Seminar Motivasi Entrepreneur FKS se-Kawedanan Paiton

Seminar Motivasi Entrepreneur FKS se-Kawedanan Paiton

nuruljadid.net- Forum Komunikasi Santri (FKS) Se-Kawedanan Paiton Pondok Pesantren Nurul Jadid adakan seminar entrepreneur dengan tema “Urgensi Anak Muda Indonesia Dalam Berwirausaha Di Era Zaman Now” di Auditorium Universitas Nurul Jadid, Jum’at (18/01/2019).

Kegiatan seminar ini menghadirkan narasumber pengusaha Alumunium Kec. Besuki, H. Hambali, jajaran pengurus FKS Se-Kawedanan Paiton, Kepala Seksi (Kasi) Organisasi Santri Dan Organisasi Daerah (Orsat-Orda) Biro Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat PP. Nurul Jadid, segenap 13 undangan delegasi dari luar lembaga se-Kabupaten Probolinggo dan delegasi dari lembaga yayasan Nurul Jadid sebagai peserta.

Menurut Ahmad Taufik Hidayat, Ketua Panitia kegiatan seminar ini menyampaikan tujuan dari seminar ini ialah untuk menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri atau orang lain. Karena seiring berkembangnya zaman, maka populasi manusia di Indonesia bertambah banyak. “Kita sebagai pemuda bangsa yang berpendidikan, tidak harus tau akan bekerja tapi kita harus tau apa itu berwirausaha,” ungkap dalam sambutan.

Selain itu, Riyadlus Sholihin Kasi Orsat-Orda juga menyampaikan bahwa FKS ialah salah  satu usaha untuk mewujudkan visi, misi, trilogi dan panca kesadaran santri. Salah satunya adalah kesadaran berorganisasi, karena sebagai generasi milenial banyak tantangan yang dihadapi para santri bukan hanya tantangan dalam hal-hal ilmu keagamaan. Melainkan kehidupan sosial yang kemudian kompleks. Era globlisasi berdampak pada terhapusnya garis damarkasi batasan dengan hadirnya media sosial. “Kejadian – kejadian diluar hanya dengan menggunakan handphone ini adalah tantangan dan juga bisa menjadi peluang untuk mengembangkan kehidupan kita mulai dari sosial, ekonomi, pengetahuan dan sebaginya,” ungkap dalam sambutan.

Harapannya agar bisa bersaing dengan perkembangan zaman di era sekarang, belajar berwirausaha yang baik dan menghasilkan kreaifitas, inovasi dan kredibilitas yang baik untuk menantang wirausaha di tahun 2020.

Penulis : Badrus

Editor : Rahmad Hidayat

UKM Kewirausahaan UNUJA Gelar Seminar Dan Pelantikan Anggota

UKM Kewirausahaan UNUJA Gelar Seminar Dan Pelantikan Anggota

nuruljadid.net – Lembaga Pengembangan Profesionalitas dan Kewirausahaan (LPPK) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) adakan seminar kewirausahaan dan pelantikan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Unuja dengan tema “Membangun Jiwa Enterpreneurship Di kampus” di Auditorium Universitas Nurul Jadid, Rabu (16/01/2019).

Menurut Intan Cahya Kurniasari, ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI kabupaten probolinggo menyampaikan bahwa pelantikan dan seminar ini sudah menjadi salah satu program yang di dalamnya ada program goes to campus yaitu: membentuk, melantik, dan mengukuhkan HIPMI PT skala kampus. “Jadi HIPMI kabupaten probolinggo tujuannya untuk membentuk dan menyebarkan virus-virus entrepreneur yang ada di kalangan kampus,” ungkap dalam sambutan.

Harapannya bisa memberi manfaat besar kepada perguruan tinggi, bisa menyebarkan virus-virus entrepreneur yang ada di kalangan Universitas Nurul Jadid, pemuda kaum milenial bisa berkarya, memberi manfaat kepada masyarakat khususnya di lingkungan kampus, dan membawa nama harum yayasan nurul jadid.

