LIPS Rayakan Hut Ke 6 Seraya Adakan Temu Alumni

LIPS Rayakan Hut Ke 6 Seraya Adakan Temu Alumni

nuruljadid.net –  Language Intensive of Program SMP Nurul Jadid (LIPS) telah menginjak umur ke 6 tahun, momen itu dirayakan oleh seluruh siswa LIPS secara seremonial sekaligus Temu Alumni pada Jum’at pagi (15/02/2019).

Ketua panitia, Ahmad Zainul Fuad, mengatakan dengan adanya temu alumni, ia berharap segenap alumni LIPS bisa mengungkapkan aspirasi positifnya demi kemajuan kebaikan dan kemajuan LIPS kedepan. “Dan juga dengan adanya kegiatan, bisa memecut semangat para peserta didik LIPS dalam belajar,” paparnya.

selain itu, Direktur LIPS, Achmad Febrianto, juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumni yang telah hadir karena menurutnya mereka adalah bagian dari LIPS yang sangat berharga. “Kalian adalah sejarah bagi kami, dan sejarah itu wajib kita ikat dan wajib kita pelajari. Karena manusia yang hebat adalah manusia yang memiliki sejarah,” ungkap dalam sambutan.

lebih lanjut, ia mengapresiasi para peserta didik LIPS kelas 3 karena telah berhasil melaksanakan ujian Tugas Akhir (TA) dan hasil dari TA tersebut merupakan karya tulis ilmiah. “karena orang yang mempunyai karyalah yang yang membuat sejarah, Jadi teruslah berkarya. dan juga yang alumni juga teruslah berkarya, jika kalian berkarya maka disitulah kalian akan menjadi orang yang berguna karena manusia yang bergunan adalah manusia yang bermanfaat,” pungkasnya.

Acara yang bertempat di Aula SMP Nurul Jadid itu, turut dilaksanakan serah terima jabatan antara kepengurusan ALUMNUS of LIPS Organization (ALO) baru dengan pengurus ALO, yang dikukuhkan langsung oleh Direktur LIPS.

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin

Kobarkan Semangat Mengkaji Kitab Kuning

Kobarkan Semangat Mengkaji Kitab Kuning

nuruljadid.net – Demi mengobarkan semangat cin ta para santri terhadap kitab kun ing, Program Intensif Kajian Kitab (PIKK) Wilayah Al-mawaddah Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan kegiatan Gebyar Kutubiyah yang bertemakan “Merajut Asa Cinta Kitab Kuning” pada Jum’at (01/03/2019).

Kegiatan yang bertempat di Musholla Wilayah Al-Mawaddah itu mengundang seorang ilmu hadist dan hafidz yakni, Gus Muhammad Al-Faiz . dalam sesi penyajian, beliau menjelaskan dengan detail akan kitab – kitab kuning dan manfaat dari belajar kitab kuning.

Lebih Lanjut, beliau yang berasal dari Pulau Madura itu turut menyampaikan motivasi akan urgentnya bagi seorang santri untuk mengkaji dan memahami kitab kuning di era milenial ini.

Selain itu, tepat pada pukul 13.00 WIB digelar lomba membaca kitab Fathul Qorib yang diikuti oleh 54 peserta yang tersebar di setiap wilayah – wilayah PP. Nurul Jadid. Adapun juri dari lomba wilayah Al-mawaddah mengundang ust senior Ma’had Aly Nurul Jadid.

“Dengan digelarnya kegiatan gebyar Kutubiyah ini, semoga sahabat – sahabat santri al-mawaddah bisa lebih semangat lagi dalam mempelajari kitab kuning,”tutur Pembina PIKK, Ustadzah Siddiqoh saat ditemui disela – sela acara.

“kami sangat bangga atas terlaksananya seminar dan lomba ini, dan kami sangat termotivasi untuk mulai belajar kitab kuning,” ungkap Mirza Ifa Hasan, salah-satu peserta yang berasal dari kabupaten Bondowoso seusai acara. (syhidah,red)

Kepala Pesantren ajak Kaji RUU Pesantren

Kepala Pesantren ajak Kaji RUU Pesantren

nuruljadid.net – Peran pesantren tidak hanya institusi pendidikan, tapi juga fungsi sosial. Hal ini diungkapkan KH. Abd. Hamid Wahid, Kepala Pesantren Nurul Jadid Pada acara Focus Group Discussion (FGD) pemilu damai 2019 dengan tema kemajuan pembangun indonesia dan tantangannya di Hotel Alana Surabaya (21/2).

