PPIQ Sambut Haul dan Harlah ke-70 Dengan Semaan Alquran

PPIQ Sambut Haul dan Harlah ke-70 Dengan Semaan Alquran

nuruljadid.net – Dalam rangka menyambut Haul dan Harlah ke-70 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Pusat Pendidikan Ilmu Alquran (PPIQ) putri menggelar acara semaan Alquran yang bertempat di mushala wilayah Az-Zainiyah, pada Rabu, 27/03/19.

Acara tersebut dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran. Dilanjutkan sambutan Kepala Harlah ke-70, Indah Rahmawati. Sambutan terahkir, sekaligus pembuka acara disampaikan oleh Neng Nurul Fajriyah.

Turut hadir dalam acara ini, perwakilan Kepala wilayah Al-Hasyimiyah, perwakilan Kepala wilayah Fatimatuz Zahroh, dan para santriwati yang ikut juga menjejal mushala.

Afidatul Bariroh, Kabid Umum PPIQ putri, mengatakan, tujuan diadakannya acara semaan ini, “semoga bisa menjadi wadah bagi anak-anak tahfiz Alquran dalam mensosialisasikan hafalannya. Dan juga semoga hafalan mereka tambah kuat kedepannya,” tandasnya.

Penulis : Sulusiyah (SJ)
Editor : Rizky Tumangka

Jelang Haul dan Harlah, Kamtib Adakan Tausyiah Pengasuh

Jelang Haul dan Harlah, Kamtib Adakan Tausyiah Pengasuh

nuruljadid.net – Kita mengabdi di pesantren melalui kepanitiaan suatu kegiatan pesantren seperti kegiatan haul dan lain sebagainya, adalah suatu pengabdian juga kepada Allah SWT.

Hal itu disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Zuhri Zaini, kepada Panitia Keamanan dan Ketertiban (KAMTIB) dan Panitia Haul dan Harlah ke 70 Pondok Pesantren Nurul Jadid bagian Keamanan. Dalam acara tausiyah pengasuh yang diadakan oleh KAMTIB pada Selasa malam (26/03/2019).

Beliau berpesan kepada seluruh anggota, agar melaksanakan tugas nya dengan tulus, ikhlas, dan penuh tanggung jawab. “Saya yakin ini adalah suatu hal yang sangat bermanfaat nantinya, selain itu merupakan pembelajaran dan pelatihan sebab kalau kita mondok tekun belajar memang dibutuhkan untuk menimba ilmu tapi tentunya belajar itu tidak terbatas dengan pengetahuan,” dawuh beliau.

Tentu pengabdian yang ikhlas dan keikhlasan dalam mengabdi itu harus di sertai dengan ikhlas dan tanggung jawab. Tapi ikhlas itu jangan jadikan alasan untuk bekerja asal-asalan, karena kadang-kadang di kalangan santri kalau kerja yang asal-asalan itu barokah.

Beliau juga menambahkan pesannya agar dalam mengabdi harus ikhlas dan tangung jawab dalam melaksanakan tugas. “Dalam mengabdi kita harus ikhlas dan juga harus bekerja dengan baik, maka dari itu harus di sertai dengan rasa tanggung jawab termasuk kedisiplinan (disiplin tugas). Jika kita diberi tugas tentu kita harus mensyukuri tugas kita dengan tetap berkoordinasi yang lain karena kita kerja organisasi (kerja tim),” tambahnya.

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin

Universitas Nurul Jadid Gelar Kuliah Umum

Universitas Nurul Jadid Gelar Kuliah Umum

nuruljadid.net – Universitas Nurul Jadid mengelar Kulia Umum yang mengusung tema; Membangun Kesadaran Hukum Menuju Terwujudnya Masyarakat Berkeadilan. Mengundang Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kenkumham RI ), sebagai pembicara.

Kegiatan tersebut bertempat di Auditorium UNUJA, Paiton, Probolinggo, pada Rabu, 27/03/19 lalu. Sekitar 08.00 WIB rombongan Kenkumham tiba di UNUJA. Disambut langsung Rektor UNUJA, KH. Abdul Hamid Wahid, beserta jajarannya.

