Siswa LPBA NJ Juara 2 Debat bahasa Arab UIN Malang.

Siswa LPBA NJ Juara 2 Debat bahasa Arab UIN Malang

nuruljadid.net Para siswa LPBA Memberi Kado Manis Kepada PP. Nurul Jadid lewat prestasi juara kedua debat Bahasa Arab tingkat Nasional yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Malang.

Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari 15-18 –  Oktober – 2018,  dalam Hal ini, seluruh peserta berasal dari wilayah Jawa timur, baik dari pesantren maupun non pesantren.

Satu dari tim yang didelegasikan berhasil menjadi juara pada lomba yang bertajuk Gebyar Aspirasi Khazanah Araby (GAZA) ke VI, sekaligus menyisihkan tiga puluh lembaga lainnya.

Pada babak penyisihan LPBA melawan PP. Al -Islami Nganjuk dan MA Darul hikmah, kemudian di semifinal melawan Al-Amin Madura Tim (B) bertema ‘’Musibah Lombok adalah Musibah Nasional’’. Ahmad Roihan  gilman, menyampaikan, jika pemerintah Kota Lombok, tidak bisa memperbaiki keadaan di Lombok sehingga, dijadikan musibah nasional agar bisa di percepat melakukan pengungsian dan merenovasi bangunan. Perdebatan semakin memanas, seluruh penonton berhurak-hurakan,  serta bertepuk tangan. Zuhri Mawardi dari kelompok kontra membantah tidak bisa, karena badan penanggulangan  bencana menetapkan, bahwasanya yang dapat di jadikan musibah  nasional harus meliputi beberapa kriteria. Salah satunya yakni jumlah korban harus melebihi 425 ribu, sedangkan korban di Lombok hanya mencapai sekitar 352 ribu orang. Dengan argumentasi tersebut, LPBA  mampu memenangi argumen dengan nilai 274.

Di final, tim LPBA bersua tim Al-Amin (A) dengan tema ‘’politik identitas merusak persatuan bangsa’’.  Menurut zuhri mawardi, siswa kelahiran bontang utara 17 tahun yang lalu, semua ini adalah usaha dari para mujadil, pembinaan semangat para alumni PP. Nurul Jadid, dan dorongan teman-teman. Selain itu siswa yang bercita-cita  kelak pulang Ke masyarakat ini ingin menyebarkan bahasa arab, dimana bahasa tersebut di sampaikan oleh nabi, dan para sahabatnya.

Agel fahmi Attaufiqi, Pembina lomba mengatakan bahwa dalam Perlombaan GAZA Ke VI itu para peserta LPBA mengikuti  banyak perlombaan baik bidang akademis maupun non akademis. Antara lain lomba cerita bahasa arab, mengarang dengan bahasa arab, pidato bahasa arab, dan debat bahasa arab. “Tim ini kami persiapkan tiga bulan menjelang perlombaan” tambahnya.

Menurut Ketua Panitia, M. Ghulam Ridho, kegiatan rutin tahunan ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan  HMJ yang sudah berulangtahun yang ke-VI. Selain itu, dia berharap Semoga acara GAZA tahun depan menjadi lebih meriah dari tahun sekarang.

“Saya tidak habis fikir dengan prestasi ini, tentunya sebab do’a dan usaha sekaligus saya ucapkan terimakasih kepada ustadz pendamping dan temen-temen yang terus mendorong saya,” ujar Ahmad Fauzi Rahman pasca lomba berakhir. Begitu pula dengan Ibnu Rijal Athi’ullah yang  mengakui tak mudah untuk lolos ke final, apalagi saat melawan Al-Amin Madura yang kami anggap sebagai tim unggulan.(*)

Kominfo Pemkab Adakan Pelatihan Ketahanan Informasi

Nuruljadid.net- Sekolah Jurnalistik (SJ) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) bekerja sama dengan Dina Komunikasi, Informasi, Statistik, dan Persandian Pemkab Probolinggo; TIMES Indonesia dalam rangka pelatihan ketahanan informasi di era digital, Kamis (18/10).

Noer Fadli Hidayat selaku Wakil Rektor III UNUJA menyampaikan, penyelengaraan pelatihan ini sebagai wadah memperkuat peran universitas dalam membantu masyarakat sekitar melalui ketahanan informasi. “Selain juga sebagai media pembelajaran di kelas,” katanya pada peserta pelatihan.

