Klinik Az-zainiyah Adakan Penyuluhan pola hidup sehat santri

Klinik Az-zainiyah Adakan Penyuluhan pola hidup sehat santri

nuruljadid.net –  Klinik Az-zainiyah yang merupakan suatu klinik yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid, hari ini, Selasa(30/10/2018) mengadakan penyuluhan Pola Hidup Sehat di Asrama Diniyah yang mengambil tema “Promosi Kesehatan santri dan siswa PP. Nurul Jadid”.

Kegiatan tersebut dimulai dari pukul 20.00 WIB dan disajikan oleh Ahmad Kholil Fauzi, Wakil Direktur Pelaksana Harian Klinik Az-zainiyah  yang kali ini, dia memfokuskan pada penyuluhan tersebut akan urgentnya membasuh tangan sebelum dan sesudah makan.

“jadi, cuci tangan ini sangat penting khususnya ketika sebelum maupun sesudah makan karena dengan mencuci tangan itu bisa mencegah penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan, Diare dan Tipus,”ungkapnya saat penyajian berlangsung.

Selain menerangkan secara teori beliau turut langsung mengajak para peserta didik asrama diniyah untuk praktek bagaimana caranya mencuci tangan dengan baik dan benar. Diakhir penyajian dia menghendaki agar mereka bisa mempraktekkannya setiap hari.

“kami berharap kepada seluruh santri PP. Nurul Jadid terutama peserta didik asrama diniyah untuk mempraktekkan Pola hidup yang baik salah-satunya seperti yang barusan kita terangkan yakni cuci tangan sebelum dan sesudah makan,”tegasnya saat diwawancarai oleh wartawan nuruljadid.net.

Seraya dengan kutipan diatas, Ahmad Kasiful Anwar, Bagian Administrasi Klinik Az-zainiyah mengatakan bahwa penyuluh itu dilakukan oleh Klinik Az-zainiyah untuk turut menyemarakkan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2018 dan dilaksanakan disetiap wilayah maupun asrama santri PP. Nurul Jadid.“Kami ini ditugaskan di setiap wilayah santri putera dan santri puteri ada petugasnya masing – masing,”pungkasnya.

Penyuluhan tersebut mendapat respon baik dari pengurus asrama diniyah sendiri yang tertara seperti yang disampaikan Hamdan Mufidi, Kepala Wilayah Sunan Bonang(N) Asrama Diniyah.”Semoga dengan teralisasinya penyuluhan ini peserta didik diniyah dapat tergerak hati dan kesadarannya akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan,”Pungkasnya.

Penulis  : Ahmad

Editor : Achmad Danial

20181028_Adakan-Rapat-Senat-Unuja-Sertai-pengukuhan-IKOMA-dan-Pengurus-Ikatan-Alumni-UNUJA

Adakan Rapat Senat Unuja Sertai Pengukuhan IKOMA dan Pengurus Ikatan Alumni UNUJA

nuruljadid.net – Universitas Nurul Jadid(UNUJA) yang berada dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan acara Rapat Terbuka Senat Unuja yang dihadiri Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Zuhri Zaini dan Bapak Hanief Saha Ghafur, ketua PBNU bidang Pendidikan.
Acara tersebut dihadiri oleh wisudawan – wisudawati, seluruh dosen dan karyawan UNUJA dan Segenap Mahasiswa UNUJA, dan dibuka dengan pembacaan Lagu Indonesia Raya, HIMNE Nurul Jadid, Mars UNUJA oleh grup paduan suara Unuja dan tak luput pula permbacaan Surat Suci Al-qur’an oleh Ust. Supriyadi.
Selain itu, Unuja turut melantik Pengurus Ikatan Orang Tua Mahasiswa(IKOMA) yang diketuai oleh, Endro Suryanto, pengukuhan Pengurus Ikatan Alumni Unuja, Pengukuhan Mahasiswa baru tahun akademik 2018/2019 beserta Pembacaan Ikrar Mahasiswa oleh Soni Hakim dan Pembacaan Naskah Sumpah Pemuda oleh Fathorrasyid.Dalam Acara tersebut, KH. Abdul Hamid Wahid Rektor Unuja, mengatakan bahwa pada tahun 2018 ini,UNUJA mewisuda Mahasiswa – Mahasiswinya sebanyak 856 orang tingkat Diploma, Sarjana dan Magister pada Sabtu(27/10/2018).
“dari sejumlah 856 wisdawan dan wisudawati pada tahun ini(2018) terdiri dari 396 dari fakultas Agama Islam, 383 dari fakultas Teknik, 49 dari fakultas Kesehatan dan 28 dari program Magister,”terang beliau didalam sambutannya. Ahad (28/10/2018)
KH. Zuhri Zaini juga mewarnai acara tersebut dengan sambutan, dalam sambutannya, beliau mengutarakan seluruh bahwa seluruh wisudawan – wisudawati beserta mahasiswa – mahasiswa Unuja merupakan bagian dari santri PP. Nurul Jadid.
“Karena perguruan tinggi kita ini (Unuja) ada di bawah naungan PP. Nurul Jadid, jadi para mahasiswa dan para wisudawan ini sebetulnya adalah santri sekalipun tidak semuanya ada dipondok dan yang namanya santri itu bukan dinilai apakah dia itu pernah tinggal dipondok tapi yang paling penting itu apakah amaliyah atau perbuatannya itu mencerminkan nilai – nilai kesantrian,”Ungkap beliau.
Pasca sambutan – sambutan selesai, dilajutkan dengan Orasi Ilmiah oleh Dr. Hanief Saha Ghafur,M.Si. dengan tema “Penguatan strategis melalui Pendidikan karakterdan pengembangan Sumber Daya Manusia yang cerdas dan bermutu”.
Acara yang bertempat di Halaman Unuja tersebut, ditutup oleh Ketua Senat, Faizin Syamweil akan tetapi sebelumnya dibacakan do’a oleh Sekretaris Kopertais wilayah 4 yakni M. Yunus Abu Bakar.

