KH. Moh. Zuhri Zaini: Nabi Muhammad Idola yang Sempurna

KH. Moh. Zuhri Zaini: Nabi Muhammad Idola yang Sempurna

nuruljadid.net – Kamis malam (06/12/2018), Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertempat di halaman Kantor Pusat Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Acara yang diikuti seluruh santri putra dan putri ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh pondok pesantren setiap tahun sebagai media silaturahim sekaligus kaderisasi dalam berorganisasi.

KH. Moh. Zuhri Zaini, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid mengingatkan, meski kegiatan peringatan Maulid Nabi dilakukan secara rutin, kita sebagai umat Nabi Muhammad jangan sampai terjebak pada formalitas belaka, melainkan kita bisa mengambil hikmah dan bersyukur atas kelahiran Nabi dengan membaca sholawat padanya secara khusuk dan khidmat.

“Marilah kita jadikan kegiatan rutin ini untuk mensyukuri nikmat Allah SWT dan mensyiarkan kembali kelahiran beliau yang merupakan suatu syairollah,” tutur beliau dalam sambutannya.

Selain dengan harapan bertambahnya ketaqwaan kita kepada Allah, kegiatan ini sejatinya dimaksudkan untuk lebih mengenal Nabi Muhammad. Karena dengan mengenallah kita bisa lebih mencintai beliau sebagai pengikutnya.

Lebih pada itu, beliau menyampaikan bahwa Nabi Muhammad merupakan panutan yang paling sempurna untuk disebut idola yang bisa dijadikan teladan dalam mengarungi hidup. “Sebab sekarang yang diidola banyak, tapi yang dapat dijadikan teladan itu yang kurang,” tambah beliau.

“Melalui kegiatan ini kita hadirkan beliau meski tidak secara fisik dengan bersholawat. Mengingat kita ada di akhir zaman, maka kehadiran beliau sangat diperlukan ditambah banyaknya bencana yang terjadi,” kata beliau pada seluruh jama’ah yang hadir.

Penulis : Soni Hakim

Editor : Mahrus Syamweil

Meriahnya peringatan maulid nabi saw di pp nurul jadid.

Meriahnya Peringatan Maulid Nabi SAW di PP Nurul Jadid

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah, Kamis Malam (06/12/2018). Acara yang diikuti oleh seluruh santri Nurul Jadid putra dan putri tersebut bertempat di halaman Kantor Pusat Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Tepat pada pukul 20.00 WIB acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran yang dibawakan oleh Ust. Sudirman sebagai pembuka acara. Dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nabi dan Sholawat Nahdliyin oleh Firqoh Hadrah Az-zainiyah.

Sehabis itu seluruh jama’ah yang hadir diajak untuk melantunkan Qosidah KH. Zaini Mun’im yang dipandu langsung oleh KH. Fahmi Abdul Haq Zaini secara khidmat.

Acara ini juga dimeriahkan dengan pemberian hadiah pada pemenang lomba Maulid Nabi. Selain itu turut pula diramaikan dengan pemberian bingkisan kepada anak yatim piatu dan kurang mampu di sekitar lingkungan pondok pesantren.

Sukron Makmun, selaku Ketua Panitia menyampaikan, tujuan diadakannya acara ini sebagai sarana penyambung silatutahim pondok pesantren dengan masyarakat sekitar. Lebih pada itu ia menambahi, tujuan terpenting adalah mendapat syafaat Nabi Muhammad. “Semoga dengan adanya acara ini kita mendapatkan suri tauladan Nabi Besar kita,” tuturnya dalam sambutan.

Turut hadir pula dalam acara ini KH. Abdullah Syamsul Arifin sebagai penceramah tunggal dan KH. Ali Badri, pengarang Sholawat Maulud Al-Badri. Acara ini ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Habib Ba’ali.

Penulis : Ahmad

Editor : Mahrus Syamweil

Semarakkan Maulid Nabi Dengan Lomba Ala Santri

Semarakkan Maulid Nabi Dengan Lomba Ala Santri

nuruljadid.net-  Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Nurul Jadid akan di laksanakan pada 6 Desember 2018 mendatang, demi memeriahkan acara tersebut Panitia acara tersebut mengadakan beberapa perlombaan.

Seperti, Lomba Hadrah Tradisional ala santri tanggal khusus bagi santri putra yang bertempat di Aula Universitas Nurul Jadid (UNUJA) pada sore hari dan  bagi santri putri ada Lomba sholawat bertempat di Auditorium Mahrom Wilayah Al – Hasyimiyah dan lomba Musyabaqoh Syahril Qur’an (MSQ) yang bertempat di Aula UNUJA pada pagi harinya.

Mengenai pembukaan dari Lomba – lomba yang disebutkan diatas dilaksanakan pada Senin Malam (03/12/2018), Ahmad Nabil, Ketua Panitia Lomba menyampaikan bahwa lomba – lomba tersebut dilaksanakan pada Selasa (04/12/2018).

“Kegiatan lomba ini di ikuti oleh semua wilayah-wilayah yang ada dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid, yang salah satu tujuannya adalah mengajak santri untuk gemar bersholawat,”. ujarnya dalam sambutan.

Keputusan pemenang dari semua lomba tersebut diumumkan oleh ketua panitia lomba ketika acara Peringatan Maulid Nabi berlangsung di halaman kantor PP. Nurul Jadid, seraya pemberian piala kepada para pemenang oleh Kepala bidang Koordinasi Olahraga Santri, KH. Makki Maimun Wafi.

Adapun pemenang dari lomba – lomba yang disebutkan di atas ialah sebagai berikut :

Lomba Hadrah Tradisional Ala Santri :   

Juara 1 : Asrama Sunan Kalijaga

Juara 2 : Asrama PPIQ

Juara 3 : Wilayah Jalaluddin Ar – rumi

Lomba Musyabaqoh Syahril Qur’an (MSQ) :

Juara 1. Zahiya Adiba, MA Nurul Jadid

Juara 2. Widiyatul Umamah, SMA Nurul Jadid

Juara 3. Eka Wahyuni, MAN 1 Probolinggo

Lomba sholawat :

Juara 1. Naulul Nikmah, MA Nurul Jadid

Juara  2. Mamluatul Tazqiya, MA Nurul Jadid

Juara 3. Hanunatul Jazila, MAN 1 Probolinggo

 

Penulis : Muhammad Nuris

Editor : A Rofik

 

PPIQ adakan Pelatihan Metode Tartila dan Lailatul Qiro’ah Bil Ghina

nuruljadid.net – Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) Pondok Pesantren Nurul Jadid, mengadakan pelatihan membaca Al-Qur’an dengan metode Tartila dan Lailatul Qiro`ah Bilghina, sebagai bekal santri ketika pulang ke masyarakat. Acara bertempat di Aula Universitas Nurul Jadid, Kamis (08/11/2018).

Pelatihan ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan oleh PPIQ, dengan harapan santri bisa membaca Al-Qur`an dengan baik dan benar dan menjadi bekal ketika pulang ke masyarakat.

Selain itu, tujuan diadakan pelatihan ini sebagai ajang silaturrahmi antar alumni, pengurus dan santri dibawah asuhan PPIQ. “Acara ini bermaksud untuk menjalin tali silaturrahim antar alumni, pengurus serta alumni PPIQ ” ujar Abdurrahman selaku ketua panitia.

Dalam pelatihan Tartila dan Lailatul Qiroah Bilghina dihadiri oleh ratusan santri PPIQ putra dan putri, alumni PPIQ dan sabagian pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid.

KH. Hefni Mahfudz selaku pembina PPIQ sekaligus memberikan tausyiah  sebagai penutup dalam kegiatan pelatihan Tartila dan Lailatul Qoriah Bilghina. dalam penyampaiannya beliau bahwa “Peran penghafal Al-Qur`an tidak hanya menghafal. Namun, seorang penghafal harus punya niat bagaimana mampu mengamalkan serta menyebarkan isi kandungan dari Al-Qur`an.” Dawuh beliau.

