KH. Moh. Zuhri Zaini; Mensyukuri Nikmat dari Allah, dengan mengamalkan Ilmu yang kita dapatkan

KH. Moh. Zuhri Zaini; Mensyukuri Nikmat Allah, dengan mengamalkan Ilmu

nuruljadid.net- Wilayah Zaid Bin Tsabit (K) gelar kegiatan wisuda amsilati yang ke sepuluh, tepat dihalaman musholla Al insyiroh wilayah zaid bin tsabit (K), yang di hadiri oleh KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesanten Nurul Jadid, pada kegiatan ini beliau berkesempatan memberikan tausiyah kepada para santri dan seluruh calon wisudawan-wisudawati yang hadir, Sabtu (13/04/2019).

Sebelum beliau menyampaikan tausiyah, tak lupa menyapa kepada para undangan wali santri dan seluruh santri dan wisudawan-wisudawati yang hadir dalam kegiatan wisuda amsilati ke sepuluh, seusai itu menyampaikan, “Dalam acara ini beliau sangat mengapresiasi kegiatan wisuda amsilati dan i’lan Alfiyah serta faroid, semoga apa yang dilaksanakan pada malam ini, mulai dari wisuda, i’lan alfiyah, faroid semua mendapat rihdo serta ma’unah dari Allah SWT, sehingga mendatangkan keberkahan bagi kita khususnya bagi para wisuda,” dawuh beliau.

Disamping itu beliau juga berharap, semoga kedepannya akan lebih banyak lagi program-program yang dilaksanakan serta lebih banyak lagi wisudawan-wisudawati yang dihasilkan, karena pada kegiatan ini selain mendapat ma’unah dari Allah, ada kerja keras dari berbagai pihak, terutama dari para masyayikh dan asatidz .

“Selamat atas keberhasilan para wisudawan-wisudawati yang telah menyelesaikan program Amsilati, maupun i’lan Alfiyah serta Faroid, mudah-mudahan dapat bisa menjaga apa yang sudah diperoleh dan bisa mengembangkan lebih lanjut, sebab mensyukuri nikmat kepada Allah SWT, dan mensyukuri kepada orang-orang yang sudah berjasa, khususnya orang tua yang mendidik kita sejak lahir mau pun orang tua secara biologis (guru),” Tegas beliau

“Ilmu yang nantinya kita dapatkan harus dipelihara dan dijaga, agar kita dapat mensyukuri nikmatya yang allah berikan kepada kita, mengembangkan ilmu dengan belajar dan terus belajar, sebagai orang beriman belajar tidak dibatasi oleh usia, ruang kelas atau tempat, jadi belajar dalam islam adalah sepanjang hidup,” imbuh beliau.

Penulis : Nuris

Editor : Ponirin

42 Wisudawan - Wisudawati Amtsilati Wilayah K Dikukuhkan oleh Pengasuh

42 Wisudawan – Wisudawati Amtsilati Wilayah (K) Dikukuhkan oleh Pengasuh

nuruljadid.net – Hujan dikala sabtu sore menyisakan udara sejuk menambah ketakdiman di acara Wisuda Amtsilati ke X dan I’lan Al-fiyah, Faroidl yang diadakan oleh wilayah Zaid bin Tsabit (K), Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Sabtu malam, (13/04/2019).

Kegiatan tersebut mewisuda setidaknya 15 putra dan 27 putri yang telah menguasai kitab amtsilati, Yazid Ringgit, ketua panitia, mengatakan, amtsilati adalah program cara cepat membaca kitab kuning yang mendasar dan Dikemas dengan penjalasan yang mudah serta ringkas, sehingga tidak membuat para santri tidak kesulitan dalam memahami ilmu nahwu shorrof.

“Maka kami perlu untuk memberikan apresiasi kepada santriwan dan santriwati yang telah menyelesaikan program amtsilati ini,”terangnya dalam sambutan.

Yazid menambahkan, kegiatan ini juga mengapresiasi kepada para santri pasca amtsilati yang berjumlah 6 santriwan yang telah menyelesaikan kitab Faroidl (kitab ahli waris) dan kitab Alfiyah ibn Malik 1002 bait.

Isak tangis gembira para wali santri wisudawan mulai terlihat ketika demonstrasi wisudawan berlangsung, Ust. Kamaluddin el kafa, Koordinator Amtsilati jawa timur, mempersilahkan kepada para wali santri untuk membarengi masing – masing anaknya agar tidak gugup ketika di tes.

