KH. Makki Maimun Wafi; Gapai Prestasi Dengan Istiqomah Belajar

KH. Makki Maimun Wafi; Gapai Prestasi Dengan Istiqomah Belajar

nuruljadid.net- Bidang Koordinasi Olahraga Santri (BKOS), Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, menggelar dialog interaktif seputar olahraga dengan tema “Prestasi Santri untuk Negeri; Gali Potensi dan Raih Prestasi mewujudkan Prestasi untuk Negeri” di Auditorium Universitas Nurul Jadid, Rabu (26/12/18).

Acara tersebut menghadirkan H. Sugiantoro (BEJO), asisten pelatih Persebaya dan Rachmat Irianto, kapten Tim Nasional Indonesia U-19 sebagai narasumber. Hadir pula KH. Abdul Hamid Wahid, dan segenap pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid serta santri putera sekitar 700 orang peserta.

KH. Makki Maimun Wafi, kepala BKOS menyampaikan bahwa, untuk meraih prestasi membutuhkan kerja keras dan tanpa mengenal kata putus asa. “prestasi tidak datang begitu saja, tetapi prestasi di raih dengan semangat berjuang yang tinggi, pantang menyerah dan juga selalu istiqomah dalam berlatih,” dawuh beliau.

Beliau juga menyampaikan bahwa, faktor dari luar pun dapat mendukung tercapainya sebuah prestasi, dan juga memiliki peran dalam memotivasi diri santri, untuk terus melatih potensi dan bakat yang dimilikinya selain itu faktor dari luar.

Melalui kegiatan ini, beliau berharap kepada santri untuk terus meningkatkan prestasinya. “Dengan prestasi kita bisa mengharumkan pesantren serta sebagai persembahan untuk negeri,” pungkasnya.

Penulis : Nuris

Editor : Jawahir

LPBA; Pesta Demokrasi, Pentingnya Memilih Pemimpin Di Kalangan Teman

LPBA; Pesta Demokrasi, Pentingnya Memilih Pemimpin Di Kalangan Teman

nuruljadid,net – Menjelang akhir tahun, Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) gelar pesta demokrasi di Auditorium SMA Nurul Jadid, Jum’at (21/12/18) dalam rangka memilih Presiden Nahdlatut Tholabah (NATO) dan Pimpinan Redaksi Badan Penerbitan Majalah Bahasa Asing (BPMA).

Pemilihan tersebut digelar ala pemilu langsung, dimana sebelum pencoblosan para calon diberi kesempatan melakukan debat kandidat, serta menyampaikan visi dan misi di depan teman-temanya.

Wakil Direktur LPBA Putera, Taufiq Hidayah menyampaikan bahwa, pemilihan ini dilaksanakan setiap tahun. Tujuannya, mengenalkan sistem demokrasi, agar mereka memahami pentingnya memilih pemimpin dikalangan teman-temannya.

“Melalui kegiatan ini, mereka dapat menggunakan hak suaranya dalam menentukan pemimpin, dalam hal ini Presiden NATO dan Pimred BPMA di LPBA,” kata Taufiq.

Setelah debat kandidat, dilaksanakan pencoblosan oleh seluruh peserta didik putra-putri yang berdomisili di LPBA. Dari 4 calon presiden, yang terpilih Faidatul Jannah sebagai presiden NATO dan Laili Maratus Sholiha untuk yang Pimred BPMA.

Penulis : Yahya

Editor : Jawahir

Tingkatkan Pelayanan, Klinik Az-Zainiyah Lakukan Penandatanganan Kerja Sama

Klinik Az-Zainiyah Lakukan Penandatanganan Kerja Sama

nuruljadid.net– Klinik Az-Zainiyah mengadakan seminar nasional yang bertema “Deteksi Dini Kelainan Tulang Pada Anak” yang bertempat di Auditorium Universitas Nurul Jadid, Senin (18/12/2018). Kegiatan ini dalam rangka penandatanganan kerjasama dengan pihak Laboratorium Sejahtera Kraksaan, PT. Putra Restu Abadi dan Rumah Sakit Rizani Paiton.

“kerja sama itu kita lakukan antara lain demi kemajuan klinik Az-zainiyah yang mempunyai cita – cita melayani dengan sepenuh hati dan profesional dan kami terus berusaha semaksimal mungkin meng upradge kualitas klinik kita sehingga mampu menjawab kebutuhan tantangan zaman serta melayani apa yang menjadi kebutuhan kesehatan yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid,” dawuh Nyai HJ. Khodijatul Qodriyah, selaku Direktur Klinik Az-zainiyah.

Klinik Az-Zainiyah adalah pusat pelayanan kesehatan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid beserta para masyarakat sekitar komplek pesantren.

Selain itu, KH. Abdul Hamid Wahid Kepala Pesantren Nurul Jadid menyampaikan bahwa seminar yang diadakan oleh klinik Az-zainiyah merupakan hal yang patut untuk diperdalam lebih lanjut.

“saya kira kriteria yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Jadid khususnya klinik Az-Zainiyah bukan hanya bagaimana? apa menyembuhkan yang sakit? tapi yang paling penting lagi adalah mencegah dan meningkatkan wawasan dan kesadaran atau promosi dalam dibidang kesehatan,”ungkap beliau.

Kegiatan ini dilanjut dengan penandatangan kerja sama yang di tandatangani langsung oleh Nyai HJ. Khodijatul Qodriyah,Direktur Klinik Az-Zainiyah.

Turut hadir sebagai penyaji Zainul Munir. M,Kep, Dosen Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid, Gestin Yastriani S.E dan Dr. Ristiya Glih Pratama, A.I dari Rumah Sakit Orthopedi & Traumatologi Surabaya serta seluruh Mahasiswa – Mahasiswi Fakultas Kesehatan Unuja sebagai peserta.

Penulis : Ahmad

Editor : Jawahir

Nyai Hj. Khodijatul Qodriyah : Kerja Sama Kita Lakukan, Untuk Tingkatkan Kualitas Klinik Az-Zainiyah

Nyai Hj. Khodijatul Qodriyah : Kerja Sama Kita Lakukan, Untuk Tingkatkan Kualitas Klinik Az-Zainiyah

nuruljadid.net – “Klinik Az-Zainiyah mempunyai cita – cita melayani dengan sepenuh hati dan mampu melayani apa yang menjadi kebutuhan kesehatan yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid,” dawuh Nyai HJ. Khodijatul Qodriyah, selaku Direktur Klinik Az-zainiyah.

Hal itu disampaikan pada acara seminar nasional yang bertema “Deteksi Dini Kelainan Tulang Pada Anak” di Auditorium mini Universitas Nurul Jadid, Senin (18/12/2018).

Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk melakukan penandatanganan kerjasama dengan pihak Laboratorium Sejahtera Kraksaan, PT. Putra Restu Abadi dan Rumah Sakit Rizani Paiton.

“Pertama, Klinik Az-zainiyah bekerja – sama dengan Rumah Sakit Rizani untuk pengadaan ambulans dan urusan perjenazahan. Kedua, PT. Putra Restu Abadi untuk pemusnahan limbah medis atau limbah beracun dan yang terakhir ialah dengan Laboratorium Sejahtera, Kraksaan,”Jelas beliau.

Beliau menambahkan, dua penyaji seminar ini dari rumah sakit Orthopedi & Traumatologi, Surabaya dan Lulusan terbaik keperawatan Fakultas Kesehatan UNUJA pada tahun 2019 akan di rekrut sebagai perawat di Rumah Sakit Orthopedi & Traumatologi Surabaya.

Lanjut beliau, menyampaikan bahwa dalam sebulan klinik Az-Zainiyah melayani sebanyak 1200 pasien. “Tapi, alhamdulillah saya mengamati dari bulan januari sampai september tahun 2018 data statistik yang masuk mulai menurun untuk tingkat penyakit Pondok yaitu penyakit Hepatitis dan Rabies,”ujar beliau.

Diakhir sambutannya, beliau berharap dengan adanya seminar ini agar bisa membuka wawasan kesehatan bagi para peserta. “Semoga acara seminar ini adalah bentuk lain dari memprioritaskan bentuk ibadah kita kepada Allah Swt, baik dari segi kualitas maupun kuantitas kita sehingga kita menjadi hamba yang lebih beriman dan bertaqwa,”harapnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Jawahir

Siswa Smk Full Day School Bustanul Ulum Prakerin Di MA Nurul Jadid

Siswa Smk Full Day School Bustanul Ulum Prakerin Di MA Nurul Jadid

nuruljadid.net – Pasca acara seremonial yang berlangsung di Aula Universitas Nurul Jadid dengan segenap pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid, yang bertujuan sebagai pengantar dari Kegiatan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN). SMK Full Day Bustanul Ulum Bulugading, Jember. berkunjung ke MA Nurul Jadid yang menjadi salah satu tempat peserta didiknya PRAKERIN.

Sambutan hangat mereka dapatkan tatkala tiba di MA Nurul Jadid dan hal yang pertama mereka apresiasikan kepada MA Nurul Jadid ialah kekompakan para OSIM MANJ. “dengan kedatangan kami ini  di MA Nurul Jadid terdorong akan penyambutan dari OSIM MANJ,” Ujar Salah satu dari guru SMK Full Day School dalam sambutan. Jum’at(14/12/2018).

Sesudah sambutan, terdapat sesi pemberian cindera mata antara pihak SMK Full Day School dan MA Nurul Jadid dan dilanjutkan dengan pemaparan tentang OSIM MANJ, seperti Visi dan Misi, menayangkan beberapa video seputar kegiatan – kegiatan yang ada di MANJ dan program kerja tiap devisi yang ada di OSIM MANJ oleh Nur Hasanah Yusuf, Ketua OSIM dan Maghfiroh Romadhona, Wakil Osim MANJ.

Tak hanya itu, lembaga pers siswa milik MANJ, KHARISMA. Turut unjuk gigi dalam acara tersebut. Seperti menjelaskan beberapa hal tentang tentang KHARISMA dab menampilkan beberapa video produksi K TV (KHARISMA TV, red). “ini adalah salah satu video dari K TV, jangan lupa di like, Subscribe dan Comment di MA Nurul jadid channel”seru Pimpinan redaksi KHARISMA, Layyinatus Z.

Dipenghujung acara, OSIM MANJ mengajak siswi SMK Full Day School untuk berkeliling lingkungan MANJ, mengunjungi kantor OSIM dan KHARISMA sekaligus Foto bersama.

Penulis : Faizatul Fitriyah, Panji Pelopor Wil. Al Hasyimiyah

Ini Lho Cara Berdemokrasi Ala Mahasiswa UNUJA

Ini Lho Cara Berdemokrasi Ala Mahasiswa UNUJA

nuruljadid.net – Rabu (12/12/2018), Komisi Pemilihan Umum-Mahasiswa Universitas Nurul Jadid (KPU-M UNUJA) menyelenggarakan seminar demokrasi dengan tema “Pentingnya Pendidikan Politik Menuju Demokrasi Berkeadaban” di Auditorium Universitas Nurul Jadid.

Tujuan acara ini menurut Moh. Izat Abdi selaku Ketua Panitia adalah sebagai proses pendidikan politik untuk mahasiswa UNUJA. “Demokrasi kita (baca: Indonesia) akhir-akhir ini sangat rentan. Kebebasan yang ditawarkan demokrasi malah dijadikan alat untuk mencela, menfitnah, bahkan mendeskriminasikan golongan lain. Maka dari itu seminar tentang demokrasi berkeadaban sangat penting untuk digelar,” ungkapnya dalam sambutan.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Rektor III UNUJA bagian Kemahasiswaan, Noer Fadli Hidayat. Ia menyampaikan bahwa tujuan acara ini adalah untuk memberikan pendidikan yang baik kepada mahasiswa. Membangun kesadaran mahasiswa dalam memilih pemimpin yang adil, jujur serta bertanggung jawab.

“Harapan saya agar mahasiswa memilih pemimpin visioner dan peduli terhadap mahasiswa dan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini kita harus dukung sepenuhnya,” harapnya dalam sambutan.

Ia melanjutakan, pelaksanaan KPU-M kali ini merupakan pemilihan umum pertama semenjak UNUJA berdiri. “Insyaallah kegiatan KPU-M yang perdana ini akan dikaksanakan menggunakan fingerprint karya mahasiswa Fakultas Teknik,” katanya dalam sambutan.

Kegiatan seminar ini mendatangkan narasumber dari komisioner KPU JawaTimur, Gogot Cahyo Baskoro, Mahfudz Sunarjie sebagai Sekretaris Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Tapalkuda Jawa Timur, dan Abdul Aziz sebagai Ketua Ikatan Alumni Universitas Nurul Jadid (IKA UNUJA) sekaligus praktisi politik. Turut hadir pula dari jajaran Rektorat, Dekanat, dan Pimpinan Organisasi UNUJA sebagai tamu undangan. Acara ini dikuti oleh seluruh mahasiswa UNUJA.

Penulis : Yahya

Editor : Rahmat Hidayat

“Membaca Mengenal Dunia, Menulis Untuk Dikenal dunia ”

Membaca Mengenal Dunia, Menulis Untuk Dikenal dunia

nuruljadid.net- Sebagai motivasi dan peningkatan semangat generasi muda, khususnya para santri, Biro Pendidikan PP. Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, mengadakan kegiatan Bedah Buku dan seminar Nasional. Kegiatan yang bertema “Membaca Mengenal Dunia, Menulis Untuk dikenal Dunia” akan ber tersebut diselenggarakan di Aula Universitas Nurul Jadid, selasa (11/12/2018).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh penulis buku berjudul Ubah Lelah Jadi Lilah, Dwi Suwiknyo. Hadir pula Kepala Biro Pendidikan Dr. H. Moh. Mahfudz Faqih, M. Si,  jajaran dewan guru, dan Santri PP. Nurul Jadid.

Sebelum menyampaikan materi bedah buku, terlebih dahulu Dwi Suwiknyo memberi motivasi dari pengalaman beliau penulisan buku yang diberi judul ubah lelah jadi lilah. Sebelum itu ia juga telah menerbitkan buku pertamanya dengan judul How to Manage My Money pada tahun 2006.

Suwiknyo menuturkan perkembangan zaman yang ditandai dengan pesatnya pertumbuhan teknologi, sikap generasi muda bangsa harus senantiasa terukur. Karena bagi Suwiknyo, teknologi hanyalah pelengkap.

 “Jangan pernah takut sama teknologi karena dia (Teknologi) itu hanyalah pelengkap, jangan pernah memusuhi teknologi. Jadi jangan takut,” Imbuh Penyaji.

Semua orang bisa menjadi penulis walau bukan dari bidangnya. Hanya dengan modal semangat dan berani berkarya.

“Kreativitas menjadi rutinitas yang menghasilkan karya, ilmu yang bermanfaat bagi orang lain akan menjadikan penambahan Gaiden kreativas,” Kata Dwi Suwiknyo.

Penulis : Nuris

Editor : Febri Delfitri F

Biro Pendidikan PP. Nurul Jadid Selenggarakan Seminar Nasional

Biro Pendidikan Selenggarakan Seminar Nasional

nuruljadid.net – Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid menyelenggarakan  seminar nasional dengan tema “Membaca Mengenal Dunia, Menulis Dikenal Dunia”. Acara tersebut dilaksanakan di Auditorium Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Selasa (11/12/2018).

Selain seminar, acara dimaksud juga diramaikan dengan bedah buku “Ubah Lelah Jadi Lillah” dan Teacher Awards 2018 Nurul Jadid dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (22/12) 2018.

Pangelaran ini dihadiri langsung oleh Dwi Suwiknyo sebagai narasumber sekaligus penyaji bedah buku. Turut hadir pula KH. Moh. Mahfudz Faqih, M.Si serta segenap dewan guru dan peserta didik yang berada di bawah naungan Yayasan Nurul Jadid.

Menurut Ketua Panitia, Ridwan, menjelaskan tujuan acara ini adalah untuk mengetahui aspirasi guru-guru di PP. Nurul Jadid. “Penting mengetahui aspirasi guru di lingkungan Nurul jadid sehingga dapat memberi inspirasi baru kepada siswa di satuan pendidikan masing-masing,” ungkapnya dalam sambutan.

selain itu, kepala biro pendidikan juga menyampaikan  tujuan kegiatan seminar dengan tema “candu Literasi adalah tema yang tepat karena cantu itu berarti ketergantungan” dilanjut dengan  harapan kepala  “guru di PP. Nurul Jadid ini khususnya dan santri pada umumnya memiliki ketergantungan dalam bidang menulis dan membaca, karena benar dasar tema “Membaca mengenal dunia dan menulis dikenal dunia.”dauh Beliau

“jika ingin bermanfaat dan menyampaikan pesan ke khalayak luas, menulislah” tambah kepala biro pendidikan

Setelah seremonial selesai, acara dilanjutkan dengan pemilihan guru berprestasi. Gelaran diadakan untuk memberikan reward atas inovasi pemebelajaran yang telah dilakukan di Lembaga Pendidikan PP. Nurul Jadid.

Selepas itu, seminar dan bedah buku dimulai. Dwi Suwiknyo memberikan motivasi dan tips dalam bidang penulisan sampai proses penerbitan. “Semua orang yang ingin menggapai impiannya, maka tidak akan pernah berhenti dalam prosesnya,” ujarnya pada pada peserta seminar dan bedah buku.

Sebelum kegiatan tersebut ditutup, dilanjutkan dengan sesi atanya jawab. Lalu ditutup dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh bapak Surono waka kurikulum SMP Nurul Jadid.

Penulis : Sony Hakim

Editor : Rahmat Hidayat

Peringati Hari Guru, Biro Pendidikan Gelar Seminar Literasi

Peringati Hari Guru, Biro Pendidikan Gelar Seminar Literasi

nuruljadid.net- Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN), Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid menyelenggarakan Seminar Literasi dengan tema “Candu Literasi : Membaca mengenal Dunia, Menulis dikenal Dunia” yang bertempat di Aula Universitas Nurul Jadid, Selasa (11/12/18) .

Kegiatan ini sebagai perwujudan dari program Gerakan Literasi Nasional (GLN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang terdiri dari 6 domain yaitu, Literasi Baca Tulis, Literasi Sains, Literasi Finansial, Literasi Numerik, Literasi Digital, Literasi Budaya dan Kewargaan dibidang keilmuan.

Selain itu, seminar literi yang digelar ada pula juga kegiatan bedah buku yang di tulis oleh Dwi Suwiknyo dan Teacher Award 2018, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat Literasi demi meningkatkan kualitas serta kreativitas santri dibidang tulis menulis.

“Menulis adalah gaya hidup, membaca pun akan menjadi gaya hidup” kata Dwi Suwiknyo penulis buku best seller yang berjudul “Ubah Lelah, Jadi Lillah”.

Agenda terkahir adalah Teacher Awards 2018 Guru dibimbing langsung oleh penyaji seminar yang diselengarakan pada esok hari rabu, (12/12/2018) kegiatan seminar pada hari ini, adapun peserta bimbingan dalam bidang menulis para guru setiap lembaga yang ada dibawah naungan Biro Pendidikan untuk mengembangkan berpikir kritis dan ilmiah dalam meningkatkan pembelajaran inovatif di kelas dan dapat menjadikan seorang guru yang hanya mempunya satu profisi melainkan juga bisa menulis.

Penulis : Nuris

Editor : Jawahir

Kh. Moh. Zuhri zaini: Barokah itu Diukur Dari Kebermanfaatan

KH. Moh. Zuhri Zaini: Barokah itu Diukur Dari Ilmu yang bermanfaat | Kunjungan MTs Nusantara

nuruljadid.net – KH. Moh. Zuhri Zaini memberi tausyiah pada tamu kunjungan dari MTs Nusantara di Musala Riyadush Sholihin, Selasa pagi (11/12/2018).

Berangkat dari pertanyaan salah satu tamu kunjungan tentang cara mendapatkan ilmu yang barokah. Beliau dalam tausiahnya  menyinggung soal ukuran barokah. Menurut beliau ilmu yang barokah adalah ilmu yang bermanfaat.

“Artinya ilmu yang banyak belum tentu barokah. Sedangakan ilmu yang sedikit bisa saja barokah jika membawa manfaat bagi orang lain, lebih-lebih masyarakat banyak,” jelas beliau pada seluruh peserta yang hadir.

Beliau melanjutkan dengan ibarat yang lain misalnya harta dan umur. Ukuran harta barokah bukan dilihat dari seberapa banyak kita dapat mengumpulkan harta, melainkan diukur dari harta yang mampu membawa pada kebaikan.

Begitu juga umur. Umur pendek yang manfaat lebih berarti dari pada umur panjang tapi membawa kejelekan.

Lalu bagaimana cara mendapatkan ilmu yang barokah? Beliau menjawab yaitu dengan meniatkan diri dalam mencari ilmu karena Allah. “Tujuannya adalah mendapatkan ridho dan hidayah dari Allah,” tutur beliau.

“Ilmu itu adalah cahaya. Jadi orang yang berilmu adalah orang yang hidup dalam keadaan terang. Sehingga ia tau mebedakan antara yang baik dan buruk,” dawuh beliau.

Seusai tausyiah pengasuh dan tanya jawab dilanjutkan dengan penyerahan cendramata dari pondok pesantren nurul jadid kepada MTs Nusantara dan ditutup dengan pembacaan do’a oleh pengasuh pondok pesantren nurul jadid

Penulis : Ahmad

Editor : Rahmat Hidayat

Kesan Kunjungan SMA Darut Taqwa di PP. Nurul jadid

Kesan Kunjungan SMA Darut Taqwa di PP. Nurul jadid

nuruljadid.net – Kunjungan SMA Darut Taqwa di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Selasa (11/12/2018) menyisakan kesan yang mendalam. Seperti yang diakui oleh Pembina Bahasa Mandarin SMA Darut Taqwa, Dudi Hendarto pada wartawan nuruljadid.net sebelum meninggalkan lokasi studi banding.

Ia menuturkan bahwa peserta didiknya mendapat motivasi dan  semangat baru untuk lebih mendalami bahasa mandarin. “Peserta didik kami sangat ingin seperti peserta didik SMA Nurul Jadid. Mereka digembleng di sekolah dan asrama dengan proses yang sangat bagus dan menyenangkan,” katanya.

“Ada semacam perlombaan antar siswa dalam menunjukkan kemapuan mandarinnya. Sehingga proses belajarnya tidak kaku dan menyenangkan,” ungkapnya lebih jauh.

Ia berharap agar peserta didiknya dapat meniru peserta didik SMA Nurul Jadid. Karena seperti yang sudah diketahui, peserta didik SMA Nurul Jadid adalah santri namun mampu menyabet prestasi dalam pelombaan bahasa mandarin tingkat internasional.

“Santri Nurul Jadid adalah contoh bahwa santri juga mampu bersaing dalam pelajaran selain rumpun ilmu agama. Ini berkat semangat mereka yang juga harus dimiliki peserta didik kami,” harapnya.

Berbeda dengan Dimas Adi Putra, salah satu peserta didik SMA Darut Taqwa. Ia mengakui mendapat banyak ilmu dan wawasan baru ketika visitasi di Nurul Jadid. Salah satunya adalah tentang cara memahami bahasa mandarin dengan benar.

“Barusan kami ke Asrama Unggulan Bahasa SMA Nurul Jadid.  Di sana seru, kami langsung praktik dialog bahasa manadarin dengan mereka. Dan mereka sangat mendukung kami untuk lebih semangat lagi,” katanya sembari tersenyum.

Penulis : Ahmad

Editor : Rahmat Hidayat

SMA Darut Taqwa Dalami Metode Belajar Bahasa Mandarin di PP. Nurul jadid

SMA Darut Taqwa Dalami Metode Belajar Bahasa Mandarin di PP. Nurul jadid

nuruljadid.net – SMA Darut Taqwa Purwosari  Pasuruan mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo pada hari Selasa (11/12/2018) dalam rangka studi banding tentang metode belajar bahasa mandarin yang diterapkan oleh SMA Nurul Jadid.

Studi banding ini disambut hangat oleh Kepala Sekolah SMA Nuru Jadid, KH. Hefny Rozaq, Hj. Mutmainnah Waqit selaku Wakil Sekretaris PP. Nurul Jadid, dan segenap Pengurus PP. Nurul Jadid bagian Humas dan Keprotokuleran.

Sedangkan tamu kunjungan dipimpin langsung oleh Kepala SMA Darut Taqwa, M. Mas’ud dan Kepala Pesantren Ngalah, Muhammad Abdul Gafur yang anggotanya terdiri dari 10 Staf Guru, 4 siswa dan  24 Siswi . Menurut Mas’ud tujuan studi banding ini adalah untuk mengetahui secara langsung pembinaan bahasa mandarin di SMA Nurul Jadid.

 “Kami ingin mengatahui strategi SMA Nurul Jadid dalam menjaga keberlangsungan pembinaan bahasa mandarin baik di ruang kelas maupun di asrama. Selain itu bagaimana cara menggali minat-bakat peserta didik terhadap bahasa mandari,” terang Mas’ud dalam sambutannya.

Lebih jauh, Muhammad Abdul Gafur mengajukan pertanyaan dalam sesi tanya jawab tentang tips dan trik guru SMA Nurul Jadid dalam mengajar bahasa mandarin kepada para peserta didiknya sehingga bisa menyabet juara di tingkat Nasional dan Internasioanal.

Pertanyaan tersebut dijawab oleh Syamsul hadi, Guru Bahasa Mandarin sekaligus Penanggung jawab Jurusan Bahasa mandarin di SMA Nurul Jadid. Ia menjelaskan bahwa selain belajar bahasa mandarin dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sekolah, SMA Nurul Jadid juga mewajibkan siswa untuk mengikuti tutorial semua bahasa, termasuk bahasa mandarin untuk Jurusan Bahasa.

“SMA Nurul Jadid juga mengadakan tutorial ujian HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) yang ujian tersebut sebagai standardisasi Republik Rakyat Tiongkok dalam kemahiran berbahasa mandarin. Pada waktu-waktu tertentu, kami mewajibkan kepada para peserta didik untuk berbahasa mandarin pada setiap  di lingkungan sekolah maupun di asrama, seperti kegiatan Speech Presentation, Story Telling dan lain sebagainya”. Imbuhnya.

Selesai acara tersebut siswa-siswi SMA Darut Taqwa diajak ke kelas program Bahasa Mandarin dan ke Wilayah Putri Al-hasyimiyah bagi siswi dan wilayah P Asrama unggulan bagi siswa untuk mengetahui secara mendalam pembinaan bahasa mandarin yang diterapkan di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Penulis : Ahmad

Editor : Rahmad Hidayat

Mts Nusantara Kota Probolinggo Bersivitasi ke pp. Nurul jadid

Mts Nusantara Kota Probolinggo Visitasi ke PP. Nurul jadid

nuruljadid.net – Akhir-akhir ini, Pondok Pesantren Nurul Jadid banyak didatangi tamu kunjungan dari berbagai wilayah, khusus wilayah Jawa Timur. Terbaru, Selasa pagi (11/12/2018), PP. Nurul Jadid disivitasi oleh MTs Nusantara Kota Probolinggo.

Menurut Muhammad Kolil, Kepala Sekolah MTs Nusantara, kunjungan ini bertujuan untuk sowan kepada Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Moh Zuhri Zaini, sekaligus memohon tausyiah dari beliau.

Selain itu, ia melanjutkan, tujuannya adalah ziarah ke maqbaroh Almarhumin Nurul jadid. “Kami ingin belajar akan hikmah ziarah ke makam ulama dan aqidah Aswaja,” sampainya dalam sambutan.

Acara yang bertempat di Musala Riyadush Sholihin ini diikuti oleh seluruh rombongan kunjungan yang terdiri dari 16 staf guru dan karyawan dan 162 terbagi 62 peserta didik Putri, 100 peserta didik Putra murid MTs Nusantara.

sebelum peserta kunjungan beranjak dari musala, di akhir dengan sesi tanya jawab dari peserta didik MTs Nusantara Probolinggo sekaligus penyerahan cenderamata dan ditutup dengan pembacaan do’a yang dalam hal ini dipandu langsung oleh dewan pengasuh PP. Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini.

Faizin Syamweil menyampaikan “Kami dari PP. Nurul Jadid, Meminta maaf jika ada kekurangan dalam hal pelayanan, maupun penyambutan kurang baik dari sisi konsumsi, karena kami sudah berusaha semaksimal mungkin, jadi jika sampai diujung kegiatan ini ada yang kurang kami mohon maaf.” ungkap Faizin

Dari pihak Pondok Pesantren, acara ini dihadiri langsung oleh KH. Moh. Zuhri Zaini,  Faizin Syamweil selaku Sekretaris PP. Nurul Jadid beserta Pengurus Pesantren bagian Humas dan Keprotokuleran.

Penulis : Badrus

Editor : Rahmad Hidayat

Yayasan Syifaul Qulub Bertaaruf ke PP. Nurul jadid

Yayasan Syifaul Qulub Bertaaruf ke PP. Nurul jadid

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid kedatangan tamu dari Yayasan Syifaul Qulub Sidoarjo pada pukul 13.00 WIB, Ahad (09/12/2018). Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Mini Universitas Nurul Jadid.

Dalam kunjungan ini, KH. Lukman Anshori, Ketua Yayasan Syiafaul Qulub menjelaskan maksud kedatangannya beserta rombongan adalah untuk menjalin silaturahmi.

beliau meneruskan, dalam lawatan ini salah satu intinya adalah ingin mengenal lebih dalam tentang Nurul Jadid. “Kami ingin bertaaruf, selain itu kami ingin mendengar nasihat Pengasuh (PP. Nurul Jadid, red) secara langsung tentang kiat  kesuksesan dunia akhirat dan kunci mendapat anugerah Allah SWT,” sampainya dalam sambutan.

“Semoga yang menjadi hajat kami bisa lancar, istiqomah, manfaat dan barokah ila yaumil qiyamah,” harapnya.

Maksud kunjungan tersebut disambut baik oleh kelurga besar Nurul Jadid dan Pengurus Pesantren yang dalam hal ini diwakili oleh KH. Hefniy Rozaq.

Lebih jauh beliau menjelaskan tentang pondok pesantren baik dari sejarah, perkembangan, lembaga pendidikan,  manajemen organisasi dan lain sebagainya.

Acara ini juga dihadiri oleh Sekretaris PP. Nurul Jadid, Faizin Syamweil dan segenap Pengurus PP Nurul Jadid bagian Humas dan Protokuler. Setelah sesi tanya jawab, seluruh rombongan sholat berjamaah di Masjid Jami’ Nurul Jadid sekaligus dilanjutkan dengan ziarah di maqbaroh almarhumin Pendiri PP. Nurul Jadid.

Penulis : Sony Hakim

Editor : Rahmad Hidayat

MTs Nurul Jadid Gelar Praktek Kerja Lapangan

MTs Nurul Jadid Gelar Praktek Kerja Lapangan

nuruljadid.net – Sebagai bentuk implementasi program pendidikan di sekolah dengan penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan belajar– mengajar di kelas secara sistematis dan sinergis, Madrasah Tsanawiyah Nurul Jadid mengadakan Praktek Kerja Langsung (PKL) pada Jum’at (07/12/2018).

PKL ini dikhususkan bagi seluruh siswa kelas IX yang terdiri dari berbagai jurusan yang berbeda dengan jumlah peserta sebanyak 111 peserta.

Muhammad Usman, selaku Ketua PKL mengatakan bahwa tempat yang menjadi tujuan dari PKL siswa MTs NJ adalah Kebun Raya Purwodadi Pasuruan, Museum Brawijaya dan Universitas Islam Malang (UIN Malang).

“Dengan adanya Praktek Kerja Lapangan ini, anak–anak (siswa MTs NJ) langsung dibawa untuk praktek ilmu–ilmu yang telah mereka peroleh dari sekolah.  diantaranya ialah ilmu biologi dan fisika,” ungkapnya saat terwawancara oleh kru nuruljadid.net di lokasi pemberangkatan.

Usman menambahkan bahwa ketika di Kebun Raya Purwodadi, siswa MTs NJ diajak langsung untuk mengetahui bermacam–macam tumbuhan, riwayat tumbuhan, dan manfaat dari tumbuhan itu sendiri.

Di Museum Brawijaya, mereka dipandu untuk lebih memperdalam wawasannya akan sejarah bangsa. Sedangkan di UIN Malang peserta PKL difokuskan pada Labolatorium Fisika.

“Kami harap mereka bisa paham dan mengetahui secara langsung wujud dari materi–materi yang telah mereka dapatkan di bangku sekolah, jadi tidak hanya mengetahui dengan membaca buku tapi juga bisa mengetahui secara langsung dan praktek sesuai dengan jurusan masing–masing,” pungkasnya dengan penuh harap.

Penulis : Ahmad

Editor : Rahmad Hidayat