Turut hadir pada kegiatan ini, para pejabat pemerintahan Kabupaten Probolinggo, Wakapolres Probolinggo, Kodim Probolinggo, civitas academica UNUJA, dan juga siswa/i sekolah yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

KH. Abdul Hamid Wahid, mengatakan dalam sambutannya, kuliah umum kali ini, bertujuan menambah wawasan mahasiswa/i agar mampu memahami persoalan hukum dan hak asasi manusia. “seluruh mahasiswa/i harus memanfaatkan momentum ini, dengan mengajak langsung secara bersama-sama belajar hukum dari orang-orang yang lebih paham,” tuturnya.

Kenkumham, Yosanna Hamonangan Laoly, memaparkan, “penegakan hukum harus sesuai dengan hukum. Tidak boleh para penegak hukum melanggar hukum,” katanya.

Usai mengisi kulia tamu, Yosanna Laoly, menyempatkan waktu untuk mengelilingi PP. Nurul Jadid. Sembari berbincang-bincang langsung dengan beberapa santri.

Penulis : Abdul Hannan (SJ)
Editor : Rizky Herman Tumangka

Yasonna Hamonangan Laoly; Memberikan Motivasi Kepada Mahasiswa

Yasonna Hamonangan Laoly; Memberikan Motivasi Kepada Mahasiswa

nuruljadid.net – Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kenhumham RI), Yasonna Hamonangan Laoly, memberikan motivasi kepada mahasiswa ketika kegiatan Kuliah Umum bertema, Membangun Kesadaran Hukum Menuju Terwujudnya Masyarakat Berkeadilan. Acara tersebut bertempat di Aula Universitas Nurul Jadid, Rabu, 27/03/19.

Beliau menerangkan, menjadi mahasiswa/i tidak boleh berleha-leha. “Harus berkerja keras dalam belajar, dan jangan keseringan tidur, karena hanya akan mendapatkan mimpi,” paparnya.

Rektor Universitas Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, dalam sambutannya, mengatakan, Mentri yang diundang untuk mengisi kuliah umum, bertema membangun kesadaran hukum menuju terwujudnya masyarakat berkeadilan, sangatlah tepat.

“Karena bapak Yosanna Laoly, seorang akademisi, politisi, dan sekarang menjadi negarawan. Setelah bertahun-tahun menjadi politisi, ”tuturnya.

Di penghujung kegiatan, Yasonna Laoly, meresmikan wadah Konsultasi Hukum Universitas Nurul Jadid, yang baru saja di bentuk.

Penulis : Jamilatunnisa (SJ)
Editor : Rizky Herman Tumangka

MENKUMHAM RI isi Kuliah Umum di UNUJA

MENKUMHAM RI isi Kuliah Umum di UNUJA

nuruljadid.net – Kepala Mentri dan Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (MENKUMHAM RI) bapak Yosonna Hamonangan Laoly, S.H., M.SC., P.HD., isi kuliah Umum di Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Paiton, Probolinggo, pada Rabu, (27/03/19).

Acara yang dihadiri oleh semua staff akademika dan mahasiswa UNUJA itu berlangsung di Aula UNUJA pada jam 08:00 WIB. Tanpak semua peserta kuliah umum sangat berantusias mengikuti kegiatan kuliah umum sampai selesai.

Dalam sambutannya Rektor UNUJA, KH. Abdul Hamid Wahid, M. Ag, menyatakan pemateri yang dihadirkan merupakan orang yang sangat tepat untuk mengisi acara kuliah umum dengan tema ”Membangun Kesadaran Hukum Menuju Terwujudnya Masyarakat Berkeadilan”.

“Bapak Yasonna selain politisi juga seorang akademisi. Beliau sekarang menjadi negarawan setelah bertahun-tahun menjadi politisi,” tutur bapak Rektor dalam sambutanya.

Selain menyampaikan materi tentang penegakan Hukum dan HAM, menteri yang kerab dipanggil Yasonna itu, juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar tidak hanya berleha-leha. Dibutuhkan semangat dan kerja keras dalam menuntut ilmu dibangku perkuliahan.

