Santri Mulai Kenali Adat Istiadat Lewat Kegiatan Keagamaan
www.nuruljadid.net – Memasuki masa Penerimaan Santri Baru (PSB), sejumlah santri baru mulai berdatangan dan menapakkan kaki di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Saat ini, para santri baru—khususnya di wilayah Al-Hasyimiyah sedang menjalani fase awal yang krusial, yaitu proses adaptasi dan latihan menyesuaikan diri dengan lingkungan serta adat istiadat pesantren yang baru bagi mereka.
Untuk mendukung kelancaran proses transisi ini, pihak pesantren menempatkan mereka di Asrama I’dadiyah. Asrama khusus ini dirancang sebagai wadah pelatihan bagi santri baru agar bisa mengenali kultur dan tata tertib pondok secara bertahap. Selama masa orientasi, mereka mendapatkan pendampingan intensif dari para pengurus asrama setempat.
Meski agenda asrama secara keseluruhan belum sepenuhnya aktif, para santri baru sudah mulai didekatkan dengan ritme kehidupan pesantren melalui kegiatan keagamaan harian. Salah satunya adalah program Pembinaan Al-Qur’an (PQ) yang dilaksanakan secara rutin setiap selesai salat Subuh dan Magrib. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi santri untuk membiasakan diri dengan disiplin spiritual di pesantren.
Tantangan adaptasi santri akan berlanjut setelah masa PSB dan Orientasi Santri Baru (OSABAR) usai. Dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, para santri akan dihadapkan pada jadwal yang lebih padat dengan adanya kegiatan tambahan. Mereka akan mengikuti program Furudhul Ainiyah (FA) serta pelatihan metode Yanbu’a. Kedua program ini memiliki target kompetensi khusus yang wajib dipenuhi oleh setiap santri sebagai syarat kelulusan dari Asrama I’dadiyah.
Terkait jumlah santri, hingga hari keempat pelaksanaan PSB, wilayah Al-Hasyimiyah diperkirakan telah menampung lebih dari 150 santri baru.”Perkiraan jumlah santri saat ini kurang lebih ada 150 anak. Jumlah santri untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah Nurul Jadid (MTSNJ) saat ini memang masih sedikit, karena hari ini baru memasuki jadwal sekaligus hari terakhir pendaftaran untuk tingkat MTs,” ujar salah satu pengurus Asrama I’dadiyah.
Mengingat gelombang kedatangan santri yang masih dinamis, pihak pengurus saat ini belum melakukan pemetaan kamar secara permanen. Namun, sebagai bagian dari strategi pengelolaan lingkungan asrama yang kondusif untuk adaptasi, pengurus telah merencanakan pembagian kamar berdasarkan lembaga pendidikan masing-masing santri setelah masa PSB resmi ditutup.
Pewarta: Zahro Fakhr An-nisa’
Editor : Maria Al Faradela












Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!