyatakan
Satu ideologi pancasila
Satu konstitusi UUD tahun 1945
Satu semboyan Bhineka Tunggal Ika
Satu tekat melawan radikalisme dan intoleransi.

STT Nurul Jadid Adakan Kuliah Umum Perdana Untuk Semester Awal

nuruljadid.net – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan agama, Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Jadid (STTNJ) mengadakan kuliah umum yang diselenggarakan secara rutin tiap satu bulan sekali untuk mahasiswa semester awal. Hari ini, (27/10/2017) tepat pukul 08.00 WIB, kuliah umum awal dilaksanakan di Aula STT Nurul Jadid dan dihadiri oleh seluruh Mahasiswa dan mahasiswi semester awal.

Sebelum kegiatan ini dimulai Bapak Achmad Khairi selaku pengurus BAK menyampaikan bahwa kuliah umum yang pertama ini, wajib diikuti mahasiswa dan mahasiswi semester awal STT Nurul Jadid.

“Kuliah umum ini wajib bagi mahasiswa semester satu” tegasnya.

Tak hanya itu, Bapak Achmad Khairi juga berharap kepada mahasiswa untuk mengikuti dengan serius apa yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dia juga berharap agar ilmu yang didapatkan untuk diamalkan serta dimanfaatkan .

“Saya mohon kepada kalian nantinya ilmu yang didapat untuk dimanfaatkan” tambah pengurus BAK tersebut.

Kuliah umum ini dilaksanakan selama 90 menit yang dibimbing langsung oleh KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid. Sebelum beliau jauh menjelaskan tentang apa itu agama, beliau menyarankan kepada para mahasiswa/i untuk memperbaiki niat, yang bertujuan agar ilmu yang didapat dapat bermanfaat dan barokah .

“Sebelum kita memulai pembelajaran kita ini, mari lebih dulu kita memperbaiki niat kita. Menata hati untuk mencari Hidayah Allah” Ungkap beliau.

Selain itu, Beliau juga menyarankan kepada mahasiswa/i untuk tidak belajar agama kepada sembarang orang ataupun pun ke internet. Agar ilmu yang didapatkan tidak menyesatkan dan memiliki sanat yang jelas. Dan juga beliau selalu mengingatkan kepada mahasiswa/i untuk mengamalkan ilmunya karena orang yang berilmu namun ilmunya tidak manfaat layaknya seperti pohon yang tidak berbuah.

“Orang belajar agama itu tidak boleh kepada orang yang sembarangan, cari guru yang sanat keilmuanya itu nyambung kepada nabi kita Nabi Muhammad SAW, karena agama itu adalah bimbingan Allah SWT” Imbuh Beliau.

Tak hanya tentang ilmu yang bermanfaat dan barokah, beliau juga menyampaikan beberapa hal seputar agama dan unsur – unsur pokoknya.

Diakhir perkuliahannya, beliau menyampaikan bahwa pertemuan awal pada kuliah umum ini merupakan sebuah pemanasan bagi mahasiswa/i untuk lebih bersemangat dalam menimba ilmu.

“ya, sudah cukup itu saja ini kan baru pertemuan awal kita pemanasan dulu”, Canda beliau mengakhiri perkuliahan kali ini.

Perkuliahan perdana ini mendapatkan respon yang positif oleh mahasiswa/i STT Nurul Jadid. Salah satu contohnya adalah Saudari Nisawatul Khoiriyah, mahasiswi semester satu STT Nurul Jadid yang merasakan kenikmatan secara langsung dalam mempelajari dan mendalami ilmu agama.

“Saya merasa sangat bangga sekali telah mengikuti kuliah umum karena saya bisa langsung mendapat ilmu dari pengasuh pondok pesantren nurul jadid sendiri itu kh. Moh. Zuhri zaini yang saya hormati. Saya juga bisa mendapatkan ilmu yang lebih dalam tentang agama islam apalagi saya sendiri itu mahsiswi dari luar pesantren” ungkapnya.