“Harus bekerja keras, jangan tidur, karena tidur itu mimpi,” ucap Yasonna.

Dipenghujung acara kuliah umum, juga dilaksanakan peresmian Konsultasi Hukum Universitas Nurul Jadid (UNUJA) yang diresmikan langsung oleh Menteri Yosana Hamonangan Laoly.

Penulis : Jamilatunnisa (SJ)
Editor : Febri Delfitri Fauzi

50 Group Hadrah Bersaing di FESBAN se Jawa Timur, Berikut Pemenangnya

50 Group Hadrah Bersaing di FESBAN se Jawa Timur, Berikut Pemenangnya

nuruljadid.net – Haul Pendiri dan Hari Lahir (HARLAH) Pondok Pesantren Nurul Jadid hampir tiba, sejumlah kegiatan untuk memeriahkan kegiatan tersebut diadakan. Salah satunya ialah kegiatan lomba  Festival Sholawat Al Banjari (FESBAN) tingkat Jawa Timur pada Ahad (24/03/2019).

Lomba tersebut diikuti oleh 50 group hadrah yang berasal dari beberapa kota dan kabupaten se Jawa Timur. Opening Ceremony Festival Al Banjari se Jawa Timur dibuka pada Ahad pagi oleh Kepala PP. Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid. Turut hadir pula Kepala Bidang Keolahragaan dan Seni Santri (BKOSS), KH. Makki Maimun Wafi, pengurus harian pesantren dan perwakilan anggota OSIS dimasing-masing lembaga formal.

Halaman Universitas Nurul Jadid (UNUJA) menjadi tempat digelarnya acara. Shift pertama, dimulai sejak pukul 13.00 – 16.00 WIB sedangkan shift kedua dimulai sejak pukul 21.00 – 04.00 pagi.

Daftar pemenang, tersaji dalam selengkapnya;

Juara 1
Nama Group   : Faroidul Bahiyyah
Delegasi          : Kabupaten Malang
Total Nilai       : 98

Juara 2
Nama Group   : Auladum Mustofa
Delegasi          : Kabupaten Nganjuk
Total Nilai       : 97,5

Juara 3
Nama Group   : Al-Jabbar
Delegasi          : Kabupaten Lumajang
Total Nilai       : 96,25

Juara Harapan 1
Nama Group   : Asy-Syu’aro
Delegasi          : Kabupaten Mojokerto
Total Nilai       : 96

Juara Harapan 2
Nama Group   : Ar-Riyash
Delegasi          : Kabupaten Probolinggo
Total Nilai       : 95,75

Juara Harapan 3
Nama Group   : Nasyadtuzzain
Delegasi          : Kabupaten Sidoarjo
Total Nilai       :  95,25

Best Jinggle
Nama Group   : Al Muhajirin
Delegasi          : Surabaya

Penulis: Ahmad

Editor: Ponirin

Bahtsul Masail pun, Ramaikan Haul dan Harlah Ke 70

Bahtsul Masail pun, Ramaikan Haul dan Harlah Ke 70

nuruljadid.net – Senin (25/03/2019) Pondok Pesanten Nurul Jadid mengadakan kegiatan bahtsul masail dengan mengundang 180 Pesantren yang tersebar se-Jawa timur dan sebagian Jawa tengah.

Menurut Ketua Panitia, Muhammad Lutfi, dari 180 pesantren tersebut akan dibagi menjadi komisi A dan komisi B yang setiap komisinya akan diisi oleh 80 peserta. Kegiatan ini rencananya akan di mulai pada pukul 08. 00 WIB

Ia menambahkan, bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari kegiatan musyawarah – musyawarah yang di adakan di tiap – tiap wilayah santri PP. Nurul Jadid. “dengan harap para peserta nanti bisa menunjukkan semangat belajar tafaqquh fiddin,”terangnya

KH. Abdul Hamid Wahid, Kepala PP. Nurul Jadid, yang turut hadir dalam acara tersebut merasa senang dengan adanya kegiatan. “Semoga kita dapat barokah dari para guru sehingga melahirkan pembahasan yang berbobot dan sekaligus bermanfaat,”tutur beliau dalam sambutan.