Hal yang sama berlangsung tatkala demonstrasi pasca amtsilati yang berjumlah 6 santri di tes, pertanyaan demi pertanyaan mengenai hukum warisan dan kitab alfiyah diluncurkan oleh para penguji kepada santri pasca amtsilati dan alhamdulillah, mereka bisa menjawabnya dengan baik.

Kegiatan yang bertempat di Halaman wilayah Zaid bin Tsabit itu, tambah khidmat tatkala KH. Zuhri Zaini, Pengasuh PP. Nurul Jadid beserta KH. Hefniy Mahfuds, Pemangku wilayah Zaid bin Tsabit (K). Mengokohkan para wisudawan.

Pasca mengukuhkan para wisudawan, KH. Zuhri Zaini Menyampaikan kalimat – kalimat tausiyah dan menutup kegiatan itu dengan do’a.

Selain itu, Wilayah Zaid bin Tsabit turut menentukan wisuda Amtsilati terbaik yang jatuh kepada Wildan Zulfikar dan pasca amtsilati terbaik jatuh kepada Ali Hurozim.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Bina Mental Para Panji Pelopor dengan Pelatihan In House Training

nuruljadid.net-Hari ini (13/04/19), bertempat di Aula SMP Nurul Jadid, Sekretariat Bagian Humas dan Protokoler memberikan pembekalan kepada Organisasi Panji Pelopor melalui In House Training. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan semangat mengabdi dengan profesional.

Pelatihan ini akan dilaksanakan selama dua hari sejak tanggal 13-14 April 2019, dengan rincian materi Public Relation, Bina Mental dan Ketata Acaraan, ungkap Bashori Alwi Kepala Sub Bagian Protokoler Sekretariat Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Begitupun Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil menuturkan, Pelatihan-pelatihan ini, tidak di temukan di bangku sekolah, kegiatan ini akan di dapatkan apabila anda mengikut organisasi Panji Pelopor, dan kegiatan ini tidak hanya bermanfaat hanya saat anda berada di Pondok melainkan bermanfaat setelah anda pulang ke masyarakat. Maka dari itu, Peserta Pelatihan in house training, harus benar-benar mengikuti sampai selesai, sambungnya.

Kegiatan in House Training diikuti 100 peserta putra dan 100 peserta putri, dengan jumlah keseluruhan 200 orang.

Penulis : Nuris

Editor : Ponirin

Trilogi dan Panca Kesadaran Santri Sebagai Bekal Para Calon Alumni

Nuruljadid.net- Pada Kamis malam kemarin (11/04/2019) merupakan momen berarti bagi seluruh santri siwa kelas akhir. Malam itu, Kepala Biro Pendidikan menganugerahi secara simbolis kepada seluruh siswa-siswi kelas akhir tingkat SLTP dan SLTA yang telah menyelasaikan masa studi di masing-masing lembaga. Mereka yang berhasil dan meraih prestasi mendapatkan penghargaan yang diberikan secara langsung oleh Kh. Moh. Mahfudz selaku Kepala Biro Pendidikan.

Dalam sambutannya selepas memberikan penghargaan, beliau menyampaikan bahwa, “Saya sangat bersyukur kepada allah SWT, karena begitu banyak prestasi yang sudah ditorehkan oleh siswa siswi di lingkungan yayasan nurul jadid, baik prestasi dibidang akademik, non akademik maupun keagamaan, ini suatu anugerah besar yang patut kita syukuri bersama. Selamat juga kepada para santri yang telah meraih juara kompetisi diberbagai  tingkatan. Mulai kabupaten, regional, nasional dan Asia tenggara,” dauh beliau.

Selain itu, beliau juga berpesan kepada para siswa-siswi berprestasi agar jangan sampai puas atas hasil yang sudah diraih, jadikan prestasi ini sebagai dorongan semangat dalam meraih prestasi-prestasi lain diwaktu yang akan datang.

Selamat kepada seluruh kepala sekolah yang sudah sukses menuntun para peserta didiknya menuju kesuksesan dan selemat pula kepada sekolah Madrasah Aliyah Nurul jadid (MANJ), yang sudah memborong berbagai prestasi ditingkat akademik dan non akademik.

“Jangan pernah tinggalkan ibadah, lebih-lebih kewajiban sholat, dimanapun kalian melanjutkan studinya jangan sampai meninggalkan sholat, karena sholat merupakan tiang agama, sebagai pengamalan Al ihtimamuh bi furudil ayni’iah (Memperhatikan Kewajiban-kewajiban Fadhu ‘Ain), pada trilogi santri, dan tetap mempertahankan inti sari manusia yaitu (Akhlakul Karimah), ” tegas beliau.