Beliau berharap  agar para santri kompak dalam merealisasikan unsu-unsur yang ada di PPIQ . “Unsur-unsur yang ada di PPIQ harus kompak, agar mimpi itu dapat tercapai”, harap Pembina PPIQ kepada para santri peserta didik di lembaga PPIQ.

Lembaga PPIQ ini sudah dibangun sejak zamannya KH. Zaini Mun`in, yang awalnya bernama LPKH (Lembaga Pembinaan Kader Huffadz) diganti LPTQ (Lembaga Pembinaan Tahfidzul Qur`an) dan sekarang bernama PPIQ (Pusat Pendidikan Ilmu Al-qur`an). (Mochammad Syauqi_SJ)

PPIQ Nurul Jadid Adakan Pelatihan Metode Tartila

Pelatihan Metode Tartila Pertama kalinya oleh PPIQ

nuruljadid.net – Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton Probolinggo mengadakan kegiatan Lailatul Bilghina, Kamis malam (8/11/2018) dan Pelatihan Metode Tartila, Jumat (9/11/2018) di Auditorium Universitas Nurul Jadid.

Kegiatan Metode Tartila itu dilatih H. Muhammad Qosimurridho dan M. Syafi’i Zain dari Jam’iyyatul Qur’an Wal Huffadz Kab. Probolinggo. Adapun pesertanya adalah seluruh peserta didik PPIQ dan Santri PP. Nurul Jadid yang mendaftarkan diri.

Tujuan kegiatan tersebut untuk menjalin tali silaturahmi antara PPIQ dan Tim Jam’iyatul Qur’an wal Humfad Kab. Probolinggo. “Karena kebanyakan anggota dari Tim Qur’an wal Huffadz ini merupakan alumni PP. Nurul Jadid, termasuk juga Ketuanya Ustadz H. Muhammad Qosimurridho adalah alumni PPIQ sendiri,” tutur Abdur Rahman, ketua panitia.

Pelatihan ini merupakan pertama kalinya diadakan oleh PPIQ Sendiri. “Jika nanti terdapat perkembangan maka akan kita adakan secara rutin tiap tahunnya,”tambahnya.

Abdur Rahman berharap agar pelatihan itu bisa menumbuhkan rasa kecintaan para santri PP. Nurul Jadid khususnya peserta didik PPIQ terhadap Al-Qur’an. “Semoga seluruh peserta bisa menerapkan ilmu-ilmu yang mereka dapatkan pada kegiatan ini di asrama mereka masing-masing.” Pungkasnya.

Penulis : Sony Hakim

Editor : Muhammad

Pembiasaan Al-Qur’an Realisasi Santri Baru Menjelang Liburan Maulid Nabi

Pembiasaan Al-Qur’an, Bekal Santri Baru Menjelang Liburan Maulid Nabi

nuruljadid.net – Wilayah Sunan Ampel (B), Pondok Pesantren Nurul Jadid yang merupakan asrama bagi santri baru membiasakan para peserta didiknya untuk membaca al-qur’an dari jam 06.00 – 07.00 WIB.

Kegiatan ngaji Al-Qur’an tersebut dikelompokkan sesuai dengan kamarnya masing – masing dan yang menjadi mualim ialah wali asuhnya. ustadz Syaiful, Sekretaris wilayah B mengatakan bahwa  santri baru yang masuk ke wilayah B mereka di tes terlebih dahulu untuk menentukan kelompoknya.

“di asrama kami dalam pengajian al-qur’an ada empat kelompok, I’dadiyah, Awaliyyah, Wustho dan Auliyah,”ungkapnya. Kamis(08/11/2018).

Ust Syaiful mengimbuhkan bahwa di wilayah B itu, merupakan wilayah khusus bagi santri baru yang masih belum memahami dengan baik ilmu – ilmu furudlul ainiyah. “dan pola pembinaannya diwilayah  ini antara lain kepada Al-Quran, Aqidah, Akhlak, fiqih, tajwid, Pego dll,”terangnya.

ia turut menerangkan bahwa para santri baru tersebut tidak diperkenankan ngaji kitab selain yang yang sudah ditentukan tersebut, “santri baru itu harus lancar dulu ngaji Al-Qur’annya serta paham dulu ilmu pegon,” terangnya mengutip dawuh dari Kepala Biro Kepesantrenan, K. Imdad Rabbani.

