K. Imdad Robbani saat memimpin istigasah

Bulan Muharram, Santri Nurul Jadid Berpuasa dan Adakan Istigasah

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar istigasah hari Asyura atau hari ke-10 bulan Muharram yang bertempat di Masjid Jami’ Nurul Jadid. Dalam istigasah tersebut santri dipandu untuk membaca Surat Al-Ikhlas 1000 kali dan wiridan yang sudah terangkum dalam Al-A’malu Al-Yaumiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kamis pagi (20/9/2018).

K. Imdad Rabbani, selaku Kepala Biro Kepesantrenan Nurul Jadid, memimpin jalannya istigasah dengan mengajak segenap santri untuk niat beriktikaf. Seraya kemudian beliau menjelaskan keistimewaan-keistimewaan hari Asyura.

Menurut beliau kejadian-kejadian terdahulu yang menjadi faktor penyebab dibalik keistimewaan hari Asyura. “Pada hari ini ­Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, diselamatkannya Nabi Nuh AS, diampunkannya kaum Nabi Yunus AS dan terselamatkannya Nabi Musa dari kerjaran Fir’aun,” ungkap beliau pada seluruh santri yang hadir.

“Maka kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW dianjurkan untuk memperbaharui taubat dan juga dianjurkan untuk merayakannya dengan ibadah dan salah satu ibadah yang agung adalah puasa,” imbuh beliau.

Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk berpuasa karena menurut K. Imdad Rabbani penjelasannya ada pada suatu riwayat dalam kitab Irsyadul Ibad karangan Zainuddin Al-Malibari. Dikisahkan Nabi Muhammad SAW bertemu dengan orang Yahudi, lalu Rasulullah bertanya alasan ia berpuasa tepat pada hari Asyuro. Orang yahudi tersebut menjawab bahwa pada hari ini, hari Asyuro, Nabi Musa AS selamat dari kejaran Fir’aun.

Sedangkan untuk membadakan antara umat Islam dengan Yahudi, K. imdad Rabbani lebih jauh menjelaskan bahwa umat Nabi Muhammad SAW ketika berpuasa di hari Asyuro dianjurkan untuk turut berpuasa satu hari sebelum atau sesudah hari ke-10 bulan Muharram tersebut, yaitu pada tanggal 9 atau 11 bulan Muharram.

“Amalan seperti itu merupakan suatu amalan yang biasa dilakukan oleh ulama-ulama terdahulu dan saya berharap amalan seperti ini bisa dilakukan oleh para santri khususnya santri Pondok Pesantren Nurul Jadid,” terang beliau.

Guru MI At Taqwa Mondok Kilat di Nurul Jadid

Nuruljadid.net – Rombongan guru Madrasah Ibtida’iyah At-Taqwa Bondowoso berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton Probolinggo Sabtu, (15/09/2018) dalam rangka nyantri selama sehari semalam.

Rombongan tiba di Aula Mini UNUJA sekitaran pukul 10.30 WIB yang didampingi langsung oleh Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamweil, Kepala Humas dan Protokuler Mahrus Syamweil serta Ponirin Mika selaku Kasubag Protokuler.

Dalam Kegiatan ini dihadiri oleh Sekertaris Pesantren Bapak H. Faizin Syamwil beserta KH. Mahfud Faqih , agenda nyantri kilat ini dilakukan untuk silaturrahmi dan sambung sanad kepada guru sekaligus mencari barokah dari muassis para pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kedatangannya disambut oleh KH. Mahfud Faqih selaku Biro Pendidikan yang mewakili Kepala Pesantren.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa dari adanya kegiatan ini, ada kemungkinan feedback secara kelembagaan untuk saling tabarukan ke MI At-Taqwa yang kualitasnya sudah banyak dikenal.

“Kami juga ingin belajar kepada At – Taqwa. Terutama pada bidang kedisiplinan. Karena At – Taqwa terkenal dengan kedisiplinan yang tinggi,” dawuh beliau dalam sambutannya.

Di akhir acara, dengan penampilan selayang pandang PP. Nurul Jadid kepada segenap rombongan meninjau langsung ke Wilayah Al-Hasyimiah Acara ini ditutup dengan pembacaan doa yang dipandu oleh kepala Biro Pendidikan kiai Fagih dan dilanjutkan dengan  pemberian cenderamata sekaligus foto bersama kedua pihak.

Penulis : Lini

Editor : Ponirin Mika

Kuliah Tamu, UNUJA Siapkan Mental Mahasiswa Hadapi R.I 4.0

Nuruljadid.net – Universitas Nurul Jadid (UNUJA) mengadakan kuliah umum pada tanggal 15 September 2018. Acara tersebut dihadiri kurang lebih 1.400 peserta, terdiri dari mahasiswa baru, civitas akademika, dan karyawan UNUJA.