Penulis : Nuris

Editor : Ahmad Daniel

Tampil Wajah Baru Penutupan Oskar 2019 Disertai Penganugerahan Prestasi Santri

Nuruljadid.net- Bertepatan dengan malam libur santri, Biro Pendidikan selenggarakan penutupan Orientasi Kelas Akhir (OSKAR) pada Kamis malam (11/04/2019).  Kegiatan OSKAR yang dimulai sejak tanggal (o8/04/2019) tersebut resmi ditutup dengan penganugerahan prestasi santri.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh santriwan – santriwati disambut dengan iringan sholawat hadrah Firqoh Hadrah Azzainiyah (FIRHAZ). Penutupan OSKAR pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, malam ini selain kegiatan penutupan juga terdapat pengukuhan santri kelas akhir berprestasi oleh Biro Pendidikan.

Dalam hal ini kepala biro pendidikan KH. Moh. Mahfudz Faqih menyampaikan. “Puji sukur atas kepercayaan kepada kami (biro pendidikan) untuk melaksanakan kegiatan oskar yang sudah menjadi agenda tahunan, tahun ini berbeda dengan tahun sebelum yang mana hanya ada penobatan santri kelas akhir berperestasi, baik dibidang akademik, non akademik dan keagamaan,” dauh beliau.

Selain itu, beliau juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut mengsuskseskan dalam pelaksanaan kegiatan oskar dan penobatan siswa kelas akhir,” imbuh beliau.

Usai sambutan kepala biro pendidikan dilanjuk dengan pembacaan doa oleh KH. Hefni Rozak sebagai penghujung kegiatan Aflah Imtihan dan oskar 2019.

Penulis : Nuris

Editor : Ahmad Daniel

KH. Moh. Zuhri Zaini; Kesuksesan tidak dapat diraih dengan selembar kertas Ijazah

Nuruljadid.net- Kesuksesan belajar atau studi tidak hanya dapat diukur dari selembar kertas ijazah. Sekalipun penting, tetapi ijazah bukanlah satu-satunya tolak ukur. Hal terpenting dalam sukses pembelajaran adalah proses aktualisasi dalam mengembangkan nilai-nilai kesantrian dan kepesantrenan. Dari tujuan itu, pada senin malam (8/4/2019) Biro Pendidikan adakan orientasi santri kelas akhir (OSKAR) 2019 di Aula Madrasah Aliyah Nurul Jadid.

Dalam hal ini KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh Nurul Jadid menyampaikan tausiyah sebagai bekal awal bagi para santri khususnya siswa-siswi kelas akhir tingkat SLTA yang akan belanjutkan studi lanjutnya ke jenjang yang lebih tinggil lagi, dalam kegiatan ini beliau menyampaikan.

“Ukuran kesuksesan yang lain adalah selain kita mendapatkan ilmu, kita dapat mengamalkan ilmunya, teruma kita sebagai santri tentunya diharapkan dapat mengamalkan ilmu karakter yaitu Akhlak, Semakin tinggi pendidikan kita akan semakin tinggi karakter dan akhlak kita, karena kepintaran yang tidak disertai dengan meningkatnya akhlakur karimah itu berbahaya,” dauh beliau.

Selain itu, beliau juga berharap kepada seluruh santri agar tidak berhenti belajar. Karena dengan belajar dan berdo’a merupakan kunci meraih kesuksesan.

“Sebab, ilmu ibaratkan cahaya yang bisa menerangi hidup kita, beda dengan orang tidak berilmu akan melakukan hal- hal yang merugikan baik dirinya dan orang lain, begitu juga orang mempunyai ilmu tapi tidak diamalkan itu sama dengan orang tidak punya ilmu bahkan orang yang seperti itu lebih bahaya ketimbang orang yang berilmu,” imbuh beliau.

Ciri-ciri santri adalah bertafakuh fiddin, baik keilmuan maupun pengamalannya mengingat pada panca kesadaran santri kesadaran beragama. Jadi, seorang santri itu harus punya kesadaran beragama yang mana kesadaran itu diberikan oleh allah sebagai petunjuk-petunjuk dan bimbingan bagi umat manusia.