Pada acara tersebut Gus Hamid (sapaan akrab beliau) diundang sebagai panelis. Turut hadir dalam acara ini Prof. Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi sebagai narasumber.

“Kami (kalangan pesantren) menyambut gembira RUU pesantren sebagai pengakuan dari pemerintah, tetapi apakah pengakuan tersebut memiliki makna,” kata beliau melempar wacana pada audien.

Pernyataan tersebut diwacanakan mengingat pesantren sudah lama berdiri sebagai pranata sosial. Oleh karenanya beliau mengajak kepada audien untuk mendiskusikan hal tersebut agar produk RUU tidak kontra produktif.

Penulis : Rojabi

Biro Kepesantrenan Adakan Praktik Ibadah untuk Santri Baru

Biro Kepesantrenan Adakan Praktik Ibadah untuk Santri Baru

nuruljadid.net – Dalam upaya mempraktikkan materi–materi furudlul ‘ainiyah yang telah rampung dipelajari di Madrasah Diniyah, Biro Kepesantrenan, Pondok Pesantren Nurul Jadid, bidang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mengadakan praktik ibadah bagi para santri baru di Masjid Jami’ Nurul Jadid.

Kegiatan praktik ibadah tersebut dikhususkan bagi santri baru baik tingak SLTP maupun SLTA. Untuk santri baru Wilayah Sunan Bonang (A) yang terdiri dari siswa SMP dan MTs Nurul Jadid berlangsung Selasa (19/02/2019). Sedangkan untuk santri baru Wilayah Sunan Ampel (B) yang terdiri dari siswa SMA, SMK dan MA Nurul Jadid akan dilaksanakan pada malam selanjutnya, Rabu Malam (20/02/2019).

Ustadz Muhammad Lutfi, Kepala Bidang KBM menerangkan, ibadah–ibadah yang dipraktikkan pada kali ini ialah sholat–sholat sunah yang terdiri dari sholat sunah Tahajjud, Hajat, Rawatib dan Ghoib.

“Praktik ibadah kali ini kami mengundang penyaji dari Wilayah Ma’had Aly yang telah menguasai dan berpengalaman dalam mengajar furudlul ainiyah yaitu ustadz Kikik Yulianto,” tuturnya.

Sebelum berpraktik shalat, Ust Kikik (Sapaan akrab) menjelaskan terlebih dahulu tentang tata cara shalat sunah yang benar termasuk didalamnya niat, waktu–waktu shalat dan seterusnya. Tatkala berpraktik ustadz yang berasal dari jember tersebut dibantu oleh segenap anggota ubudiyah Masjid Jami’.

Praktek tersebut mendapat respon baik dari pengurus Wilayah A, hal itu dibuktikan dari perkataan Ustadz Muhammad Ghufron, Koordinator I’dadiyah wilayah A. “Semoga para santri wilayah A, nanti bisa mempraktikkan,”ungkapnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Rahmad Hidayat

Munaqosah TA MAPK Pondok Pesantren Nurul Jadid

Munaqosah TA MAPK Pondok Pesantren Nurul Jadid

nuruljadid.net – Menurut peraturan Pondok Pesantren Nurul Jadid, selasa sore merupakan waktu libur bagi santri. Sebagian besar santri akan berolah raga, wisata pantai, atau mengisi waktu senggang itu dengan bersantai diri dan beristirahat.

Namun di ruang Kelas 3 Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK) Nurul Jadid tampak pemandangan lain. Meski hari libur, siswa kelas akhir di sana terlihat sibuk dengan kitab atau tugasnya masing-maing. Ketika ditelusuri oleh wartawan nuruljadid.net, ternyata MAPK menggelar ujian Munaqosah Tugas Akhir, Selasa, (19/02/2019). Kegiatan tersebut merupakan kegiatan wajib yang menjadi syarat kelulusan.

Munaqosah Tugas Akhir (TA) seperti yang diterangkan oleh Kepala Asrama MAPK, Zainullah, terdiri dari 4 macam. Antara lain Karya Tulis Ilmiah, Terjamah Kitab, Ikhtisar Kitab, dan membuat video edukasi. Tugas TA ini diikuti sebanyak 27 siswa.