Penulis : Ahmad

 

Editor : Achmad Danial

KH. Abdul Hamid Wahid sampaikan 5 Program Pengembangan yang Tercapai di Rapat Senat Unuja

KH. Abdul Hamid Wahid sampaikan 5 Program Pengembangan yang Tercapai di Rapat Senat Unuja

nurujadid.net-  Acara Rapat Senat terbuka yang diadakan oleh Universitas Nurul Jadid (UNUJA), pada Ahad (28/10/2018) dihadiri oleh KH. Abdul Hamid Wahid, Rektor Unuja.

Acara yang berlangsung di Halaman Unuja tersebut diawali dengan sambutan, salah satu sambutan beliau ialah penyampaian bahwa Unuja berdiri sejak satu tahun sesuai dengan SK Kemeristek DIKTI Nomor 0589/KPT/I/2017 pada tanggal 17-Oktober-2017 dan telah diresmikan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Bapak Mohammad Nasir pada acara wisuda pada tanggal 19 Oktober 2017.

“Universitas Nurul Jadid berdiri melalui proses penggabungan tiga perguruan tinggi yayasan Nurul Jadid yang telah ada sebelumnya, yaitu : Institut Agama Islam(IAI) Nurul Jadid, Sekolah Tinggi Teknologi(STT) Nurul Jadid dan Sekolah Tinggi kesehatan(STIKES) Nurul Jadid,”tutur beliau dalam sambutan.Ahad(28/10/2018).

Mengenai dengan Wisudawan – wisudawati yang telah menyelesaikan masa pengukuhan pada (28/10/2018), sebanyak 856 Wisudawan – wisudawati yang terdiri dari, 396 Fakultas Agama Islam, 383 dari Fakultas Teknik, 49 dari Fakultas Kesehatan dan 28 dari Program Magister.

beliau turut menuturkan bahwa acara tersebut dihadiri oleh Mahasiswa baru Unuja sebanyak 1407 Mahasiswa – Mahasiswi yang terbagi sebagaimana berikut : 525 Mahasiswa – Mahasiswi di Fakultas Agama Islam, 485 di Fakultas Teknik, 90 di Fakultas Kesehatan, 197 di Fakultas Sosial dan Humaniora dan 110 di Program Magister.

Demi memeriahkan Acara Rapat Senat terbuka, UNUJA telah melakukan serangkaian acara yang telah dilaksanakan pada beberapa tempo yang lalu, seperti Musyawarah pembentukan ikatan alumni dan ikatan orang tua mahasiswa Universitas Nurul Jadid, pada hari ahad, 14- Oktober- 2018.

“Seminar thoriqoh Nasional yang dilaksanakan pada (14-10-2018), Penandatangan kerja sama internasional antara UNUJA dengan Indonesia International Education Foundation (IEF) serta pelaksanaan TOEFL untuk calon wisudawan pada (24-10-2018), Pelatihan kesiapan kerja, bisnis dan kewirausaan yang dilaksanakan olek LPKK(Lembaga Pengembangan Profesionalitas dan Kewirausahaan) bekerja sama dengan IKA UNUJA pada (25-10-2018),”Ungkapnya.

Selain beberapa hal yang telah disampaikan diatas, K. Hamid (sapaan akrab dari KH. Abdul Hamid Wahid) menerangkan beberapa program 5 bidang pengembangan yang telah dicapai oleh UNUJA. Seperti di Bidang Pendidikan, Tata Kelola, Penelitian, pengabdian atau pelayanan kepada masyarakat dan Menjalin kerjasama ke beberapa instansi baik dari luar maupun dalam negeri.

Diakhir sambutan beliau,mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para Pengurus Ikatan Orang Tua Mahasiswa(IKOMA) yang baru dilantik oleh Unuja sebelum sesi sambutan dari Rektor Unuja.“kami berharap organisasi ini(IKOMA, red) akan dapat menjadi wasilah dan merpererat tali silaturahmi antar wali mahasiswa, serta mampu memberikan arahan, masukan positif terhadap proses pencapaian  Visi dan Misi Unuja dalam menciptakan lulusan yang unggul, inovatif dan berkeadaban dengan memegang teguh nilai – nilai dan prinsip trilogi dan panca kesadaran santri.”Pungkasnya.