Menurutnya, hal itu merupakan wujud nyata peran kampus dalam memberikan manfaat kepada masyarakat luas, sesuai dengan tridharma perguruan tinggi. “Kita cetak masyarakat sadar dan tanggap informasi melalui pelatihan, untuk membangun ketahanan informasi di era digital,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Komunikasi Publik Diskominfo, Statistik dan Persandian, Ofie Agustin mengajak mahasiswa bijak dalam menerima dan berbagi informasi. Ia juga mengajak mahasiswa bersatu padu berinternet secara positif, dan menyebarkan kebaikan. “Jadilah seorang jurnalis yang mampu memberikan nilai positif,” sampainya pada peserta yang hadir.

Acara pelatihan dilanjutkan dengan berdiskusi soal ketahanan informasi. Muhammad Iqbal, jurnalis TIMES Indonesia hadir sebagai pembicara. Ia menyampakan sudah saatnya mahasiswa UNUJA khususnya SJ menjadi pelopor jurnalisme berkeadaban.

Acara yang merupakan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional ini ditutup dengen pemberian cenderamata oleh pihak Universitas Nurul Jadid pada Kasi Komunikasi Publik Diskominfo, Statistik dan Persandian Pemkab Probolinggo.

Penulis : Abdur Rafiq

Editor : Muhammad Nuris

Juara 2 Lomba Taqdimul Qishoh Tingkat Nasional, LPBA harumkan Nurul Jadid

Juara 2 Lomba Taqdimul Qishoh Tingkat Nasional, LPBA harumkan Nurul Jadid

nuruljadid.net – LPBA kembali harumkan nama Pondok Pesantren dengan meraih juara 2 dan harapan 2 lomba taqdimul qishoh (lomba bercerita menggunakan bahasa arab) di Gebyar Apresiasi Khazanah Aroby (GAZA) ke IV,  Malang (18/10/2018).

Sang juara kali ini merupakan peserta didik asrama LPBA yang bernama Haeroni sebagai penyabet juara 2 taqdimul qishoh beserta Muhammad Al farizi juara harapan 2.

Lomba yang bertempat di Universitas Negeri Malang (UIN) tersebut diikuti oleh 43 peserta  yang semuanya berasal dari beberapa Pondok Pesantren, sekolah negeri maupun lembaga kebahasaan yang ada di jawa timur.

Agel Fahmi Attaufiqi, selaku Pembina dalam lomba tersebut mengatakan bahwa dalam perlombaan GAZA ke IV itu para peserta LPBA mengikuti banyak perlombaan baik bidang akademis maupun non akademis.

“Event kali ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami agar kedepannya kita bisa bersaing kembali dengan performa yang lebih baik lagi,”ungkapnya. Kamis(18/10/2018).

Perlombaan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UIN itu, Dibuka sejak hari  Minggu(14/10/2018) s/d Kamis(18/10/2018).

Pasca lomba berakhir, Haeroni yang merupakan remaja kelahiran bondowoso merasa sangat senang karena telah berhasil menjadi juara 2 dilomba tersebut. “saya sangat berterima kasih kepada para ustaz maupun teman – teman LPBA yang telah memberikan dukungan penuh kepada saya untuk bisa tampil dan berkompetisi di lomba kali ini”ungkapnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Alfan Rosyidi

Kalahkan Mahasiswa, Siswa MAPK Nurul Jadid Raih Juara 3 Lomba MQK GAZA VI

Kalahkan Mahasiswa, Siswa MAPK Nurul Jadid Raih Juara 3 Lomba MQK GAZA VI

nuruljadid.net – Pelaksanaan Gebyar Aspirasi Khazanah ‘Aroby (GAZA) VI yang diadakan oleh Himpunan Prodi Pendidikan Bahasa Arab mulai pada 14 Oktober – 18 Oktober 2018 di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Maliki Malang. Kegiatan Tahunan itu dilakukan untuk mengingatkan kembali kesadaran semua elemen akan pentingnya Bahasa Arab dalam nilai pendidikan.Salah Satu dari rangkaian GAZA Tersebut adalah Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) yang diikuti oleh Peserta didik Asrama Madrasah Aliyah Nurul Jadid Program Keagamaan (MAPK) yaitu, M. Ali Hasan Sholeh yang terpilih sebagai Juara Lomba MQK Kategori Umum GAZA 2018.
Perolehan tersebut diraih saat setelah mengalahkan beberapa peserta dari pondok pesantren lain di indonesia diantaranya, Pondok Pesantren (PP) Mambaul Ulum Bata-bata, PP. Darul Lughoh Walkaromah dan PP. Ibrohimy Al-Anqory.
Selain itu juga, Hasan (Sapaan Akrab) adalah salah satu peserta yang berstatus siswa diantara peserta-peserta lain lomba MQK Kategori Umum GAZA 2018. Remaja asal jember itu mengatakan“Saya sangat bahagia banget ketika saya menjadi satu-satunya siswa yang menjadi juara lomba MQK ini,” ucap remaja berkacamata itu.
Selain itu, dia menuturkan “Juara ini tercapaikan berkat semua Support dari teman-teman dan semua guru PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo terutama Madrasah Aliyah Nurul Jadid dan seluruh dewan Asatiz MAPK Nurul Jadid”
Ustaz Alaika Rohman, Pembina Hasan mengatakan, “Sebagai Pembina Saya mengucapkan sangat berterima kasih dan selamat atas juara yang diraihnya, semoga apa yang dia raih bisa bermanfaat untuk kedepannya,” lontarnya.