Selain itu, M. Noer Fadli Hidayat juga menyampaikan bahwa upaya-upaya yang sudah di lakukan terkait tentang perkembangan kewirausahaan, sesuai dengan arah perkembangan perguruan tinggi sudah menjadi rencana strategis. “Perguruan tinggi sudah bukan lagi untuk menciptakan seorang yang bisa diterima lapangan kerja tapi untuk menciptakan seorang yang bisa membuka lapangan kerja,” ungkap dalam sambutan.

Kegiatan pelantikan dan seminar ini mendatangkan narasumber dari Direktur CV Golden Indonesia, Bukhari Subhan, jajaran pengurus BPC HIPMI kabupaten probolinggo, jajaran civitas akademika Universitas Nurul Jadid, mahasiswa dan siswa tingkat SLTA di sekitar Yayasan Nurul Jadid.

 

Penulis : Badrus

Editor : Rahmad Hidayat

Santri PP. Darul Ulum Banyuanyar Studi Banding Bahasa Inggris Ke LPBA

Santri PP. Darul Ulum Banyuanyar Studi Banding Bahasa Inggris Ke LPBA

nuruljadid.net – Rombongan santri Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Pamekasan berkunjung ke Lembaga Bahasa Asing (LPBA) Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Rabu (16/01/19) dalam rangka studi banding bahasa inggris.

Rombongan kunjungan tiba di halaman kantor pesantren pagi hari, tepatnya pukul 07.30 WIB. Kedatangan rombongan disambut oleh pasukan Panji Pelopor dan mengarahkan ke lokasi acara yakni, Auditorium SMP Nurul Jadid.

Sesampainya di lokasi, rombongan langsung disuguhkan dengan video selayang pandang profil pesantren dan LPBA.

K. Muhammad Alfayyadl, selaku direktur LPBA menyambut hangat kedatangan peserta rombongan “Terimakasih banyak atas kunjungannya ke Pondok Pesantren Nurul Jadid,” dawuh beliau dalam sambutannya.

Beliau juga menambahkan bahwa, kunjungan studi banding bahasa inggris ini merupakan bentuk silaturrahmi untuk memperkuat ukhuwah antara Pesantren Nurul Jadid dengan Darul Ulum, yang masih memiliki hubungan family.

“Maka dari itu, saya berharap dari kunjungan studi bunding ini ada tindak lanjut misalnya, pertukaran pelajar serta kegiatan-kegiatan yang bisa di kerjakan bersama antara LPBA dengan Banyu anyar English Center (BEC),” harapnya.

Di akhir penghujung acara, dilanjut dengan penampilan cerita dan khitobah menggunakan bahasa inggris dari salah satu peserta didik LPBA.

 

Penulis : Yahya

Editor : Jawahir

Perkembangan Pembangunan Masjid Jami' Nurul Jadid Januari 2019

Laporan Keuangan Pembangunan Masjid Jami’ Nurul Jadid Tahun 2018

LAPORAN KEUANGAN

PANITIA PEMBANGUNAN MASJID PP. NURUL JADID

TAHUN 2018

NO URAIAN  PEMASUKAN  PENGELUARAN  SALDO

1

Saldo Bulan Lalu    204,957,070.64
2 Penerimaan sumbangan dana    824,204,422.00    1,029,161,492.64
3 Penerimaan sumbangan barang    –    1,029,161,492.64
4 Penerimaan bunga bank    481,468.13    1,029,642,960.77
5 Penerimaan bantuan dana operasional dari STTNJ    –    1,029,642,960.77
6 Penerimaan dana pinjaman    –    1,029,642,960.77
7 Pemakaian sumbangan barang    –    1,029,642,960.77
8 Pembayaran pajak bunga / biaya administrasi bank    401,326.97    1,029,241,633.80
9 Pembelian bahan / material bangunan    494,608,100.00    534,633,533.80
10 Gaji tukang    241,165,000.00    293,468,533.80
11 Ongkos pekerjaan    20,600,000.00    272,868,533.80
12 Pembelian alat-alat    –    272,868,533.80
13 Administrasi    –    272,868,533.80
14 Transport    6,134,500.00    266,734,033.80
15 Konsumsi kerja    –    266,734,033.80
Jumlah Tahun 2018    824,685,890.13    762,908,926.97    61,776,963.16
Jumlah s.d. Tahun 2017 5,829,749,388.40 5,624,792,317.76    204,957,070.64
Jumlah total s.d. Tahun 2018  6,654,435,278.53 6,387,701,244.73    266,734,033.80