“Yang TA terjamah itu mentarjamahkan kitab Samrotul Yani’ah, kalau TA berupa Ikhtisar itu bisa merampungkan kitab Fathul Qorib atau Ilmu Nahwu, ataupun kitab Tafsir Ahkam” paparnya disela-sela ujian berlangsung.

Mengenai penguji, pria yang berasal dari Pulau Raas itu menerangkan,  penguji TA Terjamah dan Ikhtisar Kitab ialah K. Imdad Robbani. Sedangkan penguji Karya Tulis Ilmiah ialah Mujibul Khoir dan Ahmad Fawaid. Selain itu untuk tugas video edukasi digawangi oleh Bagian Multimedia Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Ujian TA tahun ini dilaksanakan secara berkala. Pada hari ini ujian TA karya tulis ilmiah, hari Jumat mendatang ujian Tarjamah dan Ikhtisar kitab. Dan ujian TA video edukasi akan dilaksanakan pada Minggu mendatang,” tuturnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Rahmad Hidayat

Di Asrama MAPK, Syaikh Darwis Mengajarkan Ilmu Syar’i

Di Asrama MAPK, Syaikh Darwis Mengajarkan Ilmu Syar’i

nuruljadid.net – Sebelum beranjak kembali dari Pondok Pesantren Nurul Jadid, Syaikh Muhammad Muhammad Darwis menyempatkan diri untuk visitasi ke asrama siswa Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK), MA Nurul Jadid, Paiton Probolinggo. Pada Kamis (14/02/2019).

Di asrama MAPK, beliau menyampaikan beberapa tauisyah, yang salah satunya ialah menyampaikan tentang pentingnya belajar ilmu syar’i. “Kalian (baca; para siswa yang hadir) semua termasuk orang–orang yang beruntung karena belajar ilmu agama,” tutur beliau menggunakan Bahasa Arab yang kental.

Tidak hanya sampai disitu, beliau juga memberikan kesempatan kepada para siswa MAPK untuk bertanya terkait dalam aspek keagamaan. Dan kesempatan tersebut tidak disia–siakan oleh Muhammad Hasan Sholeh. Remaja kelahiran Jember tersebut bertanya kepada Syaikh Muhammad Darwis, lebih prioritas mana antara menghafal Alquran dengan menghafal nadzom–nadzom?

Syaikh Muhammad Darwis menjawab, sekiranya bisa menghafal Alquran sekaligus nadzoman itu bagus, namun jika tidak bisa maka yang diprioritaskan ialah menghafal Alquran terlebih dahulu.

Pasca acara tersebut, Hasan, sapaan akrabnya, merasa terhormat karena telah kedatangan seorang Syaikh dari Damaskus dan sekaligus bertanya kepada beliau secara langsung. “Kami juga bisa langsung praktek kepada beliau ilmu–ilmu bahasa arab yang telah kami pelajari setiap harinya,” ungkapnya dengan penuh rasa senang.

Selaras dengan dikatakan Hasan, Zainullah Aswi, Kepala Daerah MAPK merasa bersyukur karena asrama tercintanya itu kedatangan tamu terhormat. “Tadi kami mendapat banyak pelajaran dari tausiyah beliau dan juga tadi siswa MAPK kami diberi kesempatan untuk berdialog menggunakan bahasa arab,” ungkapnya dengan senang.

Dalam kegiatan itu, siswa Program Bahasa Arab Lembaga Pendidikan Bahasa Asing (LPBA) juga turut hadir menyimak tausyiah Syaikh Muhammad Darwis . Di hadapan mereka, beliau juga menjelaskan pentingnya belajar bahasa arab.

Penulis : Ahmad

Editor : Rahmad Hidayat

Penutupan Kegiatan Prakerin SMK Bustanul Ulum di PP. Nurul Jadid

Penutupan Kegiatan Prakerin SMK Bustanul Ulum di PP. Nurul jadid

nuruljadid.net – Kegiatan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) SMK Full Day Bustanul Ulum Bulugading, yang belangsung selama 2 bulan, mulai dari 14/12/2018 – 14/02/2019 di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Di tutup dengan acara seremonial, bertempat di Universitas Nurul Jadid pada Jumat, 15 Februari 2019 lalu.

Pada acara penutupan PRAKERIN tersebut, secara simbolis dilakukan juga pemberian cindera mata antara PP. Nurul Jadid dan SMK Full Day Bustanul Ulum yang disertai dengan foto Bersama.