Ditempat yang sama. KH. Zuhri Zaini, Pengasuh PP. Nurul Jadid. Menerangkan bahwa tujuan dari diadakannnya bahtsul masail ini dimaksudkan untuk penguatan visi dan misi pesantren sebagai lembaga dakwah lembaga pengkaderan dalam segala hal khususnya dalam keagamaan.

“sehinggal hal ini bisa menjadi motivasi untuk lebih semangat lagi dalam mempelajari, memahami dan kemudian mengamalkan (ilmu agama islam, red),”harap beliau.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

KH. Hamid: FESBAN, adalah Kebangkitan seni Nurul Jadid

KH. Hamid: FESBAN, adalah Kebangkitan seni Nurul Jadid

nuruljadid.net – “Festifal Al-banjari (FESBAN) ke-2, dalam rangka Haul pendiri dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid yang ke 70 sebagai kebangkitan seni PP. Nurul Jadid,” kata KH. Abdul Hamid Wahid dalam Sambutanya pada pembukaan FESBAN di halaman kambus Universitas Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, 24/3/2019.

Pasalnya menurut beliau, kegiatan seni menjadi salah satu komponen utama untuk melahirkan insanul Kamil.

“Insan kamil itu utuh, berkembang secara maksimal dan optimal. Ada wilayah pemikiran (Filsafat) , ada wilayah perilaku(Etika), serta wilayah estetika,” Tutur beliau.

Menurut beliau, jika hanya satu komponen dalam diri manusia yang berjalan, akan membuat hidup menjadi timpang. Akan tetapi jika ketiganya berjalan beriringan maka yang timbul adalah kesempurnaan.

“Wujud pemikiran adalah perilaku yang baik. Bukan tidak ada ilmu, tapi ia adalah buah dari ilmu,” Jelas Beliau.

Kiyai Hamid berharap agar acara Fesban ke-2 di PP. Nurul Jadid menjadi ajang mengeratkan silaturrahim antar lembaga mau pun pesantren.

“Kita berharap, kata se- Jawa Timur, adalah kata yang berkaitan dengan silaturrahim kita. Insyaallah jika kita niatkan seperti itu, ada keberkahan dari Allah,” Pesan beliau.

Penulis : Febri Delfitri Fauzi

Editor : Badrus

Pernak – Pernik, Menghiasi Fesban

Pernak – Pernik, Menghiasi Fesban

nuruljadid.net – Matahari telah menunjukkan warna merah, seperti merahnya wortel. Menandakan  sore, hari burung – burung beranjak pergi ke tempat sarang, namun, suara tabuh perlombaan festival Al – banjari (FESBAN) tetap berdendang menampakkan kemeriahannya.

Semenjak dimulainya dari tadi siang, tepatnya pukul 13.00 WIB. Halaman Universitas Nurul Jadid telah ramai oleh para santri putra dan putri, tak kalah saing. Masyarakat sekitar pun hadir dalam acara tersebut.

Dari 50 peserta yang mengikuti lomba yang dikoordinir oleh Bidang Koordinasi Olahraga dan Seni Santri (BKOSS), ada 1 peserta tidak umum namun tidak asing setiap orang. Peserta tersebut ialah anggota Polisi Resort Kabupaten Batu.

Tatkala tampil, mereka yang beranggotakan 10 orang peserta tetap mengenakan seragam polisi layaknya bertugas. “Kami mengikuti lomba ini untuk bersholawat dan juga bersilaturahim ke PP. Nurul Jadid,”kata Totok Hariyanto, Kasi Keuangan, Polres Batu.