Selain itu, ia turut mengharap kepada seluruh peserta didiknya di wilayah B, ilmu – ilmu yang telah di dapat moga-moga bisa bermanfaat dan bisa diamalkan nanti ketika kembali ke masyarakat atau setidaknya ketika  mereka libur di rumah.

Penulis : Ahmad

Editor : Arofik Yusuf

biasakan santri dengan khataman al-quran

Perkuat Ikatan Batin dengan Pembiasaan Khataman Al Qur’an

nuruljadid.net- Demi mengisi waktu senggang, peserta didik Asrama Diniyah Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan khataman Al Qur’an  di Maqbaroh (Pesarean), Selasa (06/11/2018). Kegiatan tersebut didampingi oleh pengurus asrama.

Mengenai awal dari diadakannya kegiatan tersebut, Ustadz Abdul Hafidz Muhammad, Kepala Asrama Diniyah periode 2012 – 2014 mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan suatu inisiatif dari pengurus Asrama Diniyah di tahun 2007 silam.

“Penggagas dari khataman Al Qur’an itu ialah Ustadz Tohari, Koordinator Ubudiyah Asrama Diniyah sekitar tahun 2007 asal Kota Kraksaan. Pelaksanaannya itu biasanya setiap hari Selasa Sore,” ungkap beliau memaparkan sejarah pelaksanaan kegiatan kepada wartawan nuruljadid.net, Ahad (04/11/2018) malam.

Selain itu, beliau yang saat ini menjabat sebagai guru SMA Nurul Jadid mengatakan bahwa pada masa kepemimpinannya, pelaksanaan kegiatan tersebut diganti pada Hari Selasa Pagi dengan alasan sebagai pengganti kegiatan pengajian kitab yang kurang efektif.

“Sebelumnya, di Asrama Diniyah, setiap Hari Selasa Pagi diisi dengan kegiatan pengajian kitab. Karena kegiatan tersebut berjalan kurang efektif, maka segenap pengurus Asrama Diniyah menyepakati agar kegiatan pengajian kitab diganti dengan kegiatan khataman Al Qur’an. Dan Alhamdulillah sampai saat ini masih terlaksana dengan efektif dan kondusif walapun tempat pelaksanaanya berbeda, yang semula bertempat di teras Asrama Diniyah sekarang berpindah tempat di Maqbaroh (Pesarean),” jelasnya.

Perubahan tempat pelaksanaan kegiatan Khataman Al Qur’an ini terjadi pada masa kepemimpinan Ustadz Imron Sadewo (2016). Bukan karena masalah keefektifan kegiatan, melainkan karena ingin lebih khusuk membacanya dan memperkuat ikatan batin kepada segenap Almarhumin PP. Nurul Jadid.

“Kegiatan khataman Al Qur’an ini semula bertempat di teras Asrama Diniyah namun dipindah ke Maqbaroh (pesarean) sejak tahun 2016 berdasarkan mufakat dari Pengurus Asrama Diniyah. Tentunya agar para peserta didik kami lebih khusuk membacanya dan tempatnya juga lebih nyaman untuk memperkuat ikatan batin keluarga Asrama Diniyah (Pengurus dan Peserta Didik, red) kepada segenap Almarhumin,” ungkapnya.

Sampai berita ini dibaca, kegiatan tersebut masih konsisten dilaksanakan setiap hari Selasa tepatnya ba’da shalat subuh berjamaah di Masjid.

 

Penulis : Ahmad

Editor : Achmad Daniyal

Peserta Didik Asrama Diniyah saat melaksanakan istigasah di Asta pendiri dan dewan pengasuh PP. Nurul Jadid

Peserta Al-Muradi Asrama Diniyah Imbangi Belajar dengan Istigasah

nuruljadid.net – Saban Senin Malam, Asrama Diniyah yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan istigasah di Asta Pendiri dan Dewan Pengasuh PP. Nurul Jadid yang dilaksanakan oleh Al-Muradi.

Al-muradi merupakan suatu organisasi yang dibentuk oleh pengurus Asrama Diniyah yang salah satu tugasnya ialah untuk memimpin istagasah seluruh peserta didik Asrama Diniyah. Adapun bacaannya dalam istigasah tersebut terdiri dari Surat Yasin dan Beberapa Zikir lainnya.

Istagasah tersebut dilaksanakan setelah selesai shalat isya berjamaah di Masjid Jami’ Nurul Jadid, kegiatan ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Senin Malam dan telah dilaksanakan secara turun – temurun sejak awal tahun 2000.

Selain itu, kegiatan istigasah tersebut yang seperti diterangkan oleh Imron Sadewo Kepala Asrama Diniyah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rohani para peserta didik asrama diniyah. “Artinya anak – anak (Peserta didik asrama diniyah, red)  kan sudah berusaha belajar, jadi bentuk perimbangan dari belajar itu diadakanlah istigasah di asta,”tutur pria kelahiran sampang tersebut. Senin(05/11/2018)

Mengenai prospek kedepannya, adanya kegiatan istigasah, dia turut berharap kepada para peserta didik asrama diniyah untuk tidak hanya dijadikan sebagai rutinitas. Tapi bagaimana para peserta didik asrama diniyah itu bisa lebih khusyuk dalam kegiatan tersebut terutama dalam pembacaan do’a.

Selaras dengan kutipan diatas, Alkaf Paputungan Ketua Almuradi turut mengutarakan harapannya kepada para peserta didik asrama diniyah. “kami berhendak kepada para peserta didik asrama diniyah untuk lebih semangat lagi dalam mengikuti kegiatan rutinitas ini (Istigasah, red) dan tentunya dengan penuh keikhlasan hati,” pungkasnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Achmad Daniyal

KH. Abd. Hamid Wahid; Alumni PPNJ terus Berjejaring dalam Ekonomi, Sosial dan Pendidikan

nuruljadid.net – MALANG- KH. Abdul Hamid Wahid, selaku Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid menghadiri acara temu alumni lintas generasi dan Sambut Mahasiswa Baru (SAMBA) di gedung Pascasarjana Universitas Islam Malang (UNISMA), yang dilaksanakan pada Sabtu (03/11/2018).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh keluarga besar Ikatan Mahasiswa Alumni Nurul Jadid (IMAN) Malang, dalam rangka menyambut Mahasiswa Baru (MABA) dengan tema “Mengukuhkan Solidaritas Satu Almamater dan Merawat Amaliah Kesantrian”.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjalin silaturrahmi antara keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Alumni.

Dalam sambutannya, KH. Abdul Hamid Wahid berpesan agar “pertemuan lintas generasi ini ada kesinambungan baik dari yang muda, dan yang sepuh bagaimana berkesenambungan di dalam berjuang dan ikhtiyar untuk saling mengingatkan di dalam menjaga Ruhul Jihad bersama,” dawuhnya.

Lanjut, Kepala Pesantren berpesan agar alumni terus menjaga ikatan baik dengan masyarakat di segala bidang. “diharapkan kepada alumni untuk berjejaring dengan masyarakat di dalam menjaga ekonomi, sosial dan dunia pendidikan,” Dawuh Beliau.

Selain itu, beliau berharap kepada alumni untuk menerapkan 5 Panca Kesadaran santri yakni, Kesadaran berorganisasi, Kesadaran beragama, Kesadaran berbangsa dan bernegara, Kesadaran berilmu, dan kesadaran bermasyarakat. Sehingga tetap terjalin silaturahmi antara Alumni dengan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

(Yahya/kontributor Malang)

P4NJ akan Merangkul Ekonomi Masyarakat Madani

nuruljadid.net – MALANG, Keluarga besar Ikatan Mahasiswa Alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid (IMAN) Malang, gelar temu alumni lintas generasi dalam rangka menyambut mahasiswa baru alumni Nurul Jadid se-Malang Raya di Gedung Pasca Sarjana Universitas Islam Malang (UNISMA), Sabtu (03/11/18).