Di penghujung tausiyahnya beliau menyampaikan, bahwa semangat dalam belajar dan bekerja harus tetap ditanamkan sekalipun sudah keluar dari pesantren dan meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi. Sebab belajar, menurut beliau dimulai sejak lahir sampai mati. Selain itu, juga berupaya untuk mengamalkannya dalam rangka beribadah dan berdoa kepada Allah.

Beliau berdoa dan berharap semua para siswa-siswi kelas akhir lulus semua, serta dapat melanjutkan studi nya dan mendapatkan ilmu serta dapat mengabdikan ilmunya kepada orang lain.

“Sebab yang namanya santri selain beribadah kepada allah dia juga mengabdi terhadap sesama, selain beribadah tapi juga hikmah (pengabdian),” Tegas Beliau.

Penulis : Nuris
Editor : Ahmad Daniel

Teguhkan Jati Diri Santri dengan OSKAR

Teguhkan Jati Diri Santri dengan OSKAR

nuruljadid.net – Pasca melaksanakan shalat Isya’ berjamaah di Masijd Jami’ Nurul Jadid, sebagian santri putra Pondok Pesantren Nurul Jadid berduyun – duyun menuju Gedung Aula MA Nurul Jadid tetap dengan baju putih dan sarung yang mereka pakai.

Beranjaknya mereka ke gedung yang bertingkat tiga itu, tidak lain ialah untuk mengikuti kegiatan Orientasi Kelas Akhir (OSKAR) yang diadakan oleh Biro Pendidikan, Pondok Pesantren Nurul Jadidi.
KH. Mahfudz Faqih, Kepala Biro Pendidikan. Kegiatan OSKAR bertujuan untuk meneguhkan jati diri sebagai santri terutama terkait dengan nilai – nilai pesantren yang tertuang dalam trilogi dan panca kesadaran santri PP. Nurul Jadid.

Kegiatan yang diadakan setiap tahunnya ini, pada pembukaannya. Senin (08/04/2019) menghadirkan Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Zuhri Zaini. “Mohon dicerna dengan baik apa saja yang akan disampaikan pengasuh nanti, sehingga kita bisa mengambil hikmat untuk menapaki kehidupan yang akan datang,”harap beliau.

Perlu diketahui, kegiatan OSKAR hanya teruntuk para siswa kelas akhir Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) maupun Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) baik yang berdomisili di PP. Nurul Jadid maupun yang tidak. Pada tahun ini OSKAR dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 09/04/2019 – 11/04/2019.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, kepala sekolah tiap – tiap lembaga yang ada dibawah naungan PP. Nurul Jadid beserta beberapa perwakilan para guru.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

KH. Hefniy Mahfudz; dengan Membaca Al-Qur’an Hati Kita akan Bersih

KH. Hefniy Mahfudz; dengan Membaca Al-Qur’an Hati Kita akan Bersih

nuruljadid.net – Acara Pelantikan Pengurus Muallim dan Ubudiah Musholla Raudlatul Qur’an masa bakti 2019/2020 sekaligus Perpisahan Kelas Akhir dan Wisuda Muta’alim Kelompok A yang diadakan oleh Musholla Radlatul Qur’an pada Jum’at (05/04/2019) bertambah khusyuk tatkala KH. Hefniy Mahfudz menyampaikan Tausiyah.

Pasca menyampaikan salam, KH. Hefniy Mahfudz menceritakan kepada para hadirin bahwa nama dari musholla yang bertempat di dalem KH. Hasan Abdul Wafi itu merupakan sematan dari KH. Hasan sendiri, yakni Musholla Raudlatul Qur’an yang bermakna Taman Al-qur’an.

Beliau turut menyemangati para murid Musholla Raudlatul Qur’an dalam belajar al-qur’an dengan mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa barang siapa yang ingin bertemu dengan Allah SWT maka hormati keluarganya.

“Yang dimaksud dengan keluarga Allah ialah Ahlu Qur’an, orang yang selalu menekuni dan selalu bersama dengan Al-qur’an,”tutur beliau dengan ramah.

Para hadirin bertambah hening, tatkala KH. Hefniy Mahfudz menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah berdo’a pada waktu haji Wada’ di hari jum’at di tanah Arofah. Beliau mendoakan para pengajar al-qur’an untuk memberikan barokah kepada mereka dan menghapus dosa – dosanya.

Sebelum menutup tausiyah, beliau merekomendasikan para hadirin untuk terus membaca al-qur’an walaupun tidak tau akan maknanya. “Dengan membaca al-qur’an hati kita akan bersih, dengan hati yang bersih insya Allah akan mendapatkan pemahaman dari Allah SWT,”pungkas beliau.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Berikan Refleksi dan Motivasi Kepada Siswi Kelas Tiga SLTA

Berikan Refleksi dan Motivasi Kepada Siswi Kelas Tiga SLTA

nuruljadid.net – Gus Muhammad Al-Fayyadl, memberikan refleksi dan motivasi kepada siswi kelas tiga SLTA. Dalam kegiatan Tausiah Pengasuh yang diselenggarakan Wilayah Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Kegiatan tersebut bertempat di musala Wilayah Az-Zainiyah, Paiton, Probolinggo, Jumat (05/04/19). Dihadiri seluruh siswi kelas tiga SLTA yang bermukim di wilayah Az-Zainiyah.

Gus Muhammad Al-Fayyadl, mengatakan, kebanyakan siswa/i yang sudah kelas tiga SLTA, akan merasa bimbang memilih Perguruan Tinggi untuk melanjutkan studinya. “Maka alangkah baiknya, isyarat yang Allah berikan kepada kita, ialah melalui jalan istikharah,” tuturnya.

Karena penting sekali mencari ilmu. “Saya yakin tidak semua dari kalian itu ingin menjadi seorang akademisi, tapi apa pun cita-cita kalian tetaplah harus berilmu,” terang beliau.

“Sebelum lulus (berhenti) dari pondok ada baiknya kalian juga mengingat-ingat hutang karena bisa menghalangi kebarokahan,” ajaknya kepada audiens.

Beliau juga mengingatkan penting mendoakan guru agar tidak putus hubungan batin dan ilmu. “Dengan doa kita tidak akan putus kontak batin dengan guru,” katanya.

Maka sebagaimana ciri-ciri santri yang berhenti mondok dengan Husnul Khotimah, harus dijadikan contoh. Yang mempunyai hubungan baik dengan siapa saja saat dipondok, dan memiliki cita-cita yang lebih baik kudepanya. “Cita-cita tinggikan, mau seperti apa,” harapannya sebelum mengakhiri tausiah.

Penulis : Jamilatunnisa (SJ)
Editor : Rizky H.T.

Lepas Pisah Kelas Tiga Sekaligus Wisuda Muta’alimul Musholla Raudlatul Qur’an

Lepas Pisah Kelas Tiga Sekaligus Wisuda Muta’alimul Musholla Raudlatul Qur’an

nuruljadid.net – Suasana sangat hening, saat Pengurus Pesantren memasuki ruangan acara, untuk menghadiri Pelantikan Pengurus Muallim dan Ubudiah Musholla Raudlatul Qur’an masa bakti 2019/2020 sekaligus Perpisahan Kelas Akhir dan Wisuda Muta’alim Kelompok A.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jum’at malam (05/04/2019), menurut Ketua Panitia, M. Rajiv Dinal Maula. kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada mereka yang berniat dan bersungguh – sungguh dalam tafaqquh fiddin agar memotivasi kepada orang lain untuk mendapatkan syahadah atau diwisuda oleh musholla Raudlatul Qur’an.

Ditempat yang sama, K. Miftahul Arifin, Wakil Biro Kepesantrenan berharap kepada para wisudawan paska di syahadah untuk mengamalkan dan menularkan ilmu – ilmu yang telah didapatkan di musholla Raudlatul Qur’an.

“Kepada muallim – muallim dan wisudawan untuk menularkan ilmu Al-qur’an yang telah didapat, dan ini adalah suatu anugerah yang tidak akan diberikan oleh Allah SWT kepada sembarang orang, maka patut sekali kita bersyukur karena kita diberi kesempatan untuk menyebarkan ilmu,”tutur beliau dalam sambutan di Aula SMP Nurul Jadid.

Beliau menambahkan, kepada para pengurus muallim maupun pengurus Ubudiah yang dilantik agar niat hanya untuk mengabdi kepada Allah SWT dan mengabdi kepada pesantren.

Lebih lanjut, Musholla yang dipangku oleh KH. Makki Maimun Wafi itu menetapkan Muallim terbaik kepada Mufid Al-Hakim. Muallim Teladan kepada Ahmad Hasin. Dan wisuda muta’alim kelompok A sebanyak … beserta penetapan Wisudawan terbaik kepada Afif Hamidi M.

diakhir acara digelar tausiyah dewan pengasuh oleh KH. Hefniy Mahfudz, Pemangku Wilayah Zaid bin Tsabit (K) PP. Nurul Jadid.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

KH. Moh. Zuhri Zaini: Semoga Pesantren Semakin Kokoh

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid memperingati Haul Pendiri dan Harlah ke-70, dengan mengusung tema; Mengaji dan Mengabdi Untuk Kedamaian Negeri. Bertempat di halaman Kantor P.P Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Sabtu (30/03/19).