Penulis : Soni Hakim

Editor : Alfan Rosidi

Semarakkan Hari Santri, PK IPPNU-Nurul Jadid gelar rangkaian lomba tingkat SD/MI se-Jatim

Semarakkan Hari Santri, PK IPPNU-Nurul Jadid Gelar Rangkaian lomba tingkat SD/MI Se-Jatim

nuruljadid.net – Dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2018. Pengurus Komisariat Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (PK-IPPNU) Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo mengadakan festival lomba tingkat SD/MI se-Jawa Timur yang mengangkat tema “Pemuda masa kini untuk NKRI hebat”.

Jenis-jenis lomba dalam acara yang dihelat selama sehari penuh pada Jum’at (19/10) ini adalah lomba tartil Qur’an, Pemilihan Da’i Cilik (Pildacil), serta lomba menggambar dan mewarnai. Lomba ini dikuti oleh siswa-siswi SD/MI delegasi dari beberapa SD/MI se Jawa Timur.

Iza Rotihatul Aisyah sebagai ketua Panitia, dalam kata sambutannya saat pembukaan acara yang dibuka tepat jam 08.00 WIB di ruang Auditorium MA Nurul Jadid, mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya acara lomba yang cukup banyak diikuti oleh peserta dari SD/MI se Jawa Timur ini.

“kami ucapkan terima kasih kepada para peserta lomba yang telah mengikuti lomba ini dan juga kepada seluruh panitia yang telah menyukseskan lomba ini,”tutur Iza.

Kegiatan lomba se Jawa Timur ini merupakan program rutin yang diadakan setiap tahun oleh Pengurus Komisariat IPPNU Nurul Jadid dengan tujuan selain dalam rangka untuk memeriahkan Hari Santri Nasional 2018 juga bertujuan untuk turut mendorong kreatifitas siswa-siswi SD/MI agar menjadi generasi muda muslim yang berprestasi di level Jawa Timur bahkan sampai ke tingkat Nasional, selain itu juga untuk menumbuhkan minat serta memperkenalkan kepada mereka tentang lingkungan pendidikan di Pesantren Nurul Jadid.

Lomba-lomba tersebut diakhiri dengan pembacaan nama-nama pemenang dari ketiga jenis lomba setelah dewan juri merekapitulisi hasil penilain dari setiap juri.

Dalam lomba Pildacil, delegasi SD Al-khoiriyah Jember berhasil menggondol 2 juara sekaligus, yaitu Juara 1 diraih oleh Najma Zahira dengan nilai 171 dan juara 2 diraih oleh Nurhafisah dengan nilai 167. Sedangkan juara ke 3 diraih oleh Nurul Farah Alawiyah utusan dari SDI  Miftahul Afkar dengan nilai 163.

Pada lomba Tartilul Qur’an, Iman Sisilawati peserta dari SDI Al-Khoiriyah Jember berhasil meraih juara ke 1 dengan nilai 91, dan Juara ke 2 diraih oleh peserta dari SDI Al-Furqon atas nama Fajar Insani dengan skor 96. Sedangkan juara ke 3 diraih oleh  Rifatul Afifah juga dari SDI Al-Khoiriyah yang berhasil mengumpulkan skor 94.

Lomba menggambar dan mewarnai tingkat SD/MI dimenangkan oleh Ulfatun Nafisah delegasi dari SD Al-Islah Bondowoso yang berhasil mendapatkan nilai 99 sebagai juara 1, dan Muhammad Nabih Hasya delegasi dari dari SDI TKIC Bondowoso meraih nilai 98 sebagai juara ke 2. Sedangkan juara ke 3 dengan nilai 92 diraih oleh Afifah Aurelia Sulfa delegasi dari SD Mutif Patokan Kraksaan.