Selanjutnya ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada pengurus ikatan orang tua mahasiswa (IKOMA) yang telah berkenan hadir dan turut serta mendukung terwujudnya organisasi IKOMA,

Penulis : Ahmad

Editor : Alfan Rosyidi

Unuja Adakan Acara Senat Terbuka, KH. Zuhri Zaini Nuturkan Tugas Pokok Seseorang Didup di Dunia

Unuja Adakan Acara Senat Terbuka, KH. Zuhri Zaini Nuturkan Tugas Pokok Seseorang Didup di Dunia

nuruljadid.net – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Zuhri Zaini menghadiri acara Rapat Senat Universitas Nurul Jadid(UNUJA) dan menyampaikan beberapa pesan – pesan kepada para Wisudawan – Wisudawati beserta Mahasiswa Unuja yang hadir dalam acara tersebut.

Di awal sambutannya, beliau mengutarakan rasa terima kasih kepada seluruh wali dari Wisudawan – wisudawati yang turut datang dalam acara yang diselenggarakan pada Ahad (28/10/2018).

“saya ingin menyampaikan selamat kepada bapak – ibu ataupun wali mahasiswa yang telah diwisuda karena telah mengantarkan putera atau puterinya untuk menyeselaikan studinya. oleh karena itu saya berharap kepada bapak – ibu yang telah berhasil mendampingi dan memotivasi para wisudawan – wisudawati ini untuk terus bisa melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi,”ungkap beliau.

Selain itu, beliau turut mengutarakan kepada seluruh wisudawan – wisudawati beserta mahasiswa – mahasiswi Unuja bahwa kalian semua merupakan bagian dari santri PP. Nurul Jadid.

“Karena perguruan tinggi kita ini (Unuja) ada di bawah naungan PP. Nurul Jadid, jadi para mahasiswa dan para wisudawan ini sebetulnya adalah santri sekalipun tidak semuanya ada dipondok dan yang namanya santri itu bukan dinilai apakah dia itu pernah tinggal dipondok, tapi yang paling penting itu apakah amaliyah atau perbuatannya mencerminkan nilai – nilai kesantrian atau tidak,”Ungkap beliau.

Selaras dengan kutipan di atas, beliau menambahkan bahwa ulama terdahulu membagi santri menjadi 3 kategori. Yakni : Santri Tulen; santri yang sikap dan perilakunya mencerminkan seorang santri, yang kedua, santri yang tidak mondok tapi sikap dan perilakunya mencerminkan nilai – nilai seorang santri, dan yang ketiga, orang yang pernah mondok tapi sikap dan perilakunya tidak mencerminkan nilai – nilai kesantrian.” menurut ulama sepuh, santri dengan kategori ketiga ini namanya santri bau, sehingga kita ini jangan sampai menjadi kategori santri yang ketiga ini,”pesan beliau.

Tak hanya itu, beliau turut menjelaskan hakikat tugas seseorang hidup didunia ini ada 2, pertama, melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya, tentunya hal itu tidak hanya terbatas pada shalat, zakat dan sebagainya. Tapi tidak kalah pentingnya ialah ibadah sosial yang bersangkutan dengan tugas kedua, yakni ber Khidmat. bagaimana seseorang bisa memberikan manfaat kepada lingkungan sekitarnya mulai dari ilmu, jabatan, kekayaan dan sebagainya.

“Tentu pencapaian yang anda peroleh ini(sarjana, red) bukan akhir dari segalanya. Anda harus terus mencari ilmu, apalagi anda sebagai sarjana harus bisa mengembangkan ilmu anda sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat,”ungkap beliau dengan penuh ketulusan.

Diakhir sambutan beliau mewakili dari segenap keluarga PP. Nurul Jadid dan Yayasan Nurul Jadid mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf akademika Unuja karena telah membina perguruan tinggi yag ada di bawah naungan PP. Nurul Jadid hingga menjadi perguruan tinggi Universitas.“ mudah – mudahan kebersamaan kita terus berlanjut hinggal masa yang akan datang,”pungkas beliau.

Penulis : Ahmad

Editor : Alfan Rosyidi

Menjaga Tradisi ‘Murid Mencari Guru’, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Universitas Ibrahimy Berkunjung ke PP. Nurul Jadid

Menjaga Tradisi ‘Murid Mencari Guru’, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Universitas Ibrahimy Berkunjung ke PP. Nurul Jadid

nuruljadid.net – Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Tarbiyah Universitas Ibrahimy Sukorejo bertandang ke Pondok Pesantren Nurul Jadid yang bertujuan untuk menjaga tradisi PP. Salafiyah Salafi’iyah yakni  ‘Murid Mencari Guru’ pada Rabu(24/10/2018).

Acara yang ditempatkan di Aula Universitas Nurul Jadid itu dibentuk dengan acara seremonial  yang disambut langsung oleh Pengasuh yakni KH. Zuhri Zaini beserta segenap pengurus bagian Humas, Infokom dan Protokuler PP. Nurul Jadid.

Wedi Samsudi ketua rombongan Mahasiswa dari Universitas Ibrahmy, mengatakan bahwa maksud dari kedatangan mereka di PP. Nurul Jadid ialah untuk mengaji kalam hikmah kepada KH. Zuhri Zaini terkait dengan santri.

“dalam acara silaturrahim ini kami ingin mengaji kalam hikmah dan kami mohon berkenan kepada Pengasuh PP. Nurul Jadid untuk menyampaikan beberapa hal terkait dengan Kesantrian, secara tema kami mengambil dari kalam hikmah yang disampaikan oleh Habib Muhammad bin shodiq bin Husain Probolinggo yakni ‘Guru menganggap guru sebagai guru tetapi guru tetap akan menjadi guru bagi muridnya ”Ungkapnya dalam sambutan.

Tatkala KH. Zuhri Zaini menyampaikan sambutan diawal, beliau mengungkapkan bahwa orang yang ingin dilapangkan rezekinya dan diperpanjang umurnya maka bersilaturrahmi adalah kuncinya. “sekalipun yang dimaksud lapang rezeki itu tidak harus kaya dan panjang umur tidak harus ratusan tahun, Nabi Muhammad Saw umur nya 63 tahun tapi nama beliau terus dikenang oleh umat agama islam dan ajaran – ajaran beliau tetap ada. jadi saya kira yang merupakan konsep panjang umur dalam agama islam itu adalah umur yang barokah,”ungkap beliau.

Tak hanya itu, dalam sambutannya beliau banyak mengungkapkan beberapa penjelasan yang berhubungan tentang santri, salah satunya beliau juga mengungkapkan bahwa acara silaturrahim itu merupakan silaturrahim se keluargaan.

“tali persaudaraan itu bermacam – macam, yang pertama ada tali persaudaraan kemanusiaan karena kita sesama manusia itu bersaudara yang pastinya sama – sama keturunan Nabi Adam As, kedua ada persaudaraan se Tanah air, terus ada persaudaraan se Agama kemudian ada persaudaraan se sama Keluarga karena yang namanya keluarga itu tidak hanya ditentukan dengan hubungan sedarah tapi juga ada sesama keluarga Keilmuan karena ada ulama yang mengatakan bahwa ilmu itu hubungan kekeluargaan yang harus disambung terus,”Imbuh beliau.

Diakhir sambutan beliau mengungkapkan merasa sangat terhormat karena telah mendapat kunjungan dari mahasiswa – mahasiswi Universitas Ibrahimy seraya memimpin do’a dalam acara tersebut yang dilanjutkan dengan makan – makan ala santri.

Penulis : Ahmad

Editor : Alfan Rosyidi

Polres Probolinggo bertandang santri PP. Nurul Jadid di hari Santri Nasional

Polres Probolinggo Bertandang Santri PP. Nurul jadid di hari Santri Nasional

nuruljadid.net – Hari ini tanggal (22/10/2018) Menjadi hari istimewa bagi santri karena pada hari inila dijatuhkan sebagai Hari Santri Nasional 2018 sebab pada tanggal ini resolusi jihad dikumandangkan oleh KH. Hasyim Asy’ari di Surabaya dan pada hari ini pula Kapolres Probolinggo mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Jadid yang disambut langsung oleh Pengasuh PP. Nurul Jadid, KH. Zuhri Zaini.

Rombongan Kapolres probolinggo tiba di PP. Nurul Jadid pukul 13.00 WIB dan ditempatkan di Masjid Jami’ Nurul Jadid. AKBP Fadly Samad menyampaikan pesan – pesan kepada seluruh santri putra PP. Nurul Jadid sesudah sambutan dari KH. Zuhri Zaini. Didalam sambutannya, beliau KH. Zuhri Zaini menyampaikan rasa syukurnya atas kunjungan dari Kapolres Probolinggo ke PP. Nurul Jadid dan beliau berharap dengan adanya kunjungan tersebut bisa bermanfaat bagi santri PP. Nurul Jadid.

“beberapa waktu lagi AKBP Fadly Samad, beliau akan meninggalkan kabupaten probolinggo jadi kunjungan kali ini sekaligus beliau sisipkan untuk berpamitan tapi harapan kami silaturrahimini akan terus terjalin antara PP. Nurul Jadid dengan jajaran pengurus kapolres probolinggo dan secara pribadi kepada bapak Fadly Samad,”Ungkap beliau.

Tak hanya itu, beliau juga mengimbuhkan bahwa sebagai santri itu bisa mengabdi kepada bangsanya seperti turut sertanya AKBP Fadly Samad bersama kepolisian hadir memeriahkan dan memberikan dukungan terhadap acara seperti ini. saya kira kalau itu bisa kita niatkan untuk mengabdi kepada bangsa dan masyarakat insya allah hal itu mempunyai nilai ibadah.

Berkenaan dengan sambutan AKBP Fadly Fayad, diawal sambutaannya untuk mengucapkan Selamat Hari Santri kepada seluruh santri Putera PP. Nurul Jadid dalam perayaan hari santri yang ke 3.

“Karena mulai pada tahun 2015 lalu Hari Santri Nasional mulai diperingati sebagai bentuk pengakuan pemerintah atas keberadaan santri yang mulai dari sebelum kemerdekaan hingga pasca kemerdekaan dan sampai sekarang sangat berperan dalam banyak aspek,” tuturnya.

dalam sambutannnya beliau turut berpamitan kepada santri Putra PP. Nurul Jadid karena masa tugasnya di Kabupaten Probolinggo telah berakhir pada minggu depan dan beliau juga menyampaikan beberapa motivasi.

“Berusahalah untuk menjadi seseorang yang bernilai, nilai seseorang berasal dari kemanfaatannya kepada orang lain, sekecil apapun walaupun menjadi tukang becak tapi bermanfaat bagi penumpangnya itu kamu sudah bernilai dari pada kamu menjadi orang besar tapi tidak bermanfaat bagi orang lain,” tegasnya.

Selain itu, beliau turut menyampaikan beberapa hal terkait dengan bahayanya miras, obat – obatan berbahaya, pergaulan bebas dan lain sebagainya, dan di akhir sambutan beliau menyampaikan beberapan harapannya.

“Jadi, yang saya harapkan pada adik – adik santri ini untuk tanamkan dalam diri anda bahwa anda saat ini sebagai santri tugasnya bekerja dengan baik, patuh dengan guru, belajar dengan tekun dan patuh dengan orang tua insya allah nanti kalian akan menjadi orang sukses,”Pungkasnya

Penulis : Ahmad

Editor : Achmad Danial

Peran Santri Harus Hadir dan Siap Menghadapi Era Globalisasi Informasi

Nuruljadid.net- Momentum tahunan Hari Santri Nasional (HSN) merupakan refleksi yang harus dilakukan santri untuk mengingat peran dan perjuangan kaum sarungan dalam memerdekakan Indonesia.

Perjuangan santri dulu dan sekarang sangatlah berbeda. Perjuangan santri saat ini terletak dalam perannya mengisi era Globalisasi. Santri tidak lagi dihadapkan dengan tantangan fisik namun dihadapkan dengan tantangan nonfisik yang justu memiliki dampak jauh lebih besar. Untuk itu Kiai Hamid juga menyampaikan agar santri bukan malah menghindar namun harus tetap mampu bertahan dan lebih waspada lagi.

Santri merupakan pemeran paling urjen dalam perjuagan islam di nusantra  seperti santri masa dulu yang mana sudah banyak dihadapkan dengan peperangan sebelum indonesia merdeka, santri sudah menggenggam peran aktif dalam perkembangan Islam di nusantara.

“Globalisasi bukan perang langsung tapi proxy war atau perang yang memakai perantara. ada Alkhozwah Alfikr atau pergulatan ideologi yang harus dilawan oleh santri, bagaimana kita mampu bertahan didalam globalisi ini,” Jelas beliau saat sambutan sebagai Inspektur Upacara.

“Tentunya santri harus hadir, jangan menghindar atau larut sama sekali, tetapi kita harus kembali mampu membuktikan bahwa santri mampu mendialogkan perkembangan dengan nilai yang dimiliki dan kita pelihara selama ini. Sejarah telah membuktikan, dan tantangan generasi santri saat ini adalah untuk membuktikan kembali eksistensinya dalam peran yang berbeda”.

Harapan beliau diakhir sambutannya “semoga tasyakkur kita hari ini ungkapan lisan dan kesiapan kita untuk ikut berupacara akan membawa dampak kedalam pola prilaku kita sehari-hari, sebagaimana solat juga memberikan pelarajaran bagi kita bahwa menahan diri dari sesuatu yang boleh dalam solat dan puasa itu akan membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-hari kita”.

Penulis: Abdul Hannan

Editor: Badrus Sholeh

Penampilan Drumband cilik MINM HSN

NurulJadid.net- Ada hal menarik dalam penyelenggaraan Hari Ssantri Nasional (HSN) Pondok Pesantren Nurul Jadid tahun ini, selain upacara yang diikuti oleh ribuan santri, ada pula penampilan kesenian yang diperankan langsung oleh siswa MINM yang tak lain adalah santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton Probolinggo.

Salah satunya adalah personil cilik drumband Madrasah Ibtidaiyah Nurul Mun’im (MINM), penampilan yang dilakoni oleh 70 personil tersebut sangat memanjakan mata dan menentramkan telinga. Terlebih mereka membawakan lagu Mars yaa Ahlal Wathon karya KH. Wahab Chasbullah dan Himne santri.

Penampilan ini merupakan wadah untuk melatih kedisiplinan dan solidaritas untuk siswa MINM. “Secara khusus, penampilan drumband MINM di upacara peringatan Hari Santri Nasional ini merupakan salah satu instrumen untuk melatih kedisiplinan,” jelas Syamweil salah satu guru di MINM.

para personil yang didomisili oleh siswa Madrasah Ibtidaiyah Nurul Mun’im, sangat menghibur para peserta upacara hari santri nasional (HSN) 2018.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa penampilan personil cilik ini adalah untuk menumbuhkan mental dan kreatifitas sebagai santri yang kuat terhadap peserta didik MINM. “selain itu, ini adalah salah satu cara untuk lebih mempercepat membentuk mental yang kuat dan memiliki karakter yang unggul kepada peserta didik kami, sebab mereka harus menyelaraskan nada, irama yang dihasilkan dari setiap alat musik.”

Penulis: Ahmad Salim

Editor: Jawahir

Penampilan Seni Bela Diri PBDNJ Penutup Hari Santri Nasional 2018

Nuruljadid.net- Perguruan Bela Diri Nurul Jadid (PBDNJ) ikut memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) dengan menampilkan beberapa seni beladiri setelah upacara peringatan hari santri di halaman Universitas Nurul Jadid, Senin (22/10).

PBDNJ ialah suatu perguruan bela diri yang berada dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid, dengan santri sebagai peran dalam mengembangkan bakat, kreatifitas dan seni para santri dengan beragam jenis aliran seperti aliran Cimande, Pamur, Harimau Terbang, dan Pagar Nusa.

Penampilan PBDNJ ini merupakan penampilan perdana yang disaksikan oleh seluruh santri Pondok Pesantren Nurul Jadid. “hari ini adalah baru pertama teman-teman tampil di depan seluruh santri Pondok Pesantren Nurul Jadid” ungkap Lutfi, wakil ketua PBDNJ.

“Arah dari pementasan tersebut adalah untuk mengenalkan budaya silat kepada para santri, dan PBDNJ lebih khususnya. Lebih-lebih saat ini, budaya silat mulai terkikis oleh perubahan dan perkembangan zaman” lanjutnya kepada wartawan SJ.

Meskipun hanya lima hari persiapan yang dilakukan oleh PBDNJ dalam menyambut HSN ini, tetapi mereka bisa memberikan penampilan yang menarik dan membuat gemuruh tepuk tangan para ribuan santri menggelegar.

“Lima hari sebelum HSN, kami sudah mempersiapkan untuk tampil dalam rangka menyambut HSN, yaitu mulai sore hingga jam 10 malam, tapi alhamadulillah dengan kekompakan teman-teman kita sukses untuk hari ini semoga dikesempatan berikutnya lebih baik lagi” lanjutnya kepada SJ.

Penampilan tersebut memberikan kesan yang baik bagi para anggota PBDNJ agar lebih giat lagi dalam berlatih dan mengasah kemampuan. “tentunya hal ini  merupakan suatu hal yang sangat bangga bagi kami karena kami diberikan kesempatan untuk menapilkan seni  bela diri ini didepan para santri dan bertepatan pada hari santri nasional” ujar Akbar taufiqi salah satu anggota PBDNJ yang  ikut menampilkan jurus Harimau terbang beregu kepada SJ.

Penulis: Hasyim Asy’ari

Editor: Rahmat Hidayat

KH. Abdul Hamid Wahid; Momentum Hari Santri

nuruljadid.net- Hari Santri Nasional (HSN) merupakan salah satu momentum santri untuk terus mengingat jati diri dan perjuangan ulama’ dan santri, dalam memerdekakan Republik Indonesia. KH. Abdul Hamid Wahid, Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid menjelaskan momentum tentang lahirnya bangsa, bahwa santri bukan hanya punya peran, tetapi juga punya andil yang besar dalam sejarah lahirnya bangsa dan negara.

Lebih lanjut, beliau juga menjelaskan bahwa HSN merupakan refleksi terhadap Resolusi Jihad. “Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asy`ari sebagai hasil konsultasi para pejuang kemerdekaan pada waktu itu khususnya Bung Tomo. Sehingga keluar intruksi yang kita kenal dengan Resolusi Jihad, kemudian melahirkan pertempuran besar di Surabaya dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” papar beliau saat sambutan Inspektur Upacara.

Selain itu, menurut beliau santri merupakan jembatan bagi bangsa dan negara keluar dari jurang kegelapan menuju era pencerahan. “Para santri telah membawa bangsa ini keluar dari jurang kegelapan dengan hadir dan membawa pencerahan serta hidayat, yaitu agama Islam.”

Hal tersebut dicatat dalam sejarah bahwa santri kemudian masuk tanpa mengganggu bahkan bisa berbaur dengan baik dengan budaya, meluruskan budaya-budaya yang tidak benar menuju budaya yang baik, itu kita kenal dengan istilah Penetrasi Pasifik.

Akhirnya, tasyakkur peringatan HSN rasanya tidak ada alasan untuk berkecil hati. Kita harus bangga menjadi santri walaupun tidak untuk berbangga-bangga. Artinya bahwa keberadaan kita dalam sejarah itu cukup menjadi alasan kita untuk mempertahankan peran kedepan yang lebih baik dalam tantangan yang berbeda.

 

Penulis: Abdul Hannan

Editor: Badrus Sholeh

Gelar Upacara dalam rangka Memperingati Hari Santri Nasional 2018

Nuruljadid.net- Senin (22/10/18), Pondok Pesantren Nurul Jadid mengelar upacara Hari Santri Nasional (HSN) 2018. Upacara tersebut diikuti oleh kurang lebih 5000 santri. Momentum itu dilaksanakan di dua tempat berbeda, santri putra di halaman Universitas Nurul Jadid, sedangkan santri putri di lapangan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pada Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) mempunyai tujuan agar kita diingatkan kembali tentang bagaimana perjuangan para santri masa lalu berusaha keras dalam memperjuangkan Agama Islam di Nusantara, dengan diadakannya hsn sebagai mengenang jasa para santri, dalam acara HSN dihadiri oleh Kepala Pesantren PP. Nurul Jadid, KH. Abd. Hamid Wahid.

Berbeda dengan upacara pada umumnya, seremonial ini merupakan momentum untuk mempertegas peran santri sebagai salah satu aktor lahirnya bangsa Indonesia. Selain itu, ada beberapa serangkaian acara, diantaranya ikrar santri, pelantunan syair Yaa ahlal Wathon karangan KH. Wahab Chasbullah dan menyanyikan Mars Nurul Jadid, lantunan lagu Mars dan Yaa ahlal Wathon yang diikuti serental oleh semua peserta upacara.

Bapak Ernawiyadi, ketua panitia HSN 2018 mengatakan bahwa upacara peringatan Hari Santri Nasional ini berbeda dengan upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. “Ini bukan hari ulang tahun Republik Indonesia tapi ini adalah Hari Santri Nasional dalam rangka untuk menumbuhkan rasa nasionalisme seorang santri terhadap NKRI.” Tegasnya kepada wartawan SJ.

Penulis: Hasyim Asy’ari

Editor: Jawahir

Juara 3 Speech Competition National English Festival (NEF) di Universitas Islam Malang (UNISMA)

Nurul Jadid.net – Siswa SMP Nurul Jadid, Diaz Fahry Rosyad (16), meraih juara 3 pada Speech Competition yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNISMA, Minggu (21/10/18).

Kegiatan ini, dalam rangka National English Festival (NEF) 2018 yang dilaksanakan sejak tanggal 19-21 Oktober di gedung HALL OES MANSUR UNISMA dengan tema Building Great Leadership in Greeting Bright Future

Diaz memulai lomba dengan lolos dari babak penyisihan yang beranggotakan 39 peserta. Selanjutnya pada babak semifinal, Diaz harus mengalahkan 6 peserta yang lain untuk lolos ke babak final. Setelah ia memastikan diri lolos ke babak final, ia kembali beradu skill pidato bahasa Inggris dengan kompetitornya di babak final.

Dia sangat senang meskipun hanya dengan persiapan yang begitu singkat ia dapat meraih juara. “Di ajang kompetensi tahun 2018 ini, baru pertama kali ikut lomba dengan meraih juara 3. Ini merupakan kebanggan saya dan orang tua” tuturnya saat ditemui wartawan nuruljadid.net.

Muhammad Angga, pendamping Diaz dalam mengikuti lomba tersebut mengungkapkan persiapan singkat bukan jadi batu ganjalan untuk jadi juara. “Saya membina secara intens waktu di pondok, sekalipun lelah saya tetap semangat alhamdulillah hasilnya seperti ini,” katanya..

Sementara irtu Hasan Busri, Dekan FKIP UNISMA menyampaikan bahwa, prestasi yang sudah diraih oleh peserta  pada ajang kompetisi ini akan dikenang. “Nama mereka akan dikenang dan ditulis dalam sejarah UNISMA,” terangnya.

Selain itu, beliau juga berpesan kepada peserta yang juara agar terus meningkatkan prestasi kebahasaannya. “Karena orang yang mampu menggunakan bahasa arab dan inggris dengan baik, ia akan memiliki dunia yang luas apalagi hanya sekedar mencari pekerjaan.” Tukasnya pada kontributor nuruljadid.net. (Yahya)

siswa-siswi MINM Nurul Jadid saat latihan di halaman MINM

Meriahkan Hari Santri Nasional Nurul Jadid Dengan Group Drum band Cilik

nuruljadid.net – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) akan dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober mendatang, dan untuk kesuksesan peringatan ini Pondok Pesantren Nurul Jadid telah banyak melakukan  beberapa persiapan. Tidak hanya pengurus pesantren, santri dan masyarakat juga turut berkaloborasi untuk menyukseskan acara yang dimaksud.

Dari sekian lembaga yang berada dibawah naungan yayasan PP. Nurul Jadid, Madrasah Ibtidaiyah Nurul Mun’im (MINM) turut menjadi bagian tim yang akan menyemarakkan acara rutinitas tahunan tersebut.

MINM akan mengerahkan 70 personil Drum Band, terdiri dari mayyoret, paramanandi, pianika, marcing bell, keyboard, bass drum, dan lain-lain yang dimainkan oleh siswa MINM dengan mahir sehingga memukau para peserta upacara HSN.

Para personil cilik ini akan unjuk talenta pada saat pembukaan HSN nanti. Mereka akan membawakan lagu Ya Ahlal Waton karangan KH. Wahab Chasbullah dan Mars PP.Nurul Jadid.

Persiapan group drumband ini telah dilakukan secara intensif selama 1 bulan. Faikoh Solihah, Waka Kurikulum MINM menuturkan, “Drum Band ini masuk pada ekstrakulikuler MINM, dan ini masih sangat muda. 1 bulan sudah dilatih untuk menguasai 1 lagu Ya Ahlal Waton, 1 bulan kemudian kami diundang oleh pesantren jadi 1 bulan kemudian, kami latih mars PP.Nurul Jadid”.

Siang tadi (21/10/2018) pukul 13:00 latihan dilakukan. Uniknya, sebanyak 70 personil Drum Band hanya dilatih seorang pelatih, yakni bapak Muhammad Hasan. “Walaupun kalian masih baru, saya ingin kalian bersikap seperti pemain lama, saat latihan kalian sudah bagus, saya harap saat acara dipertahankan!.” Motivasi pak Hasan kepada personil Drum Band.  

(Ulfa Nurul Jannah/SJ)

Kunjungan MTsN 2 Pati Jawa Tengah.

Kunjungan MTs N 2 Pati Jateng ke PP Nurul Jadid

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid kedatangan tamu kunjungan dari Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 02 Pati Jawa Tengah yang bertempat di Aula Mini Universitas Nurul Jadid, Sabtu pagi (20/18/2018).

Kunjungan ini dalam rangka studi banding tentang pola manajemen dan sistem satuan pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Jadid, khususnya lembaga Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Jadid.

“Mudah-mudahan dengan kedatangan kami ini bisa bermanfaat, khusunya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di maadrasah kami,” ungkap Khairul Anam selaku Kepala MTsN 02 Pati.

Semantara itu, Kepala Pensantren Nurul Jadid, KH. Abd. Hamid Wahid, turut pula hadir menemui tamu kunjungan.

Dalam sambutannya beliau mendedah dengan jelas soal stuktur kepengurusan, sejarah, satuan pendidikan, penunjang keilmuan dan hal lain yang terkait dengan Nurul Jadid.

“Mungkin itu hanya pintu masuk ke MTs, nanti bisa diperdalam oleh Kepala Sekolah MTs Nurul Jadid,” tutur beliau yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Nurul Jadid.

Pasca sambutan Kepala Pesantren, dilanjutkan dialog civitas akademik dalam peningkatan mutu pendidikan. Dipimpin oleh Masduki selaku Kepala Sekolah MTs Nurul Jadid.

Di akhir acara, segenap rombongan MTsN 02 Pati meninjau langsung ke Wilayah Al-Hasyimiah dan MTs Nurul Jadid. usai bermeninjau ke wilayah Al Hasyimiah, Acara ini ditutup dengan pemberian cenderamata sekaligus foto bersama kedua pihak.

Penulis : Ahmad

Editor : Rahmat Hidayat

BEM Fakultas Teknik Perkenalkan Peran mahasiswa Terhadap Bangsa dan Negara dengan Program TEKNIK MENGABDI secara gratis.

Nuruljadid.net- Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Nurul Jadid gelar kegiatan Teknik Mengabdi yang bertempat di Pondok Pesantren Nurul Hidayah dan Yayasan Wali Songo, Banyuanyar, Sabtu (20/10/2018).

Tujuan dari kegiatan ini untuk mengenalkan peran mahasiswa terhadap masyarakat sebagaimana yang tertuang dalam tri dharma perguruan tinggi dan panca kesadaran santri.

“ini program kerja BEM Teknik, sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian,” jelas Moh Jasri, wakil dekan Fakultas Teknik kepada reporter SJ.

Kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 15 sampai 21 untuk pengurus BEM Putri di Pondok Pesantren Nurul Hidayah dan yang putra dari tanggal 19 sampai 25 di Yayasan Wali songo Banyuanyar.

Materi pada kegiatan ini ada tiga yaitu tentang Komputer (designer, photoghraper dan vidiograhpher), pelatihan keorganisasian bagi semua pengurus osis dan kebahasaan (bahasa arab dan inggris).

Dalam pelaksanaannya, pengurus BEM didampingi langsung oleh Dosen pembimbing untuk melihat kinerjanya selama satu minggu.

Meskipum kegiatan ini perdana, namun sudah mendapat respon positif dari masyarakat. “Untuk selanjutnya, akan dijadikan kegiatan rutin tahunan kalau ini sukses, dan bisa bekerja sama dengan fakultas Agama Islam, Sosial Humaniora dan KESEHATAN,” lanjutnya.

Dengan begitu, Jasri berharap agar kegiatan ini berlanjut tidak hanya untuk 1 pesantren dan 1 sekolah saja. Tpi bisa seluruh sekolah tingkat SLTA se kabupaten Probolinggo untuk diberi pelatihan di UNUJA.

Penulis : Abd Hannan/SJ.

Editor : Muhammad Nuris