Kegiatan ini dihadiri juga, KH. Imam Ma`ruf (Malang) dan KH. Abdul Matin Djawahir (Tuban) sebagai pemberi tausiah peringatan Haul dan Harlah.

Pengasuh P.P Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut sebagai bentuk rasa syukur atas berdirinya P.P Nurul Jadid pada 1950 sampai 2019. “Mudah-mudahan di usia ke-70 ini, tidak menjadikan pesantren semakin rapuh. Melainkan semakin kokoh kedepanya,” tuturnya.

Beliau melanjutkan, peringatan haul pendiri dan harlah untuk mengenang jasa-jasa para pendahulu P.P Nurul Jadid. Karena berkat perjuangan para pendahululah PP. Nurul Jadid bisa ada.

“Oleh karena itu, kami sebagai generasi tentunya ingin mengungkapkan terima kasih dengan mengenangnya hari ini. Karena mensyukuri suatu nikmat, tidak cukup hanya bersyukur kepada Allah. Memang Allahlah yang memberi nikmat, tapi Allah memberi nikmat kepada hambanya melalui sebab,” pungkasnya.

Ach. Fuadi, selaku panitia, mengatakan bahwa, penyelenggaraan kegiatan itu sebagai ajang silaturahmi antar pengelola pesantren, santri, alumni dan juga masyarakat. “Sebagai media pengukuhan komitmen untuk reaktualisasi nilai-nilai kepesantrenan, evaluasi dan ajang silaturahmi,” ujarnya.

Penulis : Abdul Hannan (SJ)
Editor : Rizky H.T.

Di Expo, Ada Mobil Alm. KH. Moh. Hasyim Zaini

nuruljadid.net – Mobil pertama Alm. KH. Moh. Hasyim Zaini di pamerkan (Expo), di Haul Pendiri dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid ke-70. Bertempat di depan halaman Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ), pada Sabtu (30/03/19).

Kali ini, Lokasi Expo menjadi wahana yang cukup dilirik oleh para santri, dan alumni P.P. Nurul Jadid. Lantaran terdapat Mobil Sedan Holden 1963 milik Alm. KH. Moh. Hasyim Zaini yang dipamerkan.

Mobil Sedan Holden 1963 dipamerkan sebagai bukti salah satu ikon sejarah PP. Nurul Jadid. Menariknya, ikon mobil tersebut menjadi pusat Expo tahun ini, dengan posisi yang berada di tengah.

Menurut Ahmad Romzi, salah satu pengunjung Expo, dengan dipamerkan mobil tersebut para alumni dan santri bisa mengetahui bahwa ada ikon sejarah yang masih berada di P.P. Nurul Jadid. “Sangat antusias sekali, bisa melihat secara langsung mobil peninggalan kiai secara langsung. Sehingga kita para alumni dan santri bisa mengetahui sedikit sejarah dari mobil tersebut,” ucapnya.

Selain itu, Expo tahun ini turut melibatkan P4NJ, dengan menawarkan makanan dan barang yang langsung di produksi oleh para alumni. Sementara, Expo pendidikan dari setiap lembaga formal yang berada di naungan pesantren turut juga mewarnai.

Penulis : Abdul Hannan (SJ)
Editor : Rizky H.T.

20190327_yasonna-hamonangan-laoly-memberikan-motivasi-kepada-mahasiswa

Marsekal Hadi Tjahjanto: Perang Informasi, Harus disikapi dengan Dewasa dan Bijak

nuruljadid.net – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Marsekal Hadi Tjahjanto, mengisi forum mengaji kebangsaan dengan tema: “Mempererat Persatuan, Menjaga Kesatuan, Membangun Indonesia Berkeadaban”. Bertempat Auditorium Universitas Nurul jadid (UNUJA), Paiton, Probolinggo, Selasa (02/04/19).

Marsekal Hadi Tjahjanto, mengulas tema tersebut mengatakan, “negara kita ini adalah negara yang sangat besar. Sehingga harus dijaga kesatuan dan persatuan bangsa kita dengan kuat,” ucapnya.