 Yang lebih menarik lagi, tatkala tampil selain mendendangkan sholawat. mereka juga mengampanyekan pemilu damai. “Kami ingin agar pesantren juga menciptakan pemilu yang damai dengan bantuan sholawat,” imbuhnya pasca tampil.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Az-Zainiyah memproduksi Profil untuk Menyambut Harlah Ke-70 PP.NJ

Az-Zainiyah memproduksi Profil untuk Menyambut Harlah Ke-70 PP.NJ

nuruljadid.net – Wilayah Az-Zainiyah putri Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ), sedang memproduksi profil wilayah untuk Haul dan Hari Lahir (Harlah) ke-70. Profil tersebut rencananya akan ditayangkan pada tanggal 30 Maret 2019 saat Harlah berlangsung.

Tim IT Az-Zainiyah yang diketuai Shofatul Azizah, kini sudah melakukan shoot di beberapa plot. Seperti, Pendopo Raya, Gang C, Gang D, Gang A dan beberapa Lembaga Otonom yang berada di bawah naungan Kabid IV Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Ketika sedang mempersiapkan shoot scene 3 pada 23 Maret 2019 hujan deras menguyur Pondok Pesantren Nurul Jadid pukul 17.25 WIB. Mengakibatkan shoot scene 3 pun di tunda, dan akan di lanjutkan ke esokan harinya. “Karena dikejar waktu, meskipun hujan deras kami tetap semangat,” kata Tamara Mayliana salah satu tim IT Az-Zainiyah.

Penundaan produksi profil tersebut tidak membuat tim merasa patah semangat untuk menyelesaikannya sesuai deadline launcing 29 Maret 2019 yang akan di tanyangkan pada acara puncak Harlah.

Sulusiyah, salah satu anggota yang terlibat dalam produksi profil berharap kerja keras mereka membuahkan hasil maksimal. Agar wali santri mengetahui bangunan dan beberapa kegiatan yang ada di wilayah Az-Zainiyah. “Dengan adanya produksi profil asrama putri Az-Zainiyah, para orang tua dapat tau bagaimana kegiatan putri mereka sehari-hari,” pungkasnya.

Penulis : Sulusiyah SJ
Editor : Badrus

PP. Nurul Jadid Adakan Festival Sholawat Al-Banjari se-Jawa Timur

PP. Nurul Jadid Adakan Festival Sholawat Al-Banjari se-Jawa Timur

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan festival sholawat Al-Banjari se-Jawa timur dalam rangka memperingati haul pendiri & harlah yang ke 70 yang akan dilaksanakan pada tanggal 30/03/2019, yang bertempat di Kampus Universitas Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Ahad (24/03/2019).

Dalam Kegiatan itu dihadiri segenap keluarga besar PP, Nurul jadid, Kh. Abdul Hamid Wahid, Kepala Pesantren. Kh, Makki Maimun wafi kepala BKOS. Segenap dewan pengasuh dan para santri PP. Nurul Jadid.

“Insyaallah kegiatan yang di koordinir oleh Bidang kesenian keolahragaan santri (BKOS) akan dilaksanakan setiap tahun, dan kali ini peserta yang ikut mencapai 50 peserta” tegasnya.

KH Abdul Hamid wahid, berharap dengan di tandai dan di mulainya festival sholawat Al-Banjari ini, bisa memaksimalkan semangat para santri dalam belajar seni Hadrah.

“Saya rasa lomba se-Jawa timur juga relevan dengan silaturahim antar sesama bangsa” dawuhnya.

Pasca sambutan, beliau membuka lomba tersebut dengan simbol pelepasan balon yang didampingi oleh kepala BKOS, KH. Makki Maimun Wafi.

Di akhir acara digelar sumpah para juri oleh panitia festival sholawat Al-Banjari, yang dimaksud para juri tersebut ialah Ust. Abdulloh Hafidh Basyiban, Ust. Ahmad Bahrin nada dan Ust. M. Rizal masabbach.

Berdasarkan tinjauan nuruljadid.net Lomba sholawat Al-Banjari ini akan di mulai pada 13:00 WIB.

Penulis : Yahya

Editor : Ponirin

Adu Potensi dan Raih Prestasi di Bulan lomba HAUL Pendiri

Adu Potensi dan Raih Prestasi di Bulan lomba HAUL Pendiri

nuruljadid.net – Pelaksanaan bulan lomba santri putri Pondok Pesantren Nurul Jadid telah rampung, dan pada kamis (21/03/2019) lomba itu ditutup secara resmi oleh Kepala Pesantren II, Ny. Hj. Hanunah Nafi’iyah.