Penulis : Ahmad

Editor : Mahrus Syamweil

Gebyar GAZA VI di UIN Malang, Siswa LPBA Juara 2 Bahasa Arab

Gebyar GAZA VI di UIN Malang, Siswa LPBA Juara 2 Bahasa Arab

nuruljadid.net Para siswa Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Memberi Kado Manis Kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid melalui prestasi juara 2 Debat Bahasa Arab tingkat Nasional yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa Arab(PPA) Universitaas Islam Negeri (UIN) Maulana Maliki Malang.

Lomba tersebut berlangsung selama empat hari mulai tanggal 14 sampai 18 –  Oktober – 2018,  dalam Hal ini, seluruh peserta berasal dari wilayah Jawa timur, baik dari pesantren, Lembaga Kebahasaan dan Sekolah Negeri.

Ghulam Ridho Ketua panitia lomba GAZA VI mengatakan bahwa maksud dari diselenggarakannya lomba tersebut tidak lain ialah untuk memeriahkan ulang tahunnya HMJ yang yang ke-VI.. Selain itu, dia turut berharap Semoga acara GAZA tahun depan, 2019 akan lebih meriah dari pada tahun ini.

Adapun perwakilan LPBA untuk mengikuti lomba debat Bahasa arab tersebut ialah Ahmad Fauzi Rahman, Ibnu Rijal Athi’ullah, Dan Zuhri mawardi. Pasca lomba berakhir salah satu peserta dari LPBA, Ibnu Rijal Athi’ullah mengatakan bahwa mengikuti lomba tersebut tidak mudah terlebih ketika melawan Al-amin dari Madura.

Begitu pula dengan Ahmad Fauzi Rahman, yang merasa sangat beruntung karena telah menjadi juara 2 dalam lomba tersebut. “Saya tidak habis fikir dengan prestasi ini, tentunya sebab do’a dan usaha sekaligus saya ucapkan terimakasih kepada ustaz pendamping dan teman-teman yang terus mendorong saya,” ungkapnya.

KH. M. Lukman Hakim: Tuhan Jangan Dijadikan Kentongan

NurulJadid.net – Judul di atas dikutip dari pernyataan KH. M. Lukman Hakim dalam seminar thariqah dan pengukuhan UKM MATAN (Mahasiswa Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah), Universitas Nurul Jadid (UNUJA). Probolinggo, Senin (15/10/18).

Dalam era millenial yang serba cepat, serba mudah, dimanja teknologi yang menjamur saat ini, masyarakat mengalami kekeringan spiritual. Keadaan tersebut menurut Kiai Lukman membuat momen manusia tersandra untuk sejenak melakukan permenungan-permenungan terhadap sang Khalik. Tak ayal kemudian, orang baru menyadari atau mengingat rabbnya ketika mereka tertimpa masalah atau kesulitan-kesulitan.

Lebih jauh, KH. Lukman Hakim kenapa manusia sering gelisah, stres, karena lupa terhadap tuhan, ini faktor dari ‘ego’ manusia. Egoisme-egoisme ini membuat mereka tejatuh dalam kubangan dhulumat (kegelapan) sehingga tuhan terhijab.

Dalam ceramah ilmiah tersebut, pimpinan Sufi Center ini memberi tips bagaimana cara mudah latihan zikir atau mengingat Allah, yakni model zikir a la nabi Muhammad saw. Menurutnya, nabi selalu berzikir kepada Allah hingga tidak sadarkan diri atau tertidur.

hal ini adalah langkah praktis agar kita terlatih yadzkuruna Allaha daiman (zikir mengingat Allah selalu), bukan sekedar diingat ketika kita tertimpa masalah. “Tuhan jangan jadikan kentongan. Kentongan di masjid itu bunyi jika hanya masuk waktu sholat, selain itu tidak”. Jelasnya.

Kenapa zikir urgen dalam kehidupan? “zikir itu seperti dinamo yang menghasilkan listrik yang mampu memberikan cahaya pada lampu”. Jika tidak ada aliran listrik yang terjadi adalah gelap.

Namun dia menjelaskan bahwa semuanya ada takarannya, begitu pula thariqah. Hal ini pula alasan munculnya banyak thariqah, karena takaran hati manusia berbeda-beda. Fakultas-fakultas pribadi sesorang tidak sama dan tidak harus disamakan. “Ada hati manusia yang takarannya seperti cangkir, seperti piring.” Terangnya.

Lebih lanjut pria paruh baya ini mengatakan, “Manusia sering stres karena mereka merasa berdaya” Ucapnya. Egoisme demikian memang membuat manusia jadi hebat. Puncak egoisme modern terjadi pada Desacartes yang kemudian lahirlah revolusi indusrti, manusia jadi hedonis, gedung-gedung tinggi, teknologi semakin canggih. “Mereka Hebat saya kira tapi hebat yang Dhulumat. Hebat yang gelap” Akunya. (Sholehuddin)

Rusydi Hafidz Alinata Ketekunan Berbuah Prestasi

NurulJadid.net – Rona kebahagiaan masih memancar dari raut wajah Rusydi Hafidz Alinata (17). Pasalnya, berkat ketekunan dalam mengasah bakat desain grafisnya, siswa akhir SMK Nurul Jadid menyabet juara 3 pada ajang festival kreatif tingkat SMA sederajat se Jawa Timur, Senin (08/10/18).

Pada lomba tersebut, Rusydi, sapaan akrab siswa berprestasi itu. Membuktikan bakat yang dimiliki dengan mengikuti lomba Festival Kreatif yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Walhasil, usaha keras yang dia lakukan tidaklah sia-sia. Meski tidak menjadi juara 1, remaja kelahiran Sumenep ini bahagia dengan capaian yang dia peroleh. “Mendapat juara 3 saya bersyukur sekali, meskipun tidak juara 1. Sebenarnya target saya juara 1,” ungkapnya saat ditemui di sekolah, Sabtu (13/10/18).

Sebelumnya, Rusydi saat masih sekolah SMPN 1 Sumenep, dirinya tidak memiliki bakat desain sama sekali. Hanya karena suka main game lewat komputer, membuat dirinya masuk dijurusan Multimedia SMK Nurul Jadid.

Setelah itu, putra pasangan Syaiful Rijal Alinata dan Sairawati ada ketertarikan ke desain ketika guru kelasnya menampilkan beberapa karya desain grafis kakak kelasnya.

“Pak Aris, guru desain grafis membuat saya tertarik ke desain. Karena waktu itu, beliau menampilkan karya desain kakak kelas yang pernah juara juga,” kata Rusydi sambil tersenyum mengingat masa waktu itu.

Saking semangatnya untuk bisa desain, Rusydi tidak pernah absen dan antusias sekali dalam mengikuti pelajaran desain grafis. Akhirnya, dasar-dasar desain yang sudah diajarkan di sekolah sedikit demi sedikit dia kuasai.

Setelah itu, dia kembangkan sendiri dengan membuat desain baner, dan sertifikat. Karena desainnya banyak yang menilai bagus, akhirnya Rusydi disuruh desain brosur untuk acara event di SMK Nurul Jadid.

Hasil desain browsur pertama yang dia buat, banyak kritik dari kalangan guru. Namun, kritikan dari kalangan guru itu tidak membuat Rusydi patah semangat.

“Orang yang mengkritik itu untuk menjadi lebih baik lagi. Karena orang yang mengkritik pasti ada kesalahan dari desain yang saya buat,” kata Rusydi.

Maka dari itu, Rusydi juga berpesan kepada siswa yang lain agar tidak malas belajar, terus melakukan sesuatu hal dengan niat yang baik, dan juga harus berusaha yang keras. “Karena usaha tidak akan menghianati hasil,” pungkasnya mengakhiri wawancara dengan semangat. (Jawahir/SJ)

Juara 3 Lomba Desain Poster Tingkat JATIM 2018

Nuruljadid.net – Rusydi Hafidz Alinata, Siswa SMK Nurul Jadid Paiton Probolinggo, meraih juara 3 kategori lomba desain poster di Universitas Negeri Malang, Senin (08/10/18).

Lomba tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknologi Pendidikan dengan berbagai kategori diantaranya, Lomba Film Pendek, Desain Poster, dan Fotografi tingkat SMA sederajat se Jawa Timur.

Pada ajang festival kreatif ini, remaja kelahiran Sumenep ini, membuktikan bakat desainnya di tingkat Jawa Timur. Hasil karya desain yang dibuat menuai banjir pujian dari berbagai kalangan.

Abdul Manaf, selaku kepala sekolah SMK sangat mengapresiasi prestasi yang diraih oleh Rusydi.

“Dia memang punya semangat untuk mengasah bakat desain sejak kelas 1, dan baru nampak ketika awal semster 2,” Kata Manaf kepada reporter nuruljadid.net, Sabtu (13/10/18).

Manaf juga menyampaikan. Bahwa, dari sekian karya yang dia buat, dia mendapat banyak pujian dari kalangan guru dan teman-temannya di lingkungan sekolah dengan kemampuan desainnya pun Rusydi sering mendapatkan tugas untuk mendesain banner, pamflet dan banyak lainnya.

Dengan begitu, dari pihak sekolah juga sangat berharap agar bakatnya dapat menjadi contoh yang positif kepada teman sekolahnya, lebih juga dapat mendorong dan dioptimalkan lagi bukan hanya pada event-event tingkat nasional sampai kancah internasial. South East Asia Command (SEAC) yang diadakan oleh South Asean Ministers of Education Organization (SEAMEO) menjadi target Rusydi berikutnya. (Jawahir/SJ).