Mengingat, terdapat beberapa komplotan yang ingin memecah belah persatuan bangsa ini, yang tidak lagi dengan kekuatan fisik. Melainkan menggunakan kekuatan kecepatan informasi.

“Karena informasi dapat merubah pikiran kita. Maka, setiap informasi harus disikapi dengan dewasa dan bijak,” jelasnya mengajak segenap audiens.

Beliau juga menambahkan tentang potensi Indonesia yang akan menjadi negara nomor 4 ekonomi terbesar di dunia tahun 2050. Dengan memperbaiki Sumber Daya Alam (SDA), dan Sumber Daya Manusia(SDM).

Kegiatan yang berlangsung sekitar jam 09.00, dihadiri pula, Wakil Bupati Probolinggo, Civitas Akademik Universitas Nurul Jadid, siswa/i di seluruh lembaga yang berada di bawah naungan PP. Nurul Jadid, Ketua Pemuda Muhammadiyah, dan rombongan TNI beserta Polri.

Penulis : Jamilatunnisa’ (SJ)
Editor : Rizky H.T.

20190402_ngaji-kebangsaan-untuk-membangun-indonesia-berkeadaban-bersama-tni-dan-polri

Ngaji Kebangsaan Untuk Membangun Indonesia Berkeadaban bersama TNI dan POLRI

nuruljadid.net – Ngaji Kebangsaan bersama panglima TNI, Bapak Marsekal Hadi Tjahjanto, S.IP. dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jendral Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian. Ph.D. di Aula Universitas Nurul Jadid Selasa (02/04/2019) siang, dengan tema Mempererat Persatuan, Mejaga Kesatuan Membangun Indonesia Berkeadaban” berlangsung meriah dan penuh semangat.

Keduanya hadir dan disambut hangat oleh Pengasuh, KH. Moh. Zuhri Zaini didampingi Kepala Pesantren PP. Nurul Jadid sekaligus Rektor UNUJA, KH. Abdul Hamid Wahid dengan prosesi pengalungan sorban dan pemberian kopiah Nasional.

Pengasuh PP. Nurul Jadid dan keluarga besar PP. Nurul Jadid merasa sangat bahagia atas kehadiran kedua tokoh negara tersebut. Hal itu dibuktikan dengan pemberian ucapan selamat datang dan terima kasih kepada panglima TNI dan KAPOLRI yang sudah menyempatkan hadir dalam acara ini.

KH. Moh. Zuhri Zaini (Pengasuh PP. Nurul Jadid) bersama Bapak Marsekal Hadi Tjahjanto, S.IP (Panglima TNI)

KH. Moh. Zuhri Zaini (Pengasuh PP. Nurul Jadid) bersama Bapak Marsekal Hadi Tjahjanto, S.IP (Panglima TNI)

Alhamdulillah, kami keluarga besar PP Nurul Jadid dan hadirin yang hadir pada saat ini merasa sangat berbahagia atas kunjungan silaturrahim dua tokoh kita, dua bapak kita yaitu panglima TNI dan Kapolri.” Dawuh Pengasuh dalam sambutannya.

Dalam sambutannya, Pengasuh menyampaikan sejarah berdirinya Pondok Pesantren Nurul Jadid dan perjuangan pendiri serta para almarhumin yang ikut berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Beliau juga berpesan bahwa kita termasuk santri Nurul Jadid harus berkewajiban untuk menjaga keutuhan negeri dan bangsa ini.

 “Maka, Kami sebagai pewarisnya (pendiri dan alhmarhumin, red) termasuk para santri tentu harus berkewajiban untuk menjaga keutuhan negeri dan bangsa ini.” Dawuh Kiai Zuhri (sapaan akrab Pengasuh).

Ngaji Kebangsaan diawali dengan orasi kebangsaan yang disampaikan langsung oleh Panglima TNI didepan para undangan dan santriwan santriwati PP. Nurul Jadid. Dalam orasinya, Panglima TNI berpesan kepada santri agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini dengan cara belajar dan terus belajar untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan mengelola serta menjaga Sumber Daya Alam (SDA).

KH. ABd. Hamid Wahid (Kepala Pesantren PP. Nurul Jadid sekaligus Rektor UNUJA) bersama Jendral Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian. Ph.D. (Kepala Kepolisian Republik Indonesia)

KH. Abd. Hamid Wahid (Kepala Pesantren PP. Nurul Jadid sekaligus Rektor UNUJA) bersama Jendral Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian. Ph.D. (Kepala Kepolisian Republik Indonesia)

“Santriwan santriwati mari kita memiliki semnagat untuk maju menjaga kesatuan dan persatuan demi NKRI tercinta ini dengan SDM yang unggul, menjaga dan mengelola SDA, serta menjaga stabilitas keamanan” cakap Panglima.