Kas Panitia Pembangunan Masjid PP. Nurul Jadid : Rp. 266,734,033.80

 

Terbilang :

Dua Ratus Enam Puluh Enam Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh Empat Ribu Tiga Puluh Tiga Rupiah Delapan Puluh Sen

 

Sumber: Bendahara Panitia Pembangunan Masjid Jami’ Nurul Jadid

 

Untuk file laporan keuangan dalam bentuk pdf dapat didownload dengan cara klik Download Laporan Keuangan Pembangunan Masjid Jami’ Nurul Jadid Tahun 2018

Lpba Putra Adakan Pekan Bahasa dan Pelantikan.

LPBA Putra Adakan Pekan Bahasa dan Pelantikan

nuruljadid.net- Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) melaksanakan pekan bahasa dan pelantikan Organisasi Siswa Intra Lembaga (Osil),  masa bakti 2019-2020 di Wilayah Sunan Bonang (N) Senin, (14/01/19).

Ahmad Dafa Assyaddad, ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan pekan bahasa ini sudah menjadi agenda rutin LPBA setiap tahun dengan tujuan, peserta didik mampu bersaing secara kebahasaannya antar kamar.

Selain itu, Dafa juga mengucapkan terimakasih kepada semua peserta didik yang telah ikut berpartisipasi untuk mensukseskan acara tersebut.

“saya berharap kepada semua peserta didik yang ikut berkompetesi untuk terus belajar dengan tiada henti,” kata Dafa.

Dalam kesempatan ini juga, Muhammad Alfayyadl, direktur LPBA menyampaikan agar kegiatan pekan bahasa ini tidak hanya menjadikan bahasa sebagai basa basi.

“Namun dengan bahasa yang kita milliki bagaimana kita bisa meraih prestasi,” Dawuh beliau.

Diakhir kegiatan ini dilaksanakan serah terima jabatan dan dilanjutkan dengan sambutan demisioner lama kepada devisioner baru. Anika Hikamul Asror sebagai mantan Gubernur inggris menuturkan, siapa peduli jika satu cahaya jatuh di antara beribu bintang di langit, maka saya peduli, jika cahaya itu kalian.

Penulis: Yahya

Editor: Jawahir

Tumbuhkan Kemampuan Mahasiswa Dengan Lomba

Tumbuhkan Kemampuan Mahasiswa Dengan Lomba

nuruljadid.net- Pengurus Pondok Mahasiswa (POMAS) Universitas Nurul Jadid menyelenggarakan kegiatan Lomba Pidato Bahasa Indonesia dengan tema “Keutamaan Sholat dan Mencari Ilmu” kegiatan ini bertempat di asrama Pomas, Senin (14/01/2019).

dalam sambutanya, Hafid selaku devisi Pengembangan Mahasiswa Asrama POMAS, menyampaikan Tujuan diadakannya lomba pidato ini demi meningkatkan sumber daya mahasiswa.

 “Saya sebagai pengurus pondok mahasiswa hanya ingin melaksanakan Amanah para orang tua kalian dengan meningkatkan kepribadian kalian,” ungkapnya.

Kegiatan ini diikuti oleh  15 Peserta dari masing-masing kamar. Pada ketentuan perlombaan peserta merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid, yang berdomisili di Asrama Pondok Mahasiswa (POMAS).

kegiatan ini, merupakan kali pertama yang dilaksanakan demi menumbuhkan kreativitas pada mahasiswa.