Lomba tersebut, selain bertujuan untuk memeriahkan peringatan Haul Pendiri dan Hari Lahir (HARLAH) Pondok Pesantren Nurul Jadid ke 70 pada tanggal 30 Maret 2018 mendatang, Ny. Hj. Hanunah Nafi’iyah menerangkan, terselenggaranya lomba itu juga untuk mengasah potensi – potensi yang ada pada santri.

“sehingga potensi – potensi yang dimiliki para santri ini bisa dikembangkan dengan maksimal dan diharapkan ketika pulang nanti potensi – potensi itu bisa diimplementasikan dalam masyarakat,” harap beliau dalam sambutan.

Menurut ketua Bulan lomba, Itsnaini Rizqillah. lomba – lomba kali ini diikuti oleh seluruh wilayah putri dan lembaga yang ada di bawah naungan PP. Nuru Jadid. “dengan terselesaikan bulan lomba ini, saya harap kepada yang menang atau yang belum menang untuk tetap menjaga solidaritas antar wilayah atau lembaga,”tuturnya.

Mengenai pantauan nuruljadid.net, Panitia bulan lomba putri kali ini memperlombakan 34 lomba dan dari itu ditentukan juara umum dan favorit yang semuanya itu dimenangkan oleh MA Nurul Jadid.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Santri Mawaddah Ikuti Kegiatan Metode Ummi

Santri Mawaddah Ikuti Kegiatan Metode Ummi

nuruljadid.net – Setelah digelar kegiatan shalat tahajjud berjamaah, santri Wilayah Al-Mawaddah memanfaatkan waktu tersebut untuk belajar metode Ummi, suatu metode yang bertujuan untuk memperbaiki karakteristik tahsin santri yang kurang baik menjadi lebih baik lagi.

Selain memperbaiki karakter, metode Ummi ini juga bertujuan untuk membangun sistem  manajement pembelajaran Al-qur’an yang lebih bermutu, dan mewujudkan lembaga profesional dalam pengajaran Al-qur’an berbasis sosial dakwah. Ustadzah Tutik Hidayati, Koordinator metode Ummi mengatakan bahwa metode tersebut cukup memberikan solusi dalam memperbaiki karakteristik tahsin santri dan menghasilkan generasi yang lebih baik lagi. “Agar sahabat – sahabat santri wilayah almawaddah bisa membaca Al-qur’an dengan cepat, tepat, dan mudah dengan bertartil,”ujar beliau.

Metode Ummi ini juga ada standarisasinya sehingga proses belajar mengajar disesuaikan dengan karakteristik bidang studi yang diajarkan. Standarisasi tersebut juga berguna untuk menjaga serta mempertahankan moto yang dibutuhkan adanya kontrol yang intensif terhadap kualitas, proses, maupun hasil dari produk yang telah dihasilkan.

Siti Kholisoh, salah – satu santri almawaddah yang mengikuti metode ummi ini mengatakan,  Metode Ummi ini sudah sangat dan sesuai dengan kebutuhan santri. Metode yang mudah dan menyenangkan disertai manajeen sertifikasi muallimat dan lulusan yang berkualitas, sehingga santri dapat mempelajarinya dengan sangat nyaman,”tuturnya.

Ia menambahkan, apalagi bagi mereka yang suaranya bagus dan pengucapan makhorijul hurufnya tepat. Metode ini bisa menjadi ajang tunjuk bakat bagi mereka. Metode ini juga memberikan banyak solusi bagi santri yang mempelajari al-qur’an diantaranya ialah menjamin sebuah sistem  yang mampu memberikan moto yang baik bagi setiap anak agar cepat dan mudah membaca al-qur’an secara tarti dan berstandarisasi bacaan al-qur’an dengan jelas dan tepat. (Firoh/Red)

Inilah Pengertian dari Santri Menurut Kh. Zuhri Zaini

Inilah Pengertian dari Santri Menurut KH. Zuhri Zaini

nuruljadid.net – Santri adalah orang yang hidupnya mulai dari berfikir, sikap dan bertindak selalu nyambung kepada Allah Swt.