Nurul Hidayah, Kepala Sekolah, SMK Full Day Bulugading, dalam sambutanya berterima kasih kepada PP. Nurul Jadid karena telah menerima siswa – siswi-nya selama 2 bulan untuk PRAKERIN sekaligus juga mondok.

“Karena lulusan SMK itu harus mampu menghadapi tantangan kerja mulai dari komunikasi dengan objek kerjanya dan lingkungan sosial,” pungkasnya

Dimas Eko Cahyono, Staff Protokuler PP. Nurul Jadid, berharap segala sesuatu yang telah di dapat untuk diamalkan. “Baik berupa pengalaman, ilmu, dan canda tawa yang selama ini menghiasi perjalanan para peserta PRAKERIN,” jelasnya.

Sala satu peserta PRAKERIN, Vina Helmalia Anggraini, merasa banga atas sesuatu yang didapatkannya selama PP. Nurul Jadid. Dia berharap, “Semoga kedepan PP. Nurul jadid semakin maju dan sukses dalam segala hal,” paparnya usai acara.

Penulis : Badrus

Editor : Rahmad Hidayat

HIMADIKA UNUJA, Adakan Olimpiade Matematika Se-Jawa Timur

HIMADIKA UNUJA, Adakan Olimpiade Matematika Se-Jawa Timur

nuruljadid.net – Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika (HIMADIKA) Universitas Nurul Jadid, menyelengarakan olimpiade matematika Tingkat SLTA se-Jawa Timur, dengan tema Be the best and young Mathematician to Explore your Intelegence and create a Golden Generation, bertempat di Aula MA Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Kamis, 14 Februari 2019.

Peserta olimpiade matematika ini sebanyak 199 siswa. Mereka mengikuti babak penyisihan berupa ujian tulis, di gedung Fakultas Sosial dan Humaniora UNUJA lantai 1 dan 2, pada pukul 09.11 WIB.

Hasil ujian tulis tersebut dipilih 5 peserta untuk memasuki babak final. Para juri dari dosen matimatika UNUJA, untuk menentukan juara 1, 2 dan 3. Begitupun dengan juara harapan 1 dan 2.

Menurut Ketua HIMADIKA, M. Nur Kholik, kegiatan ini merupakan salah satu program tahunan HIMADIKA yang pertama kali di adakan.

Karena di era sekarang banyak orang yang beranggapan pelajaran matematika merupakan pelajaran paling sulit. “Maka dari itu, kami mengenalkan pada siswa – siswi tingkat SLTA bahwa matematika merupakan pelajaran yang menyenangkan,” jelasnya.

“Dengan di adakan olimpiade matimatika, muda-mudahan siswa – siswi SLTA merasa senang dan tertarik masuk ke prodi matematika”, pungkasnya.

Penulis : Badrus

Editor : Febri Delfitri Fauzi

KH. Abdul Hamid Wahid: Menang itu Penting, Tapi Lebih Penting lagi Menjadi Orang yang Bermental Pemenang

KH. Abdul Hamid Wahid: Menang itu Penting, Tapi Lebih Penting lagi Menjadi Orang yang Bermental Pemenang

nuruljadid.net – Pada Pembukaan Bulan Lomba dalam rangka menyambut Haul Pendiri dan Harlah ke – 70  Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Selasa pagi (12/02/2019). KH. Abdul Hamid Wahid selaku Kepala Pesantren menggugah semangat santri dalam sambutannya. Sambutan itu berlangsung di halaman Kantor Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kiai Hamid menilai lomba ini sangat bermanfaat bagi sahabat santri. Karena menurut beliau hidup ini sejatinya adalah permainan, walaupun beliau menegaskan, ada bedanya antara permainan dan main-main. “Permainan itu ada aturan main yang harus ditaati, yang harus dilakukan, dan itu sungguh-sungguh sebetulnya tidak main-main,” dawuh beliau.

Dalam konteks Bulan Lomba, beliau menekankan pentingnya menjunjung sportifitas. Menang dalam perlombaan menurut Kiai Hamid pencapaian penting, tapi yang paling penting, beliau melanjutkan, adalah bermental pemenang. “Menang itu penting, tapi lebih penting lagi menjadi orang yang bermental pemenang,” serunya di hadapan seluruh santri putra yang hadir.

“Sejarah tidak akan bohong, ketika seorang bermental pemenang ada dimana saja. Dia akan menjadi mutiara yang tetap berkilau walaupun ditumpuki oleh setumpuk lumpur dan debu, jadi tinggal di bersihkan saja kembali berkilau,” tambah beliau.

Selain itu beliau menguraikan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara orang yang dalam mengikuti lomba bertujuan menang dengan menang sebagai tujuan. Sebab kata beliau, jika menang sebagai tujuan maka orang itu akan mengahalalkan segala cara untuk mencapai kemenangan.

Padahal menurut Kiai yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Nurul Jadid ini, jika seseorang sudah memiliki mental pemenang, menang atau kalah tidak akan menyurutkan semangat perjuangan. “Kata berjuang ini kita garis bawahi: ini adalah perkataan Perdiri Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Zaini Mun’im, ‘Siapa saja santri Nurul Jadid yang tidak berjuang di masyarakat, hanya memikirkan diri sendiri saja dia sudah berbuat maksiat kepada Allah SWT’,” kata beliau.

Beliau berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat perjuangan, terlebih ketika sudah pulang di tengah-tengah masyarakat. “kita dapat mensyi’arkan penjuangan kita mengirim pesan-pesan positif kepada masyarakat dan bangsa indonesia,” Pungkasnya di akhir sambutan.

Penulis : Badrus

Editor : Rahmad Hidayat

Bulan Lomba, Momentum Santri Nurul Jadid Unjuk Kreatifitas

Bulan Lomba, Momentum Santri Nurul Jadid Unjuk Kreatifitas

nuruljadid.net – Pagi tak begitu cerah, awan agak mendung. Tapi suasana demikian tak menghalangi para santri Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk mengikuti Pembukaan Bulan Lomba Dalam rangka menyambut Haul Pendiri dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid ke – 70. Acara itu berlangsung meriah di Halaman Pondok Pesantren Nurul Jadid, Selasa, (12/02/2019).

Perhelatan tahunan pra Haul dan Harlah ini agak sedikit berbeda dengan Pembukaan Bulan Lomba pada tahun – tahun sebelumnya. Pelaksanaannya dilakukan di pagi hari secara serentak oleh panitia dengan dihadiri oleh seluruh santri putra, Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, Kepala Bidang Koordinasi Olahraga Santri (BKOS), KH. Makki Maimun Wafi, serta Segenap Pengurus PP. Nurul Jadid, Segenap Pimpinan dari lembaga sekolah, dan Pengurus Wilayah.

Menurut Imron Sadewo, Ketua Panitia Bulan Lomba menyampaikan, tujuannya Bulan Lomba sebagai wadah bagi para santri untuk manyalurkan minat dan bakat pada setiap individu santri. Selain itu ajang ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturrahim antara lembaga sekolah dan wilayah yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid. “Dengan kegiatan ini, para santri bisa menyalurkan kreatifitasnya,” katanya dalam sambutan.

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Nurul Jadid ini melanjutkan, dalam Bulan Lomba kali ini terdapat tiga bidang yang akan dilombakan. Diantaranya meliputi: lomba-lomba bidang keilmuan, lomba-lomba bidang keagamaan, dan lomba-lomba dalam bidang keolahragaan.

Selain itu, Imron juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang juga ikut bekerjasama dalam mensukseskan proses pelaksanaan Bulan Lomba Haul dan Harlah ke – 70. Yakni MA Nurul Jadid dengan melaksanakan Gebyar Milad untuk tingkat SLTP se-Jawa Timur, Festival al-Banjari se-Jawa Timur yang digawangi oleh Badan Kordinasi Olahraga Santri (BKOS), BEM’s Ma’had Aly Nurul Jadid yang menggelar Festival Turats se-Nasional, serta Fakultas Teknik Universitas Nurul Jadid dengan mengadakan Lomba Sepekan Bersama Teknik.

Di akhir sambutannya Imron berharap, dengan diadakan Bulan Lomba ini, minat dan bakat serta kreatifitas para santri bisa tersalurkan. “Terciptanya sebuah persaingan dalam sebuah kompetisi. Berkompetisi yang sehat dengan  tidak hanya mendahulukan persoalan menang dan kalah tapi perlu memperhatikan kode etik kesantrian dan norma-norma kepesantrenan,” harapnya.

Pasca seremonial, acara Pembukaan Bulan Lomba dilanjutkan dengan jalan sehat yang dikomandoi oleh Drumband Madrasah Ibtidaiyah Nurul Mun’im (MINM) dan Selepas itu seluruh santri mengikuti lomba yel-yel.

Penulis : Badrus

Editor : Rahmad Hidayat

jadi Bintang Pelajar, Ajis Dipeluk Direktur LPBA

Jadi Bintang Pelajar, Ajis Dipeluk Direktur LPBA

nuruljadid.net – Hari Ulang Tahun (HUT) Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) telah berlalu. Acara itu berlangsung meriah dengan penuh suka cita. Mengingat lembaga otonom yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid ini telah genap berusia 30 tahun.

Namun, bagi seorang Rifki Ajis, acara yang bertempat di Auditorium MA Nurul Jadid ini menyisakan cerita yang penuh kesan, sangat dalam. Karena, selain terpilih sebagai bintang pelajar bahasa arab 2019, ia juga mendapat pelukan selamat dari idolanya. Yang tak lain Direktur LPBA, K. Muhammad Al-Fayyadl.

Momen bangga campur haru itu terjadi selepas Ajis dinobatkan. Dalam hati, ia belum sepenuhnya percaya bahwa kejadian itu benar-benar nyata. Remaja yang berasal dari Pulau Dewata ini mengaku, momen itu tak pernah sama sekali ia bayangkan.

“Saya bersyukur jadi bintang pelajar. Tentu ini bukan akhir. Ini merupakan sebuah awal dari proses belajar yang panjang. Tapi ketika anda mendapat pelukan dari Gus Fayyadl, anda tak bisa minta lebih. Kejadian itu ucapan selamat dari direktur yang tak pernah saya bayangkan,” tuturnya remaja 15 tahun itu penuh senyum.

Sedangkan menurut Wakil Direktur LPBA, Taufik Hidayah, mengatakan momen pelukan itu merupakan tanda kasih sayang Direktur LPBA pada peserta didiknya. “Mungkin itu juga sebagai simbol agar para peserta didik LPBA lebih semangat lagi dalam belajar,” ungkapnya saat ditemu setelah acara selesai.

Penulis : Ahmad

Editor : Rahmad Hidayat

Bedah Kitab “Ad-Dararus Sunniyah” dan Festival Turats Tingkat Nasional

Bedah Kitab “Ad-Duraru As-Saniyah” dan Festival Turats Tingkat Nasional

BEDAH KITAB “AD-DURARU AS-SANIYAH”

DAN FESTIVAL TURATS TINGKAT NASIONAL

(MUSABAQOH QIRO’ATIL KUTUB (MQK) & OLIMPIADE NAHWU SHORROF (ONS))

BEMs MA’HAD ALY NURUL JADID

Bedah Kitab, Musabaqoh Qiroatul Kutub dan Olimpiade Nahwu Shorrof adalah sebuah ajang perlombaan membaca kitab kuning dan olimpiade yang khusus pada materi nahwu dan shorrof yang kemudian dilanjutkan dengan bedah kitab Ad-Duraru As-Saniyah karangan KH. Moh. Romzi al-Amiri Mannan S.H., M.H.I.

Adapun beberapa kebutuhan data sebagaimana berikut:

  1. Pamflet Festival Turats Tingkat Nasional (dalam bentuk .jpg) silahkan DOWNLOAD DISINI
  2. Skema Registrasi Festival Turats Tingkat Nasional (dalam bentuk .jpg) silahkan DOWNLOAD DISINI
  3. Formulir Pendaftaran Festival Turats Tingkat Nasional (dalam bentuk .pdf) silahkan DOWNLOAD DISINI
  4. Juknis Festival Turats Tingkat Nasional (dalam bentuk .pdf) silahkan DOWNLOAD DISINI
  5. Rundown Acara Festival Turats Tingkat Nasional (dalam bentuk .pdf) silahkan DOWNLOAD DISINI
LPBA NJ Rayakan HUT yang ke 30 Tahun.

LPBA NJ Rayakan HUT yang ke 30 Tahun

nuruljadid.net – Peserta didik Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) pagi itu wahjahnya berseri-seri. Mereka sangat antusias menyambut perayaan Hari Ulang Tahun LPBA ke 30 yang bertempat di Auditorium Madrasah Aliyah Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Jum’at (08/02/2019).

Bagi mereka, menjadi bagian sejarah LPBA merupakan sebuah prestise. Maklum, di Pondok Pesantren Nurul Jadid, LPBA merupakan lembaga konsentrasi bahasa asing yang tak pernah puasa gelar setiap tahunnya, baik tingkat provinsi maupun nasional. Selain memang lembaga tersebut terbukti dapat menelurkan santri yang ahli dalam bidang bahasa arab dan inggris.

Tepat pada hari ini, LPBA memperingati HUT. Muhammad Mutawakkil sebagai Ketua Panitia menyampaikan bahwa seyogianya pengurus maupun peserta didik LPBA mampu mereflesikan diri demi menyongsong LPBA yang lebih baik.

“Hari Ulang Tahun ini hadir membawa beban dan perjalanan sejarah panjang yang penuh perjuangan. Tentu kita jangan hanya sekedar jadi saksi sejarah, kita harus menciptakan sejarah dengan capaian dan prestasi yang lebih baik dengan lebih giat lagi dalam belajar. Semuanya harus diperjuangkan demi wajah baru dan senyum bahagia di masa yang akan datang,” katanya dalam sambutan acara.

Selain itu, K. Muhammad imdad Robbani, selaku Dewan Konsultan LPBA menjelaskan dalam sambutannya bahwa LPBA harus terus berkembang mengingat umur lembaganya kata beliau masih muda. “Kalau umur manusia kira-kira sudah matang, tapi kalau umur lembaga masih muda. Artinya kita masih bisa terus belajar bahasa dan mengembangkanya,” dawuhnya.

Begitu pula juga disampaikan oleh K. Muhammad Al-Fayyad. Beliau menyapaikan terimakasih yang mendalam terhadap founding father LPBA. Mereka, kata Gus Fayyadl, layak untuk dikenang berkat jasa-jasanya terhadap LPBA.

“Alhamdulilah hari ini kita merasakan kecerahan yang begitu luar biasa yakni datangnya Hari Ulang tahun LPBA yang sudah berumur 30 Tahun, Mari kita tunjukkan LPBA harus sudah menjadi contoh ke depannya,” dawuh beliau selaku sebagai Direktur LPBA dalam sambutan.

Dalam acara ini pula dilaksanakan pembagian Hadiah Lomba Pekan Bahasa yang sudah dilaksankan selama satu minggu sebelum kegiatan kegiatan ini berlangsung. Acara ini juga dilengkapi dengan pembagian juara lomba, juara umum pekan bahasa, dan Tugas Akhir (TA) terbaik. Peraih tugas akhir terbaik yaitu Ibnur Rijal Athiullah dengan tema Dhawabitul Jihad fi al-Sunnah Al-Nabawiyah konsetrasi bahasa arab. Sedangkan untuk konsentrasi bahasa inggris yakni Rifqatun Husna dengan Tema Cousnsling Implementation As Teahcher Method To Build Student Charcter.

Di akhir acara tersebut di gelar penampilan drama dengan tema “Sejarah LPBA, Nasionalis, dan Pancasila” menggunakan bahasa asing arab dan inggris. Acara berlangsung dengan sangat meriah.

 

Penulis : Yahya

Editor : Rahmad Hidayat

Kemenag Jatim Adakan Dialog Lintas Agama di Nurul Jadid, ini Alasannya

Kemenag Jatim Adakan Dialog Lintas Agama di Nurul Jadid, ini Alasannya

nuruljadid.net – Auditorium Mini Universitas Nurul Jadid Kamis pagi, (07/02/2018) tampak ramai. Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan acara “Dialog Lintas Agama”.

Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid merasa terhormat Pondok Pesantren Nurul Jadid menjadi tuan rumah dalam acara tersebut. “Kami senang sekaligus merasa terhormat bisa ikut dalam mengambil bagian proses memelihara dan menjaga kemajemukan bangsa ini,” dawuh beliau dalam sambutan.

Menurut beliau, Bangsa Indonesia yang kaya akan bahasa, etnis, suku, dan agama tetap berdiri kokoh dalam bingkai keberagaman karena didasari oleh pancasila sebagai ideologi negara. Sehingga perbedaan dapat tetap hidup berdampingan secara rukun dan damai tanpa adanya diskriminasi antara satu dan lainnya.

“Ini perlu terus kita perjuangkan. Karena itu, kami Pondok Pesantren Nurul Jadid yang barangkali sekecil apapun beberapa waktu yang lalu juga terlibat dan melakukan hal-hal yang akan menjaga itu (baca: keberagaman),” tukas beliau.

Hal senada juga disampaikan oleh H. Santoso. Pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo ini menyebut tujuan diadakannya kegiatan “Dialog Agama” adalah sebagai aksi damai lintas agama di Probolinggo untuk saling membahu dalam menjaga kerukunan antar umat beragama.

Lebih-lebih menurutnya, dalam momentum tahun politik yang tinggal menghitung hari, perlunya sikap aktif dalam membangun suasana kondusif. “Sebab kadang politik yang oportunis menggunakan sentimen agama. Padahal kan dapat memecah belah warga negara,” ungkapnya.

Santoso melanjutkan, terpilihnya Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai tuan rumah acara tersebut tak lepas dari sosok KH. Moh. Zuhri Zaini. Kiai yang masyhur dengan kesederahanaannya ini menurut Santoso merupakan tokoh yang berpengaruh, sekaligus lemah lembut dalam menyampaikan dakwah yang penuh akan kesejukan.

Maka dari itu, Santoso berharap kegiatan ini dapat memberi kesejukan dalam berwarga negara, khususnya di Kabupaten Probolinggo. “Sehingga kita pulang dari sini dapat menjadi penunjuk bagi masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, Santoso menambahkan, alasan acara tersebut diadakan dalam pondok pesantren, menurutnya untuk menepis anggapan miring tentang pondok pesantren yang merupakan lembaga pendidikan umat Islam. Karena selama ini, mafhumnya non-muslim beranggapan pondok pesantren sarang radikalisme.

“Sehingga yang dari luar (baca: non-muslim) tau bahwa pondok pesantren seperti ini. Kadang tokoh-tokoh non-muslim itu takut masuk pesantren menganggap bahwa di pesantren ada hal-hal berita yang menakutkan. Padahal tidak seperti itu,” paparnya saat ditemui selepas acara.

Dalam dialog tersebut, dipimpin oleh Moh. Irsyad, Kasubag Hukum dan Kerukunan Umat Beragama Kemenag Jawa timur. Acara ini juga dihadiri oleh tokoh–tokoh agama seperti agama Islam, Kristen, Budha, Hindu, dan Katolik.

Dari pihak Pesantren, dihadiri langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantrem Nurul Jadid, KH. Zuhri Zaini, Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, Segenap Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Sedangkan peserta yang hadir dalam acara tersebut sebanyak 100 orang, terdiri dari Pengurus Kemenag, Pengurus FKUB, Tokoh Lintas Agama, Tokoh Masyarakat, Penyuluh Agama Lintas Agama, Tokoh Perempuan Lintas Agama, anggota Polres Probolinggo, Kodim dan Bakesbangpol Mendagri (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri).

Penulis : Ahmad

Editor : Rahmad Hidayat

MA 1 Bondowoso Bersilatuhrahmi ke PP. Nurul Jadid

MAN Bondowoso Bersilatuhrahmi ke PP. Nurul Jadid

nuruljadid.net – Rombongan MAN Bondowoso tiba di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kamis (07/02/2018) dini hari. Disambut langsung oleh KH. Moh Zuhri Zaini selaku pengasuh pondok pesantren nurul jadid.

Rombongan tersebut terdiri dari kelas 12, jurusan IPA, IPS, dan Agama sebanyak 422 siswa. Bersama juga para guru dan karyawan, rombongan di arahkan ke Mushala Riyadlus Sholihin untuk menempati acara silatuhrami.

 Kepala Sekolah MAN Bondowoso, H. Ibrahim menuturkan, kedatangan rombangan ini dalam rangka silaturahmi dan memita arahan-arahan untuk anak didiknya.

“Agar anak didik kami, bisa mendapatkan ilmu yang barokah dan bisa mengamalkanya,” jelasnya. Lanjutnya, kunjungan rombongan MAN Bondowoso ke PP. Nurul Jadid ini, merupakan budaya turun-temurun sejak menjabatnya Kepala Sekolah H. Imam Barmawi Burhan.

“Sehingga rasa emosional kami terus terjaga dengan PP. Nurul Jadid. Hal itu, membuat kultur dan pengelolaan sekolah kami persis dengan PP. Nurul Jadid,” ungkapnya.

Dalam acara silatuhrahmi tersebut, KH. Moh Zuhri Zaini menuturkan keberhasilan dalam belajar bukan hanya dinilai dari raport. “Namun, nilai keberhasilanya ketika sanggup mengamalkan ilmunya,” pungkasnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Moh. Bedrus Sholeh