“Niatan saya hanya ingin mengembangkan intelektual para sahabat-sahabat untuk lebih mengembangkannya dan terus berkarya dengan kemampuan yang kalian miliki,” Kata Samsudin selaku kepala Asrama Pomas.

Penulis : Nuris

Editor : Rahmad Hidayat

Booklet PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo Tahun 2018

Booklet PP. Nurul Jadid Tahun 2018

Pondok Pesantren Nurul Jadid berdiri pada tahun 1950 oleh KH. Zaini Mun’im, di Dusun Tanjung Desa Karanganyar Paiton Probolinggo. Sebenarnya KH. Zaini Mun’im sudah memiliki pondok pesantren di Dusun Panggung Galis Pamekasan Madura, namun karena posisi beliau juga sebagai komandan Laskar Sabilillah, maka pada September 1947 (Aggresi Belanda II), sebagai bagian setrategi dan atas perintah Resimen 3 Madura beliau dan keluarga harus hijrah mengasingkan diri, dan pilihannya ke Pesantren Sukorejo Situbondo yang diasuh KH. Syamsul Arifin (Ayahanda KH. As’ad Syamsul Arifin/Pahlawan Nasional). Benar, saat dalam pengungsian beliau merupakan target pencarian Belanda dan saat itu Pesantrennya juga dibakar habis. Setelah beberapa bulan tinggal disukorejo, misi perjuangan dan dakwah terus berlanjut, beliau berniat melanjutkan perjuangan dan bergabung dengan teman-temannya di Jogjakarta. Di tengah misi itu atas perintah KH. Syamsul Arifin beliau diminta mencari beberapa lokasi untuk tempat tinggal. Pada 10 Muharrom tahun 1948 beliau menemukan lokasi yang cocok (baik dari segi tempat, iklim, maupun pandangan supranatural) di Desa Tanjung Paiton.

Di tempat ini beliau tidak bermaksud mendirikan pesantren, karena beliau ingin suatu saat memba- ngun kembali Pesantren yang ditinggalkan di Galis Madura. Namun seiring waktu ada beberapa orang santri yang datang ingin menimba ilmu ditempat tinggal yang baru ini. Kehadiran beberapa santri ini dianggap sebagai amanah dari Allah SWT, maka pada tahun 1950 setelah konsultasi pada guru-guru beliau secara resmi KH. Zaini Mun’im mendirikan Pondok Pesantren dan diberi nama NURUL JADID.

 

Booklet PP. Nurul Jadid Tahun 2018 dalam bentuk pdf, silahkan Klik Booklet PP. Nurul Jadid Tahun 2018

Untuk informasi lain seputar PP. Nurul Jadid dalam bentuk pdf, silahkan klik Informasi Pesantren atau mengunjungi menu download dengan klik Download

Informasi Perkembangan Pesantren Tahun 2018

Informasi Perkembangan PP. Nurul Jadid Tahun 2018

Pondok Pesantren Nurul Jadid sampai pada usia yang ke-69 ini masih bisa dan tetap berusaha untuk konsisten menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan kaderisasi dalam rangka membentuk manusia yang beriman, bertaqwa, berilmu, berakhlakul karimah, dan memiliki tanggung jawab sosial kemasyarakatan.

Demi tercapainya tujuan tersebut, pesantren terus melakukan inovasi serta terobosan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program, disamping itu juga melakukan pengawasan dan evaluasi. Evaluasi ini secara umum diselenggarakan setiap satu tahun sekali, yakni pada acara Rapat Wali santri yang biasanya dilaksanakan seiring dengan acara HARLAH serta Haul Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid. Namun, sejak tahun 2017 kemarin, untuk menjaga efektifitas pelaksanaan rapat, maka dilaksanakan secara terpisah dengan HARLAH, yaitu pada bulan September.

Untuk itu, laporan ini berisi tentang perkembangan Pondok Pesantren Nurul Jadid selama satu tahun, Masa Taqwim 2017/2018 yang diniatkan agar menjadi bahan informasi sekaligus bahan evaluasi terhadap kinerja yang telah dilakukan Pesantren. Sehingga bisa melahirkan saran dan masukan yang bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam proses perencanaan program-program Pondok Pesantren Nurul Jadid ke depan Demi pengabdian Pondok Pesantren Nurul Jadid kearah yang lebih baik lagi.

Akhirnya, semoga laporan ini dapat memberikan informasi bagi pembaca yang pada gilirannya dapat memberi saran dan masukan demi peningkatan pengelolaan pesantren ke depan.

 

Informasi Perkembangan PP. Nurul Jadid Tahun 2018 dalam bentuk pdf silahkan Klik Informasi Perkembangan PP. Nurul Jadid Tahun 2018

Untuk Informasi Perkembangan Lainnya dalam bentuk pdf silahkan klik Informasi Pesantren atau mengunjungi menu download dengan klik Download

Gebyar Competition Language Intensif Program SMP Nurul Jadid

Gebyar Competition Language Intensive Programe of SMP Nurul Jadid

nuruljadid.net- Language Intensive Program of SMP Nurul Jadid (LIPS) selenggarakan Gebyar Competition 2019 yang bertempat di Auditorium SMP Nurul Jadid, Kamis, (10/01/2019). Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan Lembaga Pengembangan Bahasa Arab-Ingris SMP Nurul Jadid yang selenggarakan sejak tanggal 10/01/2019 sampai dengan 14/02/2019.

Menurut Ketua Panitia, Indah Maisatul Hasanah, kegiatan ini bertujuan selain aktualisasi diri, yaitu sebagai mempererat hubungan yang solid antar peserta didik. “Gebyar ini untuk memupuk kesolidan kita. Jadi yang menang jangan busung dada dan yang kalah harus lapang dada. Kita bersaing secara positif agar kegiatan ini berjalan dengan lancar,” katanya dengan penuh harap.

Sedangkan menurut Achmad Febrianto selaku Direktur LIPS, Gebyar Competition ini sebagai  pembelajaran sekaligus pengembangan diri. “Ajang ini mari kita jadikan sebagai wadah pembuktian diri bahwa kalian memiliki kelebihan dari pada yang lain,” ungkapnya dalam sambutan.

Ia menambahkan, seiring perkembangan zaman maka bahasa menurutnya tidak lagi hanya sekedar alat komunikasi setiap hari. “Melainkan telah berubah menjadi suatu disiplin ilmu yang berupa skill,” terangnya pada peserta didik LIPS.

Sebelum menyudahi sambutannya, Febri berharap agar kegiatan Gebyar Competition ini bermanfaat. “Agar kalian bisa diandalkan pada level kompetisi atau event selanjutnya,” tukasnya.

 

Penulis : Nuris

Editor : Rahmad Hidayat

LPBA Adakan Pekan Bahasa Dan Pelantikan Osil

LPBA Adakan Pekan Bahasa Dan Pelantikan OSIL

nuruljadid.net-Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Pondok Pesantren Nurul Jadid  mengadakan acara pembukaan Pekan Bahasa dan  Pelantikan Anggota Organisasi Siswa Intra Lembaga (OSIL) masa bakti 2019-2020 di Aula MANJ. Kamis (10 / 01/ 2019).

Dalam acara yang berlangsung pada pukul 20:00-22:00 WiB ini di awali dengan menyanyikan Mars Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Mars LPBA. Sebelum dilanjutkan dengan sambutan dan dan acara inti, yaitu pelantikan. Acara diakhiri dengan do’a khidmat yang dipimpin oleh salah satu Pengurus LPBA yang hadir.

Ketua panitia, Nurul Fadilah, menuturkan adanya Pekan Bahasa adalah untuk mengukur kemampuan peserta didik selama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di LPBA. “Tujuannya untuk meningkatkan semangat belajar dan kecintaannya peserta didik LPBA akan bahasa asing,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar peserta Pekan Bahasa serius dalam mengkuti kegiatan dimaksud. “Lakukanlah yang terbaik dalam meraih kejuaran dalam Pekan Bahasa ini,”. Tegasnya.

Hal senada juga disampakan oleh Taufik Hidayah selaku Pembantu direktur LPBA Putra. Menurutnya Pekan Bahasa selaiknya dijadikan sebagai momen untuk mengadu intelektual dan kecakapan bahasa. “Buktikan kalian yang terbaik dari yang baik. Ciptakan persaingan yang sehat demi LPBA kita tercinta,” sampainya dalam sambutan.

Diakhir sambutan, dilaksanakan  serah terima jabatan antara Presiden Demisioner dan Presiden Terpilih periode 2019-2020 yang di dampingi langsung oleh Siti Ruqoyyah, Pembantu Direktur LPBA Putri.

Hadir pula dalam acara tersebut segenap Pengurus Putra dan Putri LPBA beserta seluruh peserta didik LPBA putri.

Penulis : Yahya

Editor : Rahmad Hidayat

Asrama Diniyah Adakan Ayyamul Musabaqoh dan Seminar Motivasi

Asrama Diniyah Adakan Ayyamul Musabaqoh dan Seminar Motivasi

nuruljadid.net – Asrama Diniyah Wilayah Sunan Bonang (N) Pondok Pesantren Nurul Jadid adakan pembukaan Ayyamul Musabaqoh dan seminar motivasi dengan tema “Meneguhkan Kembali Semangat Belajar Dalam Bingkai Tafaqquh Fiddiin” di Aula Asrama Diniyah, Senin malam  (07/01/2019).

Dimas Yoga Pratama selaku Ketua Pelaksana menyampaikan tujuan dari diadakannya kegiatan ini yaitu untuk memupuk rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar sesama santri Asrama Diniyah. Selain itu, kata Dimas, dengan kegiatan ini diharap mampu membantu dan memberi wadah aktualisasi pontensi yang dimiliki santri.

“Musabaqoh diatas kami buka dengan mengadakan seminar motivasi. Santri akan  diberi diajarkan tentang pentingnya belajar ilmu agama dengan tekun,” kata dia.

Pendapat tak jauh berbeda juga dilontarkan oleh Kepala Asrama Diniyah, Hamdan Mufidi. Ia berpendapat dengan Mosabaqoh ini Pengurus Asrama Diniyah menilai dinamika intelektual (ilmu: ilmu agama) tidak stagnan. “Ini akan kita jadikan tolok ukur untuk dipersiapkan ke jenjang perlombaan yang lebih tinggi nantinya, misalkan lomba tingkat pondok pesantren,” ungkapnya.

Selain itu, Imron Sadewo selaku Kepala Wilayah Sunan Bonang (N) juga menambahkan kegiatan Ayyamul Musabaqoh ini merupakan salah satu wadah untuk proses aktualisasi diri para santri Asrama Diniyah. “Musabaqoh ini sebagai proses pendidikan. Yang kedua, sebagai wadah untuk mengaktualisasikan bakat-bakat yang dimiliki santri,” tambahnya dalam sambutan.

Penulis : Sholeh

Editor : Rahmad Hidayat

KPU-M UNUJA Gelar Pemilihan Serentak Serasa di Amerika

nuruljadid.net- Komisi Pemilihan Umum-Mahasiswa Universitas Nurul Jadid (KPU-M UNUJA) gelar pemilihan serentak. Pemilihan tersebut meliputi Pemilihan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa-Universitas, Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa-Fakultas; Fakultas Agama Islam, Fakultas Teknik, dan Fakultas Kesehatan, serta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas dan Fakultas, Rabu, (09/01/2019).

Pagelaran yang berlangsung di Gedung Timur UNUJA ini berbasis teknologi (e-voting). Menurut Anshari selaku Wakil Kepala Bagian Pangkalan Data dan Sistem Informasi (PDSI) UNUJA menuturkan, tujuan diadakan pemilihan digital untuk memudahkan mahasiswa dalam memilih pasangan calon (paslon).

“Dalam pemilihan menggunakan digital ini, mahasiswa hanya mencantumkan nama dan tempat tanggal lahir. Hasil dari pencoblosan nantinya akan terpaparkan ke server. Selain itu lebih irit pengeluaran keuangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, aplikasi sederhana ini berawal dari inisiatif KPU-M dan Warek IIl. “Insyallah aplikasi ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan, asalkan mahasiswa siap untuk memaksimalkan,” kata salah satu dosen di Fakultas Teknik tersebut.

Sisi menarik pemilihan umum kali ini juga dirasakan oleh Ahmad Nurfandi. Mahasiswa pemilih tetap itu mengatakan bahwa pemilihan sangat terkesan inovatif. “Apalagi pencoblosannya memakai komputer, tidak seperti biasanya. Serasa pemilihan umum di Amerika,” sampainya dengan bangga.

Dalam penyelenggaraan  pemilu ini, KPU-M menyiapkan tempat pemilihan suara  sebanyak lima TPS yang tersebar di beberapa Fakultas. Acara  dimulai dari jam 10:00-16:00 tersebut terus dipadati masiswa untuk menyalurkan hak pilihnya di TPS yang disedikan KPU-M.

Penulis : Yahya

Editor : Rahmat Hidayat

Kampus Berkeadaban; Menuju Mahasiswa Berdaulat

nuruljadid.net-Komisi Pemilihan Umum-Mahasiswa (KPU-M) adakan Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemiluwa) serentak di Univeritas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Probolinggo. Pemiluwa tersebut bertajuk “Kampus Berkeadaban; Menuju Mahasiswa Berdaulat”.

Maksud dari diadakannya Pemiluwa menurut Moh. Izzat Abdi merupakan pelaksanaan dari daulat mahasiswa. Sebab menurutnya esensi dari Pemiluwa adalah menanamkan nilai-nilai demokrasi. Tentu harus dibarengi dengan memberikan kekuasaan seluas-luasnya pada mahasiswa agar berkuasa di kampus mereka (baca: UNUJA), demi terwujudnya kampus berkeadaban.

Kuasa mahasiswa demikian akan terejawantahkan dengan memilih Peresiden Badan Eksekutif Mahasiswa-Universitas, Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa-Fakultas, dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) di tingkat Universitas dan Fakultas. Maka Pemiluwa selayaknya dilaksanakan secara berkualitas dengan cara yang; objektif, jujur, adil, bebas, dan rahasia.

“Jadi kami sebagai penyelengara Pemiluwa merupakan wadah aspirasi penegakan hak mahasiswa dalam memilih Paslon. Mahasiwa yang akan menentukan pemimpin mereka satu tahun ke dapan. Sukses dan tidaknya Pemiluwa ini nantik bisa dilihat dari hasilnya, yaitu pemimpin yang punya integritas dan loyalitas dalam melayani mahasiswanya,” kata lelaki asal Lumajang ini yang sekarang menjabat sebagai Ketua KPU-M UNUJA.

Kegiatan tersebut berlasung sejak pukul 09:00 siang hingga menjelang sore, Rabu (09/01/2019). Jalannya acara terbilang lancar dibarengi dengan antusiasme mahasiswa menyambut pesta demokrasi kampus tersebut. “Alhamdulillah berjalan lancar. Saya berharap pertama mahasiswa bisa menerima hasilnya nanti dengan kooperatif, bekerjasama dan mensuport pelaksanaan Pemilwa. Kedua, Siapapun pemenangnya, kita semua punya kewajiban yang sama untu ikut mensuksesan visi, misi, dan programnya,” tukasnya pada pada wartawan Sekolah Jurnalistik ketika ditemu di Kantor KPU-M.

Penulis : Ulfa Nurul Jannah/SJ

Editor : Rahmat Hidayat

LPBA Menggelar Ujian Tugas Akhir.

LPBA Menggelar Ujian Tugas Akhir.

nuruljadid.net – Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA)  menggelar ujian tugas akhir, meliputi bahasa arab dan bahasa inggris di Madrasah Aliyah Nurul Jadid, Senin-Selasa (07-08/01/2019).

Ujian yang diadakan setiap tahun ini merupakan puncak proses belajar peserta didik di LPBA. Dalam ujian ini, peserta didik ditugaskan untuk membuat semacam penelitian soal kebahasaan, baik bahasa arab ataupun inggris dan akan diujikan layaknya ujian skripsi sarjana sebagai tolak ukur kesuksesan belajar bahasa peserta didik LPBA.

Hamim Faqih selaku peserta ujian mengatakan, dalam menggarap tugas akhir diperlukan kegigihan karena dirasa sangat sulit. Butuh keteguhan tekad demi menyelesaikan tugas akhir agar dianggap layak menyandang lulusan LPBA. “Alhamdulilah dari kesusahan itu, saya setiap hari bisa belajar lebih giat lagi,” ungkapnya.

Moh. Imdad Rabbani, sebagai penguji menuturkan bahwa memang butuh keseriusan dalam menyelesaikan tugas akhir tersebut. Lebih-lebih, kata beliau, tugas akhirnya dalam bentuk bahasa arab atau inggris.

“Jadi peserta didik diharuskan lebih giat lagi belajar. Dimulai dari tinggkat Ula, Wustho, dan berlanjut ke Ulya, sehingga apa yang di peroleh bisa diterapkan di tugas akhir,” sarannya pada salah satu Pengurus LPBA.

Selain itu, menurut Kepala Biro Kepesantrenan ini, dengan ujian tugas akhir peserta didik juga belajar tentang penulisan karya tulis ilmiah. Minimal peserta didik sudah kompeten dalam ilmu alat. “Paling tidak pelajaran nahwu, shorrofnya di maksimalkan, sebaliknya yang bahasa inggris begitu juga,” imbuh beliau.

Kegiatan ujian tugas akhir ini diikuti oleh 15 peserta putra dan 35 peserta putri konsentrasi bahasa arab. Sedangkan yang konsentrasi bahasa inggris terdiri 19 peserta putra dan 37 peserta putri.

Penulis : Yahya

Editor : Rahmad Hidayat

Penutupan Pelatihan Fasiltator Keuangan Lkknu

Penutupan Pelatihan Fasilitator Keuangan LKKNU

nuruljadid.net – Rentetan kegiatan “Pelatihan Fasilitator Keuangan” yang diadakan oleh Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) di Pondok Pesantren Nurul Jadid akhirnya ditutup. Kegiatan tersebut berjalan lancar sesuai dengan jadwal, dari tanggal 4-6 Januari 2019.

M. Alif Prakoso, Ketua Penyelenggara menyampaikan peserta dari pelatihan tersebut berjumlah 55 orang. Jumlah tersebut menurutnya melebihi dari target dari perkiraan awal, yaitu 45 orang.

“Semoga bisa bermanfaat bagi NU dan masyarakat umum sehingga juga bisa menularkan ilmu–ilmu yang sudah di dapat selama 3 hari ini. Ini merupakan suatu hal sangat luar biasa karena bisa melebihi target awal jumlah peserta,” ungkapnya dalam sambutan, Minggu, (06/01/2019).

Ia menambahkan, kita patut bersyukur dan bangga terhadap NU yang telah memberi ilmu tentang keuangan kekeluargaan. “Belum tentu lembaga lain mefasilitasi kegiatan semacam ini. Nantik peserta akan membawa pulang sertifikat dari LKKNU,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh KH. Hefniy Rozaq selaku Sekretaris Yayasan Nurul Jadid, bahwa program seperti ini merupakan hal urgen dalam bermayarakat. “Program dari LKKNU kedepan ini ada di pundak kalian sebagai peserta yang telah disertifikasi oleh panitia bahwa kalian sudah berhak untuk menyampaikan kepada orang lain,” terang beliau dalam sambutan.

Pasca sesi ceremonial, kegiatan penutupuan kegiatan ini diakhiri dengan pemberian cindera mata antara PP. Nurul Jadid dengan LKKNU.

Penulis : Badrus

Editor : Rahmad Hidayat