“Jagalah kesatuan dan persatuan, untuk santri belajar yang rajin disini kalau bisa setelah dari sini lanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi untuk membangun negeri ini. Negeri kita menunggu para santriwan santriwati untuk berkiprah didalam mengisi pembangunan” pungkas Panglima TNI.

Hadir dalam acara tersebut Rombongan KAPOLRI dan Panglima TNI, Wakil Bupati Probolinggo, KAPOLRES Probolinggo, DANDIM Probolinggo, jajaran pemerintahan di Kabupaten Probolinggo dan pengurus harian pesantren serta santriwan santriwati.

Penulis: Baihaki

Editor: Ponirin

kiai zuhri

KH. Moh. Zuhri Zaini: Kami Sebagai Pewaris Tentu Harus Menjaga Keutuhan Negeri dan Bangsa Ini

nuruljadid.net – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini turut hadir dalam Ngaji Kebangsaan Selasa (02/04/2019) di Aula Universitas Nurul Jadid (UNUJA). Beliau nampak antusias menyambut dua tokoh negara, Panglima TNI Republik Indonesia, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP. dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jendral Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D.

Alhamdulillah, kami keluarga besar PP Nurul Jadid dan hadirin yang hadir pada saat ini merasa sangat berbahagia atas kunjungan silaturrahim dua tokoh kita, dua bapak kita yaitu panglima TNI dan Kapolri.” Dawuh Pengasuh dalam sambutannya.

Dalam sambutannya, beliau juga menyinggung tema yang diangkat pada Ngaji Kebangsaan ini. Beliau berdawuh bahwa tanpa adanya ukhuwah, tanpa adanya kebersamaan dan persatuan kesatuan mungkin negara ini tidak pernah terwujud.

Lanjut, Kiai Zuhri (sapaan akrab Pengasuh) menceritakan secara singkat dan jelas tentang sejarah berdirinya Pondok Pesantren Nurul Jadid serta perjuangan Pendiri dan Pengasuh Pertama PP. Nurul Jadid, KH. Zaini Abd. Mun’im dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh PP. Nurul Jadid saat memberikan sambutan

KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh PP. Nurul Jadid saat memberikan sambutan

“Jadi bapak ibu sekalian jelas bahwa Pendiri berjuang untuk kemerdekaan RI. Sehingga kami sebagai penerus tentu harus menjaga negara ini, NKRI. Sebab beliau-beliaulah para pendahulu kita yang ikut membangun kemerdekaan ini.” Dawuh beliau.

“Maka, Kami sebagai pewarisnya termasuk para santri tentu harus berkewajiban untuk menjaga keutuhan negeri dan bangsa ini.” lanjut Pengasuh.

Masih dalam sambutan, beliau menyatakan bahwa tujuan dari silaturrahim ini yaitu untuk memperkuat bersama militer dan kepolisian dalam hal mempertahankan kemerdekaan sekalipun dalam tempat dan tugas yang berbeda.

KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh PP. Nurul Jadid saat memberikan sambutan

KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh PP. Nurul Jadid saat memberikan sambutan

“Barangkali ini satu tujuan dari silaturrahim yaitu untuk memperkokoh, untuk memperkuat bersama militer sekalipun mungkin kita berbeda tempat, berbeda tugas. Kalau bapak-bapak kepolisian betugas di keamanan dan ketertiban. Bapak TNI bertugas di pertahanan negara. Baragkali para tokoh-tokoh masyarakat, para guru dan kiai juga memiliki tugas yang sama yaitu mempertahaknkan tapi dari sektor yang lain” jelas beliau.

Diakhir sambutan, beliau mengatakan bahwa dengan bahu membahu kita mampu untuk mempertahankan kemerdekaan saati ini.

“Oleh karena itu, insya Allah dengan kita bahu membahu didalam mempertahankan kemerdekaan yang sekrang, kedepannya banyak ancaman-ancaman baik dari dalam maupun dari luar, ini yang harus kita waspadai. Maka tugas kita sekarang adalah membangun, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan” pungkas Kiai Zuhri.

Penulis: Ghufron

Editor: Ponirin