Alissa Wahid: Perencanaan Keuangan Keluarga Urgen di Tengah Ekonomi yang Sulit Diprediksi.

Alissa Wahid: Perencanaan Keuangan Keluarga Urgen di Tengah Ekonomi yang Sulit Diprediksi.

nuruljadid.net – Dalam sambangannya kali ini ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Alissa Wahid menjadi pembicara pelatihan tentang dasar-dasar keuangan perencanaan keluarga. Pelatihan ini merupakan salah satu dari sekian rangkaian pelatihan yang diadakan oleh Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU), Jum’at (04/01/2019).

Menurutnya hal fundamental dalam perencanaan keuangan keluarga adalah memprioritaskan pembelian barang yang dibutuhkan. “Jadi kita beli barang yang berdasarkan kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan,” katanya dalam penyajiannya.

Lebih pada itu, perencanaan keuangan keluarga sangatlah penting mengingat perekonomian yang saat ini sulit diprediksi. “Sebab fluktuasi harga pasar. Harga bahan pokok bisa saja tiba-tiba naik. Itu masih belum menghitung sakit, usaha bangkrut, dan terlilit hutang. Naudzubillah,” serunya pada peserta yang hadir.

Maka, ia menambahkan, saatnya kita beinvestasi meskipun kecil minimal perbulan. Dengan begitu tujuan hidup seperti naik haji atau umroh akan terasa ringan. Selain menyiapkan dana tersebut, ia juga menyinggung peserta untuk pula menyiapkan dan pendidikan anak, dana darurat, dan dana hari depan ketika kelak sudah pensiun.

Sebelum menutup pelatihan yang bertempat di Auditorium Mini Universitas Nurul Jadidi ini, ia yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris LKKNU mengingatkan agar kewajiban zakat juga harus diperhatikan. Sebab menurutnya zakat merupakan kewajiban umat Islam dalam ranah sosial yang tak bisa ditinggalkan.

Penulis : Ahmad

Editor : Rahmad Hidayat

Alissa Wahid : Training ke 9 LKKNU di PP. Nurul Jadid

Alissa Wahid : Training ke 9 LKKNU di PP. Nurul Jadid

nuruljadid.net – Jum’at (04/01/2019) Pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nadhlatul Ulama (LKKNU) Provinsi Jawa Timur dan Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) menggelar  Training For Fasilitator (TFF) di Aula Mini Universitas Nurul Jadid.

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris LKKNU, Mbak Allisa Wahid mewakili tausyiah, Ketua LKKNU yang tidak bisa hadir. “Saya ingin menyampaikan salam permohonan maaf dari ibu Fausyiah kepada seluruh para hadirin karena tidak dapat hadir pada kegiatan ini,” ucap beliau saat memberikan sambutan.

Mbak Alissa merasa senang dapat berkumpul dalam acara TFF, sebab menurut beliau acara tersebut merupakan acara favorit di LKKNU. “Saya senang sekali karena kita bisa berkumpul dalam kegiatan LKKNU, dari sekian banyak kegiatan, ini merupakan kegiatan favorit kami di LKKNU, karena hasil dari kegiatan ini biasanya berdampak sangat signifikan,” ungkap mbak Alissa.

LKKNU merupakan program yang dirintis pada tahun 2012, hal ini dikarenakan perencanaan keuangan saat ini sudah menjadi salah satu tren dikalangan masyarakat Menengah keatas dan menjadi salah satu kebutuhan, karena faktor perkembangan ekonomi tidak dapat dihentikan. Gus Sollah yang akan menjadi fasilitator dalam pelatihan ini mengingatkan, salah satu tren terbaru saat ini adalah Finansial Planning, yaitu ilmu yang mahal kita pakai dan diolah untuk menjadi gratis kepada semua kalangan.

“Dalam pembelajaran program finansial ini, seperti di play grub yang saya asuh di Yogyakarta, untuk para orang tua murid, kami mengajarkan kepada mereka bagaimana menyusul dana pendidikan anak,” jelasnya.

“Acara pada hari ini merupakan acara training ke 9 di provinsi yang berbeda, di Jawa Timur sudah 18 kota kita melaksanakan program ini. Harapannya melalui kegiatan ini kita menyemangati pegiat-pegiat di lingkungan Nahdhatul Ulama (NU), sehingga dapat memahami pengelolahan keuangan keluarga,” Pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid. Hari Susanto, Deputi Bisnis Area Probolingo, Pengurus LKK PWNU Jawa Timur, dan seluruh para peserta Training For Fasilatator.

Penulis : Nuris

Editor : Rahmad Hidayat

KH. Abdul Hamid Wahid: Kami Terbuka untuk Berkhidmat Melayani NU dan Masyarakat

KH. Abdul Hamid Wahid: Kami Terbuka untuk Berkhidmat Melayani NU dan Masyarakat

nuruljadid.net – Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama’ (LKKNU) mengadakan acara pelatihan fasilitator dan keuangan keluarga di Auditorium Mini Universitas Nurul Jadid, Jum’at (04/01/2019).

KH. Abdul Hamid Wahid selaku Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid sangat bersyukur telah diberi kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan pelatihan tersebut. “Kami merasa terhormat karena telah diberi kepercayaan,” sampai beliau dalam sambutan.

Sebab Pondok Pesantren Nurul Jadid menurut beliau sangat terbuka sebagai pesantren berbasis NU. “Kami selalu terbuka untuk berkhidmat melayani NU dan masyarakat semampu kami,” dawuh beliau.

Putra sulung KH. Abdul Wahid Zaini ini menambahkan bahwa kegiatan pelatihan tersebut selaras dengan empat fungsi pokok pesantren. Antara lain adalah pendidikan dan pengajaran, pengakderan, dakwah, dan sosial-masyarakat.

“Alhamdulillah empat fungsi itu telah kami (baca: Nurul Jadid) lakukan. Insyaallah kedepannya kami akan melakukan reformasi kelembagaan, khususnya penataan ulang peran dakwah dan kemasyarakatan termasuk dalam konteks kesejahteraan keluarga,” ungkap beliau pada seluruh peserta yang hadir.

Di akhir sambutannya beliau berharap ilmu yang didapat dari pelatihan ini bisa bermanfaat. “Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua. Semoga yang kita lakukan untuk mengabdi pada agama, masyarakat, negara, serta bangsa mendapat ridho Allah SWT,” harap beliau.

Penulis : Badrus

Editor : Rahmad Hidayat

PP. Nurul Jadid Lantik 10 Kepala Wilayah, 27 Kepala Daerah dan 114 Wali Asuh

PP. Nurul Jadid Lantik 10 Kepala Wilayah, 27 Kepala Daerah dan 114 Wali Asuh

nuruljadid.net – Demi meningkatkan mutu dan reformasi kelembagaan, Pondok Pesantren Nurul Jadid melantik Kepala Wilayah, Kepala Daerah dan Wali Asuh semua wilayah putra yang bertempat di Masjid Jami’ pada Kamis, (03/01/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh KH. Abdul Hamid Wahid selaku Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, K. Moh. Imdad Rabbani sebagai Kepala Biro Kepesantrenan, segenap pengurus dan santri putra Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Pelantikan ini dilaksanakan untuk mencanangkan dan meningkatkan aspek kualitas santri, karena peningkatan aspek kuantitas kami anggap sudah selesai,” ungkap K. Moh. Imdad Rabbani saat memberi sambutan.

Sedangkan menurut Kepala Pondok Pesantren, KH. Abdul Hamid Wahid, pengurus yang akan dilantik harus meniatkan diri untuk mengabdi pada pondok pesantren dengan momohon ridho Allah agar bernilai ibadah.

“Sebenarnya, apapun yang diniatkan karena Allah sebagai penghambaan diri maka akan bernilai ibadah. Jika memaknai hidup ini dengan niat karena Allah, maka hidup akan berkah dan bernilainya,” tutur beliau.

Pada tahun ini, PP. Nurul Jadid melantik sebanyak 11 Kepala Wilayah beserta sekretaris dan bendaharanya, 27 Kepala Daerah dan 114 Wali asuh yang tersebar di setiap wilayah pusat.Adapun rincian sebaran wilayah pusat ialah berikut :
1. Wilayah Sunan Gunung Jati (A)
2. Wilayah Sunan Ampel (B)
3. Wilayah Sunan Drajat (C)
4. Wilayah Sunan KaliJaga (D)
5. Wilayah Sunan Kudus (E)
6. Wilayah Sunan Giri (F)
7. Wilayah Sunan Nurus Shobah (H)
8. Wilayah Sunan Muria (L)
9. Wilayah Malik Ibrohim (M)
10. Wilayah Sunan Bonang (N)
11. Wilayah Sunan Maulana Ishaq

Penulis : Ahmad

Editor : Rahmad Hidayat

KH. Abdul Hamid Wahid: Membenahi Niat Untuk Hidup Lebih Bermakna

KH. Abdul Hamid Wahid: Membenahi Niat Untuk Hidup Lebih Bermakna

nuruljadid.net – KH. Abdul Hamid Wahid, Kepala Pesantren PP. Nurul Jadid mengucapkan selamat atas terlantiknya pengurus Kepala Wilayah dan Wali Asuh, beliau juga berharap untuk mengemban amanah tersebut dengan penuh makna. “Selamat kepada saudara-saudara yang telah diberi kesempatan untuk mengemban amanah ini, merupakan peluang bagi kita semua untuk membuka gerbang keberkahan di dalam hidup kita,” Tutur beliau saat Sambutan. Jum’at (03/01/2019)

 “Hidup itu Bermakna atau tidaknya tergantung kita yang memaknainya, beribadah kepada Allah adalah tujuan hidup kita dan menjadi khalifah adalah tugas kita, kita semua pemimpin semua akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinan yang kita lakukan,” tambah beliau.

Selain itu, Kiai Hamid menyampaikan untuk membenahi terlebih dahulu niatan mengabdi semata-mata karena Allah, agar pengabdian ada maknanya. Dengan demikian, pintu keberkahan akan terbuka, keberkahan adalah bertambahnya kebaikan. “Kalau dalam rumus matematika 1 + 1 = 2, maka dalam rumus keberkahan adalah 1 + 1 = 1000, atau bahkan lebih dari, 1 kebaikan, dapat ataupun tidak akan tetap dihitung, nilai itulah yang akan mempengaruhi hasil dari nilai kita,” Jelas beliau.

Beliau juga mengajak kepada seluruh yang hadir agar menempatkan niat terlebih dahulu sebelum melaksanakan tugas dan amanah pengabdian di pesantren. Sehingga mendapatkan hasil yang bermakna, itulah alasannya mengapa pendiri dulu membuat sebuah slogan “jika kita hanya mementingkan diri sendiri niscaya kita sudah berbuat maksiat kepada allah”.

 “Sebenarnya, apapun yang diniatkan sebagai penghambaan kepada Allah dan diniatkan karena Allah maka akan bernilai ibadah. Jika memaknai hidup ini dengan niat maka hidup akan berkah karena seluruh hidup akan ada nilainya,” Ungkap beliau.

Harapannya dengan terlebih dahulu menata niat, hasil yang akan didapatkan akan berbeda.

 “Sekarang kita berkesempatan sebagai mengisi diri, sekaligus isi itu sudah dilatih untuk kita keluarkan seberapun isinya,” Pungkas Kiai Hamid.

Penulis : Nuris

Editor : Rahmad Hidayat

K. Moh. Imdad Rabbani: Pesantren Ubah Orientasi Kepengurusan

K. Moh. Imdad Rabbani: Pesantren Ubah Orientasi Kepengurusan

nuruljadid.net – Bertepatan dengan momen pergantian tahun, Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar Pelantikan Pengurus Wilayah dan Wali Asuh di Masjid Jami’ Nurul Jadid, Kamis (03/01/2019).

K. Moh. Imdad Rabbani selaku Kepala Biro Kepesantrenan mengatakan bahwa tahun ini orientasi kepengurusan berubah dari kuantitas ke kualitas.

“Artinya di tahun sebelumnya yang jadi target adalah keaktifan santri di wilayah, sekarang Kepala Pesantren (baca: KH. Adul Hamid Wahid) mencanangkan untuk meningkatkan aspek kualitas. Karena menurut kami, aspek kuantitas dzahir pengurus sudah selesai,” ungkap beliau dalam sambutan.

Beliau menambahkan, peningkatan kualitas merupakan hal urgen dalam kepengurusan. “Contohnya bimbingan pengajian Alquran, kemampuan gurunya harus ditingkatkan agar pembelajarannya efektif dan efesian,” tambah beliau.

Namun, pesan beliau pada seluruh santri dan pengurus, meningkatkan aspek kualitas bukan berarti harus abai terhadap aspek kuantitas. “Karena hal-hal yang bersifat kuantitatif merupakan pra-syarat sedangkan yang bersifat kualitatif adalah ruh dari kegiatan yang dilajalankan Pesantren,” kata beliau.

Beliau juga mengingatkan, khususnya bagi pengurus yang dilantik bahwa seyogyanya pelantikan ini menjadi sebuah ajang berpacu dengan waktu di era pasar bebas. “Efeknya nanti lembaga pendidikan asing bisa didirikan di Indonesia. Bisa jadi nanti di Paiton ini akan ada cabang dari Grenwich University. Jadi mari kita bersama-sama meningkatkan kemampuan kita, lebih-lebih aspek kualitas,” tutur beliau.

Penulis: Badrus

Editor: Rahmat Hidayat

Upgrading Skill, Prakerin Smk Bustanul Ulum Di Universitas Nurul Jadid

Upgrading Skill, Prakerin SMK Bustanul Ulum Di Universitas Nurul Jadid

nuruljadid.net – Rabu (02/01/2019), Universitas Nurul Jadid (UNUJA) melakukan pelatihan kepada peserta Praktek Kerja Industri (Prakerin) SMK Bustanul Ulum Jember di Auditorium Mini UNUJA.

Pelatihan ini langsung didampingi oleh Kepala Lembaga Humas dan Kerjasama (KLHK), Ahmad Fadiri dan Wakil Rektor III Bagian Kemahasiswaan, Noer Fadli Hidayat.

Dalam pelatihan ini, peserta Prakerin dilatih untuk meningkatkan skill dalam bidang jurnalistik, kepemimpinan, humas, keorganisasian, dan publik speking.

Faridi menjelasakan, upgrading skill sangat diperlukan. Melihat industri saat ini yang dimanifestasikan  dengan teknologi artificial intelligence.  Kita dituntut untuk mempunya skill yang mumpuni jika ingin menjadi insan yang ready for use mengarungi industri 4.0.

“Ready for use artinya bukan hanya siap untuk dipakai, melainkan bermanfaat bagi manusia yang lain, berguna bagi agama lebih-lebih bagi nusa bangsa,” katanya dalam sambutan.

Hal senada juga disampaikan oleh Noer Fadli Hidayat. Ia mengatakan bahwa revolusi industri 4.0 memang tak bisa dihindari. Cara terbaik menghadapinya adalah dengan menyiapkan diri.

“Maka upgrading skill diharapkan bisa membantu teman-teman Prakerin jika sudah diterjunkan di lembaga industri,” jelasnya dalam sambutan.

Karena menurutnya tujuan Prakerin adalah mengiplementasikan ilmu terapan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Aktualisasi demikian merupakan penerapan hasil belajar di bangku sekolah terhadap lembaga industri sebagai media aplikasi.

“Pesan saya, meski demikian. Menuntut ilmu itu bukan satu-satunya cita-cita untuk mendapatkan pekerjaan,” ungkapnya pada peserta Prakerin.

“Saya mewakili Rektorat UNUJA  mengucapkan terimkasih sudah memberikan amanah ini kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid, khusunya UNUJA. Semoga upgrading skill ini menjadi pengalam yang bermanfaat bagi adik-adik peserta Prakerin setalah pulang ke SMK Bustanul Ulum,” pungkasnya.

Penulis : Nuris

Editor : Rahmad Hidayat

KPU- UNUJA Adakan Debat Paslon Gubernur

KPU-UNUJA Adakan Debat Paslon Gubernur

nuruljadid.net – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Universitas Nurul Jadid (KPU-M UNUJA) menggelar debat Pasangan Calon (paslon) Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa yang bertempat di Auditorium UNUJA, Rabu (02/01/2019).


Muhammad Izzat Abdi selaku Ketua Panitia KPU-M mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk mengetahui secara komprehensif akan visi dan misi dari para paslon.


Dalam kegiatan tersebut ia undang beberapa civitas akademik dan aktivis organisasi kampus untuk menjadi panelis. Hal ini dimaksudkan untuk menguji paslon terkait subtansi debat yang meliputi visi, misi, solusi permasalahan seputar organisasi kampus diikuti implementasi dari program paslon.


“Kegiatan ini menjadi tolok ukur mahasiswa melihat kecakapan dan kesiapan paslon untuk membawa visi, misi, program kerja yang akan diterapkan ketika salah satu paslon terpilih nanti,” katanya dalam sambutan.


“Harapan saya para paslon bisa bisa melihat serta akomodatif terhadapa aspirasi mahasiswa dan dosen. Sedangkan untuk mahasiswa dan dosen, saya berharap agar bisa menilai kelayakan para paslon memimpin satu tahun kedapan dari debat ini,” tukasnya

Penulis : Badrus
Editor : Rahmad Hidayat

Begini Cara Santri Putri PP. Nurul jadid Sambut Tahun Baru

Begini Cara Santri Putri PP. Nurul jadid Sambut Tahun Baru

nuruljadid.net – Selasa, (01/01/19) dalam rangka menyambut tahun baru 2019, wilayah Az-Zainiyah (Dalbar) melaksanakan sholat dhuha berjama’ah dan istighosah bersama di mushollah Az-Zainiyah.

Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 07.30 WIB yang dipimpin oleh ustadzah Ida Rosita. Penyambutan tahun baru kali ini, berbeda pada tahun sebelumnya. Para santriwati dianjurkan untuk menulis di dua kertas yang sudah dibagikan oleh pengurus, tentang harapan dan target yang akan dicapainya, baik untuk pribadi sendiri dan juga untuk perkembangan wilayah.

“kami mencari hal yang berbeda untuk menyambut tahun baru 2019 ini, ya kemudian mendapatkan ide untuk menuliskan harapan-harapan dan target para santri, sekaligus harapan mereka untuk perkembangan az-zainiyah di tahun 2019 ini” kata ustadzah Farhah, Kepala Wilayah Az-Zainiyah.

Setelah kegiatan selesai, kemudian seluruh santri saling bersalam-salaman dan membentuk lingkaran memanjang di mushollah, sebagai bentuk mengeratkan tali silaturrahmi sesama santri wilayah Az-zainiyah.

Selain itu, ustadzah Farhah juga menyampaikan bahwa istighosah ini dihimbau langsung oleh pengurus pusat Pondok Pesantren Nurul Jadid yang bekerja sama dengan pengurus bagian ubudiyah wilayah, dan kegiatan ini juga sudah ditetapkan sebagai program kerja divisi ubudiyah per-Wilayah.

“kalau istighosahnya sudah ditetapkan sebagai program kerja ubudiyah,” tuturnya.

Lanjut ustadzah Farhah, kegiatan menulis di kertas dan bersalam-salaman ini bukan ditujukan untuk merayakan tahun baru, melainkan untuk menyambut pergantian tahun dengan hal-hal yang baik.

“Kegiatan ini sudah mendapat rekomendasi dari Ny Hj. Hanunah Nafi’iyah, wakil pesantren II dan akan ditetapkan sebagai kegiatan tahunan, tapi tidak menutup kemungkinan jika tahun baru 2020 nanti ada ide yang lebih bagus lagi, kami akan menambahkannya,” terang kepala wilayah Az-zainiyah.

Acara ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme para santri, kemudian berakhir pada pukul 10:35 WIB.

“Rabb, Semoga Wilayahku menjadi wadah terbaik setelah ibu,

menjadi tempat terindah sebelum surga-Mu,

insannya menjadi insan pilahan-Mu yang terus bertambah baik dan sholehah.”

Penulis : santri putri PP. Nurul Jadid wilayah Az-zainiyah

Editor : Jawahir

Perayaan Tahun Baru Ala Santri Nurul Jadid

Perayaan Tahun Baru Ala Santri Nurul Jadid

nuruljadid.net – Masjid Jami’ Nurul Jadid tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Pada waktu pagi, di hari yang lain, Masjid Jami’ akan terlihat sepi sebab para santri pergi ke sekolah masing-masing. Lain halnya hari ini, dari kejauhan suara dzikir terdengar menggema, Pondok Pesentren Nurul Jadid gelar istigasah bersama menyambut  tahun baru 2019.

Banyak cara untuk merayakan tahun baru. Kebanyakan biasanya diawali dengan pesta kembang api, tiup terompet, dan diakhiri dengan melancong ke berbagai destinasi wisata. Perayaan macam ini diasumsikan sebagai ucapan syukur atas segala hal yang telah terjadi pada tahun yang sudah terlewati.

Namun santri Nurul Jadid berbeda. Selasa, (01/01/2019) mereka memilih berkumpul di Masjid Jami’ Nurul Jadid dalam rangka menyambut tahun baru dengan lantunan do’a dan ungkapan syukur atas rahmat Allah SWT. “Selain itu kami berdoa untuk keselamatan keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid, santri, wali santri, alumni pondok pesantren, serta seluruh saudara sebangsa setanah air,” kata Alif Hidayatullah selaku Kepala Ubudiyah Masjid Jami’ Nurul Jadid.

Kegiatan ini dilakukan bakda sholat Shubuh berjama’ah. “Setiap tahun baru, biasanya hanya baca Yasin 3kali dan tahlil. Untuk sekarang ditambah istigasah dan pembacaan tawassul karangan Pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Zaini Mun’im,” tambahnya.

Istigasah digelar agar santri membiasakan diri untuk tidak melakukan hal-hal negatif di momentum tahun baru. Misalkan sampai berbuat maksiat atau minum-minuman keras dengan alasan merayakan tahun baru. Santri seharusnya selalu menjaga identitas diri dengan mengamalkan sesuatu yg bernilai ibadah, lebih-lebih tahun baru sebagai tanda berkurangnya umur.

“Di setiap Musala Wilayah Putri acara istigasah juga dilakukan secara serentak. Dengan harapan kita semua, khususnya Indonesia dijauhkan dari bencana pada tahun 2019 nanti,” tutupnya.

Penulis : Badrus

Editor : Rahmad Hidayat

KH. Khalilurrahman wafi; Jadikan Perjuangan Alm, KH. Hasan Abdul Wafi Sebagai Cerminan

KH. Khalilurrahman Wafi; Jadikan Perjuangan Alm, KH. Hasan Abdul Wafi Sebagai Cerminan

nuruljadid.net- KH. Khalilurrahman Wafi, putra pertama dari alm. KH. Hasan Abd Wafi menghadiri acara peringatan haul yang ke 18 tahun di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Kamis (27/12/18).

Dalam kesempatan ini, beliau sangat bersyukur bisa hadir bersama keluarga, “Alhamdulillah malam ini, kami sekeluarga sangat bersyukur kepada Allah SWT,” dawuh beliau.

Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa, acara haul ini sebagai ajang silaturrahmi terhadap tokoh dan masyarakat agar perjuangan Alm KH. Hasan Abdul Wafi sebagai cerminan.

“Sehingga kami semua mampu meneruskan perjuangannya dimasa hidupnya dengan semampu kami,” tambah beliau.

Acara yang bertempat di mosholla selatan PP, Nurul Jadid, berlangsung pada jam 19:30 WIB itu, dihadiri oleh KH. Fadlurrahman Zaini, KH Hefni Mahfud, KH Zuhri Zaini beserta keluarga besar dan seluruh jajaran pengurus wilayah Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Penulis: Yahya

Editor : Jawahir

H. Uril Mufidah Baharuddin; Belajar Bahasa Arab Itu Mudah

Dr. Uril Baharuddin; Belajar Bahasa Arab itu Mudah

nuruljadid.net- Fakultas Agama Islam, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Nurul Jadid (Unuja) melaksanakan kegiatan Seminar dengan tema “Bagaimana Belajar Bahasa Arab Dengan Mudah” di Auditorium Unuja, Kamis (27/12/18).

Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Bahasa Arab Se-Dunia, yang jatuh pada tanggal (18/12/18) kemarin.

Jasuli, sebagai ketua panitia menyampaikan tujuan dari acara ini adalah bentuk penyadaran terhadap mahasiswa tentang eksistensi bahasa Arab belakangan ini, dan perayaan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di kampus Unuja.