Kuliah umum ini juga menjadi awal dari perkuliahan aktif kembali, setelah libur semester genap. Seperti yang disampaikan oleh Warek I dalam sambutannya “kami ingin sampaikan kepada mahasiswa-mahasiswi tahun angkatan 2018-2019, bahwa mulai besok kalian sudah mulai aktif kuliah dan menjadi mahasiswa di Universitas Nurul Jadid,” ujar Hambali.

Selain itu, kegiatan rutinitas tahunan tersebut bertema “Revolusi Industri 4.0 dan arah Pendidikan Masa Depan Indonesia”, Dr. KH. Ahmad Imam Mawardi MA, Wakil Koordinator Kopertais Wilayah IV Jawa Timur hadir sebagai narasumber.

Dalam penjelasannya, beliau menyampaikan bahwa dengan hadirnya revolusi 4.0 manusia seakan-akan sudah diatur oleh mesin. “kita saat ini sudah dikendalikan oleh sistem, dikendalikan oleh industri dan alat. Manusia itu seharusnya menjadi manusia, industri itu punya pengaruh negatif salah satunya adalah de-humanisasi masyarakat yang artinya tidak memanusiakan masyarakat, itulah industri” jelas beliau saat menyampaikan materi.

Oleh karena itu, dengan adanya industri semacam ini, manusia seakan dilenakan dan dipermudah. Namun disisi lain ada banyak efek seperti hilangnya rasa sosial dan menghilangkan pekerjaan-pekerjaan manusia “kita sebagai orang yang betul-betul bergelut dalam prinsip-prinsip keislaman harusnya kita memahami betul tentang apa efek dari semua ini, termasuk revolusi industri” lanjutnya.

Kegiatan kuliah tamu yang dimulai jam 08:00 WIB tersebut berjalan dengan lancar, melihat antusias dan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta yang hadir.

Penulis : Abd. Hannan,/SJ

Editor : Muhammad Nuris

Pilar Santri Nurul Jadid, Trilogi dan Panca Kesadaran Santri.

nuruljadid.net – Kepala Biro Pendidikan Kiai Mahfud menjelaskan sejarah singkat berdirinya Pondok Pesantren Nurul jadid, didampingi oleh Bapak Faizin Syamwwil Sekrertaris Kepala Pesantren juga ikut melengkapi beberapa hal yang dipaparkan oleh Kepala Biro Pendidikan, Sabtu (15/09/2018).

Pondok Pesantren Nurul jadid terdapat Trilogi dan Panca Kesadaran Santri mana sebagai Pilar dari Pesantren , yang sangat akrab dengan sebutan 35 yang artinya 3 (trilogy Santri) dan 5 (Panca Kesadaran santri). Yang mana setiap santri yang ada dipondok sudah harus tau apa itu yang dinamakan 35 sebagai dasar kemandirian setiap santri pondok pesantren nurul jadid.

Selama Santri berada di pondok, mereka diajarkan apa yang dinamakan Organisasi, sebagai contoh konkrit dalam 5 Panca Kesadaran Santri (Kesadaran Beragama, Kesadaran berilmu,Kesedaran Bersyarakat, Kesadaran berbangsa dan bernegara, Kesadaran Berorganisasi) dalam artian yang trakhir ia itu Kesadaran berorganisasi, yang sedang dulu sudahh ada seperti Organisasi FKS (Forum komunikasi Satri) yang mana dalam setiap kegiatan selalu melibatkan santri dan alumni yang ada dimasing-masing daerah dan kota, jadi sedikit banyak harapaan kepada rapa alumnus nurul jadid nantik ikut berkiprah di masyarakat.

Dalam mondok mungkin setiap santri  punya tujuan bukan hanya untuk belajar, melaikan melaikan juga ingin ilmu yang bermanfaat dan barokah.

Barokah yang kita dapatkan akan bertambah jika dimodali dengan niat yang baik.” Ungkap kiai mahfud.

Kita pondok pesatren nurul jadid dalam setahun ini masih melaukan pembenah-pembenahan secara mendasar, baik dari struktur Organisasi maupun pelayanan dan pendidikan pesantren  kepada seluruh santri. Selama 1 tahun trakhir sudah melakukan perubahan besar-besaran.

“Jadi mohon maaf bila mana bapak ibuk selama ada di sini (nurul jadid) belum terlayani secara Maksimal karena masih pembenaan secara mendasar semua lembaga yang berada dibawah nangungan yayasan Nurul Jadid.” Imbuh Kepala Biro Pendidikan.

Selepas sambutan di lanjutkan Tanya jawab seputar kegiatan yang di gelar oleh pesantren nurul jadid beserta jadwal harian kegiatan santri yang ada di wilayahnya, dalam hal ini sekrtaris pesantren menjawab semua pertanya para romobongan sebelum akhirnya semua rombongan beranjak ke asrama penginapan, untuk Ibuk-ibuk santri kilat bertempat di Asrama Putri Wilayah Al Hasyimiah sedang untuk putra bermalam di Asrama Madrasah Aliyah Perogram Keagamaan.