Program Kemitra Masyarakatan | Aneka Olahan Tape Singkong di Desa Karanganyar Kec. Paiton

Nuruljadid.net- Sebuah bentuk kontribusi dosen terhadap masyarakat yaitu, melalui kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dipenuhi oleh dosen, selain pengajaran dan penelitian. Seperti yang dilakukan oleh dosen Fakultas Teknik Universitas Nurul Jadid melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Ristekdikti tahun anggaran 2018.

PKM ini mengambil tema tentang diversifikasi aneka olahan tape singkong di Desa Karanganyar Kecamatan Paiton. Tujuan dari pelaksanaan kegiatn ini adalah meningkatkan nilai ekonomis bahan baku tape singkong serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok ibu-ibu PKK di Desa Karanganyar. Pemilihan bahan baku tape singkong sebagai bahan baku untuk aneka olahan tape singkong, karena bahan baku ini melimpah dan harganya sangat murah, yaitu Rp. 10.000,-/kg.

Alasan tersebutlah yang membuat inspirasi bagi dosen Fakultas Teknik Universitas Nurul Jadid yang bernama Cahyuni Novia, SE. MP (ketua tim) dibantu oleh 2 (dua) anggota, M. Syafiih, S. Kom. M. Kom. dan Syaiful, S. Kom. M. Kom. untuk melakukan aplikasi teknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok ibu-ibu PKK di Desa Karanganyar melalui aneka olahan tape singkong berupa produk dodol, kripik dan cake.

                                                                 gambar : Produk yang dihasilkan PKK Karanganyar

Kegiatan program kemitraan masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan  sebagai sumber wirausaha untuk meningkatan pendapatan ibu-ibu PKK yang ada di Desa Karanganyar, serta tape singkong tidak hanya disajikan (penjualan) dalam bentuk segar akan tetapi ada variasi menjadi bahan olahan yang dapat meningkatkan nilai ekonomis dari tape singkong.

Masih menurut Cahyuni, kegiatan pelatihan terhadap ibu PPK di Desa Karanganyar berlangsung selama 3 (tiga) hari. (Ns)

 

300 Sekolah Ikuti Program Sekolah Pencetak Wirausaha, SMK NJ Salah Satunya

300 Sekolah Ikuti Program Sekolah Pencetak Wirausaha, SMK NJ Salah Satunya

nuruljadid.net- Setelah terpilih menjadi Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) dari 300 sekolah Se-Indonesia, SMK Nurul Jadid (SMK NJ) Paiton Probolinggo, mendapatkan kesempatan untuk melatih peserta didiknya menjadi seorang wirausahawan yang handal dan berdaya saing.

SMK NJ Menjadi satu-satunya sekolah kejuruan di Kabupaten Probolinggo yang terpilih untuk mengikuti program tersebut. Hal ini mengharuskan adanya Integrasi tiga mata pelajaran kejuruan, yaitu: Simulasi dan Komunikasi Digital (SIMDIG), Produk Kreatif dan Kewirausahawan, dan SMK Program.

Peningkatan kompetensi tenaga pendidik juga menjadi tantangan untuk dapat menghadapi transformasi pendidikan 4.0 untuk menjalin kerjasama dengan 12 kementerian di Indonesia.Bahkan melalui SPW ini, SMK NJ dapat bersanding dan mendapatkan pendampingan langsung dari seluruh P4TK dan Southeast Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO) seluruh Indonesia.

Pengumuman itu disampaikan saat presentasi SPW oleh Tim Wirausaha yang dikoordinir oleh para guru Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) ke pihak Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan dan SEAMEO Pusat, di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, 6-8 September 2018.

Diikuti oleh kepala SMK Nurul Jadid, Abdul Manaf Firdaus. Dihadiri langsung oleh Direktur Ditpsmk, Bahrun, dan Dirjen Dasmen, Hamid Muhammad, M.Sv., Ph.D.
Berdasarkan ketentuan dalam acara tersebut, setiap sekolah akan difasilitasi Workshop Entrepreneurship, kemampuan dalam mengembangkan potensi ekonomi wilayah dan masyarakat lokal, mengembangkan potensi lokal berbasis pinjaman modal.
Selain itu terdapat juga Teaching Factory (TEFA), konsep atau model pembelajaran berbasis industri (produk dan jasa) melalui sinergi sekolah dan industri untuk menghasilkan lulusan yang berkompeten akan kebutuhan pasar.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Hasan R

Siswa SMK Nurul Jadid melakukan Kunjungan Observasi ke PJB Paiton

Siswa SMK Nurul Jadid melakukan Kunjungan Observasi ke PJB Paiton

nuruljadid.net – Jurusan Teknik Pembangkit Tenaga Listrik (TPTL) SMK Nurul Jadid Paiton Probolinggo melakukan observasi pertamanya ke PJB UP Paiton 1 dan 2 setelah dinobatkan sebagai SMK Pilot Project untuk program PJB Class. Rombongan peserta didik yang semuanya adalah putra itu didampingi Bapak Mashudi, S.Kom dan Bapak Mahfud Syamsed Hadi, S.Kom dari pihak sekolah dan juga langsung didampingi oleh Bapak Sunarto selaku kepala kampus PJB Academy Paiton beserta tiga orang lainnya yaitu Bapak Hudi Sandi, Bapak Agus P dan Bapak Susanto (purna PJB) selaku pemandu selama proses observasi

Siswa yang berjumlah sekitar 25 orang tersebut masih duduk di kelas X Jurusan TPTL. Jurusan yang masih baru dibuka atas kerjasama dengan PJB Academy Paiton ini merupakan inisiatif pengelola sekolah untuk mengakomodir kebutuhan zaman dan bangsa Indonesia dengan minimnya SDM yang handal serta profesional sehingga SMK membekali dari awal dengan keilmuan dan keterampilan yang dibutuhkan

Pada kunjungan pertama ini para siswa belajar materi secara langsung tentang Coal Handling, Generator, Boiller, Aux Island dan Ash Handling yang merupakan materi dasar-dasar fungsi dan kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang mensupplai kebutuhan tenaga listrik untuk wilayah Jawa – Bali yang semakin besar

Ini tidak akan menjadi pertemuan pertama dan terakhir, karena akan ada kegiatan Follow-up Observation yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2018 di PJBS Paiton. Sebagaimana konsep kurikulum pembelajaran kelas jurusan TPTL bahwa siswa akan lebih banyak dihadapkan dengan praktik langsung ke industri yang relevan, rencananya dalam setahun kegiatan observasi akan dilaksanakan sebanyak 6 kali

Dengan adanya program ini, SMK sebagai lembaga pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada praktik daripada teori sehingga tujuannya adalah peserta didik akan mampu meningkatkan kompetensi di bidang masing-masing yang akan menciptakan tenaga kerja Junior di dunia kerja nanti. Walaupun tidak menutup peluang bahwa lulusan SMK juga mampu bersaing di Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta favorit di Indonesia bahkan di luar negeri.

Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali mewakili Indonesia dalam lomba Olimpiade bahasa Mandarin

Mewakili Indonesia dalam lomba Olimpiade bahasa Mandarin

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid memiliki kesempatan untuk mewakili Indonesia dalam ajang Olimpiade Internasional Bahasa Mandarin.

Salman Alfarisi yang masih menyandang sebagai santri aktif dari Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo mewakili indonesia dalam ajang Oliempiade dan Charis Theodore dari SMA Xinzhong mewakili Indonesia dalam ajang Olimpiade Bahasa Mandarin di Tiongkok, yang berlangsung sejak tanggal 06-23 oktober.

Seperti yang dikatakan Muhammad Khodir, Guru Bahasa Mandarin SMA PP. Nurul Jadid bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid telah beberapa kali dalam mengikuti ajang olimpiade bahasa Mandarin di China yakni pada tahun 2008 dan 2016 silam, “ini bukan yang pertama kalinya santri Nurul Jadid mewakili Indonesia di Olimpiade Internasional bahasa mandarin” Tuturnya.

Santri Nurul Jadid sudah banyak dikenal dikancah Internasional dengan berbagai event lomba yang sudah diikuti dan benyak meraih prestasi, dengan  berbekat semangat dan rajin dalam belajar akhirnya bisa ikut serta lomba Olimpiade Internasional Bahasa Mandari dikancah Internasisonal mewakili Indoneisa.

Ajang internasional tersebut berlangsung di Ibu Kota Provinsi Yunnan dan diikuti dari berbagai Negara. “Hampir  semua peserta olimpiade itu dari kalangan Huaqiao (Keturunan Tionghoa) diseluruh dunia. Hanya dari Nurul Jadid yang bukan,” lanjut Khodir.

Olimpiade Internasional Bahasa  Mandarin ini digelar setiap tahun di berbagai wilayah yang berbeda di Tiongkok.

 

Penulis : Abd. Hannan/SJ

Editor  : Badrus Sholeh

Kepala SMK Nurul Jadid, Abdul Manaf dengan Wakerhumas, Agus Fanani saat menghadiri acara PJB Class di kantor dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur

Pilot Project Program PJB PLTU Class SMK Nurul Jadid

nuruljadid.net – SMK Nurul Jadid Paiton Probolinggo  terus melakukan upaya – upaya terobosan dalam meningkatkan pelayanan dan program pendidikannya. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menjalin kerjasama dengan PJB PLTU Paiton untuk membuka PJB Class di SMK Nurul Jadid.

Dalam pertemuan antar SMK penerima program PJB Class se-Jawa Timur, yang diadakan di kantor Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur (8/10), SMK Nurul Jadid ditunjuk sebagai Pilot Project program PJB Class dari 15 SMK se-Jawa Timur.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, Dr. Saiful Rachman, MM., M.Pd, Manajer PJB Class, Hendra, Kepala Kampus Akademi PJB Paiton, bapak Sunarto beserta 10 Purna PJB yang menjadi pembimbing PJB Class dan 15 Kepala Sekolah SMK se-Jawa Timur.

Menurut Abdul Manaf, Kepala SMK Nurul Jadid, program PJB Class merupakan kerjasama yang telah terjalin sejak awal tahun ajaran 2018. Program ini sudah dijalankan pada tahun ajaran baru 2018-2019 ini. Konsentrasi pilihan dalam program keahlian Teknik Pembangkit Tenaga Listrik (TPTL).

“Adapun tujuan dari program kerjasama ini adalah untuk membekali peserta didik memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh Dunia Usaha dan industri (DUDI). khususnya dibidang pembangkit tenaga listrik”, Imbuh Manaf yang menghadiri langsung acara tersebut Bersama dengan Waka Humas SMK Nurul Jadid, Agus Fanani.

Program PJB Class yang telah berjalan ini, didampingi dan diarahkan langsung oleh para tutor dan praktisi spesialis bidang ketenaga kelistrikan dari Kampus Akademi PBJ Paiton. Para tutor ini tidak hanya mengajarkan teori – teori tentang kelistrikan saja, tetapi peserta didik langsung diarahkan kepada praktek lapangan.

“dengan kerja sama ini dan ditunjuknya SMK Nurul Jadid sebagai Pilot Project penyelenggaraan program PJB Class, diharapkan semoga ke depan SMK Nurul Jadid senantiasa mampu berbenah dan memberikan pelayanan prima untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa dengan kompetensi global agar mampu bersaing”, Pungkas kepala SMKNJ, Abdul Manaf.

Penulis : Ahmad Sa.

Editor : Mahrus Sy.

Baksos BEM UNUJA Terhadap Anak Yatim dan Lansia Warga Karanganyar

Nuruljadid.net – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nurul Jadid (UNUJA), adakan Kegiatan Santunan dan Bakti Sosial (BAKSOS)  di desa Karangayar, Paiton, Probolinggo, Kamis (20/09/2018). Kegiatan ini dalam rangka memperingati 10 Muharram 1440 H.

Acara ini berlangsung secara spontanitas dari pengurus BEM untuk memberi sembako kepada warga karanganyar yang kurang mampu, dengan cara mendatangi rumahnya langsung. Setidaknya ada 20 anak yatim dan 25 lansia yang masuk daftar dan menerima sembako.

Pathorrasit, selaku ketua BEM UNUJA menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk meringankan kebutuhan masyarakat yang kurang mampu, “Dengan adanya baksos ini,  semoga bisa membantu mereka yang lagi membutuhkan,” ujarnya.

Rasit melanjutkan bahwa sembako yang dibagikan hasil swadaya mahasiswa baru UNUJA yang kemudian di kelola oleh BEM untuk di salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. harapannya dengan diadakannya Santunan dan  Bakti Sosial terhadap masyarakat agar supaya keberadaan mahasiswa bisa dirasakan oleh masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar perguruan tinggi.

“Sudah kewajiban kita bersama untuk saling membantu. Yang kuat membantu yang lemah. Yang berada membantu yang masih belum punya,” tambahnya.

Selain itu kagiatan Baksos ini merupakan sebagai ajang penanaman rasa peduli terhadap sesama supaya menjadi media belajar bagi mahasiswa. Sehingga ketika lulus dan kembali ke masyarakat, mahasiswa tidak hanya menjadi insan berilmu tapi mampu mengamalkan ilmunya sekaligus peka tehadap keadaan sosial.

“Meskipun tidak seratus persen, tapi setidaknya rasa peduli itu sudah tertanam sejak jadi mahasiswa,” jelasnya.

Penulis : Jawahir

Editor : Muhammad Nuris