Hal senada juga disampaikan oleh Muallim Wijaya, selaku Ketua Jurusan PBA bahwa, tujuan dari kegiatan ini sebagai bentuk syiar untuk menghidupkan dan mengembangkan bahasa Arab di Pondok Pesantren Nurul Jadid lebih lebih kepada seluruh mahasiswa se-universitas, bukan hanya di fakultas Agama Islam saja.

“terutama di jurusan PBA Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Jadid,” kata Muallim, dalam sambutannya.

Dalam kesempatan ini, Uril Baharuddin, sebagai pemateri menegaskan bahwa, belajar bahasa Arab itu mudah, hanya saja kebanyakan guru dan siswa terperosok dalam kesalahan persepsi.

“jangan pernah menganggap bahwa belajar bahasa Arab itu sulit. Tapi, sulitlah untuk mempelajarinya,” kata Baharuddin, Dosen Pasca Sarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Selain itu, dipenghujung acara dilanjut dengan khitobah, dengan tema “Peranan Bahasa Arab dalam Kehidupan” dan penampilan dramatisasi puisi oleh mahasiswa dengan tema “Dimana Bangsa Arab?”.

Penulis: Yahya

Editor : Jawahir

Pemantik Semangat Santri, BKOS Gelar Dialog Interaktif.

Pemantik Semangat Santri, BKOS Gelar Dialog Interaktif.

nuruljadid.net- Aula Universitas Nurul Jadid tampak berbeda hari ini, deretan kursi yang berjumlah kurang lebih 600 kursi berjejer rapi. Bagian Koordinasi Olahraga Santri (BKOS), Pondok Pesantren Nurul Jadid menyelenggarakan Dialog Interaktif Keolahragaan dengan tema “Prestasi Santri Untuk Negeri: Gali Potensi & Raih Prestasi Mewujudkan Prestasi Negeri”.

Acara tersebut diawali dengan penampilan Firqoh Hadrah Az-Zainiyah (FIRHAZ). Sedang di sisi lain, santri putera mulai berdatangan dan menduduki kursi yang sudah disediakan oleh panitia. Tidak membutuhkan waktu lama, sekitar 30 menit kursi sudah terisi oleh peserta dari pelbagai wilayah, mulai tingkat SLTP, SLTA, bahkan Mahasiswa juga ikut nimbrung.

Maklum, dialog ini akan diisi oleh, Sugiyantoro, pemain legendaris era 1990-an yang saat ini menjadi asisten pelatih persatuan Sepak bola Surabaya (persebaya). Para penggila sepak bola, lebih-lebih Bonek mania, hari ini merupakan momentum untuk Bisa bertatap dengan pemain idola mereka.

Edi, ketua panitia mengatakan kegiatan ini tidak lain bertujuan untuk meningkatkan semangat santri dalam menekuni minat di bidang keolahragaan. “Untuk meningkatkan semangat santri,lebih-lebih PSNJ sudah dua kali berturut-turut memenangi kontestasi Liga Santri tingkat regional,” paparnya saat ditemui sebelum acara dimulai.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu peserta, Yakin Ketua Komisariat PMII Universitas Nurul Jadid, dia menilai adanya acara ini bisa memberikan pemantik semangat kepada para santri. “Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua, alumninya bisa berkarir dimana saja, bahkan dalam dunia sepak bola sekalipun,” jelasnya.

Penulis: Hasyim

Editor : Badrus Sholeh.

H. Makki Maimun Wafi; Santri Berprestasi Akan Mengharumkan Negeri.

KH. Makki Maimun Wafi; Potensi Santri Berprestasi Akan Mengharumkan Negeri.

nuruljadid.net – “Santri juga memiliki potensi yang sama dengan teman-teman yang berada diluar pondok pesantren, dalam hal meraih prestasi dibidang olahraga,” dawuh KH. Makki Maimun Wafi, Kepala Bidang Koordinasi Olahraga Santri (BKOS) Nurul Jadid.

Hal itu disampaikan oleh beliau saat memberikan sambutan pada acara Dialog Interaktif Keolahragaan dengan tema “Prestasi Santri untuk Negeri; Gali Potensi dan Raih Prestasi Mewujudkan Prestasi Negeri” yang diselenggarakan oleh BKOS Pondok Pesantren Nurul Jadid di Auditorium UNUJA, Rabu (26/12/18).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi terhadap santri, agar terus melatih potensi dan bakat yang terdapat dalam diri masing-masing santri, untuk terus meningkatkan prestasi di tingkat regional maupun nasional.

“Prestasi tidak datang begitu saja, tetapi diperoleh melalui belajar, kerja keras yang tidak mengenal kata menyerah. Karena, faktor yang paling utama dalam suatu keberhasilan ialah kemampuan kita dalam mengoptimalkan potensi, serta bakat yang terdapat dalam diri kita masing-masing,” Ungkapnya.

Beliau juga menyampaikan faktor dari luar pun dapat mendukung tercapainya sebuah prestasi, dan juga memiliki peran dalam memotivasi diri santri, untuk terus melatih potensi dan juga bakatnya. “Prestasi dapat di raih dengan semangat yang tinggi, pantang menyerah meskipun berkali-kali gagal, dan tetap teguh berjuang tanpa mengenal putus asa.”

Beliau juga mencontohkan prestasi yang diraih oleh Bagus Kahfi dan Bagas Kaffa saat berjuang untuk mengantarkan Timnas U16 dalam perhelatan final AFF 2018 di Gelora Sidoarjo, Jawa Timur.

“Sejarah telah banyak membuktikan bahwa kreativitas dan prestasi dapat membawa perubahan yang besar bagi kemajuan bangsa. Dengan begitu, kita harus siap bekerja keras demi terwujudnya prestasi santri, yang tentunya akan mengharumkan nama pesantren dan juga Negeri,” dawuh beliau.

Selain itu, beliau berharap kepada santri untuk selalu giat, tekun, ulet dan belajar dengan rajin mulai sekarang dan harus mempersiapkan diri, dengan segala daya dan juga upaya untuk dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki. “Dengan kerja keras dan tekun, kita sebagai santri akan berprestasi dan mengharumkan Negeri,” Pungkasnya.

Penulis : Jawahir

Editor : Badrus Sholeh

BKOS Nurul Jadid ; Dialog Keolahragaan Bersama Legenda Persebaya

BKOS Nurul Jadid; Dialog Keolahragaan Bersama Legenda Persebaya

nuruljadid.net – Badan Koordinasi Olahraga Santri (BKOS), Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, menyelenggarakan Dialog interaktif dengan tema “Prestasi Santri untuk Negeri; Gali Potensi dan Raih Prestasi Mewujudkan Prestasi untuk Negeri” di Auditorium Universitas Nurul Jadid, Rabu, (26/12/2108).

Acara  tersebut dihadiri oleh KH. Abdul Hamid Wahid, selaku kepala pesantren, dan segenap pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid serta santri sebanyak 700 orang.

Hadir pula sebagai pemateri, legenda sebak bola Persebaya era 1997 yakni, H. Sugiantoro yang dikenal dengan panggilan mbah Bejo bersama putra sulungnya, Rachmat Irianto, Kapten Tim Nasional Indonesia U-19.

Hadir KH. Abdul Hamid Wahid, Segenap pengurus PP. Nurul Jadid dan jajaran civitas akademik Universitas Nurul Jadid beserta santri yang hadir lebih kurang 700 orang peserta.

Tujuan dari kegiatan ini, untuk memompa semangat para santri dalam mengembangkan bakat dan minatnya terutama dibidang olahraga.

Seperti yang disampaikan dalam sambutan, KH. Abdul Hamid Wahid, bahwa BKOS ini membina olahraga kesehatan santri, dan membina olahraga prestasi santri. “Mari kita jadikan acara dialog ini untuk lebih mengetahui lebih lanjut terkait dengan olahraga dari orang yang punya pengalaman,” dawuh beliau.

Selain itu, beliau juga mengapresiasi BKOS yang baru berjalan dua tahun telah menorehkan prestasi salah – satunya ialah meraih juara 1 Liga Santri Nusantara (LSN) tingkat Regional 3 Jawa Timur pada tahun 2017 dan 2018.

Penulis : Ahmad

Editor : Jawahir