Penulis : Muhammad Nuris

Editor : Ponirin Mika.

RWS, Media Silaturahmi Antara Pengurus dan Wali Santri

Nuruljadid.net– Hangatnya sinar mentari pagi tidak menyusutkan semangat para Panitia dalam mempersiapkan acara Rapat Wali Santri. Selasa (11/09/2018), Acara rapat wali santri yang bertempat di depan kantor Pesantren Pusat. Agenda rapat kali ini merupakan menyampaikan perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu beberapa waktu terakhir.

Acara ini dimulai dengan penampilan dari Firkoh Hadrah Az-Zainiyah (FIRHAZ) pada pukul 08.40 WIB. Dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an oleh Ustad Supriyadi. Terdapat agenda tambahan pada acara rapat kali ini yakni: pembacaan tahlil dan istighosah untuk menyambut tahun baru Islam “Kami berharap dengan pembacaan tahlil dan istighosah mendapat barokah tahun baru islam. Dan kami berharap dapat diberi kemudahan dan kelancaran untuk kemajuan Nurul Jadid” ungkap salah seorang panitia Rapat Wali Santri.

Tausiyah pengasuh menjadi acara selanjutnya. Penyampaian perkembangan Nurul Jadid dalam kurun beberapa waktu terakhir disampaikan oleh KH. Abdul Hamid Wahid. Acara inti pada Rapat Wali Santri kali ini adalah diskusi pada bersama wali santri, tentang semua kegiatan dalam setiap biro. Pada kesempatan kali ini rapat dipimpin oleh KH. Najiburrahman.

Diantara materi yang dibahas adalah indekos santri, Virtual Account, kesehatan, kebersihan, wali asuh, termasuk rencana penggunaan E-COMBO bagi santri Nurul Jadid. Dari semua topik yang dibahas, topik indekos dan Virtual Account salah satu topik yang menguras lebih banyak waktu dan pikiran. Karena program Virtual Account dan indekos, merupakan sesuatu yang baru, untuk itu perlu ada peningkatan dan perbaikan-perbaikan. “Kami akan membentuk sebuah tim untuk meningkatkan kualitas nasi di setiap wilayah” tutur KH. Najiburrahman selaku pimpinan rapat.

Acara ini ditutup dengan pemaparan tentang Lembaga Zakat Infaq Shodaqoh dan Wakaf (LAZISKAF) Azzainiyah. Lembaga ini akan menerima semua jenis zakat baik mal maupun zakat fitrah. Lembaga ini juga membantu para korban gempa Lombok. Setelah sedikit pemaparan tentang LAZISKAF Azzainiyah, dilanjutkan dengan pemberian E-COMBO secara simbolik kepada perwakilan setiap lembaga formal

Penulis : Lini

Editor : Ponirin Mika

Sampaikan Perubahan Pogram, Nurul Jadid Gelar RWS

nuruljadid.net– Rapat Wali Santri (RWS) 2018 kembali dilaksanakan yang bertempat di halaman Kantor Pusat yang dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini, KH. Abd. Hamid Wahid, beserta seluruh Keluarga Pengasuh dan seluruh Pengurus, serta Wali Santri.

Acara Rapat wali santri dilaksanakan pada Selasa, (11/09/2018), Sebelum acara dimulai seluruh wali santri dan tamu di suguhi penampilan Hadrah Firhaz (Firqoh Hadrah Az Zainiyah), tepat jam 09.00 WIB acara Rapat Wali Santri dimulai, diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ust Supriyadi, S.Pd.I, kemudian dilanjutkan dengan Istigosah yang dipimpin oleh KH. Moh. Hefni Mahfudz .

Dalam kesempatan ini Pengasuh ponpes Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh wali santri yang telah berpartisipasi dalam rapat wali santri 2018, yang mana kegiatan Rapat Wali Santri merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun dan khusus pada tahun sekarang dilaksanakan lebih awal,

“Mengingat ada perubahan pada beberapa program kegiatan pelayanan yang terkait dengan perkembangan pendidikan santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid tahun ajaran 2018/2019 yang mana hal ini harus diketahui dan dipahami oleh seluruh wali santri.” Dawuh Pengasuh.

Sementara Kepala Pesantren KH. Abd. Hamid Wahid dalam sambutannya menyampaikan bahwa perubahan Program ini telah berjalan selama 1 Tahun dan kedepan Pesantren akan memberikan informasi kepada semua wali sanri tentang keberadaan Pesantren terkait fungsinya sebagai wadah pendidikan dan pengajaran serta pengabdian masyarakat maupun Fungsi lainnya.

“Untuk memcapai tujuan tersebut pondok Pesantren Nurul Jadid menanamkan keImanan dan ke-Taqwaan kepada Allah serta membina Akhlakul Karimmah, disamping pengembangan minat bakat, ketrampilan, kewirausahaan, kemandirian, serta penanaman upaya hidup sehat dan ramah lingkungan, Selain itu juga penanaman sikap tanggung jawab dalam bemasyarakatan dan berkebangsaan.” Demikian harapan  Kepala Pesantren.

Penulis: Muhammad Nuris

Editor: Arofik Yusuf

Rapat wali santri 2018

Nuruljadid.net- Dalam acara Rapat Wali Santri 2018 Selasa (11/09/2018), Pengasuh ponpes Nurul Jadid, KH. Moh.  Zuhri Zaini Menyampaikan Banyak terima kasih kepada seluruh wali santri sudah berpartisipasi hadir dalam rapat wali santri 2018, yang mana kegiatan Rapat Wali Santri merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap Tahun dan khusus pada Tahun sekarang rapat wali santri dilaksanakan lebih awal,

“Mengingat ada beberapa perubahan terkait beberapa program kegiatan pelayanan yang terhubung dengan perkembangan pendidikan santri serta pelayanan kepada wali santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid tahun ajaran 2018/2019 yang harus kita ketahui dan pahami seluruh wali santri.” Dawuh Pengasuh.

Ada tiga poin penting tentang Tujuan dan Harapan dalam Rapat Wali Santri yang disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid.

  1. Sebagai Media Silaturahmi antara pengelolah pesantren dengan seluruh wali santri sehingga diharapkan pula dengan dilaksanakannya silaturahmi akan menjadikan Pondok pesantren Nurul jadid menjadi lebih baik.
  2. Sebagai Media Sosialisasi Informasi dan Perubahan pelayanan yang berhubungan dengan perkembangan Santri dan pelayanan kepada Wali santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid, kepada seluruh wali santri diharapkan dengan sosialisasi tersebut wali santri dapat mengetahui perkembangan dan kebijakan program di Pondok Pesantren Nurul Jadid secara umum.
  3. Sebagai wahana dan dialog bersama antara pengelola Pesantren dan Wali Santri, sehingga melalui dialog tersebut diharapkan ada ide–ide baru yang mendukung terhadap visi dan misi pondok Pesantren Nurul Jadid secara umum.

lewat pertemuan ini kita memohon kepada allah SWT, Semoga Segala Upaya yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul jadid, selalu bersamaaan Maunah,Ridho, diharapkan Pondok pesantren Nurul Jadid dari tahun ke tahun selalu memberikan pengabdiannya kepada umat didalam bangsa, lebih-lebih kepada Agama Amin ya robbalalamin, Mewakili Keluarga Pesantren Nurul jadid kurang lebihnya mohon maaf dan hanya kepada allah kami berpasrah atas segala urusannya. (NS/Red)

Kalahkan DWK Kraksaan 4-0, PSSNJ Melaju ke Perempat Final LSN 2018 Region Jatim III

Nuruljadid.net – Persatuan Sepak Bola Santri Nurul Jadid (PSSNJ) memastikan diri lolos ke perempat final LSN Region Jatim III. Kepastian ini didapat usai PSSNJ menaklukkan lawannya yakni Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan (DWK) dengan skor telak 4-0 di Lapangan Leces, Kabupaten Probolinggo, Selasa, (04/09/2018). Masing-masing gol dicetak oleh M. Abdul Holis, Zen Purwanto, Sony Adi Putra dan M. Fikri Haikalussowen.

Di babak pertama, PSSNJ mendominasi jalannya pertandingan. Penguasaan bola dan permainan bola pendek antar pemaian mereka lakukan dengan sempurna. Hal itu membuat pertahanan dari DWK (tim sepak bola PP. Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan) sempat kocar kacir.

Hal itu dibuktikan dengan beberapa peluang yang mereka (PSSNJ, Red) dapatkan. Pertandingan baru berjalan 5 menit, M. Abdul Holis (10) mencoba bermaksud melesatkan si kulit bundar masih melambung tinggi diatas mistar gawang lawan. Holis (sapaan akrab M. Abdul Holis) terus menggempur pertahanan lawan, percobaan kedua dia lakukan pada menit ke-8, namun na’as, bola yang ia lesatkan masih dapat ditangkap dengan sempurna oleh penjaga gawang DWK.

Tak hanya holis, beberapa pemain PSSNJ lainnya pun mencoba menggempur gawang DWK, namun tendangan yang dilakukan masih melenceng dari sasaran. Al hasil, pada menit ke-28, permaianan satu dua yang dilakukan oleh Holis dan Zen Purwanto membuahkan hasil. Holis berhasil melesatkan di kulit bundar ke sisi kanan gawang DWK.

30 menit pertandingan di babak pertama hingga pluit Panjang dibunyikan, skor bertahan 1-0 untuk kemenangan PSSNJ

Di babak kedua, kondisi tak banyak berubah. PSSNJ masih mendominasi jalannya pertandingan. Dengan memanfaatkan kondisi tersebut, semangat pemain PSSNJ semakin meningkat. Seakan-akan tak puas dengan hanya satu gol, mereka terus menggempur pertahanan DWK dari sisi kiri dan kanan lapangan. Baru menit pertama di babak kedua berjalan, Holis, penyerang PSSNJ kembali melesatkan tendangan ke sisi kanan gawang, namun, tendangannya masih melenceng dari sasaran.

Pada menit ke-36 kerjasama antara Holis (10) dan Zen Purwanto (19) membuahkan hasil. Kali ini giliran Zen (sapaan akrab Zen Purwanto) yang menjaringkan si kulit bundar ke gawang DWK. Tak puas dengan hanya 2 gol, sang kapten PSSNJ, Mahfudz Hidayat (7) selalu memberikan instruksi dan suntikan semangat kepada rekan setimnya untuk menambah gol. Skor sementara 2-0 untuk kemenangan PSSNJ.

Kobaran semangat dari Sang Kapten menjelma dan merasuk kedalam pemain lainnya, hal itu dibuktikan dengan serangan yang dirancang semakin ganas bagaikan “Singa yang Kelaparan”. 4 menit berselang dari gol kedua, gol ketiga pun tercipta. Kali ini berasal dari kaki sang penjaga gawang PSSNJ, Sony Adi Putra. Tendangan pinaltinya berhasil melesat mulus mengecoh penjaga gawang dari DWK. Hukuman pinalti tersebut berawal dari di tackle-nya Zen (19) di kotak pinalti. Skor pun berubah menjadi 3-0.

Masih belum puas dengan hanya tiga gol, pelatih PSSNJ, Prasetyo menarik keluar Alief Furqon Angga Baskara (16) digantikan dengan M. Nopiansyah (23) untuk menggempur pertahanan lawan dari sisi kanan.  Keputusan pelatih memberikan perubahan jalannya pertandingan, gempuran pemain PSSNJ lebih dominan dilakukan oleh Nopi dari sisi kanan lapangan. Beberapa peluangpun tercipta.

Jelang berkahirnya babak kedua tepatnya pada menit ke-59, M, FIkri Haikallussowen (8) berhasil mencetak gol ke empat untuk PSSNJ dengan bemain satu dua Bersama A. Faqih Zainuri (4). Skor 4-0 bertahan hingga babak kedua berakhir. Kemenangan tersebut memastikan PSSNJ lolos ke babak perempat final.

Setelah pertandingan usai, Pelatih PSSNJ kembali memberikan arahan-arahan dan evaluasi dari pertandingan. Pras (sapaan akrab pelatih PSSNJ) menyampaikan bahwa permainan sepak bola adalah permainan tim, bukan permainan individu.

“bermain itu jangan egois, kalian harus melihat pergerakan teman kalian dikanan dan kiri kalian ketika membawa bola” cakapnya.

Pelatih PSSNJ juga berharap dipertandingan berikutnya diharapkan agar lebih baik lagi, sehingga tidak hanya memenangkan pertandingan tetapi juga menampilkan permainan yg ciamik. (Qz)

Madin An-Nafi’iyah Gelar Muhadarah Ammah

Nuruljadid.net – Madrasah Diniyah (Madin) An-Nafi’iyah wilayah Az-Zainiyyah Dalem Barat (Dalbar) gelar Muhadarah Ammah dengan tema “Keaswajaan, Kesantrian, dan Keindonesian” yang bertempat di Auditorium Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Senin (27/08/18).

Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan kepada siswi Madrasah Diniyah An-Nafi’iyah tentang keaswajaan, kesantrian, dan keindonesiaan. “Wawasan kita harus luas sebagai orang Indonesia, Islam, dan khususnya sebagai santri demi menyongsong masa depan,” kata Siti Ruqoyyah selaku ketua panitia dalam sambutannya.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan motivasi siswi untuk meningkatkan semangat dalam belajar mengikuti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) serta kegiatan di pesantren wilayah Az Zainiyah.

Ny. Hj. Hanunah Nafi’ah, selaku Wakil Pesantren 2 mengapresiasi kegiatan dimaksud. “Saya mengapresiasi atas berlangsungnya kegiatan ini. Karena, dengan mendatangkan orang-orang hebat adalah salah satu bentuk motivasi, kepada adik-adik Madin. Bahkan setelah selesai proses belajarnya tetap semangat mencari ilmu, mengembangkan wawasan dan pengalamannya dalam kehidupan masa datang,” Dawuh beliau.

Dengan begitu, beliau juga berharap kepada siswi Madin agar menyimak materi dengan seksama ketika narasumber menyampaikan. “Rugi kalau kita tidak bisa menyimaknya. Jadi, ketika pulang dari ruangan ini kita mendapat ilmu yang bermanfaat,” tambahnya.

Hadir dalam acara tersebut, Dr. Hj. Umi Chaidaroh, SH, M.Hi sebagai narasumber serta seluruh Ustadzah dan siswi Madrasah Diniyah An-Nafi’iyah wilayah Az-Zainiyyah Dalbar.

Penulis :  Jawahir

Editor : Muhammad Nuris

Pembekalan Calon Lulusan Bersama Menteri Ketenagakerjaan

Nuruljadid.net- Dalam rangka membekali calon lulusan menjadi manusia yang mandiri dan berdaya saing, Universitas Nurul Jadid (UNUJA) melaksanakan kuliah tamu dengan tema “Peran Perguruan Tinggi dalam Menciptakan Masyarakat Berkeadaban yang Mandiri, Kreatif dan Berdaya Saing Global”, Ahad (26/08/2018).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Kabinet Kerja, Muhammad Hanif Dhakiri, sebagai narasumber. Hanif menyampaikan bahwa manusia yang berdaya saing bukanlah yang paling kuat atau pintar, melainkan menurutnya manusia yang paling responsif terhadap perubahan.

“Maka tantangan mahasiswa dewasa ini adalah menghadapi segala perubahan-perubahan yang sangat pesat baik dalam bidang teknologi, industri maupun politik,” jelasnya pada seluruh peserta yang hadir di Auditorium UNUJA.

Hambali menyebut acara ini merupakan pembekalan khusus pada mahasiswa serta mahasiswi yang akan segera paripurna dari bangku kuliah sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditempuh. “Civitas akademika UNUJA sangat mendorong agar calon lulusan benar-benar siap mengahadapi tantangan global,” terangnya ketika sambutan selaku Wakil Rektor I bagian Akademik UNUJA.

Ia menambahkan bahwa kuliah tamu ini merupakan salah satu upaya kampus UNUJA dalam membangun kualitas dan kemajuan perguruan tinggi dan lulusannya. “Mari kita bekerja sama dan berjuang membangun UNUJA menjadi icon kebanggaan kita bersama. Harapannya UNUJA bisa menjadi rujukan kampus internasional,” pungakasnya menyudahi sambutan dan penyampaian Visi dan Misi UNUJA.

Penulis : Del Fitri Fauzi/sj

Editor : Muhammad Nuris

Kuliah Umum Bersama Menaker Hanif Dhakiri

Nuruljadid.net – Memasuki revolusi industri keempat (4.0), fungsi teknologi tak lagi bisa dibendung. Dunia berubah begitu cepat disebabkan oleh teknologi informasi yang berkembang secara masif. Hal demikian berdampak pada berbagai sektor.Termasuk aras sosial, politik dan ekonomi.

Hal ini dipaparkan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri saat memberikan orasi ilmiah kuliah umum dengan tema “Peran Perguruan Tinggi Dalam Menciptakan Masyarakat Berkeadaban yang Mandiri, Kreatif, dan Berdaya Saing Global” di Auditorium Universitas Nurul Jadid Paiton, Probolinggo Minggu (26/08/2018).

Hanif melanjutkan, di era Internet Of Thing (IoT), Artificial Intelegence menjadi bukti nyata bahwa peran manusia mulai tergantikan oleh teknologi.

“baru kemarin kita mengenal internet, dan sosial media. Sekarang sudah berkembang yang namanya Artificial Intelegence, ada sms pemberitahuan seperti pulsa anda sudah masuk, ini bukan orang yang melakukan akan tetapi mesin yang sudah memiliki mekanisme dan struktur tersendiri,” paparnya.

Maka dari itu, dia berpesan kepada para calon wisudawan untuk selalu responsif terhadap perubahan, “Anda menjadi orang pintar dan hebat sekarang jangan pernah berbangga diri dan sombong dengan kelebihan kemampuan yang kita miliki, karena kepintaran dan kehebatan anda bisa segera tidak relevan,“ ungkapnya.

Acara ini juga dihadiri oleh dewan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Kh. Moh. Zuhri Zaini, jajaran Rektorat, Dekanat dan seluruh civitas akademika beserta para calon wisudawan UNUJA.

Penulis : Abd. Rofiq/sj

Editor : Muhammad Nuris

menaker

Menaker Hanif Dhakiri Resmikan Unit Produksi di SMK Nurul Jadid

NurulJadid.net – Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri, berkunjung dan sekaligus Peresmikan unit produksi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nurul Jadid Paiton, Probolinggo Minggu (26/08/2018).

Dalam kunjungannya ke SMK Nurul Jadid, seluruh siswa-siswi yang berbaris untuk menyambut kedatangannya Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) sambil memegang bendera merah putih dan mengucapkan selamat datang kepada Hanif Dhakiri beserta rombongannya.

selain berkunjung Menaker RI juga menengok hasil karya industri para siswa-siswi SMK Nurul Jadid, dengan pujian dari hasil karyanya.

Abdul Manaf Firdaus selaku Kepala sekolah SMK Nurul Jadid memaparkan Unit Produksi yang diresmikan di jurusan Multimedia (MM), Rekayasa Perangkat lunak (RPL), Tata Busana, Perikanan, dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

“Unit produk di Jurusan MM ada Sablon kaos dan Digital Printing. RPL seperti Robotika dan Software Programer. Tata Busana (Desainer Busana Syar’i dan Batik). Serta TKJ yang lebih ke menjual jasa seperti servis printer dan pemasangan line,” paparnya ke reporter Nurul Jadid.net

Dengan adanya kunjungan tersebut, Abdul Manaf berharap agar para siswanya memiliki kesadaran dan termotivasi akan pentingnya unit produksi di SMK Nurul Jadid, “karena produk-produknya di exhibisi atau dikunjungi langsung oleh bapak Menteri, harapannya kepada seluruh siswa-siswi SMK Nurul Jadid semoga kedepannya nanti bisa bersaing ditingkat lokal maupun nasional bahkan sampai ke kancah Internasional,” harapnya.

Penulis : Rofiq/sj

Editor : Muhammad Nuris

Mahasiswa UNUJA Ajak Masyarakat Wangkal Manfaatkan Kain Perca

Mahasiswa UNUJA Ajak Masyarakat Wangkal Manfaatkan Kain Perca

nuruljadid.net – Mahasiswa Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton, Probolinggo adakan pelatihan ekonomi kreatif dalam bentuk pemanfaatan kain perca. Hasilnya berupa bros, keset, dan hias parsel yang bernilai jual.

Kegiatan ini, bekerjasama dengan ibu-ibu dari Program Keluarga Harapan (PKH). Selain itu, siswi Madrasah Aliyah Miftahul Jannah dan Miftahul Hasan turut dilibatkan. Pelaksaan kegiatan dilakukan dari tanggal 15-17 Agustus 2018. Dengan Pelatihan ekonomi kreatif tersebut, diharapkan mampu menumbuhkan skill dan menambah perekonomian masyarakat.

Bermula saat peserta KKN UNUJA melakukan observasi ke rumah bapak Arnawi, Kepala Dusun Krajan Desa Wangkal, Probolinggo. Beliau menjelaskan, mayoritas aktifitas masyarakat Dusun Wangkal yang mayoritas ialah berdagang, menjahit dan bertani.

Kemudian peserta KKN UNUJA mulai mengunjungi salah satu rumah penduduk yakni bapak Mail. “ saya menjahit sudah dari tahun 1983 sampai sekarang”, ujar beliau pada peserta KKN UNUJA. Dari pengalaman yang cukup mumpuni, akhirnya muncul inisiatif untuk bekerjasama dalam kegiatan pelatihan menjahit serta bagi hasil dalam rencana program kerja.

Setelah bincang-bincang bersama, banyak kesulitan dalam pelaksaan berupa modal dan peralatan yang tidak tersedia. Karna hal tersebut, peserta KKN UNUJA mulai memikirkan jalan lain. “ibu, sisa potongan kain ini dikemanakan bu?”. Tanya salah satu peserta dengan menunjuk sisa potongan kain yang tidak terpakai. “ya dibuang duk, dibakar.”

Dari sinilah, peserta KKN UNUJA menemukan inisiatif baru yakni mengolah sisa kain tersebut menjadi barang bernilai jual. Akhirnya dengan dukungan masyarakat, kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Penulis : Ulfa Nurul Jannah

Editor : Muhammad Nuris

K. Muhammad Alfayyadl pada saat memberi sambutan dalam acara Studium General LPBA (24/8/2018)

Muhammad Alfayyadl: Kedepan, Bahasa Asing di Pesantren Harus Menjadi Sarana Penggabdian Masyarakat dan Aktualisasi Diri

nuruljadid.net – Kegiatan studium general  Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Pondok Pesantren Nurul Jadid, dengan tema “Bahasa dan Semangat Kepesantrenan” dan bertempat di Aula Universitas Nurul Jadid pada Jum’at (24/8),  disambut dengan girang oleh direktur LPBA, K. Muhammad Alfayyad.

Dalam acara tersebut, beliau memberikan kata sambutan, diantaranya tentang program – program LPBA  yang telah dilaksanakan dari masa awal jabatan tahun 2018.

Alhamdulillah, sejak kami (gus Fayyad sapaan akrab K. Muhammad Alfayyadl) diberi amanah untuk mengelola LPBA dari awal tahun 2018 dan efektif sejak bulan maret 2018, LPBA telah menyelenggarakan suatu pertemuan konferensi Bahasa asing yang merupakan majelis pengambilan keputusan tertinggi LPBA,”tutur beliau dengan ramah.

Dalam kesempatan itu, beliau juga menjelaskan hasil rapat konferensi LPBA yang nantinya akan direalisasikan di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Insyaallah, dalam jangka waktu menengah dan Panjang LPBA ini tidak hanya akan mengurus kegiatan Bahasa asing asrama (LPBA) saja tapi juga mengurus seluruh kegiatan kebahasaan asing di Pondok Pesantren Nurul Jadid,”jelas beliau.

Selain itu, beliau juga menerangkan beberapa perubahan manajemen yang telah dilakukan; “yang pertama ialah diangkatnya 2 wakil direktur, yaitu wakil direktur LPBA putera dan wakil direktur LPBA puteri. Adapun yang kedua ialah membentuk tim Koordinator Program Inter-wilayah (KPI) yang bertugas mendampingi kegiatan kebahasaan asing di setiap wilayah di Pondok Pesantren Nurul Jadid,” tutur beliau.

Gus Fayyad juga mengimbuhkan bahwa target yang diharap kedepannya bagi siswa didik LPBA yaitu, yang pertama, pengembangan pada tingkat dasar, yang hal ini siswa didik harus menguasai grammer dan kaidah kebahasaan dengan baik; yang kedua, pengembangan tingkat lanjut, siswa didik mampu menjadikan bahasa asing sebagai sarana pengabdian pada masyarakat serta aktualisasi diri; yang ketiga, pembenahan kelembagaan.

Diakhir sambutannya, beliau menjelaskan perlunya menekankan perbedaan antara belajar bahasa asing di pondok pesantren khususnya Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan belajar bahasa asing di luar pesantren.

“kalau di pesantren, bahasa Arab itu bukan hanya sekedar buat pamer, tapi digunakan untuk tafaqquh fi al-din (mendalami ilmu agama dan ilmu pengetahuan), begitu juga dengan bahasa Inggris, betapa sedikit orang yang memahami ajaran agama Islam dengan bahasa Inggris bahkan mendakwahkan agama Islam,”pungkas beliau.

Penulis : ahmad

Editor : Muhammad Nuris

Kuatkan jiwa kebahasaan dan kepesantrenan dengan studium general

Stadium General Kuatkan Jiwa Kebahasaan dan Kepesantrenan

nuruljadid.net – Lembaga Pendidikan Bahasa Asing (LPBA) mengadakan acara Stadium General dengan tema “Bahasa dan Semangat Kepesantrenan” yang dihadiri langsung oleh Direktur LPBA, K. Muhammad Alfayyad.

Acara tersebut, bertempat di Aula Universitas Nurul Jadid, turut  hadir Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, segenap pengurus, alumni dan Peserta didik LPBA putera maupun puteri.

dengan diadakannya acara Stadium General ini, seluruh santri dapat berkretivitas dan lebih-lebih dalam pengembangan dalam berbahasa asing.

KH. Abdul Hamid Wahid, mewarnai kegiatan tersebut dengan sambutan, beliau menyampaikan bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid mempunyai suatu kekhasan tersendiri, selain berlandaskan Panca Kesadaran Santri dan Trilogi Santri, sebagai acuan santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Kekhasan lain yang kita harap kepada LPBA ialah kemampuan  dasar berbahasa asing, baik Bahasa inggris maupun arab,”ungkap beliau. Jum’at (24/8/2018).

Selain itu, beliau juga menyampaikan,  kedepannya PP. Nurul Jadid, tidak hanya sekedar Tarbiyah Watta’lim tapi ada  fungsi lainnya, seperti pengembangan bahasa dalam menumbuh kembangkan santri dalam kreativitas.

“Seperti ke Masyarakatan, Pengkaderan dan Dakwah,” imbuh beliau.

Ditempat yang sama, Direktur Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA), K. Muhammad Alfayyad, turut menyampaikan sambutan, menurut beliau sejak diangkat menjadi direktur LPBA pada tahun 2018 ada beberapa perubahan manajemen.

“yang pertama ialah diangkatnya 2 wakil direktur   LPBA  Putera dan Puteri sedangkan berikutnya   ialah membentuk tim bernama KPI (Koordinator Program Inter-wilayah) yang bertugas mendampingi kegiatan kebahasaan asing disetiap wilayah di PP .Nurul Jadid,”

Diakhir acara dilanjutkan dengan penobatan bintang kelas dan bintang pelajar yang kemudian ditutup dengan do’a oleh Ustadz Zainul Hasan.(ahmad)