Kegiatan yang bertemakan “Mengukuhkan Solidaritas Satu Almamater dan Merawat amaliah Kesantrian” itu dilaksanakan setiap tahun. yang bertujuan, “untuk menjalin silaturrahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid dan alumni sendiri,” kata Didik, selaku Ketua Panitia dalam sambutannya.

Selain itu, Samsul Ma’arif, sekertaris umum Pengurus Pembantu Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ), mengutip dawuh Kh. Moh. Zuhri Zaini “agar selalu istiqomah melaksanakan tahlilan dan istigasah”.

“Itu penting sekali untuk dilaksanakan, dan selain itu kita harus melihat bagaimana keadaan ekonomi masyarakat,” tuturnya saat memberikan sambutan.

Dengan begitu, beliau berharap kepada seluruh alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid (IMAN) yang hadir agar nantinya ketika sudah pulang ke masyarakat bisa membantu P4NJ guna mengamalkan ilmu yang pernah kita dapatkan selama belajar di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

”Kelak kalian bisa membantu P4NJ untuk merangkul ekonomi masyarakat madani,” pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kh. Abdul Hamid Wahid, Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid, serta Wakil Rektor lll UNISMA, P4NJ, PANJ Yogyakarta, NJIC Jember, Kamanurja Surabaya, dan Fajar Zaini Jakarta. (Yahya/kontributor Malang)

12.010 Santri Makan Ikan 4,5 Ton Pondok Pesantren Nurul Jadid Pecahkan Rekor MURI

Nuruljadid.net- Gelar acara makan ikan bersama, 12.010 santri PP. Nurul Jadid pecahkan Rekor MURI dengan kategori makan ikan bersama santri terbanyak, Jum’at (02/11/2018) di lapangan Universitas Nurul Jadid (UNUJA). Perhelatan akbar ini menghabiskan 4,5 ton ikan laut yang dimakan bersama oleh santri dan dibagikan ke masyarakat sekitar PP. Nurul Jadid.

Makan ikan bersama santri terbanyak ini mampu memecahkan rekor MURI baru dari rekor MURI sebelumnya yaitu makan ikan makarel sebanyak 8000 santri di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang tahun 2016 lalu, pada tahun 2018 PP. Nurul Jadid Kembali meraih Rekor Muri dengan Kegiatan Makan Ikan Bersama Ibu Mentri Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia .

Sebagai bukti tercatatnya prestasi tersebut, perwakilan dari rekor MURI ibu Ariyani Sirega  dalam sambutannya menyampaikan bahwa rekor MURI ini merupakan rekor MURI yang kedua kalinya diraih oleh PP. Nurul Jadid.

“Penganugerahan Rekor MURI ini merupakan kali kedua kami berkesempatan hadir di Pondok Pesantren Nurul Jadid, sebelumnya sudah tercatat di MURI, Pondok Pesantren Nurul Jadid pernah melaksanakan kegiatan makan nasi tabheg dengan peserta terbanyak” ungkap Ibu Ariyani Srega  dalam sambutannya.

Selain penghargaan dari MURI, PP. Nurul Jadid juga mendapatkan bantuan kendaraan operasional berupa satu unit motor roda tiga dari Bank Negara Indonesia (BNI) yang diberikan oleh Pemimpin Cabang BNI Probolinggo ibu Sriwijayanti.

Penulis : Mr. Han SJ

Editor : Co

Ibu Susi Pudjiastuti : Indonesia Menjadi Poros Maritim Dunia

Nurul Jadid.net – PP. Nurul Jadid menggelar acara makan ikan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Ibu Susi Pujiastutik dan 12.010 santri, pada Jum’at (02/11/2018). Kedatangan Menteri Kelautan ibu Susi Pudjiastuti pada pukul 10:00 WIB di lapangan Universitas Nurul Jadid disambut meriah oleh ribuan santri dan masyarakat sekitar.

Ibu Susi, sapaan akrabnya menyumbangkan ikan kepada santri dan masyarakat sekitar PP. Nurul Jadid sebanyak 4,5 ton.  Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa dukungan terhadap pemerintah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Ibu melaksanakan visi misi pemerintah menjadikan laut masa depan bangsa dan Indonesia menjadi poros maritim dunia, laut mesti kita jaga untuk masa depan bangsa yang pertama. Setiap maling, curi kapalnya, tembak, tenggelamkan. Dukung kan kapal ikan asing yang nyuri ditenggelamkan?,” tutur beliau disambut sorak gembira ribuan santri.

“Kedua, harus kita jaga agar ikan tidak habis, karna pengambilan salah, yang seenaknya sendiri, merusak lingkungan dengan bom, jaring dan lain sebagainya, kita harus berhentikan.” Lanjut beliau.

“Terakhir kesejahteraan, tugas kita dalam hal ini adalah mengkampanyekan gemar makan ikan karna pemerintah Indonesia ingin membangun manusia yang sehat, manusia itu sehat kalau asupan proteinnya cukup, cuma persoalannya di jawa ini itu konsumsi ikannya paling rendah di Indonesia.”

Selanjutnya ibu susi menyampaikan pentingnya menkonsumsi ikan karena kandungannya yang baik untuk tubuh, juga pentingnya menjaga kelestarian laut agar ikan tidak habis dan sumber daya laut bisa lestari, mengingat 70 % negara Indonesia adalah laut.

Penulis : Ulfa Nurul Jannah/ SJ

Editor : Co

Ibu Mentri, Makan Ikan Bersama 12. 010 Santri Ponpes Nurul Jadid.

Nuruljadid.net – 12.010 santri Pondok Pesantren Nurul Jadid gelar makan ikan bersama Ibu Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Repubklik Indonesia (Jumat, 02/11) di lapangan Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Probolinggo.

Perhelatan makan ikan dengan tema “makan ikan bersama santri” ini terselanggara atas kerjasama PP. Nurul Jadid, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kumparan, Bank BNI, dan Jatim Now. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional tahun 2018 di PP. Nurul Jadid.

Kepala Pesantren PP. Nurul Jadid KH. Abd. Hamid Wahid dalam sambutannya berharap santri mendapatkan inspirasi dan semangat Ibu Menteri. “santri adalah adalah para kader yang nantinya akan pulang kemasyarakat, berjuang ditengah-tengah masyarakat, dan semangat beliau sangat kita perlukan untuk memberikan inspirasi bagi kita ” dawuh KH. Abdul Hamid Wahid.

Menurut penuturan beliau, PP. Nurul Jadid berkomitmen melakukan pendampingan dalam pengembangan masyarakat pesisir. “Sejak tahun 90-an hingga saat ini PP. Nurul Jadid bersama masyakat dan perusahaan sekitar telah melakukan penanaman dan pelestarian Mangrove di daerah pesisir wilayah Kecamatan Paiton”.

Dalam sambutannya, beliau juga menyampaikan bahwa selain penanaman mangrove. PP. Nurul Jadid sejak tahun 2017 telah melakukan berbagai macam pelatihan pengolahan hasil laut kepada santri dan masyarakat.

Untuk mengembangkan potensi kelautan yang ada saat ini, Kyai Hamid juga menuturkan bahwa saat ini di PP. Nurul Jadid telah membuka jurusan kelautan di SMK Nurul Jadid, untuk tahun berikutnya akan dikembangkan ke jenjang pendidikan tinggi dengan membuka Program Studi  Kelautan di Universitas Nurul Jadid.

Acara ini selain dihadiri oleh Ibu Susi Pudjiastuti, juga dihadiri oleh putra sulung Presiden Joko Widodo, Ghibran Rakabuming Raka yang memberikan wawasan dan spirit kepada santri tentang pentingnya berwirausaha.

Penulis : Abd. Hannan/SJ

Editor : Co

Ibu Susi Pudjiastuti Makan Ikan bersama Santri Nurul Jadid

Nurul Jadid.net- Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan RI (KKP) gelar makan ikan bersama Santri di lapangan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Jum’at (02/11/18).

Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari santri Nasional pada 22 Oktober 2018, yang bertujuan agar santri dan masyarakat sekitar memiliki pola hidup yang sehat dan cerdas dengan gemar makan ikan.

Susi Pudjiastuti, menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia saat ini ingin membangun masyarakat yang sehat dengan mengkomsi protein yang cukup, dan ikan merupakan satu-satunya sumber protein hewani yang memiliki omega yang baik untuk dikonsumsi.

“Cuma persoalannya di jawa timur dan tengah konsumsi ikannya paling rendah di Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, Susi berpesan agar tidak malas untuk makan ikan “kalau malas makan ikan, nanti jadi bodoh, dan kalau orang bodoh tidak ada guna,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 12010 santri, dan masyarakat sekitar Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan 4,5 Ton Ikan yang di berikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Kumparan, BNI dan Jatimnow.

dalam Kegiatan kali ini juga ikut dihadiri oleh putra sulung Presiden Republik Indonesia Raka Buming, yang menambah meriahnya kegiatan dan spesial acara makan ikan, dengan beberapa sambutan dan sapa santri yang dilakukan Raka (akrab Raka Buming) sehingga dapat menghibnotis seluruh  santri dan para undangan yang hadir.

Penulis : Abd. Hannan/SJ

Editor : Co

 

PP. Nurul Jadid Kembali Raih Rekor Muri makan ikan bersama santri terbanyak

PP. Nurul Jadid Kembali Raih Rekor Muri Makan Ikan Bersama Santri Terbanyak

nuruljadid.net – hari ini (02/11/2018), Segenap santri santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton Probolinggo, kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Ibu Susi Pudjiastuti. Di acara yang bertemakan“makan ikan bersama santri”.

Acara tersebut ditempatkan di Lapangan Raya PP. Nurul Jadid yang dihadiri oleh segenap dewan pengasuh, pengurus, santri putra dan putri PP. Nurul Jadid. Turut meramaikan pula Wakil Bupati Probolinggo, Drs. HA. Timbul Prihanjoko. Dan Gibran Rakabuming, Putra Joko Widodo yang juga merupakan Pengusaha Sukses.

Arifin Asydad, Pimpinan Redaksi Kumparan (Media pemberitaan secara online,red) yang turut serta bekerja sama dengan PP. Nurul Jadid dalam menyukseskan acara tersebut mengatakan dia diberi amanah oleh Ibu Susi untuk membagikan ikan 10 Ton kepada santri di Jawa Timur dan PP. Nurul Jadid salah satunya.

“Saya minta adik – adik santri ini turut menjaga laut dan menjaga keberlangsungan laut dan semua makhluk di dalamnya,” Tegasnya dalam sambutan.

Selain itu, Kepala Pesantren PP. Nurul Jadid turut merespon dengan baik acara tersebut dan beliau berharap dengan adanya acara tersebut bisa meningkatkan rasa kepedulian para santri PP. Nurul Jadid kepada Laut.

“Semoga dengan adanya dorongan dan inspirasi dari Ibu Susi, kita bisa semakin meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat termasuk juga dalam membina kader terhadap nasib masyarakat pesisir, nelayan dan lingkungan laut,” Ungkap Beliau.

Gibran Rakabuming, turut memeriahkan acara tersebut dengan motivasi tentang kewirausahaan kepada seluruh santri sekaligus membagi – bagikan 3 jaketnya kepada santri yang bertanya kepada dia perihal kewirausahaan.

Diakhir acara, ditutup dengan pemberian cindera mata oleh Ibu Ariyani sirega, perwakilan dari pihak Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) kepada pihak PP. Nurul Jadid atas diraihnya rekor Santri Makan Ikan Bersama Terbanyak dengan jumlah 12.210. dan hal ini merupakan ke 2 kalinya PP. Nurul Jadid meraih Rekor setelah rekor Muri yang pernah diraih tahun 2017 pada paksanaan kegiatan makan nasi tabheg dengan peserta terbanyak yakni 8000 lebih santri.

Penulis : Ahmad

Editor : Alfan Rosyidi