Hal itulah yang pertama kali didawuhkan oleh Kh. Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid. Sebelum acara bedah kitab Ad-Darurus As-Saniyah berlangsung. kitab karangan Dr. Kh. Romzi Al amiri Mannan, Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid.

Acara yang bertemakan “Menumbuhkan Karakter Keilmuan Santri” itu, sangat didukung oleh Pengasuh PP. Nurul Jadid. “Dengan adanya kegiatan, ini ciri khas pesantren insya allah bisa tetap bertahan, sebab memang pesantren itu sebagai lembaga pendidikan. itu mempunyai ciri khusus maka acara kegiatan ini mulai dari lomba sampai bedah kitab ini sesuai,”tutur beliau.

Beliau menambahkan, Ilmu itu ada yang datangnya langsung turun dari Allah Swt melalui Nabi dan kitabnya yaitu ilmu Syariat dan ilmu pengetahuan yang untuk menggali dan mengembangkannya, Allah Swt ‘menyerahkannya’ ke manusia yaitu Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

“Allah Swt memberikan cara kepada umat manusia untuk menggali Ilmu syariat berdasarkan wahyu, yaitu ilmu agama. Lain hal nya dengan IPTEK yang bisa mengembangkan dan bisa menguasai adalah orang yang tekun dan tanpa pandang bulu apakah dia itu muslim atau non muslim,”papar beliau dengan jelas.

Beliau yang merupakan putra ke lima dari pendiri PP. Nurul Jadid, Kh. Zaini Mun’im. Turut berpesan kepada para peserta yang hadir dalam acara ini. Untuk mengaitkan kedua ilmu kepada Allah Swt karena kedua ilmu itu tidak ada pertentangannya. “Syariat itu berhubungan dengan aturan – aturan yang langsung dari Allah Swt sementara IPTEK itu sunnahtullah adalah tradisi atau aturan yang diciptakan Allah Swt didalam penciptaan dan didalam mentakdirkan hal – hal yang terjadi didunia ini,”.

“maka dengan mengaitkan semua itu dengan allah insya allahkitaakan kembali dengan baik- baik. Saya berharap dengan ini akan semakin memperkuat ciri khas dan karakteristik keilmuan santriyang berciri Robbani,”Pungkas beliau.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Acara Bedah Kitab, Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid Meng-Ijazahkan 3 Kitab

Acara Bedah Kitab, Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid Meng-Ijazahkan 3 Kitab

nuruljadid.net – Selain Mengadakan festival lomba turats, Ma’had Aly Pondok Pesantren Nurul Jadid, Jum’at (08/03/2019) menggelar Bedah Kitab Ad-Darurus As-Sunniyah karangan Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid, Dr. KH. Moh Romzi Al-Amiri Mannan.

Acara yang bertempat di Aula MA Nurul Jadid itu, mengundang Prof. Dr. M. Nur Harisuddin, M. Fil sebagai pembanding yang di moderatori oleh Ustadz Ahmad Zarkasih, salah satu dosen Mahasantri Ma’had Aly Nurul Jadid.

Acara bedah kitab tersebut, diikuti oleh seluruh peserta putra – putri, sedangkan pemenang lomba dalam acara festival turats akan di umumkan pada akhir acara.

Diakhir bedah kitab beliau, KH. Romzi Al – Amiri Mannan meng-ijazah kan tiga kitab yakni kitab Fathul Mu’in, kitab Ad-Darurus As-Sunniyah, dan kitab Ibnu Aqil. “yang terpenting bukan itunya (Ijazah, red), tapi yang penting dalam belajarnya, hal itu saya berikan hanya sebagai pemecut semangat,”ungkap beliau saat ditemui pasca acara.

Selain itu beliau tuurut berpesan kepada peserta turats yang menang dalam Lomba tersebut agar bersyukur dan kepada yang belum menang agar bersabar. Karena menurut beliau, bersyukur dan bersabar merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin