Melalui Gamifikasi Pohon Harapan dan Solusi, Santri Nurul Jadid Diajak Berpikir Solutif
www.nuruljadid.net- Dalam rangkaian kegiatan Orientasi Kelas Akhir, Pondok Pesantren Nurul Jadid menyelenggarakan seminar motivasi santri tentang jati diri santri Nurul Jadid yang bertempat di Aula I PP. Nurul Jadid, Ahad (17/05/2026). Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme dari para santri yang menyimak pemaparan materi dari Ny. Hj. Nur Diana Kholidah.
Dalam penyampaiannya, Ning Din panggilan akrabnya menjelaskan pentingnya menjaga jiwa dan karakter seorang santri yang berpegang teguh pada prinsip perjuangan pendiri PP. Nurul Jadid. Beliau menyampaikan dawuh Kiai Zaini Mun’im bahwa seorang santri akan dianggap bermaksiat apabila tidak mampu melebur dan hadir di tengah masyarakat.
“Sebagai santri, kita harus mengedepankan kepentingan orang banyak dan senantiasa meletakkan perjuangan di atas kepentingan pribadi. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui mengajar dan mengabdi,” tutur beliau.
Tak hanya itu, beliau juga mengajak para santri untuk memahami diri sendiri melalui metode “pohon masalah” dan “pohon harapan”. Pohon masalah digunakan untuk mengidentifikasi akar persoalan yang terjadi, sedangkan pohon harapan menjadi gambaran solusi dari masalah tersebut beserta dampak positif yang akan muncul di masa mendatang.
Suasana seminar semakin hidup ketika para santri diminta mempraktikkan langsung konsep tersebut melalui tugas membuat pohon dengan metode gamifikasi. Setiap kelompok ditantang untuk menyusun pohon masalah dan pohon harapan secara kreatif dan interaktif agar lebih mudah dipahami serta menarik untuk dipresentasikan. Metode ini membuat para santri lebih aktif berdiskusi, bekerja sama, dan menuangkan ide-ide mereka secara inovatif.
Para peserta kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menggambar pohon, menuliskan akar masalah yang terjadi di lingkungan sekitar, serta menawarkan solusi melalui pohon harapan. Dengan penuh semangat, mereka menuangkan ide dan kreativitas melalui media kertas dan alat tulis yang telah disediakan panitia.
Beragam isu diangkat dalam presentasi masing-masing kelompok, mulai dari upaya pencegahan perundungan, fenomena LGBT, hingga solusi dalam mencegah banjir. Kegiatan presentasi tersebut berlangsung interaktif dan mendapat apresiasi dari para peserta lainnya.
Sebagai penutup, Ny. Hj. Nur Diana Kholidah meminta setiap kelompok memaparkan hasil diskusi mereka agar dapat saling belajar dan memahami sudut pandang satu sama lain. Seminar ini diharapkan mampu membentuk santri yang tidak hanya memahami jati dirinya, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan berpikir solutif, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Pewarta : Naylah Zakiyatur Rohmah
Editor : Maria Al Faradela






Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!