“Dan harapan saya semoga saja ilmu yang saya terima bisa bermanfaat dan barokah, dan semoga saja untuk sekolah tinggi teknologi nurul jadid ini bisa lebih maju ke depannya dan selalu sukses” tambahnya. (Qz/Salim)

Terima Kunjungan Al-Amien, Rektor IAINJ Bagi Resep Manajemen Perguruan Tinggi

Kamis (26/10), IAI Nurul Jadid mendapatkan kunjungan dari Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien.  Dalam kunjungan itu, Civitas Akademika IDI Al-Amien menyampaikan secara khusus tujuan kunjungannya utk menimba ilmu mengenai pengelolaan perguruan tinggi di pesantren. Hal itu disampaikan oleh Rektor IDI Al-Amien sekaligus ketua rombongan, Dr.KH.Ghozi Mubarok,MA.

Kunjungan civitas akademika IDI Al-Amien diterima langsung oleh Rektor beserta seluruh jajaran pimpinan IAI Nurul Jadid, yang dalam kesempatan itu membagikan “resep” tentang bagaimana IAI Nurul Jadid bermetamorfosa selama ini, sejak bernama ADIPNU sampai menjadi IAI Nurul Jadid saat ini.

IAI Nurul Jadid sendiri, bersama STT Nurul Jadid dan Stikes Nurul Jadid, saat ini tengah gencar melakukan proses menuju penyatuan menjadi sebuah Universitas (mbu)

 

kunjungan_IDI_al-amin

 

 

Berkunjung ke PP. Nurul Jadid, YP Al Maarif Singosari Malang Pelajari Manajemen Pesantren

nuruljadid.net – Dalam rangka meningkatkan pengembangan pendidikan dan sarana prasarana, Pengurus Yayasan Pendidikan Al-Maarif Singosari Malang berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Hari ini (25/10/2017) tepat pada pukul 10.30 WIB, para rombongan  Pengurus Yayasan Al Ma’arif yang disambut hangat oleh Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid dan Bapak Faizin Syamweil selaku Sekretaris Pesantren beserta pengurus pesantren lainnya.

Acara silaturrahim ini bukan kali pertama yang mereka adakan, kegiatan ini merupakan kunjungan kali kedua yang diadakan oleh Yayasan Al Maarif Singosari Malang di PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Silaturrahim yang Pertama dilaksanakan pada tahun 1973.

“Terus terang saja kami pada tahun 1973 itu pernah kesini tapi mengatas namakan Nahdlatul Ulama. Tidak seperti ini, Perkembangan yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Jadid sangatlah pesat sampai semegah ini”. Ungkap Bapak KH M. Asj’ari Sarbani, Ketua Yayasan Pendidikan Al Maarif Singosari Malang.

“kami bersama-sama dengan teman-teman ini ingin menggali kesuksesan PP. Nurul Jadid disegala bidang” imbuh Ketua Yayasan Pendidikan Al Maarif Singosari Malang.

Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid turut memberikan penjelasan beberapa perkembangan yang telah dan akan dilakukan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid. Bebrapa program pesantren yang disosialisasikan oleh KH. Hamid (Sapaan akrab KH. Abdul Hamid Wahid) adalah struktur pengurus pesantren, badan otonom, kerjasama dengan pihak ketiga untuk peningkatan sarana pendidikan, sistem pola keuangan, manajemen berbasis IT, jadwal keseharian santri hingga perkembangan fisik pesantren dan lembaga. Dan beberapa program yang akan dilakukan oleh pesantren adalah monitoring data pesantren dengan menggunakan aplikasi berbasis android, jaringan intanet dan internet yang mencakup seluruh unit di pesantren termasuk lembaga formal.

Diakhir sambutan, beliau menjelaskan tentang pengembangan Pesantren  yang berdasarkan pada Tri Logi Santri dan Panca Kesadaran Santri, adapun yang dimaksud dengan Trilogi Santri ialah Memperhatikan Kewajiban-Kewajiban Fardlu’ain, Mawas Diri Dengan Meninggalkan Dosa-Dosa Besar dan Berakhlak Baik Kepada Allah dan Makhluk. Adapun Panca Kesadaran Santri ialah Kesadaran Beragama, Kesadaran Berilmu, Kesadaran Bermasyarakat, Kesadaran Berbangsa dan Bernegara, dan yang terakhir Kesadaran Berorganisasi.

Setelah KH. Hamid menyampaikan beberapa hal terkatit dengan Pondok Pesantren Nurul Jadid, acara dilanjutkan dengan dialog bersama dan diakhiri dengan penulisan kesan dan pesan serta pemberian cindera mata oleh kedua belah pihak. (Qz/Salim)

 

Cuplikan Foto Kegiatan Klik disini

 

nuruljadid go university

Nurul Jadid Go University, 3 Perguruan Tinggi Menggelar Istighosah

Dalam rangka Nurul Jadid Go University, 3 Perguruan Tinggi IAI, STT dan STIKes menggelar Istighosah bersama segenap civitas akademika. Termasuk Mahasiswa/i. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, (24/10/17) jam 10:00 WIB di Aula IAI Nurul Jadid.

Istighosah dan doa bersama ini bertujuan untuk memohon permohonan agar Perguruan Tinggi di Nurul Jadid menjadi Universitas. Seperti yang disampaikan Warek 3 IAI, Faizin Samwel dalam sambutannya menyampaikan salam dari kepala Biro Dikti Nurul Jadid bahwa, pada hari ini kita sekalian telah bersama-sama berjuang untuk 3 Perguruan Tinggi memenuhi harapan dari semua pihak, khususnya Wali Santri dan Wali Mahasiswa agar 3 Perguruan Tinggi bisa menyatu menjadi Universitas.

“Semua upaya sudah kita lakukan lahir dan batin. Dan hari ini ada upaya pula dari sebagian pengurus Perguruan Tinggi dipanggil ke Kementerian Ristekdikti untuk melengkapi beberapa berkas. Disaat yang sama kepala Biro Dikti Nurul Jadid memberi saran, kita juga harus berjuang juga di tempat kita, yaitu berjuang memohon permohonan kepada Allah SWT semoga apa yang dilakukan oleh perwakilan kita memenuhi upaya untuk bisa mempercepat melakukan pendirian Universitas Nurul Jadid.”

Selain proses perubahan Perguruan Tinggi menjadi Universitas, Dalam kesempatan ini pula juga dalam proses pendirian Ma'had Aly. Ma’had Aly sudah ada, tapi ini ada pengakuan baru lagi termasuk pengajuan proposal dan alhamdulillah ini hasil kerja kita sehari-hari juga ada beberapa informasi dari para pejabat di Jakarta untuk memberikan bantuan dana dan lain sebagainya.

Yang jelas pada tahun 2018 insyaallah akan banyak kucuran dana hasil dari perjuangan kita semua khususnya apa yang telah dilakukan oleh kepala Biro Dikti dan kepala pimpinan pondok pesantren Nurul Jadid.

Oleh karena itu harapan kita, semuanya agar sukses dan kita semua agar menjadi bagian dari kesuksesan ini. Oleh karena itu, pada hari ini semua mahasiswa diminta untuk datang ke Aula IAI Nurul Jadid dalam rangka untuk bersama-sama memohon kepada Allah SWT. Ini bagian sumbangsih kita untuk membantu proses pengukuhan Ma’had Aly maupun perubahan 3 perguruan tinggi menjadi Universitas.

Kita berharap pada saat prosesi acara wisuda bersama 3 perguruan tinggi tanggal (29/10/17), Menteri Ristekdikti, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak bisa hadir dan juga meresmikan Universitas Nurul Jadid. (Jawahir)

Ala Santri: Dorong 3 PT Jadi Universitas, Mahasantri Nurul Jadid Gelar Istighasah

nuruljadid.net – Lebih 1.000 mahasantri (mahasiswa santri) dari 3 perguruan tinggi di lingkungan PP.Nurul Jadid, Paiton, berkumpul di Aula IAI Nurul Jadid menggelar istighasah dalam rangka memohonkan kelancaran proses penyatuan ketiga perguruan tinggi menjadi universitas. Ketiga perguruan tinggi yang dimaksud adalah IAI Nurul Jadid, STT Nurul Jadid dan Stikes Nurul Jadid.

Istighasah yang juga dihadiri seluruh civitas akademik dari ketiga perguruan tinggi itu dipimpin oleh KH.M.Romzi Al-Amiri Mannan,SH.,M.HI., pimpinan Ma’had Aly Nurul Jadid yang juga menjabat Dekan Fakultas Dakwah dan Ushuluddin IAI Nurul Jadid.

“Istighasah ini merupakan rangkaian ikhtiar kita untuk memohon kepada Allah agar hajat-hajat kita, khususnya untuk proses menuju Universitas, semua dimudahkan oleh Allah,” kata H.Faizin Syamweil, Sekretaris Pesantren, saat membuka acara. (MBU)

 

KH.M.Romzi Al-Amiri Mannan,SH.,M.HI saat memimpin acara istigosah

Akhiri Kunjungan dengan Penuh Kenangan

nuruljadid.net – Seminggu sudah MA Nahdlatul Ulama’ berkunjung sekaligus mengikuti beberapa kegiatan yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid maupun di Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA). Hari ini (23/10/17) mereka mengakhirinya dengan kegiatan ceremonial.

“hari ini kita akan berpisah, jadikan hal yang baik sebgai panutan untuk dicontoh dan jadikan hal yang buruk sebagai angin yang berlalu. Semoga adik – adik sekalian dapat mengimplementasikan apa – apa yang telah diberikan oleh Nurul Jadid terutama oleh pihak LPBA sebagai bahan untuk memotivasi diri agar kedepannya lebih baik daripada sebelumnya. Dan jangan menjadikan hal buruk sebagai pengalaman pahit dalam perjalanan menimba ilmu, jadikanlah itu sebuah angin yang berlalu agar kalian tidak selalu terbayang olehnya” ujar Bapak Saili Aswi, wakil sekretaris pesantren.

Perubahan selama mengikuti kegiatan “nyantri”  di Pondok Pesantren Nurul Jadid dirasakan oleh Pimpinan MA NU Lekok Pasuruan, Bapak Hasan Basri. Beliau mengatakan bahwa selama ini saya merasakan perkembangan yang baik dari anak – anak. Dimulai dengan terbiasanya mereka untuk selalu berbicara dengan bahasa asing kepada temannya.

“Saya harap apa – apa yang telah didapatkan di Pondok Pesantren Nurul Jadid terutama dalam hal kebahasaan yang telah dibimbing dan dibina oleh pengurus LPBA dapat diimplementasikan di MA NU Lekok Pasuruan. Sehingga hal tersebut dapat dijadikan sebuah kebiasaan yang baik untuk mendalami sebuah bahasa” ujar Bapak Hasan Basri

“dari segi mental, mereka juga mengalami perubahan. Mereka terlihat lebih Percaya Diri daripada sebelummnya. Itu adalah hal yang bagus dan juga perlu ditingkatkan kedepannya” tambahnya.

Dipenghujung acara, kedua belah pihak saling memberikan cinderamata sebagai kenang – kenangan sekaligus membubuhkan pesan dan kesan. (Qz)

Pecahkan Rekor MURI, Sajian Nasi Tabheg Terbanyak

Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Pondok Pesantren Nurul Jadid dimeriahkan dengan berbagai rentetan acara. Salah satunya dengan pencatatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sajian nasi tabheg terbanyak.

Dalam kegiatan tersebut, MURI mencatat ada sekitar 12.297 santri yang menikmati 1.025 porsi sajian nasi tabheg secara bersama.

Pengukuhan rekor MURI ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan MURI kepada Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid sebagai penyelenggara dan kepada inisiator, Pengurus Wilayah IPNU Jawa Timur . Di saksikan ribuan santri, simpatisan, dan masyarakat sekitar oleh Sri Widayati, Manager senior MURI.

“Kami perwakilan dari MURI mengumumkan, mengukuhkan, bahwa sajian tabheg terbanyak resmi tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia dan rekor dunia.” kata Sri Widayati dalam sambutannya.

“Hari ini, 22 Oktober, kami kembali hadir di Probolinggo, khususnya Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk mencatat pencapaian yang spektakuler yaitu sajian nasi tabheg terbanyak” imbuhnya.

MURI yang diketuai oleh Dr. Jaya Suprana, adalah lembaga pencatat rekor prestasi karya dan karsa yang diciptakan oleh anak bangsa, untuk rekor dunia. Bertujuan demi menegakkan pilar-pilar kebanggaan nasional, serta mengajak untuk menghargai karya dan karsa bangsa.

Di Probolinggo, sebelumnya MURI telah mencatat beberaoa rekor. Antara lain makan honey bee polen dan arum jeram dengan peserta terbanyak. Jalan sehat dengan menggunakan sarung yang diikuti 25.509 santri serta pembuatan bio pori terbanyak. (Rohid)

 

Peran dan Harapan di Hari Santri Nasional Versi Ketua DPRD Jatim

Dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN) ke-3, Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur bekerjasama dengan Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar apel akbar di Lapangan Raya Nurul Jadid yang dipimpin oleh Ketua DPRD Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar. Beberapa pimpinan tinggi lainnya seperti ikut menyemarakkan perayaan HSN 2017 bersama 12.297 santri.

Sesuai dengan keputusan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Hari Santri Nasional ditetapkan pada tanggal 22 Oktober. Ketetapan ini diberikan lantaran peran santri dari Pondok Pesantren pulalah, indonesia bisa merasakan kemerdekaan dan kecerdasan.

Ketua DPRD Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar menerangkan bahwa tema “Spirit Santri Meneguhkan NKRI” ini berarti mengulang atau menguat karena itu mandiri sejak dahulu bahkan sebelum kemerdekaan, dia tidak pernah mendapat dukungan dari pihak manapun.

“karena semua santri itu Mandiri, mulai dari zaman penjajahan belanda, nggak ada yang namanya pejuang kita itu mendapat support  dana dari luar negeri. Semuanya mandiri, semangat jihad waton minal iman” ungkap beliau

“Jauh sebelum Indonesia merdeka, para kiai dan santri sudah punya peran besar. Sebagai contoh, perjuangan para santri yang dikomandani oleh Syekh KH. Hasyim Asy’ari bersama para ulama dan kiai lainnya serta dikeluarkannya resolusi jihad menghasilkan pertempuran 10 November 1945 yang tidak ada mengentervensi, membiayai, dan menggalakkan. Semuanya dilakukan dengan kemandirian santri itu sendiri” tambah ketua DPRD Jatim.

Selain menyampaikan peran santri dalam mengukuhkan NKRI, di tempat yang sama, beliau turut memberikan harapan kepada santri untuk tetap patuh pada kiai, karena santri mandiri selalu patuh kepada kiainya. Sesuai dengan jargon beliau yang diucapkan ketika pelaksaan upacara hari santri “Santri Mandiri, Patuh Kiai Sampai Mati”. Beliau juga menuturkan alasan tentang diciptakannya jargon tersebut

“santri mandiri patuh sama kyai sampai mati karena memang hubungan santri dengan kyai itu bukan hanya hubungan duniawi, tapi hubungan ukhrawi juga dan itu satu-satunya pola hubungan guru dan murid yang bukan hanya dunia tapi sampai pada ukhrawi”ujar beliau. (Qz/Salim)

barisan formasi mozaik hari santri nasional 2017

Formasi Barisan Mozaik Para Santri Nurul Jadid Meriahkan Hari Santri Nasional 2017

nuruljadid.net- Peringatan Hari Santri Nusantara (HSN) 2017 di pesantren Nurul Jadid, Ahad (22/10/17), berlangsung meriah. Pasalnya, sebanyak dua ribu lima ratus santri Nurul Jadid membuat sebuah kreasi barisan mozaik ala santri.

Sejak dari pukul 07.00 Wib, tadi pagi. Lapangan raya pesantren Nurul Jadid sudah penuh oleh para hadirin untuk mengikuti kegiatan peringatan HSN 2017. Meskipun cuaca panas, para tim mozaik tetap antusias menampilkan kreasinya yang tidak lama ini di pelajari. Meskipun demikian, penampilan mozaik berjalan lancar dan menambah kemeriahan peringatan HSN kali ini.

Peringatan HSN 2017 di Nurul Jadid merupakan kerjasama dengan Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama (IPNU) Jatim. Di mana dalam pelaksanaannya juga dimeriahkan oleh kegiatan lomba-lomba dan kirap yang melibatkan santri se Jawa Timur.

«Kita berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat pada kita semua», ungkap Ainul Yakin, ketua panitia. (Habib)

HSN 2017 | Respon Ketua DPRD Jatim Tentang Acara Puncak Peringatan HSN di PP. Nurul Jadid

nuruljadid.net –Ketua DPRD Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar turut hadir dalam Acara Puncak Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Pondok Pesantren Nurul Jadid bahkan beliau juga mempimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional yang mana para peserta upacara meliputi seluruh santri putra-putri dan peserta didik di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid sangat antusias dalam pelaksanaan HSN.

Beliau mengatakan bahwa kegiatan puncak peringatan HSN 2017 di Nurul Jadid berjalan dengan lancar. Hal tersebut dikarenakan banyaknya dukungan dari beberapa pihak.

“Acara ini terlakasana dengan lancar. Apalagi sampai ada Rekor MURI” tambah Ketua DPRD Jatim.

Setelah kegiatan puncak dilaksanakan, ada beberapa hal yang paling membuat beliau terkesan diantaranya adalah para petugas yang bagus dalam menjalankan tugasnya, seluruh santri antusias dalam mengikuti kegiatan Hari Santri Nasional, yang bertepatan pada tanggal 22 Oktober.

Ketua DPRD Jatim menyampaikan respon kepada tim red bahwa “Petugas – petugasnya bagus, Petugas baca ikrar, pembacaan UUD 1945, Komandan Upacara, Komandan Pleton, termasuk pengibar bendera. Pengibar bendera saya katakan lebih baik daripada pengibar Paskibraka di Istana Merdeka. Karena kalau paskibraka di Istana, mereka latihannya berbulan bulan dan mengenakan sepatu. Beda dengan Nurul Jadid, Paskibrakanya menggunakan sarung ditambah juga dengan memakai sandal jepit swallow dan mereka berhasil berbaris dengan rapi” ujar Pak Halim (sapaan akrab Ketua DPRD Jatim). (Qz)

KH. Moh. Zuhri Zaini Juga Ikut Menikmati Makan Tabheg Bersama 12 Ribu Santri,

nuruljadid.net- Semula direncanakan makan tabheg bersama akan dihadiri 10 ribu santri, pada pelaksanaanya ternyata dihadiri 12.297 santri. Demikian data yang didapat dari ketua panitia Hari Santri Nasional 2017, Ustadz Ainul Yaqin dalam kegiatan makan tapegh dihadiri oleh semua santri pondok pesantren nurul jadid (PPNJ) juga para Tamu Undangan serta KH. Moh. Zuhri Zaini Pengasuh dan Kepala Pesantren  KH. Abd. Hamid Wahid Kepala PonPes Nurul Jadid.

Seusai doa dibacakan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Mohammad Zuhri Zaini, makan tapegh sebanyak 1.025 gulung nasi Tabheg mulai digelar, ribuan santri pun mulai memadati Lapangan Kampus terpadu IAI Nurul Jadid.

Para tamu undangan juga mulai mengambil posisi untuk menyantap gulungan Tabheg lengkap dengan lauk pauknya. Bukan hanya para santri dan tamu undangan, Kiai Moh. Zuhri Zaini pun ikut menikmati hidangan Tabheg bersama Ketua DPRD Jatim dan Kepala Pesantren KH. Abdul Hamid Wahid untuk memecahkan Rekor MURI Makan Nasi Tabheg terbanyak.

Sambil lalu penyerahan Piagam Rekor MURI, dengan pembacaan basmalah para santri dan tamu udangan mulai menyantap Tabheg. Suara kegembiraan santri menggema diiringi teriakan minta air karena kehausan.

Dari santri muda sampai santri sepuh ikut serta dalam barisan para pecinta Tabheg tanpa ada pemisah diantara mereka, para santri sineor diajak kembali bernostalgia mengingat masa muda mereka waktu di pondok.

Setelah makan tabheg selesai acara dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada pemenang lomba semarak Hari Santri Nasional 2017.(Yazid)